FF : GROWL CHAP. 29

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Langkah-langkahnya mengiringi roda ranjang rumah sakit. Tangisnya tak lagi bisa di tahan ketika meihat wajah dan tubuh yang di penuhi darah itu. Seorang suster menahannya begitu mereka sampai di depan ruangan yang bertuliskan ‘ICU’, melarang pria itu masuk dan menyuruhnya untuk menunggu di luar.

“Luhan! Luhan! Apa yang terjadi?” Chanyeol dan Tao langsung datang ke rumah sakit setelah Luhan memberitahu jika ia menemukan Sehun dalam kondisi yang mengenaskan. Namun pria itu tidak menjawab, tubuhnya terhuyung mundur menabrak dinding. Perlahan, ia meluruh dan terduduk di lantai.

“Luhan.”panggil Chanyeol lagi, pria itu berjongkok di depan Luhan. “Katakan padaku apa yang terjadi!”serunya sambil mengguncang kedua bahu Luhan.

Luhan mengangkat wajahnya, menatap Chanyeol lurus, “Bukankah seharusnya kau yang memberitahuku?”ucapnya serak. “APA YANG TERJADI HINGGA DIA SEPERTI INI?! APA YANG KALIAN LAKUKAN DI BELAKANGKU?!” Histeria itu… akhirnya merebak ke permukaan. Ia sudah tidak bisa menahannya. Rasanya sesak.

“Ya, kenapa kalian bertengkar?” Tao mencoba melerai dua orang sahabatnya itu.

“Kau juga sama, kan?” Kini Luhan menatap Tao. “Kau juga tidak memberitahu apapun padaku.”isaknya. “Selama ini, aku selalu bersikap seolah-olah aku tidak megetahu jika kalian sedang menyembunyikan sesuatu dariku, selalu tidak bertanya banyak ketika kalian pergi begitu saja, dan selalu mempercayai apapun alasan kalian ketika kalian sampai di rumah. Aku tau itu kebohongan. Aku tau kalian selalu membohongiku. Tapi, aku memutuskan untuk bersikap seolah-olah aku tidak mengetahuinya. Aku selalu menunggu. Aku menunggu kalian memberitahuku. Tapi bahkan hingga saat ini, kalian tetap menyembunyikan hal itu dariku. Kenapa? Apa aku bukan siapa-siapa? Apa karena aku adalah murid beasiswa jadi kalian tidak percaya padaku?” Luhan menghentikan ucapannya sesaat karena ia kembali terisak. “Aku benar-benar kecewa. Padanya, pada kalian dan pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak bisa membuat kalian percaya padaku? Kenapa aku selalu tidak ada disaat kalian sedang susah? Kenapa aku selalu baik-baik saja disaat kalian sedang mengalami kesulitan?”

“Luhan, tidak begitu. Kami….”

Luhan menggeleng, memotong penjelasan Tao, “Orang yang memberikan sumbangan untuk pengobatan ibuku, adalah Sehun kan?” Tao seketika terdiam, “Iya, kan?”

Tao bungkam. Benar-benar tidak bisa mengeluarkan suara karena ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Yah, hal ini sudah fatal. Sangat fatal. Hingga dia tidak tau apa yang harus ia katakan pada Luhan. Karena kenyataannya, mereka sudah terlalu banyak berbohong.

“Sehun! Oh Sehun!” Tiba-tiba, Kai dan Kyungsoo muncul. DI susul oleh Chen, Lay, Suho dan Baekhyun. “Apa yang…”

“Kai.” Lay langsung menahan lengan sahabatnya itu. “Bukan waktunya untuk bertanya.”serunya sambil menunjuk Luhan dan Chanyeol yang sedang menangis dalam tunduk mereka.

Kai terdiam. Dia sadar tidak hanya dia yang mengkhawatirkan Sehun, tapi ada orang-orang yang lebih mengkhawatirkannya lebih dari dirinya. Orang-orang itu, orang-orang yang telah menemaninya tumbuh hingga saat ini.

Kai berjongkok di antara Chanyeol dan Luhan. Kedua tangannya terulur, menepuk pundak dua orang itu.

Mereka semua terdiam.

Ini adalah senyap yang paling pekat yang pernah mereka rasakan. Ingin bertanya tapi tidak bisa. Ingin memeluk tapi masing-masing juga merasakan kesedihan itu. Kenyataan itu perlahan terungkap, tidak hanya bagi Luhan tapi juga Suho dan Kyungsoo. Tentang tindakan diam-diam Sehun yang selama ini ia lakukan. Tentang lukanya dan pengorbanannya.

