Forgotten part 4

Forgotten

Author            :           IRISH

Tittle              :           Forgotten

Main Cast      :           EXO’s Oh Sehun, OC’s Kim Soojung

Supported      :           Mind’s Cast

Genre              :           Fantasy, Romance, School-life

Rate                :           T; PG-16

Lenght            :           Chapterred

Disclaimer   :           This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real-life, and OC’s belong to their appearance.

“..take me anywhere with you and we will walk together forever..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

Seperti yang Luna duga, Sehun dan Soojung dengan cepat bisa akrab satu sama lain. Terbukti dengan bagaimana beberapa hari ini Sehun sibuk mengajak gadis itu ke banyak tempat yang ingin Ia kunjungi. Hal yang benar-benar tidak pernah Sehun lakukan selama ini.

Namja itu juga perlahan berubah. Kepribadian Sehun yang dingin dan kaku sama sekali tidak pernah terlihat saat namja itu bersama Soojung. Malah, namja itu terkesan banyak bicara.

Beberapa orang dikelas bahkan sudah dengan pasti meng-klaim bahwa Sehun menyukai yeoja itu. Bagaimana tidak, dengan ancaman menyeramkan, Sehun meminta mahasiswa yang tadinya duduk di belakang Soojung untuk bertukar duduk dengannya. Tentu saja Sehun melakukan itu saat Soojung tidak ada dikelas.

Dan saat Soojung datang, yeoja itu hanya terperangah melihat Sehun sudah bertengger di belakang mejanya dengan senyuman yang tidak bisa Soojung artikan.

Sehunnie.. Kau kembali?

Luna menyernyit saat mendengar pikiran Soojung terlempar padanya. Luna memperhatikan Soojung, yeoja itu tampak berdiri tak percaya, dan penuh keterperangahan yeoja itu duduk menghadap Sehun, memastikan jika namja itu benar-benar duduk disana.

“Apa kau ada waktu nanti malam?”

Soojung memiringkan kepalanya. Yeoja itu bahkan tidak perlu menulis apapun di notes nya lagi. Sehun sudah bisa paham dengan bahasa tubuh yeoja itu. Dan bahkan dimata Luna, Sehun seolah tau bagaimana saja reaksi Soojung pada ucapannya.

“Ada taman ria dibuka di hall yang ada diluar perumahanku. Bisa kita datang bersama?”, ucap Sehun membuat Kai yang ada di dekat sana terkekeh pelan.

“Oh Sehun, namja mana yang mengajak seorang yeoja berkencan di taman ria?”

Soojung langsung tersentak kaget. Berbeda dengan ekspresi Sehun yang menampakkan raut kesal karena Kai berani bicara.

“Diamlah.”, ucap namja itu dingin, tapi saat beralih ke arah Soojung, namja itu kembali tersenyum.

“Kau mau kan? Aku bahkan sudah membeli tiket masuk untuk kita berdua. Ta-da!”

Beberapa detik Soojung terdiam, sampai akhirnya yeoja itu mengangguk. Membuat Sehun refleks mengacak-acak rambut yeoja itu.

“Bagus. Apa kau mau aku menjemputmu?”, tanya Sehun, melihat reaksi Soojung, namja itu menggeleng-geleng.

“Tidak mau? Baiklah. Aku tunggu jam 6 sore di sini.”, Sehun meletakkan dua tiket itu di tangan Soojung.

“Nah. Begitu baru bagus.”, ucap Sehun saat melihat Soojung tersenyum.

Sementara itu Luna menggeleng pelan.

“Menarik.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sehun duduk diam di atas sepeda motor balapnya. Helm berwarna hitam ada di jok motornya, dan namja itu tampak berpenampilan kasual dengan mengenakan kaos berwarna biru gelap dan celana jeans, juga jaket berwarna hitam yang tampak kontras dengan kulit pucatnya.

Namja itu memandang ke langit, melihat titik-titik putih mulai berjatuhan.

Soojung—kristal—..”, gumam namja itu, menengadahkan tangannya membiarkan salju berjatuhan ke tangannya.

