Complicated Fate Part 5

kim-hyerim-request-complicated-fate

Title : Complicated Fate Part 5

Subtitle : Love Sick

Genre : Family, Romance, AU, Sad, Tragedy

Lenght : Multi Chapter

Rating : PG-15 / Teens

Author : Kim Hyerim

Cast :

-Hyerim (OC) as Oh Hyerim

-Luhan EXO-M as Xi Luhan

-Sehun EXO-K as Oh Sehun

-Sulli F(x) as Choi Jinri

-Subin Dal Shabet as Park Subin

-Krystal F(x) as Jung Soojoong

-Jonghyun CNBLUE as Lee Jonghyun

Backsound : SM The Ballad Vol.2 – When I was where u were | Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic | SNSD TTS – Love Sick

Note : maap banget ini lama postntya T,T. Dan aku malah sempetnya ngepost complicated fate part 11 & 12 di blog pribadiku. Jangan lupa komen dan kunjungi blogku http://www.hyekim16world.wordpress.com 🙂

Sinopsis : 19 tahun lalu, keluarga Luhan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan anak bungsu mereka, Xi Shixun menghilang. Luhan pun akhirnya kembali ke Korea untuk mencari adiknya yang hilang tersebut. Di Korea, pusaran takdir membawa Luhan bertemu sosok Oh Hyerim, gadis yang dari awal pertemuan membuat Luhan jatuh hati. Pertemuaannya dengan Hyerim membuatnya bertemu Oh Sehun yang entah bagaimana seakan memiliki kekuatan batin dengannya. Disisi lain, ada Choi Jinri yang menyukai Luhan dan berambisi memilikinya. Keempat orang ini terjebak dalam pusaran takdir membingungkan dan harus menerimanya dengan jungkir balik. Bisakah keempatnya menerima takdir tesebut ataukah menentangnya? Sebuah masa lalu pilu yang mengubah perasaan hanya karena Takdir. Dan lantas apakah Luhan akan menemukan adiknya?

Luhan termenung dan pikirannya terasa kosong saat ini. Patah hati dan sakit hati, lebih tepatnya itu yang di rasakan Luhan sekarang.

“Pria itu adalah Lee Jonghyun,” Ucapan Hyerim kemarin masih terngiang-ngiang di kepala Luhan, membuat ia merasakan dahinya berdenyut sakit.

“AKH!” Teriak Luhan frustasi sembari mengacak-acak rambutnya. Cinta itu rumit, cinta itu menyakitkan, seperti kata orang-orang yang tengah di rasakan oleh pria kelahiran Beijing itu.

“Hey! Kau ini kenapa sih?” Tanya Jongdae yang baru datang dan masuk sembarangan ke appartementnya, sembari mendekati Luhan dan duduk di sebelah pria itu.

“Hyerim,” Gumam Luhan pelan tetapi masih bisa di dengar oleh sahabatnya itu. Jongdae hanya menggeleng melihat sorot mata Luhan memandang kedepan dengan tatapan kosong.

“Kenapa dengan Hyerim?” Tanya Jongdae

“Dia menolakku.” Luhan menghembuskan nafasnya berat.

“Tapi bukannya kalian di konfirm berpacaran oleh SCM, agensi Hyerim? Bahkan nenekku saja histeris saat mengetahui bahwa kamu sahabatku sendiri berpacaran dengan Oh Hyerim, pemeran utama di drama Winter Fantasy,drama favorit nenekku.” Ucap Jongdae

“SCM terpaksa mengkonfirm hubungan kami, Yoonjo yang bilang padaku saat syuting kemarin, bahwa ia yang mengatakan pada pihak agensi untuk mengkonfirm hubunganku dan Hyerim.” Ucap Luhan sementara Jongdae hanya mengangguk-angguk.

“Luhan, kamu seakan lupa akan tujuanmu ke Korea selain beasiswa, karena Hyerim,” Ucap Jongdae membuat Luhan menoleh menatapnya “Kamu lupa kalau kamu bertekad mencari adikmu.” Ucap Jongdae lagi

“Cinta itu membuat semuanya makin rumit, ah sudahlah, besok kita mulai menjelajahi panti asuhan di Seoul lagi.” Ucap Luhan langsung membaringkan tubuhnya di sofa ruang tengah appartementnya.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya? Nenekku sedang sakit lagi, aku harus menjenguk dan merawatnya.” Ucap Jongdae dan Luhan hanya mengangguk tanpa menatap sahabatnya itu yang kini sudah keluar dari flat appartementnya.

Luhan mengambil ponselnya, karena hari ini hari libur jadi ia tidak kuliah sama sekali. Luhan mulai membuka-buka galeri ponselnya yang sudah di penuhi oleh foto-foto Hyerim yang ia cari di internet, bahkan foto-foto Hyerim yang ia dapatkan di internet 97%-nya ia save di ponselnya.

