Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 8

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

Krystal beranjak dari ranjangnya, berjalan dengan langkah lunglai menuju kamar mandi. Helaan napasnya terdengar panjang dan berat. Berdiri di depan cermin, di tatapnya pantulan dirinya disana. Ekspresinya sama sekali tidak terlihat baik. Bahkan raut wajahnya tidak menunjukkan kebahagiaan sedikitpun.

Ketika ia mengeluarkan sikat gigi dari tempatnya dan mulai menggosok giginya. Ingatannya kembali memutar kejadian beberapa jam tadi.

Jongin melepaskan kecupannya. Masih dalam posisi membungkuk, pria itu memajukan wajahnya, memposisikan mulutnya berada tepat disamping telinga Krystal.

“Sekarang kau milikku.”bisiknya tajam. “Kau tidak akan pernah bisa bersama dengan orang lain. Terutama dia.”

 

Krystal membanting sikat giginya sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Akh, menyebalkan! Kau menyebalkan! Kim Jongin brengsek! KAU BRENGSEK!!!!”

***___***

Keesokan paginya, Jongin berdiri bersandar pada tembok di koridor gedung utama. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, sementar matanya tertancap lurus pada gerbang besi hitam di depannya. Tak lama orang yang ingin dilihatnya muncul di sana. Sesuai dugaannya, dia bersama dengan pria itu. Seulah senyum tercipta di bibir Jongin, pria itu lantas menegakkan punggungnya. Bersiap untuk hal yang akan di lakukan selanjutnya.

“Ya, Kim Jongin. Apa yang kau lakukan disini?” Tiba-tiba Sehun dan Taemin muncul, mereka menepuk pundak Jongin. Namun pria itu tetap tidak menoleh, masih dengan senyum, ia menatap lurus ke depan.

Mengikuti arah pandangannya, Sehun dan Taemin tau siapa yang sedang di tatap sahabat mereka itu. Sekali lagi, Taemin menepuk pundak Jongin.

“Sudahlah. Jangan mengganggunya. Apa kau lupa siapa dia? Dia adalah ketua klub! Dan sebentar lagi dia akan menjadi ketua osis. Jangan mencari masalah dengannya.” Taemin memperingatkan.

Jongin tersenyum, “Benarkah? Kita lihat saja.”

Langkah Krystal terhenti sejenak begitu ia menyadari tubuh menjulang Jongin berada di depannya. Di liriknya Minho yang sepertinya menyadari rasa terkejutnya. Di genggamnya tangan Krystal bersamaan dengan matanya yang menatap lurus Jongin. Jongin membalas itu dengan senyuman kecil. Sementara Krystal hanya menunduk dan bersembunyi di belakang punggung Minho.

Sesaat setelah melemparkan tatapan penuh kebencian itu. Minho menarik Krystal, melewati Jongin begitu saja. Namun, Jongin tidak tinggal diam.

“Sunbaenim.” Suaranya menghentikan langkah Minho dan Krystal. Jongin menoleh ke belakang dan berbalik, kembali menatap keduanya. “Bukankah tidak sopan jika kau menggandeng kekasih orang lain?”

Ucapannya sontak membuat dua sahabatnya serta Minho dan Krystal sendiri terkejut.

Pria itu kembali tersenyum, “Aku disini menunggu kekasihku.”ulangnya lagi. Kemudian ia menatap Krystal. “Soojungie, kenapa kau bergandengan tangan dengan pria lain di depan kekasihmu?”

Krystal perlahan melepaskan gandengan tangan Minho tetap dengan tunduknya, “Oppa, aku akan pergi ke kelas sendiri.”

“Soojungie, apa yang kau lakukan?”bisik Minho tak mengerti dengan apa yang sedang di lakukan Krystal.

“Oppa, jangan khawatir.”balasnya pelan lalu berjalan lebih dulu.

Jongin mengikuti langkahnya di belakang, sesaat sebelumnya, pria itu melemparkan senyum penuh kemenangan pada Minho.

Kali ini, ini adalah perang yang sesungguhnya.

