FF : GROWL CHAP. 24

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Titik terang terlihat semakin menjauh. Semua hal terlihat semakin ambigu dan mencurigakan. Kini, Sehun mengetahui satu hal lain jika ternyata Kris, Yoora dan Suho memiliki sebuah hubungan dulunya. Entah hubungan jenis apa itu. Yang jelas mereka saling mengenal. Dan Sehun mulai mencurigai jika Yoora juga sedang menyembunyikan sesuatu.
Tapi apa?
“Apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau diam saja?”tegur Baekhyun karena sepanjang perjalanan pulang, Sehun terus diam.
“Hanya lelah.” Jawab Sehun pendek.
Baekhyun dengan mudah mempercayainya, “Jadi kau tidak menemukan apapun?”

“Tidak.”
“Ahhh…” pria yang sedang mengendarai mobil itu berdecak. “Apa mungkin dia menyimpan barang-barang pribadinya di ruangannya?”serunya. “Atau mungkin dia memiliki brangkas rahasia di rumahnya? Seperti yang ada di film-film action. Iya kan?” Baekhyun menoleh kearah Sehun, namun lagi-lagi Sehun terlihat sedang melamun. “Ya Oh Sehun!” Suaranya seketika membuat Sehun terkejut. “Kau tidak mendengarkanku?! Aku berbicara panjang lebar dan kau tidak mendengarkanku?! Dasar brengsek.”
***___***

 

Sehun duduk bersandar di sofa ruang tamu rumah Suho sambil memijat-mijat kepalanya yang terasa pening. Baekhyun pulang lebih dulu karena dia tidak bisa membiarkan adiknya berada sendirian di rumah. Sementar Kai baru saja datang setelah dia bilang dia memiliki sebuah kencan hari ini.
Tak lama, Suho, Lay dan Chen muncul dari ruang bawah tanah. Mereka bertiga menjatuhkan diri di sofa panjang yang ada di hadapan Sehun.
“Aku sangat lelaaaaaah…”desah Chen sampil meregangkan kedua lengannya. “Kau tau sudah berapa hari aku berada di depan layar komputer? Aku bahkan nyaris melupakan mobilku. Ah, mataku juga terasa sakit.”
Lay menoleh kearahnya, “Kau masih beruntung karena kau tidak perlu pergi ke sekolah pagi harinya. Lihat aku? Lingkaran mataku semakin lama semakin menghitam.”
Suho terkekeh, “Beristirahatlah besok. Kalian bisa libur satu hari.”
Lay langsung menarik punggungnya, “Kenapa? Bukankah masalah ini belum selesai.”

“Kau bilang kau sangat lelah. Aku tidak mau kalian sakit jadi sebaiknya kalian beristirahat.” Kemudian Suho mengalihkan tatapannya kearah Sehun, “Terutama kau, Oh Sehun.”
Sehun tersenyum mendengus, “Aku memiliki daya tahan yang sangat bagus. Sebaiknya kau pikirkan dirimu sendiri.”
“Setidaknya belikan kami vitamin dan makanan enak.”sahut Lay dibalas anggukkan setuju Kai.
“Kami butuh banyak tenaga untuk bekerja, sekolah dan bersenang-senang.”
Lay langsung mencibir, “Hanya kau yang bersenang-senang disini sementara kami menderita di bawah tanah.”
“Hey, aku sudah berkali-kali mengajakmu untuk ikut denganku tapi kau selalu menolaknya.”
“Ikut denganmu? Pergi ke Club dan berkencan dengan gadis-gadis yang bahkan tidak kau kenal, begitu?”
“Kita hanya hidup satu kali. Jika kau tidak bersenang-senang, kau akan menyesal. Lagipula kita berada di umur yang seharusnya sedang berkencan.”
“Tapi kau masih belum legal untuk pergi ke Club.” dengus Lay.
“Ck, pikiranmu kolot sekali. Jaman sekarang semua orang boleh pergi ke Club.”

