FF : GROWL Chap. 23

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

“Apa? Sudah pergi?” Sehun terkejut ketika ia menjemput Chanyeol di rumahnya dan Yoora mengatakan jika adiknya itu sudah pergi.

“Aku pikir kalian pergi bersama.”

“Mungkin dia menunggu di halte.” Luhan menepuk sebelah pundak Sehun.

“Baiklah. Kalau begitu, kami pergi dulu noona.”

Keduanya berjalan menuju halte bersama. Tidak biasanya dia pergi lebih dulu tanpa mengatakan apapun. Apa dia sedang menunggu Kyungsoo dan Tao? Tapi tetap saja, biasanya mereka akan melakukannya bersama-sama.

Sesampainya di halte, mereka tetap tidak menemukan Chanyeol. Luhan mencoba menghubungi ponselnya namun pria itu tidak menjawabnya.

“Mungkin dia menunggu kita di halte sekolah.” Lagi-lagi Luhan mencoba berpikir positif. Sehun hanya mengangguk namun di dalam hatinya, ia merasa ada sesuatu yang aneh.

Yah, Chanyeol berbeda hari ini.

***___***

 

Sehun dan Luhan langsung menghampiri pria yang sedang duduk di sudut kursi halte begitu mereka turun dari bus.

“Tao, kau tidak apa-apa?!”pekik Luhan khawatir. Sudut bibirnya memar.

Tao mengangkat wajahnya dan tersenyum, “Oh, kalian.”serunya bersikap seperti biasa. “Kalian sudah datang?”

“Ya, apa yang terjadi padamu?!” Sehun mengguncang tubuhnya gemas. “Kau dipukul?”

Tao mengangguk, “Di rumah.”

Tao hanya perlu mengucapkan satu kata pendek itu dan keduanya langsung mengetahui siapa yang telah memukul Tao.

“Dia marah karena kau tidak pulang selama beberapa hari?” Sehun menjatuhkan diri di samping sahabatnya itu.

“Aku juga tidak mengikuti pelatihan polisi.” Pria berkulit gelap itu memperbaiki ucapan Sehun kemudian tersenyum kecut. “Aku tidak apa-apa. Kalian tau ini hanya luka kecil.”

Itu kebohongan. Kalimatnya terdengar jelas jika dia sedang menghibur dirinya sendiri. Sedang berusaha menutupi luka-lukanya. Bahkan mereka bisa melihat jika pria itu sedang mempertahankan air matanya.

Mengetahui jika kedua sahabatnya itu sedang menatapnya penuh kekhawatiran, Tao melebarkan senyumnya, balas menatap keduanya, “Aku sungguh tidak apa-apa.”ulangnya lagi. “Aku senang kalian sudah berbaikan.” Ia menepuk sebelah pundak Sehun. “Pergilah ke sekolah lebih dulu. Aku sedang menunggu Kyungsoo disini.”

“Kau tidak melihat Chanyeol?”tanya Luhan.

“Aku bertemu dengannya tadi. Dia lebih dulu pergi ke sekolah.”

Sehun terdiam sesaat kemudian ia menoleh kearah Luhan, “Kau temani Tao menunggu Kyungsoo. Aku akan mencari Chanyeol.”

Luhan mengangguk, “Baiklah.”

“Hey, kenapa aku harus di temani. Aku bukan anak kecil.”protes Tao tidak terima. Namun Sehun mengabaikannya, pria itu berlari menuju sekolah dan mencari Chanyeol.

Sesampainya di kelas, ia tidak melihat Chanyeol di manapun, bahkan di bangkunya. “Kau lihat Chanyeol?”tanyanya pada seorang murid yang duduk di dekat pintu.

“Dia keluar. Aku tidak tau dia pergi kemana. Mungkin ke kantin.”

Keluar? Dia pasti berada di tempat itu.

Sehun melanjutkan larinya menuju atap sekolah. Dan dugaannya benar, ia melihat pria itu sedang berbaring di atas kursi dengan lengan kanan diatas keningnya. Ia menghampiri sahabatnya itu dan berdiri di depannya.

“Cuaca sangat dingin. Kenapa kau disini?”serunya.

Chanyeol membuka mata dan menarik tubuhnya bangkit. Ia bergeser agar Sehun bisa duduk di sebelahnya. Sehun bisa melihat jelas ada sesuatu yang sedang terjadi di diri sahabatnya itu, terlihat jelas dari wajahnya dan mata teduhnya.

