FF : GROWL Chap. 21

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Mereka tidak akan mempercayainya. Orang lain yang melihat mereka duduk bersampingan tidak akan menyangka. Ketika kebenciannya itu tanpa mereka sadari menghilang sedikit demi sedikit. Berbagi rasa sakit, ia pernah merasakan hal yang sedang di rasakan musuhnya itu. Jauh lebih pekat. Jauh lebih dalam. Karena dia sendiri tidak mengetahui hal apa yang sudah terjadi pada kedua orang tuanya. Ketika kakaknya mengatakan jika mereka mengalami kecelakaan mobil, namun kenapa orang lain mengatakan mereka bunuh diri? Selama ini, Chanyeol terus memendam sendiri pertanyaan itu. Ia tidak berani bertanya lebih banyak pada kakaknya karena ia tau. Hal sensitif ini akan menyakiti mereka berdua.

“Mulai saat ini, kau harus menjadi lebih kuat dari sebelumnya.”suara serak Chanyeol terdengar setelah mereka terdiam lama. “Karena kau tidak hanya akan menghidupi dirimu sendiri.”

“Kau tau aku adalah orang yang kuat.” Baekhyun membalasnya, dengan senyum tipis dan matanya yang sembab. “Aku sering membuatmu babak belur.”

Chanyeol tertawa kecil, “Mungkin karena dosamu lebih banyak dariku jadi Tuhan menempatkanmu sebagai seorang kakak. Sedangkan aku, aku adalah seorang adik.”

“Tuhan tau aku lebih kuat darimu.”

“Cih, kau bercanda? Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak.”

“Kenapa? Itu adalah kenyataan.”

“Aku bahkan pernah membuatmu pingsan. Kau lupa?”

“Sepertinya kau yang memiliki ingatan buruk. Aku pernah membuatmu masuk UGD.”

“Jangan bercanda. Kau pasti bermimpi.”

Di belakang pertengkaran kecil itu, empat orang pria berdiri dengan helaan napas panjang. Apa-apaan mereka? Pemakaman bahkan baru saja selesai.

Lay melirik kearah Sehun dan Kai yang berdiri bersampingan, “Lalu, kapan kami akan melihat kalian seperti itu?”

Keduanya sontak menoleh kearah Lay dengan tatapan tajam, “Apa kau sudah gila?”ketus Kai.

“Itu tidak akan pernah terjadi. Jadi jangan berharap.”sahut Sehun.

“Kau pikir aku mau?!”

Tao berkecap sambil geleng-geleng kepala melihat keduanya, lalu ia melirik kearah Yeri, “Yeri, ayo. Oppa akan mengantarmu pulang.”

“Terima kasih, Tao. Aku tidak bisa mengantarnya karena aku harus bertemu Suho.”

“Tidak apa-apa. Setelah ini aku akan menemuimu.”

Tao pergi lebih dulu bersama adik Baekhyun. Tak lama setelahnya, Lay bergegas menyusul. Namun sebelumnya, ia sempat menoleh ke belakang, kearah Sehun dan Kai yang masih menatap Baekhyun dan Chanyeol.

“Sehun, kau tidak membawa mobil, kan? Kau bisa menumpang dengan Kai nanti. Aku pergi dulu.”

Lay lantas melanjutkan langkahnya, meninggalkan Sehun yang langsung melotot lebar-lebar, “Ya! Kau gila?! Aku akan naik taksi!”teriaknya di belakang pria yang mulai menjauh itu.

“Kau pikir aku mau memberimu tumpangan?!”

Hari itu, mereka telah kehilangan satu orang yang sangat berarti. Seseorang yang paling di cintai oleh Baekhyun di dalam hidupnya. Namun, balasan atas kehilangan itu, ikatan lain perlahan-lahan terjalin.

Kemarin, mereka melihat bagaimana kesedihan itu nyaris membuat Baekhyun seperti orang gila. Ia mengamuk dan terus berteriak. Tapi hari ini, mereka melihat Baekhyun mereka. Baekhyun yang ceria. Pemakaman tidak harus di penuhi dengan air mata. Karena orang yang pergi itu akan merasa lebih bahagia ketika melihat orang yang ia tinggalkan menjadi lebih kuat. Hari itu, Baekhyun terlihat sangat kuat. Ia tidak menangis. Walaupun mereka tau, sahabat mereka itu telah berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisnya agar tidak keluar. Tapi itu menenangkan.

Dan…terima kasih, Chanyeol. Kau adalah alasannya.

***___***

Tugas yang sempat tertunda kemarin akhirnya akan di lakukan Sehun saat ini. Malam itu, hanya ada Lay, Suho, Sehun dan Kai yang sudah berkumpul di ruang bawah tanah rumah Suho. Sementara yang lain, mereka memutuskan untuk tidak ikut dalam tugas kali ini untuk meminimalis kecurigaan. Chanyeol sengaja tinggal di rumah setelah Sehun memaksanya, sedangkan Tao menginap di rumahnya untuk membantunya. Tidak hanya tinggal di rumah, Sehun memberi mereka tugas untuk menjaga Luhan. Mungkin saja dia akan melakukan hal seperti kemarin.

