FF : GROWL Chap. 22

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

“Barusan kau bilang apa?” Xiumin meminta Suho untuk mengulangi ucapannya dengan tatapan yang terus terfokus pada murid-murid laki-laki itu. “Mereka…”

“Bagaimana bisa kalian saling mengenal?”tanya Chanyeol tak kalah terkejut.

“Dia adalah rekanku di NSA dulu.”

“APA?!”pekik mereka serempak.

“Junmyeon, apa kau sudah gila? Mereka adalah tim yang kau bentuk? Orang-orang ini?!”

“Hey, memangnya apa yang salah dari kami?”protes Kai tak terima.

“Dia pasti terkejut karena tim Suho adalah sekelompok orang-orang yang sering masuk sel.”sahut Lay tersenyum geli.

“Aku harap dia tidak memiliki penyakit jantung.”timpal Baekhyun tertawa.

“Junmyeon, kau harus pikirkan lagi. Ini tentang masa depan NSA!” Xiumin mencoba meyakinkan Suho. “Kenapa harus orang-orang ini?!”

“Minseok, mereka yang menemukan barang bukti ini.”balas Suho mencoba meredam kekesalan Xiumin. “Karena mereka, aku jadi mengetahui jika ada pengkhianat di tim kita.”

“Tapi—“

“Aku sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk bertengkar denganmu.”potong Sehun enggan memperpanjang masalah. Pria tinggi itu berjalan mendekati Suho. “Kyungsoo memutuskan untuk kembali ke rumahnya secepat mungkin. Dia bilang dia harus kembali agar bisa mengetahui dimana keberadaan ayahnya.”ujarnya tanpa basa-basi.

“Itu bagus. Jika dia kembali ke rumahnya, mungkin saja dia bisa mendapatkan sedikit informasi. Dan kau bisa memberitahukan informasi itu padaku.”

“Tidak.” Sehun langsung menggeleng. “Dia bisa saja berada dalam bahaya jika kembali ke rumahnya.”

“Itu adalah rumahnya. Bagaimana bisa itu berbahaya?”

Sehun menghembuskan napas panjang, berusaha menahan kekesalannya, “Kau tidak lupa jika ayahnya terlibat dalam kasus ini. Dia berada dalam bahaya jika dia berada di rumah sendirian!”

“Sehun, kau hanya terlalu berpikir. Sudah jelas—“

“ITU KARENA KAU SELALU HIDUP SENDIRI!” bentak Sehun akhirnya, membuat seluruh orang yang ada di ruangan itu terperangah. “Dengar, aku tau jika kau hanya menganggap Kyungsoo sebagai umpan agar kau bisa mengetahui dimana keberadaan ayahnya. Tapi dia adalah sahabatku!” Ia menekankan kalimat akhirnya. Rahangnya mengatup keras, “Kau terllau egois karena kau hanya memikirkan kematian ayahmu. Kau hanya berpikir untuk bisa mendapatkan pelakunya secepatnya tanpa memikirkan efek dari hal itu. Apa kau tau bagaimana ekspresinya saat dia menceritakan semuanya padaku?! Saat dia mengatakan jika dia sangat merindukan ayahnya dan mengkhawatirkan keberadaannya yang tidak di ketahui. APA KAU TAU BAGAIMANA SOROT MATANYA?!”

“Cukup Sehun, jangan membentak kakakku!”tandas Chen. Kai langsung menahan lengannya, meredam emosi pria itu.

Sehun mengalihkan tatapannya pada Chen lalu mengangguk, “Yah, memang benar dia adalah kakakmu.”ucapnya lirih. “Jadi, aku minta padamu tolong ajarkan dia apa artinya persahabatan. Dia memang mengetahui apa artinya keluarga tapi… dia sama sekali tidak tau apa artinya persahabatan.” Pria berkulit pucat itu berbalik, berjalan meninggalkan tempat itu dengan langkah-langkah geram.

Pada akhirnya, amarahnya sudah tidak bisa di redam. Pada akhirnya, semuanya meledak. Semua hal yang ia inginkan berjalan baik ternyata tidak berjalan sesuai harapannya. Hal itu membuatnya sangat kesal dan marah. Ketika sahabatnya kini bersikap seolah-olah tidak mengenalnya dan sahabatnya yang lain berada dalam bahaya. Dia sangat kesal karena dia tidak bisa melakukan apapun untuk menyelesaikan hal itu.

“Ya, Oh Sehun.” Tao dan Chanyeol yang menyusulnya duduk mengapit pria itu.

