FF : GROWL CHAP. 26

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

“Kau kemana saja?!” Chanyeol langsung berdiri begitu melihat Sehun keluar dari bus. “Sejak tadi kami menunggumu.”

“Aku sangat sibuk.”

“Kau tidak apa-apa?”tanya Tao setelah melihat wajah letih Sehun.

“Aku hanya kelelahan, Aku belum tidur sejak kemarin. Aku ingin pulang dan tidur sebentar.”

“Tapi kau belum menjelaskan apapun pada kami.” Chanyeol menahan lengan Sehun.

Sehun berdecak, “Apa kau tidak melihat lingkaran hitam di bawah mataku ini? Aku sangat mengantuk, Chanyeol. Aku akan menjelaskan semuanya padamu besok. Sekarang biarkan aku tidur sebentar. Aku sangat mengantuk.”

“Tapi…”

Tao menahan lengan Chanyeol sambil menggeleng, “Biarkan dia.”serunya. “Pulanglah dan istirahat. Tapi jangan lupa jika kau berhutang sebuah penjelasan, tidak hanya pada kami, tapi juga Luhan.”

Mendengar nama Luhan, mata Sehun seketika membulat lebar, “Oh Tuhan!”

***___***

 

Keesokan paginya, tepat pukul 6 pagi, Sehun sudah duduk di kursi halte lengkap dengan seragam dan perlengkapan sekolahnya. Hari ini dia terlihat lebih rapi karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama memakai blazernya. Kedua sudut bibirnya di tarik, menciptakan sebuah senyum menjijikan ketika teman-temannya datang.

“Hai.”sapanya seramah mungkin.

Luhan tau anak itu sedang mencari cara agar dia tidak di marahi. Dia bersikap baik agar dia bisa lolos dari omelannya.

“Kemarin…”

“Luhan, aku benar-benar ketiduran. Ketika bangun ternyata sudah pukul 9 dan aku tau aku sudah terlambat jadi daripada aku di hukum oleh sonsengnim, aku memutuskan untuk membolos. Lagipula hanya satu hari dan aku tidak pergi kemanapun. Aku—“

“Aku tau.”potong Luhan. “Oema sudah mengatakannya padaku.”

Sehun mengangguk-angguk sambil memasang ekspresi tanpa dosanya, “Aku benar-benar tidak pergi kemanapun.”

“Lalu kau pergi kemana sore harinya? Oema bilang kau pergi bersama seseorang yang bernama Kai.”

“Oh, aku memang pergi bersamanya. Mobilnya rusak lagi dan aku memperbaikinya. Setelah itu aku memintanya untuk mentraktirku bubble tea karena kerusakannya ringan. Hanya itu.”

Chanyeol dan Tao hanya geleng-geleng sambil berdecak dalam hati. Anak itu, dia sudah pandai berbohong sekarang.

***___***

 

Kai keluar dari mobilnya sambil mengeluarkan ponselnya yang terus berdering. Sambil berjalan memasuki gedung apartement-nya, ia mengangkat panggilan Baekhyun.

“Kai, kau tidak pergi ke sekolah lagi?”tanya Baekhyun tanpa basa-basi.

“Kau tau? Aku baru saja pulang dari jaga malam. Aku sangat lelah dan ingin tidur.”

“Tapi Cho sonsengnim mencarimu.”

“Ah, guru muda itu? Katakan padanya aku akan menelponnya nanti.”

“Hey, aku serius.”

“Baekhyun, aku seratus kali lebih serius. Aku sangat mengantuk sekarang. Sudah ya, kita bertemu nanti sore di rumah Suho. Aku tutup.”

***___***

 

Tidak hanya Luhan, Chanyeol dan Tao yang menunggu penjelasan Sehun. Tapi wali kelas juga menunggu kehadiran Sehun untuk mendengar penjelasannya kenapa dia tidak hadir kemarin. Setelah setengah jam berdebat dan mengarang alasan, akhirnya Sehun bisa keluar dari ruangan guru. Namun dengan hukuman membersihkan ruang kelas sepulang sekolah nanti.

“Di hukum lagi?”tanya Chanyeol begitu Sehun keluar dari ruang guru.

“Itu bukan masalah.”jawab Sehun santai.

“Ayo pergi ke atap, kau tidak lupa kan jika kami menunggu sesuatu?”sahut Tao. “Kebetulan Luhan sedang pergi ke perpustakaan dengan Kyungsoo.”

Sehun menghela napas panjang, “Baiklah.”

Ketiganya kemudian menuju atap sekolah, tempat biasanya mereka menghabiskan waktu jika sedang bosan.

