Crazy Without You Part 21

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    : “Ini adalah hal yang aku yakini, jadi tidak akan ada hal-hal buruk yang akan terjadi. Percayalah padaku.”

Donghae tau banyak staff yang sedang membicarakannya ketika ia membawa Sehun ke tempat dimana akan di langsungkannya fan meeting. Tapi dia tidak perduli. Beberapa rumor memang sudah berhembus keluar, banyak yang bertanya-tanya jika apa benar Donghae sedang mengencani seorang janda yang memiliki satu anak atau tidak. Itu memang benar dan sekali lagi dia tidak perduli.

“Donghae, sudah waktunya rehearsal. Ayo.” Ajak Eunhyuk.

Donghae mengangguk lalu menoleh kearah Sehun, “Sehunnie, kau mau ikut ahjussi?”

“Kemana?”

“Pergi ke panggung.”

“Apa tidak apa-apa?”tanya Sehun sedikit ragu. “Semua orang disini menatapku dengan tatapan aneh.”

“Tidak apa-apa.” Donghae menghusap kepala Sehun. “Ayo.”

Pria itu menggandeng lengan Sehun dan membawanya pergi ke area panggung. Eunhyuk sudah berdiri disana, sedang mendiskusikan sesuatu dengan seseorang. Donghae menyuruh Sehun duduk di kursi penonton paling depan dan menyusul sahabatnya naik keatas panggung.

Sehun sudah mulai terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Salon besar, suara berisik dan panggung. Yah, hal-hal yang tidak pernah ia hiraukan sebelumnya.

Menikmati penampilan Donghae dan Eunhyuk yang membawakan beberapa lagu, akhirnya rehearsal selesai setelah satu jam. Tersisa dua jam lagi sebelum fan meeting di mulai.

“Bagaimana penampilan ahjussi?” Eunhyuk melompat ke depan Sehun dengan senyuman lebar.

“Bagus!” Sehun menunjukkan ibu jarinya. “Ahjussi sangat pandai menari.”

“Tentu saja!”

“Kau lapar? Kau mau makan sesuatu?”tawar Donghae menjatuhkan diri di samping anak laki-laki itu.

Sehun menggeleng, “Aku tidak terlalu lapar. Aku akan menunggu hingga acara ahjussi selesai.”

“Baiklah. Bagaimana jika kita makan bersama setelah ini?”ucapnya. “Ah, kita juga bisa jalan-jalan sebentar.”

Sehun mengangguk, “Oke!”

“Apa kau mau tetap disini atau tidur sebentar di hotel? Kau tidak lelah?”

“Tidak. Aku akan menunggu ahjussi disini.”kata anak itu yakin. “Tapi, bolehkah aku pinjam ponsel ahjussi sebentar? Aku ingin menghubungi eoma.”

Donghae terdiam seketika. Benar juga, dia belum menghubungi Yoona sama sekali. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jaketnya dan menghidupkannya. Setelah menunggu beberapa saat, rentetan bunyi terdengar tanpa henti. Banyak pesan masuk di ponsel Donghae dan sudah bisa di pastikan jika pesan itu seluruhnya berasal dari Yoona. Tanpa pikir panjang, Donghae langsung menghubungi Yoona.

“Yeoboseyo? Donghae-ssi? Kalian sudah sampai? Kenapa kalian tidak menghubungiku? Aku sangat khawatir.”seru Yoona langsung begitu mengangkat telepon.

Donghae terdiam sejenak lalu berdehem, menghilangkan rasa canggungnya, “Sehun ingin bicara denganmu.”ucapnya sambil memberikan ponselnya pada Sehun.

“Eoma!”

“Sehunnie, kau sudah sampai? Apa kau lelah? Kepalamu tidak pusing, kan? Kau sudah makan?”

Sehun terkekeh, “Eoma, yang mana yang harus aku jawab lebih dulu?”

“Eoma sangat mengkhawatirkanmu.” Suara Yoona terdengar sedih di sebrang sana.

“Eoma, jangan khawatir. Aku baik-baik saja dan aku sudah makan tadi. Bagaimana dengan eoma? Apa pekerjaan eoma berjalan dengan baik? Eoma sudah makan?”

