Top Secret part 2

img1441803676173

Tittle                      : Another You

Author                  : Irestu

Cast                       : Krystal aka Jung Soojung (F(x))

Sehun aka Oh Sehun (EXO)

Minho aka Choi Minho (SHINee)

Genre                   : Familly, Mysteri, Romance, Little Comedy

Length                     : Multichapter

Rate                       : 15

Anyoooong maaf kalo yang kemaren terlalu bertele tele ya. Soalnya author suka terlalu detail kalo buat ff. Makasih komentar kritik dan sarannya yaa.. jangan lupa yang ini juga mohon kritik dan sarannya. Happy reading!!

Dengan wajah sedih dan kecewanya ibunya menggeleng “sayangnya tidak, kau tahu sendiri sejak ia dibawa kembali ke san fransisco dia tidak pernah lagi menghubungi kita. Dia bahkan tidak meninggalkan sesuatu untuk kita hubungi” tutur ibunya “aku benar-benar khawatir akan kehidupannya sekarang, terutama setelah kepergian krystal”

Tepuk tangan tak henti-hentinya meriuhkan suasana. Warna lighstick yang mencolok bagaikan air laut yang menggenang di hadapannya. Sambil tersenyum berterimakasih ia melambaikan tangannya pada semua pendukungnya yang sudah mau datang untuk menontonnya. Tanpa banyak ulah lagi iapun membungkukkan tubuhnya sebelum turun dari panggung.

Di bawah pangung sudah berdiri minho dengan senyuman cerahnya “aku menonton dengan takjub” tuturnya dengan tangan yang terlipat kebelakang

Sambil melepas earphonenya krystal berjalan bersama minho menuju ruang ganti “oppa selalu berlebihan” tuturnya masih dengan nafas yang sedikit terengah akibat performancenya yang memiliki gerakan dance yang kuat

“nih”

Krystal melihat seikat buket bunga di hadapannya. Tangan minho memegangnya dengan gentle dari samping “sebagai ucapan selamatku”

“oppa.. kau tidak perlu melakukan ini” tutur krystal kaget lalu mengambil buket bunga itu perlahan

“aku hanya ingin mengucapkan selamat saja, lagipula sudah lama aku tidak beli bunga. Aku tak tahu harus memberikannya pada siapa. Sekarang aku punya alasannya” senyum minho

Sambil tersenyum krystal memandang bunga itu “terimakasih oppa” lanjutnya memandang minho

“krystal!” tiba-tiba suara seseorang merusak suasana yang terbentuk diantara mereka berdua “cepat sini kau harus menandatangani albummu untuk diberikan kepada senior yang lain”

“ah ne” jawab krystal langsung bergerak

^_^

Seharian penuh sudah ia melakukan semua pekerjaannya. Dari tempat ke tempat yang lain ia terus melakukannya dengan seprofesional mungkin. Kini akhirnya ia bisa beristirahat di dalam apartemennya yang nyaman dan.. sepi

Sambil merebahkan dirinya di sofa empuk miliknya, otaknya terus melayang akan apa yang sudah ia lakukan hari ini.

Ia melirik ke sampingnya, dimana sebuket bunga pemberian minho tergeletak disana. Ia memandangnya dalam diam. Lalu tiba-tiba tersenyum manis “unnie.. kau pasti sangat senang, benar kan?” tuturnya “kau bekerja dengan baik unniee”

^_^

Terbangun di ranjang dan kamarnya dulu membuatnya berdebar. Semua memori tiba-tiba kembali masuk ke dalam otak dan hatinya. Saat-saat dimana ia harus bangun dan berangkat ke sekolah, belajar di kamar ini, bermain bersama teman di kamar ini. Ya bersama teman

Ia terduduk dan membiarkan kakinya turun dari ranjangnya yang hangat. Belum lagi matahari yang mencuri masuk dari celah jendela kamarnya membuat suasana kamarnya bertambah hangat dan nyaman. Matanya menangkap sebuah foto yang tersimpan di meja samping kamarnya. Ini lebih terlihat jelas daripada yang ada di toko.

Tentu saja ia tahu siapa yang ada di dalam foto itu. Dirinya yang tersenyum bahagia di tengah dua orang yeoja yang sangat cantik, sama cantiknya namun dengan senyum, pakaian, dan kepribadian yang berbeda. Bahkan sampai sekarang ia tidak bisa mengelak bahwa ia sangat merindukan mereka. Apakah dengan yang terjadi sekarang bisa membuatnya bertemu dengan salah satu dari mereka lagi?