Lay tau percuma dia beradu argument dengan sahabatnya itu jadi dia memilih untuk tidak membalasnya lagi. Dia sudah kelelahan jadi dia tidak mau membuang-buang energinya lagi.
“Tapi sebenarnya aku masih tidak mengerti kenapa kau mencuragi Kepala Kepolisian Seoul. Kenapa kau bersikeras untuk masuk ke dalam rumahnya?” Suho menatap Sehun lurus.
“Karena dia adalah orang yang memiliki kedudukan paling tinggi disini. Bukankah itu adalah alasan yang jelas?”
Suho mengangguk-angguk, “Benar juga.”
“Sudahlah. Kalau begitu, aku pulang dulu. Aku sangat lelah dan ingin segera tidur.” Sehun beranjak dari duduknya dan berjalan keluar.
***___***

 

Kai langsung menghentikan mobilnya begitu dia melihat sosok pria yang sangat di kenalnya duduk seorang diri di taman kota yang ia lewati dengan sekotak susu di tangannya. Entah dia memang polos atau mungkin bodoh, tapi mana ada seorang pemimpin sekolah yang meminum susu saat dia merasa depresi. Tidak akan ada yang mempercayai itu.
“Jika di campur dengan ini, akan terasa lebih enak.” Kai menyodorkan sesuatu pada pria itu. Pria itu seketika mendongak, memandang apa yang di berikan oleh Kai dan langsung menatap Kai dengan tatapan tajam.
“Kau mau mati?”ketusnya karena Kai memberikan sebungkus cereal strawberry dengan senyumnya yang menyebalkan itu.
Tawa Kai seketika pecah, “Oh Sehun, kau benar-benar berbeda…” ia menjatuhkan diri di samping Sehun sementara Sehun langsung melempar kotak susunya ke dalam tempat sampah. “Ah, benat-benar…”
“Untuk apa kau kemari?”ketus Sehun kesal.
Kai menelan tawanya lebih dulu sebelum menjawab pertanyaan itu, “Kau bilang kau akan pulang, kenapa kau justru duduk disini?”
“Mencari angin.”jawab Sehun pendek.
“Mencari angin? Kau gila ya?” Kai geleng-geleng kepala menatap Sehun. Mencari angin? Di musim dingin seperti ini? Selanjutnya Sehun hanya diam. Kai tau ada sesuatu yang sedang di pikirkannya. Semuanya terlihat dengan jelas dari wajahnya.
Kai menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, ikut menatap ke depan seperti yang di lakukan Sehun.
“Jika semuai ni sudah berakhir, apa yang ingin kau lakukan?”tanya Kai.
Sehun terdiam sesaat, “Entahlah. Mungkin aku akan tetap hidup seperti ini.”
“Kau tidak punya tujuan hidup? Seperti pergi kuliah atau bekerja di perusahaan yang bagus.”
“Aku bahkan sudah tidak berniat meneruskan sekolahku. Pergi kuliah adalah hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.” Jawabnya. “Mungkin aku akan bekerja di bengkel Chanyeol. Atau kembali menjadi pembalap jalanan.”
Kai berdecak, “Kau ini… Kau benar-benar tidak memiliki tujuan apapun.”
Sehun tersenyum tipis, matanya menerawang ke langit, “Sejak dulu, prinsipku adalah ‘yang penting aku bisa hidup hari ini, hari esok, pikirkan nanti’ karena aku memiliki seseorang yang harus aku jaga. Aku sudah kehilangan ibuku sejak aku masih kecil, tapi ibu Luhan membuatku tidak pernah melupakan bagaimana kasih sayang seorang ibu, Dia sudah seperti ibu kandungku sendiri. Dan sekarang, ketika dia sakit keras seperti ini, tidak perduli apapun resikonya, aku akan bekerja keras agar aku bisa mendapatkan banyak uang. Agar dia bisa terus hidup. Karena jika dia tidak ada, aku akan melihat banyak air mata dan aku tidak menginginkankan hal itu terjadi. Sehingga aku pikir, aku harus bekerja keras hari ini. Dan aku juga harus bekerja keras besok. Aku tidak pernah memikirkan apapun selain bekerja.”
Kai tertegun. Ada rasa sakit yang tiba-tiba saja menghantam dadanya. Sangat keras hingga rasanya ia tidak sanggup bernapas.
Ibu…
Dia bahkan sudah lupa apa arti kata itu. Seuah kata yang sudah ia tinggal jauh di belakang. Ia sudah tidak mengingat kapan terakhir kali ia memanggil seseorang dengan sebutan itu. Karena satu kata itu memiliki arti yang menyakitkan. Karena satu kata itu adalah satu-satunya hal yang mampu menghancurkannya. Seluruhnya.
“Kenapa?” suara Sehun membuat Kai langsung mengalihkan pandangan kearah lain. “Kenapa kau diam saja? Apa yang kau pikirkan?”
“Tidak ada.” Kai langsung menggeleng dan berdiri. “Aku ada janji kencan. Aku pergi dulu.”
“Kencan? Bukankah kau sudah melakukannya tadi?”
“Kau pikir stock wanitaku hanya satu. Sudah ya, aku sangat sibuk.”
Sehun mendengus, “Dasar. Dia tidak pernah berubah.”
Karena dia sudah memutuskan untuk menjadi kuat sejak bertahun-tahun lalu. Karena dia sudah memutuskan untuk melupakan semua rasa sakitnya dan bersikap seolah-olah dia tidak memiliki masalah apapun.
Karena… dia tidak mau menangis lagi.
***___***

