Top Secret part 3

img1441803676173

Tittle                      : Top Secret part 3

Author                  : Irestu

Cast                       : Krystal aka Jung Soojung (F(x))

Sehun aka Oh Sehun (EXO)

Minho aka Choi Minho (SHINee)

Genre                   : Familly, Mysteri, Romance, Little Comedy

Length                     : Multichapter

Rate                       : 15

Anyoooong..

maaf kalo ada typo ya haha jangan lupa comentnya ya readers.

Happy reading!!

Waktu hampir mengatakan bahwa sebentar lagi akan berganti hari. Meskipun schedulenya sudah selesai, tapi tampaknya matanya masih enggan untuk tertutup. Mungkin ini seperti penyakit baginya. Karena terbiasa memiliki waktu tidur yang sangat minim membuatnya kesulitan tidur walaupun ia sedang memiliki waktu yang cukup luang

Duduk di sebuah ruangan di perusahaan yang mengasuhnya itu. Suasana tentu saja sudah mulai sepi. Bukan hanya karena sudah banyak yang kembali ke rumah masing-masing untuk istirahat. Tapi masih banyak pula yang berada di luar untuk menjalani schedule para artisnya

Para staffnya sendiri sudah tidak terlihat. Managernya tadi mengajaknya pulang hanya saja ia mengatakan bahwa ia masih ingin disini lebih lama. Sambil memainkan ponselnya ia bersantai di atas sofa yang empuk

Sedang santai-santainya, terdengar suara ribut-ribut yang mendekati. Senyumnya langsung mengembang saat melihat siapa yang datang “krystalah!” serunya

Sang yeoja yang baru saja menyelesaikan schedulenya terlihat kaget dengan apa yang ada di depannya “oppa? Sedang apa kau disini?”

Minho berdiri sambil terkekeh “ya! Ini juga perusahaanku. Memangnya salah jika aku ada disini juga?”

“maksudku di jam seperti ini. Kenapa kau masih disini?” ralat krystal

Minho mengangkat bahunya “entahlah, aku hanya tak tahu mau melakukan apa setelah scheduleku. Tapi karena kau datang, aku menemukan tujuanku”

Tanpa menjawab, krystal hanya melontarkan kebingungannya dengan raut wajahnya. Dipandangnya minho dengan kerutan dikeningnya

“sepertinya aku menunggumu” senyum minho

Krystal langsung terkekeh “apa-apaan itu? Oppa terdengar tidak tulus melakukannya” ia melepas tas nya ke atas sofa yang disusul dirinya

“mau keluar sebentar dan minum?” ajak minho

“maaf oppa, tapi aku tidak suka minum” elak krystal

“ya! Dari wajah dan perilakumu kau bukan sekali tipe orang yang tidak kuat minum” ejek minho

Mendengar itu krystal terkekeh “ani.. hanya saja aku lelah, aku mau pulang. Lagipula bagaimana jika ada yang mengambil foto kita? Itu akan menjadi masalah besar” krystal berdiri dan kembali mengambil tasnya “dan juga.. besok aku ada fan sighning jadi aku harus istirahat” senyumnya lalu menepuk pundak minho lembut “oppa aku duluan ya” tuturnya “unnie!” panggilnya pada asistennya yang lalu mengikutinya dari belakang

Di tempatnya duduk minho tak menyadari senyumnya sendiri. Belakangan ini ia sering melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terbayang akan ia lakukan. Membeli bunga, menunggu hingga malam hanya untuk menelpon seseorang, dan sekarang ia mendapatkan dirinya sendiri berada di perusahaan hingga dini hari hanya untuk melihat seseorang. Apa dia sudah gila? Tapi jika memang ia, dia tidak keberatan dengan kegilaan ini

Senyumnya masih terpaku di wajah tampannya. Sambil melihat kearah dimana krystal menghilang minho menopangkan wajahnya di tangan “aku akan datang besok kalau begitu”

^_^

“kau beruntung wahai sahabat” Jackson tersenyum lalu menepuk bahu sehun “besok, krystal akan mengadakan fan sighning. Kau tau kan fans signing? Tempat dimana semua fans datang untuk mendapat tanda tangannya. Dan kau tau kan aku siapa? Aku fansnya jadi aku pasti akan datang” jelasnya panjang lebar “kau bisa ikut bersamaku”

Kata kata Jackson terus menggema di telinganya semalaman hingga membuatnya kesulitan tidur. Memikirkan bahwa ia akan bisa mengatakan sesuatu pada krystal.. bukan, pada soojung dan membuat soojung melihat lagi wajahnya setelah tidak bertemu selama lebih dari tiga tahun. Apa dia akan senang melihatnya? Apa dia akan kaget? Atau dia malah akan berpura-pura tidak mengenalnya?

“yayaya sehunah!” Jackson keluar dari kamarnya kalinya “bagaimana menurutmu yang satu ini?”

Sehun memandang Jackson dari atas sampai bawah. Ini sudah yang ketiga kalinya ia keluar dari kamarnya dan menanyakan bagaimana penampilannya. Dia berkata sudah menganti pakaiannya sebanyak tiga kali untuk mendapatkan penampilan terbaiknya. Tapi sehun harus memeriksa sangat teliti untuk melihat apa yang berubah dari pakaian Jackson yang sekarang dengan yang sebelumnya. Bagaimana tidak? Semua pakaiannya berwarna hitam, dan kebanyakan adalah kaus oblong. Paling hanya tulisannya yang berbeda. Jadi apa yang harus dia pilih? Semuanya sama untuknya yang memiliki taste cukup baik dalam berpakaian

“kau ingin aku jujur?” Tanya sehun

Jackson langsung mengangguk keras-keras hingga kepalanya hampir lepas “of course bro”

“apa kau yakin ini pakaian yang berbeda dengan yang tadi? Aku harus memperhatikanmu kurang lebih setengah menit untuk menyadari apa yang berubah dari penampilanmu. Pakaianmu hampir hitam semuanya. Jadi menurutku semuanya sama saja” jelas sehun

Mendengar jawaban sehun Jackson langsung memajukan bibirnya “setidaknya bantu aku” pintanya

Sehun akhirnya berdiri dari duduknya. Ia sadar bahwa ia juga memiliki perasaan yang gugup karena akan bertemu dengan krystal, bukan.. soojung. Tapi terkadang ia tidak bisa mengerti dengan apa yang di lakukan temannya itu “tenang saja.. kau cocok di setiap pakaianmu. Jadi mau pakai apapun kau tetap tampak tampan” senyum sehun meyakinkan Jackson agar semua ini tidak terjadi untuk yang keempat kalinya

“haha thankyou bro. baiklah ayo kita berangkat sekarang!”