Ia harus memulainya dari sekarang. Semakin cepat semakin baik, ia yakin itu. Dia tidak boleh menghabis-habiskan waktu dengan tidak berguna. Apa yang harus ia lakukan pertama adalah pergi ketempat yang sudah merekam banyak kejadian antara mereka bertiga

“eo? Sehunah kau mau kemana?” Tanya ibunya saat melihat anaknya yang baru semalam menginap di rumahnya itu beranjak keluar

Sehun tersenyum “aku ingin mengunjungi sekolahku eomma, bolehkan?”

^_^

Tentu saja sudah lebih dari dua tahun ia tidak melihat sekolahnya ini. Mungkin ada sedikit perubahan dari bangunan ini tapi selebihnya masih sama. Ia masih bisa merasakan angin sepoi sepanjang hari yang selalu menemaninya saat bermain di lapangan bersama yang lain. Pohon-pohon tingginya membuat bangunan ini tidak terlihat gersang bergoyang goyang ditiup angin

Untuk sesaat ia mengenang semua yang terjadi di tempat ini. Menghirup udaranya yang sampai sekarang masih ia ingat dengan sangat jelas. Seketika juga ia merasa melihat dirinya sendiri yang masih merupakan anak sma, berlarian bermain sepak bola bersama yang lainnya

Senyum tergurat di wajahnya. Dengan pasti ia berjalan memasuki gedung sekolahnya itu. Di dalam terlihat cukup sepi. Tanpa membuang-buang waktu ia langsung menuju ke ruang guru. Ia berharap ada seorang guru yang tidak memiliki jadwal pada jam itu, sehingga ia bisa menemuinya

Sebuah ruangan yang mulai membuatnya ingat lagi muncul di hadapannya. Perlahan ia membuka pintunya “anyonghaseyo” tutursnya sopan sambil mencuri masuk ke dalam

Senyumnya langsung terbuka lebar saat melihat seorang guru yang selalu ia hormati dari dulu. Dia adalah wali kelasnya sejak kelas satu. Entah mengapa di kelas satu dua dan tiga ia selalu memiliki dia sebagai wali kelasnya. Bukankah itu sebuah takdir?

“sonsaengnim!” seru sehun langsung merangsek masuk dan memeluk yeoja yang sekitar seumuran dengan ibunya itu dengan erat. Wajah yeoja itu kaget bukan main, ia tidak pernah bermimpi bisa menemui lagi muridnya yang sudah menjadi bintang saat di sekolah ini

“sehunah?”

Sehun melepas pelukannya untuk menunjukkan wajahnya “seonsaengnim belum lupa wajahku kan?”

Yeoja itu akhirnya tersenyum senang “tentu saja tidak! Tidak ada lagi muridku yang setampan dirimu”

Sambil terkekeh sehun berdiri lalu membungkuk dengan sopan “anyonghaseyo seonsaengnim, bagaimana kabar anda?”

“baik.. tentu saja baik” tuturnya lalu menepuk kursi yang ada di sampingnya “duduklah”

Dengan sangat menurut sehun duduk di samping yeoja itu. Tatapannya, kelembutannya masih sama. Mungkin saja hanya kerutan di wajahnya yang semakin bertambah

“tumben sekali kau datang ke sini? Bukankah kau sekarang kuliah di seoul?”

Sehun mengangguk “ia, aku sedang mengambil cuti kuliah. Aku ingin menghabiskan waktuku sedikit disini. Aku merindukan semuanya”

Yeoja itu mengangguk senang sambil mengelus punggung sehun “tentu saja tentu saja kau akan merindukan semua hal yang ada disini. Kau lahir dan tumbuh disini, semua temanmu ada disini. Tentu saja akan sulit bagimu untuk tidak merindukan mereka”

“semua yang anda katakana benar seonsaengnim.. sayangnya aku belum bisa bertemu dengan teman-temanku. Padahal aku sangat ingin bertemu mereka”

“aku bisa memberikanmu beberapa nomor mereka. Beberapa diantara mereka juga terkadang datang kemari dan memberikanku nomor ponsel mereka”

Mata sipit sehun membulat “benarkah?”

Yeoja itu mengangguk “tentu saja.. semuanya tampak sangat baik dengan hidup mereka yang sekarang”

“apakah..” sehun bertanya dengan hati-hati “soojung pernah kembali ke sini?”

Kening yeoja itu berkerut mendengar nama itu “soojung? Maksudmu si kembar? Setelah ia berhenti sekolah aku tidak pernah melihatnya lagi. Malah aku pikir kau yang masih suka berhubungan dengannya. Bukankah kalian sangat dekat?”