Sehun tidak menoleh, terus menatap ke depan, “Kalian menemukanku?”

“Kau tidak memiliki mobil atau motor. Kau melarikan diri dengan berjalan kaki, tentu saja kami bisa menemukanmu dengan mudah.”jawab Tao sambil melemparkan seringaiannya pada Chanyeol dan terkekeh.

Sehun tersenyum, “Brengsek.”

“Dan… lagi-lagi kau menyembunyikan sesuatu dari kami,”

Chanyeol mengangguk setuju, “Kenapa kau tidak bilang jika ayah Kyungsoo terlibat?”

“Dia memintaku untuk tidak membicarakan hal ini pada siapapun.”balas Sehun pelan. Pria itu menarik napas panjang dan menghembuskannya panjang-panjang juga. “Bagaimana ini? Aku benar-benar kesal hingga aku ingin memukul semua orang.”

Tao menepuk pundak Sehun pelan, “Tidak perduli apapun yang akan terjadi, kami akan selalu mempercayaimu.”

“Lakukan apapun yang kau mau. Jika menurutmu itu adalah hal yang benar, aku akan berada di belakangmu.”sahut Chanyeol.

“Apa orang yang sedang kalian bicarakan adalah pria kerdil yang ada di rumahmu waktu itu?” suara seseorang tiba-tiba terdengar dari belakang mereka. Ketiganya menoleh dan sontak mengerutkan kening. Bagaimana dia bisa tau jika mereka ada disini?

Kai berjalan dengan langkah santai, berdiri di hadapan tiga orang itu, “Benar, kan?”

Chanyeol mendengus, “Kau sedang menguping pembicaraan kami?”

“Tidak. Hanya kebetulan mendengarnya.”elak Kai. “Aku kemari karena aku ingin bertanya tentang mobilku. Apa kau sudah selesai memperbaikinya?”

“Kau bisa mengambilnya di rumahku hari ini.”

“Oke, nanti sore aku akan pergi kesana.”ucapnya. “Dan…apa Yoora noona ada di rumah?”

Chanyeol sontak berdiri dan menatap Kai dengan tatapan tajam, “Jangan macam-macam dengan kakakku!”

Kai terkekeh, “Oke oke, baiklah. Aku hanya bercanda.”

***___***

Kai pergi ke rumah Chanyeol sore harinya, namun tidak seperti perkiraannya, rumah itu terlihat sangat sepi. Memasuki bengkel, Kai juga tidak menemukan siapapun disana.

“Selamat da… Oh? Kau?” Seseorang menyambutnya dengan mata membulat lebar. Ia sangat terkejut ketika melihat Kai berdiri di bengkel Chanyeol. “Kau adalah Kai, kan? Yang waktu itu bertengkar dengan Sehun.”

Seseorang yang ternyata bernama Kai itu tertawa dan mengangguk mantap, “Ingatanmu bagus juga.”

“Mau apa kau kemari?”tanya Kyungsoo sedikit gugup.

“Tsk, aku baru saja memuji ingatanmu. Tapi kau melupakan hal yang lainnya.” Kai berdecak sambil geleng-geleng kepala. “Aku kemari karena aku mau mengambil mobilku yang di perbaiki oleh orang-orang itu.”

“Mobil?” Kyungsoo menoleh, menatap deretan mobil-mobil yang ada disana dan pandangannya terjatuh pada mobil yang berada di sudut. Oh benar juga, itu mobilnya. “Tapi Chanyeol dan yang lain belum kembali.”

“Benarkah? Kemana mereka?”

Kyungsoo menggeleng, “Tidak tau. Mereka bilang ada urusan.”

Kai mengangguk-angguk. Ia tau jika Kyungsoo tidak mengetahui apapun dan di lihat dari pertengkaran antara Sehun dan Suho tadi, Sehun bersikeras ingin melindungi orang ini. Yah, melindunginya dari kenyataan pahit tentang ayahnya.

“Kalau begitu, bolehkah aku menunggu disini?”

“Menunggu?!” Kyungsoo terkejut dengan permintaan Kai itu. Hanya ada dirinya di rumah itu dan dia sama sekali tidak mengenalnya. Hanya mengetahui jika pria itu adalah musuh bebuyutan Sehun.

“Yah, ada yang ingin ku tanyakan tentang mobilku. Tapi, jika kau mengerti, aku akan bertanya padamu saja.”

Kyungsoo menggeleng pelan, “Aku tidak mengerti.”

“Kalau begitu biarkan aku menunggu.” Kai tersenyum.