***___***

Sehun, Taemin, Jonghyun beserta dua sahabat Krystal hanya bisa melongo bingung melihat Jongin dan Krystal keluar kelas bersama ketika jam istirahat. Apa sih yang sedang terjadi? Apa mereka benar-benar sedang berkencan? Tapi, bagaimana bisa?

“Kalian tidak melihat Jongin memaksa Krystal untuk pergi bersamanya, kan?” seru SUlli masih memandang kearah pintu kelas. “Tadi, dia benar-benar pergi sesuai keinginannya, kan?”

Sehun dan Taemin mengangguk-angguk, “Ini pasti mimpi.”

“Tidak. Ini bukan mimpi. Mereka benar-benar keluar bersama.”sahut Jonghyun.

Amber tersenyum, “Tidak selamanya mereka akan bertengkar. Lihat saja, pertengkaran itu membuat mereka jatuh cinta.”

“Tidak mungkin, Amber.” Sulli mengelak. “Bahkan kemarin mereka masih bertengkar, bagaimana bisa hari ini mereka berkencan? Itu mustahil! Pasti Jongin melakukan sesuatu pada Krystal!”

“Ya, apa maksudmu?”cibir Sehun tidak terima. “Sahabatmu saja yang bersikap seolah-olah membenci Jongin. Lihat saja nyatanya, dia menyukai Jongin.”

“Apa katamu?!”

“Sehun, ayo kita ke kantin!” Taemin langsung menarik lengan Sehun dan menyeretnya keluar kelas sebelum pertengkaran di mulai. Sudah cukup pertengkaran antara Jongin dan Krystal, dia tidak ingin Sehun dan Sulli juga.

***___***

Krystal akhirnya menghela napas panjang karena Jongin hanya diam sejak mereka tiba di atap sekolah. Pria itu terus menatap ke depan tanpa mengatakan apapun, bahkan menoleh.

“Bukankah seharusnya kau minta maaf?” Gadis itu akhirnya bersuara. “Jangan bersikap seolah-olah kau tidak melakukan apapun.”

Pria yang duduk di kursi yang ada di samping kursi Krystal tersenyum tipis, “Benarkah? Apakah aku telah melakukan kesalahan?”serunya.

“Ya!” Krystal mulai merasa kesal. “Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan padaku?! Kau tau aku sangat membencimu!“

Jongin tersenyum lagi, “Tenang saja, Soojung. Aku juga membencimu.”ucapnya dengan nada lembut.

“Dan jangan memanggilku, Soojung!”balas Krystal cepat. “Kau juga membenciku, kan? Maka menjauhlah! Jangan mendekatiku! Bahkan jangan bicara denganku! Anggap aku tidak ada. Bisakah?! Hal seperti ini hanya membuatku semakin membencimu!”

“Itu bukan masalah.” Krystal menoleh, menatap sisi wajah pria itu. “Itu bukan masalah jika kau memebenciku.”

Krystal hanya bisa berdecak sambil geleng-geleng kepala melihat sikap cuek Jongin. Apa dia tidak memiliki perasaan sama sekali?

Pria itu kemudian membungkukkan punggungnya, meletakkan kedua lengannya diatas lutut dengan kesepuluh jarinya yang saling bertaut.

“Itu salahmu.”katanya. “Karena kau telah melibatkan dirimu diantara kami. Dan kau juga telah mengetahui kelemahanku. Maka, aku harus melakukan ini agar kau tidak buka mulut.”

Krystal menggeram, “Kau pikir aku orang yang seperti apa?! Aku bahkan tidak perduli apa yang terjadi denganmu dan wanita itu. Dan aku juga tidak perduli jika aku melihatmu seperti itu kemarin. Aku tidak perduli!” Krystal menekankan kalimat akhirnya.

“Siapa yang tau?” Jongin menegakkan punggungnya kembali, membalas tatapan Krystal, “Karena kau membenciku.”

“Kau—“ Krystal sudah membuka mulutnya namun suara Jongin mendahuluinya.

