My Brother is My Protector {Chapter 1}

Untitled

Author               :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                  :  My Brother Is My Protector

Genre                 :   Sad, BrotherShip, Family And FriendShip

Length             : Chapter 1

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun (Byun Sehun)

Support cast     : Tuan Byun [OC] , Member EXO K, Bang Yongguk

Note                : ini adalah ff HunBaek pertama aku.aku udah pernah Post ini di Blogku sendiri,tapi udah banyak yang aku ubah sturtur ceritanya. Semoga semua pada suka fanfic ini ya, aku udah berusaha keras ngebuat fanfic ini, jadi hargai OK!. Gomawo J Kritik dan saran ditunggu~~

 

~Happy Reading~



#Author#

Tak ada yang tau kehidupan asli seorang namja bernama Byun Baekhyun ini. dari luar ia bisa bercanda bahkan tertawa bersama teman-temannya, ia akan menjadi seorang Byun Baekhyun yang terhindar dari yang namanya ‘air mata’. Tapi,itu tidak berlaku jika ia berada dirumahnya, Seorang Byun Baekhyun yang ceria dan suka bercanda hilang begitu saja jika ia berhadapan dengan appanya sendiri. Ia akan menjadi seseorang yang cengeng bahkan penyendiri, beda sekali dengan ia yang disekolahnya. Kesendirian tersebut dimulai sejak ia ditinggal oleh adik tirinya. Ya.. adik tiri, Byun Sehun namanya. Ia bukan anak kandung dari keluarga ‘Byun’, ia anak yang diangkat oleh appa Baekhyun. Sebenarnya keluarga Byun sangat bahagia karena kehadiran Baekhyun saat itu, tapi sejak kejadian ‘itu’ Appa Baekhyun menjadi begitu membencinya, membenci Baekhyun. Sehingga ia mengangkat Sehun untuk menjadi anaknya dan tidak memperdulikan Baekhyun. Memang sengsara kehidupan Baekhyun, tapi ia tidak pernah memikirkan untuk menyerah ia terus berusaha untuk membuat appanya kembali melihatnya sebagai anaknya.

“Appa aku mendapat nilai B untuk ulanganku”Ucap Baekhyun sambil menunjukkan selembar kertas kepada ayahnya. Tuan Byun menatap datar selembar kertas tersebut lalu beralih menatap Baekhyun.
“Kau memang payah, bagaimana bisa mendapat nilai B hanya untuk soal mudah itu. Kau tidak melihat nilai adikmu, ia selalu mendapat nilai memuaskan daripada kau!!” Bentak tuan Byun pada Baekhyun. Baekhyun hanya menunduk takut mendengar kemarahan appanya. Baekhyun sudah terbiasa dimarahi, bahkan ia sudah kebal akan cacian dan amarah dari ayahnya. Tapi ia tak pernah membenci ayahnya, karena Baekhyun tau ayahnya tidak membencinya. Ia berpikir ayahnya hanya membentaknya dan tak pernah melakukan tamparan atau bahkan pukulan pada tubuhnya, semua itu sudah membuat Baekhyun yakin bahwa ayahnya tidak benar-benar membencinya.

~SCHOOL~

Baekhyun melangkahkan kakinya ke gerbang sekolahnya, ia memang selalu datang tepat waktu ke sekolah. Matanya tampak berbinar melihat sekelilingnya, ia selalu senang jika ada di sekolahnya, ia selalu merasa berada di tengah-tengah orang yang ingin melindunginya. Baekhyun adalah salah satu murid yang sangat disayangi atau lebih tepatnya dicintai oleh hampir seluruh sekolah karena sikapnya yang sangat periang, ceria, dan juga ramah. Mereka tak tau sebenarnya Baekhyun adalah sesosok namja mungil yang rapuh.
“Baekhyun-ah!”panggil seorang namja bertubuh pendek yang tingginya hampir sama seperti Baekhyun, tapi ingat Baekhyun lebih tinggi 5 cm darinya, ya….hanya 5 cm. “Oh.. Kyungsoo-ya!” jawab Baekhyun sambil melambaikan tangannya kearah namja yang dipanggil ‘Kyungsoo’ olehnya. Kyungsoo berlari kearah Baekhyun, ia adalah salah satu teman baik Baekhyun yang berada satu kelas dengannya.