Sehun mengikuti Jackson dari belakang setelah menghembuskan nafas leganya. Ia sudah seperti namja chinggu yang sedang menemani yeoja chinggunya berbelanja. Meskipun ia belum pernah punya pacar, tapi sepertinya jika ia punya nanti ia tidak akan kaget dengan keadaan seperti ini lagi, berkat Jackson

“kau sungguh akan bolos kuliah?” Tanya sehun setelah keluar dan mengunci pintu

“ini bukan bolos namanya, aku hanya mengikuti kata hatiku saja”

“itu sama sekali hal yang berbeda” geleng sehun

^_^

Duduk di tempatnya sekarang, ia bisa melihat ratusan orang berdiri sekitar tiga meter di depannya. Meneriakkan namanya, malambai kearahnya, tersenyum kearahnya, mengambil foto dirinya. Terkadang ia sering bertanya pada dirinya sendiri, sebenarnya kenapa mereka semua mau membuang waktu mereka untuk semua ini? Hanya untuk bertemu dirinya.. bukan, maksudnya bertemu kakaknya mereka semua mau melakukan ini?

“unnie.. kau sangat hebat” tuturnya pada dirinya sendiri

“krystal! Acara akan segera dimulai” tutur managernya yang naik ke atas panggung dimana krystal duduk. Dia membawakan mic untuk krystal lalu turun kembali setelah memberikan tanda bagi krystal untuk membuka acaranya sendiri

“anyonghaseyo” sapa krystal dengan senyumnya yang khas “semuanya pasti kepanasan ya berdesak-desakan disini?”

Teriakan yang mengatakan tidak langsung menggema bagaikan paduan suara yang terlatih

“benarkah? Kalau begitu hati-hati ya jangan sampai kalian terluka disini. Aku sangat senang kalian semua datang kesini hari ini. Aku juga sudah tak sabar untuk bertemu kalian satu per satu. Jadi.. kita mulai saja acaranya yaa”

Untuk yang kedua kalinya semua kompak menjawab perkataan krystal. Dengan dibantu banyak staff dan bodyguard acarapun dimulai. Semua fans mulai dibuat berbaris agar lebih aman dan tertib saat satu persatu mendatangi krystal untuk mendapat tanda tangan

Krystal memegang pipinya sebentar. Ini memang bukan pertama kalinya, tapi kali ini jumlah orang yang datang bertambah sangat banyak. Dan dia yakin cepat atau lambat pipinya pasti akan sakit karena tersenyum

Fans pertamapun datan. Ia membawa sebuah kotak besar bersamanya. Dengan tangan yang gemetar namja itu memberikan kotak itu pada krystal “kau sangat cantik” tuturnya

“ah terimakasih” senyum krystal “siapa namamu?”

“jungsu” jawabnya, wajahnya terlihat bingung. Entah ia ingin tersenyum atau berteriak. Bibirnya berkedut-kedut girang karena bisa melihat krystal dalam jarak dekat

Krystal langsung menuliskan note kecil di atas fotonya lalu menandatanganinya sebelum memberikan foto itu kepada jungsu “terimakasih sudah datang” tuturnya

Begitulah seterusnya satu persatu semua fansnya datang dengan ekpresi yang berbeda-beda. Ada yang tersenyum hingga mulutnya mencapai telinga, ada yang kebingungan, bahkan ada yang menangis tersedu-sedu hingga membuat krystal kebingungan bukan kepalang.

Dan kini dibelakangnya sudah bertumpuk hadiah dan bingkisan yang di bawakan fans untuknya. Sang manager yang berdiri di sampingnya dengan sigap menerima semua hadiah itu satu persatu dan menatanya di belakang. Belum lagi dua dus penuh yang berisi surat tulisan tangan dari para fans yang menunggu untuk dibaca

Tak sedikit juga fans yang terlalu senang hingga tidak mau meninggalkan tempatnya. Hingga mengharuskan beberapa staff memandunya turun, agar tidak menghalangi yang lainnya.

“selanjutnya” tutur salah satu staff yang berdiri di dekat panggung

“hai I’m Jackson” tutur seorang namja yang saat dilihat oleh krystal berwajah lucu. Mengapa demikian? Karena dia tersenyum dengan sangat ceria

“hai, nice to meet you” jawab krystal ia menuliskan sesuatu di fotonya “so where are you from?”

“I’m from hongkong, but I’m study in korea for almost 2 years” jawabnya dengan senang karena mendapat pertanyaan dari krystal. Siapa yang tahu bahwa ia bisa bercakap-cakap dengan seorang krystal! “this is for you” tuturnya

Krystal memandang jackson dengan bingung karena ia tidak membawa apa-apa di tangannya. Tapi tiba-tiba saja jackson mundur sedikit dan layaknya mimpi ia melompat dan memutar balikkan tubuhnya diudara. Matanya hampir saja keluar karena kaget, ini adalah pertama kalinya ia diberi hadiah seperti ini. Sebuah acrobat?

“wow” seru krystal masih kaget

Jackson tersenyum. Bangga karena bisa memberikan kesan yang berbeda untuk krystal. “thankyou”

“wow daebak!” seru krystal lagi lalu memberikan fotonya “thankyou for coming, you really different” kekehan kecil krystal membuat namja satu itu bertambah senang dan melakukan akrobatnya sekali lagi sebagai sentuhan akhir

“byee” seru jackson yang di balas dengan lambaian dari krystal.