Luhan memandangi foto Hyerim yang berperan sebagai Min Hyosung dalam drama Winter Fantasy, di dalam foto itu Jonghyun yang berperan sebagai Kang Taejoon tampak memeluk Hyerim dari belakang dan tema musim dingin yang di pakai dalam drama tersebut, tampak menampakan jalan setapak di pulau Nami yang sedang musim dingin.

“Hhhh…” Luhan menghembuskan nafasnya kembali saat melihat foto itu berada di galeri foto ponselnya dan lalu jari-jarinya dengan cepat mendelete foto tersebut.

Luhan menaruh ponselnya di meja kecil sebelah sofa yang ia pakai berbaring, Luhan mengambil romate TV-nya dan menyetel TV-nya. Layar TV itu menayangkan chanel MBC dan mata Luhan melebar saat melihat iklan di layar TV tersebut.

“The love is very confuse if you are going to find your true love. Confusing Love,coming soon in MBC,with Oh Hyerim,Lee Jonghyun,and Park Subin (Winter Fantasy trio triangle love)”

Lalu layar TV itu menampilkan beberapa scane drama Confusing Love,membuat Luhan kembali bergeming menatap suatu scane saat Hyerim yang menangis dan tengah di peluk oleh Jonghyun. Satu kata untuk mereka, romantis, pantas saja Hyerim bisa mengalami cinta lokasi pada Jonghyun, terlebih lagi Jonghyun sangat perhatian padanya.

“Akkkhh!!” Lagi-lagi Luhan berteriak frustasi sembari mengacak-acak rambutnya, karena bayangan Hyerim terus menerus menghantuinya.

****

“Whooaaa!! Jinri-ya daebakinda! (Hebat sekali)” Ucap Soojoong sembari menatap layar TV dengan mata berbinar, sementara Jinri tersenyum puas melihat sahabatnya itu.

Hari ini Soojoong sedang bermain ke rumah Jinri untuk mengerjakan tugas dari dosen Kim bersama, dan Jinri pun mulai bercerita tentang syuting pertamanya kemarin dan menunjukan iklan drama debutnya yang berada di MBC.

“Kamu sebentar lagi akan menjadi actress terkenal seperti Oh Hyerim-ssi,” Ucap Soojoong

“Bukan Oh Hyerim! Tapi Park Subin unni!” Ucap Jinri dengan nada jengkelnya.

“Opps maaf, maksudku seperti Park Subin-ssi.” Ralat Soojoong

“Ku yakin Semi pasti akan bungkam melihatku berakting di layar TV,” Ucap Jinri menampilkan smirknya

“Kau tahu tidak Jinri-ya? Kemarin Semi sudah heboh sendiri dan berteriak-teriak tidak terima saat mendengar kamu bermain di sebuah drama di MBC.” Ucap Soojoong

“Baiklah 1 poin ku sudah membuat dia ricuh, dan poin ke 2 aku akan membuat dia lebih ricuh lagi dengan mendapatkan Luhan sunbae.” Ucap Jinri masih dengan smirknya.

****

Seorang gadis tampak sedang berjalan di jalan setapak di daerah Apgujeong, dengan topi putih yang melekat pada kepalanya dan sebuah kaca mata hitam yang ia pakai untuk menyamarkan dirinya di tempat seramai Apgeujong. Gadis itu—Hyerim— tampak sedang memegang cup vanilla late sembari sesekali meminumnya.

Hyerim melangkah dengan perlahan sembari mengeratkan mantel putihnya yang berwana senada dengan dressnya, karena angin musim semi yang menusuk badannya. Hyerim melihat pada arloji di tangan kirinya, setelah itu gadis itu berjalan dengan langkah tergesa-gesa melewati pertokoan-pertokoan yang berada di Apgujeong.

Langkah gadis itu berhenti pada sebuah cafe, yang terdapat barner ‘Apgujeong Coffee House’. Dengan langkah perlahan, Hyerim memasuki cafe itu dan mendapati seorang pria berambut coklat menggunakan topi berwarna hitam dan kacamata hitam duduk di pojok cafe sembari memainkan tablet PC-nya. Hyerim tersenyum dan mendekati pria itu yang tak lain adalah Jonghyun.

“Ekhem!” Dehem Hyerim membuat Jonghyun mengangkat wajahnya dari tabletnya dan menatap Hyerim sembari tersenyum.

“Hye-ah, akhirnya kau datang juga, ayok duduk.” Ucap Jonghyun mempersilahkan Hyerim duduk dan gadis itu pun duduk di kursi yang ada di hadapan Jonghyun.