Setelah dua jam berlalu, seorang perawat keluar dari ruang ICU. Seketika semua orang berdiri dan menghampirinya.

“Bagaimana keadaannya?”tanya Tao.

“Dia kehilangan banyak darah dan di rumah sakit ini sudah kehabisan stock darah golongan AB. Jika diantara kalian—“

“Aku.”seru Chanyeol cepat. “Golongan darahku sama dengannya. Aku akan mendonorkan darahku.”

“Kalau begitu ikut saya, saya akan melakukan pemeriksaan.”

Chanyeol mengikuti langkah suster itu menuju ruangan lain. Anggaplah ini adalah balasan atas semua yang pernah ia lakukan. Atas semua perlindungan dan pembelaan yang pernah ia berikan. Dan anggap ini sebagai sebuah kasih sayang, bukan untuk sahabatnya tapi untuk saudaranya. Untuk seseorang yang telah menemaninya tumbuh bersama. Untuk seseorang yang tidak pernah meninggalkannya. Untuk semua tangisan dan canda tawa itu. Dan untuk semua kenangan yang mereka habiskan bersama.

***___***

 

Hari sudah beranjak pagi namun para dokter dan suster yang sedang mengoperasinya belum juga keluar dari ruangan itu. Tao berjongkok di depan Luhan dan Chanyeol sambil menyodorkan dua bungkus roti untuk mereka.

“Kalian belum makan sejak semalam, makanlah dulu.”serunya. Namun mereka berdua hanya diam. Tao menghela napas panjang, “Chanyeol, ayolah, kau harus makan. Kau harus mengisi tenagamu lagi.” Dan lagi-lagi Chanyeol hanya tertunduk diam.

Tao meletakkan rotinya lalu mendesah sedikit kesal, “Apa mau kalian sebenarnya, hah? Aku tau kalian sedang bersedih. Aku tau kalian sedang khawatir, Tapi bisakah kalian tidak membuat kami mengkhawatirkan kalian juga?”

“Tao.” Baekhyun menahan lengan Tao namun Tao langsung menepisnya.

“Kau.” Ia menunjuk Luhan. “Aku tau kau marah pada kami. Kau boleh memukulku atau memakiku sepuasmu. Tapi bisakah kau lakukan ini setelah dia sadar? Kenapa kau membuat masalah menjadi semakin rumit?” kemudian ia berpaling pada Chanyeol. “Dan kau, tidak hanya kau yang menjadi temannya. Aku juga. Mereka juga. Walaupun kami tidak mengenalnya sejak kecil, tapi kami juga mengkhawtairkannya. Jadi bisakah kau berhenti bersikap seolah-olah kau adalah orang yang paling mengkhawatirkannya? Kam ijuga merasakan itu!”

Chanyeol mengangkat wajahnya, memperlihatkan wajahnya yang sudah basah dengan air mata, “Maafkan aku.”serunya bergetar. “Hanya saja, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Maafkan aku.”

Tao menghusap air matanya sendiri lalu memeluk dua orang sahabatnya itu, “Dia akan baik-baik saja.”bisiknya. “Kita tau dia adalah orang yang kuat. Dia pasti akan baik-baik saja.”

***___***

 

Yoora duduk di depan bengkel rumahnya setelah ia berhasil membuat ibu Luhan tertidur. Semalam, ia memutuskan untuk mengambil ijin di rumah sakit dan pulang ke rumah untuk menjaga wanita itu. Karena ia tau, Luhan, Chanyeol dan Tao akan berjaga di rumah sakit. Dan sebagai gantiya, ia akan menjaga ibu Luhan di rumah.

Wanita cantik itu menundukkan kepalanya. Sejak semalam ia terus menahan tangisnya agar tidak menangis di depan ibu Luhan, agar dia tidak membuat wanita itu menjadi semakin khawatir. Hanya saja, kenyataan jika kondisi Sehun masih belum membaik hingga saat ini, membuatnya tidak bisa menahannya lagi.

Bagaimana jika terjadi sesuatu pada adik kecilnya itu? Siapa yang tega melukainya hingga dia seperti itu?