“Tidak sama sekali. Kau tau eoma tidak bisa jauh darimu. Eoma terus memikirkanmu sepanjang hari.”

“Maafkan aku.”ucap Sehun menyesal. “Apa aku membuat eoma bersedih? Haruskah aku tidak jalan-jalan setelah ini dan segera pulang?”

“Tidak perlu.” Tawa kecil Yoona terdengar. “Jadilah anak yang baik disana. Habiskan waktu liburanmu sepuasnya dan jangan lupa mengambil beberapa foto. Eoma akan melihatnya ketika kita berada di Korea.”

“Arasseo. Dan eoma juga harus menjaga diri dengan baik. Kalau begitu, aku akan menutup teleponnya. Panggilan luar negeri sepertinya sangat mahal. Aku tutup.” Sehun mengakhiri panggilannya dan mengembalikan ponsel itu pada Donghae. Beberapa saat kemudian Sehun menepuk keningnya, “Kenapa aku tutup? Ahjussi kan belum bicara dengan eoma. Ah maafkan aku.”ucapnya menyesal.

Donghae tersenyum sambil mengacak rambut Sehun, “Tidak apa-apa. Ahjussi akan menelponnya nanti.”

Eunhyuk menghela napas panjang melihat tingkah sahabatnya itu. Pria itu duduk di sampingnya dan berbisik, “Mau sampai kapan kau marah padanya? Dia sangat mengkhawatirkanmu.”

Donghae mengendikkan kedua bahu, “Entahlah. Aku sedang tidak ingin bicara.”

“Dasar. Kau ini benar-benar…”

***___***

Kecanggungan itu terlihat begitu kentara antara Yoona dan Tiffany. Para member SNSD yang mengetahui jika Siwon datang dan menghampiri Yoona lebih dulu, mengerti benar bagaimana perasaan Tiffany sekarang. Sepulang dari ruangan Yoona, gadis itu mengunci dirinya di kamar mandi selama lima belas menit dan keluar dengan mata sembab.

Yoona tetap mencoba bersikap senormal mungkin, menyembunyikan perasaannya dan tetap bersikap professional. Lima belas menit lagi acara di mulai dan dia harus fokus dengan pekerjaannya.

Sementara berpuluh-puluh kilometer dari tempat Yoona berada, Donghae dan Eunhyuk juga telah bersiap di belakang panggung. Seorang staff stylist memberitahu jika Yoona telah menyiapkan pakaian yang sederhana namun formal. Juga tanpa dasi karena dia tau Donghae tidak bisa memakainya dengan baik.

Donghae tertegun sesaat. Diantara seluruh amarahnya, terselip rasa rindu untuk kekasihnya itu. Harusnya dia mengerti semua hal yang ia lakukan adalah atas perintah dari CEO. Harusnya dia mengerti jika dia harus bekerja karena dia memiliki Sehun.

Donghae menghembuskan napas panjang, “Sial. Aku sangat merindukanmu.”gumamnya. Tidak perlu berpikir lama, ia tau hal apa yang harus ia lakukan. Dia tidak ingin kehilangan Yoona dan tidak boleh kehilangannya. Pria itu menghampiri managernya yang sedang sibuk berbicara dengan panitia fan meeting.

“Hyung, aku ingin bicara sebentar.”serunya.

Pria berkacamata itu lantas mengakhiri pembicaraannya dan menatap Donghae, “Ada apa?”

“Kapan acara ini berakhir?”

Ia melirik arlojinya, “Sekitar jam 9. Kenapa?”

“Apa aku memiliki jadwal setelah itu?”

“Tidak ada. Kau baru memiliki jadwal besok lusa.”

“Kalau begitu, bisakah kau pesankan dua tiket ke Beijing malam ini?”

Sontak manager-nya terbelalak, “Apa?!” pekiknya kaget.

“Aku harus pergi ke Beijing malam ini, hyung.”

“Ya! Apa yang akan kau lakukan?”

Donghae menghela napas panjang, “Kau tau kekasihku ada disana dan aku ingin bertemu dengannya.”