Hari ini Jonghyun mengajaknya menghabiskan akhir pekan bersama karena ia bosan di rumah, Hyerim pun menerima ajakan itu daripada harus di rumah bersama adiknya yang tak lain adalah Sehun yang sibuk bermain game sepak bola di playstationnya.

Jonghyun dan Hyerim sudah larut dalam percakapan antara mereka, mereka sesekali bercanda gurau dan tertawa bersama sembari menikmati coffee yang mereka pesan.

“Hye-ah,ingin jalan-jalan tidak?” Tawar Jonghyun, Hyerim yang sedang menyeruput white coffeenya tampak mengangguk mengiyakan.

Jonghyun langsung menggenggam tangan Hyerim membuat pipi gadis itu memerah tetapi untungnya Jonghyun tidak melihatnya, mereka berdua berjalan menuju Han River Park menggunakan mobil Jonghyun. Mereka berdua pun sampai di taman sungai han itu.

“Kajja!” Jonghyun menarik tangan Hyerim keluar dari mobilnya dan mereka bergandengan tangan menyelusuri jalan setapak Han River Park.

“Aigoo!! It’s a date with Jonghyun oppa,right?” Gumam Hyerim dalam hati yang tidak bisa mengendalikan jantungnya yang berdetak abnormal dan pipinya yang memerah terus.

“Hye-ah,bagaimana dengan hubunganmu dan Luhan?” Tanya Jonghyun saat mereka sedang berjalan beriringan di jalan setapak Han river park.

Seketika Hyerim terdiam dan merasa sedikit jengkel kenapa Jonghyun malah bertanya hal seperti itu.

“Kurang baik.” Hanya jawaban itu yang keluar dari mulut Hyerim dan nadanya terdengar sangat tidak berselera. Jonghyun menatap Hyerim yang tampak memasang wajah sebal dengan bibirnya yang cemberut.

“Kau berkelahi dengan Luhan?” Tanya Jonghyun sembari menatap Hyerim dari samping.

“Tidak,” Jawab Hyerim masih dengan tampang cemberutnya

“Lalu kenapa hmm? Ceritakan saja pada oppa” Ucap Jonghyun sembari tersenyum.

Hyerim menoleh pada Jonghyun dan lagi-lagi jantungnya berdetak abnormal melihat senyum manis Jonghyun. Jonghyun pun menggerakan tangannya mengacak-acak rambut Hyerim, membuat gadis itu tampak salah tingkah dan pipinya sudah merah padam, untuk menyembunyikannya, Hyerim menundukan kepalanya.

“Kamu tidak apa-apa kan dengan Luhan?”

Lagi-lagi nama itu, batin Hyerim saat Jonghyun bertanya lagi tentang dirinya dan Luhan. Sungguh Hyerim sangat kesal saat Jonghyun menanyakan ini-itu tentang dirinya dan Luhan, seakan pria itu setuju dia dan Luhan berpacaran.

“Oppa, sudahlah jangan bahas itu.” Hyerim mengangkat kepalanya menatap Jonghyun dan lalu terkunci dengan manik mata pria itu yang membuatnya seakan terhipnotis seketika.

“Wae? Ada masalah?” Tanya Jonghyun tampak penasaran sembari menatap Hyerim lekat, membuat Hyerim tampak salah tingkah.

“Bbb—bu—kk.—an beg—itu. Ta..—pi hanya saja..” Hyerim berucap gugup karena di tatap seperti itu oleh Jonghyun, gadis itu tampak menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal untuk mengatasi rasa gugupnya. Jonghyun hanya tersenyum dan lalu merangkul gadis di sebelahnya itu.

“Bagaimana kalau kita menunggu sunset dan menunggu lampu di banpo bridge di nyalahkan, pasti sangat indahkan?” Ucap Jonghyun dan Hyerim hanya mengangguk.

Kedua insan itu memilih duduk di salah satu bangku taman dan menunggu sunset. Dan menunggu langit menjadi gelap dimana lampu di jembatan banpo bridge akan di nyalahkan dan tampak sangat indah saat malam hari.

Tanpa mereka ketahui sebuah kamera mengabadikan gambar keduanya yang sedari tadi tampak berduaan di Han River Park.

****

Luhan berjalan keluar dari mobilnya, sejenak ia memandangi rumah minimalis bertingkat 2 yang berada di hadapannya. Rumah dari jaksa agung Oh Daejun yang tak lain adalah ayah dari Oh Hyerim—gadis yang mengusik pikirannya seharian ini—. Luhan mengacak-acak rambutnya, dan lalu ia perlahan berjalan masuk ke halaman rumah itu.

“Bolehkah aku bermain ke rumahmu hari ini, Sehun-ah?”