Menyembunyikan rasa sedihnya, sehun tak mau gurunya itu ikut khawatir. Ia tersenyum “tidak, aku juga sudah lama tidak tahu kabarnya. Makanya aku bertanya kepada seonsaengnim”

“sayang sekali, tapi aku juga sangat ingin mengetahui kabarnya. Terutama setelah apa yang dialaminya. Pasti sangatlah berat bagi gadis kecil berhati lembut baginya untuk melewatinya” tutur yeoja itu pelan “setelah tak masuk beberapa minggu juga akhrinya dia pindah, dan aku bahkan tak tahu kemana dia pindah”

Tapi aku tahu.. hanya saja sekarang aku tidak yakin dimana dia

“semuanya pasti baik-baik saja seonsaengnim.. jangan khawatir” hibur sehun merasa bersalah karena sudah membawa topic yang membuat gurunya itu sedih dan khawatir “walaupun dia lembut, aku tahu kalau dia itu kuat”

Yeoja itu mengangguk “kau benar, kau sangat dekat dengan mereka kau pasti sangat tahu bagaimana mereka sebenarnya. Aku terkadang merasa malu karena tidak bisa menggapai mereka sedalammu. Mereka berbeda di luar dan di dalam, cukup sulit untukku mengetahui semuanya. Sedangkan kau sudah bersama mereka sejak smp kan?”

“ne, kami berada di smp yang sama selama setahun sebelumnya”

^_^

Dia sudah tahu bahwa ini semua tidak akan mudah. Datang ke sekolah lamanya ternyata tidak membawa hasil yang banyak. Dalam perjalanannya dari sekolah, ia tidak langsung mengambil jalan yang cepat menuju rumahnya melainkan mengambil jalan menuju toko appanya

Masuk ke dalam toko, di dalam terlihat cukup ramai. Tentu saja ia mengerti saat sehun menyadari bahwa sekarang sudah saatnya jam makan siang. Beberapa orang mulai masuk secara bergerombolan. Dengan langsung sehun berhenti di salah satu meja dengan pelanggan yang baru datang

“selamat datang” senyumnya cerah, hampir membuat para yeoja yang duduk di situ langsung melongokan mulutnya “apa saja yang akan anda pesan?”

“ah.. itu.. ramyeon seperti biasa saja tiga” jawab salah satu dari mereka dengan cukup terbata. Ini pertama kalinya ia melihat namja setampan ini menjadi seorang pelayan di toko ramyeon

“baiklah kalau begitu akan segera saya ambilkan, tolong tunggu sebentar” ucap sehun sebelum pergi ke dapur toko menemui appanya

“appa!” seru sehun “ramyeon biasa tiga!” seru sehun tiba-tiba membuat appanya langsung kaget

“ya! Kapan kau datang ke sini?”

“baru saja appa, aku akan membantumu melayani pelanggan jadi appa buatkan saja ramyeonnya ya” senyum sehun

Dengan penuh ketekunan ia melayani semua pesanan pelanggan yang datang. Tanpa ia sadari pelanggan semakin lama semakin banyak. Bahkan sampai ada yang tidak bisa masuk karena meja sudah penuh semuanya. Tapi bukannya mencari tempat lain, mereka rela menunggu di luar toko hingga yang lain selesai makan

Usut punya usut, ini untuk yang pertama kalinya setelah dua tahun lalu toko ini dipenuhi sesak oleh para pelangan. Dan itu semua adalah berkat hadirnya sehun sebagai pelayan, sang pelayan tampan

“yaaa sehunah lihat apa yang kau perbuat pada toko appa” seru ayahnya bangga “semuanya penuh sesak! Sepertinya jika kau terus disini aku harus memperbesar toko ini”

Sehun terkekeh “syukurlah kalau begitu, aku hanya ingin membantumu appa”

Ayahnya menepuk pundak anak kebanggaannya itu “tentu saja tentu saja, terimakasih”

“sehunah!!!”

Dari obrolannya bersama sang ayah, sehun langsung mengalihkan pandangannya menuju arah suara itu. Tanpa ia sangka ia melihat beberapa teman sekolahnya ada di depan pintu toko dengan wajah yang sama kagetnya dengan sehun

^_^

“yaaa aku sudah lama sekali tidak bertemu denganmu sehunah, sudah dua tahun kan ya?” Tanya seorang namja yang merupakan teman sekelasnya

Sehun mengangguk sambil tersenyum. Ia duduk di hadapan tiga temannya ini dengan seijin ayahnya. Ayahnya menginginkan dia untuk menemani teman-temannya itu. Toh dia juga sudah lama tidak bertemu teman-temannya kan.