Kata itu mengingatkan Sehun pada yeoja yang sekarang tengah di tunggunya. Kim Soojung. Sehun sendiri tidak mengerti kenapa Ia bisa merasa gadis itu begitu menyenangkan. Dan bagaimana namja itu bisa berubah sikap saat ada di depan yeoja itu.

Hanya karena banyak kesamaan diantara mereka?

Sehun menggeleng pelan. Bukan. Bukan karena hal itu Ia merasa nyaman saat bersama Soojung. Karena yeoja itu tidak berisik seperti kebanyakan yeoja? Bukan juga. Gadis itu bisa jadi sangat mengganggu saat Ia ingin di dengarkan.

Sehun melemparkan pandangannya ke sudut jalan saat melihat seorang yeoja turun dari bus. Senyum langsung terukir di wajah Sehun saat melihat yeoja itu, Soojung. Yeoja itu tampak mengenakan kaos lengan panjang berwarna cream yang terbuat dari bahan wool. Juga celana jeans panjang. Di lengannya tersampir tas kecil berwarna cream. Dan Ia mengenakan flat shoes berwarna cokelat tua.

“Yeppuda..”, gumam Sehun pelan, namja itu diam-diam merasa senang saat melihat seseorang yang begitu memenuhi kriteria ‘cantik’ dalam pandangannya. Tapi satu sisi hati namja itu merasa aneh.

Ada perasaan yang hilang dalam diri namja itu. Ia sangat ingin mengkritik penampilan Soojung, tapi tidak ada satupun yang bisa Ia kritik dari penampilan Soojung yang selalu perfectionist.

Namja itu tanpa sadar menghela nafas panjang. Sejenak, senyum yang sedari tadi terpasang di wajah namja itu hilang, bergantikan dengan ekspresi yang Sehun sendiri tidak bisa mengerti.

Ia merindukan seseorang.

Seseorang yang seharusnya bisa membuatnya bicara lebih banyak lagi. Mengomentari semua yang ada di diri sosok itu. Tapi namja itu segera mengusir perasaan itu. Terutama karena Soojung sekarang sudah berdiri di hadapannya, dengan senyum cerah.

“Siap untuk ke sana?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau tidak mengantar Soojung pulang?”, tanya Kai saat namja itu dengan sengaja mendatangi Sehun di taman ria.

“Dia terus menolak.”

Kai menyernyit.

“Sangat jarang kau tidak memaksa orang lain.”

Sehun menghela nafas.

“Whoah. Kau menghela nafas sekarang. Begitu manusia.”, sindir Kai dan hanya di tanggapi dengan decakan kecil oleh Sehun.

“Aku tidak mengerti. Rasanya aku ingin bicara begitu banyak pada yeoja itu. Tapi dia pasti kesulitan untuk meresponku.”

“Kau dulu tidak pernah bicara lebih dari beberapa kata pada Seulhyun.”

“Ini keadaan yang berbeda.”

“Berbeda? Oh Sehun. Siapapun bisa melihat bagaimana kau terobsesi pada Soojung. Kau menyukainya?”

“Tidak. Aku tidak menyukainya. Maksudku, aku suka padanya. Bukan dalam arti kata suka yang kau pikirkan. Aku.. nyaman berteman dengannya.”

“Karena kau jadi begitu manusia saat di dekatnya. Dan dia juga tidak pernah melihat sisimu yang lain.”

“Maksudmu?”, Sehun kali ini memandang Kai bingung

“Tentu saja karena dia berpikir kau juga manusia sepertinya. Menurutmu bagaimana ekspresinya saat tau kau bukan manusia?”

“Dia tidak akan tau.”, tukas Sehun

“Bukannya tidak akan tau. Kau tidak ingin dia tau.”

“Benar. Aku tidak ingin dia tau.”

“Karena kau tidak mau dia menjauhimu bukan?”

Sehun bungkam. Namja itu masih tidak mengerti perasaan apa yang sebenarnya Ia simpan untuk yeoja itu. Baru saja Sehun akan membuka mulut, tatapan namja itu sudah tertuju ke sudut jalan.

Pandangan namja itu jelas menangkap siluet seorang yeoja yang begitu Ia kenal, dan tidak sadar jika Ia sedang di ikuti oleh beberapa oarng.