 

“Oh Sehun?” Mata Chanyeol membulat lebar begitu mendapati Sehun keluar dari sebuah bus. Dia dan Tao langsung berdiri dan menghampiri sahabatnya itu. “Kau baru pulang?” tanyanya terkejut. Hari sudah pagi, mereka bahkan sudah siap dengan seragam sekolah mereka. Mereka pikir Sehun sudah pergi lebih dulu. “Kau…” belum sempat bertanya lagi, Chanyeol langsung mendorong tubuh sahabatnya itu begitu ia melihat Luhan dari kejauhan. “Cepat sembunyi! Luhan datang!”
Sehun menurut, dengan cepat ia berlari meninggalkan halte bus sebelum Luhan sempat melihatnya.
“Uh? Dimana Sehun?”
“Mungkin dia sudah pergi lebih dulu.” jawab Chanyeol sedikit gugup.

“Kalian sudah pergi ke rumahnya?”
Chanyeol dan Tao saling pandang seketika. Beruntung bus yang mereka tunggu tiba sehingga mereka tidak perlu menjawab pertanyaan itu.

“Ayo cepat. Kita bisa terlambat!”
***___***

Sehun hanya pulang untuk mengganti bajunya lalu pergi lagi. Pria tinggi itu menuju kantor kepolisian Seoul dan kebetulan langsung bertemu Xiumin ketika pria itu akan pulang. Sehun menarik lengan pria yang lebih pendek darinya itu, menyeretnya ke tempat yang sedikit jauh.
“Kau menemukan sesuatu?”
“Menemukan apanya? Aku bahkan tidak bisa masuk ke ruangannya karena dia tidak pernah meninggalkan ruangan itu.”rutuk Xiumin. “Lagipula aku tidak yakin jika dia terlibat dalam kasus ini. Kepala Wu adalah orang yang sangat keras dan tidak pernah mau menerima suap. Dia di kenal sangat adil jadi sebaiknya kita hentikan saja rencanamu itu.”

“Tidak.” Sehun langsung menggeleng. “Bukankah dia juga akan pulang pagi ini? Ini kesempatanmu untuk masuk ke ruangannya.”
“Ya!” Xiumin berseru kesal. “Kau pikir aku tidak lelah? Aku baru saja selesai tugas malam. Semalaman aku tidak tidur!” ia meninggikan suaranya. “Aku harus pulang dan pergi tidur. Aku sangat mengantuk.”
Sehun tidak bisa memaksanya lagi, “Baiklah. Hati-hati di jalan.”ucapnya lalu berbalik pergi.
Di tempatnya, Xiumin mendengus, “Dia bahkan tidak membungkuk padaku. Dasar brengsek.”
***___***

Jika dia belum bisa menyelidiki siapa Kris sebenarnya. Dia juga tidak bisa menyelidiki Yoora karena saat ini wanita itu juga sedang berada di rumah. Tapi, ada hal lain yang bisa dia lakukan. Dia bisa menyelidiki Suho karena saat ini dia pasti sedang berada di sekolah.