“Kau mau kemana?” Tanya Kyungsoo.
“Kelas! Kau mau kemana?”
“Aku ingin ke kantin, aku belum sempat sarapan tadi pagi. Kau mau ikut denganku?”
“Baiklah.. tapi, kita ke kelas dulu, aku ingin menaruh tas ku!”
“OK!”. Mereka berdua berjalan ke kelas mereka, Sesekali Baekhyun menyapa teman-temannya dan juga sunbae yang ia kenal. Baekhyun memang tak memiliki musuh, -setidaknya ia tak menganggap orang yang selalu menjahilinya itu musuh(Kecuali satu orang)-. Memang benar bahwa Baekhyun disukai hampir Seluruh warga sekolah, tetapi ada juga anak-anak yang tak menyukainya, dan selalu menjahilinya. Bang Yongguk contohnya, ia memang menganggapnya musuh,Yongguk juga menganggapnya musuh. Sebenarnya Baekhyun memang bermusuhan dengannya, bahkan ia sempat membuat Yongguk terbaring dirumah sakit karena ia menghajarnya habis-habisan. Dan karena kejadian itu, ayah Baekhyun membencinya, membenci Baekhyun.
“Oh?.. lihat siapa disini?. Ada seorang anak tak dianggap ternyata!” Ucap Yongguk sambil tersenyum meremehkan kearah Yongguk. Baekhyun yang baru sampai kekelasnya terkejut karena ucapan Yongguk. Baekhyun mengambil nafasnya untuk meredakan amarah dari ucapan Yongguk. Yongguk memang tau bahwa Ayah Baekhyun membenci Baekhyun, karena dialah penyebab dari kebencian itu.

~FLASHBACK (8 tahun lalu)~

Baekhyun sedang duduk di sebuah taman sambil membaca sebuah buku yang ia pinjam dari perpustakaan sekolahnya. Namja yang masih berusia 10 tahun ini selalu menyendiri, tak seperti di rumahnya yang selalu bermanja-manja bersama ibunya, disekolahnya ia terkesan menjadi anak yang dingin dan tak suka bermain bersama teman-temannya. Sebenarnya ia suka bermain bersama temannya, tetapi ia tak suka jika ada yang mengganggu kesenangannya, jadi ia memilih menyendiri di sebuah taman agar tak ada yang mengganggunya lagi.

Ting…Tong…Ting..Tong…

Suara bel masuk menggema di seluruh sekolahnya, Baekhyun segera menutup bukunya dan berlari menuju kelasnya. Tepat pada pintu masuk kelasnya ia tak sengaja menabrak seorang namja yang ingin keluar dari kelas.
‘BRUK’.

“Ya! Apa kau tak melihatku?” Seru namja itu sambil mendorong Baekhyun
“Hey.. Tak usah mendorong Yongguk!”Lawan Baekhyun. Ya..dia Bang Yongguk, anak dari pengusaha kaya teman dari ayah Baekhyun. Ayah Yongguk dan ayah Baekhyun berteman baik dalam masalah pekerjaan, karena Ayah Yongguk lah yang memberi pertolongan pada perusahaan ayah Baekhyun yang pada saat itu berada dalam ambang kehancuran.
“Kenapa? Kau ingin melaporkanku pada ayahmu yang tua itu?. Silahkan saja, aku juga akan melaporkan hal yang sama!” Papar Yongguk sambil tersenyum meremehkan pada Baekhyun. Baekhyun yang tak mau berurusan dengan Yongguk hanya menanggapi Yongguk dengan tatapan datar sekaligus dingin miliknya.
“Aku tak ingin berurusan denganmu, Berurusan denganmu tidak penting bagiku!”Cicit Baekhyun. Sebelum Yongguk menjawab Baekhyun guru Baekhyun melerai mereka terlebih dahulu.
“Yongguk-ah, Baekhyun-ie kenapa kalian disini?. Ayo masuk kita akan mulai pelajaran hari ini!” Kata Guru Baekhyun sambil menggandeng tangan Baekhyun dan Yongguk masuk ke dalam kelas mereka dan memulai pelajaran mereka.