Saat matanya masih sibuk membalas salam jackson seseorang sudah berdiri di hadapannya. “hai” sapa krystal sebelum memandang siapa orang di depannya

“hai, aku sehun senang bertemu denganmu”

Belum sampai matanya ke wajah namja itu, tapi suaranya sudah membuatnya waspada. Ditambah namanya yang langsung membuatnya membeku dalam sekejap.

“maaf tapi aku tidak menyiapkan sesuatu seperti tamanku tadi” tutur sehun lagi, menunggu pergerakan dari krystal

Perlahan, dan sangat perlahan ia mengangkat kepalanya mengahadap ke wajah namja bernama sehun itu yang berada tinggi di atasnya. Dan kini rasanya dunianya runtuh. Entah apa yang dia rasakan sekarang. Senang? Takut? Cemas? Apa yang harus ia rasakan. Melihat wajah itu membuat semua pagar pengamannya lenyap dimakan rayap

Sehun tersenyum, ia memiringkan kepalanya “apa karena aku tidak membawa hadiah jadi kau tak mau memberikanku tandatangan?”

Disaat yang bersamaan. Seorang namja bertubuh jangkung berdiri di samping panggung. Dia mendapatkan bunga di tangannya. Ya ini adalah kedua kalinya ia membeli bunga untuk seseorang. Tapi niatannya untuk naik ke atas panggung dan memberikan kejutan untuk seseorang itu ia urungkan.

Mata bulat nan tajamnya menangkap sosok krystal yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Itu adalah ekspresi yang sangat jarang di keluarkan olehnya. Terutama lagi saat ia berhadapan dengan seorang namja.

Disaat sang namja di depannya tersenyum. Krystal Nampak terpaku dan gugup. Bahkan setelah ia perhatikan dan menunggu beberapa detik, yeoja tangguh satu itu tidak bergeraak sedikitpun. Ada apa dengannya? Apa dia mengenal namja itu? Krystal tentu saja bukan tipe perempuan yang akan jatuh cinta pada pandangan pertama kan? Apalagi itu adalah seorang fansnya

“hey minho, apa yang kau lakukan disini?” Tanya seorang namja yang minho kenal baik sebagai menegar dari krystal

“hyung” senyum minho langsung

Manager krystal melihat bunga yang ada di tangan minho, wajahnya sedikit berkerut. Ia lalu mendekati minho “hey, kau tahu kan kalau ini tidak terlalu bagus. Ini adalah acara terbuka, dan banyak sekali pers disana. Bagaimana jika mereka melihatmu dan menulis berita yang aneh?“

“hey hyung! Aku dan krystal ada dalam satu perusahaan. Kau bisa mengatakannya aku datang mensuport sebagai keluarga kan” senyuman minho membuat manager itu tidak bisa berkata banyak lagi
^_^

Apa ia terlalu lelah? Apa pekerjaannya terlalu banyak? Kenapa ia melihat seseorang yang seharusnya tidak ia lihat? Matanya kini sudah tidak dapat ia percaya lagi. Apa ada kemungkinan untuk mengganti mata agar bisa lebih dipercaya?

Tapi ini semua terlalu nyata untuk menjadi sebuah mimpi. Bahkan ia masih belum bisa memastikan apakah ini mimpi buruk atau indah. Mungkin mimpi jaman sekarang menjadi lebih modern dengan semakin jelasnya dan semakin realnya sebuah mimpi. Tapi suara seseorang membuatnya yakin bahwa ini semua bukanlah mimpi

“krystal.. ada apa? Masih banyak yang menungu giliran” seru seorang staff yang mendapatkan krystal tak bergerak selama hampir setengah menit

Setelah kembali ke keadaan sadarnya. Meskipun ia masih bingung apakah benar ini kenyataan akhirnya ia mengedipkan matanya yang sedari tadi tanpa sadar ia biarkan terbuka hingga memerah.

Namja di depannya tetap melihat kepadanya. Dengan senyuman yang anehnya membuat perasaannya campur aduk. Tatapannya teduh dan membuatnya seketika lupa siapa dirinya sekarang “ah ya” ucap krystal berusaha mengambil alih dirinya kembali. Ia menandatangani fotonya dan tangannya sedikit kaku saat harus menuliskan nama dan pesan untuk namja itu

“bolehkah kau menuliskan nama panjangku juga?” pinta namja itu

“ah ia” jawab krystal lagi lalu menulis nama keluarga namja itu dengan dua garisan. Iapun lalu memberikan foto itu kepada orang di depannya. Bibirnya tiba-tiba kaku untuk tersenyum. Entah karena namja ini entah karena memang ia sudah terlalu lama tersenyum sejak tadi “terimakasih sudah datang”

Mata namja itu membulat dan tersenyum lebih lebar saat melihat tulisan di foto itu “wah kau hebat! Kau bisa menebak nama keluargaku. Padahal aku belum mengatakannya padamu” kini senyuman namja itu berbeda. Untuk sesaat begitu familiar, sesuatu yang layaknya meneriakkan kata ‘aku menemukanmu’

^_^

Itu benar-benar dia

Tabir yang selama ini membuatnya bingung dan ragu atas identitas aslinya kini terkuak sudah. Tatapannya tadi tak bisa membohonginya. Ia sangat mengenal siapa soojung dan siapa krystal. Ia juga sangat mengingat bagaimana tatapan dari masing-masing mereka. Begitupun dengan senyumnya. Dan orang yang dia lihat tadi adalah soojung, bukanlah krystal, dia yakin itu

Jika dia mengikuti rasa egonya ia ingin kembali berbalik dan memeluk yeoja itu dengan erat sambil meneriakan bahwa ia sangat merindukannya. Tapi semua akan menjadi terlalu membingungkan dan bisa saja membahayakan soojung sendiri. Dan dia tidak mau hal yang buruk terjadi kepadanya, setelah semua hal buruk yang terjadi kepadanya selama ini

Entah bagaimana tapi kertas foto yang ada di tangannya terasa hangat. Bagaikan ia sedang memeluk tubuh yeoja itu secara langsung. Mungkin ia tidak bisa mengatakan semuanya sekarang, tapi ia berjanji akan mengatakannya cepat atau lambat. Karena tentu saja ia juga ingin mengetahui apa sebenarnya yang direncanakan yeoja yang sebenarnya sederhana dan manis itu