“Kau sudah gila ya?” Managernya berbisik. “Kau bahkan membawa anak itu bersamamu. Jika CEO tau maka—“

“Aku yang akan bertanggung jawab.”potong Donghae. “Aku akan mengatakan jika aku membawanya tanpa sepengetahuanmu dan pergi ke China tanpa ijinmu lebih dulu.”balasnya enteng. “Tolonglah hyung. Aku bertengkar dengannya sebelum aku pergi kesini dan aku tidak bisa tenang sama sekali. Kau mau acara fanmeeting ini berantakan?”

“Ya, ancaman macam apa itu?”

“Jadi kau harus menolongku.” Pria itu meringis lebar. “Kau adalah kakakku yang terbaik. Jadi, tolong aku ya?”

“Aiish, Lee Donghae, kau benar-benar…”

***___***

Sehun menonton acara fanmeeting subunit Donghae dan Eunhyuk lewat monitor yang ada di ruang tunggu bersama manager. Sebelum naik keatas panggung, Donghae lagi-lagi memohon pada managernya untuk menjaga Sehun dan menjauhkannya dari para staff. Tidak ada yang bisa ia lakukan jika Donghae sudah merengek seperti anak kecil dan melemparkan tatapan puppy eyes-nya itu. Terpaksa, lagi-lagi ia melakukan apa yang ia minta. Lagipula sebenarnya Sehun adalah anak yang manis.

“Bagaimana? Apa kau sangat menyukai Donghae?”tanya manager pada Sehun yang fokus menatap layar monitornya.

Sehun menoleh sekilas dan tersenyum, “Sangat sangat menyukainya.”

Si Manager tersenyum. Mereka bukan hanya rekan kerja tapi mereka adalah saudaranya. Sudah lebih dari 10 tahun mereka bersama dan dia sangat mengetahui bagaimana kepribadian masing-masing member Super Junior. Tidak terkecuali Donghae. Dia bahkan mengetahui tentang masa lalunya dan segala pengorbanannya. Dia bahagia jika pria itu pada akhirnya bisa jatuh cinta lagi.

Para fans bersorak riuh ketika dua bintang itu naik keatas panggung. Keduanya lantas membungkuk sebelum mengucapkan slogan mereka dengan lantang.

“Aku Super Junior D&E, Donghae.”seru Donghae memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang. “Sudah sejak lama ketika terakhir kali kita bertemu. Aku sangat merindukan kalian semua sehingga aku kembali kesini dengan cepat.” Sorakan riuh terdengar kembali. “Aku harap kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan kebahagiaan.”

Musik mulai terdengar setelah mereka mengobrol dengan para penggemar. Keduanya membawakan lagu-lagu hits D&E seperti “Oppa Oppa” dan “Kimi Ga Nai Tara” . Di tengah-tengah acara, mereka juga melakukan games yang membuat para penggemar tertawa terbahak-bahak. Ketika memasuki sesi tanya jawab, dimana para penggemar menuliskan pertanyan mereka pada secarik kertas yang di kumpulkan dalam sebuah wadah, Donghae seketika tertegun ketika pertanyaan yang ia pilih adalah tentang kehidupan pribadinya.

‘Oppa, apa kau benar-benar berkencan?’

Donghae tau jika masalah ini belum sepenuhnya menghilang walaupun ia telah meminta maaf lewat akun SNS-nya. Ia tau para penggemar masih bertanya-tanya tentang hubungannya itu.

Mengerti bagaimana perasaan Donghae saat ini, seorang MC langsung mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

“Bagaimana jika Eunhyuk yang memilih pertanyaannya?”

Eunhyuk mengangguk dan mengambil inisiatif, “Ah, benar. Aku akan—“

“Aku akan menjawabnya.”potong Donghae dengan bahasa Jepang, membuat semua orang termasuk Sang Manager yang berada di ruang tunggu terkejut setengah mati. Astaga, apa lagi yang akan di lakukan anak itu?

Donghae melangkah maju, berdiri di tengah panggung. Pria itu melebarkan pandangannya, menatap seluruh orang yang memegang lightstick biru dan terus menerikkan namanya tanpa mengenal lelah. Orang-orang yang selalu menemaninya selama hampir 15 tahun ini.

“Aku…” Donghae menghentikan ucapannya sejenak. Mengumpulkan keberanian. “Aku minta maaf jika aku telah mengecewakan kalian. Aku minta maaf jika aku telah membuat kalian menangis karena perbuatanku. Tapi, aku ingin kalian percaya padaku. Aku ingin kalian percaya dengan pilihanku.” Donghae menghentikan kalimatnya lagi ketika melihat beberapa orang sudah mulai menangis. Kembali melebarkan pandangannya, ia melanjutkan kalimatnya lagi.