“Apa kau yakin kau akan pergi sendiri?” Lay menatap Sehun serius.

“Tentu saja.” Sehun mengangguk yakin.

“Kau bilang, dia pernah menunjukkan koleksi senjatanya padamu, kan? Ambil semua gambar, mungkin saja ada nomor seri yang bisa kita lacak.”

Sehun mengangguk, “Aku mengerti.” Pria itu sudah bergegas pergi namun cekalan Kai menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang dengan kening berkerut. “Apa?”

“Aku ikut denganmu.”

“Aku bisa melaku—“

“Aku tidak tahan melihatmu menjadi seorang pahlawan sendirian.” Ia berkecap. “Aku ikut.”

Pria berkulit gelap itu memimpin langkah. Setelah mendengus, Sehun terpaksa mengikutinya. Dia enggan berdebat di saat-saat seperti ini. Sebaiknya dia menyimpan tenaganya untuk melakukan tugas daripada meladeni pria yang sangat kekanak-kanakkan itu.

“Kau bilang kau membutuhkan uang, tapi kau bahkan memiliki mobil cadangan ketika mobilmu masih di perbaiki. Dan…kau memiliki perangkat yang canggih.” Mata Sehun berkeliling begitu memasuki mobil Kai.

“Aku tidak bilang jika aku membutuhkan uang. Yang membutuhkan uang adalah Lay dan Baekhyun.”jawab Kai santai, ia menarik hand brake dan menginjak pedal gal.

“Lalu kenapa kau ikut ke dalam misi ini?”

Ia terdiam sejenak, “Aku hanya ingin bersenang-senang.”

Sehun berkecap, “Yah, caramu bersenang-senang memang berbeda.”

Pria di sebelahnya hanya tersenyum tipis, “Jadi, dimana rumahnya?”

***___***

“Apa kau pikir misi hari ini akan berhasil?” Chanyeol menyandarkan punggungnya pada sandaran mobilnya.

“Hanya menerobos masuk ke dalam sebuah rumah kosong. Jangan khawatir.”balas Tao yang duduk di sebelahnya.

Setelah itu, keduanya hening. Sama-sama tidak bersuara lagi. Karena mereka telah mengerti segala sesuatu yang tidak terucap itu. Hal yang mereka rasakan sama. Kekhawatiran itu di rasakan oleh keduanya.

“Tao.”panggil Chanyeol tanpa menoleh.

“Ya?” Tao juga tidak bergeming, wajahnya terus mengarah ke depan.

“Apa kau pernah membayangkan hal ini akan terjadi?”

Tao tertawa mendengus, “Aku rasa aku sudah gila.”ucapnya. “Jika Kris mengetahui ini, mungkin aku akan di bunuh.”

“Jika Yoora noona mengetahuinya, mungkin hal itu juga terjadi padaku.”sahut Chanyeol ikut tersenyum. “Tapi Tao…semua ini tidak buruk.”katanya pelan. “Beberapa ikatan terjalin karena hal ini.”

“Apa kau sedang membicarakan Baekhyun?”

“Tidak.” Chanyeol menggeleng. “Semuanya.”

“Apa kau pernah membayangkan jika kita akan bekerja sama dengan Chen, Lay, Baekhyun dan si brengsek Kai?” Ia tertawa lagi lalu geleng-geleng kepala. “Kita pasi sudah gila.”

“Sepertinya begitu.” Chanyeol juga tertawa. “Hal ini sedikit lucu.”

Keduanya tertawa bersama. Mentertawakan kejadian yang akhir-akhir ini terjadi. Ini lucu. Bagiamana bisa mereka bekerja sama? Hal ini bahkan tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

“Ayo masuk. Kita seperti orang bodoh disini.”ucap Tao mendengus. “Dua orang pria duduk bersama di dalam mobil yang terparkir di depan rumah. Cih, apa kita sedang menatap bintang?”

“Setidaknya kau memiliki seseorang yang bisa diajak untuk menatap bintang.”

Tao sontak menoleh dengan mata melotot, “Tutup mulutmu. Aku masih menyukai seorang gadis!”

***___***

“Kau menemukan sesuatu dari dokumen itu?”

Suho menggeleng, “Hanya informasi yang sudah kita ketahui.”

“Kau yakin?”tanya Lay lagi.

“Yah, aku sudah memeriksanya.”

Lay memundurkan kursinya, menoleh kearah Chen yang duduk di sudut kanan, “Chen, bisakah kau kirimkan data dokumen itu? Aku ingin memeriksanya.”

“Oke.”

“Sudah ku bilang aku sudah memeriksanya.”seru Suho menghela napas.

“Aku juga ingin memeriksanya. Mungkin saja aku menemukan sesuatu yang tak kau lihat.”