“Sial!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Soojung berusaha melangkah cepat, yeoja itu jelas mendengar derap langkah di belakangnya. Tapi yeoja itu terlalu takut untuk sekedar menoleh dan melihat siapa yang mngikutinya.

Yeoja itu akhirnya terpojok. Dan saat itulah Ia mendengar jelas siapa yang mengikutinya.

“Agassi! Kemarilah. Bermain dengan kami sebentar!”

Soojung berbalik, dan bergidik ngeri saat melihat tiga orang namja berpenampilan preman ada di belakangnya. Yeoja itu berusaha melangkah menjauh, tapi Ia sudah benar-benar terpojok.

“Tidak apa-apa! Kemarilah sebentar. Kami tidak akan melukaimu agassi!”

Yeoja itu berusaha meronta saat satu diantara namja itu menyentuhnya. Tapi kekuatan yeoja itu jelas kalah. Yeoja itu bahkan tidak bisa menjerit untuk minta pertolongan. Dan Ia mulai terisak pelan.

“Lepaskan dia!”, Soojung menoleh pada sosok yang menutupi cahaya lampu yang jadi satu-satunya pencahayaan disana.

“Tsk, kau siapa hah? Mau merusak kesenangan?”

Sosok namja itu berjalan mendekat.

“Lepaskan dia.”

Samar, Soojung bisa melihat sosok itu. Sehun. Preman itu tampak saling menyikut, lalu mereka melepaskan Soojung dengan kasar dan pergi.

GREP.

Sehun menangkap tubuh Soojung sebelum tubuh yeoja itu jatuh ke tanah.

“Gwenchanayo?”

Soojung mengangguk pelan. Sehun memandang keadaan yeoja itu, rambut yeoja itu sudah acak-acakan karena ulah preman-preman itu. Untungnya Sehun datang di saat yang tepat.

“Akan ku hajar mereka nanti.”, gumam namja itu pelan, bergerak merapikan keadaan Soojung. Tapi tindakan namja itu terhenti saat Soojung mencekal lengannya.

“Kau melarangku?”, ucap Sehun

Soojung mengangguk, walaupun Ia gemetar.

“Aku akan memberi mereka pelajaran.”, ucap Sehun dingin

Tapi Soojung menggeleng, menatap Sehun dengan tatapan yang membuat namja itu menghembuskan nafas kesal.

“Baiklah. Aku akan antar kau pulang.”, Sehun membantu yeoja itu berdiri

Mereka berjalan pelan ke tepi jalanan besar. Saat Sehun akan menyebrang, Soojung justru melambai pada taksi yang mendekat.

“Ya!”, ucap Sehun kesal

Soojung tersenyum tipis, berusaha meyakinkan namja itu jika Ia baik-baik saja. Dan hal itu membuat Sehun berdecak kesal.

“Kim Soojung!”, bentak namja itu

Soojung terhenti. Ia memandang Sehun, lama. Membuat Sehun merasa bersalah karena sudah membentak yeoja itu.

“Maaf. Pulanglah.”, ucap Sehun, namja itu membantu Soojung masuk ke dalam taksi, dan menyodorkan beberapa lembar uang pada sopir taksi.

“Ahjussi, antarkan yeoja ini ke perumahan Pyeongnam blok A nomor 5.”, ucap Sehun sebelum namja itu memandang Soojung sekali lagi, memastikan jika yeoja itu akan baik-baik saja.

Dan akhirnya Sehun menutup pintu taksi, memandang taksi itu menjauh. Tentu saja dengan perasaan sangat tidak tenang. Namja itu sangat ingin menaiki motornya dan menyusul taksi itu, memastikan jika yeoja itu akan baik-baik saja.

“Kim Soojung.. Kenapa aku sangat mengkhawatirkanmu..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Soojung melangkah masuk ke kelas, dan menyernyit saat melihat Sehun tampak sibuk membaca buku dengan sepasang headset terpasang di telinganya. Tidak biasanya namja itu mengabaikan Soojung. Namja itu biasanya bahkan selalu memandang ke pintu, menunggu Soojung datang.