“Dia… adalah wanita yang baik. Seperti kalian, dia selalu memperhatikanku. Dia bahkan memilihkan baju yang mudah di pakai karena aku tidak bisa memakai dasi dengan baik.” Ia tersenyum tipis. “Jadi kalian tidak perlu khawatir lagi.”serunya. “Tapi walaupun begitu, kalian tetaplah yang terpenting di hatiku. Cintaku untuk kalian tidak akan pernah berubah. Aku juga akan tetap menjadi Donghae yang dulu, Donghae yang kalian kenal. Jadi aku mohon, tolong percaya padaku. Aku akan selalu bekerja keras di masa depan.”

***___***

Tepuk tangan dan sorakan keras mengiringi tujuh wanita-wanita cantik itu meninggalkan panggung. Waktu berlalu sangat cepat dan mereka telah menyelesaikan schedule hari ini. Sekarang, waktunya untuk beristirahat dan bersiap untuk jadwal selanjutnya besok pagi.

“Kalian sudah bekerja keras.” Yoona menyambut para wanita itu dengan senyuman lebar.

“Kau juga sudah bekerja keras Yoona.” Taeyeon menepuk pundak Yoona.

“Ayo, kita harus kembali ke hotel.”ajak Yuri.

Seperti para anggota SNSD. Yoona juga kembali ke hotel. Tubuhnya sangat lelah dan dia ingin segera beristirahat. Setelah membersihkan dirinya dan mengganti baju menjadi piyama, Yoona meraih ponselnya dan mencari nama Donghae. Ia ingin tau apa yang sedang di lakukan kekasihnya itu bersama anaknya. Namun, ternyata nomor Donghae kembali tidak aktif. Yoona melirik jam dinding, sudah pukul 10. Fanmeeting pasti sudah selesai. Kemana dia?

“Apa mereka sudah tidur?”

Tidak menyerah, Yoona mencoba menghubungi nomor Donghae sekali lagi dan hasilnya tetap sama. Kali ini, ia menghubungi nomor Eunhyuk. Namun, pria it utidak menjawab panggilannya.

“Mereka pasti sudah tidur.”ucap Yoona menenangkan dirinya sendiri.

Meletakkan ponselnya diatas meja, wanita itu menarik selimutnya dan bersiap tidur. Semoga ini cepat berlalu agar dia bisa kembali ke Korea secepatnya. Ia sangat merindukan Sehun.

Namun berselang beberapa saat, Yoona masih saja gelisah dan tidak bisa tidur dengan tenang. Jam sudah menunjukkan pukul 12 sekarang. Wanita itu kembali menyalakan lampu, duduk dan meraih ponselnya. Untuk yang kesekian kalinya, ia mencoba menghubungi nomor Donghae. Dan kali ini nomornya aktif!

Wanita itu menepis selimutnya dan berjalan mendekati jendela kaca, menunggu jawaban Donghae.

“Astaga, apa yang mereka lakukan sebenarnya?”seru Yoona mulai gemas.

Wanita itu menekan tombol panggilan, sekali lagi menghubungi pria itu. Namun, tiba-tiba suara bel kamarnya berbunyi. Ia berbalik sambil mematikan panggilannya dengan kening berkerut. Siapa yang datang malam-malam begini?

Yoona membuka pintu kamarnya dan seketika terkejut bukan main. “Eoma!” Seseorang dengan cepat memeluknya bahkan sebelum ia menyadari sesuatu yang sedang terjadi. Ia mengalihkan pandangannya, pada seorang pria yang sudah berdiri di depannya.

… Donghae?

“Eoma, aku merindukan eoma!” Yoona mengembalikan pandangannya pada anak kecil yang sedang memeluknya. Ini bukan mimpi. Ini kenyataan. Mereka datang.

“Sehunnie!” Yoona langsung membalas pelukan anaknya itu ketika ia telah menyadari jika ini benar-benar nyata. “Eoma sangat merindukanmu!”