“broooo.. bagaiamana? Sama-sama kau tak perlu berterimakasih kepadaku” seru jackson yang menunggu sehun di bawah panggung. Meskipun sehun belum membuka mulutnya sama sekali namun nampaknya jackson sudah sangat tidak sabar untuk berbagi kesenangannya

“ah ya, terimakasih aku senang bisa bertemu dengannya” senyum sehun

“wait!” sanggah jackson tiba-tiba “kenapa kau seperti ini? Senyummu itu.. sendu ya sendu. Kau seperti orang yang baru melihat nenekmu yang sudah meninggal di dalam mimpimu”

Sehun kembali tersenyum “mungkin memang itu yang aku rasakan sekarang” jawab sehun “kau tidak akan tahu seberapa berartinya hari ini untukku”

“uwaaa.. sekarang siapa yang tergila-gila padanya?” seru jackson “aku pikir kau berpikir aku berlebihan untuk menyukainya”

Tangan sehun melingkari namja yang lebih pendek darinya itu “ya aku minta maaf, mungkin sekarang aku kena batunya dan kini akulah yang sangat menyukainya” tutur sehun “sampai sekarang”

^_^

Flashback: On

Hujan mengguyur dengan deras, angin juga nampaknya cukup bekerja sama dengan hujan. Menggoyangkan hampir setiap pohon yang menjulang dengan gagahnya. Dua orang yeoja terlihat keluar dari rumahnya. Dengan jas hujan yang berbeda warna dan payung yang melindungi mereka berjalan berdampingan

“unnie.. bukankah lebih baik jika kau tidak keluar disaat seperti ini?” Tanya yang satu dengan poni rambutnya yang terus saja berantakan oleh angin

“jika aku tidak mencobanya sekarang, bagaimana jika ternyata kesempatanku itu hanya hari ini saja? Apakah aku harus melewatkannya?” tutur yang satu lagi mencoba merapatkan tubuh mereka lagi agar tetap hangat “jika kau tak mau mengantarku audisi tak apa-apa. Kau dirumah saja” uacapnya lagi.

Merasa tak enak dengan ucapan kakak kembarnya itu ia langsung menggeleng “tidak… aku akan mengantarmu krystal unnie. Aku hanya menghawatirkanmu jika harus melewati cuaca seperti ini

“soojungah, justru itu tantangannya, semua itu akan berbuah manis jika kita melewati jalan yang pahit dulu” jelas krystal. Ia mendekap adiknya dari samping “terimakasih karena menghawatirkanku. Aku juga menyuruhmu pulang bukan karena aku marah. Tapi aku juga khawatir jika kau harus ikut denganku di hari seperti ini. Kau tahu sendiri bagaimana cara bicaraku kan? Jangan salah paham”

Soojung mengangguk sambil tersenyum. Tentu saja ia tahu. Mungkin bahkan paling tahu dari siapapun di dunia ini. Karena mereka bersama bahkan sejak dalam kandungan “aku tidak pernah salah paham denganmu unnie. Karena hanya kaulah sekarang yang aku punya”

Krystal tersenyum lebar. Sesuatu yang hanya ia tunjukan pada seseorang yang dekat dengannya saja. Setiap kali ia tersenyum pasti ia hanya menunjukan senyuman tipisnya, terkecuali bagi adiknya dan juga keluarganya.

Hari benar-benar tak ingin bersahabat dengannya, bukannya mereda, hujan malah bertambah lebat. Bahkan sampai mereka kesulitan untuk melihat jalan. Hingga mereka harus berhenti dulu di salah satu halte bus dimana mereka harus menyebrang untuk mengambil bus yang ada di sebrangnya.

Mereka berdua duduk, dan krystal mulai membuka-buka tasnya dengan bingung dan kaget. Menyadari ketidaknyamanan kakaknya soojung langsung berbalik “ada apa unnie?”

“ponselku.. aku lupa membawa ponselku” tutur krystal kaget

Kening soojung berkerut “ponsel? Untuk apa menelpon? Kau bisa menggunakan punyaku”

Dengan cepat krystal menggeleng “lagu untuk audisiku ada di ponselku. Dan aku yakin kau tak memiliki lagunya” matanya memerah karena kaget dan bingung dicampur udara yang dingin “jika aku kembali lagi ke rumah untuk mambawanya pasti aku akan terlambat datang untuk mendaftarkan diri. Audisi kali ini akan dibatasi kuota”

Otak soojung dengan cepat langsung mencerna perkataa krystal. Layaknya sebuah soal ulangan, dengan cepat pula ia berusaha mencari jalan keluar dari semuanya “biar aku yang mengambilnya” tutur soojung “kau bisa kesana lebih dulu untuk mendaftar dan aku akan menyusulmu disana bersama ponselmu”

Mata krystal membulat “benarkah? Kau mau melakukannya untukku?”

“tentu saja, apa sulitnya kembali ke rumah untuk mengambil ponselmu?”

“baiklah” tutur krystal langsung menyodorkan payung “kau yang pakain payung”

“tapi bagaimana dengan unnie? Kita kan hanya bawa satu payung”

Krystal tersenyum meyakinkan adiknya itu “tenang saja, aku kan hanya menyebrang ke sana lalu menunggu bus di dalam halte. Aku tidak akan kehujanan terlalu lama. Tapi kau kan harus berjalan kembali hingga ke rumah”

“tapi nanti bajumu basah, kau harus tampil sempurna di audisi” bantah soojung tetap enggan mengambil payung dari krystal

“soojungah, pertama penampilanku tidak akan rusak hanya karena kehujanan. Kau tau kan saat aku memuji diriku sendiri itu berarti aku memujimu juga?” senyum krystal penuh arti “dan yang kedua justru jika aku kebasahan, juri bisa saja merasa iba padaku dan peluangku untuk dipilih lebih besar”

“tapi…”

“sudahlah ayo cepat, lama-lama kau hanya akan menghabiskan waktuku dengan berdebat denganmu disini. Ponselku tidak datang dan akupun akan telat” seru krystal langsung mendorong payung di tangannya kearah soojung “hati-hati, kau tahu bahwa kau harus selalu berhati-hati kapanpun kan?” senyumnya dengan sangat manis.