“B-baiklah.”

Mau tidak mau, Kyungsoo membiarkan pria itu menunggu di bengkel Chanyeol. Kesampingkan dulu urusan itu, sekarang, anggap dia sebagai seseorang kostumer.

“Minumlah.” Kyungsoo memberikan segelas air untuk pria itu dan duduk di sampingnya.

“Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Apa kau teman mereka atau….?”

“Sebenarnya, aku mengenal mereka belum begitu lama.” Kyungsoo menggaruk belakang kepalanya kikuk.

“Lalu, kau tinggal di rumah ini?”

“Sebenarnya… ada sesuatu hal yang sudah terjadi sehingga aku tinggal disini untuk beberapa waktu.”ucap Kyungsoo.

“Jadi kau sahabat baru mereka yang tinggal di rumah ini?” Kai memperjelas kalimatnya. Kyungsoo hanya mengangguk. “Baiklah. Perkenalkan, namaku Kai.”

“Yah, aku tau itu.”

Kai tersenyum bangga, “Aku memang cukup terkenal.” Pria itu kemudian berpindah, duduk di samping Kyungsoo. “Lalu, dimana sekolahmu?”

“Aku berada di sekolah yang sama dengan Sehun. Hanya saja kami berbeda kelas.”

“Oh.”

“Kenapa kau memberikanku banyak pertanyaan?”tanya Kyungsoo sedikit bingung.

“Aku hanya ingin tau.” Pria itu tetap bersikap santai, membuat Kyungsoo sebenarnya sedikit tidak nyaman.

Akhirnya, Chanyeol dan yang lain muncul, menyelamatkan Kyungsoo dari ketidaknyamanannya. “Apa yang kalian lakukan?”

Kyungsoo langsung berdiri, “Dia menunggumu untuk mengambil mobil.”

“Darimana saja kalian? Jika sudah waktunya pulang sekolah, kalian harus langsung pulang ke rumah. Kenapa kalian membiarkan anak ini berada di rumah sendirian? Bagaimana jika dia di culik oleh seseorang?”

Sehun menatap Kai tajam sementara Kai tersenyum membalas tatapannya. Sehun menyadari jika Kai telah banyak mendengar dan banyak mengetahui. Arti ucapannya adalah sebuah peringatan, ia memberitahu Sehun secara tidak langsung agar dia tidak membiarkan Kyungsoo sendirian.

“Memangnya siapa yang akan menculikku?” Kyungsoo bertanya bingung.

Menyadari keadaan, Tao merangkul pundak pria mungil itu dan membawanya masuk ke dalam rumah, “Ayo Kyungsoo.”

Chanyeol mengambil kunci mobil Kai di tempat penyimpanan dan memberikannya pada pria itu, “Ini kunci mobilmu dan ini rincian biayanya. Segera bayar dan segera pergi.”

Kai menerima kuncinya dan kertas rincian pembayaran dengan tatapan yang terus mengarah pada Sehun. Melangkah ke depan hingga jarak yang tercipta antara keduanya mengecil, di tatapnya Sehun tepat di manik mata.

“Dia berada dalam bahaya.”bisiknya. “Kau harus mengantarnya jika dia bersikeras untuk kembali ke rumahnya. Malam ini, aku akan berjaga di sekitar rumahnya.”

“Aku yang akan berjaga.”desis Sehun.

Kai tertawa mendengus, “Kau pikir kau bisa menyelesaikan segalanya sendirian?”kata laki-laki itu. “Jika kau tidak segera menyelesaikan masalahmu dengannya, dia akan semakin jauh darimu. Dan aku yakin, kau tidak akan pernah siap untuk kehilangannya.”

Mata Sehun melebar, ia langsung menoleh, menatap Kai terkejut, “Darimana kau tau?”

Kai tersenyum tipis, “Karena biasanya aku melihat kalian selalu berempat. Terasa aneh ketika aku hanya melihat kalian selalu bertiga.” Pria itu mengedipkan sebelah matanya, merasa bangga dengan dirinya sendiri. Kemudian ia mengulurkan tangan, menepuk sebelah pundak Sehun, “Karena pria melankolis sepertimu tidak akan pernah bisa menang jika melawan hati.” Ia menepuk pundak Sehun lagi lalu berbalik, membayar biaya perbaikan mobilnya pada Chanyeol. “Ambil saja kembaliannya. Belikan makanan enak untuk Yoora noona.”

“Brengsek ini, benar-benar…”umpat Chanyeol kesal.