“Jadi apa yang kau lakukan kemarin?”tanya Chanyeol enggan membuang-buang waktu.

“Aku makan siang di rumah Luhan dan membenarkan mobil Kai.”

“Jadi mobil Kai benar-benar rusak?”

“Kau pikir aku berbohong?”ketus Sehun setengah kesal. “Setelah itu dia pergi dan aku pergi ke rumah Suho.”

“Untuk apa kau pergi ke rumah Suho.”

“Bosan. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku pikir aku akan menemukan sesuatu jika bekerja sendirian tapi ternyata aku tidak menemukan apapun.” Sehun menggaruk belakang kepalanya dan membuang pandangannya kearah lain. Kebohongannya membuatnya sedikit gugup.

“Jadi kau hanya membuang-buang waktumu kemarin?”

“Hey, aku sudah berusaha.”

“Lalu kenapa kau tidak tidur kemarin? Apa SUho menyuruhmu untuk melakukan sesuatu?”tanya Tao.

“Aku berjaga di depan rumah Kyungsoo jadi aku berjaga semalaman tanpa tidur.”

Tao menghela napas panjang, “Jadi begitu.” Ia mengangguk. “Ngomong-ngomong, aku ingin minta maaf soal kemarin. Aku tidak bermaksud berteriak padamu, aku hanya sedikit kesal.”

“Aku juga ingin minta maaf karena aku sudah berteriak padamu.”tambah Chanyeol.

“Sudahlah. Aku tidak ingin mengingatnya lagi.”balas Sehun. “Itu bukan hal yang besar.”

“Oh ya, nanti siang sepertinya aku tidak bisa pergi ke rumah Suho. Ada dua mobil yang masuk dan aku harus mengerjakannya.”ucap Chanyeol.

“Aku akan membantunya jadi sepertinya aku juga tidak bisa pergi.”

“Tidak apa. Aku akan pergi sendiri. Ngomong-ngomong bukankah ini sudah satu bulan kita bekerja? Kapan kita akan menerima gaji?”

“Kenapa? Kau membutuhkan uang?”

“Tentu saja. Kau pikir hidupku tidak membutuhkan uang? Lagipula aku harus membawa oema pergi ke dokter.”

“Bukankah jangka waktunya setiap dua bulan? Ini baru satu bulan?”

“Setidaknya aku ingin mengetahui hasil operasinya bulan lalu. Apa keadaannya sudah membaik atau tidak.”

“Benar juga. Kita harus bertanya pada Suho nanti.”

***___***

 

Baekhyun benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran Kai saat ini. Bukankah mereka adalah musuh bebuyutan? Tapi apa yang sedang dia lakukan sekarang? Apa dia sudah gila?

“Kai, kau sadar kan dengan apa yang kau lakukan sekarang?”

“Baekhyun, aku harus melakukan ini agar aku bisa menghubunginya dengan mudah.”seru Kai sambil terus menatap deretan ponsel yang ada di lemari kaca. “Kau tau bagaimana sulitnya menghubungi dia, kan? Ada pekerjaan yang kami lakukan bersama dan kami tidak ingin Tao atau Chanyeol mengetahuinya.”

“Kau juga tidak memberitahuku.”ketus Baekhyun memincingkan matanya.

“Hey ayolah, kau tidak cemburu, kan? Lagipula aku tidak sepenuhnya tidak memberitahumu, kau tau masalahnya sedikit.”

“Aku hanya tau kalian harus menjaga Kyungsoo, masalah kakak Chanyeol dan kakak Tao yang ternyata adalah seorang kepala polisi.”

“Kau bahkan mengetahui banyak hal. Lalu kenapa kau masih cemburu?”dengus Kai. Kemudian ia mengulurkan tangannya, menepuk kepala Baekhyun, “Sudahlah adik Baekhyun, serahkan saja ini pada hyung. Anak kecil tidak perlu ikut campur.” Kai tersenyum menyeringai. “Aku beli yang ini, ya.”

“Ya! Aku lebih tua darimu, brengsek!”

***___***

 

Sehun berhasil lolos dari Luhan setelah ia beralasan dia memiliki urusan dengan Kyungsoo. Kyungsoo yang tidak mengetahui apapun – namun diintimidasi oleh Sehun lewat tatapan matanya – terpaksa berbohong dan mengatakan jika dia meminta Sehun untuk menemaninya ke suatu tempat.

“Sebenarnya kau mau kemana?”tanya Kyungsoo, kepalanya mendongak menatap Sehun yang berjalan di sebelahnya.