“Kenapa kau belum tidur?” Donghae tersenyum menatap kekasihnya itu. Yoona hanya diam, tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan kebahagiaannya. “Aku merindukanmu.” Donghae mengulurkan tangannya, mendorong bagian belakang kepala Yoona dan mengecup keningnya lembut.

***___***

“Jadi, kau tidak jalan-jalan kemanapun?” Yoona menghidangkan segelas susu dan kopi hangat untuk Sehun dan Donghae.

Sehun menggeleng, “Sehabis acara selesai, kami langsung pergi ke bandara. Kami bahkan makan malam di restoran yang ada di bandara.”keluh Sehun.

“Maaf. Lain kali, kita akan jalan-jalan di Jepang dan melihat robot gundam seperti yang kau mau.” Donghae mengacak rambut Sehun yang duduk di sebelahnya.

Sehun menggeleng, “Tidak. Aku justru lebih bahagia seperti ini. Walaupun aku sangat lelah.”

“Kau lelah?”tanya Yoona. Sehun mengangguk. “Kalau begitu habiskan susumu dan ganti baju. Setelah itu pergi tidur.”

Sehun mengangguk lagi. Dengan cepat menghabiskan susu hangatnya. Tubuhnya memang terasa lelah dan kepalanya sedkit pusing. Dalam satu hari berpergian ke dua tempat sekaligus membuatnya mabuk udara.

Setelah menghabiskan susu dan mengganti bajunya, Sehun naik ke tempat tidur dan menarik selimutnya. Sementara Yoona dan Donghae masih duduk di sofa karena mereka masih memiliki urusan yang belum selesai.

“Kenapa kau belum tidur?” Donghae bertanya lagi.

Yoona mendengus, “Kau masih bertanya? Itu karena kau tidak menjawab panggilanku.”

Pria yang duduk di depannya terkekeh, “Kau khawatir?”

“Sangaaat khawatir hingga rasanya hampir gila.”

“Siapa yang kau khawatirkan? Aku atau Sehun?”

“Tentu saja…” Yoona menghentikan ucapannya ketika ia melihat cengiran di wajah Donghae. “Sudahlah.”

“Hey, jawab aku.”

“Tidak mau!” wanita itu menggeleng.

“Dasar menyebalkan.” Donghae mencibir. “Kalau begitu, mau jalan-jalan sebentar? Aku hanya makan sedikit ketika di bandara tadi. Aku masih merasa lapar.”

“Huh? Kau lapar? Mau aku pesankan sesuatu dari restoran hotel?”

“Ya, aku bilang aku ingin jalan-jalan.” Donghae berkecap.

“Tapi aku sudah ganti baju.”

“Kau kan bisa menggantinya lagi. Cepat, aku tunggu.”

Pada akhirnya, Yoona hanya bisa menuruti kemauan kekasihnya itu. Wanita itu mengganti piyamanya dengan sweater dan celana jins. Tidak lupa juga ia memakai syal karena udara sedikit dingin dan topi untuk menutpi wajahnya. Orang-orang mungkin tidak akan mengenalinya, tapi beda halnya jika ia berjalan bersama Donghae.

Sepuluh menit kemudian, keduanya bergegas meninggalkan hotel bersama karena Sehun sudah terlelap pulas di ranjang tidur. Sama halnya dengan Korea, walaupun jam sudah menunjukkan pukul 00.30, masih banyak orang-orang yang memenuhi jalan dan café-café.

Keduanya memutuskan untuk mencari restoran yang terletak tak jauh dari hotel, sehingga mereka hanya berjalan kaki di sisi jalan yang bagian kanan dan kirinya di penuhi dengan lampu warna-warni.

“Aaaaaaaah… ini menyenangkan. Andai saja Sehun bisa melihat ini.” Donghae meregangkan kedua tangannya keatas. Lalu pria itu menoleh, menatap Yoona dengan senyum di balik maskernya. “Kau sudah melihat naver?”

Kening Yoona berkerut, “Kenapa aku harus melihatnya?”

Pria itu mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi naver. Kemudian menunjukkan berita yang menduduki peringkat paling atas. Mata Yoona sontak membulat lebar, “Kenapa namamu berada di peringkat paling atas?”tanyanya. Donghae menekan sebuah link dan seketika deretan berita yang menyangkut tentang dirinya tertera disana. Dan kali ini, Yoona terperangah hebat. “K-kau…”gagapnya tak percaya.