“Kenapa kau melakukan ini?” suara Sehun menghentikan langkah Kai yang sudah akan pergi.

Kai terdiam sejenak, tetap berdiri di tempatnya tanpa menoleh, “Karena aku tidak mau kau menjadi pahlawan sendirian.”

Pria berkulit cokelat itu akhirnya pergi. Sementara Chanyeol langsung menghampiri Sehun dan merangkul pundaknya, “Kau tidak apa-apa?”tanyanya khawatir Sehun akan marah atas ucapan Kai. Namun , dugaannya salah. Sahabatnya itu menggeleng dan tersenyum menatapnya.

“Aku tidak apa-apa. Ayo masuk, aku sudah lapar.”

***___***

“Junmyeon, aku benar-benar tidak tau apa yang sedang kau pikirkan!” Xiumin mengacak rambutnya frustasi. “Bagaimana bisa kau mempekerjakan mereka? Mereka adalah pembuat onar!”

Suho menghela napas panjang, “Xiumin, aku tau itu.”

“Jika kau mengetahuinya, kenapa kau masih melakukannya?” Polisi itu menghembuskan napas keras. “Dan…lihat saja tadi? Anak itu bahkan tidak menuruti perintahmu!”

“Polisi Kim, apakah kau tidak memiliki pekerjaan?” tanya Chen jengah dengan sikap Xiumin yang sejak tadi mengganggu kakaknya. “Sudah sangat lama kau berada disini, apa kau tidak kembali ke kantormu?”

“Jadi kau mengusirku?”sengit Xiumin. “Baiklah, baik, aku akan pergi. Tapi, aku sudah memperingatkanmu, Junmyeon.” Pria itu berdiri sambil mengambil jaket dan tasnya lal ubergegas pergi, namun ketika baru saja sampai di ambang pintu, ia menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik. “Dan biar aku peringatkan padamu,” ia mengalihkan tatapannya pada Chen, “Bahkan adik kandungmu ini sering menjadi buronan polisi.”

Chen hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala, “Dasar, dia sudah tua tapi suka membicarakan orang lain.”gumamnya.

Chen bergabung dengan Suho di sofa ruang tamu. Duduk di hadapannya, Chen menatap kakaknya itu lurus.

“Aku tidak akan berpihak pada siapapun.”ucapnya tegas. “Tapi, walaupun mereka adalah pembuat onar tapi mereka adalah orang-orang yang paling bisa kau percaya.” Ucapannya membuat Suho mengangkat wajah, balas menatapnya. “Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan. Mereka tidak akan meninggalkanmu karena mereka memiliki kisah yang sama.”

***___***

“Kau sungguh-sungguh akan kembali ke rumahmu?”tanya Chanyeol dengan ekspresi sedih. “Kau tidak mau menunggu hingga Yoora noona pulang?”

Kyungsoo tersenyum, “Aku akan menemuinya nanti.”ucapnya. “Terima kasih, Chanyeol. Maafkan aku karena aku sudah merepotkanmu.”

“Merepotkan apanya? Kau adalah sahabat kami.”

Kyungsoo tersenyum lagi, “Terima kasih.”

“Kami akan menunggu di halte sekolah besok pagi.”sahut Tao menepuk pundak Kyungsoo.

Pria mungil itu mengangguk, “Terima kasih, Tao.”

“Aku akan mengantarnya dulu. Chanyeol, aku pinjam mobilmu.” Sehun menunjukkan kuncinya pada Chanyeol lalu berjalan menuju mobil.

Chanyeol mengangguk. Punggungnya membungkuk, menjajarkan wajahnya dengan Kyungsoo yang sudah duduk di samping kursi kemudi, “Berhati-hati lah.”ucapnya sambil melambaikan tangan.

“Aku tidak bisa berbohong, aku mulai menyukainya.”Ujar Tao masih memandang mobil yang mulai menjauh.

Chanyeol mengangguk, “Walaupun ia terkadang membuatku kesal, tapi aku sudah menganggapnya sebagai bagian dari kita.” Pria tinggi itu menghela napas panjang. “Sudahlah, ayo masuk.”

“Tidak.” Ucapan Tao langsung membuat Chanyeol menghentikan langkahnya, pria itu menatap sahabatnya dengan kening berkerut. Tao tersenyum, “Aku juga akan pulang sekarang.”serunya. “Aku sudah meninggalkan rumah cukup lama, aku yakin Kris pasti sangat marah.”

Chanyeol menahan lengan Tao dan melemparkan tatapan khawatir padanya, “Kau yakin?”