“bagaimana kabar kalian sekarang?” Tanya sehun

“tentu saja aku baik-baik saja, membantu pekerjaan orang tuaku disini tidaklah sulit” tutur namja itu lagi

“seonghokah, kau tidak berniat untuk kuliah?” Tanya sehun pada namja itu

“dia terlalu bodoh untuk itu” celetuk yeoja yang duduk di samping seonghok

“ya!” seru seonghok tak terima “kalau aku mau aku juga bisa berkuliah seperti sehun”

“kau yakin? Bukankah kau sudah mengambil tesnya dan gagal?” ejek yeoja itu lagi

“sudahlah biarkan mereka bertengkar” ujar yeoja yang satu lagi kepada sehun “seonghok dan wanhee selalu seperti ini setiap kali bertemu”

“ah begitu, mereka tidak berubah” kekeh sehun “bagaimana denganmu hani?”

Hani tersenyum manis, tentu saja sewaktu sma ia pernah naksir berat dengan namja satu ini. Bukan.. bukan dia saja, semua gadis bisa dibilang memang naksir padanya “yaa aku kuliah di dekat-dekat sini. Bersama wanhee juga. Beberapa dari teman sekolah kita yang berkuliah semuanya disana”

“benarkah? Pasti seru disana, sedangkan aku tidak memiliki teman yang aku kenal sedikitpun” curhat sehun

“tapi kan kau hebat bisa berkuliah di kampus yang hebat di seoul” timpal wanhee setelah berhenti berdebat dengan seonghok

Dengan malu sehun menggeleng “tidak begitu juga”

Hongseok tiba-tiba mengangguk “temanmu kan hanya kami dan si kembar. Setelah si kembar pergi kau jadi sendirian. Aku bahkan terkadang kesulitan untuk bermain denganmu karena kau menjauh dari kami”

Dengan berusaha tak terlihat wanhee dan hani langsung menyikut hongseok yang ada di tengah mereka. Semuanya terjadi dengan instan, setelah apa yang diucapkan hongseok sehun yang tadinya tersenyum ceria karena bisa bertemu teman-temannya. Tiba-tiba saja terdiam.

“ahaha jangan dengarkan dia” ucap hani langsung

“ya! Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak tahu jika sehun sangat menyukai soojung? Bagaimana jika ia terpikirkan dia lagi?” bisik wanhee namun cukup jelas untuk sehun dengar

“ah ia maaf” kaget hongseok menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal “ya tapi lagipula siapa juga yang tidak menyukai mereka, ia kan? Rambutnya yang coklat lembut, wajah mereka yang cantik. Semuanya juga menyukai mereka. Sayang mereka pergi terlalu cepat”

Lagi-lagi sikutan kuat mendarat di perutnya yang langsung membuat hongseok meringis. Kedua yeoja itu langsung kebingungan, perlahan melihat ekspresi sehun yang sangat tidak bisa dibaca. Keheningan nampaknya sudah menangkap namja tampan itu.

Tapi ketiga temannya itu kembali dikagetkan saat melihat sehun tiba-tiba saja tersenyum “ia kau benar, mereka sangat cantik”

“sehunah..” ucap wanhee dan hani tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Semuanya juga tahu jika saat kepergian soojung yang mendadak dari sekolah membuat sehun menjadi namja yang sangat pendiam. Setelah semuanya sangat iri pada dua yeoja itu karena bisa sangat cantik di tambah lagi sangat dekat dengan sehun, sesuatu yang tragis terjadi.

“mereka pergi tanpa seizinku” kekeh sehun

“ah benar sehunah.. kalau kau sekarang sudah bisa membicarakannya.. boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya hani membaca ekspresi sehun. Lalu melanjutkan saat mendapat radar ‘terima’ dari sehun “sebenarnya kemana dia pergi? Apa kau benar tidak tahu dimana dia?”

Dalam hati, sehun masih belum bisa membagi kisah ini pada yang lain. Tapi ia tidak bisa membagi kisah ini pada siapa-siapa lagi selain mereka. Jika ia ingin mendapatkan pertolongan untuk memperjelas apa yang terjadi sekarang mungkin ia harus membuka kotak kisah itu sedikit

“dia dibawa pulang lagi ke san fransisco untuk mengurus bisnis orang tuanya. Tapi aku tidak tahu pasti dimana dia sekarang” jawab sehun

Sebagai orang yang baru mendengar itu untuk yang pertama kalinya ketiga orang itu sungguh terlihat kaget “benarkah? Diumur semuda itu? Sendirian? Orang tuanya kan sudah meninggal begitupula kembarannya. Dia sendirian disana?” Tanya wanhee