Dan dalam benak anak-anak yang ada disana, melihat tingkah Sehun yang sangat dingin dan ketus pagi ini, juga melihat Soojung yang menghampiri namja itu dengan tatapan memelas, mereka bisa mengambil kesimpulan jika semalam dua orang itu bertengkar.

Soojung duduk di tempatnya, berbalik dan menyenggol pelan lengan Sehun. Tapi namja itu berdecak dan mengabaikannya.

“Sehun sedang tidak dalam mood yang baik Soojung-ssi.”, ucap Luna

Soojung malah memutar kursinya, memperhatikan Sehun yang tampak begitu serius dengan bukunya.

‘Kita tidak sedang ada ujian.’

Sehun mendongak saat dengan hati-hati Soojung menyelipkan kertas itu di depannya.

“Memang. Aku hanya berusaha mengerti pelajaran ini.”, ucap Sehun singkat

‘Kau tidak lapar?’

“Kau mau ke kantin?”

Soojung menggeleng pelan.

“Lalu?”

Soojung tampak mulai kehabisan akal.

‘Kau marah?’

“Tidak.”

‘Kalau begitu apa aku boleh bicara?’

“Kau mau pamer padaku jika kau sekarang bisa bicara?”, ucap Sehun tampak mulai mengulum senyumnya, tidak tahan melihat ekspresi terkejut Soojung.

‘Paboya? Maksudku, ada yang mau ku bicarakan..’

“Apa?”, Sehun kembali berucap dengan ketus

Soojung kembali menulis, dan kali ini dengan sangat hati-hati meletakkannya di atas buku yang dibaca Sehun.

‘Apa kau sudah punya partner untuk prom night akhir bulan?’

Tanpa bisa menahan dirinya, Sehun tersenyum.

“Kau mengajakku?”

Soojung mengangguk ragu.

“Baiklah.”, Sehun tersenyum penuh makna

“Apa kau mengerti cara menyelesaikan essay ini?”, tanya Sehun, membalikkan bukunya sehingga Soojung bisa membaca halaman itu.

Yeoja itu juga mengeluarkan bukunya, dan melirik halaman buku yang tengah diperhatikan Sehun. Ia membuka halaman yang sama, dan mengulurkan bukunya pada Sehun.

“Ah, kau sudah menjawabnya ternyata.”, ucap Sehun

Tangan namja itu bergerak mengambil buku Soojung, tangan namja itu tanpa sadar memasangkan satu headset yang tadi Ia kenakan di telinga Soojung. Sementara itu Luna terdiam, memandang dua orang itu. Bahkan tidak sadar jika Baekhyun sudah ada di sebelahnya.

“Kau melihat apa chagi?”

“Dua orang itu.”, ucap Luna

“Eh? Sejak kapan mereka dekat?”, ucap Baekhyun bingung, tapi Luna masih tersenyum. Tentu saja Ia mendengar pikiran senang Soojung tentang Sehun yang mulai menganggapnya ada.

“Mereka sudah lama dekat.”, ucap Luna penuh makna

“Mwo?”, Baekhyun menyernyit

“Kau mau ke rumahku nanti sore?”, suara Sehun membuat Baekhyun mengalihkan perhatiannya pada Sehun.

Soojung menyernyit bingung. Memandang Sehun.

“Akan ku traktir kau makan. Aku ingin meminjam catatanmu.”, ucap Sehun, tersenyum.

“Mereka benar-benar dekat?”, tanya Baekhyun pada Luna dan dijawab dengan anggukan.

“Benar-benar dekat.”

“Ah, Soojungie, coba dengarkan lagu ini, aku sangat suka lagu ini.”, Sehun dengan penuh semangat menyetel lagu dari ponselnya.

Senyum masih ada di wajah namja itu, dan tatapan namja itu pada Soojung sekarang membuat Baekhyun tersentak.

“Aku tidak pernah melihat Sehun tersenyum seperti ini.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

“Soojung benar-benar akan kerumah kita?”, tanya Baekhyun saat melihat Sehun begitu sibuk membereskan ruang tamu rumahnya

“Ya, aku sudah mengajaknya tadi. Dan dia sudah kuingatkan tiga kali, jadi dia tidak mungkin lupa.”