“Yoora.” Yoora mengangkat wajahnya dan mendapati seseorang sudah berdiri di depannya. Seseorang yang ternyata adalah Kris itu langsung berjongkok di depannya, “Ada apa? Kenapa kau menangis?”

“Adikku.”isak Yoora. “Dia…”

Kris langsung menarik wanita itu dalam dekapannya. Karena dia bahkan tidak bisa mengatakan apapun saat ini. Yoora menumpahkan seluruh air matanya di pundak Kris. Menangis sejadi-jadinya disana.

“Bagaimana ini? Bagaimana?”

Kris semakin mengeratkan pelukannya, “Jangan katakan apapun. Menangislah.”

***___***

 

Tepat pukul 10 pagi saat seorang dokter akhirnya keluar dari ruang ICU, Kai menghampiri dokter itu karena teman-temannya yang lain sudah kehabisan tenaga mereka.

“Operasinya berhasil dan dia sudah melewati masa kritisnya. Hanya saja dia mengalami patah tulang di bagian lengan kirinya sehingga butuh waktu untuk menyembuhkannya. Sekarang dia akan di pindahkan ke ruang perawatan.”

Kai mengangguk, “Terima kasih, dokter.”

Kemudian ia menoleh ke belakang, kearah teman-temannya, “Tersenyumlah. Dia sudah membaik.”

Luhan mengangkat wajahnya kemudian tersenyum. Terima kasih, Tuhan. Terima kasih karena masih melindunginya.

“Kita tunggu hingga ia di pindahkan ke ruang perawatan.”serunya lagi.

“Kai.”panggil Suho. Kai menoleh. “Bisakah kita bicara sebentar?”

Kai terdiam sejenak. Beberapa saat kemudian menyusul Suho menjauh dari teman-temannya. Ia tau apa yang akan di katakan oleh pria itu. In ipasti berkaitan dengan penyalinan dokumen itu.

“Apa kau sudah mengetahuinya?”tanyanya. Dugaannya benar.

“Mengetahui apa?” Kai bersikap seolah-olah tidak mengerti.

“Jika Lay mengetahuinya, kau juga pasti sudah mengetahuinya.”

“Apa maksudmu? Katakan dengan jelas.”

Suho terdiam. Kedua matanya lurus menatap Kai, “Polisi cyber menemukan jika dokumen rahasia itu telah di salin oleh seseorang. Apa kau yang telah melakukannya?”

“Aku? Kenapa aku?”

“Karena kau tidak datang ke rumahku selama beberapa hari. Apa kau menjalankan misi tanpa perintah dariku?”

Kai tertawa, “Apa aku harus selalu datang ke rumahmu setiap hari? Aku ada urusan jadi aku tidak bisa datang. Dan… mana mungkin aku melakukan misi sendirian. Kau tau aku tidak terlalu perduli dengan masalahmu.”

“Jika bukan kau, itu pasti Sehun.”

“Sehun?” Lagi-lagi Kai tertawa. “Tidak mungkin.”

“Karena dia juga tidak datang ke rumahku dan dia tidak hadir di sekolah beberapa hari ini.”

“Itu karena dia selalu berjaga di depan rumah Kyungsoo setiap malam.”elak Kai.

Suho masih tidak menyerah, ia tersenyum tipis, “Kemarin malam, Jongdae tiba-tiba pergi setelah menerima panggilan dari seseorang. Bukankah itu panggilan darimu? Kau menyuruhnya untuk menggantikanmu berjaga di depan rumah Kyungsoo, kan? Itu artinya, selama ini bukan hanya Sehun tapi juga kau yang berjaga disana. Dan juga selama ada seseorang yang menggantikan tugasnya, Sehun pergi untuk mengerjakan tugas lain. Begitu, kan?”

Sial. Ia menebak dengan tepat.

Kai langsung tertawa, “Apa kau seorang detektif? Kau selalu menduga-duga sesuatu.”serunya. “Sudahlah. Aku tidak mengetahui tentang hal itu dan ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya. Kau lihat, kan? Sehun masih belum sadar dan orang-orang itu terus menangis. Karena kita adalah manusia, setidaknya kita harus menunjukkan rasa empati kita.” Kai menepuk pundak Suho sambil tersenyum, “Iya, kan?”

***___***

 

“Apa Chanyeol masih tidak mau keluar dari kamar?”tanya Sehun sambil meletakkan bola kakinya.

Luhan menggeleng, “Aku sudah ke rumahnya tadi dan dia tetap tidak mau membukakan pintu.”