“Aku punya urusan.”jawab Sehun pendek.

“Urusan apa? Apa sangat penting sampai kau berbohong pada Luhan?”

“Hey, aku tidak berbohong.”balas Sehun cepat. “Aku hanya mencari alasan agar dia tidak menanyaiku. Kau tau dia sangat cerewet.”

“Bukankah itu sama saja?”

“Kau ini cerewet sekali. Ini pasti akibat karena kau sudah terlalu dekat dengan Luhan.”

“Dia sangat baik. Dan lebih baik darimu.”

“Ya! Kau—“

“Apa yang kalian lakukan disini?” Tiba-tiba Kai dan Baekhyun muncul, menghampiri mereka. “Apa kau akan memukulnya? Astaga, aku pikir kau tidak akan memukul kaum lemah.”ejek Kai.

“Siapa yang akan memukulnya?”

“Aku bukan kaum lemah.”sahut Kyungsoo jugai kut bersuara.

Kai dan Baekhyun sama-sama membulatkan mata mereka begitu mendengar suaranya. Sejak kapan pria pendek itu berani melawan ucapan orang lain?

“Kalian lihat, kan? Dia sangat menyebalkan. Tidak salah jika aku ingin memukulnya.” Sehun membela diri.

“Iya, benar. Kalau begitu pukul saja. Sepertinya dia bukan lagi kaum lemah.” Baekhyun mengangguk kesal.

“A-apa yang mau kalian lakukan?” Kyungsoo berjalan mundur takut-takut.

“Mau kemana kau? Berdiri disini.” Sehun menarik kerah baju Kyungsoo dan menariknya agar ia kembali ke tempat semula. “Lalu apa yang kalian lakukan disini?”

Kai memberikan bungkusan olastik yang di bawanya pada Sehun, “Pakai ini. Ada hal yang ingin ku katakan padamu.”

Kening Sehun berkerut sambil membuka bungkus plastik itu, “Hey, kenapa kau memberikan ini padaku? Aku tidak butuh benda seperti ini.”serunya setelah mendapati ponsel di dalamnya.

“Kenapa kau sangat percaya diri? Aku tidak memberikannya untukmu, tapi kau harus menggantinya nanti.”

“Ya! Sudah ku—“

“Ada yang harus ku katakan padamu.”ulang Kai lagi dengan nada tegas. “Kau mengerti, kan?”

Sehun terdiam sesaat, kemudian menghela napas panjang, “Aku akan mengantarnya pulang dulu. Kita bicara nanti.”

Kai tau ada sebuah isyarat yang terselip di balik ucapan Sehun. Dia mengangguk. Sehun menarik Kyungsoo memasuki bus yang datang. Sementara setelah lima menit bus itu berlalu, Kai dan Baekhyun mengikutinya dari belakang.

Dia yakin ada sesuatu yang akan terjadi dan ini berhubungan dengan Kyungsoo. Dia hanya khawatir jika membiarkan pria itu sendirian.

“Sepertinya kalian sangat dekat sekarang.”ucap Kyungsoo.

“Siapa yang kau maksud?”

“Kau dan Kai.”

“Hahaha,” Sehun tertawa keras dan detik berikutnya ekspresinya berubah menakutkan, “Kau mau mati?!”

Kyungsoo menggeleng takut-takut sambil merapatkan tubuhnya di jendela, “A-aku hanya mengatakan apa yang aku lihat.”

“Jangan berkata dan berpikir yang tidak-tidak, mengerti?! Kami sama sekali tidak dekat!”

***___***

 

“Kau mau mampir?”tanya Kyungsoo setelah keduanya sampai di depan pintu gerbang rumahnya.

Sehun menggeleng, “Tidak. Aku akan langsung pergi.”

“Baiklah. Kalau begitu aku masuk dulu dan terima kasih. Tapi sebenarnya kau tidak perlu mengantarku pulang seperti ini.”

“Sudahlah, jangan banyak bicara. Cepat masuk.” Sehun mendorong tubuh Kyungso agar pria mungil itu segera masuk ke dalam rumah.

“Oke.”

“Hey Kyungsoo.” Panggil Sehun menghentikan langkah Kyungsoo. “Kau tidak lupa mengunci jendela dan pintu, kan? Jangan terima tamu yang tidak kau kenal.”

Kyungsoo mengangguk, “Tentu saja.”

“Aku pulang dulu.”

Sehun berbalik, pergi menjauhi rumah Kyungsoo menuju sebuah mobil yang terparkir tersembunyi di balik pepohonan yang tak jauh dari sana. Pria itu melompat masuk, duduk di kursi belakang.