***___***

Kai memarkirkan mobilnya di gedung parkiran umum yang ada di daerah itu. Ia dan Sehun memutuskan untuk berjalan kaki agar tidak di curigai. Sehun masih ingat dengan benar jalan menuju rumah Kyungsoo. Sedikit tersembunyi.

“Lewat sini.” Sehun memimpin langkah melewati sebuah gang kecil yang gelap.

Sehun tau ada jika ada jalan lain yang lebih luas dan lebar untuk menuju rumah Kyungsoo tapi dia tidak mengetahuinya. Dulu, Kyungsoo membawanya melewati jalan ini. Entah apa alasannya, mungkin untuk keamanan mengingat rumah Kyungsoo yang sangat besar. Juga…tentang benda-benda yang tersimpan di dalam rumahnya. Jika polisi mengetahuinya, Sehun yakin Kyungsoo dan ayahnya akan di tangkap.

“Kau yakin lewat jalan ini?”tanya Kai. Sehun hanya menjawabnya dengan anggukkan.

Tak lama setelah mereka berjalan selama 5 menit, keduanya sampai di depan rumah megah itu. Sehun baru menyadari jika saat malam hari, rumah itu justru terlihat seperti rumah hantu. Bahkan sangat sedikit lampu yang menyala hingga penerangan di tempat itu sanga minim.

“Kau bisa…” Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Sehun sudah lebih dulu memanjat pagar rumah rendah di bagian samping dan mendarat dengan selamat. Kai berdecak, “Dia lebih berpengalaman dari yang aku kira.”

Benar-benar seperti rumah hantu. Tanaman hiasnya bahkan sudah sangat rimbun dan daun-daun kering sudah mulai berguguran menutupi permukaan taman. Daun-daun itu juga menciptakan bunyi ketika Sehun dan Kai menapak.

“Ini rumah penjahat.”bisik Kai berjalan mengendap-endap di belakang Sehun.

Sehun menoleh ke belakang sekilas, “Kecilkan suaramu.”

Sehun tidak bermaksud untuk mengelak. Bahkan sepertinya yang di katakan Kai adalah hal yang benar. Ini memang rumah penjahat. Mengingat Kyungsoo mengatakan jika seseorang memberitahunya tentang ayahnya yang terlibat organisasi terlarang, belum lagi jika hobby ayahnya ternyata menyimpan senjata api yang begitu banyak di dalam rumahnya, semakin memperkuat dugaan Sehun. Yah, ada yang tidak beres. Ayah Kyungsoo sepertinya memang terlibat.

Berhasil mencongkel sebuah jendela yang menghubungkan dengan bagian belakang, sepertinya ke bagian kamar pembantu karena bentuk kamarnya sangat sederhana. Keduanya masih berjalan mengendap-endap dalam kegelapan walaupun mereka tau tidak ada siapapun disana.

Sehun menuntun Kai menuju dapur dan melakukan hal yang sama seperti yang pernah di lakukan Kyungsoo dulu. Ekspresi tak berbeda di tunjukkan oleh Kai ketika sebuah lemari berputar dan menciptakan sebuah celah.

“Berikan ponselmu.” Sehun mengulurkan tangannya ke belakang. Kai menuruti perintah Sehun walaupun ia masih berada dalam rasa terperangahnya. Sehun mencari fitur senter di ponsel Kai, tempat itu sangat gelap, dia tidak bisa melihat dengan baik. Tanpa ragu-ragu, Sehun melewati celah itu, di susul Kai di belakangnya. Dan untuk yang kesekian kalinya, Kai kembali terperangah melihat deretan senjata api terjejer di dinding. Senjata api dengan berbagai bentuk terjejer disana.

Kai menelan ludah, “S-sehun, ini…”

Sehun mengangguk pelan, “Suho mencurgai orang yang memiliki rumah ini.”bisiknya.

Kai tak mampu berkata-kata lagi. Ini pertama kalinya ia melihat hal ini. Tidak bisa di percaya, apa ini benar-benar nyata? Benda-benda berbahaya ini…benar-benar nyata?

Sehun mengangkat tangannya, sudah bergegas memotret senjata-senjata itu namun ia mengurungkan niatnya. Tangannya yang memegang ponsel menurun, mengembalikan benda itu pada Kai.

“Tidak akan berhasil.” Ia menggeleng. “Yang kita lakukan tidak akan berhasil.”

“Apa maksudmu?” tanya Kai bingung.

“Ada banyak senjata api disini, kita tidak bisa memotretnya satu-persatu.”

“Lalu bagaimana?”

“Hubungi Suho dan minta dia mengirimkan dokumen itu.”

“Apa?”

“Cepatlah.”

Kai dengan cepat melakukan apa yang Sehun minta sementara pria tinggi berkulit pucat itu memeriksa pistol yang ia anggap memiliki bentuk berbeda. Dia memang tidak mengerti tentang senjata api tapi setidaknya dia tau benar senjata api miliki polisi yang sering di gunakan oleh Kris.