“Jika kau tidak melakukan apapun yang aku suruh, aku akan menyebarkannya. Aku akan mengatakan jika kau menciumku kemarin. Dan…kau pasti tau jika dia mengetahui hal ini.” Pria itu menyeringai. “Orang yang kau sukai.”

Mata Krystal melebar, ia terperangah hebat mendengarnya. “Aku tidak menciummu!” Krystal berteriak kesal. Kesabarannya telah berada diambang batas dan dia tidak bisa menahannya lagi.

Jongin tersenyum menyeringai, “Aku tidak perduli jika kau menyukai seseorang.”serunya pelan namun begitu kentara jika terselip nada mengancam di baliknya. “Asalkan bukan dia.”

***___***

Krystal sangat menyesal. Tepatnya benar-benar menyesal. Tidak seharusnya ia terlibat dalam kejadian kemarin. Harusnya dia tidak perduli atau bersikap seolah-olah dia tidak mengenal pria itu. Karena rasa perdulinya telah membuat masalah baru yang semakin rumit.

Gadis itu mengacak rambutnya frustasi. Bahkan hari ini dia harus pulang sendirian karena Jongin melarangnya pulang bersama Minho. Di sisi lain, kejadian saat Jongin menciumnya terus saja terngiang-ngiang di kepalanya. Membuat rasa bencinya semakin lama semakin membesar. Rasanya, ingin sekali dia menghajar pria itu.

Krystal baru saja bergerak ketika bel rumahnya berbunyi. Dengan langkah-langkah malas, ia berjalan menuju pintu. Kenapa Jessica pulang secepat ini? Namun, ketika pintu terbuka, Krystal sontak terkejut begitu mendapati Minho yang sudah berdiri di baliknya.

“Minho oppa…” ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Tidak, ini bukan mimpi. Dia benar-benar Minho dan dia masih memakai seragam sekolahnya.

“Boleh aku masuk?”

“Huh? Ah…ya…”

Keduanya menuju ruang tamu. Krystal mempersilahkan Minho duduk kemudian ia duduk di hadapan pria itu. Dia tau apa yang akan di katakan oleh Minho, karena itu ia merasa sedikit gugup.

“Soojung-ah…”

“Ya oppa?!” Soojung menyahuti dengan nada terkejut, sesaat kemudian merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa menutupi rasa gugupnya.

“Apa kau benar-benar berkencan dengan anak itu?’

“M-maksud oppa? Dengan siapa?” Krystal bersikap seolah-olah ia tidak mengerti.

“Soojungie, kau berkencan dengan Jongin?” Minho mengulangi ucapannya, kali ini sambil menekanan kalimatnya. Mata elangnya mengunci tatapan Krystal hingga gadis itu tidak bisa berpaling sedikitpun. “Jawab aku.”

Krystal menggigit bibir bawahnya kelu, “Oppa, ini…”

“Soojung, kau tau bagaimana dia. Dia selalu menyakitimu. Bagaimana bisa kau berkencan dengan pria seperti itu?”

Krystal langsung menggeleng, “Oppa, kami tidak berkencan tapi…aku…dan dia…kami….”

“Dengarkan ucapanku. Dia tidak mencintaimu.”tandas Minho. “Dia tidak mencintaimu dan mungkin tidak akan pernah. Jadi sebaiknya kau menjauh darinya sebelum dia menyakitimu lebih dalam.”

Minho berdiri dari duduknya setelah menyelesaikan ucapannya. Lantas meninggalkan rumah Krystal dengan langkah-langkah geram. Sementara di tempatnya, Krystal mengacak rambutnya kesal.

Ini semua karena Jongin!

***___***

Keadaan berubah drastis! Kini, tidak ada lagi keributan yang akan terjadi setiap paginya. Wilayah belakang kelas kini aman, damai dan tentram. Tidak seperti biasanya yang selalu terjadi perang dan histeria dari dua orang itu.

Selain Taemin, Sehun, Jonghyun, Sulli dan Amber, teman-teman sekelas juga menjadi curiga pada dua orang itu. Perubahan yang terjadi begitu drastis sehingga sangat sulit untuk mempercayai jika mereka berdua benar-benar sudah berbaikan.