Entah angin dari mana, Luhan tadi mengirim pesan singkat itu pada Sehun padahal ia sangat tidak ingin bertatap muka dulu dengan Hyerim. Tetapi seakan tidak ingin memberikan harapan palsu pada Sehun yang menjawab pesannya dengan semangat dan mengatakan ia sangat boleh datang ke rumah keluarga Oh dan kehadirannya sudah di tunggu oleh anak bungsu keluarga Oh itu, jadi Luhan memutuskan untuk datang ke rumah keluarga Oh. Dan disini dia sekarang,berdiri sembari dengan ragu-ragu untuk memencet bell yang berada di hadapannya.

‘TEEETTTT!’

Luhan memencet bell itu, dan lalu tak lama pintu rumah keluarga Oh terbuka dan menampakan seorang wanita paruh baya yang masih tampak awet muda. Wanita itu tersenyum melihat kedatangan Luhan, sementara Luhan hanya memasang tampang bodohnya.

“Kau Xi Luhan ya? Pacarnya Hyerim?” Tanya wanita paruh baya tersebut dan Luhan hanya mengangguk masih dengan tampang linglungnya.

“Aigooo, benar kata Sehun kamu ini sangat tampan! Omoni kira Hyerim hanya tertarik pada Lee Jonghyun.” Celetuk wanita itu yang ternyata Nyonya Oh—ibu Hyerim—

Tanpa Nyonya Oh ketahui, hati Luhan terasa teriris saat mendengar kata-kata “Hyerim hanya tertarik pada Lee Jonghyun”. Tetapi Luhan berusaha tersenyum dan akhirnya Nyonya Oh mempersilahkan dirinya masuk.

“Kamu tunggu disini ya, Sehun masih sibuk dengan playstastionnya, katanya dia ingin mengajakmu bermain bola bila kamu sudah datang.” Ucap Nyonya Oh

“Baiklah omoni.” Jawab Luhan dan Nyonya Oh sudah menghilang menuju kamar Sehun.

Luhan duduk di ruang tengah, ia melihat-lihat kesekitar, rumah keluarga Oh memang cukup besar tetapi tidak terlalu mewah layaknya rumah orang kaya seperti biasanya. Rumah ini terlihat sederhana tetapi nyaman, walau sederhana tetapi rumah ini di penuhi oleh barang-barang antik yang harganya menjulang keatas.

Luhan berdiri dari duduknya karena merasa bosan. Lelaki itu perlahan berjalan ke arah buffet yang tersebar beberapa foto keluarga Oh dan juga foto-foto Sehun dan Hyerim. Lelaki itu memperhatikan foto yang berisikan anggota keluarga Oh, senyum Hyerim di foto tersebut terlihat sangat manis dan sorot mata Sehun membuatnya bergeming karena ia merasa aneh melihat sorot mata yang seakan memancarkan sebuah kenyamanan bagi dirinya.

“Bagaimana bila Sehun adalah Shixun adikmu yang hilang?”

Ucapan Jongdae beberapa hari yang lalu, kembali terngiang di otak Luhan. Membuat Luhan kembali lagi berpikir, kenapa ia merasa ada sebuah ikatan dengan Sehun? Kadang Luhan merasa nyaman dengan Sehun, dia bukan gay yang menyukai sesama jenis kan? Tentu saja bukan, karena yang jelas lelaki itu malahan mengejar-ngejar nuna dari Oh Sehun.

Lalu Luhan pun kembali memperhatikan foto-foto itu kembali. Luhan tersenyum mendangi sebuah foto Sehun dan Hyerim saat kecil, di foto itu Sehun dan Hyerim duduk bersila di bawah pohon mapple dan saling merangkul satu sama lain. Tangan Luhan pun mengambil figura itu dan tersenyum melihat senyuman manis dari bibir Hyerim, dan ia pun lalu menatap figur Sehun di foto tersebut, ia hampir saja menjatuhkan figura tersebut.

“Ini Sehun? Apakah benar ini Sehun?” Gumam Luhan tak percaya.

Ia tahu bahwa anak laki-laki berumur sekitar 5 atau 6 tahun tersebut adalah Sehun, tetapi setelah Luhan teliti lebih lanjut. Sehun kecil memiliki wajah yang sangat mirip dengannya saat ia masih kecil, hanya pada mata mereka saja yang berbeda. Luhan lalu menatap lagi foto keluarga Oh, ia menatap lekat figur Tuan Oh yang sama sekali tidak mirip dengan Sehun. Ia lalu menatap Nyonya Oh, dan lagi-lagi menemukan fakta bahwa Sehun tidak memiliki kimiripan wajah dengan Nyonya Oh, karena wajah cantik Nyonya Oh sudah terjiplak sangat sempurna pada Hyerim.

“Hyung!” Panggilan Sehun membunyarkan Luhan dari pikiran semerautnya itu.