Hari minggu biasanya Baekhyun akan bermain bersama ibunya juga ayahnya, tetapi sekarang ia hanya merenung memikirkan kesehatan ibunya yang berada di rumah sakit. Ibunya menderita suatu penyakit yang ia tak tau, ibunya tak memberitahu padanya karena ia masih terlalu kecil untuk tau. Ia mencoba bertanya pada pengasuh yang bekerja dirumahnya, tapi hasilnya sama saja ia tak diberitahu. Baekhyun khawatir dengan keadaan ibunya, ia terus memikirkan bagaimana cara menyelamatkan ibunya dengan pikiran polos yang masih ia miliki.
“Apa aku harus memanggil ibu Peri untuk menyelamatkan Eomma?. Aku bisa meminta padanya untuk menyembuhkan penyakit yang Eomma punya!, lalu aku bisa bermain bersama Eomma lagi!” Pikir Baekhyun. Oh.. Ayolah Baekhyun, Ibu Peri?. Bagaimana mungkin kau memanggilnya, ia tak ada di dunia Baekhyun. Baekhyun terus memikirkan ibunya, hingga suara seseorang membangunkannya dari pikiran tersebut. “Baekhyun-ah!” Sahut Suara tersebut. Baekhyun menolehkan kepalanya pada asal suara tersebut, lalu mendapatkan ayahnya berada di belakangnya dengan pakaian yang rapi.
“Oh?..Appa! Waeyo?” Kaget Baekhyun
“Kau mau ikut ke rumah sakit, apakah kau merindukan ibumu?”Tanya Ayah Baekhyun.
“Jinjja? Bolehkah aku ikut?”
“Ne, bersiaplah, kita pergi bersama!”Suruhnya.
“Arraseo, Cakkaman appa!!”Girang Baekhyun, lalu segera berlari pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.

Baekhyun dan ayahnya berjalan di koridor rumah sakit, Baekhyun membawa sebuah kado yang berukuran sedang, untuk diberikan kepada Eommanya. Sampainya di kamar sang Eomma Baekhyun segera berlari menghampiri sang Eomma yang sedang diperiksa oleh Dokter.
“Eomma!!” Teriak Baekhyun.
“Eh?.. Baekhyun-ie!”Sahut Nyonya Byun lemah.
“Eomma Bogoshipo!”Cicit Baekhyun. Dokter yang sedang memeriksa Nyonya Byun terkekeh dengan ucapan manja Baekhyun.
“Baekhyun-ie umur berapa?”Tanya Dokter tersebut.
“ 10 tahun Dokter!” Jawab Baekhyun sambil memamerkan angka sepuluh dengan tangannya dan tersenyum lebar.
“Ohh.. Kyeopta!,~~ Oh? Tuan Byun bisakah saya berbicara dengan anda?”Tanya Dokter tersebut kepada Tuan Byun yang sedang melihat kedekatan Anaknya dan Istrinya. “Tentu saja Dokter Jung, Baekhyun-ah kau disini dulu ne!” Seru Tuan Byun kepada Baekhyun yang sedang memeluk Eommanya. “Ne appa!” Jawab Baekhyun.

Dokter Jung dan Tuan Byun keluar dari kamar Nyonya Byun, seketika itu pula wajah Dokter Jung berubah serius. “Tuan Byun sebaiknya kita percepat operasi Nyonya Byun penyakit yang dideritanya sudah menyebar!” Papar Dokter Jung.
“Saya tau dokter tapi apakah ada orang yang ingin mendonorkan hatinya pada istri saya, jika ada saya akan lakukan apapun demi istri saya.!” Sahut Tuan Byun
“Kanker di hati Nyonya Byun sudah menyebar, tapi sampai sekarang belum ada pendonor untuknya!”.
“Saya Mohon dokter, selamatkan istri saya!”Mohon Tuan Byun
“Saya usahakan Tuan”. Mereka berdua terus berbicara mengenai penyakit Nyonya Byun tanpa mengetahui bahwa baekhyun tengah mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu ruangan Nyonya Byun.