“Permisi.” Ia mendekati seorang gadis berusia 20-an yang sepertinya akan pergi bekerja. “Bisakah aku pinjam ponselmu? Aku harus menghubungi seseorang dan aku lupa membawa ponselku.”serunya berbohong. “Hanya sebentar.”

Gadis itu memberikan ponselnya pada Sehun. Untungnya, ia mampu mengigat nomor ponsel Suho jadi ia bisa menghubunginya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya panggilannya terjawab.

“Hallo.”

“Suho, ini aku, Sehun.”

“Sehun? Kau tidak pergi ke sekolah?”

“Aku kesiangan. Aku menelponmu karena aku harus pergi ke rumahmu. Bisakah?”

“Huh? Untuk apa?”

“Aku meninggalkan kunci cadangan mobil Chanyeol. Aku harus segera mengembalikannya sekarang. Jika tidak, aku bisa di bunuh.” Ucapnya melebih-lebihkan.

“Kenapa kau membawa kunci cadangan mobil orang lain?”

“Cepatlah. Aku meminjam ponsel orang lain.”

“Dasar kau ini. Passwordnya, 1076.”

“Okay. Terima kasih.”
***___***

Tidak sulit untuk mendapatkan password rumah Suho. Sedikit jahat memang karena Sehun memanfaatkan kepercayaan yang telah Suho berikan padanya. Tapi, dia tidak memiliki jalan lain dan dia tidak berniat untuk berbuat jahat. Dia hanya ingin mengetahui kebenarannya.
Begitu memasuki rumah Suho, Sehun langsung pergi menelusuri rumah itu. Mulai dari lantai satu hingga lantai dua. Karena dia tidak berpikir jika Suho akan menyimpan barang-barang pribadinya di lantai bawah tanah. Hanya saja, menyusuri seluruh ruangan hingga kamarnya sekalipun, ia tidak menemukan petunjuk apapun.
Namun, tiba-tiba Sehun teringat sebuah perpustakaan yang terdapat di jalan menuju ruang bawah tanah. Yah, perpustakaan yang biasanya ia abaikan karena terdapat banyak buku-buku yang bisa membuatnya mengantuk.
Dengan cepat, Sehun menuju ruangan itu. Disana gelap dan sedikit pengap. Hanya mengandalkan lampu-lampu yang hampir redup yang akan menerangi ruangan itu. Sepertinya, Suho sudah tidak mengurus perpustakaan itu lagi.
“Ayo, bertahan Oh Sehun.” Sehun memukul pipinya sendiri, mencoba menyadarkannya yang seketika merasa mengantuk.
Menyusuri semua rak buku, akhirnya pandangan Sehun terhenti pada sebuah buku yang terletak di ujung bagian paling atas rak. Buku itu bewarna hitam dengan judul “NSA” di depannya. Sehun membawa buku itu dan berdiri tepat di bawah lampu, Buku itu berisi tentang foto-foto serta catatan Suho tentang organisasi yang didirikan ayahnya itu. Ia juga melihat foto Xiumin disana.
“Waah, hebat sekali. Apa ini markas mereka?”decak Sehun kagum. “Hahaha apa ini benar-benar polisi itu? Dia gendut sekali.” Kemudian ia tertawa begitu melihat foto Xiumin yang lain.
Namun ketika ia membalik halaman selanjutnya, tubuhnya seketika membeku. Matanya terbalalak lebar-lebar. Masih tak percaya, ia mengedipkan matanya dan melihat sekali lagi sebuah foto yang seketika mampu membekukannya. Untuk meyakinkan dirinya jika dia tidak salah melihat.
Tidak salah lagi. Yang ia lihat tidak salah lagi. Itu benar. Itu kenyataan. Seseorang terlibat. Seseorang yang selama ini dianggap tidak mengetahui apa-apa. Seseorang yang berada di luar jangkauan perkiraannya.
Dia terlibat!
***___***