“Sehun.”panggil Chanyeol pelan. Sehun menoleh. “Kau tau aku tidak suka jika ada seseorang yang mendekati kakakku, kan?”ucapnya. “Aku bahkan beberapa kali menghajar beberapa orang yang mencoba merayunya. Kau tau aku melakukan itu karena aku ingin melindunginya.”

Sehun hanya diam. Tidak bersuara dan menunggu kelanjutan ucapan Chanyeol.

“Tapi, aku rasa aku melewatkan beberapa hal. Ada sesuatu yang tidak aku tau ketika Yoora noona melanjutkan sekolah keperawatannya di Amerika.”

Kening Sehun berkerut, “Bukankah waktu itu kita masih SMP?”

Chanyeol mengangguk, “Saat itu, aku belum cukup berani untuk melindungi kakakku dan aku berada jauh darinya.”

“Lalu, hal apa yang sudah kau lewatkan?”

Chanyeol diam. Tangannya bergerak, mengeluarkan sesuatu dari dalam saku blazernya dan memberikannya pada Sehun. Sehun memandang Chanyeol dengan kening berkerut lalu mengalihkan pandangan pada selembar kertas yang di berikannya. Ia meraih lembar kertas itu dan membaliknya. Detik berikutnya, matanya terbelalak lebar. Ia terkejut bukan main melihat gambar yang ada di kertas foto itu.

Yoora noona dan Suho?

Ah, benar juga. Waktu itu Sehun pernah memergoki mereka berdua sedang bertemu di depan rumah sakit. Tapi, bukankah Yoora noona mengaku jika Suho hanyalah orang yang ingin mengganggunya? Lalu, apa maksud dari foto ini?

“Dimana kau menemukan foto ini?”tanya Sehun, rahangnya mulai mengatup.

“Di kamar Yoora noona.”jawab Chanyeol, nada suaranya terdengar dingin. “Suho pasti tidak tau jika Yoora noona adalah kakak kandungku. Sebaiknya jangan katakan kebenarannya.”

Sehun menatap Chanyeol lurus, “Apa yang mau kau lakukan?”

“Aku merasa jika ada sesuatu yang telah terjadi diantara mereka. Entah mereka hanya sekedar teman atau bukan. Yang jelas, foto itu menggambarkan kedekatan mereka. Aku harus mencari tau apakah Yoora noona mengetahui tentang identitas Suho yang sebenarnya atau tidak.”

Hal itu juga dipikirkan oleh Sehun, dan 60% Sehun meyakini jika Yoora mengetahuinya. Hanya saja, dia sama sekali tidak bisa menemukan apa yang sudah terjadi diantara keduanya di masa lalu. “Chanyeol, mungkin mereka hanya berkencan dulu. Kau berpikir terlalu jauh.” Ia berusaha menghiburnya.

Rahang Chanyeol mengatup, “Jika mereka memang berkencan, maka aku akan menghajarnya hingga babak belur.” Pria tinggi itu berdiri dan pergi meninggalkan atap sekolah.

Di tempatnya, Sehun menatap punggung sahabatnya itu. Seumur hidupnya, Chanyeol hanya akan menjadi serius dalam dua hal. Pertama jika seseorang menggangu kakaknya, kedua jika seseorang mengganggu teman-temannya. Yang ia tau, Chanyeol aalah seseorang yang selalu memberikan semangat untuk orang lain. Tapi kali ini berbeda, ia terlihat sangat marah. Dan Sehun tau, ucapan Chanyeol tadi bukanlah main-main. Dia akan mencaritau sesuatu itu.

***___***

 

Masalahnya dan Luhan kini sudah selesai. Namun, dua masalah lain datang. Jika saja bisa, ia ingin meledakkan kepalanya agar ia tidak bisa berpikir. Di dalam hidupnya, ini adalah pertama kalinya ia melakukan banyak hal sekaligus. Terkadang membuatnya marah karena ia tidak bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

“Oh Sehun, bisakah kau membeli sebuah ponsel?”desah Kai begitu mereka bertemu di sebuah café. “Aku harus selalu menghubungimu melalui ponsel Tao.”

“Aku tidak mau membuang-buang uangku untuk hal-hal tidak berguna.”balas Sehun cuek. “Lagipula Suho belum memberiku gaji.”

Baekhyun mendesah panjang, “Aku tidak menyangka jika di jaman seperti ini masih ada seseorang yang tidak butuh ponsel.”

Sehun berdecak, “Aku menghormati orang-orang jaman dulu yang belum mengenal alat komunikasi.”elaknya namun di sambut dengan gelak tawa yang lain.

“Dasar bodoh.”