Sepulangnya dari rumah sakit, Baekhyun tidak banyak bicara. Ia termenung menghadapkan kepalanya ke kaca dan memandang jalanan luar yang penuh lampu. Ayahnya yang tak terbiasa dengan sikap Baekhyun, melirikkan matanya tanpa mengalihkan pandangannya ke jalanan.
“Baekhyun-ah, Kau kenapa?” Tanya Tuan Byun.
“Aniya appa, gwaenchana!” Sahut Baekhyun tetap tak mengalihkan matanya. Tuan Byun yang tak tau apa-apa tentang Baekhyun yang mendengar percakapannya hanya tersenyum mendengar bahwa Baekhyun baik-baik saja. Baekhyun yang tau tentang Penyakit Eommanya terlihat sangat terpukul. Ia tau tentang penyakit itu, guru disekolah pernah menerangkannya tentang penyakit kanker yang berbahaya. Yang Baekhyun tau bahwa penyakit kanker dapat membunuh seseorang jika terlambat diobati, tanpa sadar air mata Baekhyun menetes dari matanya mengingat kedekatannya dengan Eommanya. Pikiran Baekhyun berkecamuk ia tak mau kehilangan Eommanya, ia ingin Eommanya selalu bersamanya dan menemani tidurnya saat malam hari tiba. Menangis tanpa suara karena tak ingin didengar Ayahnya membuat Baekhyun lelah dan tertidur dengan meninggalkan jejak-jejak air mata di pipinya.

Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang berada di ujung lorong, ia terlihat tak bersemangat pergi kesekolah. Ia memaksa ayahnya agar ia tak masuk hari ini dan ingin menjaga ibunya di rumah sakit, dan tentu saja Tuan Byun tak mengizinkan Baekhyun. Baekhyun pun mengalah dan pergi kesekolah dengan malas. Yongguk yang memang sangat tak menyukai Baekhyun melihatnya sedang termenung dikursinya menghampiri Baekhyun. ia terlihat sedang ingin menjahili Baekhyun.
“Hey!!… apakah ibumu Sehat?”Tanya Yongguk. Baekhyun yang mendengar nama ibunya langsung mendongakkan kepalanya.
“Apa dia sekarat Di rumah sakit?!” Tanya Yongguk lagi. Baekhyun yang sedang tak Suka diganggu mendengus kearah Yongguk.
“Aku sedang tak ingin diganggu Yongguk, lebih baik kau pergi atau aku akan memukul wajah tak berdosamu!” Perintah Baekhyun dengan nada dingin sambil memandang Yongguk tajam. Yongguk yang memang tak suka diperintah ikut memandang Baekhyun tajam dan tersenyum meremehkan kearah Baekhyun.
“apa kau frustasi? Lihat wajahmu Baekhyun, kau seperti sedang ingin dikasihani. Apa Nyonya Byun Mati dirumah sakit karna tak memiliki donor hati!” Ucap Yongguk dengan tenang tetap mempertahankan senyumannya. Yongguk tau semua yang terjadi dengan Baekhyun, ia tau semuanya dari Appanya. Baekhyun benar-benar kehabisan kesabaran ia meraih kerah baju Yongguk dan memukuli wajahnya berulang. Yongguk yang terkejut dengan tindakan Baekhyun tak sempat melawan dan pasrah wajahnya dipukuli, semua murid yang melihat kejadian tersebut mengerumuni tempat itu.

#BUK..BUK..BUK#.
“SUDAH KUBILANG KAN JANGAN MENGHINA ORANG TUAKU JIKA KAU TAK INGIN KUPUKUL!!” seru Baekhyun sambil tetap memukul wajah Yongguk. Guru yang tak sengaja melihat kejadian tersebut langsung melerai perkelahian mereka.
“Byun Baekhyun!! Stop!”Seru Guru Baekhyun. ia segera membawa Baekhyun menjauh dari Yongguk. “Anak-anak panggil Kim Saem dan Suruh dia membawa Yongguk kerumah sakit, dan kau Byun Baekhyun ikut Bu guru ke ruangan” Tegas Guru Baekhyun.