“Apa yang mau kau katakan?”

“Aku memberimu ponsel agar aku bisa bicara lewat telepon denganmu. Bukan seperti ini.”

Sehun mencibir, “Dengar, aku tidak suka menerima panggilan rahasia apalagi dari seorang pria.”

“Kau pikir aku suka?!”sengit Kai langsung kesal.

“Sudahlah. Katakan saja, ada apa?”

Kai menghela napas panjang, “Semalam, aku dan Chen melhat beberapa orang memperhatikan rumah Kyungsoo.”

Mata Sehun langsung membulat lebar, “Siapa?!”

“Tidak tau. Orang-orang itu berbaju hitam dan wajah mereka terlihat sedikit menakutkan.”

“Apa mungkin orang-orang dari organisasi itu?”

“Aku juga berpikir seperti itu.”jawab Kai.

Sehun terdiam. Jika memang benar, itu artinya Kyungsoo berada dalam bahaya.

“Baekhyun, bisakah kau membantuku?”tanya Sehun. “Kau tau Park Yoora?”

“Maksudmu kakak kandung Chanyeol? Aku pernah bertemu dengannya satu kali di rumah sakit waktu itu.”

“Bisakah kau membuatnya sakit, setidaknya buat dia di rawat di UGD malam ini.”

“Ya! Apa yang mau kau lakukan?!”protes Kai. “Kau gila?!”

“Maksudku jangan melukainya, hanya membuatnya terluka sediki. Jika kau bisa buat dia pingsan.”

Baekhyun menelan ludah, “Kau tau aku tidak akan memukul wanita, kan?”

“Aku tidak memintamu untuk memukulnya, aku hanya mau kau buat dia pingsan.”

“Kau gila! Kau cari mati?! Jika kau membuat Yoora noona terluka, aku pasti akan membunuhmu!”

“Kau pikir aku mau?”balas Sehun tak kalah frustasi. “Aku juga tidak mau melakukannya tapi tidak ada jalan lain.”desahnya. “Bawa Lay bersamamu, setelah buat dia pingsan, suruh Kai mengacak kode kunci ponselnya lalu hubungi nomor ini lewat ponsel itu. Katakan jika dia terluka parah atau apapun sampai orang ini datang.”

Baekhyun mengambil kertas yang di berikan Sehun dengan kening berkerut, “Ini nomor siapa?”

“Kau akan tau jika dia sudah datang. Yang jelas, setelah kau menghubunginya, kau harus segera pergi. Jangan sampai Yoora noona atau orang ini melihatmu.”ucapnya. “Dan jangan lupa beritahu aku kode ponsel Yoora noona. Secepatnya.”

“Oh Sehun, apa yang akan kau lakukan?” Kai menatap Sehun lurus.

“Sekali lagi, aku minta bantuanmu untuk berjaga disini mala mini, Kai. Aku harus pergi ke suatu tempat.”

***___***

 

“Oh Sehun belum kembali?” Luhan muncul di bengkel Chanyeol dengan membawa beberapa kotak makan.

“Belum. Bukankah dia bilang dia akan menemani Kyungsoo pergi ke suatu tempat?”seru Chanyeol tetap fokus dengan mesin mobil yang ada di depannya.

“Apa dia bekerja paruh waktu lagi? Aku merasa jika dia selalu pergi saat sore hingga malam hari.”

Chanyeol dan Tao membeku beberapa detik begitu ia mendengar ucapan Luhan, “Tapi dia tidak mengatakan apapun.”

“Tentu saja dia akan melakukannya secara diam-diam karena dia tidak mau di marahi.” Luhan menebak dengan sangat tepat lagi.

“Sudahlah, Luhan. Walaupun kau melarangnya, dia akan tetap bekerja, kan?” Tao berdiri sambil membersihkan tangannya yang kotor. “Kau sudah mengenalnya dengan sangat baik.”

***___***

 

Baekhyun dan Lay sudah berada di rumah sakit tempat Yoora bekerja sejak satu jam yang lalu namun hingga saat ini mereka belum tau bagaimana cara memulainya.

“Apa yang harus kita lakukan, Lay?”

“Aku tidak tau.” Lay menggeleng. “Yang jelas ini tugasmu, tugasku hanya mengacak kode ponsel Yoora noona.”

“Ya! Itu tidak adil!”

“Baekhyun, aku lebih baik memukul sepuluh pria daripada harus melukai satu wanita. Aku tidak bisa melakukannya. Apalagi wanita ini sangat cantik.”