“ia benar, aku sangat sedih saat tahu krystal meninggal. Padahal aku sangat menyukainya waktu itu” tutur songheok

^_^

Sama seperti hari-harinya yang lain. Ia harus melakukan semua schedule yang sudah di pak untuknya. Layaknya sebundel tugas yang satu per satu harus ia lalui demi mendapatkan sebuah reward. Tapi tanpa banyak mengeluh ia melakukannya dengan baik, bahkan terkadang hingga lupa diri

“krystalah! Kau belum makan kan? Biar aku belikan dulu makanan ya” tutur managernya setelah krystal menyelesaikan stagenya

“terimakasih oppa, tapi aku harus disini sampai acara selesai ya?” Tanya krystal

“emp” angguk managernya itu pasti “karena lagu kau berada dalam pertarungan chart saat ini. Jadi ada kemungkinan kau menang”

“ah begitu” angguk krystal “baiklah” ucap krystal merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang ganti. Untuk sesaat ini ia bisa beristirahat sambil menunggu acara usai. Sebuah pekerjaan yang paling berat baginya adalah menunggu. Karena dengan menunggu semua rasa lelahnya benar-benar terasa. Berbeda halnya dengan jika ia memiliki pekerjaan yang padat. Ia tidak merasakan lelahnya, atau mungkin lebih tepatnya tidak memiliki waktu untuk merasa lelah

“setelah ini juga kau memiliki acara radio” tutur seorang yeoja yang selama ini menjadi asistennya

Krystal mengangguk sambil menutup matanya. Keringatnya masih terlihat layaknya embun di keningnya “aku tahu”

Beberapa staffnya mulai pergi keluar untuk mencari kegiatan lain. Meninggalkan krystal yang terlihat kelelahan bersama asistennya. Tanpa maksud apapun tiba-tiba saja asistennya itu memegangi rambut putihnya, memperhatikan setiap ujung-ujung rambutnya dengan seksama

“kau yakin rambutmu tidak akan rusak kalau kau terus merubah warna rambutmu setiap harinya?” tanyanya

Kaget mendengar asistennya mengatakan itu krystal langsung membuka matanya dan melihat sekitar

“tenang tak ada orang selain kita” tutur asistennya itu

Krystal terlihat sangat lega, ia kembali menyandarkan tubuhnya “aku tak punya pilihan lain, dan aku memilih unnie karena aku percaya padamu unnie. Percaya bahwa kau tidak akan banyak bertanya dan tidak akan mengatakan sedikitpun apapun yang kau tahu” ia memandang yeoja yang umurnya diatas dirinya tiga tahun itu lalu tersenyum berterima kasih

^_^

Dengan sekuat tenaga ia menahan tengisnya. Ia tidak bisa menangis karena ia tahu seseorang tidak akan menangis meskipun di saat seperti ini. Tropi berada dalam pelukannya. Bahkan tangannya cukup bergetar saat menerima tropi itu. Tepuk tangan terus mengiringinya bahkan hingga masuk ke dalam ruang ganti. Semuanya puas karena kerja keras semuanya terbalaskan dengan kemenangan ini

“selamat ya krystal!”

“krystal kau akhirnya mengalahkan semuanya!”

“kau yang terhebat!”

“krystal selamat yaa”

Semua ucapan itu terus terngiang di otaknya. Rasa bahagia sangat menbuncak di hatinya, begitupula ketukan di hatinya semakin mengeras. Membuatnya kesulitan untuk mengontrol emosinya sendiri

Seseorang memeluknya dengan hangat, ia melihat asistennya itu tersenyum bangga “aku tahu kau pasti bisa”

Krystal akhirnya tersenyum “terimakasih”

“aku tahu semuanya sedang sangat bahagia, tapi krystal harus segera pergi ke schedule selanjutnya” tutur managernya di tengah keributan itu. Ia melihat jam tangannya “jam sebelas malam kau sudah harus ada disana. Jadi sebaiknya kau berangkat sekarang”

Krystal mengangguk dan langsung mengikuti managernya itu

^_^

Malam sudah semakin larut. Namun penglihatannya ini enggan untuk beristirahat. Sedangkan jika dilihat kembali hari ini benar-benar sibuk baginya. Pergi ke sekolah dan juga membantu appanya di toko yang sangat ramai. Tapi entah mengapa tubuhnya ini layaknya bukan miliknya dan tak mau mengikuti apa perintah otaknya.

Kenapa? Tentu saja karena hatinya yang lebih berpengaruh mengganggu otaknya dengan semua yang masih saja menjadi misteri.