Tao tertawa, “Tentu saja. Kau tau aku bisa menyelesaikannya.”

“Hey, ini hanya kemungkinan, tapi…jika kau di pukul atau di usir, jangan pergi kemanapun, kau harus datang kesini. Mengerti?”

“Aku tau. Terima kasih.”

***___***

Sehun menolak ketika Kyungsoo memintanya untuk menurunkannya di depan jalan kecil yang biasa mereka lewati. Ia bersikeras meminta Kyungsoo memberitahunya jalan besar yang bisa di lalui mobil agar ia bisa mengantarnya hingga ke depan rumah. Pada akhirnya Kyungsoo menurut, ia tau ia bisa mempercayai Sehun sehingga ia membiarkannya mengantarnya hingga depan rumah.

“Jika terjadi sesuatu, cepat hubungi aku.”

Kyungsoo melompat keluar mobil dan mengangguk, “Baiklah.”

“Jangan lupa mengunci semua pintu dan pagar.”

Kyungsoo mengangguk lagi. “Iya. Kalau begitu, aku masuk dulu.”

Sehun tidak langsung meninggalkan tempat itu. Menggunakan ponsel Chanyeol, ia mengirim alamat pada Kai tentang jalan yang bisa ia lewati dengan mobil. Pria itu masih berada di depan rumah Kyungsoo hingga Kai datang.

Tak lama, mobil Kai terlihat. Sehun keluar dari mobil dan menghampiri pria itu yang memarkirkan mobilnya tak jauh dari sana. Sehun membungkuk, menjajarkan wajahnya dengan jendela mobil.

“Haruskah aku menemanimu?”

Kai tertawa, “Jangan gila. Aku lebih baik sendirian.”

“Baiklah. Hubungi aku jika terjadi sesuatu.”

“Jangan memerintahku.”dengus Kai.

Sehun terkekeh, “Aku hanya memberitahu.”

“Pulanglah. Selesaikan masalahmu yang lain.”

“Oke.”

***___***

Tao pikir tidak ada siapapun di rumahnya. Nmaun ternyata ia salah. Seseorang sudah menunggunya di dalam dan menyambutnya dengan sebauh pukulan keras sesaat setelah ia membuka pintu.

Tao seketika tersungkur ke lantai dengan darah yang merembes melewati sudut bibirnya. Ia mengangkat wajahnya dan mendapati tubuh menjulang Kris sedang menatapnya dengan tatapan tajam.

“Aku kecewa padamu, Zitao.”

Hanya satu kalimat pendek yang di lontarkan oleh pria berwajah dingin itu sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Tao menaiki anak tangga. Bantingan pintu terdengar keras hingga ke lantai dasar. Di tempatnya, Tao menghusap sudut bibirnya dan menundukkan kepalanya dalam-dalam. Kenapa ada bagian yang terasa sakit di dadanya? Ini memang bukan pertama kalinya ia di pukul oleh kakak sepupunya. Tapi ini pertama kalinya ia mendengar ucapan itu. Ucapan yang terdengar penuh rasa kekecewaan.

Dia tau, semua ini adalah kesalahannya. Sepenuhnya. Dan dia tau, di salah satu bagian kosong di hatinya, ia merindukan Kris. Ia merindukan keluarganya. Namun, luka-luka itu sangat sulit untuk di obati karena keseluruhannya sangat bernanah dan akut. Jika sahabat-sahabatnya berada di bagian penyembuh di hatinya, Kris dan keluarganya berada di bagian yang terluka. Bagian terluka yang tidak ia tau bagaimana cara untuk mengobatinya.

***___***

Sehun memberanikan dirinya pergi ke rumah Luhan saat hari sudah sangat larut. Terpaksa, ia membuat ibu Luhan terbangun untuk membukakan pintu untuknya. Hendak bertanya apa yang sedang terjadi, wanita paruh baya itu mengurungkan niatnya ketika ia melihat sorot mata teduh Sehun. Anak laki-laki itu terlihat sangat sedih. Bahkan ketika ia tersenyum, ibu Luhan tau sesuatu telah terjadi pada dirinya.

Wanita paruh baya itu mengulurkan tangannya, menghusap kepala Sehun dengan lembut tanpa suara. Seakan telah mengerti rasa sakit yang di rasakan anak laki-laki itu. Kemudian ia mempersilakan Sehun masuk dan memberikannya waktu untuk menyelesaikan masalahnya. Ketika Luhan dan Sehun bertengkar, keduanya tidak akan bisa menyembunyikan hal itu. Mereka akan saling menunjukkan luka mereka tanpa sadar dan pada akhirnya salah satu dari mereka akan minta maaf lebih dulu. Kali ini, giliran Sehun.