Luhan menolehkan kepalanya dan tersenyum melihat kehadiran Sehun. “Maaf aku tadi harus membersihkan diri dulu, kerena umma terus mengomeli aku yang terlihat kucel sekali padahal hanya seharian bermain PS,” Ucap Sehun

“Seharian bermain PS? Ckckck kamu sekarang menjadi gamers huh? Bukan pencinta bubble tea lagi?” Ucap Luhan

“Bisa jadi, habisnya Hyerim nuna malah mengacuhkanku dan lalu saat aku memustukan bermain PS, dia malah pergi.”

“Hyerim pergi? Kemana?” Tanya Luhan dan Sehun hanya mengangkat kedua bahunya pertanda dia tidak tahu.

“Sepertinya dengan Jonghyun-ssi, karena aku mendengar nuna berbicara di telepon dan mengatakan ‘baiklah oppa,aku akan segera kesana’ dan bisa kutebak yang di panggil oppa itu adalah Lee Jonghyun.”

Luhan tiba-tiba terdiam,ia merasa lututnya lemas. Hyerim, gadis yang ia puja benar-benar menyukai seorang Lee Jonghyun, dan tidak bisa di pungkiri bahwa beberapa hari yang lalu Hyerim menolak dirinya, dirinya yang mencintai gadis itu bahkan melakukan hal konyol yang malah membuat gadis itu geram padanya.

“Hyung,kenapa kau memegang figura foto itu?” Tanya Sehun membuat Luhan tersadar masih memegang figura foto Hyerim dan Sehun saat kecil yang duduk di bawah pohon mapple.

“Ah aku tadi hanya melihat-lihat foto dan mengambil foto ini, kalian berdua terlihat sangat manis saat masih kecil,”Ucap Luhan, lalu mengembalikan posisi semula foto tersebut di atas buffet.

“Kami sangat senang hari itu bisa bermain bersama dengan anak-anak panti di daerah kami saat itu.” Ucap Sehun sembari tersenyum memandangi foto masa kecilnya bersama nunanya.

“Memangnya foto itu di ambil dimana?” Tanya Luhan

“Panti asuhan Sunny Green, tepatnya di Gyeongi-do.”

“Kamu pernah tinggal di Gyeongi? Oh ya! Hyerim kan lahir di sana. Kamu tinggal di daerah mana Sehun-ah? Nenek dari mamaku tinggal di Gyeongi juga.” Ucap Luhan

“Di daerah Pyeongtaek.” Jawab Sehun sembari tersenyum.

****

Hyerim tersenyum riang, selama perjalanan menuju rumahnya dengan di antarkan Jonghyun, ia terus menampakan wajah cerianya. Jonghyun sesekali melirik pada Hyerim dan tersenyum juga melihat wajah ceria Hyerim.

“Kamu sangat senang hari ini?” Tanya Jonghyun

“Lumayan.” Jawab Hyerim. Dan tanpa terasa mobil merekapun sudah sampai di depan rumah keluarga Oh.

“Gomawoyo oppa, karena sudah mau mengantarku pulang.” Ucap Hyerim sembari melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil Jonghyun.

“Hye-ah,” Panggilan Jonghyun tersebut membuat Hyerim menundukan badannya menatap Jonghyun dari jendela mobil.

“Wae?” Tanya Hyerim sembari tersenyum

“Malam ini Subin mengajakku makan malam di salah satu restoran Italy di Myeongdong,” Ucap Jonghyun riang sembari tersenyum senang. Senyumanan Hyerim perlahan memudar dan ia merasa dadanya sangat sesak sekarang,seakan ia sulit bernafas.

“Eoh,geurraeseo mwoya? (Lalu apa?)” Tanya Hyerim nada bicaranya terdengar sedikit merendah karena rasa sesak di dadanya.

“Hanya ingin memberitahumu,agar kamu mendoakan makan malam oppa bersama Subin berjalan lancar.” Jonghyun tersenyum sembari menatap Hyerim.

“Mendoakan supaya lancar? Sepertinya aku akan mendoakan kebalikannya.” Gerutu Hyerim dalam hati

“Dan kamu jangan berkelahi dengan Luhan, arra? Cepatlah berbaikan, aku tidak ingin melihat adikku tidak lancar dalam hubungan asmaranya,” Ucap Jonghyun dan membuat Hyerim merasa lemas akan ucapannya.

“Jadi oppa menyentujui aku dan Luhan?” Ucapan itu hampir keluar dari mulut Hyerim tetapi gadis itu malah bergeming tidak mengucapkan sepatah katapun.

Jonghyun tampak melihat arlojinya dan tersenyum lagi kepada Hyerim “Oppa pergi dulu ya? Pasti Subin sudah menunggu.” Lalu mobil Jonghyun melesat begitu saja meninggalkan Hyerim yang masih bergeming di tempatnya.