“Kau pikir aku mau?”balas Baekhyun ketus. “Sudahlah. Aku akan memakai caraku sendiri. Jika dia sudah pingsan, kau harus berpura-pura baru menemukannya, mengerti?”

“Oke.”

Kembali menunggu hingga Yoora melewati lorong, tak lama waktu yang tepat akhirnya datang. Yoora lewat dengan beberapa kotak perlengkapan di tangannya dan beruntungnya saat itu tidak ada siapapun disana.

Baekhyun keluar dari persembunyiaannya dan berjalan mengendap-endap di belakang wanita itu, pandangannya mengedar sambil memperhatikan keadaan sekitar dan dengan cepat, ia mengunci tubuh Yoora dengan gerakan Taekwondo yang pernah ia pelajari ketika masih kecil. Namun tidak di sangka, Yoora yang terkejut justru bereaksi dengan cepat, wanita itu menepis lengan Baekhyun dan melepaskan diri. Keduanya kini berhadapan. Baekhyun langsung mengulurkan tangannya, menutup mata Yoora agar wanita itu tidak melihat wajahnya.

Melihat situasi yang tidak di sangka itu, Lay juga keluar dari balik pilar dan membantu Baekhyun membekap mulut Yoora sebelum gadis itu berteriak. Dan berikutnya, dengan sebuah pukulan halus, Lay memukul punggung belakang Yoora dengan sikunya hingga akhirnya wanita itu pingsan.

Mata Baekhyun sontak membulat lebar, ia menatap Lay panik, “Dia pingsan.”bisiknya.

Lay yang tak kalah panik langsung mendorong tubuh Yoora kearah Baekhyun dan bergegas untuk melarikan diri, “Brengsek. Aku yang melakukannya.”rutuknya sambil berlari.

Baekhyun mendekap tubuh Yoora. Berusaha menenangkan dirinya sendiri, ia menelan ludah dan mulai bersikap seolah-olah dia baru menemukan Yoora.

“Nona, kau tidak apa-apa? Nona?”serunya berpura-pura terkejut sambil melirik samar kearah dua orang suster yang kebetulan lewat.

“Ada apa ini? Apa yang terjadi?” Dua suster itu menghampirinya.

“Dia tiba-tiba pingsan.”ucap Baekhyun dengan wajah polosnya.

“Ayo cepat, kita bawa ke UGD.”

Baekhyun mengangguk lalu menggendong tubuh Yoora dan mengikuti dua suster itu. Setelah sampai di UGD, Baekhyun meletakkan tubuh Yoora di salah satu tempat tidur dan ketika suster itu mengambil peralatan, dengan cepat Baekhyun mengambil ponsel yang ada di saku Yoora.

“Biar aku memeriksanya.”

Baekhyun mengangguk dan perlahan-lahan menjauhi tempat itu. Pria itu berjalan keluar ruangan UGD dan langsung memberikan ponsel milik Yoora pada Lay.

“Cepat. Kita tidak punya banyak waktu.”bisik Baekhyun.

Jari-jari Lay mulai bergerak dan tidak perlu menunggu waktu lama, ponsel Yoora akhirnya terbuka.

“Kodenya 130712.”

Dan setelah itu, seperti yang telah di perintahkan Sehun, Baekhyun menyimpan nomor ponsel yang telah ia berikan ke dalam ponsel Yoora dan menghubunginya.

“Halo.”tak lama suara di sebrang panggilan terdengar.

Kening Baekhyun lantas berkerut, ‘sepertinya aku pernah mendengar suara ini.’

“Maaf, tapi apa anda mengenal Park Yoora?”

“Iya. Saya mengenalnya. Apa yang terjadi?”

“Sekarang Park Yoora sedang di rawat di rumah sakit. Sepertinya dia terluka parah.”

“Apa?!”

“Bisakah anda segera kemari? Karena aku harus pergi sekarang dan mereka mencari keluarga Park Yoora.”

“Baik. Aku akan segera kesana. Terima kasih.”

Baekhyun mengakhiri panggilan dan kembali masuk ke dalam ruang UGD.

“Bagaimana keadaannya, suster?”ia bertanya pada suster yang memeriksanya tadi.

“Dia tidak apa-apa. Hanya pingsan, mungkin kelelahan. Apa anda mengenal Park Yoora?”

“Oh, tidak.” Baekhyun langsung menggeleng. “Aku hanya kebetulan menemukannya tadi. Kalau begitu jika ia baik-baik saja, aku pergi dulu. Ah, dan ini ponselnya, tadi terjatuh.”