Berdiri di depan pintu kamar Luhan, Sehun tau pria itu belum tidur. Ia tau kebiasaan Luhan yang selalu mendengarkan musik saat dia pergi tidur dan malam itu, Sehun tidak mendengar suara apapun walaupun lampu kamarnya telah di matikan. Itu artinya dia masih terjaga.

Sehun menelan ludahnya, mengepalkan kedua tangannya di samping tubuh, mengumpulkan segala keberaniannya, “Jika kau marah padaku, maka keluarlah dan pukul aku.”ucapnya lirih. “Tumpahkan seluruh amarahmu padaku. Tapi, aku mohon jangan diamkan aku seperti ini.”

Di dalam kamar, Luhan mendengar itu.

“Ini terasa sangat aneh ketika aku hanya berjalan dengan dua sahabatku dan tidak melihatmu diantara kami. Semuanya terasa aneh ketika kau tidak ada.” suara Sehun terdengar bergetar. “Luhan, biasanya kau akan memarahiku ketika aku mulai melakukan hal-hal aneh. Biasanya kau akan memukul kepalaku ketika aku mulai mengacaukan ruang kelas. Tapi sekarang, bahkan ketika aku membolos di tengah jam pelajaran, kau tidak pernah lagi mencariku. Maafkan aku, Luhan… Aku memiliki hal yang tidak bisa aku bicarakan padamu. Tapi saat ini, aku benar-benar merasa kesepian. Aku benar-benar kesepian hingga rasanya aku selalu ingin menangis.” Sebuah berlingan air mata menetes dan membentuk sungai kecil di pipi Sehun. “Luhan, kau tau aku tidak pernah melakukan hal yang akan menyakitimu dan eoma. Kau tau aku akan selalu melakukan hal-hal yang bisa membahagiakan kalian. Tidak perduli apapun caranya, tolong percaya padaku kali ini. Tolong dukung aku agar aku bisa menjadi lebih kuat.”

Luhan memejamkan matanya kuat-kuat. Sehun bukanlah seseorang yang mudah menangis, bahkan dia hampir tidak pernah menangis sepanjang hidupnya. Tapi kali ini, pria itu mengeluarkan air mata. Bahkan hingga terisak. Itu artinya dia sedang berada di titik paling bawah. Dia sedang membutuhkan pertolongan.

Tangan seseorang terulur, mengatup kedua pipi Sehun dengan telapak tangan. Sehun mengangkat pandangannya dan mendapati ibu Luhan sudah menangis menatapnya.

“Apa yang sudah terjadi, hm?”tanya wanita itu ikut terisak. “Apa ada yang menyakiti anak eoma? Apa seseorang sudah membuatmu bersedih?”

Sehun tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. Pria itu langsung memeluk wanita itu dan menangis terisak. Menumpahkan seluruh rasa sakitnya di pelukan hangat yang selalu ia rindukan. Pelukan seorang ibu yang selalu bisa membuatnya tenang.

“Eoma, maafkan aku.”

“Kau adalah anak yang baik. Eoma percaya padamu. Jangan menangis lagi, mengerti?”

Luhan membuka pintu kamarnya, menatap dua orang itu lirih. Ibunya mengalihkan tatapan padanya sambil terus memeluk Sehun. Anaknya juga sedang menangis.

Luhan mengulurkan tangannya, menghusap kepala Sehun lembut, “Kau tau aku selalu mempercayaimu.”

***___***

“Kenapa kau duduk disini seorang diri?” Yoora turun dari motor besarnya, menghampiri adiknya yang sedang duduk di kursi yang ada di depan bengkel dengan wajah murung. “Kau tidak tidur? Ini sudah larut malam.”

“Aku menunggu Tao.”

Wanita itu menjatuhkan diri di samping Chanyeol, “Kenapa?”

“Dia bilang dia akan pulang tapi aku takut dia di marahi oleh kakaknya dan kabur lagi.”

“Bukankah kau tau jika dia akan selalu kesini ketika dia sedang kabur?”

“Tetap saja, aku sangat mengkhawatirkannya, noona.”

“Tenang saja. Dia tidak akan terluka.”ujar Yoona mencoba menghibur adiknya itu.

“Noona tidak mengenal kakaknya. Dia sangat kejam dan dingin. Dia bahkan sering memukuli Sehun dulu.”