Hyerim menghembuskan nafasnya dan lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya, karena ia membawa duplicate kunci rumahnya, Hyerim bisa langsung masuk ke dalam rumah.

“Eoh wanni? (Sudah pulang?)” Ucap Nyonya Oh yang sedang memasak sesuatu di dapur saat melihat putri sulungnya pulang.

Hyerim hanya mengangguk lemah dan membaringkan tubuhnya di sofa ruang tengah yang berdekatan dengan dapur.

“HYUNG! APA YANG KAU LAKUKAN HAH!? KENAPA ASDFGHJKL~ MENCENG— PFSSTTTT…KIK…— BFFTTT…— KUUU!” Suara teriakan Sehun terdengar dari halaman belakang , ucapan anak itu tidak terdengar begitu jelas.

“Kenapa anak itu berteriak-teriak? Dan dengan siapa dirinya?” Ucap Hyerim

“Dia bermain sepak bola bersama Luhan.” Jawab Nyonya Oh. Jawaban ibunya itu membuat Hyerim membulatkan matanya kaget dan bertanya-tanya ‘untuk apa Luhan bermain ke rumahnya?’

“Luhan itu sangat baik ya dan sangat akrab dengan Sehun. Kenapa kamu tidak cerita pada umma tentang pacarmu itu? Ia tampan dan juga imut, bahkan wajahnya tidak seperti anak seumurannya,” Ucap Nyonya Oh membuat Hyerim mengertak-gertakan giginya kesal karena ibunya malah membahas Luhan.

“Umma! Jangan bahas pria itu! Aku malas!” Ucap Hyerim jengkel

“Kamu masih berharap pada Jonghyun?” Tanya Nyonya Oh membuat Hyerim terdiam “Jonghyun memang baik dan dewasa,tapi umma lebih suka dirimu dengan Luhan.” Ucap Nyonya Oh

“Ck! Terserah umma!” Ucap Hyerim acuh dan lalu mengambil remote TV dan mulai mengganti-ganti chanel mencari film yang menurutnya seru untuk di tonton.

Tak lama terdengar derap langkah kaki kedua manusia yang memasuki rumah keluarga Oh dari halaman belakang. Sehun dan Luhan tampak menyeka keringatnya karena sehabis bermain sepak bola.

“Hmmm…hyanggi (wangi).” Gumam Luhan dan Sehun saat indra penciuman mereka mencium wangi masakan Nyonya Oh yang tampak mengiurkan itu.

“Omoni memasak apa?” Tanya Luhan dan lalu berjalan mendekat kearah Nyonya Oh.

Sementara Hyerim yang keberadaanya belum di sadari oleh Luhan maupun Sehun, hanya menatap malas Luhan yang menurutnya hanya ingin cari muka kepada ibunya.

“Telur gulung, daging panggang, dan sup ayam.” Jawab Nyonya Oh

“Ingin kubantu?” Tawar Luhan dan Nyonya Oh mengangguk. Luhan mulai membantu Nyonya Oh, sementara Sehun berjalan ke ruang tengah dan hampir terlunjak kaget saat mendapati Hyerim sedang menonton TV di ruang tengah.

“Nuna! Aigoo! Nan kamjakiya!(Aku kaget)” Ucap Sehun sembari mengelu-elus dadanya, sementara Hyerim sekilas menatapnya malas dan kembali sibuk pada layar TV.

Luhan yang mendengar ucapan Sehun, mendadak memberhentikan aktifitasnya. Rasanya badannya kaku sekarang, saat mengetahui ada Hyerim di belakangnya, tepatnya di ruangan di sebelah dapur tempat ia berada.

“Kka! Kkaa!!(Pergi,pergi) Hush!” Usir Hyerim sembari mengibas-ngibaskan tangannya, sementara Sehun hanya mencibir dan pergi menuju kamarnya di lantai atas.

Luhan sudah melanjutkan aktifitasnya memotong sayuran, ia pun memberanikan diri melirik ke arah Hyerim yang sedang duduk menyandar di sofa sembari menonton TV. Tanpa Luhan sadari jari tangan kirinya teriris pisau karena terlalu memerhatikan Hyerim.

“Akhh!! Appo!” Ringis Luhan dan langsung melempar pisau yang ia pegang di tangan kanannya.

Hyerim menoleh saat mendengar ringisan Luhan dan terlihat Nyonya Oh menatap pemuda itu khawatir. “Gwenchana?” Tanya Nyonya Oh dan Luhan hanya mengangguk sembari tersenyum.

“Yaampun! Jarimu berdarah, omoni ambilkan obat dulu nde?” Ucap Nyonya Oh lalu pergi meninggalkan dapur.