“Sekarang kau mengajak Soojung kencan di rumah?”, ucap Kai tergelak

“Kencan?”, Baekhyun menatap dua namja itu bergiliran

“Memangnya kau saja yang bisa kencan hyung.”, sahut Sehun ringan membuat Baekhyun terbelalak.

“Sehun-ah, kau menyukai Soojung?”, tanyanya

Sehun menghembuskan nafas kesal.

“Kenapa semua orang terus menanyakanku hal seperti ini..”, gumamnya

“Oppa, kau suka pada Soojung? Lalu bagaimana dengan Seulhyun?”, tanya Taeyang yang muncul di sudut ruangan

Mendengar ucapan Taeyang, Sehun kembali melanjutkan aktifitasnya.

“Aku suka pada Seulhyun.”

“Lalu Soojung?”, kali ini Kai yang menatap bingung

“Kami hanya berteman.”, ucap Sehun

“Kau kira aku bisa percaya cinta segitigamu?”, balas Baekhyun

“Cinta segitiga? Aku tidak pernah bilang kalau aku menyukai Soojung.”

Tiga orang itu menyernyit.

“Jadi ini bukan kencan?”

“Aku tidak pernah bilang kalau aku mengajaknya kencan. Aku hanya mengajaknya bermain di taman ria. Dan hari ini aku mengajaknya mengerjakan tugas bersama. Kalian berpikir itu kencan? Sungguh kekanak-kanakkan.”

Empat orang itu sama sekali tidak sadar bahwa Soojung yang jadi bahan pembicaraan mereka sudah ada didepan rumah, tapi yeoja itu bahkan tak bisa menggerakkan kakinya untuk datang ke depan rumah saat mendengar pembicaraan cukup keras itu.

Lain halnya dengan Luna yang bisa dengan jelas mendengar pikiran Soojung.

Dengan cepat Luna melangkah ke ruang depan melewati empat orang itu.

“Soojung-ah! Kau sudah sampai?”, Luna melangkah ke samping rumahnya, dan mendapati Soojung berdiri diam disana.

Yeoja itu awalnya terkejut melihat Luna yang tau tentang kedatangannya, tapi kemudian Ia tersenyum dan mengangguk.

“Astaga, jangan katakan kalau dia mendengar pembicaraan kita.”, ucap Kai pelan sembari melangkah menjauh dari ruang tamu

Sementara Sehun sendiri terdiam. Didalam pikirannya Ia juga merasa aneh, Ia khawatir jika Soojung mungkin mendengar pembicaraan mereka tadi.

“Kau sudah sampai daritadi Soojung-ah?”, tanya Sehun saat yeoja itu masuk ke dalam rumahnya

Luna melirik yeoja itu sekilas, mengamati ekspresi yeoja itu sekaligus berusaha menebak pikiran yeoja itu. Tapi Soojung kemudian menggeleng dan tersenyum. Membuat Sehun tanpa sadar menghembuskan nafas lega.

“Kukira kau sudah sampai dari tadi.”, ucap Sehun

Soojung masih menyunggingkan senyumnya. Yeoja itu kemudian melangkah duduk diruang tamu, memperhatikan ruangan itu.

“Kau sudah makan Soojung-ah?”

Soojung mengangguk, masih tak mengalihkan perhatiannya.

“Apa kau mau makan sesuatu?”

Yeoja itu menatap Sehun, menyernyit, tapi kemudian Ia menggeleng.

“Mau kubuatkan jus apel?”, tanya Sehun

Soojung lagi-lagi menjawab dengan gelengan pelan.

“Soojung-ah,”

Soojung menatap namja itu, menunggu Sehun bicara.

“Apa kau ada masalah?”

“Kenapa kau merengut pagi-pagi begini?”, tanya Sehun membuat Soojung menatapnya kesal.

“Aku marah!”, ucap yeoja itu

“Marah? Pada siapa? Kau bertengkar dengan Abeonim lagi?”

“Tidak.”

“Mungkinkah.. Dengan Omoni?”, tanya Sehun

“Tidak!”

“Lalu? Kau bertengkar dengan siapa?”

