Yellow Chair

soft_wallpaper_download_desktop_by_animegirl037-d8tbi5u - Copy

Fiction by : KIMNAMIE | Title : Yellow Chair | Cast : Xi Luhan, and Oh Sehun | Genre : Friendship | Rating : 10+ | Length : Ficlet (518word)

.

.

.

Kursi berwarna kuning, yang ‘mempertemukan’ mereka dalam ‘perbedaan’.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Hari Minggu terasa membosankan bagi Luhan. Orang tuanya tengah berada di China, mengurusi sebuah bisnis, yang sepertinya lebih penting daripada seorang anak. Menjadi anak dari sepasang orang tua yang sangat sibuk, memang sama sekali tidak enak. Setidaknya itu menurut Luhan.

Luhan tidak ingin terus berdiam diri di rumahnya yang besar, atau dia akan mati kebosanan. Jadi Luhan pikir, dia harus keluar rumah sekedar mencari udara segar. Jalan-jalan dan membeli Bubble Tea, mungkin bukan sesuatu yang buruk.

Kaos berwarna merah dengan warna putih dibagian kerah, celana jeans –tidak ketat- berwarna hitam polos, dan sepatu sneakers berwarna hitam putih, adalah pakaian yang Luhan kenakan saat ini.

Tidak membutuhkan waktu sepuluh menit, Luhan sudah sampai di depan sebuah café yang biasa dia kunjungi. Bau semerbak kopi menusuk indra penciuman Luhan saat dirinya benar-benar menginjakan kaki di dalam café.

Luhan berjalan menuju counter, memesan Bubble Tea pada seorang wanita paruh baya yang langsung melayani pesanannya dengan cepat. Tidak sampai tiga menit, Luhan sudah keluar dari café dengan sebuah gelas plastik berisi Bubble Tea rasa Taro digenggaman.

Membunuh rasa bosannya yang sempat dia rasakan di rumah tadi, saat ini Luhan tengah mengedarkan pandangan untuk mencari bangku yang pas untuk menikmati Bubble Tea di cuaca yang cerah ini. Kemudian matanya terfokus pada sebuah kursi panjang bercat kuning di bawah pohon maple. Ada seorang pemuda berkulit putih pucat yang menduduki kursi panjang bercat kuning itu.

“Hai…” sapa Luhan dengan suara pelan pada pemuda berkulit putih pucat.

Pemuda itu tampak terkejut sebelum membalas sapaan Luhan. “Hai…”

“Boleh aku duduk di sini?” tanya Luhan menunjuk kursi bercat kuning.

Si pemuda pucat mengangguk. “Tentu,” jawabnya.

Beberapa waktu, mereka terlihat canggung tanpa ada yang mengeluarkan suara. Keheningan menjadi suasana yang meyelimuti keduanya.

“Namaku Luhan. Siapa namamu?” Hingga Luhan yang sudah terlalu bosan dengan keheningan, akhirnya membuka suara.

Pemuda pucat tersenyum, tipis. “Sehun. Namaku Sehun.”

Luhan balas tersenyum, dan mengangguk. “Nama yang bagus. Ngomong-ngomong, bubble tea rasa apa yang ada di genggamanmu itu?” tanya Luhan lagi. Sedikit berbasa-basi.

“Rasa choco. Apa kau mau?” tawar Sehun.

Ne? Tidak usah. Lagipula aku juga mempunyainya,” ujar Luhan sambil menunjukan bbuble tea rasa taro-nya. Dengan senyuman.

“Dan bubble tea rasa apa itu?” tanya Sehun dengan kening berkerut. Tampak asing dengan warna yang terlihat dari luar gelas plastik yang dibawa Luhan. “Apa itu rasa anggur?”

“Bukan, ini rasa taro,” jawab Luhan. Dan Sehun hanya mengangguk mengerti.

“Setidaknya aku tidak sendirian,” celetuk Sehun dengan tawanya.

Mwo?” tanya Luhan yang tidak mengerti arah pembicaraan Sehun.

Ne. Teman-temanku bilang, aku kekanakan karena menggemari minuman bergelembung ini.” Sehun mengerucutkan bibirnya saat menjelaskan itu.

Luhan tertawa. “Kita sama, berarti. Tapi siapa yang peduli? Aku menyukai bubble tea.”

Sehun ikut tertawa mendengar ucapan Luhan. “Kau benar. Memang siapa yang peduli? Mereka saja yang tidak tahu jika minuman ini adalah yang terbaik.”

Luhan semakin tertawa geli saat melihat ekspresi Sehun yang terlihat sangat jengkel. “Hei, hei, kau tidak akan mengamuk di sini, bukan?” gurau Luhan yang masih tertawa.

Sehun membulatkan matanya terkejut. “Tentu saja tidak. Aku hanya jengkel.”

Dan Luhan semakin tertawa. Dia pikir, Sehun benar-benar seseorang yang tepat untuk menjadi teman.

Hanya saja, Luhan tidak tahu, jika orang-orang di taman itu menatapnya aneh karena berbicara dan tertawa sendirian…

-END-

Notes :

Haiiii…*lambai tangan.

Bagaimana dengan ff Ficlet HunHan-ku yang ini? Entahlah, dalam satu hari, tiba-tiba imajinasiku bergerak liar hingga menghasilkan dua buah/?/ ficlet…

Ada sedikit penjelasan tentang ff ficlet-ku ini. Mmm… anggap aja di café yang dikunjungi Luhan, itu ada yang jual Bubble Tea. Hehehe… maksa^^

Sebenarnya, Ficlet ini udah aku kasih judul ‘In Sunday’. Tapi entah kenapa, aku menggantinya dengan ‘Yellow Chair’ karena Sehun duduk dikursi berwarna kuning. Pemikiran absurd-ku muncul gara-gara Chanyeol oppa yang tadi pagi main kerumahku (*mimpi aja sono!!! /ditimpuk_fans_Chanyeol/)

Tinggalin comment buatku ya… *buing-buing

Byesee you my others ff…^^

7 thoughts on “Yellow Chair

  1. amaterasuhikari berkata:

    Astaga! Aku kaget + merinding sumpah. Ternyata si Sehun udah meninggal. Tapi FFnya kerennnnn!!!! Keep fighting~ ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s