“Bodoh?” Sehun sudah akan marah dengan makian itu namun ia menahan dirinya. Ia menghela napas panjang, “Lalu kenapa kau menyuruhku datang ke tempat ini?”

“Aku hanya ingin memberitahumu soal semalam.”

Sehun langsung mendekatkan dirinya, “Apa yang terjadi?”

“Tidak ada.” Kai menggeleng. “Semalaman aku memperhatikan daerah sekitar namun tidak ada orang mencurigakan yang datang. Hanya saja…” pria itu menghentikan ucapannya sejenak. “Lampu kamar Kyungsoo selalu menyala hingga pagi.”

“Maksudmu…dia terjaga semalaman?”

“Sepertinya begitu.” Pria berkulit cokelat itu mengangguk. “Aku rasa dia memikirkan sesuatu.”

“Pantas saja dia terlihat sangat lelah hari ini.”gumam Sehun.

“Tapi ngomong-ngomong kenapa kau datang sendiri? Mana Tao dan Chanyeol?”

“Aku sengaja membuat mereka tidak datang.” Sehun menghela napas panjang. “Aku menyuruh mereka untuk menjaga Kyungsoo dan Luhan di rumah.” Pria itu terdiam sejenak, wajahnya terlihat gusar. “Sebenarnya, ada beberapa hal yang sedang terjadi dengan mereka. Dan aku rasa aku tidak akan melibatkan mereka terlalu dalam mulai saat ini.”

Kening Kai dan yang lain berkerut, “Apa maksudmu?“

“Kalian pasti tau jika kepala kepolisian Seoul sangat membenciku. Dan—“

“Maksudmu kepala polisi Kris?”potong Baekhyun.

Sehun mengangguk, “Sejujurnya dia adalah kakak sepupu Tao.”

Kai nyaris menyemburkan minumannya begitu mendengar ucapan Sehun barusan, “APA?!”

“Hey, kau bercanda?”pekik Lay tak percaya.

“Aku serius.”balas Sehun. “Dan mereka bertengkar kemarin karena sudah sejak lama Tao tidak pulang ke rumah. Dan alasannya mungkin karena aku. Karena Tao sangat ingin membantuku tapi Kris justru membenciku. Dia tidak mengatakan apapun karena aku tau dia ingin menjaga perasaanku.”

“Oh Tuhan, bagaimana mungkin…” Baekhyun kehilangan kata-katanya.

“Aku…tidak bisa mempercayai ini…” sahut Kai.

Sehun menghela napas, “Dan masalah kedua, tentang Chanyeol.” Ia buru-buru membenarkan ucapannya. “Maksudku tentang kakaknya.”

“Yoora noona?” Kai menyelidik.

Sehun mengangguk lagi, “Semalam, Chanyeol menemukan foto dikamarnya. Foto dirinya bersama dengan Suho.”

Untuk yang kesekian kalinya, Kai dan teman-temannya di buat terperangah oleh pernyataan Sehun. Mata mereka melebar dan mulut mereka ternganga. Yoora dan Suho?

“Mereka saling mengenal?”

“Tidak tau.”geleng Sehun. “Tapi aku pernah memergoki mereka berdua dan Yoora noona bilang Suho hanyalah seseorang yang ingin mengganggunya. Waktu itu, aku hampir saja memukul Suho.”

“Tapi, foto itu…”

“Itulah yang sedang aku pikirkan. Chanyeol sangat marah sekarang dan ia ingin mencari tau tentang kebenarannya. Suho mungkin tidak tau jika Yoora noona adalah kakak kandung Chanyeol jadi Chanyeol memintaku untuk tidak memberitahunya.”

“Dia ingin mencaritau diam-diam?”tebak Lay.

“Iya.” Desahan putus asa terdengar selanjutnya. “Tapi, aku tidak ingin dia terlibat terlalu dalam mulai saat ini. Aku hanya takut jika kenyataan yang akan ia ketahui adalah kenyataan yang pahit.”

“Kenapa? Bukankah kalian sudah terbiasa menghadapi hal seperti itu?” Kai tersenyum mendengus.

“Sejak kecil, aku dan dia telah tumbuh bersama dan aku banyak berhutang budi padanya. Ia memiliki banyak masalah dalam hidupnya. Salah satunya tentang kematian orang tuanya. Yoora noona memberitahunya jika itu adalah kecelakaan namun sebenarnya itu adalah bunuh diri. Kami menyembunyikan kenyataan itu karena kami tidak mau hal yang lalu terjadi lagi.”

Baekhyun menatap Sehun lurus, “Maksudmu?”