“Aku bilang cepat!” Kai nyaris berteriak dan mengakhiri panggilannya kesal. Setelah hampir lima menit beradu mulut dengan Suho atas perubahan rencana tiba-tiba itu, pada akhirnya mereka yang beada di markas menyerah. Ponsel Kai bergetar dan dengan segera pria itu membuka file yang di terimanya.

“Ini.” ia memberikan ponselnya pada Sehun kembali. “Sebenarnya apa yang akan kau lakukan?”

Sehun tidak menjawab. Fokusnya tertuju pada data yang tertera di ponsel Kai. Cheon Guk Woo. Cheon Guk Woo. Kenapa tidak ada data berarti yang bisa mereka temukan. Apa data sebenarnya bukan tersembunyi di gedung Arsip Nasional? Apa mungkin di tempat lain?

“Sehun.”panggil Kai lagi mula igemas karena Sehun terlalu asik dengan pikirannya sendiri.

Sehun mengembalikan ponsel Kai, “Kau periksa tempat ini, perhatikan datanya, mungkin ada hal yang berhubungan. Aku akan pergi ke tempat lain.”

Kai seketika menahan lengan Sehun, “Kau mau kemana, brengsek?”desisnya kesal.

“Percayalah padaku.” Pria itu perlahan melepaskan cekalan Kai, menatapnya sesaat dan mengangguk.

Tatapan itu meyakinkan. Seperti tatapan seorang teman yang sedang meyakinkan temannya yang lain. Seperti sebuah janji tak terucap yang menyatakan, ‘kita akan baik-baik saja’ membuat Kai dengan mudahnya mempercayai hal itu. Sehun akan melakukannya. Yah, dia akan melakukannya.

Sehun berlari dalam kegelapan, meninggalkan ruang dapur dan mengendap-endap menaiki anak-anak tangaa. Pandangannya masih berkeliling, berjaga-jaga. Rumah sebesar ini, pasti ada alasan yang membuat pemiliknya tega meninggalkan. Pasti ada alasan kenapa semua orang pergi dan enggan untuk berada disini. Dalam kasus Kyungsoo, yang ia tau, Kyungsoo sangat takut jika berada disini sendirian. Ketakutan dalam arti jika mungkin saja suatu saat seseorang akan datang, seseorang yang akan membawa berita buruk, seseorang yang akan memberitahu kenyataan menyakitkan tentang ayahnya.

Berjalan menuju sebuah tempat yang masih lekat dalam ingatannya, Sehun membuka ruangan yang tak terkunci itu. Ruangan ini berada di ujung, itu artinya jika lampu menyala, seseornag bisa melihatnya dari jalan belakang. Daerah ini memang sepi namun hal-hal yang tidak memungkinkan bisa saja terjadi sehingga dia tetap harus was-was.

Di dalam ruangan yang lebih tepatnya adalah kamar Kyungsoo, Sehun membuka lemari baju bewarna cokelat yang ada di samping cermin. Lemari itu sangat besar dengan dua pintu dan di isi dengan banyak baju milik Kyungsoo. Namun, alasan utama kenapa Kyungsoo memilih lemari besar bukan karena dia memiliki banyak baju yang harus di simpan, melainkan lemari itu menyimpan sebuah rahasia. Sehun menggeser gantungan baju yang terletak paling ujung dan sebuah bunyi samar terdengar. Masih menahan gantungan baju itu, tangannya yang lain menggeser dinding kanan lemari. Sebuah pintu terlihat di baliknya dan tanpa pikir panjang Sehun membuka ruangan itu.

Sebuah ruangan tersembunyi yang menyimpan banyak senjata api. Deretan senjata api juga tersusun disini seperti yang ia lihat di dapur. Hanya saja, jumlahnya di kamar ini lebih sedikit. Sehun menekan saklar lampu, menerangi ruangan sempit itu. Dia memperhatikan satu-persatu senjata api dengan seksama. Dan ketika pandangannya terjatuh pada sebuah pistol kecil berwarna hitam legam, matanya membulat lebar. Ia mengeluarkan pistol itu dari tempatnya dengan cepat, matanya menajam, menatap kearah sebuah logo yang tertera di bagian pegangannya.

Tunggu…logo ini…

Tanpa pikir panjang, Sehun langsung berbalik, keluar dari ruangan itu dan dari kamar Kyungsoo. Ia berlari dengan cepat menuruni anak tangga, kembali menemui Kai. Keduanya nyaris bertabrakan ketika bertemu di dapur. Ternyata, Kai juga sudah keluar dari tempat itu.

“Sehun!” “Kai!” seru mereka berdua bersamaan.

“Ini pistol milik kepolisian! Ini milik kepala polisi itu, kan?”ujar Kai lebih dulu, ia mengangkat ponselnya, menyenteri bagian pegangan pistol. “Lihat, ini adalah simbol kepolisian!”