Setelah semua perang yang mengerikan itu, bagaimana mereka bisa berbaikan dengan cepat? Mustahil.

“Aku bisa gila. Benar-benar bisa gila!”

Krystal merutuk kesal. Bel pulang sudah berbunyi dan dia masih tidak bisa menghampiri Minho. Dimanapun selalu ada Jongin yang akan mengawasi gerak-geriknya. Dia seperti hantu yang selalu muncul dimanapun dia berada.

“Lihat saja, aku akan membalasmu nanti!”umpatnya lagi berjalan seorang diri menuju halte. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti ketika ia melihat seorang wanita berdiri di samping mobil tak jauh dari gedung sekolahnya. Krystal menajamkan penglihatannya, sepertinya ia pernah melihat wanita itu.

Ah! Dia wanita yang bertengkar dengan Jongin waktu itu!

Krystal memutuskan untuk menghampirinya. Dia harus meminta pertanggung jawabannya yang sudah menyeretnya dalam masalah ini.

Melihat kedatangan Krystal, Yoona lantas tersenyum. Ia juga masih mengingat gadis cantik itu.

“Bukankah kau adalah teman Jongin?”tanyanya. “Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi. Apa kau baru saja pulang sekolah?”

“Unnie,” Krystal mengabaikan ucapannya. “Kita tidak saling mengenal sebelumnya. Aku juga bukanlah temannya seperti yang unnie pikirkan. Kami bahkan saling membenci satu sama lain. Tapi, karena kejadian waktu itu, aku terlibat dalam masalah kalian. Aku hanya bermaksud untuk membantu kalian tapi kenapa kalian justru seperti ini padaku? Sekarang hidupku menjadi sangat sulit. Kebencianku terhadapnya semakin menjadi-jadi karena itu. Jadi, bisakah unnie mengatakan padanya untuk melepakanku? Aku berjanji aku akan melupakan kejadian itu dan aku akan bersikap seolah-olah aku tidak ada disana. Bisakah?”

“A-apa yang sedang kau katakan?”tanya Yoona tak mengerti. “Kau—“

“Cukup.” Tiba-tiba seseorang muncul dari belakang Krystal. “Sudah cukup.”

Yoona terkejut, ia menarik tubuhnya, hendak menghampiri Jongin, “Jongin, aku…”

“Aku bilang untuk tidak menemuiku lagi. Kenapa kau masih datang?”sengit Jongin berdiri di depan tubuh Krystal. “Aku bilang untuk tidak datang lagi!”

“Jongin, ada yang harus aku jelaskan padamu!”

“Cukup.”ucap Jongin pelan, begitu jelas terdengar kelirihan di baliknya. “Sudah cukup.”ulangnya lagi.

Kemudian pria itu berbalik, meraih lengan Krystal dan membawa pergi gadis itu. Krystal seketika menjadi bingung. Apa lagi ini? Bukan seperti ini yang dia inginkan? Kenapa dia berakhri bersama pria itu lagi?

“Ya, lepaskan aku! Ya!” Krystal meronta, sekuat tenaga melepaskan cekalan Jongin ketika mereka sudah sampai di halte. Jongin melepaskan cekalannya pada gadis itu dan menatap wajahnya yang penuh kemarahan. Krystal balas menatap Jongin lekat-lekat. “Kenapa? Harusnya kau membicarakan masalahmu dengan wanita itu secara baik-baik! Jika kau mencintainya—“

“Aku tidak mencintainya!”potong Jongin dengan nada tandas.

Krystal menghela napas panjang, “Baiklah. Kau tidak mencintainya. Tapi jika kau memiliki masalah dengannya sebaiknya kau—“

“Aku akan mengantarmu pulang. Ayo.”

Jongin menarik lengan Krystal dan menariknya masuk ke dalam bus tanpa meminta persetujuan dari gadis itu lebih dulu. Lagi-lagi Krystal terkejut.

“Ya!”

Bersikap seolah ia tidak memiliki gendang telinga. Jongin terus menarik Krystal dan mendudukkannya di kursi dekat jendela sementara dia duduk di sampingnya.