“Jika terus begini, dia bisa sakit.”

“Itulah yang ku khawatirkan. Terlebih lagi, Yoora noona akan pergi ke Amerika dua bulan lagi.”

“Haruskah dia pergi? Dia akan meninggalkan Chanyeol sendirian.” Sehun mendesah panjang.

“Yoora noona harus belajar dengan giat agar bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Sekarang, dia yang harus membiayai Chanyeol.”

“Menyebalkan sekali. Kenapa semuanya menjadi seperti ini?” Sehun berdiri tiba-tiba membuat Luhan mendongak.

“Kau mau kemana?”

“Aku akan ke rumahnya.”

“Sudah ku bilang dia tidak mau keluar.”

“Aku akan menyeretnya keluar.”ucapnya kesal. “Sudah sebulan aku tidak main bola karena dia tidak mau keluar. Tidak ada yang menjadi kipper.” Bersungut-sungut, Sehun melangkahkan kakinya.

“Ya Oh Sehun.”

Luhan ikut berdiri dan menyusul langkahnya. Keduanya pergi melewati pekarangan rumah Chanyeol , menuju sisi belakang kamarnya.

“Chanyeol.” Sehun mengetuk jendela kaca kamar Chanyeol. “Chanyeol, kau masih tidak mau keluar? Aku dan Luhan akan membeli bubble tea. Kau tidak mau?”

Luhan langsung menyiku perut Sehun pelan, “Dia tidak suka bubble tea, kau lupa?”

Sehun menepuk keningnya, merutuki dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa lupa?

“Maksudku, kita akan membeli susu pisang. Kau tidak mau ikut? Ah, kita juga akan membeli ddokbukkie. Kali ini tidak begitu pedas karena kau tidak menyukainya, kan? Ayo cepat, sebentar lagi pasti ramai.”

Namun tidak ada sahutan apapun dari kamar Chanyeol.

Sehun menghela napas panjang, “Ya Park Chanyeol, sudah sebulan aku tidak melihat wajahmu. Kau tidak merindukanku? Aku terlihat semakin tampan dan tinggiku bertambah 2cm. Aku tumbuh dengancepat, kan? Jangan lupa taruhan kita, jika kau tidak lebih tinggi dariku, kau harus mentraktirku bubble tea.”

Lagi-lagi, tidak ada sahutan apapun.

“Sehun sudahlah. Ayo pulang. Mungkin dia memang tidak ingin di ganggu.”

Sehun langsung menepis tarikan Luhan itu, “Tidak mau. Aku bilang aku akan menyeretnya keluar.”serunya frustasi.

Sehun kembali mengetuk jendela kaca kamar Chanyeol, “Ya, bukankah kita sudah berjanji jika kita tidak akan pernah meninggalkan teman di belakang? Kita juga berjanji tidak ada rahasia diantara kita. Sekarang, kenapa kau seperti ini? Kau bahkan tidak mau bertemu denganku. Kenapa? Apa aku menyebalkan? Apa karena aku selalu menakut-nakutimu dengan serangga? Jika iya, maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi.”ucapnya. “Ya Park Chanyeol, jika kau tetap tidak mau keluar, aku akan memecahkan jendelamu. Aku sungguh-sungguh.”

Sehun mengacak rambutnya kesal karena Chanyeol masih tidak bereaksi apapun. Ia menggerutu, “Kau pikir aku tidak berani melakukannya?” Pria itu mencari batu besar yang ada di sekelilingnya.

“Ya! Apa yang mau kau lakukan?” Luhan langsung menahannya.

“Minggir.” Sehun mendorong tubuh Luhan agar ia menjauh. “Aku sungguh-sungguh Park Chanyeol. Jangan berdiri di dekat jendela.”

Sehun mengangkat tangannya dan melemparkan batu yang ia pegang kearah jendela kamar Chanyeol.

 

PRANKK

 

Sehun memasukkan tangan kanannya ke celah kaca yang pecah, menarik pengait jendela kamar Chanyeol hingga jendela itu terbuka.

“Ayo masuk.”

Luhan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. Jika Yoora mengetahuinya, mereka akan berada dalam masalah besar.

Melompat masuk ke dalam kamar Chanyeol, keduanya menemukan pria itu sedang bersembunyi di balik selimutnya. Luhan mendorong jendela kamarnya agar terbuka lebih lebar karena kamar itu sangat gelap. Sementara Sehun menjatuhkan diri di tepi ranjang Chanyeol.