Akhirnya soojung mau menerimanya dan mundur secara perlahan “kau juga harus hati-hati unnie” ujarnya entah mengapa merasa ada yang salah jika ia meninggalkan kakaknya itu sendiri. Apa jawabannya atas persoalan ini salah?

Krystal melambai dan menyuruh soojung agar langsung berjalan ke rumah tanpa menghawatirkannya. Melihat itu soojungpun menurut. Ia berbalik dan berjalan menuju rumahnya. Hanya saja belum sampai seberapa jauh ia dari halte. Sebuah suara langsung membuat darahnya layaknya surut dari dalam tubuh.

Bahkan sebelum ia melihat kebelakang ia sudah menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang membuatnya takut untuk berbalik. Sesuatu yang… ia yakin bisa membuatnya kehilangan lagi seseorang dalam hidupnya

Suara bisingpun mulai berdatangan. Suara orang-orang yang tampaknya kaget dan juga menahan nafas saat melihat sesuatu benar-benar membuat nafasnya juga ikut menghilang. Dadanya sakit bahkan sebelum ia bisa melihat kebelakang

Dalam waktu yang menurutnya seperti berabad-abad itu ia berbalik dan melihat apa yang takut ia lihat sudah ada di depan matanya. Aliran air hujan di jalanan kini beruba menjadi merah. Terutama didekat onggokan tubuh yang terkapar langsung terkena hujan tanpa tertutup apapun kecuali rambut coklatnya

Ia tidak tahu kapan ia berlari. Tapi kini ia sudah ada di samping kakaknya. Ya kakaknya yang kini kulitnya sudah berubah dengan warna darah. Air matanya keluar dengan kamuflase dari air hujan yang juga menuruni wajahnya. Dipeluknya erat erat tubuh gadis yang sudah menemaninya sejak dalam perut itu. Ia tidak perduli jika baju dan seluruh tubuhnya juga kini dipenuhi darah krystal.

Soojung sama sekali tidak menghiraukan banyaknya orang yang kini berkumpul mengelilinginya, terutama Karena semua orang yang ada di mobil yang sudah menabrak kakaknya itu keluar. Tangisnya terus menjadi meskipun beberapa orang sudah mulai menyuruhnya pindah ke trotoar agar tidak terkena hujan.

Tapi apakah hal itu yang penting sekarang? Ia bahkan tak bisa merasakan dinginnya air hujan. Sesuatu yang menancap dihatinya terlalu sakit untuk membuatnya merasakan dinginnya hujan. Sesuatu yang menancap itu bernama kenyataan. Yah kenyataan karena kecelakaanlah yang selalu menjadi penyebab ia kehilangan seseorang yang dicintainya.

Saat itu ayah dan ibunya, dan sekarang kakaknya, orang satu-satunya yang ia punya sekarang. Kenapa? Apa dia memang tidak patut untuk memiliki seseorang disisinya? Apa dia begitu egois hingga semua orang meninggalkannya? Ya, semua itu salahnya. Jika saja ia tidak meninggalkan kakaknya pasti semua ini tidak akan terjadi. Bisa saja yang terjadi adalah dia ikut pergi bersama kakaknya, atau lebih baik, dia saja yang pergi

Tanpa soojung sadari kini para petugas ambulan sudah berdatangan. Mereka mengatakan sesuatu yang mengkin artinya adalah untuk membiarkan tubuh krystal terlepas dari dekapannya agar mereka bisa membawanya langsung ke rumah sakit. Namun telinganya sudah tertutupi rasa sedih, yang ada di telinganya hanyalah suara dirinya yang terus saja menyalahkan dirinya atas kematian krystal

Matanya mengabur akibat air mata, dan juga sosok krystal yang tersenyum dan bersebelahan dengan sosok krystal sekarang yang sangat membuat hatinya sakit. Sosok lain yang bisa ia lihat sekarang adalah seorang. Ya satu orang yang tiba-tiba saja muncul di depan matanya. Dengan wajah yang sama sedihnya, ia bahkan tidak menggunakan alas kaki saat datang.

Kini ia membiarkan beberapa petugas mengambil tubuh krystal darinya ia menangis kembali sambil memandang namja itu “sehunaah.. krystal unniee” adunya

Flashback: off

“kau baik-baik saja?” Tanya managernya yang juga menyadari keadaan krystal nampaknya sedang tidak terlalu baik

Krystal kembali ke dirinya kembali lalu menganguk “ya aku baik-baik saja”

“kau yakin? Karena kata beberapa staff juga tadi tampaknya kau banyak melamun. Apa ada yang mengganggumu?”

Lagi-lagi krystal menggeleng “tidak oppa, aku baik-baik saja. Mungkin aku sedikit lelah” ucapnya sambil mengelap peluh dingin yang mengembun di kening dan lehernya

Sang managerpun mengangguk “baiklah, oh ia minho kesini. Dia menunggumu, di ruang staff. Aku akan memanggilnya kesini”

“minho oppa?” kaget krystal

Tanpa membalas pertanyaan krystal sang manaerpun berlalu meninggalkannya. Di ruangan itu krystal kini duduk sendiri dengan pikiran yang campur aduk. Semua masa lalunya yang sudah ia usahakan kubur dalam-dalam dan kini membuat yang baru sendiri telah goyah oleh kenyataan dari masa lalu yang datang kembali. Apa yang harus ia lakukan?