“Ketika kabar itu di dengar olehnya, Chanyeol masih sangat kecil. Seorang anak kecil yang mendengar kabar menyedihkan, apalagi dia sangat dekat dengan kedua orang tuanya, membuatnya menjadi depresi selama beberapa bulan. Dia tidak bicara dengan siapapun setelah kejadian itu dan terus mengunci dirinya di dalam kamar. Karena itu, Yoora noona membujuknya dengan mengatakan jika itu bukanlah bunuh diri tapi kecelakaan. Namun, beberapa tahun belakangan, aku rasa dia mulai mengetahui tentang kenyataan itu.”

“Dia harus mengetahui kenyataannya walaupun itu menyakitkan. Lagipula dia sudah dewasa.”ucap Lay.

Sehun menggeleng, “Tidak.”katanya. “Aku tidak mau dia kembali depresi. Karena itu, tentang masalah foto itu, aku sangat yakin jika Yoora noona dan Suho pernah memiliki hubungan di masa lalu, entah hubungan apa itu. Aku akan mencari tau sendiri.”

“Cih.” Kai menarik punggungnya sambil berkecap. “Kau ini, mau sampai kapan kau menjadi pria sensitif?” Ia tersenyum mengejek. “Kau tidak akan pernah bisa menang jika kau selalu menggunakan hatimu.”

“Aku tidak ingin jadi pemenang.”balas Sehun tanpa pikir panjang. “Aku hanya ingin mereka baik-baik saja. Hanya itu.”

***___***

 

“Tao, bolehkah aku pulang sekarang?”tanya Kyungsoo menatap Tao yang sedang memperbaiki sebuah mobil.

“Sehun bilang, kau harus menunggunya dulu.”jawab Tao, setengah tubuhnya masih berada di bawah mobil. “Jangan melanggar perintahnya.”

Kyungsoo langsung menghela napas. Tidak ada yang bisa ia lakukan kalau begitu. Sementara di tempatnya, Luhan terus menatap pria mungil itu. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi antara Sehun dan Kyungsoo. Kenapa ia terlihat sangat khawatir ketika Kyungsoo memutuskan pulang ke rumahnya? Yah, Luhan yakin ada sesuatu yang terjadi namun ia tidak bisa bertanya tentang hal itu.

“Jika kau bosan, kau pergilah ke dapur dan memasak.”suruh Tao.

Kyungsoo menurut. Pria itu berdiri dan masuk ke dalam rumah. Keadaan seketika menjadi hening. Tidak seperti biasanya yang selalu dipenuhi dengan keributan, tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara.

Luhan tau jika saat ini Tao sedang memikirkan masalahnya dengan Kris. Namun, ia tidak begitu mengetahui sesuatu yang terjadi pada Chanyeol. Sejak pagi, pria itu terlihat aneh dan tidak banyak bicara.

Dia memang telah berjani pada Sehun jika dia tidak akan bertanya apapun tentang Sehun. Tapi, dia tetap tidak bisa tinggal diam. Entah ini adalah masalah serius atau tidak, dia harus mengetahuinya.

Bukankah mereka tidak pernah meninggalkan sahabat di belakang?

***___***

Kai terus menatap kearah Sehun yang sejak tadi memandang Suho yang sedang bicara dengan Lay dengan tatapan tajam. Pria tinggi itu mengunci Suho dalam tatapannya seperti akan menerkamnya saat itu juga. Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang, Kai tidak bisa membaca apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

Dalam waktu yang sangat singkat selama ia mengenal Sehun, satu hal yang ia tau jika pria itu tidak sebodoh yang terlihat. Walaupun ia ceroboh dan gegabah. Tapi dia memiliki keahlian memecahkan semua masalah dengan usahanya sendiri. Dalam diamnya, dia memikirkan sebuah cara, sebuah jalan keluar. Dan Kai mengakui jika dia memang memiliki sisi kepemimpinan yang baik.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Baekhyun menegur Kai. Kai menoleh sekilas lalu menggeleng.

“Tidak ada.”

“Kau menatapnya sejak tadi.”

Pria tinggi itu menghela napas panjang, “Hanya mencoba membaca pikirannya.”jawabnya. “Aku tidak tau apa yang akan ia lakukan pada Suho setelah ini.”

“Dia tidak akan bertindak gegabah.”

“Aku tau. Tapi itulah yang membuatku khawatir.”serunya. “Karena gerakan tidak terlihat justru lebih membahayakan.”

***___***

 

Sehun muncul dan langsung menjatuhkan dirinya di sebuah kursi kayu. Helaan napasnya terdnegar panjang dan berat, membuat Tao yang ada disana langsung meninggalkan mobilnya dan menghampiri pria itu.