“Baiklah. Terima kasih, tuan.”

Baekhyun mengangguk sambil tersenyum. Semua rencana berhasil.

“Haruskah kita berada disini sampai orang itu datang?”tanya Lay.

“Apa kau tidak merasa penasaran? Aku ingin melihat siapa yang aku hubungi tadi. Sepertinya aku pernah mendengar suaranya.”

“Benarkah?”

Baekhyun mengangguk, “Entah dimana tapi suara itu terasa tidak asing.”

***___***

 

Sehun mendekatkan ponselnya ke telinga setelah mendapat nomor ponsel Xiumin dari Suho.

“Kau dimana?”serunya tanpa basa-basi.

“Siapa kau?”balas Xiumin ketus karena Sehun bicara dalam bahasa informal.

“Ini aku, Sehun. Apa Kris sudah meninggalkan kantor?”

“Ya! Berani sekali kau bicara tidak sopan seperti itu padaku!”omelnya.

“Xiumin, ayolah. Ini bukan waktu yang tepat untuk marah-marah. Jawab saja, apa Kris sudah meninggalkan kantor?”

“Yah, dia sudah meninggalkan kantor baru saja. Darimana kau tau?”

“Bagus.”

Sehun mematikan sambungan teleponnya secara sepihak dengan senyum seringai di bibirnya. Beberapa saat kemudian, ia menerima sebuah pesan dari Baekhyun. Rencana berhasil. Dia mendapatkan kode dan Kris sudah meninggalkan kantor.

Ini waktunya.

***___***

 

Ia langsung menghambur ke sebuah ranjang yang terletak paling pojok. Kedua tangannya terulur, langsung menggenggam tangan wanita itu kuat-kuat.

“Kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi? Kau terluka?”

Park Yoora lantas terkejut. Dia baru saja sadar beberapa saat lalu dan sekarang ia mendapati Kris berada disini, bahkan menggenggam kedua tangannya.

“Bagaimana bisa kau ada disini?”tanya Yoora.

“Seseorang menelponku. Dia mengatakan jika kau terluka parah.”

Yoora menggeleng sambil melepaskan genggaman Kris, “Aku tidak apa-apa dan aku tidak terluka parah.”

Kris mencekal kedua bahu Yoora dan menatap lurus wanita itu, “Apa yang terjadi, huh? Kau sakit?”

Rasa khawatir itu terlihat jelas di matanya dan Yoora mendapati dia datang kemari dengan memakai sandal. Untuk seorang polisi yang penuh kedisiplinan sepertinya, bagaimana bisa dia lupa memakai sepatu?

“Aku tidak apa-apa.”jawab Yoora lagi, kali ini lebih lunak.

“Oh? Bukankah kau yang datang kemarin?” Seorang suster yang juga teman kerja Yoora menghampiri keduanya. “Jadi kalian benar-benar saling kenal?” ia tersenyum sambil memberikan sebutir pil obat untuk Yoora.

Kris mengangguk, “Kami saling mengenal. Dia adalah—“

“Kami berteman.”sahut Yoora. “Dia adalah temanku.”

“Oh, yah, dia…temanku.”

***___***

 

Tepat pukul delapan malam, pria itu – lengkap dengan seragam yang ia dapatkan dari Xiumin – berhasil menyamar sebagai seorang polisi. Ia menundukkan topinya untuk menutupi wajahnya dan berjalan santai di lorong kantor kepolisian pusat itu. Menuju lantai tiga, sesuai denah yang telah di berikan oleh Xiumin, ia berjalan menuju sebuah ruangan.

Juga di bantu oleh Xiumin yang terus mengawasinya dari belakang, Sehun menyelinap masuk ke dalam ruangan Kris sementara Xiumin berjaga di luar untuk mengamati situasi sekitar.

Pria tinggi itu dengan cepat menuju meja kerja Kris dan mulai mengoperasikan komputernya. Kode kunci komputernya adalah deretan angka itu, angka yang sama dengan kode kunci ponsel Yoora. Dan ketika ia mulai membuka website data kepolisian, kode kuncinya juga sama dengan angka-angka itu.

“Dasar bodoh. Harusnya kau memasukkan kode lain.”gumam Sehun mentertawakan kecerobohan Kris.

Sehun mengetik nama “Cheon Guk Woo” di search box dan detik berikutnya, beberapa data yang berkaitan dengan nama itu tertera di layar computer. Tanpa membuang waktu, Sehun mencolok USB-nya dan mendownload semua data. Setelah itu, sesuai dengan ajaran Lay, ia menghapus semua jejak pengunduhan agar Kris tidak mengetahuinya.