“unnie.. bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Bolehkah aku senang? Tidak.. apa aku senang melihatnya?” tutur krystal pada dirinya sendiri

“hei krystal!” minho masuk dengan senyuman cerianya, di tangannya ia sudah mengulurkan bunga yang sangat indah

“ah oppa, apa ini?” Tanya krystal masih tak bisa mengambil kembali posisinya yang tak boleh membiarkan siapapun mengetahui masalahnya sekarang

“semua fansmu yang datang membawakan hadiah. Jadi aku datang juga harus membawa hadiah kan?” senyumnya

Membawa hadiah.. ia kembali teringat akan namja itu. Satu-satunya namja yang datang tanpa hadiah namun membawakan efek samping yang sangat dalam dan lama “ah tapi kan oppa bukan fansku”

“kata siapa? Aku fansmu” angguk minho serius

“kalau begitu maaf, aku kehabisan fotoku untuk ku tandatangani” senyum krystal sebisa mungkin menyembunyikan perasaannya

Minho tersenyum “kalau begitu karena aku kecewa, kau harus mengganti kehabisan foto itu” tuturnya “kau harus berfoto bersamaku” ia mengeluarkan ponselnya dan siap mengambil selca bersama krystal

Tanpa banyak berkata krystalpun ikut masuk ke dalam kamera dan tersenyum di samping minho yang memasang wajah cerianya “haha terimakasih krystal” puas minho sambil memandangi selca bersamanya. Namun perlahan minho terdiam, lalu ia memandang krystal “kau sakit?”

“huh? Tidak” geleng krystal

Aneh, tapi minho merasakan ada yang aneh dari yeoja ini. Ia merasakan bahwa krystal sesekali menjadi asing baginya. Apanya yang berubah? Tapi tatapan matanya terkadang berubah, bahkan senyumnya. Dan itu semua baru ia sadari saat melihat hasil selca mereka. Senyuman krystal disini bukanlah senyumannya yang biasa. Senyuman chic yang dingin namun penuh aura. Yang ini lebih… manis dan terlihat rapuh

“kau yakin? Setelah aku perhatikan kau tampak pucat” khawatir minho

Krystal berusaha tersenyum sebisa mungkin. Tanpa sadar disaat ia kebingungan dan mengingat masa lalunya ia berubah menjadi dirinya yang sebenarnya. Bukan seseorang yang kuat dan chic seperti kakaknya. Pertahanan dirinya mulai goyah dan itu semua karena pertemuan dengan namja itu. Apa seharusnya ia menjauh darinya saja? Atau apa mungkin namja itu tidak tahu jika dirinya adalah soojung?

“sepertinya lebih baik jika aku mengantarmu pulang” tutur minho “aku mohon kau tidak menolakku lagi kali ini” paksa minho

Dengan cepat krystal menggeleng. Jika sampai minho tau rumahnya, rahasianya akan bertambah sulit untuk ditutupi. Bagimana jika ia nanti datang ke rumahnya dan melihatnya dalam keadaan ‘soojung’? “aku bisa sendiri, tenang saja oppa”

“aku kan sudah bilang jangan menolak”

Krystal berdiri “oppa, jangan seperti ini. Kau tahu sendiri aku bukan yeoja yang lemah. Aku bisa pulang sendiri. Da kau tahu sendiri bahwa semua ini tidak benar. Bagaimana jika ada yang melihat dan memotret kita? Akan sangat sulit nanti jadinya”

Ia berjalan mengambil tasnya “terimakasih banyak atas semuanya oppa. Bunga darimu juga masih aku pajang di rumah, aku menyukainya” senyum krystal. Ia berbalik namun seperti sebuah sambaran kilat sesuatu masuk ke dalam otaknya. Semua bayangan wajah, semua memori yang selama ini ia usahakan untuk menghilang masuk sekaligus ke dalam dirinya. Membuat nafasnya untuk seketika menghilang dan tulang kakinya melemah

Dengan berpegangan ke kenop pintu ia berusaha menjaga keseimbangan dan kesadarannya. Mulutnya terus terbuka berusaha mendapat asupan oksigen pengganti. Dan tiba-tiba saja minho kini sudah ada di sampingnya. Ia memegang salah satu tangan dan merangkul pinggangnya hingga bisa berdiri kembali

“kau tak apa-apa? Sudah aku bilang kan, biarkan aku mengantarmu” seru minho kini dengan nada serius yang belum pernah krystal dengar sebelumnya “tak ada alasan sekaran aku akan membawamu ke mobilku. Biar aku yang urus nantinya. Kau tak perlu memikirkan apapun sekarang”

Dengan setengah kesadarannya, krystal tak bisa melakukan apapun selain mengikuti tubuhnya yang digaet oleh minho menuju mobil. Untunglah minho memarkirkan mobilnya di belakang gedung sehingga tak ada orang yang berkemungkinan melihat mereka bersama

“tunggu disini sebentar, aku akan mengatakan pada managermu bahwa kau pulang bersamaku”

^_^

Dengan usaha sekuat mungkin krystal membuat dirinya tidak tertidur. Ia tidak boleh sampai membiarkan minho menetahui tempat tinggalnya. Ia bisa membuatnya berhenti beberapa blok dari apartemennya sehingga ia tidak akan melihat dimana ia tinggal

“managermu berkata jika kau masih tidak kuat, dia bisa mencancel semua jadwalmu besok” tutur minho sambil sesekali melihat kearah krystal yang duduk di sampingnya

Krystal mengangguk “aku mengerti, terimakasih” sahutnya

“ini pertama kalinya aku melihatmu sakit. Apa kau benar tak ingin aku bawa ke rumah sakit?”

“jangan berlebihan oppa, aku baik-baik saja. Oke.. aku mungkin kecapean sedikit. Tapi selebihnya aku baik-baik saja” krystal memastikan

Minho akhirnya mengangguk “baiklah, setidaknya kau sudah membuat kekhawatiranku tidak terlalu pajang karena membiarkanku mengantarmu pulang”

Krystal tersenyum “berhentilah di persimpangan itu oppa” ujar krystal

“kenapa? Rumahmu disini?” Tanya minho sambil menghentikan mobilnya di persimpangan

Krystal menggeleng “bukan, aku harus ke rumah seseorang dulu”

“kau kan sedang sakit, jangan keluar biarkan aku membawamu pulang”

“oppa” krystal memegang lengan atas minho pelan, lalu tersenyum “aku masih kuat, aku ada perlu sedikit dengannya dan kau tak perlu khawatir karena dia orang yang sangat bisa dipercaya”

“keluarga?”