Baekhyun kembali kerumahnya dengan tampilan yang berantakan, ia diberi hukuman menulis surat permintaan maaf sebanyak seratus lembar dan membersihkan seluruh toilet sekolahnya(Toilet lelaki). Ia membuka pintu masuk rumahnya dan mendapati sang Ayah duduk di ruang tengah keluarganya.
“Aku pulang Appa!” ucap Baekhyun
“Kau membuat masalah Byun Baekhyun! Kau tau, Ayah Yongguk memutuskan kerja samanya dengan ayah gara-gara kelakuanmu!” Bentak Tuan Byun kearah Baekhyun. Baekhyun terkejut, ini adalah kali pertama ayah Baekhyun membentaknya.
“Tapi…. Yongguk yang berbuat kesalahan terlebih dulu Appa, ia menghina Eomma!!”Jawab Baekhyun.
“Kenapa kau perdulikan!!, karna mu aku diambang kehancuran Baekhyun!, kau tau ibumu harus segera dioperasi, jika aku tak bisa mengendalikan perusahaan aku akan bangkrut Dan tak bisa membiayai operasi ibumu!!” Jelas Tuan Byun. Baekhyun menagis ia tak menyangka jika perbuatannya akan berakibat fatal hingga membat ibunya gagal di operasi.
“Ma..maafkan Baekhyun Appa, Baekhyun tak ingin Eomma meninggal!”Tangis Baekhyun.
“Terlambat Baekhyun, KAU AKAN MENYEBABKAN EOMMAMU MENINGGAL. KAU TAU!!” teriak Tuan Byun Frustasi.
“Maaf appa, maafkan aku.”. Tangis Baekhyun benar-benar pecah disana.

Semua prediksi Tuan Byun menjadi kenyataan. Perusahaannya yang hampir bangkrut, sampai operasi Nyonya Byun yang gagal dan meninggal. Semua berjalan dalam waktu yang singkat, Tuan Byun benar-benar tak menyukai Baekhyun sekarang, ia benar-benar membenci Baekhyun.
“Eomma, maafkan aku. Aku penyebab kekacauan ini, aku yang menyebabkan Eomma meninggal, maafkan Aku Eomma!” Tangis Baekhyun didekat Makam Sang Eomma. Tuan Byun yang melihat itu mentap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Bangun Baekhyun!”Perintah Tuan Byun dengan nada dingin. Baekhyun tersentak dengan perintah sang Ayah, ia segera berdiri dari makam sang Eomma dan menghapus jejak air mata yang tertinggal di pipinya.
“kau tak akan kuberi sahamku!, kau yang menyebabkan istriku mati, tak akan kubiarkan kau bahagia Baekhyun” Ucap Tuan Byun dengan nada dingin dan tatapan yang tajam ke arah Baekhyun. Baekhyun sangat terkejut dengan ucapan Ayahnya, ia tak peduli tentang saham, tapi ia benar-benar tak ingin ayahnya sangat membencinya.
“A..appa A..aku—“. Belum sempat Baekhyun menjawab Appanya, Tuan Byun segera berkata lagi.
“Aku membencimu Baekhyun!! Aku benar-benar membencimu!. Aku tak akan pernah memaafkanmu! Ingat itu!”Ucap Tuan Byun dan pergi meninggalkan Baekhyun disana,dimakam sang Eomma. Baekhyun menangis, entah sudah keberapa kali ia menangis hari ini. ia terduduk di dekat makam Eommanya.
“Eomma… apa aku benar-benar pembunuh? Hiks..”.