“Ayo pergi.” Sehun menarik lengan Kai dan menyeret pria itu untuk meninggalkan rumah Kyungsoo secepat mungkin. Ini mencurigakan. Sangat mencurigakan. Walaupun ayah Kyungsoo sangat menyukai pistol, tapi bagaimana bisa dia memiliki pistol dengan lambang kepolisian? Apa hubungannya dengan polisi?

Kedua pria tinggi itu melompat keluar melewati gerbang rumah Kyungsoo. Sambil menoleh ke kiri dan ke kanan berlari menuju mobil mereka. Kai menyimpan pistolnya di dalam saku jaketnya dan Sehun juga melakukan hal yang sama. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

Kai menginjak pedal gasnya dan mengarahkan mobilnya menjauh, “Apa kita harus pergi ke rumah Suho sekarang?”

“Tidak.”jawab Sehun cepat. “Ikuti aku.”

***___***

Kai hanya berkecap sambil geleng-geleng kepala ketika Sehun menyalakan lampu. Sebuah ruangan yang terlihat tidak diurus namun ia tau ruangan ini sering di tinggali. Bisa di lihat dari banyaknya bekas kaleng minuman dan sofa besar serta bantal.

“Ini ruangan persembunyian?”

Sehun hanya diam. Satu-satunya tempat aman adalah ruang bawah tanah. Tidak ada yang akan pergi ke tempat ini selain teman-temannya.

“Berikan pistolnya.”

Kai mengeluarkan pistolnya dari dalam jaketnya dan memberikannya pada Sehun, “Lihat baik-baik. Aku yakin kau tau lambang itu.”

Itu memang milik kepolisian. Bentuknya hampir sama dengan milik Kris.

“Apa yang ingin kau katakan tadi?”tanya Kai lagi. “Kau mencariku untuk mengatakan sesuatu, kan?”

Sehun menoleh sekilas kearah pria yang duduk di sampingnya itu, “Bisakah aku pinjam ponselmu?”

Kai masih melakukan apa yang Sehun minta. Pria itu membuka file dokumen yang di kirim oleh Suho, memperhatikan dokumen itu sekali lagi. Jarinya berhenti bergerak ketika ia melihat sebuah foto yang sempat mengusik pikirannya tadi. Itu adalah foto dokumentasi dimana beberapa orang terlihat sedang mengerjakan sesuatu. Sehun memperbesar foto itu, menuju ke bagian sudut dan memperbesar lagi. Tidak salah lagi, logo itu…

“Apa yang kau temukan?”tanya Kai penasaran melihat ekspresi serius Sehun.

“Ini adalah foto dimana mereka sedang mengerjakan sesuatu di organisasi terlarang itu, kan?”

Kai mengangguk, “Kau baca saja keterangannya.”

“Lihat logo ini.” Sehun menunjuk gambar logo yang sedikit samar dan blur. Lalu pria itu mengeluarkan pistol yang ia temukan. “Logo ini sama persis.”

Kai mengambil pistol itu dan memperhatikan bagian pegangannya. Matanya membulat lebar. Benar, logo di pegangan pistol itu dan di foto itu sama.

“Maksudmu…orang yang meninggali rumah itu adalah salah satu anggota organisasi terlarang?”

Sehun mengangguk, “Itu hanya dugaanku.”

“Tapi dia juga memiliki pistol kepolisian.”

“Bukankah itu mencurigakan?” Pria itu menatap Kai lurus. “Dia memiliki pistol dari organisasi terlarang dan dari kepolisian. Apa kau ingat Suho pernah mengatakan jika kasus pembunuhan massal anggota NSA tidak diperpanjang di Korea maupun Amerika?”

Mata Kai semakin membulat lebar ketika ia menyadari sesuatu, “Ada pengkhianat!”

***____***

“Brengsek!”

Suho menggebrak meja dengan seluruh kekesalannya. Menatap dua buah pistol di atas meja yang ada di depannya, pria itu tak henti-hentinya memaki. Jika dugaan Sehun dan Kai benar, itu tandanya memang ada pengkhianat. Mata-mata!

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”tanya Lay. “Ini masih dugaan. Tapi, bisa saja kasus itu tidak di perpanjang karena ada hubungannya antara kepolisian dan organisasi itu.”

“Aku tetap harus menyelesaikan ini.” Suho menggertakkan giginya. Rahangnya mengeras. “Tidak perduli apapun yang akan terjadi, aku harus menangkap mereka semua!” Pria itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. “Minseok, kita harus bertemu. Aku akan mengirimkan alamat padamu.”

“Siapa yang kau hubungi?”tanya Kai.

“Sebaiknya kalian pulang sekarang.” balas Suho menghela napas panjang. “Aku ingin sendiri.”

Mereka saling pandang. Lay mengangguk. Sebaiknya tidak mengganggu pria itu dulu.