“Beres!”

***___***

 

“Sungguh Kai! Dia adalah Kris! Sehun menyuruhku menghubungi Kris dan dia datang tak lama setelah itu. Aku juga melihat bagaimana dia sangat mengkhawatirkan Yoora noona!” Baekhyun menceritakan kejadian di rumah sakit beberapa saat lalu dengan nada berapi-api. “Sekarang aku benar-benar yakin jika mereka berdua memang memiliki hubungan di masa lalu. Jika Chanyeol mengetahui hal ini, dia pasti akan membunuh Kris!” Baekhyun berdecak sambil geleng-geleng kepala.

“Kau tau kau tidak boleh memberitahunya, kan?”

“Tentu saja. Walaupun aku membencinya tapi aku adalah laki-laki yang menepati janji.”

Tiba-tiba ponsel Kai berbunyi, pria itu merogoh sakunya dan segera membuka sebuah pesan yang ternyata dari Sehun itu.

 

Temui aku di taman yang ada di depan kantor kepolisian sekarang.

 

“Baekhyun, kau gantikan aku berjaga disini sebentar, oke?”

“Kau mau kemana?” tahan Baekhyun.

“Aku harus pergi sebentar. Ini kunci mobilku, aku akan naik taksi.”

Kai melompat turun dari mobilnya dan berlari melewati gang kecil, setelah itu ia langsung menyetop taksi yang lewat dan pergi ke sebuah taman yang terletak di depan kantor kepolisian pusat.

Beberapa saat kemudian setelah ia sampai, ia langsung menghampiri Sehun yang sudah menunggunya di salah satu kursi kayu.

“Ada apa?”

“Kau punya laptop atau komputer. Bisakah aku pinjam sebentar?”

“Apa?!” Mata Kai membulat lebar. “Aku pikir terjadi sesuatu yang sangat penting hingga kau menyuruhku datang sekarang. Tapi ternyata hanya itu?!”ujarnya kesal.

“Hey, ini juga penting. Aku sudah mendapatkan datanya.”

“Kau bisa pergi ke rumah Suho. Disana ada banyak komputer!”

“Tidak. Aku harus melihatnya dulu.” Sehun menggeleng. “Ayolah.”

***___***

 

Pada akhirnya Kai membawa Sehun menuju apartement-nya. Memasuki gedung apartement yang terbilang cukup mewah itu, mulut Sehun sontak menganga lebar. Dia tau jika Kai adalah orang kaya, tapi dia tidak tau jika dia sekaya ini. Dia bahkan tinggal di gedung apartement yang mewah padahal dia hanyalah murid SMU biasa. Menyebalkan sekali.

“Jika kau memiliki rumah seperti ini, kenapa kau masih bekerja pada Suho?”dengus Sehun kesal.

“Aku hanya mengisi waktu luang.”jawab Kai santai.

“Mengisi waktu luang katamu?”

“Sudahlah. Tutup mulutmu dan cepat lihat isi data itu.”serunya lagi sambil memberikan laptopnya pada Sehun. “Kau pasti tau cara menggunakannya, kan?”

Sehun melirik sinis, “Aku tidak sebodoh itu.”

Kai hanya tersenyum sambil menjatuhkan diri di sampingnya, “Jika Suho mengetahuinya, dia pasti akan memberikanmu sebuah penghargaan besar. Bukankah ini yang selama ini dia cari?”ucapnya. “Aku tidak menyangka jika mendapatkannya bisa semudah ini. Dan ternyata, kelemahan polisi itu adalah wanita. Tidak ku sangka.” Kai masih bicara pada dirinya sendiri sementara Sehun terus fokus dengan datanya.

“Ya! Jika kau membaca semua datanya, kau tidak akan selesai dalam satu malam.” Kai menekan tombol ‘page down’ di laptopnya dan halaman paling bawah langsung terlihat. “Orang-orang yang di curigai terlibat dalam Black organisasi.” Kai membaca tulisan yang tertera disana. “Do Gyung Shik. Bukankah dia adalah ayah Kyungsoo?” ia menoleh kearah Sehun. Sehun hanya mengangguk. “Dia adalah pemasok senjata bagi organisasi itu. Dan terlibat dalam perdagangan senjata illegal. Astaga, jadi dia benar-benar terlibat?”

“Aku rasa begitu.”desah Sehun panjang.

“Lalu Go Pyo Man, Jo Kyung Lim, Oh Se Ho, Jay dan—“

“Siapa?!” Tiba-tiba Sehun menoleh. “Siapa kau bilang?!”