Soojung diam. Mengabaikan ucapan Sehun.

“Soojung-ah..”, Sehun segera duduk disamping yeoja itu, tapi hal itu malah membuat Soojung beringsut menjauh darinya.

“Hmm?”

“Kau marah padaku?”, tanya Sehun

“Ya! Aku marah padamu! Aku sangat marah sampai rasanya dadaku terbakar!”, Soojung berucap keras, herannya, hal itu malah membuat Sehun tergelak.

“Oh! Soojungie! Astaga, kenapa kau tidak bilang kalau kau marah padaku?”

“Kau seharusnya sadar, pabo!”

“Astaga.. Memangnya apa yang sudah kulakukan?”, tanya Sehun dengan nada sok polosnya

“Lupakan saja! Aku semakin marah!”, ucap Soojung

Mendengar ucapan Soojung, Sehun berusaha menghentikan tawanya. Ia kemudian melingkarkan lengannya dibahu Soojung.

“Oh ayolah, memangnya kau betah berlama-lama marah padaku?”, tanya namja itu

“Ya, aku betah, tentu saja aku betah.”

“Kalau kau marah.. aku akan menginap dirumahmu sampai kau tidak marah lagi.”

“Mwo!?”

“Eh? Kenapa? Abeonim pernah menawarkan padaku untuk menginap. Bukankah itu bagus?”, Sehun mengedipkan sebelah matanya pada Soojung

Tapi hal itu malah membuat Soojung menyarangkan jitakannya dikepala Sehun.

“Kau sangat menyebalkan!”

“Soojung-ah?”

“Hmm?”, tanpa sadar Soojung menyahut

Hal itu membuat Sehun terkejut. Ia tak pernah mendengar Soojung menyahut sebelum ini. Tidak. Bukan sahutan Soojung yang sebenarnya membuat Sehun terkejut. Tapi karena reaksi yeoja itu membuatnya teringat akan sesuatu.

“Oh.. Kau sekarang sudah belajar untuk bicara.”, ucap Sehun membuat Soojung mengulum senyumnya dan memukul pelan lengan namja itu.

“Tapi Soojung-ah, sebenarnya kecelakaan apa yang membuatmu tidak bisa bicara?”, tanya Sehun hati-hati

Soojung awalnya terdiam. Tapi kemudian Ia menggeleng.

“Ah, kau tidak mau menceritakannya?”, tanya Sehun dan dijawab dengan anggukan pelan oleh Soojung.

“Apa.. kecelakaannya sangat menyeramkan?”

Soojung mengangguk.

“Lalu.. apa kecelakaannya membuatmu trauma?”

Soojung lagi-lagi mengangguk.

“Dari angka satu sampai sepuluh, tingkat menyeramkannya berapa?”, tanya Sehun dengan nada hati-hati.

Soojung menyernyit, tapi kemudian Ia menunjukkan kesepuluh jari tangannya.

“Whoah, apa karena ulah penjahat?”

Soojung mengangguk pelan. Ia kemudian memandang Sehun, lama. Yeoja itu begitu ingin mengatakan semuanya pada Sehun, jika saja namja itu bisa mengingatnya. Tapi melihat cara Sehun bicara padanya seolah mereka tidak saling mengenal dimasa lalu, dan hal itu membuat Soojung kembali terdiam.

Ia terluka. Sungguh terluka. Sehun bahkan bisa mengingat Seulhyun. Ia bahkan masih menyukai Seulhyun. Namja itu bahkan mengingat rekaman yang Soojung berikan. Tapi kenapa namja itu tak bisa mengingat Soojung?

“Oh, Soojung-ah, kau mau menangis?”, tanya Sehun membuat Soojung segera mendorong lengan namja itu menjauh

Soojung mengusap wajahnya, mencegah air mata membasahi wajahnya. Tapi baru saja yeoja itu akan mencari notesnya dan menulis, Sehun tiba-tiba saja merangkulkan lengannya di bahu yeoja itu.

Kebiasaan yang sering Sehun lakukan untuk menenangkan Soojung, dulu.