“Baiklah. Lagipula, aku harus istirahat.”sahut Kai.

Satu-persatu mereka pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara Chen, pria itu menghentikan langkahnya sejenak. Menatap sisi wajah kakak kandungnya yang sedang menahan amarah. Dia memang masih sakit hati atas perbuatannya tapi menatap kejatuhan pria itu, hatinya terasa sangat sakit.

***___***

Sehun keluar dari gang kecil rumahnya dan sontak langkahnya terhenti ketika ia melihat Luhan juga keluar dari rumahnya. Kontak mata keduanya bertemu namun Luhan buru-buru mengalihkan pandangan, berpura-pura tidak melihat Sehun.

Sehun buru-buru menahannya. Pria tinggi itu menepuk pundak Luhan, “Luhan.”panggilnya pelan. Luhan berbalik, menatap pria itu lurus. “Kau masih marah?”tanyanya. “Aku minta maaf.”

“Kenapa aku harus marah?” pria itu tersenyum mendengus. “Harusnya aku tidak marah ketika kau bisa mengurus urusanmu sendiri.”

“Luhan, tidak begitu. Aku–”

“Urus urusanmu sendiri dan aku akan mengurus urusanku sendiri.”

“Luhan.” Sehun kembali menahan Luhan sebelum pria itu pergi. “Dengarkan penjelasanku.”mohonnya.

Luhan menatap lurus tepat di manik mata Sehun, “Sehun, kau tau kau tidak bisa berbohong? Jadi sebaiknya jangan katakan apapun karena itu akan membuatku semakin mengetahui kau telah banyak berbohong. Jangan berusaha mengelak dan mengarang cerita karena itu akan membuatku semakin marah.”

Sehun langsung bungkam. Jalan satu-satunya meredakan amarah Luhan memang dengan berkata jujur. Percuma mengarang cerita apapun karena hal itu hanya akan membuatnya semakin marah. Tapi, mengatakan hal yang sejujurnya adalah hal yang paling tidak mungkin ia lakukan. Cukup melibatkan Chanyeol dan Tao, sebisa mungkin dia tidak ingin melibatkan orang lain lagi.

Tangan kanan Sehun yang mencekal lengan Luhan melunglai turun. Sementara Luhan benar-benar tidak menyangka jika itu yang akan Sehun pilih. Apa hal yang sedang ia sembunyikan benar-benar tidak bisa di katakan? Apa hal itu sangat penting hingga dia tidak bisa memberitahunya?

Luhan menatap sahabatnya itu sejenak sebelum akhirnya berbalik dan pergi ke sekolah seorang diri. Di tempatnya Sehun membeku, tidak bergerak, hanya menatap punggung itu yang semakin lama semakin menjauh.

Luhan, tunggu sebentar lagi. Percayalah padaku, hanya ini yang bisa ku lakukan untuk oema.

“Dia masih marah?” Suara Chanyeol membuatnya menoleh sekilas.

“Begitulah.”

“Ini adalah pertama kalinya dia seperti itu.”sahut Tao.

“Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita memberitahunya?”

Sehun langsung menggeleng, “Jangan!”tegasnya. “Jangan libatkan dia!”

“Sehun tapi—“

“Sudahlah. Aku tidak ingin berdebat tentang ini. Aku akan mengurusnya nanti.”

***___***

Sehun benar-benar tidak bisa berbuat apapun ketika sepanjang pelajaran, Luhan tidak menegurnya sama sekali. Bahkan langsung pergi ketika bel istirahat berbunyi. Ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar hingga begini hebatnya, hingga tidak bertegur sapa selama beberapa hari.

“Sehun, ayo pergi ke kantin.” Chanyeol menepuk pundak sahabatnya itu.

Sehun terdiam sejenak lalu menggeleng, “Aku sangat lelah. Aku ingin tidur.”jawabnya lalu berdiri dari duduk dan berjalan meninggalkan teman-temannya.

Chanyeol dan Tao hanya saling pandang bingung. Sudahlah, sebaiknya biarkan dia.

Pria tinggi itu pergi ke atap sekolah. Satu-satunya tempat yang bisa menyembunyikannya. Tempat yang begitu saja ia jadikan tempat bertenggernya sejak dulu. Dia butuh ketenangan, butuh suasana yang jauh dari hiruk-pikuk murid-murid.

“Sehun.”suara seseorang membuatnya membuka mata. Ketika melihat siapa yang datang, ia menarik dirinya dan duduk.

“Kyungsoo.”ucapnya sambil bergeser, memberikan tempat untuk Kyungsoo.

Kyungsoo menjatuhkan diri di samping Sehun, “Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Tentang apa?”

Pria mungil itu memberikan jeda sesaat sebelum ia berseru, “Suho tidak masuk sekolah hari ini.”

“Lalu? Bukankah kau seharusnya senang?”