“ya kau bisa mengatakannya seperti itu” angguk krystal lalu keluar dari mobil minho “terimakasih oppa, aku akan membayar kebaikanmu lain kali” lambai krystal

^_^

Di malam yang hening ini otaknya kembali bekerja seperti biasanya. Di sudut hatinya yang lain ia berkata bahwa mungkin memang bertemu dengan soojung kembali bukanlah ide yang bagus. Karena itu semua hanya membuatnya kembali ingin bertemu dengannya lagi. Tak ada yang tahu betapa rinduya ia kepada yeoja cantik itu. Setelah ia berusaha bertahun-tahun untuk melupakannya tapi tentu saja itu hanya sia-sia

Kini yang harus ia lakukan adalah memberitahu soojung secara perlahan semua itu. Hingga ia mau memberitahu alasannya ia berpura-pura menjadi krystal di depan banyak orang. Ia sendiri tidak tahu apakah hanya dia yang menyadari dan tahu bahwa krystal adalah soojung, tapi entah mengapa ia berharap hanya ialah yang tahu

“yay bro.. apa yang kau lakukan? Televise mati, dan lampu di ruang tengah mati tapi kau disini diam melamun” jackson ikut bergabung bersama sehun dan duduk di sampingnya

Sehun tersenyum “bukan apa-apa” tuturnya “apa kau tahu lagi kapan ada even seperti tadi?”

“wow, kau ketagihan? Kau menjadi lebih parah daripadaku sehunah”

“sepertinya ya” yang bisa sehun berikan sebagai jawaban adalah ya, bukan karena ia berbohong. Tentu saja itu bukan bohong bahwa ia ingin bertemu lagi dengan soojung, tapi ia memiliki maksud lain yang harus ia lakukan

“baiklah, nanti jika aku tahu pasti aku akan memberutahumu”

Sehun menepuk bahu jackson berterimakasih “aku akan keluar sebentar, kau mau ikut?”

“tidak, aku lelah. Aku mau tidur”

“baiklah kalau begitu aku pergi”

^_^

Sebuah keberuntungan baginya karena ia menggunakan sebuah jaket berhoodie sehingga ia bisa menyembunyikan rambut pirangnya yang belum diubah menjadi coklat kembali. Itu semua akibat ia harus diantar oleh minho.

Ini artinya besok ia harus menuju perusahaan menggunakan bus karena scooternya masih ada di perusahaan. Tapi bagaimana caranya ia bisa kesana menggunakan bus? Rambutnya pasti tetap akan mencolok meskipun menggunakan hoodie jika di pagi hari. Tapi ia juga tak mungkin meminta seseorang mengantarkan scooternya ke apartemennya

Sambil berjalan dan berusaha tidak menarik peratian siapapun ia merasakan tubuhnya mulai kembali pulih. Shocknya memang belum sepenuhnya hilang, dan otaknya masih campur aduk. Sampai ia melewati sebuah kedai alcohol yang ada tepat di bawah apartemennya

Sebenarnya dia bukanla tipe orang yang suka memasukkan alcohol ke dalam tubuhnya disaat ada masalah datang. Tapi karena sekarang ia sedang menggunakan hidup kakaknya, kenapa tidak?

Setelah matanya mendapatkan salah satu bangku yang kosong. Ia langsung beranjak kesana dan duduk di atasnya “eommonie satu botol soju untuku” tuturnya pada sang penjual

Baru saja ia mengembalikan pandangannya kembali kedepan. Matanya langsung terbelalak saat melihat apa yang ada di depannya. Lebih tepatnya siapa yang duduk di bangku yang ada di depannya. Nafasnya tiba-tiba memburu. Hatinya ingin melihatnya lebih lama, tapi otak rasionalnya menyuruhnya pergi dari tempat ini sekarang juga. Yang mana yang harus ia turuti? Kenapa secara tiba-tiba ia jadi sering bertemu dengannya?

Matanya hampir keluar dari tempatnya saat orang yang sedang ia pandangi kini menatap tepat ke matanya juga. Bahkan ia merasa layaknya ia bisa melihat pantulan dirinya sendiri di mata orang itu. Dengan refleks yang cepat ia langsun berdiri akibat kekagetannya. Kaki langsingnya membawanya keluar dari kedai pinggir jalan itu. Namun tiba-tiba seseorang menarik tangannya hingga ia berbalik menghadap orang itu

Namja di depannya itu memandang tepat ke manik matanya. Membuat soojung tak bisa berkata ataupun berusaha melepaskan genggaman itu. Ini adalah kali kedua baginya memandang wajah tampan namja itu setelah hampir empat tahun tak bertemu. Dan rasa rindunya kini mengambil alih dirinya.

Wajah itu.. mata itu.. kini ia sangat menyadari bahwa ia sangat merindukannya. Tatapannya selalu bisa membuatnya mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

“kenapa kau lari dariku?” Tanya namja itu akhirnya membuka suara setelah hening cukup lama

Kata-kata yang terucap menyadarkan soojung akan posisinya sekarang sebagai krystal. Dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan genggaman sehun dengan hasil yang sia-sia. Gerakannya yang cukup kuat membuat hoodienya terbuka dan menampakkan rambut pirang mencoloknya.

“eoh? Krystal?” seseorang terdengar mulai menyadari keberadaannya.

Sehun menutupi kepalanya sendiri dengan hoodie, lalu dengan sigap menarik hoodie soojung menutupi kembali rambutnya. Dalam gerakan cepat ia langsung menarik soojung kedalam dekapannya. Mengubur wajah soojung di dadanya

Semuanya terasa sangat cepat, bahkan soojung sendiri masih berada dalam keadaan yang bingung dengan apa yang terjadi. Namun kehangatan tubuh sehun dengan cepat langsung merambat pada dirinya. Suara detak jantung sehun yang hampir sama cepatnya dengan miliknya membuatnya sadar bahwa semua ini nyata

Tapi kenapa ia melakukan ini?