Yoora seketika tertegun, ‘Aku mengenalnya dengan sangat baik, Chanyeol.’

“Percayalah. Dia tidak akan melukai Tao. Bukankah dia adalah kakaknya?”

“Tapi—“

“Ayo masuk.” Yoora menarik lengan adiknya itu dan menyeretnya masuk ke dalam. “Kau bisa masuk angina jika berada di luar.” Chanyeol menurut. Ia mengikuti langkah kakaknya. “Ngomong-ngomong, dimana Kyungsoo?”

Chanyeol melemparkan tubuhnya ke sofa dengan helaan napas panjang, “Dia bilang dia akan kembali ke rumahnya.”

Yoora hampir saja tersedak minumannya karena terkejut, “Huh? Kenapa?”

“Tidak tau. Dia bilang dia merasa tidak enak terus-menerus tinggal disini..”

“Tidak enak? Dia baru merasa tidak enak ketika hampir satu bulan tinggal disini? Dasar, anak itu…” Yoora juga menjatuhkan diri di sofa. “Aaaaah, tapi aku pasti akan merindukannya.”

***___***

Pagi harinya, ketika jam dinding masih menunjukkan pukul 5 pagi, Chanyeol sudah selesai membersihkan dirinya. Dia tidak bisa tidur semalaman karena terus memikirkan Tao. Ponselnya juga tidak bisa di hubungi. Apa dia baik-baik saja?

Pria tinggi itu berdiri di depan cermin sambil menghembuskan napas panjang, “Sebaiknya berpikir positif.” Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. “Huh? Dimana deodorant-ku?” gumamnya sambil membuka laci kecil meja belajarnya. “Pasti di kamar Yoora noona.”

Chanyeol lantas pergi menuju kamar Yoora sambil menggerutu. Wanita itu, sudah berkali-kali di beritahu untuk tidak masuk ke kamarnya dan menggunakan barang-barangnya seenaknya, tapi dia tidak pernah mau mendengar.

“Oh, astaga.” Chanyeol masuk ke dalam kamar kakaknya dan mendapati posisi tidur Yoora yang seperti anak laki-laki. Guling dan selimutnya bertebaran di lantai sementara ia tidur dengan kedua kaki terbuka lebar. Chanyeol mengambil guling dan selimut yan gterjatuh di lantai, meletakkan guling di samping tubuh kakaknya dan menyelimutinya. Ia juga membenarkan posisi tidur Yoora.

“Kau ini kakak laki-laki atau kakak perempuanku?”dengus Chanyeol.

Berjalan menuju meja rias Yoora, seperti dugaannya, ia menemukan deodorant-nya disana. Lagi-lagi ia mendengus, “Dan ini adalah deodorant milik laki-laki, bagaimana bisa kau memakainya?”

Sudah akan pergi, tiba-tiba mata Chanyeol menangkap sesuatu yang tergeletak di atas meja. Sebuah kertas foto yang terselip di halaman novel. Chanyeol mengulurkan tangannya, mengambil novel itu dan menarik lembar foto itu dari sana. Seketika matanya terbelalak lebar. Tidak, ia tidak salah melihat. Dua orang di foto itu sangat di kenalnya. Keduanya sedang duduk bersama dan menunjukkan minuman kearah kamera.

“Yoora noona dan….Suho?”

TBC

26 thoughts on “FF : GROWL Chap. 22

  1. shofalina han berkata:

    aku gatau mau coment apaan .-.
    bingung.
    yang jelas itu Tao gapapa kan?
    terus Luhan sama Sehun udah baikan kan?
    terus Kai jagain DO kan?
    terus gimana reaksi Yoora kalau nanti ditanya Chanyeol hal foto?
    terus.. kebanyakan terus .-.
    FF nya keren dahh.. selalu bikin penasaran..
    hehehe..
    fighting.. aku selalu menunggu FF mu thor..
    FF yg lainnya juga😀

  2. OhSecca berkata:

    Suka banget brothership nya mereka 😂 jadi baper waktu baca part HunHan 😭 jd penasaran ada hubungan apa antara yoora dan suho. Mereka mantan kekasih kah? Atau hanya sahabat?
    Dan pada akhirnya disini D.O yg akan di lindungi.