Donghae tersenyum, memasukkan ponselnya ke dalam saku lal umenggandeng tangan Yoona, “Aku sudah mengakuinya.”ucapnya santai. “Rasanya melegakan karena aku tidak memiliki beban. Aku juga melihat postingan komentar dari beberapa penggemar dan mereka mendukung kita.”

“Kenapa kau perjelas? Bukankah kau sudah mengatakannya di account SNS-mu?”protes Yoona. “Bagaimana jika—“

“Sudahlah.” Pria itu menggeleng meyakinkan. “Ini adalah hal yang aku yakini, jadi tidak aka nada hal-hal buruk yang akan terjadi. Percayalah padaku.”

“Tapi…”

Donghae menghentikan langkahnya ,berdiri menghadap Yoona dengan kedua tangan terulur. Ia mengatupkan telapak tangannya di pipi Yoona dan tersenyum. “Maafkan aku, Yoona. Maafkan aku karena aku sudah bersikap egois.”

Yoona tertegun sesaat, “Sebenarnya ada hal yang belum aku katakan padamu.”balasnya ragu.

“Tentang apa?”

“Tadi, Siwon oppa datang menemuiku ketika aku sedang bersama Tiffany unnie. Aku rasa dia salah paham padaku.”

Pria itu lantas mendengus, “Kemanapun kau pergi, dia selalu saja mengikutimu. Kal iini apa lagi alasannya?”

“Dia ada urusan bisnis disini.” Gadis itu kemudian menghusap pipi Donghae. “Wae? Kau cemburu?”

“Bukankah itu hal yang wajar jika aku cemburu dengan mantan calon suamimu? Dia bahkan membual jika Sehun adalah anaknya.”dengus Donghae kesal.

Yoona terdiam kembali. Haruskah ia mengatakan hal yang sebenarnya? Haruskah ia memberitahu Donghae jika Sehun sebenarnya bukanlah anak Siwon? Tapi, ini bukanlah saat yang tepat.

“Kenapa kau hanya diam?” suara Donghae membuat Yoona mengerjapkan matanya dan tersenyum.

“Tidak ada.”serunya. “Aku memberitahumu bukan bermaksud ingin membuatmu cemburu. Justru aku memberitahumu karena aku ingin kau mempercayaiku. Aku tidak mau bertengkar seperti kemarin.”

Donghae menggenggam tangan Yoona kembali, kali ini lebih erat. “Sesuatu yang sudah menjadi milikku tidak akan bisa di rebut. Jadi kau jangan coba-coba pergi dengannya di belakangku.”

Yoona tersenyum lebar, “Tidak akan.”

“Ah, dan aku memiliki satu permintaan lagi.”

“Kau terlalu banyak permintaan.”cibir Yoona.

“Bisakah kau memanggilku oppa? Kenapa kau terus-menerus memanggilku dengan sapaan formal? Padahal kau tidak pernah berbicara dengan bahasa yang sopan denganku.”

“Kenapa aku harus memanggilmu oppa?”balas Yoona cuek sambil melanjutkan langkahnya.

“Hey, aku lebih tua darimu dan juga…” Donghae menahan lengan Yoona, menghentikan langkah wanita itu. “Aku ini kekasihmu!”

“Iya aku tau. Tapi beri aku waktu untuk bersikap seperti itu.”

“Setidaknya panggil aku ‘Chagi’!”balas Donghae cepat.

“Kau cerewet sekali.”

Donghae menahan lengan Yoona lagi dan memaksa wanita itu menghadap padanya. “Semua orang sudah mengetahui tentang hubungan kita jadi kita juga harus lebih baik ke depannya. Aku serius.”

Yoona menyeringai, “Aku juga serius.”

“Ck, kau menyebalkan.” Pria itu berkecap kesal lalu melanjutkan langkahnya.

Yoona terkekeh sambil mengejar kekasihnya itu, “Kenapa kau marah?”

“Kau mengatakan ‘Aku juga serius’ dengan nada main-main dan seringaian menyebalkanmu itu!”dengusnya.

Yoona semakin tertawa, “Aku bilang aku serius.”