Dilain sisi Tuan Byun menangis juga, ia menangis memandangi foto keluarganya yang lengkap. Difoto itu ia dan istrinya duduk disebuah bangku di taman dan Baekhyun yang masih berusia 3 tahun duduk dipangkuan istrinya dengan senyum yang lebar menghiasi wajahnya.
“Yeobo.. apa aku memilih keputusan yang tepat untuk membenci anak kita, tolong aku Yeobo..!”tangis Tuan Byun. Tuan Byun bersandar pada kursi mobilnya mengingat kenangan manis keluarganya saat masih lengkap dulu, ia sedang berpikir untuk mengambil keputusan. Perusahaannya kembali lancar, ia sudah mendapat bantuaan dari perusahaan lain tepat setelah istrinya meninggal. Ia bingung jika ia sudah meninggal, ia akan memberikannya pada siapa?, ia begitu membenci Baekhyun, ia sudah berjanji bahwa Kekayaan yang ia punya tak akan ia berikan pada Baekhyun setelah ia mati, ia begitu frustasi memikirkan hidupnya. Hingga sebuah ide terlintas dipikirannya, ide yang sangat konyol memang, tapi ia yakin ide ini adalah jalan keluar untuknya.
“Kita kepanti asuhan sekarang juga!” Perintah Tuan Byun pada supirnya, dan Tuan Byun Pun pergi ke sana dengan harapan bahwa ia tak memilih keputusan yang salah.

Baekhyun kembali kerumahnya hampir tengah malam, sebenarnya ia tak diperbolehkan pulang malam oleh Eommanya karena ia masih kecil. Tapi apa daya ia ditinggal oleh sang ayah dan ia juga tak memiliki uang untuk naik taksi atau pun bis, jadilah ia pulang dengan jalan kaki menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, Baekhyun terkejut mendapati seorang anak lelaki yang duduk didekat appanya.
“Oh?.. Hyung!”Panggil Anak itu. Tunggu dulu.. ‘Hyung!’, apa Baekhyun tak salah dengar?. Anak itu menghampiri Baekhyun dan menggenggam tangan Baekhyun.
“Perkenalkan Aku Oh Seh—, Oh! Aniya Aku Byun Sehun, senang bertemu denganmu Hyung!”Jelas Anak itu yang diketahui bernama Byun Sehun, Eh? ‘Byun’. Baekhyun yang terkejut menolehkan kepalanya ke arah Appanya.
“A..appa apa maksud semua ini?, appa tak akan menggantikanku dengan orang lain bukan?” Tanya Baekhyun menatap sang ayah dengan mata berkaca-kaca. Tuan Byun memalingkan mukanya.
“Baiklah kepada adikmu! Dia berusia 8 tahun,2 tahun lebih muda darimu, ia kelak akan menggantikan appa menjadi pemegang di perusahaan appa! Dan dia Anak Appa!” Ucap Tuan Byun. Baekhyun terkejut dengan ucapan Ayahnya, ia tak peduli dengan semua saham-saham itu. Tapi, mengapa ayahnya mengadopsi anak, jika ada dirinya, apa ayahnya benar-benar membencinya?.
“Tidurlah Sehun, besok kau akan sekolah!”perintah Tuan Byun pada Sehun lalu melenggang pergi ke kamarnya meninggalkan Baekhyun yang masih Syok dengan keputusan sang Appa. Baekhyun menatap Sehun iba, Sehun diadopsi hanya untuk diberi menjadi pemegang saham utama sang appa.
“ekhem..namamu Sehun kan!. sekarang tidurlah dikamarmu, kau pasti lelah setelah perjalanan kemari!”Ucap Baekhyun sambil mengantar Adik tirinya kekamar yang sudah disediakan.
“Terima kasih Hyung, jika Aku besar nanti aku akan selalu bersamamu!” Ucap Sehun sambil tersenyum kearah baekhyun. Baekhyum membelas senyuman Sehun sambil menahan air matanya. ‘Jaga Aku Sehun, Tolong jaga Aku!’ pinta Baekhyun dihatinya. Hidup sulitnya akan dimulai dari sekarang.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Semua sudah dilalui Oleh Baekhyun. semua rasa bersalah, sedih, dan menyesal tak pernah hilang dari hatinya. Ia merasa sangat sendirian, kecuali dengan Sehun. Sehun merupakan adiknya, adik yang sangat Baekhyun sayangi, Cintai, dan Butuhkan. Sehun akan selalu bersamanya jika ia sendirian, menangis, dan terluka. Sehun akan selalu berada di depannya jika ada yang ingin melukainya, Sehun akan merangkulnya jika ia menangis meratapi kesendiriannya, dan mengiburnya jika ayahnya tetap tak memandangnya. Hingga hari ini tiba. Dimana ia kan berpisah dengan Sehun, meninggalkannya dalam waktu yang lama.
“Hyung~~!”Panggil Sehun