Semua teman-temannya tahu bahwa si kembar sudah tidak lagi di korea. Hanya saja entah kebetulan apa mereka semua tidak menyadari adanya seorang artis yang berbagi nama dengan salah satu si kebar, jung krystal. Apa mereka tidak menganggap ini aneh dan membiarkan saja hal ini?

Tapi ia tidak bisa seperti itu. Mana mungkin hal seperti ini hanya kebetulan? Apa mungkin bahwa dia adalah orang yang berbeda yang kebetulan memiliki nama yang sama? Hanya saja apa wajah yang mirip juga hanya kebetulan semata?

Sedang berada dalam pikirannya sendiri tiba-tiba sehun teringat sesuatu. Ia sedikit mengutuki dirinya yang lupa bahwa sekarang adalah jamannya internet. Ia bisa mencari tahu apapun di sana. Dan ia berharap apa yang ingin ia tahu bisa ia dapatkan jawabannya di sana

Dia mengambil ponselnya, dan mulai mencari dengan nama krystal. Dengan langsung berbagai web yang menceritakan tentang krystal bermunculan. Ia memilih salah satunya dan mulai membacanya dengan hati yang berdebar

Terutama saat sebelumnya ia melihat sebuah foto krystal yang terpajang di sana. Sudah sangat lama ia tidak melihat wajah itu. Tapi apa benar wajah itu adalah wajah yang ingin ia lihat walaupun hanya sekali lagi saja?

Foto itu memperlihatkan jika krystal menggunakan make up yang cukup tebal dan lebih terkesan membuatnya sexy. Dengan mata yang smoky dan bibir yang merah.

Di bawah semua profil tentang krystal terbongkar. Dari tanggal dan tempat lahir. Tapi hatinya mencelos ketika melihat itu semua. Ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Semua yang sudah ada di otaknya kembali buyar dengan apa yang ia lihat sekarang.

Harapannya kembali menurun. Ia menyimpan kembali ponselnya ke meja. Tapi karena kamarnya yang gelap ia tanpa sengaja membuat ponselnya terjatuh ke samping ranjangnya. Saat ia merunduk ia melihat sebuah kotak yang berada di ujung bawah ranjangnya.

Perlahan ia mengulurkan tangannya untuk menggapai kotak kecil itu. Setelah kotak itu ada di tangannya, ia kembali duduk di atas ranjangnya dan mulai membuka kotak tersebut. Nafasnya cukup terhenyak melihat sebegitu banyaknya foto dirinya bersama si kembar. Ya mereka sangat dekat.. sangat. Hingga sulit rasanya membiarkan mereka pergi satu per satu

Ia mengambil satu persatu foto tersebut dan mulai mengulang kembali setiap memori yang tersimpan di dalamnya. Menghasilkan senyum dan juga genangan air di pelupuk matanya.

“anehnya aku berharap bahwa dia adalah kau” tutur sehun sambil mengusap sebuah foto yang hanya berisi dirinya dan seorang yeoja yang tengah tersenyum dengan manisnya

Tapi ia melihat ada sesuatu yang aneh di dalam kotak itu. Di anatar semua foto ia menemukan sebuah kertas keras yang terselip. Ia pun mengambilnya..

Flashback: on

“ini” tutur yeoja dengan wajah cantik. Lekukan wajahnya tajam, membuatnya terlihat cuek dan juga tidak ramah. Walaupun sebenarnya tidaklah seperti itu

“apa ini?” Tanya sehun polos. Ini adalah kali kedua ia bertemu dengan dua gadis ini. Yang pertama kali adalah saat mereka datang bersama orang tua mereka ke rumah untuk memperkanalkan diri mereka yang baru pindah ke rumah yang tidak terlalu jauh dari rumah sehun. Mereka pindahan dari san fransisco dan sangat terlihat dari logat mereka berbicara, masih kaku

“ini kartu nama appaku” tuturya lagi “sudah besar nanti aku akan menjadi orang yang akan memiliki kartu nama seperti ini”

Sejak pertama kali bertemu dengan mereka. Sehun sudah mulai menyukai mereka. Salah satu dari mereka terlihat sangat friendly dan mudah untuk diajak berteman. Sedangkan yang satunya lagi lebih pendiam namum memiliki sisi manis di setiap senyumnya

“jadi kau ingin menjadi seperti appamu? Mengambil alih usaha appamu di sana?” Tanya sehun sambil mengambil kartu nama itu. Sambil merasa sangat takjub karena semua yang tertulis disana menggunakan bahasa inggris. Dan sehun yang masih berada di kelas dua smpbelum terlalu mahir dalam bahasa tersebut

Yeoja itu menggeleng “itu tugas soojung” tunjuknya pada saudaranya yang berdiri di sampingnya