“Bagaimana? Semua berjalan baik?” Tao duduk di samping Sehun sambil membersihkan tangannya dengan kain lap.

“Tidak tau.” Sehun menghembuskan napas panjang lagi. Kemudian ia mengacak rambutnya. “Dimana Kyungsoo?”

“Dia ada di dalam bersama Chanyeol. Apa kau sudah makan? Masuklah, kita makan bersama.”

Tao menepuk pundak Sehun dan merangkulnya masuk ke dalam rumah. Hanya ada Kyungsoo dan Chanyeol di meja makan membuat Sehun mengerutkan keningnya karena ia tidak melihat satu sahabatnya.

“Dimana Luhan?”

“Dia bilang ada tugas yang harus di kerjakan jadi dia pulang ke rumah.”

“Tugas apa?”

Tao mengendikkan bahunya, “Tidak tau. Aku bahkan tidak ingat jika kita memiliki PR.”

Sehun tidak menyahut lagi. Tangannya terulur, mengacak rambut Chanyeol sambil menjatuhkan diri di sebelahnya. Chanyeol hanya menoleh sekilas tanpa suara.

Setelah menghabiskan makan siang yang nyaris menjadi makan sore, mereka kembali ke bengkel untuk memperbaiki beberapa mobil. Namun ketika Tao hendak membungkuk, melanjutkan pekerjaannya, Sehun menahan lengannya.

Pria itu menatap Sehun bingung, “Apa?”

“Aku akan mengantar Kyungsoo. Aku juga akan mengantarmu.”

Tao langsung melepaskan cekalan Sehun, “Sudah ku bilang aku tidak akan pulang.”

“Zitao.” Sehun mencekal lengannya lagi. “Kau hanya akan membuat masalahnya semakin rumit. Pulanglah dan tunggu beberapa hari hingga kemarahan Kris mereda.”

“Aku tidak akan pulang, Sehun.” Tao menekankan kalimatnya, memberikan peringatan pada Sehun agar dia tidak memaksanya lagi.

“Lalu apa yang mau kau lakukan? Kau mau menjadi orang tidak berguna sepertiku?!” Nada Sehun mulai meninggi. “Aku tau, kau pasti merasa sakit hati. Tapi setidaknya kau masih memiliki keluarga dan dia adalah satu-satunya keluargamu. Kau tidak bisa terus-menerus menjadi seperti ini!”

“Ini adalah pilihanku!”

“Hey hey hey, apa yang kalian lakukan?” Chanyeol menyelipkan tubuhnya diantara dua sahabatnya itu, memisahkan mereka dari pertarungan kontak mata. Chanyeol mendorong tubuh Sehun agar pria itu mundur, “Kau bilang kau akan mengantar Kyungsoo, kan? Pergilah.”

“Tapi, aku—“

“PERGI!” bentak Chanyeol. “Kaulah yang membuat masalahnya semakin rumit.”

Sehun menendang tembok rumah Chanyeol kesal lalu menarik kerah baju Kyungsoo, membawa pria itu pergi.

Sebenarnya, Chanyeol pikir ucapan Sehun tidak sepenuhnya salah. Tao memang tidak bisa terus-menerus menjadi seperti ini. Hanya saja jika ia memandang dari sudut pandang Tao, pria itu juga harus di kasihani. Dia sangat tertekan dengan hidupnya.

“Masuklah, Tao. Tidurlah di kamarku.” Chanyeol juga mendorong tubuh Tao, memberikan waktu agar pria itu bisa menenangkan dirinya.

***___***

 

Sudah sejak beberapA jam yang lalu Suho terus termenung di kamarnya. Memikirkan saran yang di berikan oleh Lay tadi siang. Ucapannya ada benarnya. Sebaiknya langsung pergi ke intinya daripada mencari satu-persatu di semua tempat. Hanya saja, kali ini sedikit beresiko.

Suho meraih ponselnya dan mencari nama Xiumin disana. Setelah menekan tombol ‘call’ ia mendekatkan ponselnya ke telinga. Menunggu beberapa saat, Xiumin menjawab panggilan Suho.

“Ada apa?”tanyanya di sebrang panggilan.

“Minseok, aku butuh bantuanmu.”

***___***

 

“Sehun, sebenarnya ada yang ingin ku beritahu padamu.” Kyungsoo menatap pria tinggi itu serius.

“Tentang apa?”

Pria mungil itu terdiam sejenak, “Semalam, aku memeriksa isi ruangan rahasiaku dan ada satu benda yang hilang.”