“Go Pyo Man, Jo—“

“Oh Se Ho.” Sehun terpaku seketika. Oh Se Ho. Nama itu…

Kai seketika tertawa geli ketika melihat foto seseorang yang bernama Oh Se Ho itu, “Astaga, dia sangat mirip denganmu.” Namun detik berikutnya, tersadar atas apa yang sudah di ucapkannya, juga Sehun yang seketika membeku, Kai menyadari sesuatu…

Oh Sehun dan Oh Seho. Serta kemiripan wajah mereka berdua…

Tidak mungkin!

“Oh Sehun, dia…”

“Ayahku.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

23 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 26

  1. osehn96 berkata:

    haaaaaaaaaah? Bapaknya sehun terlibat? Haaaaaaaaaaa? Omaygat sehun plis jgn nanggung sendirian, dan itu ada kai bisa jadi kai bantuin sehun pliss, aaah gasabar luhan tau kerjaan sehuuuun

  2. Realc berkata:

    Blankkkkkkkk oh seho astagaaaaa
    Knpa mesti sehun yak elahhhh kak
    Untung sehun yg buka duluan klo gk sehuj bisaaa stakkk di tempatttt ibarat 10 banding 1 sehun no komen

  3. ellalibra berkata:

    Y ampun mistery ini mulai kebuka step by step …akh sehun sll spt ini ngelakuin sma sndr …untung dy skrg ada kai… Trs ada dideket sehun y kai akh jd was” ,… Next eon fighting:)

  4. Shofalina Han berkata:

    akhirnya Luhan keliatan😀
    dari part kemaren Luhan belum muncul-muncul.. hihi.. tapi Sehun malah nambah kebohongan .-.

    Omo omo ayahnya Sehun juga terlibat? ckck.. kira cuma ayahnya DO, taunya ayahnya Sehun juga.. ga nyangka .-. jadi makin penasaran.. huaaaaa !!!!

  5. Alzara berkata:

    Eonnie..jinjja daebak..knpa selalu sehun ? Tapi bagus kok..hehehe
    Next chap ditunggu ya. Banget.
    Ff lainnya di publish juga ya. The lord of legend jgn lupa eon…
    Fightinggggggg ^^

  6. Hilma berkata:

    Sehun cerdik jga ya…
    Ohh., noooo… Ayah sehun?!!
    Astagaaaa….
    Next chingu..
    Penasaran nih…
    Kai sama sehun makin dket aja., suka deh.. Udah jangan musuhan neee..

  7. desi mulya berkata:

    ayah sehun terlibat juga? thor jgn biarin sehun nanggung sendirian dong… trus buat juga luhan tau pekerjaan sehun.
    cpt dilanjut ya thor gasabar nihhh….

  8. han berkata:

    wah makin rumit aja nih konflik nya , makin seru pake bnget , jd apa ayahnya sehun terlibat juga ?
    ditunggu lanjutanya ..

    oh ya , kapan selene 1.23 dilanjut ka?

  9. mmzzaa berkata:

    Huaaa akhirnyaa lanjut jugaa… makin seru aja ini makin complicated hehe… dannn kriss akhirnya nongol lg T_T

  10. puti hilma berkata:

    Astagaaaa Itu beneran ayah sehun terlibatt!!?😲
    Serius chapter kli ini keren bgt!
    Seneng sendiri ngeliat sehun udh makin deket sma kai 😄

    Next chapter di tunggu eonni.. Keep writing. Fighting!

  11. Nanako gogatsu berkata:

    Lamaaa.. Sekaliiiii aku nunggu nunggu wab ni eonni… Apalagi fanfic ini paling aku tunggu dah… Akhirnya publish juga… Hehe..😀 gak pernah bosen pokoknya ma fanfic eonni.,, the best..
    Gak nyangka kalo sehun se-cerdas itu.. N gak nyangka kalo ayahnya ikut terlibat ama ntu organisasi hitam… Pokoknya selalu ditunggu kelanjutannya… Semangat teruss…🙂

  12. Jung Han Ni berkata:

    oh my god! makin rumit, ternyata ayah sehun juga terlibat, ya ampun!
    akhirnya sehun punya hp hahah, baekhyun lucu pas cemburu sama kai

  13. mongochi*hae berkata:

    whatttt ????
    ayah sehun terlibat ??
    kejutan aplg sekarang ??

    ommo ..makin keren aj ceritany..
    next dtunggu

    comedy:
    saat baek am lay kelimpungan yoora pingsan hhhaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s