“Tenanglah, lupakan saja kenangan buruknya. Lagipula, kau itu mudah dimengerti. Jadi bahasa isyaratmu saja sudah mudah diterjemahkan.”, ucap Sehun sambil menepuk-nepuk pelan bahu yeoja itu.

Hal itu sebenarnya membuat tangis Soojung ingin pecah. Bertahun-tahun yeoja itu tak bisa melupakan sosok sahabat sekaligus cinta pertamanya itu, tapi namja disampingnya, namja yang ada dalam ingatannya itu, tidak mengingatnya.

Dan mengingat hal itu justru membuat tangis Soojung tak terbendung. Yeoja itu terisak. Soojung segera menutup mulutnya, menahan isak tangisnya. Melihat keadaan yeoja itu membuat Sehun segera berpindah ke samping yeoja itu.

“Uljima.. Soojung-ah.. Uljima..”

“Soojungie? Kau kenapa?”, tanya Sehun saat melihat Soojung duduk terpekur di kursinya setelah hasil ujian dibagikan.

“Hiks..”

“Eh? Kau menangis?”

“Ani.. Aku tidak menangis.. Hanya saja air mataku terjatuh..”, gumam Soojung membuat Sehun tergelak.

“Bodoh, kau menangis. Kenapa? Apa hasil ujianmu jelek?”

Soojung mendongak, dan ekspresi yeoja itu membuat Sehun mengulum senyumnya.

“Aigoo. Wajahmu saat menangis benar-benar jelek Soojung-ah.”, ucap Sehun sembari duduk disebelah Soojung, merangkul bahu yeoja itu.

“Sudah, jangan menangis, nanti aku antar kau pulang jadi kau tidak dimarahi Abeonim, bagaimana?”

“Bodoh, mereka akan marah padaku kalau kau pulang,”, ucap Soojung

“Jadi, harusnya aku tidak pulang?”, tanya Sehun

Tangis Soojung malah makin keras. Sehun akhirnya merangkul erat bahu yeoja itu. Dan menarik kepala yeoja itu untuk bersandar dibahunya.

“Sudah.. Uljima Soojung-ah.. Uljima.. Semuanya akan baik-baik saja..”

“Semua akan baik-baik saja..”

Soojung mendongak, tersenyum pada namja itu. Tak salah lagi. Soojung benar-benar yakin Sehun masih sama seperti dulu. Ia sama sekali tidak berubah. Hanya saja ingatan namja itu tampaknya tidak sedikitpun menyisakan ruang untuk Soojung yang ada dimasa lalu.

Namja itu masih sama. Ia masih sering menanyakan banyak pertanyaan saat mood Soojung jelek. Dan Ia bahkan masih meminjamkan lengannya menjadi sandaran bagi Soojung saat yeoja itu menangis.

Tapi Ia tidak mengingat Soojung sedikitpun.

Hal itu kembali membuat Soojung bertanya-tanya.

Apa yang sudah terjadi pada Sehun?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Soojung’s Eyes..

Ini aneh. Hari ini Sehun tidak lagi duduk dibelakangku. Ia kembali ke tempat duduk yang pertama kali ditempatinya. Dan sungguh.. ini aneh. Apa Ia merasa tidak nyaman karena tindakanku kemarin yang menangis dirumahnya?

Atau Ia sadar kalau aku mungkin akan berpikiran aneh tentangnya karena sikapnya padaku kemarin?

Aku baru saja akan berdiri dan melangkah mendatangi Sehun saat tiba-tiba saja seseorang menepuk bahuku.

“Soojungie!”

Aku berbalik. Sontak tatapanku membulat saat mendapati Seulhyun berdiri dibelakangku. Apa ini sudah satu bulan sejak Ia ke Australia? Kenapa satu bulan berlalu dengan sangat cepat.

Aku melirik Sehun sekilas.

Tentu saja Ia tak ingin Seulhyun mendapati bahwa Ia duduk dibelakangku. Ia tak ingin Seulhyun curiga padanya. Memangnya namja mana yang mau yeoja yang disukainya berpikiran macam-macam tentangnya?

“Aku kembali..”, ucap Seulhyun bangga, Ia merangkulku dengan erat, dan akhirnya setelah memikirkan semua hal yang membuatku percaya diri selama sebulan ini untuk ada didekat Sehun, aku ditampar karena satu hal.