Ia tau sahabatnya itu sedang bersedih. Karena kejadian tiba-tiba itu tidak hanya mengejutkannya tapi yang lain juga. Namun ternyata, Chanyeol tidak cukup kuat untuk menghadapi hal itu dan kini ia berada di titik paling bawah kelemahannya. Dia terpukul. Sangat terpukul.

“Setidaknya jika kau mau menangis, menangislah bersama kami.”seru Sehun pelan. “Aku tau apapun yang aku lakukan tidak akan membantu. Tapi setidaknya, jangan hadapi itu sendirian. Jika kau mau marah, marahlah padaku. Jika kau mau memukul seseorang, pukul aku. Yang penting kau tidak sendirian.”

Luhan mengulurkan tangannya, membuka selimut yang menutupi wajah Chanyeol dan menghusap pundaknya lembut, “Yoora noona sangat mengkhawatirkanmu. Kami juga. Kami tidak mau kau sakit. Jadi aku mohon keluarlah.”

“Kau tidak mengerti.”balas Chanyeol serak. “Kau tidak mengerti apapun.”

“Aku mengerti.”sahut Sehun. Luhan menoleh kearahnya. “Ibuku meninggal sejak aku masih kecil dan ayahku pergi entah kemana. Selama ini aku hidup karena orang tuamu dan ibu Luhan yang selalu merawatku. Aku juga bersedih karena aku juga merasakan kehilangan. Tidak hanya satu kali, tapi ini adalah yang kedua kalinya. Aku juga merindukan omelan nenek, aku merindukan suara kakek yang selalu menyuruhku membersihkan pekarangan rumahmu, aku merindukan omoni dan ahjussi yang selalu menyayangiku seperti anak mereka sendiri. Aku juga merindukan itu. Tapi aku tidak memiliki waktu untuk bersedih karena aku lebih mengkhawatirkanmu. Setiap kali aku ingin menangis, aku selalu mengatakan pada diriku sendiri untuk menjadi anak yang kuat. Agar aku bisa melindungimu.”suaranya mulai bergetar. “Park Chanyeol, kau bukan hanya sekedar sahabat tapi kau saudaraku. Aku terbiasa melihatmu setiap hari dan terbiasa mengganggumu. Ketika kau tiba-tiba menghilang, aku merindukanmu.” Sehun berusaha keras menelan air matanya agar dia tidak menangis. “Menangislah hari ini. Menangislah sepuasmu. Tapi, tersenyumah besok. Jangan takut, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. Selamanya. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.”

***___***

 

Chanyeol , Luhan, Tao, Kyungsoo dan Kai memilih untuk berjaga di kamar Sehun sementara sisanya pergi membeli makanan. Mereka berlima masih menunggu karena Sehun belum juga sadar.

Sementara di tempat tidurnya, Sehun membuka kedua matanya pelan. Samar-samar, ia melihat cahaya yang menyilaukan. Ia kembali mengerjap agar pandangannya terbiasa. Dan saat ia bisa melihat dengan baik, ia mendapati dirinya sudah berada di ruangan serba putih dengan bau yang sangat khas.

Ini rumah sakit.

Sesaat seteah ia tersadar, rasa sakit itu seketika muncul menghujani sekujur tubuhnya. Namu nrasa sakit itu tidak ada tandingannya di bandingkan asa sakit di hatinya. Rasa sakit yang tidak memberikan jeda istirahat baginya. Rasa sakit yang langsung menyambutnya sesaat setelah ia bangun dari mimpi kenangan itu.

Kenapa kenangan bahagia itu terasa sangat menyakitkan? Kenapa harus Chanyeol?

Sehun memaksa dirinya untuk bangun membuat yang lain langsung tersentak kaget. Mereka berdiri, sudah akan menghampirinya namun Sehun lebih dulu turun dari ranjang tidurnya.

“Oh Sehun, apa yang kau lakukan?”seru Luhan bingung.

Sehun mengabaikannya. Pria itu mencabut jarum infus di tangannya dan tertatih-tatih berjalan menghampiri Chanyeol. Berdiri berhadapan, Sehun menatap sahabatnya itu lekat-lekat. Dengan air mata yang tidak bisa ia tahan lagi, ia membiarkan dirinya menangis dalam penyesalannya. Dan selanjutnya, hal yang di lakukannya kembali membuat yang lain tersentak.