Luhan berusaha untuk memotong sayuran itu lagi tetapi rasanya jari tangan kirinya terasa perih untuk di gerakan. Hyerim yang melihati tingkah Luhan merasa gemas saat pria itu mencoba memotong sayuran lagi dan malah menciptakan luka lagi di jari tangan kanannya.

“Ishhh!! Sekarang yang kanan juga!” Gerutu Luhan.

Karena Hyerim sudah sangat gereget melihat tingkah Luhan sedari tadi, ia melangkah ke arah dapur dan mendekati Luhan. Hyerim meraih tangan kiri Luhan membuat pria itu terkejut akan kehadirannya, Hyerim mengisap darah di jari tangan kiri Luhan dan bergantian mengisap darah di jari tangan kanan Luhan.

“Lain kali hati-hati,dasar bodoh!” Ucap Hyerim dan lalu mengambil pisau dan memotong sayur-sayuran tersebut.

Luhan memperhatikan Hyerim yang telanten, ia kira gadis itu tidak pandai dalam urusan dapur karena sikapnya yang terkadang tomboy itu, tetapi ternyata ia salah. Luhan merasa jantungnya berdetak abnormal saat Hyerim mengisap darah yang keluar dari jari tangan kanan dan kirinya.

“Aww!! Yaampun!” Ringis Hyerim saat jari tangan kirinya tak sengaja teriris pisau dan mengeluarkan darah.

Luhan dengan cepat menarik tangan kiri gadis itu, Hyerim tampak salah tingkah dan merasa pipinya panas, apalagi saat Luhan mengisap darah yang keluar dari jarinya. Hyerim menatap Luhan yang sedang mengisap darahnya dengan seksama membuat pria itu menatapnya balik, Hyerim langsung menundukan kepalanya.

“Kau juga lain kali hati-hati.” Ucap Luhan saat sudah selesai mengisap darah Hyerim dan Hyerim hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

Lalu keduanya larut dalam aktifitas masing-masing. Hyerim jadi membantu Luhan juga menyiapkan makan malam. Suasana diantara mereka terasa sangat canggung.

Hyerim mengambil sebuah kursi, sementara Luhan memperhatikan setiap gerak-gerik yang Hyerim lakukan tetapi ia juga berhati-hati agar kejadian tangannya teriris pisau tidak terulang lagi karena terlalu memperhatikan gadis tersebut. Kursi yang di ambil oleh Hyerim pun di letakan oleh gadis itu di dekat counter dan gadis itu mulai menaiki kursi tersebut, Hyerim membuka lemari yang berada agak tinggi dan mulai mengambil beberapa gelas untuk ia siapkan malam ini untuk makan malam.

Luhan hanya memperhatikan gadis itu, Hyerim mulai menaruh beberapa gelas di counter, dan ia pun mengambil beberapa gelas lagi. Karena tidak terlalu hati-hati, Hyerim terpeleset dan tubuhnya oleng. Gadis itu hampir terjatuh, Luhan yang melihat itu langsung sigap menangkap tubuh Hyerim.

‘BRAK! PRANG! PRANG!’

“Awww!!!” Rintih Luhan saat tubuhnya terjatuh dengan tubuh Hyerim menindih dirinya. Kedua gelas yang di pegang oleh Hyerim terjatuh dan pecah.

Hyerim merasakan jaraknya dan Luhan sangat dekat sekarang, ia menatap wajah Luhan lekat. Luhan menatapnya balik dan terkunci menatap manik mata milik Hyerim. Keduanya bergeming dalam posisi Hyerim menindih tubuh Luhan, jantung keduanya sudah berdetak abnormal.

“Aigoo,wae geurrae? Gwenchana?” Tanya Nyonya Oh yang datang dengan membawa obat merah dan plaster.

Luhan dan Hyerim yang menyadari kehadiran Nyonya Oh pun langsung berdiri dari posisi mereka dan kembali sibuk dengan aktifitas masing-masing.

“Kenapa gelas ada yang pecah? Dan kamu Hyerim, jarimu juga terluka?” Ucap Nyonya Oh saat meneliti dapur yang baru ia tinggalkan beberapa menit karena mencari kotak P3K yang ia lupa di taruh dimana, dan ia melihat jari putrinya terluka.

“amugeutdo ahniya,umma (tidak apa-apa,bu).” Jawab Hyerim dan lalu memasukan bahan-bahan ke dalam sup yang sedang di rebus, gadis itu langsung pergi dari dapur.

Sementara Nyonya Oh sedang mengobati jari Luhan dan menyuruh laki-laki itu untuk istirahat, dan lalu Nyonya Oh pun menyuruh Sehun untuk menyapu bekas pecahan gelas yang berserakan di dapur. Walau Sehun protes pada awalnya, tetapi ia tetap mengerjakan perintah ibunya.