Sehun bertemu dengan ibu Luhan ketika ia hendak pulang ke rumahnya. Ibu Luhan terkejut ketika melihat Sehun tidak memakai seragam sekolah di waktu dimana seharusnya dia berada di sekolah.
“Sehun.”suaranya menghentikan langkah Sehun. “Kau tidak pergi sekolah?”
Sehun langsung merutuki dirinya sendiri, ‘Bodoh, kenapa aku pulang?’
Pria tinggi itu menghampiri ibu Luhan dan buru-buru mencari alasan agar dia tidak dimarahi, “Begini oema, sebenarnya,… tadi aku harus…”
“Bukankah kau seharusnya pergi ke sekolah?”tanya ibu Luhan lagi.

“Iya, tapi begini…”
“Kau membolos?” Kali ini Sehun tidak bisa mengelak, ia langsung menundukkan kepalanya bersiap untuk menerima pukulan. Dan benar saja, ibu Luhan langsung memukulnya bertubi-tubi.
“Kenapa kau tidak sekolah, huh? Kenapa? Kau ini, kau harus sekolah dan pergi ke universitas. Kau mau jadi pengangguran nanti? Kau pikir mencari pekerjaan itu mudah, huh? Dasar anak nakal.”
“Oema, tunggu. Dengar penjelasanku dulu. Oema sakit.”
“Kau mau menjelaskan apa lagi? Kau mau mencari-cari alasan?”
“Tidak oema. Oema, jangan memukulku.”
Berhenti memukul, kini ibu Luhan menjewer telinga Sehun. “Sampai kapan kau tidak mau mendengar ucapan oema, huh?”
“Oema sakit! Aku akan mendengarkan ucapan oema. Sungguh. Telingaku sakit!”

“Permisi.”
Tiba-tiba seseorang muncul di belakang keduanya. Ibu Luhan langsung melepaskan jewerannya sementara Sehun menghusap-husap telinganya yang terasa perih.

“Ya? Kau siapa?”
Sehun berbalik, keningnya seketika berkerut, “Mau apa kau?” tanyanya langsung pada seseorang yang ternyata adalah Jongin itu.
“Aku…” Kai terdiam sejenak. Membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa cekat. “Aku ingin memeriksa mobilku. Aku tidak nyaman menggunakannya.”lanjutnya beberapa saat kemudian.
“Rusak lagi?”
Kai mengendikkan kedua bahunya, “Tidak tau. Aku pikir ada Yoora noona tapi sepertinya dia tidak ada di rumah.”
“Yah, dia mungkin sudah pergi kerja.”jawab Sehun. “Oh ya, oema dia temanku.” Begitu tersadar, Sehun buru-buru memperbaiki ucapannya. “Maksudku, kenalanku.”

“Namamu Kim Kai?” Ibu Luhan membaca name tag seragam Kai. “Senang bertemu denganmu. Aku adalah ibunya.”
Namun di tempatnya Kai hanya diam membeku. Terus menatap lurus pada sosok tua itu. Pada sosok yang bisa ia rasakan kelembutannya tanpa harus mengenalnya.

“Ya, apa yang kau lakukan? Cepat membungkuk.” Sehun berbisik sambil mendorong bahu Kai dengan bahunya, menyadarkan pria itu dari lamunannya. Kai tetap membeku, tidak tau apa yang harus di lakukannya. Karena tidak ada yang pernah mengajarkannya bagaimana sopan santun itu, tidak ada yang pernah mengajarkannya bagaimana seharusnya bersikap di depan sosok ini. Karena dia tidak mengetahui apapun.
Namun beberapa saat kemudian ia memaksa dirinya untuk menundukkan kepalanya dalam-dalam. Di balik tunduknya, matanya terpejam. Agar rasa sakit itu tidak meledak keluar.
“Ayo, biar aku yang memeriksa mobilmu.” Sehun memecah keheningan. Lalu ia menoleh kearah ibu Luhan, “Oema, apa Yoora noona menitipkan kunci rumahnya?”
Ibu Luhan merogoh ke dalam saku bajunya dan memberikan sebuah kunci pada Sehun, “Cepat kerjakan dan segera makan. Hari ini oema memasak telur gulung kesukaanmu.”ucap ibu Luhan dengan nada kesal namun membuat Sehun seketika tersenyum.
“Ghamsahamnida.” Sehun membungkukkan tubuhnya dalam-dalam, tetap dengan senyuman jahilnya membuat ibu Luhan hanya bisa geleng-geleng kepala.
***___***