“Kau ini benar-benar…” Krystal tak bisa menahan kekesalannya lagi.

Jongin menoleh, menatapnya dengan senyum menyeringai, “Aku harusmengantar kekasihku pulang, kan?”

Mata Krystal sontak melebar, “YA!”

***___***

“Cepat buang! Aku sangat lelah! Cepat!” Jessica menendang pelan bokong Krystal yang tidur di sampingnya.

“Tidak mau! Ini kan giliranmu!”

“Cepat! Ya!” Jessica kembali menendang-nendang bokong Krystal membuat Krystal semakin kesal.

“Aisssh!” Gadis cantik itu berdiri sambil mengambil sebuah bantal dan melemparkannya ke tubuh Jessica. Jessica hanya terkekeh melihat kekesalan adiknya itu. “Dasar pemalas! Kau tidak akan bertemu pria yang baik jika kau terus bermalas-malasan!”

“Jangan khawatir, Jika aku tidak menemukan pria yang baik, aku akan menikahi Minho.”ejeknya mengedip-ngedipkan matanya kearah Krystal.

“Hissh!”

Bersungut-sungut, gadis itu akhirnya pergi ke dapur dan mengambil bungkusan sampah yang harus ia buang. Sejak awal dia sudah tau jika tidak ada gunanya membuat perjanjian dengan kakak kandungnya itu karena pada akhirnya, dia lah yang akan mengerjakan seluruh pekerjaan.

“Ya ampun dingin sekali.” Krystal mempercepat langkahnya ketika ia keluar dari gedung apartement. Sedikit menyesal kenapa dia tidak memakai jaketnya tadi. Gadis itu berlari menuju deretan tempat sampah, secepat kilat membuka tutupnya dan memasukkan plastik sampahnya ke dalam tempat sampah itu.

Namun, ketika ia berbalik, bergegas masuk ke dalam gedung apartement-nya, langkahnya seketika terhenti ketika ia melihat Minho berlalu. Dia mau pergi kemana?

Krystal tau dia harus minta maaf pada Minho, walaupun ia tidak tau apa kesalahan yang ia perbuat sesungguhnya. Yang jelas ia merasa bersalah. Terlebih lagi hari ini dia menghilang tiba-tba tanpa memberitahu Minho.

Gadis itu menarik napas panjang, ia harus memberanikan diri. Yang jelas, ia tidak mau kehilangan Minho hanya karena pria brengsek itu. Ia mengikuti langkah Minho kemudian, menuju sebuah taman yang terletak tak jauh dari gedung apartement.

Tapi semua yang ia pikirkan ternyata tak sesuai dengan kenyataan. Gadis itu langsung bersembunyi di balik rimbunan semak begitu melihat Minho sedang bertemu dengan seorang wanita. Krystal menajamkan penglihatannya, sepertinya ia mengenal sosok itu. Tunggu…bukankah dia…

Astaga… bukankah dia wanita itu?!

Mata Krystal sontak membulat. Tidak salah lagi. Dia wanita itu. Kenapa dia bersama dengan Minho? Apa dia mengenal Minho juga?

“Kenapa dia mengenal semua orang?”dengus Krystal. Sejujurnya, ia sedikit kesal dengan wanita itu karena membuatnya telah terlibat dalam masalah yang bahkan tidak ia ketahui. Dan sekarang, dia bahkan mengenal Minho juga.

Setengah jam berlalu dan Krystal masih bersembunyi di balik rimbunan semak, memperhatikan keduanya dari sana. Ia mengabaikan udara dingin yang perlahan merasuki tubuhnya juga nyamuk yang menggigiti kakinya. Tak lama ketika akhirnya dua orang itu berpisah, – si wanita berjalan menuju mobilnya dan Minho bergegas kembali ke gedung apaertement –

Seketika Krystal menjadi panik. Dia harus segera masuk agar Minho tidak mengetahui keberadaannya. Gadis itu buru-buru berdiri namun kembali terjatuh karena kakinya terasa kram.

“Aaakh!”