Sehun terkejut mendengar hal itu. Ia tidak menyangka jika Kyungsoo akan menyadarinya secepat ini.

“Satu pistol koleksiku menghilang. Itu adalah pistol kesayanganku karena ayah yang memberikannya padaku.”

“Pistol seperti apa?” Sebisa mungkin pria itu menenangkan dirinya.

“Hanya sebuah pistol biasa sebenarnya.”seru Kyungsoo. “Apa mungkin ada seseorang yang menyusup ke dalam rumahku saat aku tidak ada?” tebakannya tepat. “Tapi, ruangan itu adalah ruangan tersembunyi. Tidak ada orang yang bisa menemukannya. Ah, atau jangan-jangan ini perbuatan ayahku?”

“Kyungsoo sudahlah.” Sehun berdecak. “Mungkin itu memang ayahmu. Tidak usah dipikirkan.”

“Tapi, jika itu ayah, harusnya aku berada di rumah ketika dia datang.”

“Masuklah, Kyungsoo. Aku harus pergi sekarang.” Sehun mendorong Kyungsoo agar ia masuk ke dalam. “Kita bicarakan ini nanti.”

Kyungsoo mengangguk lemas lalu masuk ke dalam rumahnya. Masih berdiri hingga pria itu benar-benar menghilang, Sehun berbalik dan mendapati Kai sudah berdiri di belakangnya. Ia sudah menyadari sejak tadi jika pria itu terus memperhatikan mereka dari dalam mobilnya.

“Kewaspadaanmu meningkat sejak kau menjadi seorang agen.” Kai menyeringai.

“Dia menyadarinya.”

“Yah, aku tau.” Pria itu mengangguk. “Namun kau harus bisa mengelak agar dia tidak terlalu memikirkan hal itu.”

“Aku harus segera mengakhiri ini.” Rahang Sehun mengatup.

“Mengakiri yang mana?” Kai tersenyum. “Bukankah kau memiliki banyak hal yang harus kau selesaikan?”

“Jika dugaan Suho memang benar, aku juga harus bergerak seperti ucapan Lay.”

Kai menatap Sehun tepat di manik mata, “Suho yang akan mengurus itu. Dia akan meminta bantuan pada polisi Xiumin.”

“Kalau begitu, aku akan melakukan rencana B.”

“Apa maksudmu?”

Sehun menelan ludah, tangannya mengepal di samping tubuh. “Tolong jaga Kyungsoo.”ucapnya lalu pergi meninggalkan Kai.

Kai langsung menahan lengannya, “Apa yang akan kau lakukan?”

Sehun balas menatap Kai tajam, “Jangan beritahu Tao tentang ini.”desisnya. “Aku mohon.”

***___***

 

Ketika rasa penasarannya sudah tidak bisa di bendung, akhirnya Suho menemui Xiumin di sebuah café malam itu.

“Junmyeon, kau benar-benar serius akan melakukannya?”

Suho mengangguk, “Hanya kau yang bisa melakukannya.”

“Aku hanyalah seorang polisi biasa. Yang bisa masuk ke dalam situs itu hanya kepala kepolisian.”

Suho tau hal itu. Ini tidak akan mudah. Situs arsip kepolisian hanya bisa di gunakan oleh orang-orang yang memiliki pangkat tertinggi. Apalagi masalah ini bukanlah masalah biasa.

“Kalau begitu kau caritau caranya.” mohon Suho.

“Bagaimana jika aku gagal?”

“Aku akan menjadi backup.” Sehun tiba-tiba muncul, pria itu menarik kursi dan duduk di antara mereka.

Xiumin dan Suho berpaling, menatap pria itu dengan kening berkerut. Sehun menatap Xiumin lurus, “Malam ini, pastikan Kris tidak pulang ke rumahnya.”

***___***

 

Perlahan-lahan, masalah ini bergerak menuju titik paling rentan. Dimana mereka yang sudah berjalan sangat jauh ke dalamnya, tidak akan bisa memutar balik dan kembali. Sebulan sudah berlalu dan Sehun baru menyadari jika pekerjaan yang dia ambil bukanlah pekerjaan main-main. Pekerjaan ini menguji kekuatan hatinya dan kekuatan persahabatannya. Ketika dia sudah terbiasa untuk berkorban, dia hanya berharap jika orang-orang yang penting dalam hidupnya tidak terluka.

Malam itu, dia kembali melakukan pekerjaannya. Kali ini di temani oleh Baekhyun yang terus mengamati daerah sekitar sementara dirinya menyelinap masuk ke dalam sebuah rumah. Lewat earphone-nya, Suho, Lay dan Chen terus memberikan instruksi.