Luhan memandangi jendela dapur dari ruang tengah, tempat ia berada sekarang. Jendela dapur itu langsung memperlihatkan taman belakang rumah keluarga Oh. Luhan memperhatikan jendela itu untuk melihat taman belakang rumah keluarga Oh, karena tadi Hyerim pergi ke sana.

Luhan pun memutuskan untuk menatap layar TV dan sangat terkejut saat layar TV yang sedang menanyangkan infortaiment artist itu menanyangkan sebuah berita.

“….Actress Oh Hyerim dan Actor Lee Jonghyun memang sangat dekat dan bersahabat. Hari ini mereka menghabiskan waktu bersama di Han River Park untuk melihat sunset. Mereka berdua memang sangat akrab dan pernah mendapat penghargaan best couple in K-Drama, tetapi sayangnya actress Oh Hyerim sudah memiliki kekasih.”Ucap Lee Sojung—sang pembawa acara—

Dan lalu layar TV itu memperlihatkan beberapa foto Hyerim dan Jonghyun yang tampak akrab, saat Jonghyun merangkul Hyerim, saat mereka tertawa di salah satu kursi di taman sungai Han. Bahkan Luhan tidak yakin ia bisa membuat Hyerim tersenyum dan tertawa lepas begitu, karena gadis itu selalu kesal dengannya. Lagi-lagi hati Luhan merasa teriris lagi dan dadanya terasa sakit.

Luhan berdiri dari duduknya dan berjalan menuju halaman belakang. Ia dapat melihat Hyerim sedang duduk di tepi kolam ikan sembari melempar-lempar batu ke dalam kolam ikan, pandangan gadis itu kosong dan tubuhnya tertunduk lesu.

Luhan dengan langkah sedikit ragu mendekati Hyerim. Ia semakin gugup kepada gadis itu karena kejadian beberapa waktu lalu. Luhan pun mendudukan dirinya di sebelah Hyerim.

“Mau apa kau kesini? Sana pergi!” Usir Hyerim saat melihat kehadiran Luhan dan mendorong-dorong pria itu untuk pergi dan nyaris membuat Luhan terjatuh ke kolam ikan.

“Yak! Oh Hyerim! Kamu itu beringas sekali menjadi wanita! Tenagamu sangat kuat!” Ucap Luhan

“Kalau tenagaku kuat memangnya kenapa? Aku ini bukan orang yang lemah,asal kau tahu saja”

“Kau orang yang kuat? Lalu kenapa duduk termenung seperti sedang sedih disini?”

“Memangnya tidak boleh huh?”

“Boleh saja sih,”

“Ya sudah kalau begitu.” Hyerim kembali melempar-lempar batu ke dalam kolam ikan.

Luhan memperhatikan Hyerim dari arah samping dan senyum terukir di wajah pria itu. “Kamu berkencan dengan Jonghyun tadi?” Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Luhan membuat Hyerim menoleh padanya.

“Mungkin,” Jawab Hyerim saat mengingat bahwa Jonghyun akan makan malam bersama Subin malam ini.

“Apakah menyenangkan?”

“Tentu saja sangat menyenangkan.”

“Yak! Sehun! Umma bilang sapu yang benar pecahan gelas itu! Kenapa kamu malah membuat pecahan gelas itu berceceran lagi?” Omelan Nyonya Oh dari dalam rumah terdengar membuat Hyerim dan Luhan menoleh ke arah jendela dapur. Luhan hanya tersenyum melihat ekpresi ketakutan Sehun yang menurutnya sangat lucu.

“Kau bahkan beruntung mempunyai seorang adik,di banding aku yang harus mencari adikku yang selama ini kuanggap tak ada.”,Ucap Luhan saat melihat Sehun yang kini sedang di jewer oleh Nyonya Oh dan pemuda itu tampak meminta ampun pada ibunya.

“Memangnya adikmu kemana?” Tanya Hyerim sembari menoleh pada Luhan

“Hilang, aku sedang berusaha mencarinya”Luhan menatap langit yang di penuh dengan bintang dan tersenyum miris, membuat Hyerim serasa merasakan kesedihan pria itu,dia juga bisa membayangkan bagaimana kalau dirinya berada di posisi Luhan.

“Adikmu pasti ketemu,”Ucap Hyerim dan lalu tanpa ia sadari, ia mengusap-usap punggung Luhan.

Luhan menatap gadis di sebelahnya itu lalu tersenyum dan lalu memeluk Hyerim erat, membuat gadis itu terkejut.

“Pasti adikku akan ketemu,gomawo.” Bisik Luhan di telinga Hyerim membuat bulu kuduk gadis itu berdiri dan perlahan ia membalas pelukan Luhan.

To Be Continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s