Berjalan tepat di samping tempat itu, Minho menoleh karena ia mendengar suara seseorang. Melihat ada yang terjatuh, pria itu langsung berlari kesana dan memeriksa apa yang terjadi.

“Soojung?” tanya Minho terkejut.

“O-oppa?” Krystal tak kalah terkejut saat Minho menangkap basah dirinya. Gadis itu langsung meringis lebar. “Annyeong oppa.”

***___***

Minho menurunkan Krystal dari gendongannya dan mendudukkan gadis itu di salah satu kursi taman. Ia juga melepas jaketnya dan memakaikannya di punggung Krystal. Mengambil alih tepat di sisi gadis itu, ia menatap Krystal setengah khawatir.

“Biar ku lihat kakimu. Apa terluka?”

Krystal menggeleng, “Tidak. Ini hanya—“ Krystal tidak menyelesaikan ucapannya karena Minho dengan tiba-tiba mengangkat salah satu kakinya dan meletakkannya di atas lututnya.

“Sepertinya memang tidak apa-apa.”seru pria itu memeriksa pergelangan kaki Krystal.

“Oppa, sudah aku bilang aku tidak apa-apa.” Krystal tertawa sambil menurunkan kakinya.

“Apa yang kau lakukan disana? Kau bahkan tidak memakai jaket.”

“Huh?” Gadisi itu sedikit terkejut. “Tadi aku mencari sesuatu yang terjatuh.”jawabnya asal.

“Sudah kau temukan?”

Krystal tertegun sejenak, “Sudah.”jawabnya pelan.

Keheningan tercipta diantara keduanya untuk beberapa saat. Saat ini, Krystal merasakan jika jantungnya akan melompat keluar. Keringat dingin perlahan keluar membasahi telapak tangannya. Sebelumnya, dia tidak pernah segugup ini.

“Oppa…”panggilnya pelan setelah berhasil mengumpulkan keberanian, namun suaranya terdengar bergetar.

Minho menoleh, “Ya?”

Krystal menelan ludah, “Oppa, tadi aku melihatmu bersama dengan seseorang.”

“Hump? Oh, yeaah.”

“Apa dia adalah teman oppa?”

Minho tidak langsung menjawab. Beberapa saat kemudian ia mengangguk sambil tersenyum tipis, “Kau lupa? Kau pernah bertemu dengannya waktu itu?”

“Huh?” Krystal mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.

“Waktu itu. Ketika kita baru saja pulang sekolah.

“Ah benar! Bagaimana bisa aku melupakannya?” Benar juga, wanita itu pernah menemui Minho oppa sebelumnya. Bodoh. Bagaimana aku bisa lupa. “Aku rasa kalian sangat akrab.”seru Krystal lagi.

Minho tersenyum lagi, “Yah, begitulah.”

Krystal memiringkan kepalanya, menatap Minho dengan kening berkerut, “Kenapa oppa terlihat sedih?”

Minho tidak menoleh. Terus menatap ke depan. Ia tetap mempertahankan senyumnya namun Krystal sangat tau itu bukanlah senyuman kebahagiaan. Kesedihan terlihat sangat jelas di matanya. Dan kali ini, dia harus tau siapa sebenarnya wanita itu. Wanita yang berhasil membuat dua pria yang ia kenal menjadi sangat sedih.

“Kau ingat sebuah lagu yang selalu aku dengarkan ketika berada di dalam bus?”

Krystal berpikir sejenak lalu mengangguk, “Lagu dari Kim Jungkook, iya kan?”

“Aku sudah tidak mendengarkan lagu itu lagi sejak beberapa waktu lalu.”

“Huh? Kenapa?”

Minho terdiam sejenak, “Wanita itu akan segera menikah. Jadi, aku memutuskan untuk menyerah.”

Mata Krystal sontak membulat lebar. Buru-buru ia menoleh kearah lain untuk menyembunyikan rasa terkejutnya. Apa yang di maksud Minho adalah… wanita itu?