Ia terdiam lagi, “Sehun, apa aku sebaiknya kembali ke rumahku?”ucapnya kemudian, membuat Sehun langsung membulatkan mata. “Aku tidak bisa terus-menerus tinggal di rumah Chanyeol.”

“Kau tau itu berbahaya!”sahut Sehun tanpa sadar menaikkan nada suaranya.

“Berbahaya? Itu adalah rumahku.”

Sehun menarik napas panjang, berusaha menormalkan dirinya, “Kyungsoo, kau belum mengetahui tentang keberadaan ayahmu.”

“Karena itu aku harus berada di rumah, mungkin saja seseorang akan menghubungiku.”

“Kyungsoo—“

“Sehun, aku harus tau yang sebenarnya. Aku tidak bisa terus-menerus diam seperti ini.”

“Kyungsoo, tapi…”

“Jangan khawatir. Ayahku tidak mungkin melukaiku, kan?”

***___***

Xiumin terus memandang dua buah benda yang di bungkus ke dalam plastik bening itu, sementara pria yang sedang duduk di hadapannya sedang menahan kekesalan.

“Logo dan nomor serinya memang milik kepolisian.”ucap pria itu pelan. “Ini adalah nomor seri milik para petinggi. Dan…” ia memandang benda yang lain. “Ini memang milik organisasi itu.”

“Ada pengkhianat.”desis Suho. “Diantara kita ada pengkhianat.”ulangnya lagi.

“Kau tidak bisa menyimpulkan hal itu dengan cepat.”

“Semua itu sudah jelas, Minseok!”

“Itu karena kau menggunakan perasaanmu.”balas Xiumin cepat. “Aku tidak tau jika memang ada pengkhianat diantara kita atau tidak, tapi yang jelas, orang yang memiliki dua senjata ini terlibat. Kita harus menyelidikinya.”

“Oh, apa kami mengganggu?” Kai tiba-tiba muncul bersama Baekhyun dan Lay. Suho dan Xiumin sama-sama menoleh ke belakang dan tak lama Sehun dan teman-temannya juga muncul.

Xiumin sontak membulatkan kedua matanya lebar-lebar, “Kalian?!”

Yang lain juga tak kalah terperangah begitu mereka melihat Xiumin, “Kau?!”

“Apa yang kalian lakukan disini?!” Xiumin langsung berdiri dari duduknya.

“Harusnya kami yang bertanya, apa yang kau lakukan disini?”sengit Sehun. “Kami tidak melakukan apapun!”

“Minseok, perkenalkan… mereka adalah timku.”

Ucapan Suho barusan semakin membuat Xiumin terperangah, mulutnya ternganga lebar, “APA?!”

TBC

33 thoughts on “FF : GROWL Chap. 21

  1. heahunie3107 berkata:

    Mian baru komen, aku ngebut baca dari siang, part 1-21. Huuu ini FF favoritku, alurnya pas ngak kecepetan, belum jelas banget gimana konfliknya, aku suka persahabatan mereka. Author Oh Minja emang keren, aku baca ff yg lain juga ya. Salam kenal.

  2. heahunie3107 berkata:

    Annyeong Readers baru, salam kenal. Alhirnya kelar juga aku baca dari part 1-21, ngak bisa komen panjang, yg jelas keren. Alurnya pas ngak kecepatan, tapi aku masih bingung dengan konflik utamanya,hehe nanti juga paham di next part , persahabatannya kentel banget, cuman di Kai, Lay, Baekhyun ngak dijelasin kaya Sehun cs, tapi di part 20 ada kok, masalah Baekhyun, ada typo cuma 1 di part ini, hehe Semangat ya thor, karyamu bagus semua, aku jelajah karyamu ya. Gomawo….

  3. dewii berkata:

    waa, makin seru dan menegangkan, seneng mereka jdi lebih deket kek gitu.. lanjut ya eon,pliss jangan lama2 update nya, hehe

  4. ajengaryaa berkata:

    Akhirnya dilanjut juga
    Udah hampir lupa sama ceritanya,tapi aku seneng sih eonni tetep mau lanjutin

    Seneng deh akhirnya mereka mulai solid
    Xiumin pasti syok sama timnya suho,orang mereka semua aja pembuat ulah terus langganan jadi kejaran kris apalagi sehun…

    Eonni bisa ngga di update paling lama 1 minggu sekali #maksabgt
    Hehhheee….
    Tapi tetep sih,walau updatenya lama tetep jadi pembaca setia

  5. osehn96 berkata:

    akhirnya muncul jugaaaa~.kangen kangen kangen hihihi. Makin kesini mereka makin complicated. Gimana xiumin gak kaget. Bgaimana bisa anak2 yg slalu diincer polisi jadi bagiannya suho. Ahaha.. Kasih luhan pengertian pleasee. Sabar sehun luhan stelah ini pasti ada hikmahnya yaa . Waaauw masih pengen bacaaaa

  6. irnacho berkata:

    Hahaha Dunia Sempit yaa
    Jgn bilang suho jg Kenal kris, klo bener Yaudah buyar semuanya. Tao bisa2 beneran di gantung sama kris. Ckck kris padahal Cuma Kakak sepupu kan? Tp bener2 over bgt protect Nya sama Tao.
    Luhan sama sehun cpt baikan dooong. Kasian sama kyungsoo. Smoga pas nanti dia tahu, dia baik2 aja

  7. OhSecca berkata:

    Suka banget ih sama brothership nya SeKai (bias) wkwk.. Berasa baca novel atau nnton film penjabaran nya jelas banget.Semua ff nya author OhMija emang daebak. Apalagi sering cast utamanya OhSeh #bias lg 😊di tunggu lanjutan nya. Ceritanya makin rumit
    Tp bikin penasaran.