Seulhyun kembali. Sehun akan bersama dengannya. Seulhyun dan Sehun saling menyukai. Itulah faktanya. Seperti ucapannya kemarin yang tak sengaja kucuri dengar. Ia hanya menyukai Seulhyun.

Aku terdiam. Semua ucapan Seulhyun masuk ke dalam pendengaranku tanpa melalui proses masuk ke dalam ingatanku. Aku tak tau apa yang Ia bicarakan. Perasaanku sungguh kacau.

“Oh! Dimana Sehun..”, aku tersadar saat Seulhyun bergumam

Benar. Mereka dekat sebelum ini. Dan melihat bagaimana Seulhyun akhirnya meninggalkanku untuk mendatangi Sehun, aku hanya bisa berdiri dengan pasrah.

Aku sadar seisi kelas menatapku aneh. Kedekatanku dan Sehun selama sebulan ini sudah dianggap sebagai hubungan khusus oleh mereka. Tapi tindakan Seulhyun yang dengan santainya merangkul dan bahkan duduk dipangkuan Sehun tentu menepis semua pemikiran mereka tentang aku dan Sehun.

Sekarang mereka hanya akan berpikir aku adalah yeoja bodoh yang mengharapkan Sehun menyukaiku.

Aku tertawa tanpa sadar. Pemikiran ku membuat aku geli. Ingin menertawakan diriku sendiri.

Aku akhirnya melangkah keluar kelas. Masa bodoh dengan hubungan mereka berdua. Aku sudah mulai putus asa.

Aku.. tidak lagi benar-benar ingin Sehun mengingatku.

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Note :

Halooooo xD sebelumnya aku bener2 mau ucapin thankyou sebanyak2nya buat owner koreadansaya, Oh Mija-ssi, bener2 thankyou karena selalu ngepost fanfict freelance dariku~ dan juga tentunya buat readers tersayang /HUGS/ yang udah ngikutin cerita ini dari jaman Mind sampe sekarang. HUHU diri ini terharu karena komentar dari kalian semua. /TEBAR BUNGA BARENG SEHUN/

Oh yaaa~ kapan2 main ya ke tempat ku (?) di https://beepbeepbaby.wordpress.com/ HUEHE~ xD sekali lagi, thankyou ya, kak Oh Mija, readers2 tersayang. Salam kenal juga, HEHE xD.

With love, Irish.

13 thoughts on “Forgotten part 4

  1. Lovita berkata:

    Iiiih coba kl lg dirumah! Aku pasti udh nangis! Sayangnya aku lg ditempat umum! Aku baper bacanya thor!! Huhuhu… T_T. Next thor

  2. suretodream berkata:

    Owh, aku udh baca yg chapter 3nya, tp kok kyk gk nyambung ya sm chapter 4nya, kapan seolhyun pergi dan soojung jd deket sm sehun, karena pas di chapter 3 kan si seolhyun baru mau kasi kejutan ulang tahun buat soojung,

  3. exo_yensi berkata:

    agak kurang nyambung nih, prasaan waktu chapter 3 soojung sedih tuh ngeliat seulhyun dan sehun berduaan ngomong bareng, kok skrg sehun ngajak soojung jalan atw mngkin ini sebenarx chapter 5 atw capter 6 , krena serasa ada yg kurang srek

  4. heyitsbii berkata:

    alohaaaa *tebar cinta sehun*….. ini kok agak gak nyambung yak kak ? dari pesta jadi australia gituuu…. tapi aku rasanya pengen nangis baca chap ini. ini pas banget sama perasaan aku skrg. bedanya soojung pengen sehun inget sama dia, tapi dilain sisi dia juga ngerasa gamungkin sehun inget sama dia. sedangkan aku pengen ‘dia’ lihat ke aku tapi aku juga ngerasa dia gamungkin lihat ke aku

  5. Frvr berkata:

    Pahaammm jadi, soojung dibuat pelarian?
    Sarap tuh si sehun, gaada sulhyun soojung pun jadi, tampan gaboleh sebebas itu mas😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s