 

Kris terpaksa datang terlambat ke kantor karena harus pergi ke rumah sakit. Sejak semalam, perutnya terasa sangat sakit. Dia pikir, mungkin ini karena dia tidak makan sejak kemarin.
“Permisi.” Ia menghampiri seorang suster jaga ruang UGD. “Bisakah kau membantuku? Perutku terasa sangat sakit sejak semalam.”
“Silahkan duduk dulu.” Suster jaga itu mengarahkan Kris menuju sebuah ranjang kosong dan menyuruhnya duduk disana. Kemudian ia menghampiri seorang suster jaga lain,

“Yoora-ya, bisakah kau memeriksa pasien itu? Aku harus pergi ke ruangan dokter Kang sekarang. Sepertinya dia memintaku membantunya operasi. Tolong ya.”
Seseorang yang ternyata Yoora itu mengangguk. Namun begitu ia mengalihkan pandangannya kearah pasien yang memakai seragam kepolisian itu, matanya langsung membulat lebar.
Kris?
Menyadari seseorang sedang menatapnya, Kris mengalihkan pandangan dan juga terkejut mendapati Yoora berdiri tak jauh darinya. Pria tinggi itu berdiri, hendak menghampiri Yoora namun Yoora segera bergerak. Wanita itu mengambil peralatan medisnya kemudian menghampiri Kris dan bersikap seolah-olah ia tidak mengenal pria itu.
“Selamat sore, tuan. Saya akan memeriksa anda jadi silahkan duduk.” Yoora menatap Kris dengan senyum. Yah, dengan senyum. Senyuman yang telah berubah, tidak seperti dulu.
Melihat Kris hanya diam di tempatnya, Yoora mendorong tubuh pria tinggi itu dan memaksanya untuk duduk. Lalu ia membuka kotak peralatan medisnya dan mengeluarkan stetoskop.
“Kau bekerja disini?” bisik Kris saat Yoora membungkuk, memeriksa bagian dadanya.

Yoora mengabaikan itu, “Bagian mana yang terasa sakit?”

“Bisakah kita bicara sebentar? Hanya lima menit.”

“Sepertinya anda mengalami kejang perut.” Wanita itu masih mengabaikannya.

“Aku merindukanmu.”
Yoora terdiam. Tak mampu bicara. Karena jauh di lubuk hatinya, satu kalimat singkat itu sangat ingin di dengarnya. Jauh sejak lama. Jauh saat keduanya harus berpisah. Jauh saat keduanya mengambil jalan yang berbeda. Tidak ada penyesalan. Hanya sedikit kecewa. Kenapa Kris tidak mempertahankannya dulu. Kenapa dia tidak menghentikannya saat dia memilih perpisahaan. Karena pada akhirnya, rasa sakit itu kini sudah mengakar. Sulit untuk disembuhkan. Dan mungkin tidak akan pernah hilang. Karena kenyataan demi kenyataan perlahan terungkap di permukaan dan dia tau seperti apa sosok pria yang ada di depannya ini.
“Aku akan memberikan resep untuk anda dan anda bisa pergi ke apotek.” Yoora menegakkan tubuhnya, hendak pergi namun Kris segera menahan lengannya. Di tatapnya wanita itu lekat-lekat, wanita yang sangat di cintainya, sejak dulu dan hingga kini.

“Aku merindukanmu, Park Yoora.”ulangnya lagi. “Sangat-sangat merindukanmu.”