“aku kira kau tak bisa minum terlalu banyak” tutur soojung pelan kepada dirinya sendiri. Tentu saja ia tidak tahu bahwa sehun akan cepat mabuk dan melakukan hal seperti ini dikala mabuk. Pasti mabuk adalah jawaban dari pertanyaannya tadi

“aku belum terlalu mabuk untuk mendengar perkataanmu tadi” ucap sehun di telinga soojung yang langsung membuat mata soojung membelalak

Sehun melonggarkan pelukannya, dan satu tangannya merogoh kedalam saku jaketnya. Mengeluarkan satu masker yang ia berikan kepada soojung “pakailah dan pulang kerumah jika kau tak mau orang lain melihatmu disini”

^_^

“unnie..” ditengah kamarnya yang gelap dan sunyi suaranya terdengar. Duduk di atas ranjangnya dengan sebuah bingkai foto ada di tangannya. Dielusnya sebuah wajah yang beredengan dengan wajahnya yang sangat mirip “bagaimana ini? Aku bertemu sehun hari ini. Dan sepertinya dia juga mengenaliku”

Air matanya tanpa ia sadari menetes ke pipinya yang mulus. Membuat aliran sungai jernih di atas kulit putihnya “tapi apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengatakan semuanya yang sebenarnya? Tapi aku takut. Apa aku harus menjauh darinya? Tapi aku… rindu padanya”

“melihat wajahnya lagi setelah sekian lama membuatku merasa pulang ke rumah. Aku merasa diriku tidak asing lagi”

Soojung menghembuskan nafasnya. Jam sudah menunjukan pukul dua dini hari tapi otaknya tak membiarkan mata dan tubuhnya beristirahat. Padahal ia tahu pasti schedule besok pasti akan di mulai sejak pagi sekali.

Tangan satunya yang bebas mengambil ponsel yang ada di meja kecil samping ranjangnya. Ia membuka aplikasi kalender dan melihat beberapa schedule yang ia tulis sendiri di sana. Namun matanya langsung terpaku pada satu tanggal. Ia memandangnya dalam diam selama beberapa menit.

“sebentar lagi unnie, aku hampir lupa”

^_^

“ternyata kau datang krystal, aku kira kau ingin beristirahat untuk barang sehari saja” tutur managernya saat melihat krystal datang ke perusahaan.

Krystal tersenyum singkat sebelum duduk di depan cermin dimana ia biasa diberi make up. “aku sudah menyetujui jadwalnya jadi aku harus melakukannya” ucap krystal sebelum tiba-tiba asistennya mendekati lalu mencolek bahunya

“ya! Kemarin kau langsung pulang dengan minho? Kau tidak merubah rambutmu dulu?” bisik miyong hati-hati

“tidak unnie, aku terlalu terburu-buru pulang jadi aku tidak memintamu mengganti warna rambutku dulu” jawab krystal yang langsung dijawab dengan anggukan oleh miyong. Untung saja jadwalnya sangat pagi jadi meskipun ia naik bus, tapi terlalu sedikit penumpang untuk menyadari keberadaan rambut mencolok di balik hoodienya

Sang managernya mendekati krystal yang wajahnya sudah mulai di berikan beberapa pulasan “ini schedulemu hari ini” tuturnya “kau ada syuting cf, lalu radio di sore hari dan malam harinya kau ada acara live, selanjutnya kita kembali ke perusahaan untuk meeting mengenai fan meetingmu selanjutnya”

Krystal mengangguk “baiklah” ia tidak terlalu perduli akan apa saja yang harus ia lakukan. Terutama karena ia harus menjalankan hidupnya berdasarkan pola pikir kembarannya

“aku dengar semalam kau diantar oleh minho” sang make up artis mulai bergosip

“ia, dia mengantarku pulang karena aku merasa tidak enak badan” jawab krystal

“tapi bukankah selama ini kau tidak pernah pulang diantar siapapun? Bahkan managermu, kau selalu pulang sendirian. Tapi kenapa kau mau diantar oleh minho? Kalian punya hubungan yang berbeda ya?”

Krystal memandang yeoja yang selalu memulaskan make up ke wajah cantiknya itu dengan kerutan melalui cermin “kenapa unnie sangat ingin tahu?” Tanya krystal langsung “itu hanya kebetulan saja minho oppa sedang bersamaku jadi dia yang mengantarku. Jika manager oppa yang sedang bersamaku pasti dia yang akan mengantarku” jelasnya “apa sekarang pekerjaan sambilanmu adalah tukang gossip?” sindir krystal langsung membuat mulut yeoja itu bungkam dan meneruskan pekerjaannya

“krystal krystal krysta!!” seru seseorang saat pintu terbuka dan seorang staff berlari masuk dengan wajah paniknya “ini.. ini.. lihat berita yang baru keluar!”

Krystal dengan cepat membuka ponselnya dan mencari berita yang baru saja keluar. Matanya langsung membelalak kaget. Melihat dua foto yang ada di layar ponselnya sebagai headline terpanas sekarang.

Foto pertama terlihat dirinya yang berada di dalam mobil bersama orang yang jelas-jelas sekali ia bisa ingat adalah minho. Dan foto yang kedua, foto yang paling membuatnya kaget dan tak bisa berkata-kata. Foto yang menunjukkan dirinya dengan jaket bertudung sedang di peluk oleh seorang namja tinggi yang mengenakan hoodie pula. Belum lagi judul yang besar dan jelas menuliskan

‘KRYSTAL DAN PRIA MISTERIUS BERKENCAN PADA MALAM HARI. SIAPAKAH NAMJA ITU?’

TBC

10 thoughts on “Top Secret part 3

  1. ajengaryaa berkata:

    Akhirnya krystal sama sehun ketemu juga…
    Eon update nya jangan lama-lama dong…
    Setiap hari buka web ini terus tapi pas di cek belum ada update yang baru…
    Buat seterusnya jangan lama ya eon update nya…

  2. Mrs. Yehet berkata:

    ya ampuun.. akhirnya sehun soojung ketemu jg..
    entertainment emang parah ya.. kelihatan deket sedikit sma org lain dijadiin bahan gosip
    next next..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s