Pistol yang ia temukan memang milik kepolisian, namun nomor seri yang di tertera disana adalah milik orang-orang yang memiliki pangkat tertinggi. Dan di bagian kota Seoul, Kris adalah orang yang memiliki pangkat tertinggi.

“Matikan CCTV di bagian belakang.”bisik Sehun.

“Aku sudah melakukannya.”sahut Lay di sebrang sana.

Sehun melompat melewati tembok tinggi rumah Kris dan mendarat di teras belakang. Tidak perlu menggunakan peralatan dari Suho untuk membuka pintu, Sehun telah mengetahui kode kunci panel elektronik rumah Kris karena Tao pernah memberitahunya waktu itu.

Pria itu menyalakan senternya dan berjalan di dalam kegelapan. Ia menggeledah seluruh ruangan yang ada di rumah megah itu.

Sementara di kantor polisi, Xiumin terus menunggu kesempatan yang tepat agar ia bisa masuk ke dalam ruangan Kris. Sayangnya, sejak satu jam yang lalu, kepala polisi itu tidak juga meninggalkan ruangannya.

***___***

 

Sehun tidak menemukan apapun di ruang kerja Kris hingga ia memutuskan untuk pindah ke ruangan lain. Ruangan itu terlihat seperti ruangan kamar pribadi. Kembali mencari di setiap sudut untuk menemukan setidaknya satu petunjuk.

“Kau menemukan sesuatu?”tanya Suho.

“Aku tidak menemukan apapun.” Sehun menghela napas panjang. Dia bahkan berjongkok dan membungkukkan tubuhnya untuk mencari di kolong ranjang tidur. Namun, Sehun melihat sebuah kotak kayu yang tersembunyi disana. Dengan tangan terulur, pria itu meraih kotak itu. “Aku menemukan sebuah kotak.”

“Kotak? Kotak apa?”

Sehun duduk bersandar di kaki ranjang tidur sambil membuka kotak kayu itu. Ternyata, kotak itu menyimpan lembaran foto-foto yang Sehun kira adalah foto-foto masa lalu Kris. Ia mengarahkan senternya tepat di lembaran foto-foto itu sambil terus memperhatikannya satu-persatu.

“Ada petunjuk?”

“Aku rasa tidak ada yang pen…” Ucapannya terhenti saat pandangannya terjatuh di sebuah foto. Matanya membulat, tubuhnya nyaris membeku. Ketika kemarin dia di kejutkan dengan ‘sesuatu’ yang masih belum terjawab antara Yoora dan Suho, kini pertanyaan-pertanyaan lain muncul.

Tidak hanya satu lembar, bahkan ada beberapa lembar foto yang menunjukkan dengan jelas jika Yoora dan Kris memiliki hubungan spesial.

Dulunya.

Bersamaan dengan peristiwa lalu yang pernah terjadi di kantor polisi, dimana Yoora dengan mudah bisa membuatnya bebas dan membuat Kris yang dingin itu tidak melakukan perlawanan apapun adalah bukti lain jika hubungan keduanya telah berubah sekarang. Ketika ia mengingat bagaimana cara Kris menatap Yoora dan bersikap mengalah atas sikap Yoora yang meledak-ledak. Ia tau ada rasa cinta terselip di dalamnya. Hanya saja, semua itu masih dugaan.

“Sehun, apa yang kau temukan?” suara Suho menyadarkannya.

“Tidak. Tidak ada.”

Saat Sehun bisa menarik kesimpulan-kesimpulan dari petunjuk yang di dapatnya, satu pertanyaan besar tercipta mewakili semua hal yang belum terjawab itu.

Sebenarnya, apa hubungan antara Suho, Yoora dan Kris?

TBC

 

 

 

 

38 thoughts on “FF : GROWL Chap. 23

  1. irnacho berkata:

    nah apa mungkin suho orang ketiga di antara yoora dan kris? dan kayaknya dulu xiumin, suho, kris sama yoora udah saling kenal deh. temen lama waktu di amerika mungkin. eh tapi xiumin kayaknya ga deh, tau ah bingung. next nya aja di tunggu ^^

  2. Nurnie berkata:

    Ya ampunn . Smkin rmit mslhnya ?? Smoga happy end dchh ..
    Ocee ,lnjuttt adj dchh , soalnya udh gc tw mw coment gmn ?? Hehehe .