Soojung tersenyum manis dan cerah “unnie ingin menjadi penyanyi, dia memiliki suara yang bagus”

Flashback: off

Ini… kini dirinya yang sudah cukup mahir dalam bahasa asing bisa mengerti dengan apa yang tertulis disana. Jung-jung company. Dan selain ada nomor telepon ayah mereka, ada juga nomor telepon perusahaannya

Tangannya dengan sedikit ragu-ragu meraih ponselnya. Matanya masih terpaku pada kartu nama itu. Jika sekarang malam hari, itu berarti di san fransisco sedang siang hari. Dan kemungkinan untuk diangkatnya telepon sangat besar. Itu juga jika perusahaan tidak mengganti nomornya

Otaknya masih menimbang-nimbang, namun perlahan jarinya sudah mulai memasukkan nomor-nomor yang tertera di sana ke dalam ponselnya. Tanpa ia sadari suara menyambungkan sudah terdengar. Shock dengan apa yang ia lakukan tanpa sadar, sehun menunggu dengan jantungnya yang berdebar. Teleponnya tersambung

“hallo”

^_^

Saat jam menunjukkan pukul satu pagi, akhirnya ia sampai juga di apartemennya. Aroma familiar yang selalu membuatnya nyaman di apartemen ini langsung menyeruak saat ia masuk. Seperti yang biasa ia lakukan, ia melemparkan tubuhnya ke sofa empuknya. Rambut coklatnya tersebar di sekitar bahu sofa itu. Terkadang ia ingin sekali memotong rambutnya menjadi pendek. Tapi itu semua akan menyulitkan dirinya untuk melakukan perubahan

Semua barang bawaannya sekarang berserakan di sampingnya. Sesuatu yang mengkilat menarik perhatiannya. Tropi.. tropi yang setiap penyanyi inginkan kini ia sudah mendapatkannya hanya dengan satu tahun perjalannya

Senyum bergurat di wajahnya, sambil mengelus benda keperakan itu “unnie.. apa kau bertambah senang sekarang? Mimpimu sedikit demi sedikit tercapai” tuturnya “kau bekerja dengan baik unnie. Benarkan?… benarkan aku sudah melakukan yang terbaik?”

Disaat ia sedang berbicara pada dirinya sendiri, ponselnya tiba-tiba saja berdering. Setelah meraihnya ia menempelkannya ke telinga tanpa melihat siapa yang menelpon

“yobseyo?”

“krystalah! Ini aku minho”

“minho oppa? Kenapa kau menelpon malam-malam begini?”

“apa aku mengganggumu?”

“tidak juga” gelengnya

“selamat! Aku ingin mengucapkan ini untukmu karena sudah memenangkan chart”

“ah itu.. terimakasih oppa”

“semua kerja kerasmu selama ini sudah terbalaskan ya” kekeh minho

“tidak, aku masih harus bekerja keras”

Kekehan minho masih tersisa “baiklah kalau begitu, aku menunggu hingga malam karena aku yakin kau sangat sibuk jadi aku baru menelponmu sekarang. Tapi sekarang sebaiknya kau tidur. Kau pasti lelah”

“ah ia terimakasih oppa”

Ponsel kembali disimpan di meja. Pandangannya lurus kedepan. Tepat dimana sebuah figura berdiri di sebuah meja. Dari jauh terlihat dua yeoja tengah saling berangkulan sambil tersenyum. Meskipun senyuman yang berbeda. Namun siapapun akan tahu jika mereka adalah anak kembar identik.

“selamat unnie.. bahkan minho oppa mengakui kerja kerasmu. Kau pasti bertambah senang lagi” bibirnya yang tersenyum berbanding terbalik dengan matanya yang sudah dipenuhi genangan air mata

^_^

“nona soojung sudah kembali ke korea sejak dua tahun yang lalu. Ia tidak mau mengelola perusahaan ayahnya ini dan memberikannya pada saya. Tapi seperti wasiat tuan jung. Saya tetap menjalankan perusahaan ini demi anak-anaknya.Nona soojung berkata sebelum pergi bahwa dia tidak mau siapapun mencarinya. Setelah kepergian nona krystal, nona soojung jadi sangat keras kepala dan kami tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jika anda mengetahui kabar mengenai nona soojung kami akan sangat senang untuk mendengarnya”

“nona soojung sudah kembali ke korea..”