Minho mengangkat wajahnya, menerawang ke arah langit yang terbentang diatasnya, “Namanya adalah Yoona. Kami sudah mengenal sejak kecil dan tinggal berdekatan. Sejak dulu, aku juga sudah menyukainya. Entah sejak kapan. Yang jelas sudah sangat lama.”jelasnya pelan. “Kami sempat menjalin hubungan selama satu tahun. Ketika itu aku duduk di bangku SMP dan dia adalah siswi SMU. Namun, ketika dia masuk universitas, dia harus pindah ke luar negeri untuk kuliah. Dia memutuskan hubungan kami tiba-tiba bahkan tanpa alasan yang jelas. Dan tak lama aku tau jika dia telah menemukan pria lain disana.”

Oh Tuhan… Apa ini benar-benar kebetulan? Jadi wanita itu adalah wanita yang disukai oleh Minho dan Jongin? Jadi karena itu mereka terlihat tidak menyukai satu sama lain?

“Bulan depan…dia akan menikah.”lanjut Minho lirih. “Saat ini, perasanku benar-benar sangat kacau. Aku tidak tau harus bahagia atau tidak.”

Krystal hanya diam tanpa suara. Bersikap seolah-olah ia mendengarkan cerita Minho namun sebenarnya gadis itu sedang bertarung dengan hatinya sendiri. Oh, rasanya cukup sakit. Sedikit perih ketika dia mengetahui jika pria yang ia sukai ternyata masih menyukai orang lain. Yah, ini menyedihkan.

Minho menoleh, menatap kearah Krystal dengan senyum, “Hey, apa yang sedang kau pikirkan?”

“Aku…”gumam Krystal terus menatap ke depan. “Tidak tau…”serunya pelan. “Hanya saja ini adalah sebuah kebetulan.”

“Kebetulan?” kening Minho berkerut bingung.

Menguatkan hatinya, Krystal balas menatap Minho, “Oppa bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Tentang apa?”

Gadis itu terdiam sejenak, “Kenapa oppa sangat membenci Jongin?”

Krystal bisa menangkap ekspresi terkejut Minho ketika ia menanyakan hal itu. Pria itu sedang berusaha menutupi rasa gugupnya namun sayangnya hal itu sudah tertangkap oleh mata Krystal.

“Itu karena dia suka mengganggumu.”

Krystal tau itu kebohongan.

“Oppa… apa oppa benar-benar mengganggapku hanya sebagai seorang adik?”

“Huh?”

“Apa aku tidak bisa menjadi yang lain selain seorang adik untukmu?”

TBC

8 thoughts on “Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 8

  1. Hanna berkata:

    Jadi Minho dan Jongin sama2 suka Yoona. Tpi alasan mereka saling benci masih belum terungkap..
    Makin pnasaran sama ini ff.. Makin gregeett…😀

  2. OhSecca berkata:

    Minho dan jongin sama2 suka yoona mereka saling benci karena lebih memilih hubungan dgn minho dari pada jongin meskipun hanya satu tahun. Sedangkan yoona hanya menganggap jongin sebatas adik. Mungkin itu yg bikin jongin membenci minho dan alasan minho membenci jongin karena jongin menyukai wanita yg sama mungkin? Hehe.. Asal nebak aja sih.

  3. OhSecca berkata:

    Minho dan jongin sama2 suka yoona mereka saling benci karena lebih memilih hubungan dgn minho dari pada jongin meskipun hanya satu tahun. Sedangkan yoona hanya menganggap jongin se
    batas adik. Mungkin itu yg bikin jongin membenci minho dan alasan minho membenci jongin karena jongin menyukai wanita yg sama mungkin? Hehe.. Asal nebak aja sih.

  4. mongochi*hae berkata:

    ouh…
    jd it alasan knp minho & jongin saling mbenci..
    percuma, toh yoona mnikah dg orang lain..
    tp mgkin krn dlu ad something mereka jd kya gini..
    aplg skrang ad soojung..
    ckck tambah ribet aj urusanny

    ommo… soojung nembak nh ceritany..
    gmna am jongin coba

    next dtunggu

  5. DO DO berkata:

    keren thor ceritanya
    penasaran banget gimana nantinya kai perlahan bisa suka sama krystal, kerena skrng kai cuman manfaatin krystal doang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s