TBC

21 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 24

  1. Hilma berkata:

    Wahhhh., akhirnya dilanjutin jga….
    😂😂😄😄👏👏
    Apa yang ditemuin sehun di rumah suho???
    Astagaa., penasarannnnnnn….
    Daebakkk!!!

  2. DO DO berkata:

    aduh ini masalahnya kok tambah banyak aja ya, semoga happy ending deh nantinya, yang penting aku tetep nunggu ff ini lanjut thorrrr

  3. Aya aya berkata:

    Aaaaaaa akhir update juga , , udah beberapa bulan nihh ay ama reader yg laen nunggui update an terbaru heheh , mian nih ay baru comment sekarang padahl udh siang tdi baca ff nya , soalnya ay gk.inget emailnya . . . Ya udah deh , , ay ttp nungguin ff kmu ama author yg laen nihh , , fighting

  4. ellalibra berkata:

    Kira” apa yg dilihat sehun ?? Kai kshn bgt sih…. Msh blm pd jujur satusama lain y ?? Msh byk rahasia ,,,,, g sabar neeeeeextt eon fighting🙂

  5. Shofalina Han berkata:

    wahhh itu yg terlibat kk nya Chanyeol kan?
    uughhh makin penasaran .-.
    tadinya sih mau komen di part selanjutnya, tp komen disini dulu dah.. hihi..
    ahhh Sehun ceritanya udah akrab nih sama Kai? Haha bagus atuh..
    Kai, sering2 main ke rumah Luhan biar ketemu ibunya Luhan.. udah gitu dapet kasih sayang ibunya Luhan deh.. udah gitu lu tobat Kai.. haha

  6. mongochi*hae berkata:

    hah ???
    kira2 fto siapa yg dlihat sehun dialbum it shingga dia syok .?

    hn. jgn2 dlu kris-yoora-suho cinta segitiga yah ?

  7. ji_kim berkata:

    oh my knpa gk selesai2 masalahnyaa ?? *eh tpi klo uda selesai msalhnya ntr end kn ya?* haha
    jngan dulu dah ak pngen bca trus
    lanjut author-nim ♥♥

  8. minji berkata:

    oh my knpa gk selesai2 masalahnyaa ?? *eh tpi klo uda selesai msalhnya ntr end kn ya?* haha
    jngan dulu dah ak bca trus
    lanjut author-nim ♥♥

  9. wikapratiwi8wp berkata:

    UWaahh…dan baru sadar ternyata ada lanjutannya..ckckck gak sempat buat scroll kebawah kemarin…hihihi finally you’re back oh mija!!!
    Hehehe.. Yoora eonni kenapa tuh? terlibat jugakah? Penasaran sama Kris, Yoora dan Suho? Apa yang terjadi dengan mereka sebenarnya?
    Gimana reaksi Chanyeol kalau tahu ya?
    Next part Mija!!!🙂🙂 Gamsahaeyo~

  10. Jung Han Ni berkata:

    hahah sehun ga sopan bgt yah sama xiumin😀 dasar. dan siapa y yg dimaksud sehun terlibat?
    keep writing n hwaiting eon! ^^

  11. Oh Secca berkata:

    Ketinggalan banyak FF Growl 😂 karena baru buka blog ini lg. mau marathon ini bacanya hehe makasih author udh mau lanjutin lg ff nya. 😊

  12. Oh Secca berkata:

    Ketinggalan banyak FF Growl 😂 karena baru buka blog ini lg. mau marathon ini bacanya hehe makasih author udh mau lanjutin lg ff nya. 😊 seneng akhirnya ada bacaan lagi 😁

  13. Nora berkata:

    Wah! Baru buka hari ini dan seneng banget begitu tahu blognya diupdate. Dan ini kayaknya mau marathon baca ‘Growl’.

  14. nurnie berkata:

    Akhirnya d.lanjut juga , tp kira2 apa yaa yg diliht sma sehun ??
    Bnyak bangt msalah sehun, apa gc bisa d.kurangi kak, hehhe 😆.
    Mkin bgus ajj setiap chapnya, next kak .
    Fighting !!💪😁😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s