  8. niza berkata:

    hhhahha klo liat lngsung ekspresi xiumin psti lcu bngetttt kyaaaaaa akhir.y mreka udahhh mlai dkat stu sma lainnnnn….. ktemu ama xiumin ajahhh kya gtuuu gmna low ma krissss
    D tnggu klnjutan.y jgan lma” yahhhhhh

  9. ohunhun berkata:

    yaampunn… gregetan bngt deh bacanya. pingin terus2 an gk ada tbc:v
    mungkin aja ayang kyung jdi penghianat organisasi dn mata2 polisi. bisa aja kn ya

    author apdetnya jarang bngt ya sekarang:'( semangat thor!!^~^

  10. ellalibra berkata:

    Hayoooloh ko ko ko ,, gimana reaksi xiumin slnjtny ,,,kl g slh xiumin tau kl chanyeol adik dr tmnny q lpa siapa nm kakak perempuan chanyeol itu loh ,, penasaran” dtunggu next eon fighting

  11. HunHo_Suho berkata:

    Xiumin syok 😀 ialah mereka semua kan langganan polisi kak, suer saya bingung sama chap ini soalnya udh lupa sama alur nya kak 😢 di sini semua nya serbaa singkat, moment kebersamaan sehun-tao-chanyeol-luhan, luhan juga marah sama sehun dan jangan bilang luhan tau apa misi sehun. Ibu baek juga meninggal turut berduka ya kak , dan saya sedih nya sama ff ini karna updet nya kelamaan banget kak jujur saya bisa sampe 100 kali bolak balik liat wp ini kak, kangen ff the lords of legends nya, kapan atuh itu di updet kak???

  12. mongochi*hae berkata:

    yeay… akhirny posting jga..
    lama bgt loh ak nunggu n part posting
    hhhaaa lucu dh ngebayangin muka unyu xiu yg syok saat thu klo sehun CS adlh tim suho trlbh ad tao..
    ckck.. pening pala barbie nh xiu hhee

    whoaa… makin keren aj n part aplg saat kai-sehun ngendap2 drumah kyungsoo. tegangny berasa man..
    dan nmbh whoa lg saat thu klo bner ad pg.hianat dlm organisasi it..
    hn… jf penasaraan dg n kasus dr part ke part

    tak aplh.. yg nmny sahabat kita gk thu cara mrmulainy dg ap dan pada siapa. contohny aj mereka yg musuhan skrng jd tim. smga solid dh..
    dan.. utk luhan maafin mereka ya..

    next part dtunggu cepet postingny

  13. Nurnie berkata:

    Post jga yaa !! Dch lma nggu2 !..
    Jngn2 kris yaa pnghianatnya !! Heheh brcnda tman .
    Kra2 siapa yaa d.antra mereka yg gc setia . Hehe😀
    lnjutttttt chinguu, jngn lma2 lgi yaa

  14. wikapratiwi8wp berkata:

    Hahaha paling seru tuh emang kalo antara HunHan ada yang marah.. Wkwkwk makin nambah menunjukkan persaudaraan mereka tuh deket banget! Haha Sehun kan dari dulu memang gak pernah bisa bohong sama Luhan gegenya hahaha
    Ada yang mulai pada akur ya.. SeKai.. ChanbBaek.. Seru nih.. Tp keknya masalahnya makin rumit ya.. Trus? What happen with the next chap? Gimana hunhan baikan? Gimana reaksi Umin selanjutnya setelah tau timnya Suho adalah Sehun dkk.. Hihihi fighting Mija.. Actually.. I miss this ff.. Hahaha

  15. Uul Azizah berkata:

    Pasti xiumin shock banget tuh liat sehun cs. Yaiyalah kan mereka langganan nya kris haha. Jangan lama lama yaa marah nya luhan, kasian tuh sehun.
    Siapa yaa pengkhianat nya. Thor kok lama banget yaa update nya. Tapi ga apa apa sih. Di tunggu kelanjutan nya

  16. Nanako gogatsu berkata:

    Uuwwooooo… ^o^
    akhirnya nongol juga ni klnjutannya…. Aahhhh suka banget ma episode ini,,, hehe😀
    semangat buat klnjutannya eonni🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s