    Figthinggggggg😀

  3. osehn96 berkata:

    konfliknya semakin lebar gini. Huhuhu. Apa dulunya mereka terlibat cinta segitiga. Suho kris yoora. ? Dan kalo di pikir sehun ikut ambil alih semua konfliknya yaah yaampun hun. Peluk sehunnya siniii. Yaampuuuun peluk authornya juga biar dpt yg lebih panjangan lagii postnya *eeeeh ahahahhahaha oke always ditunggu yaa kelanjutannyaa

  4. Shofalina Han berkata:

    huaaa kenapa makin ribet??
    Luhan masih penasaran sama Sehun? apa Luhan bakal cari tau sendiri?
    terus itu DO kira2 bakal tau apa kaga kalau nyatanya Sehun yang masuk ke ruangannya?
    sebenernya sih dari awal Kris sama Yoora ketemu mah itu udah nebak kalau emang pernah ada hubungan.. tapi yang masih dibingungin itu Suho.. dia itu siapanya Yoora? apa mungkin Yoora sama Suho satu agen? bukannya orangtua Yoora itu meninggalnya sama kaya orangtua angkatnya Suho? jadi ga mungkin ada hubungan percintaan kan?
    terus itu si Sehun jadi bingung sendiri..
    si Chanyeol mau nyari tau tentang Suho dan Yoora? gimana caranya?
    pada akhirnya si Sehun yang pusing.. kasian Sehun selalu baper kalau sama temen2nya..
    huft.. pokoknya ini FF yang selalu ku nanti.. hihi..
    bahkan menjadi favorite..
    ini FF keren…….
    hoho…
    terimakasih thor udah upload ceritanya..
    ditunggu kelanjutannya.. walaupun lama juga ga masalah..
    hehe

  5. mongochi*hae berkata:

    ooooo hub cinta segitiga y dluny shingga mjd rumit gini ?
    mna soal pembunuhan it msh bnyak myimpan misteri

    next dtunggu

  6. OhSecca berkata:

    Wah… Ini masalahnya makin rumit, masalah satu blm selesai udah tambah masalah lain nya. Ini daebak bgt jalan ceritanya berasa nnton film yg berisi agen2 handal gitu. Ah makin penasaran ada apa antara suho,yoora dan kris. Antara yoora dan kris sdh ada sedikit petunjuk bahwa mereka dulunya ada hubungan ‘special’ yg masih bingung sih antara suho dan yoora apa ada hubungan nya sama masalah yg lg di kerjain sama mereka? Dan apakah yg di maksud ‘pengkhianat’ sama suho adalah Kris?
    Aku jd nebak2 sendiri. Tunggu lanjutan nya ka

  7. ellalibra berkata:

    Next next next eon, q nebak kynya yoora,kris,suho,xiumin dmasa lalu mrk dan ada hubungannya sm kasus yg lg dpecahin sm suho ,,, g sabar pst complicated crtny ,,,dtunggu eon fighting🙂

  8. yoojin berkata:

    masalahnya tambah rumit…kasian sehun huhuhu
    updatenya jangan lama” ya thour. penasaran….

    ff autumn sama daddy bestfriend update lagi ya…kangen ama dua ff itu

    fighting authour~nim ^^.

  9. Mmzzaa berkata:

    Suho kayanya orang ketiga antara kris dan yoora..
    Trus xiumin, suho, kris, yoora mereka teman senasib sama2 seorang agent.. kayanya..
    Ihh aku kangen sama kris jadinya :((

  10. Nanako gogatsu berkata:

    Uwoooo…. Makin penasaran ama ni klnjutan ff nya,,, keren banget… Akhirnya sehun tau hubungan anatara suho-yoora-kris,, walaupun belum sepenuhnya… Pokoknya semangat trus.. N jangan lupa lord of the legend nya eonni… Hehe😀

  11. wearexo berkata:

    friendship nya terasa banget. walaupun di reallife exo terpecah belah.
    tapi disini readers bisa ngerasain persahabatan yang kuat.

    semangat thor. jangan kasih mereka masalah terus. kasian hehehe^^

  12. Jung Han Ni berkata:

    wahh penasaran banget tentang yoora, suho sama kris di masa lalu
    Luhan mau cari tau diem2 ya?
    ditunggu eonni lanjutannya😀 keep writing n hwaiting! ^^

  13. Shofalina Han berkata:

    huaaa aku nungguin ff ini .-.
    tapi setiap kali di liat, nyatanya belum ada update-an (padahal bisa nunggu notif di email)..
    kapan dilanjut?? penasaran pake banget..
    ff lainnya juga .-.
    huhuhu jangan sampe kaga dilanjut dong😦 ntar aku jadi sedih nih #curcol .-.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s