“…”Baekhyun tak menjawab. Ia sudah mengurung diri di kamarnya selama dua hari sejak kabar bahwa Sehun akan pergi ke luar negeri.
“Kau tak ingin menemaniku ke bandara?” Tanya Sehun lagi.
“….”Baekhyun tetap tak menjawab.
“Maafkan aku Hyung, Maaf aku tak bisa disini lagi. Aku takut Hyung~~”Sehun berucap sambil menahan tangisnya. Mendengar Sehun menangis Baekhyun segera menolehkan kepalanya.
“Takut? Kenapa Sehun, kenapa kau takut?”Tanya Baekhyun sambil mendekat ke Sehun.
“aku takut Hyung!!. Aku takut jika aku merebut kebahagiaanmu bersama Appa.” Jawab Sehun. Baekhyun tersentak mendengan jawaban Sehun.
“Tidak Sehun-ah, ini semua bukan salah kau. Kumohon jangan pergi!, tidak ada lagi yang bisa merangkulku dan menghiburku saat sedih.” Mohon Baekhyun
“Maafkan aku Hyung, aku akan kembali, tunggu aku. Simpan ini sampai aku kembali!” Ucap Sehun sambil menyerahkan sebuah foto, Foto yang sama dengan yang ada di kamar Sehun. Setelah itu Sehun pergi, ia meninggalkan Baekhyun kembali dalam kesendiriannya, menunggu sampai Sehun kembali dan menjadi pelindung dan penghibur Baekhyun.

~FLASHBACK END~

Baekhyun tersenyum ke arah Yongguk, ia tak ingin menjadi seperti dulu lagi. Menjadi Baekhyun yang dingin dan tak punya otak untuk memukuli teman-temannya. Ia takut jika teman-temannya menjahuinya dan ia tak mempunyai teman, karena sudah cukup jika ia dibenci ayahnya dan ditinggal oleh Adik tirinya belajar ke luar negeri, meninggalkannnya sendiri tanpa sebuah penyelamat.

“Minggir kau! Kenapa kau selalu mengganggu Baekhyun?”Marah Kyungsoo pada Yongguk.
“Sudahlah Kyung, tak usah diladeni”Ucap Baekhyun pada Kyungsoo. “bisakah kau minggir, aku ingin masuk kelas. Bel sudah berbunyi”lanjut Baekhyun pada Yongguk.
“Aish.. gara-gara kau aku tidak bisa sarapan bodoh!”Teriak Kyungsoo pada Yongguk, sedangkan Yongguk hanya menghendikkan Bahunya. Yongguk menatap mata Baekhyun tajam begitu pula dengan Baekhyun. Yongguk tak akan pernah melupakan kejadian terakhir kali yang Baekhyun lakukan, walaupun ia bisa membuat Baekhyun menderita, tetapi harga diri seorang Bang Yongguk telah di injak-injak oleh Byun Baekhyun yang menurutnya tak pantas menginjak harga dirinya. Sedangkan Baekhyun yang juga menatap tajam Yongguk juga tak akan pernah melupakan semua kejadian yang dialaminya, karna dialah yang menghancurkan ketentraman hidupnya, Bang Yongguklah yang menyebabkan ia dibenci ayahnya sendiri dan menjadi Baekhyun yang harus selalu dilindungi oleh sang Adik, Byun Sehun.

TBC

 

7 thoughts on “My Brother is My Protector {Chapter 1}

  1. desi mulya berkata:

    Hidupnya baekhyun kok tragis banget ya. udh ditiingal sama ibunya, dibenci sama ayahnya truss skarang ditinggal sehun keluar negeri.. emng itu sehun mau ngapain keluar negeri? gamungkin kan kalo cuma mau ngindarin baekhyun sampe keluar negeri?

  2. ellalibra berkata:

    Kshn baekhyun y ,,,padahal dy msh kecil tp udh byk bgt mslh yg dy hadepin ….. Untung sehun baik y ,,,neeext eon fighting🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s