“Sudahlah lupakan. Aku membencimu.” Donghae mempercepat langkahnya, meninggalkan Yoona di belakang yang sedang tertawa terbahak-bahak. Wanita itu setengah berlari menyusul kekasihnya lagi. Dan dengan gerakan cepat, ia menahan lengan Donghae dan mengecup pipinya lembut membuat pria itu langsung terkejut.

“Aku serius.”bisik Yoona dengan senyum. “Donghae oppa…” lalu berjalan mendahului Donghae.

Di tempatnya Donghae membeku, tangan kanannya bergerak memegangi pipinya. Apa yang baru saja terjadi? Rasanya hangat. Setelah berhasil mencairkan kebekuan tubuhnya, Donghae menyusul langkah Yoona dan menjajarinya.

“Kau bilang kau lapar, disana ada restoran.” Yoona menunjuk sebuah restoran tak jauh di depan mereka.

“Aku masih mau disini.”

Yoona menoleh, “Huh? Kau bi—“

Ucapannya tidak terselesaikan ketika sesuatu membungkam mulutnya. Matanya terbelalak lebar, begitu terperangah. Gerakan itu sangat cepat namun terasa sangat lembut. Di tengah-tengah jalan panjang yang di penuhi lampu-lampu juga orang-orang yang sedang berlalu-lalang, Yoona pikir ini adalah hal yang memalukan. Namun, ia tak mampu menggerakkan tubuhnya sama sekali. Ia membeku.

Donghae melepaskan kecupannya sambil melemparkan seringaian pada gadis itu lalu menaikkan maskernya kembali.

“Kita imbang.”serunya terkekeh melihat ekspresi Yoona.

“Kau…” Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya. “Apa yang kau lakukan tadi?”

“Hal wajar yang di lakukan oleh pria dan wanita dewasa yang sedang menjalin hubungan.”jawab Donghae santai.

“Dasar menyebalkan.” Yoona lantas memukuli Donghae dan menendangnya. “Kau menyebalkan!”

“Hey hey, apa yang kau lakukan? Sakit! Hey!”

“Kau tau ini dimana? Kau melakukannya di tempat umum seperti ini? Menyebalkan! Apa jalan ini milikmu? Lihat! Semua orang sedang memandang kita!”

“Ya, hentikan! Sakit.”

Yoona menghembuskan napas kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Wajahnya cemberut.

“Itu hanya perasaanmu, tidak ada yang sedang memperhatikan kita.”seru Donghae sambil menghusap lengannya yang terasa sakit. “Disini, hal itu sangat wajar.”

Yoona menyipitkan matanya menatap Donghae, “Bagaimana kau tau? Kau sudah pernah melakukannya dengan seseorang?”

“Tidak. Bukan begitu.” Pria itu langsung menggeleng. “Aku membacanya di internet!”

“Bohong! Kau menyebalkan!” Yoona menghentakkan kedua kakinya ke tanah lalu pergi meninggalkan Donghae.

Donghae terkekeh karena ekspresi Yoona tersebut lalu mengejarnya, “Ya, chagiyaa! Tunggu aku!”

TBC

48 thoughts on “Crazy Without You Part 21

  1. rahmania berkata:

    hubungan mereka makin intim aja.sdh jelas klo sehun bkn anak siwon,tinggal tunggu kejelasan dia anak kandung yoona apa tdk.

  2. ina gomez berkata:

    Kya…yoonhae so sweet bgt si senyum2 ndri bcanya,lox mreka ngmbek gmpng bt baikn dgn sbuah kcupan jd baikn hehe n hae oppa cri ksmptan dlm ksempitan tu hehe.ahirnya byk yg dkung hbungn mreka jg.berhrap siwon gak mcem2 lg.ditunggu nextnya min

  3. Tya nengsih berkata:

    Donghae pinter juga ngakuin hubungannya ma yoona didepan banyak fansnya……biar fansnya nerima hubungannya ma yoona…..akhhh…yoonhae so sweet

  4. youni berkata:

    seneng akhirnya mereka baikan lagi dan hub mereka semakin baik..
    donghae jga udh mengakui hub mereka didpn fans’nya, moga aja hub mereka kedepannya menjadi lbh baik lgi…

  5. idaa ziiosay berkata:

    Cie donghae ngerinduin yoona juga so sweet suka banget sama yoonhae momentnya ah apalg donghae curi kesempatan suka sama part ini , udahlah siwon ngalah aja nextnya dtnggu chap slanjutnya

  6. tryarista w berkata:

    so sweettt donghae g bsa marah2 lbih lma pd yoona nichhh ciyeee,,,,,
    pdhal pasti cpek bget selsei fanmeet lgsung ke trbang ke cina,,,,ksihan sehuuunnn pasti cpek jg,,,,

    sneng dechhh lhat yoonhae ky gni mkin romantissss bgettttt….
    siwon biar ma fany aja,,,,,ksihan kan fany jg cinta bget ma siwon,,,,,pi siwon tetep pgen blikan ma yoona,,,,
    lalu sehun anak cpa ya ????

  7. Sherenna berkata:

    So sweet baNget moment nx makin romantis aja haeppa. yoona udah mw terbuka sama donghae, smga ke depan hubungan mereka lebih lancar lagi,,,,, kapan yoona blng eehun anak kandung dia apa bukan .kpd donghae???? Karna siwon bukan appa nx,,,, next!!!!!” Jgn lama22

  8. Sfapyrotechnics berkata:

    sehun bkan anaknya siwon.. Sehun anaknya hae yg hilangkan?? Msih bnyak rahasia yg blum terungkap.. yoonhae mkin lma mkin romantis aja.. Keren..

    Next yah eon.. fighting

  9. osehn96 berkata:

    hahaha yoona malu malu mau yaaaa ahaha. Baca ini malah jd mikir kpan donghae di dunia nyata dpt pasangan yaa? *eeh hahaha tau gak siiih aku tuh masih pnasaran knpa sih asal usul yoona sehun. Knpa masih aja aku bertanya2 merekaaa. Sehun tuh bukan anak donghae yg hilang kan? Iya kan? Atau emng itu sehun anaknya donghae? Waeee? Kpan terungkaaap . Ayolah yoona ceritain ahahaha.

  10. YH Lulu berkata:

    yoonhae so sweet bgt^^
    tapi lagi sweet2 nya eh malah tbc..
    kapan yoonhae bakal nikah?hehe
    pokoknya ditunggu kelanjutannya thor🙂
    dipanjangin lagi ya thor semangat^^

  11. odult berkata:

    waaaa so sweet banget Donghae sama Yoona!! Wkwkwk bagus banget FF-nyaa..oh ya aku penasaran banget si Sehun tu anaknya siapa hehe,cepetan next ya thor, soalnya masih banyak rahasia yang belum terungkap,kalo gak bisa cepet-cepet juga gak apa-apa hehe ^^ ditunggu ya next chapternya

  12. Firda YoonHae_SeoKyu berkata:

    yeah yoonhae semakin romantis. akhirnya terungkap juga kalo sehun bukan anaknya siwon.. next jangan lama lama thor

  13. Tya berkata:

    Akhirnya donghae menyadari keegoisannya dan mau nyusulin yoona
    So sweet di bagian mereka jalan berdua

    Kenapa sih siwon ga berenti aka?
    Udh sm fany aja
    Penasaran rahasia sbenarnya ttg sehun terungkap
    Ngarepnya si dy anaknya donghae
    Cepet dilanjut yaa

  14. Hanna berkata:

    Jd Sehun anak siapa?? Jgn2 dia bukan anak kandung Yoona? Jgn2 dia anak kandung Donghae?tp bukanny anak donghae udah meninggal.. Makin pnasaran sama klanjutannya..
    Mreka makin lama makin sweet..
    Andaikan semua fans bisa nerima idola mereka dating..😀

  15. ziieziie berkata:

    mereka udh jadian? aku telat u.u … klrg kecil idaman (:… kira2 bakal muncul di naver lg ga nih berita mereka dating mlm2😄

  16. diyah pudji rahayu berkata:

    akhir’a yoonhaehun bersatu lgi, jngan” sehun anak’a donghae, kan makam anak’a donhae gak da, hanya berita’a ja klu sehun kecil hanyut d sungai..? see u next chap y, semangat…! semoga komen q yg ni bs terkirim y, bbrp x d tiap ff n chap q krim komen tp selalu d tolak, maaf mija

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s