  3. osehn96 berkata:

    kai ngeselin, lucu tapi klo ngomong suka bener hehehe. Sehun luhan main perasaan banget bikin melow gini :’).sejago2 sehun tetep aja lemah kalo gak ada dukungan dr org tersayangnya. Huhuhu. Semoga kyungsoo baik2 aja. Kaisoo mulai muncul kayanya hihi. Yoora sama suho? Whaaat the tbc nya disituuu? Hahaha oke ditunggu slanjutnya

  4. So eun_Sehun berkata:

    Bingung aku thor mau komen apa semuax terlalu menguras perasaan…
    Sebenerx ada apa antara kris-yoora-suho itu thor….kok membingungkan…
    Apa mereka dulu adalah anggota NSA??
    Kalo’ iya sih juga ga’ pa2 jadi seru nantix…
    Udahlah lanjut chingu..chap ini bagus bingitz hunhanx…

  5. mongochi*hae berkata:

    yeay…
    posting cpet..

    hah… ap hub yoora dg suho dluny ?
    hn..
    makin penasaraan aj am ceritany

    ciyeeee yg sdh makin dket*senggol kai-sehun

    next part dtunggu

  6. Jung Han Ni berkata:

    huhu sedih pas baca bagian hunhan, sampe nangis bacanya😥 akhirnya luhan maafin sehun..
    ada apa nih diantara yoora dan suho?
    keep writing n hwaiting eon! ^^

  7. Nurnie berkata:

    What ?? Suho ??
    Kirain kris, lochh app hubungan yoora sma suho yaa , app mreka dlu 1 tim yaa eonni !!🙂
    gomawo eonni udh post cpett , heheh .. Bsok2 cpet jga yaa eonn ! Hehehe #ngarep

    next eonni

  8. niza berkata:

    O_O sperti.y semua rhasia sdikit dmi sdikit mlai trkuak….. D tnggu bnget klnjutan.y
    Smoga fast update trusss yahhhhh
    Hwaiting !!!!!

  9. ellalibra berkata:

    Yeeeah akhirnya sudah mulai terungkap hubungan yoora ma suho dimasalalu ,kira” kris sp yoora dmasa lalu ?? Sedih nyampe nangis q liat sehun luhan ma eomma ny luhan huhuhuu ……Next eon dtunggu

  10. wikapratiwi8wp berkata:

    Part keseluruhan dari semua ff oh mija itu yang paling banyak disukai adalah partnya HunHan.. Dan part ini bikin Baper banget loh mija.. Apalagi pas bahas kesepian..
    Sehun sama Luhan kan sekarang2 ini lagi sring banget bahas kalo mereka ngerasa “lonely” sekarang… Huaaaa kau mengacaukan perasaanku Mija hahaha
    Aku berharap ff ini bisa terus di next ya Mija.. Kayaknya ff hunhan yang masih berlanjut dan sering dilanjut cuma Growl doang.. Really, I miss their ff.. Especially ur created.. Heumm…
    I’ll wait the next chapter.. Fighting mija!!!

  11. Abc berkata:

    Kenapa part kris sedikit bgt???
    Trus terakhirnya kirain foto yoora sama kris ternyata suho.. jd penasaran..
    Banyakin part kris sama yoora dong eonnie ^^
    Oke lanjut trrus yaaa ^^

  12. HunHo_Suho berkata:

    Itu yoora ada hubungan apa sama suho? Terus tao gak papa kan?? Terus DO juga gak papa kan? Terus kai mau jagain DO? Terus xiumin belum terima anggota sehun langganan polisi? Terus yoora-suho-kris ada hubungan apa?? Terus ini ff kenapa banyak banget misteri nya?? Hunhan moment bikin keki, hanya di ff ini yg masih memasukkan unsur HunHan tapi di dunia nyata sekarang Sehun-Suho moment nya …. Kok ff ini makin ke part selanjutnya makin aneh kak?? Semua nya terkesan mendadak-cepat-dan ngebet?? Cerita ini juga seperti di paksain gitu?? Jdi suasananyaa kaku kak??? Sungguh ff ini banyak sangat miseteri nyaa kapan semua terbongkar?? Penasaran kak ~°~

  13. Syifa Mu berkata:

    Keren..! Daebakk~ ^o^

    lanjut nde.. Di tunggu~

    Eonni, ‘growl’ udah lanjut, ‘crazy without you’ juga udah.. Terus ‘The Tree House 2’ kapan..?
    Aku nunggu lho~

    ^_^

    Keep Writting !
    FIGHTING !

    ^o^

  14. melitaulia. berkata:

    wahh kok sama suho eon? aku kira sama kris.
    makin seru aja. makin bikin penasaran😁
    semoga cepet dilanjutin ya eon..

    -tolong ff daddy’s best friend nya dilanjutin eon.-
    terimakasih 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s