Pria itu berlutut di depan Chanyeol dengan tangis yang pecah di permukaan.

“Maafkan aku, Chanyeol. Aku mohon maafkan aku.”isaknya.

“Sehun, apa yang kau lakukan?” Chanyeol berjongkok di depannya, mengguncang tubuhnya. “Oh Sehun, kau gila?”

“Maafkan aku. Maafkan aku.”

Chanyeol langsung memeluk sahabatnya itu, juga dengan tangis, “Iya, aku memaafkanmu. Sekarang aku mohon kembalilah ke tempat tidurmu. Kau baru saja sadar.”

“Maafkan aku, Chanyeol. Ini semua salahku. Maafkan aku.”

Kai menatap pria itu lurus. Sesuatu telah terjadi. Entah apa itu, tapi yang jelas pria itu telah mengetahui sesuatu kemarin. Dan mungkin ini ada hubungannya dengan orang-orang yang telah membuat Sehun menjadi seperti ini.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

30 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 29

  1. osehn96 berkata:

    yeaaaay fast update *kegirangan* . Akhirnya luhan ngomooong, akhirnya luhan kebagian part. *kegirangan lagi* tapi tapi masih pengen bacaa *ada tapinya ahaha* sehun menggebu2 deh ,dia ga liat sikon? Ampunan dah sehun versi growl nya oh mija aja yg begitu. Mungkin sehunnya sudah lelah jadinya dia juga perasaannya sangat bermain yohuuuuu. Hug sehun. Dikit demi sedikit bakal terungkap. Plis ini bukan salah sehun, gegara bapaknya nya sehun. Sehun jadi punya rasa bersalah gitu. Sehun salah apa coba. Dia cuma orang kegantengan lewat parah *lho?. Dia cuma titisan anak yg periang, butuh kasih sayang yg di dpt dr org lain. Huhu. Yoo see ya semoga fast update lg.🙂.

  2. Hilma berkata:

    Aaa sukaaa., hunnie baik banget sih, tapi kasian jga dia mendem semuanya…
    Ahhhhhh., itu bukan salah kamu kok, jangan gtu dong.. Jadi ikut sedihh… 😭😭😭

  3. Realc berkata:

    Authorrr atau siapa pun nama kakak
    Pleaseee cukup sampe sini aja ya buat sehun menderita bgini ..
    Meski ak suka chanyeol ak gk tega baca nyaaaa klo sehun selalu kuat didepan tp sakit di dalam .
    Udah nangis ini baca nya dari awal cerita ampe tbc lg 😢

  4. Lufriend berkata:

    yes akhirnya update lagi. btw, aku owner twitter @ohsehunbae_ kak hihi😀
    Sehun sadar terus dia langsung minta maaf ke Chanyeol. apa dia bakal kasih tau Chanyeol yang sebenarnya? trus kalo Chanyeol tau ortu nya dibunuh sama ayahnya Sehun gimana persahabatan mereka dong? duh kok jadi tambah ribet masalahnya. greget deh kak ><
    di tunggu next chapter nya ya kak. fighting! semangat nulisnya😉

  5. asera94 berkata:

    wahhh…fast update…suka deh kalo fast update…ㅋㅋㅋ
    lagi seru baca eh ada bacaan TBC. ngeselin. tapi aku nunggu next chapternya ya…
    im waiting you eonni.

  6. han berkata:

    sungguh aku seneng bnget klo ini update asap , smpe teriak2 gaje. brharap bsok update asap lgi *ngarep hhehe

    kaka mija chap ini benar2 keren menguras hati , nyesek bacanya kasian sehun ..
    ga bisa byangin klo chanyeol tahu yg sbnarnya dan jga sehun psti dia tmbah mrasa brsalah sma chanyeol krna doi yg ngedonorin darahnya.
    sehun ah sehun ah sehun ah kuatkan hatinya ya Allah ..
    oh iya aku suka peran kai disini , bawaannya cool bnget ..

    uke udah sgitu aj ya , semangat aja buat ka mija. gomawo ..🙂

  7. Aya aya berkata:

    Aduuhh akuu komennn apa yaa hehehehehehe yg penting akuu makin suka aja ma ff ini . . Next chapter ditunggu bnget lo fighting chinguuu

  8. irnacho berkata:

    Always ya, ff buatan mija tuh selalu nyentuh bgt. Dan selalu bisa bikin aku kepengen mewek. Kamu bs bgt sih buat cerita brothership yg mengharu biru gini? Suka iri sama cerita2 kamu, slama ini ga prnh bs tiap kali mau nyoba buat genre yg brothership gini. Next nya di tunggu deh🙂

  9. Jung Han Ni berkata:

    yeay! udah update lagi! ><
    duhh chapter ini sedih banget T_T gimana ya kalo chanyeol tahu tentang kematian ortunya yg sebenernya? ini bukan salah sehun huhuhu..
    keep writing n hwaiting eonni! ^^

  10. ayaa95 berkata:

    T.T sedih banget. paling g bs baca yg beginian . sensitive banget. . nyesek banget … Rasa nya sakit bneran T.T thor …….
    Keren bngt. Feel nya DPT bngt sumpah ampe netes ni aer Mata .

  11. puti hilma berkata:

    Daebak~ Seneng bgt ada fast update!!
    Chapter kli ini mennyentuh bgt.. Jdi pengen nangis waktu sehun berlutut minta maaf sma chanyeol 😖
    Pokok nya fix keren bgt! Ditunggu ff eonni yg lain… Fighting!!

  12. loveyourself303 berkata:

    wahh…..updte cpt….thnk u author update awal2x……tp andweaaa….😭😭😭😭😢 sedihnyaaa….. mengalir air mata….😭😭😭 kasihan chanyeol…kasihan sehun …kasihan luhann😭😭😭 sedihnyaa…. ditunggu chapter seterusnya😭😭😭😭

  13. mongochi*hae berkata:

    kayany kai deh yg bkalan solid bgt am sehun..
    tp trgantung reaksi dr yg lain kalau thu prihal kecelakaan it

    next part dtunggu

  14. desi mulya berkata:

    Author. ff nya sumpah keren banget!!!! sedih banget waktu pas sehun minta maaf sama chanyeol T_T .. ff yg dibuat di blog ini semuanya keren banget (y).. jangan lama2 ya update ff nya:) ohiya thor ff the house tree sama the lord of legend kapan dilanjut??

  15. Shofalina Han berkata:

    part ini bikin nangis… huaaa dini hari gue malah nangis..
    kasian sama Sehun..
    kenapa harus Sehun yg dibebani semua hal??
    akhirnya Luhan ngomong..
    tapi apa mereka akan jelasin ke Luhan semuanya??
    huaaa penasaran!!!!

  16. nisrina alifia nabila berkata:

    Aaa….gmna reaksi chanyeol ama yura eonni tau klo ayahnya sehun yg bnuh ortu mereka T_T trus gmna reaksi chan ktka dia tau klo kk nya pernah hbungan ama kris ??!! Kutunggu lanjutanmu🙂

  17. heahunie3107 berkata:

    ya ampun aku sampai nangis, aku ngebut bacanya, sumpah fellnya dapetrbanget, aku tunggu kelanjutkannya, ngak bisa berkat-kata lagi, kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  18. Rain berkata:

    yee, udh update, seneng kl.updatenya cepet gini, chap ini menguras emosi banget, sedihhh, daebak lah pokoknya
    lanjut yaa..

  19. ellalibra berkata:

    Eon daebak bgt ni tambah top crtnya q smp pusing krn nangis tersedu” bc ni ff huhuhuu ….. Sedih bgt knp nasib sehun ky gini bgt …. Y ampun q g bs ngomong sedih bgt jdnya ….

  20. Yaya berkata:

    Hikhik…Daebak aku bcanya ampek nangis…
    Top Updatenya cpet bnget…
    Pling suka pas bagian Kai yg slalu merhati’in Sehun….kkkk
    di tnggu Next chapnya…Gomawo.😀

  21. Nanako gogatsu berkata:

    Uwaaaaa….. T.T kenapa di part ini begitu banyak dengan air mata… Huweee… T_T salut ama persahabatam sehun-luhan-chanyeol, yang terjalin sejak mereka keci,, semoga persahabatan mereka tetep kokoh walau badai menghantam,, meskipun ayah sehun adalah pembunuh keluarga chanyeol, semoga chanyeol g’ benci ama sehun karna itu bukan salah sehun melainkan ayahnya, ayah yang jaaahhhaaaattttt pakeeeee bangeeeettt…
    Next chapter ditunggu pokoknya..
    SEMANGAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s