Kata-kata itu terus saja terngiang di telinganya. Kini semuanya sudah semakin jelas. Hanya saja ia tidak tahu bagaimana caranya untuk membuatnya menjadi jelas. Bukan hanya kejelasan bahwa dia adalah benar orang yang ia kenal, tapi juga kejelasan bahwa dia bukanlah krystal melainkan soojung

^_^

Matahari masih enggan untuk berusaha naik ke singgasananya. Membiarkan udara tetap gelap dengan kemurahan hati dari bulan yang masih mau menyinari bumi. Sepagi ini bukanlah hal yang aneh baginya untuk berada di perusahaan. Hampir semua schedulenya memang berlangsung di pagi hari

Ia berjalan di perusahaan yang baru saja akan memulai hari sibuk mereka. Beberapa staff dari artis-artis lain terlihat mulai mempersiapkan semua kebutuhan sang artis untuk schedulenya

Sambil sesekali menunjukan senyuman killernya kepada beberapa staff yang ia kenal ia memperhatikan keadaan disekelilingnya. Beginilah hidupnya selama empat tahun terakhir. Menjadi seorang actor bukanlah hal yang mudah. Tapi memang itulah mimpi dan keinginannya.

Akhirnya ia sampai di bagian belakang perusahaan. Kembali ke udara luar yang sebenarnya mulai dingin karena semakin dekatnya bulan November. Pohon-pohon juga ikut menyambut datangnya bulan November dengan menggugurkan daun-daun mereka. Menjadi sampah organic yang cantik kecoklatan di jalanan

Ia meregangkan tubuhnya yang tinggi itu. Merasakan otot-ototnya juga ikut membeku karena udara sekarang ini. Akibat schedulenya ia kesulitan untuk menyisihkan waktu untuk pergi ke gym.

Sedang asyik asyiknya meregangkan tubuh. Tiba-tiba saja sebuah scooter datang dan berhenti di sekitar parkiran belakang perusahaan. Ia belum pernah melihat scooter ini sebelumnya, bahkan ia belum pernah melihat seseorang datang ke perusahaan dengan scooter.

Saat sang pengemudi turun dari scooternya ia baru menyadari bahwa dia adalah seorang gadis. Ia melepas helmnya dan rambutnya yang coklat panjang langsung tumpah ke bahu dan punggunnya. Siapa yeoja ini? Dia menggunakan masker penghalang debu yang menutupi hingga setengah wajahnya. Hanya tinggal matanyalah yang terlihat

Tanpa menatapnya, yeoja itu langsung berjalan melewatinya. Sekilas ia melihat mata yeoja itu. Dan ia langsung merasa ada sesuatu yang familiar dari mata yeoja itu. Apa dia seseorang yang dikenalnya? Dia sekilas seperti

“krys…-“

“minho-yah!” suaranya terputus saat managernya memanggil dari dalam mobil yang sudah disiapkan untuk mengantarnya ke lokasi syuting “ada apa?” Tanya managernya itu saat melihat minho yang tampak sedikit kebingungan

Minho memandang kembali ke belakang. Yeoja itu kini menghilang di belokan menuju lantai dua. Tapi ia kembali kepada managernya lalu tersenyum “tidak, tidak ada apa-apa” gelengnya

^_^

Setelah meastikan tak ada orang di sekitarnya. Ia langsung masuk ke salah satu ruangan yang memang sudah cukup lama tidak di gunakan karena AC nya yang tidak berfungsi. Disana asistennya sudah duduk menunggunya dengan senyum yang ramah

Dengan cepat ia langsung mengunci pintunya dan menghampiri asisten kepercayaannya itu “unnie, apa kau sudah menunggu lama?”

Miyong menggeleng “tidak juga, ayo sebelum yang lain mulai mencarinmu” tuturnya menyuruhnya duduk di depan cermin. Dengan sigap ia menutupi pakaiannya dengan plastic tipis lalu mulai merubah kembali warna rambut itu dari coklat menjadi putih blonde dengan spray yang tidak terlalu sulit untuk dihilangkan

“sebenarnya aku sangat menyayangkan rambutmu ini krystal. Lama kelamaan pasti akan rusak jika kau terus mengganti warnanya seperti ini”

“maaf unnie, tapi aku tak bisa mengatakan alasannya. Biarkan aku sendiri yang tau alasannya” akibat dia harus mengganti wananya setiap pagi ia harus datang ke perusahaan setidaknya satu jam sebelum schedulenya dimulai. Tapi ia tidak mengeluh karena memang inilah pilihannya sendiri

“baiklah aku tak akan bertanya alasannya. Tapi jika aku bertemu denganmu di luar sana dengan rambutmu yang coklat aku tak bisa berpura-pura tidak mengenalmu” tutur miyong langsung membuat krystal tambah terdiam. Tapi otaknya menenangkan dirinya sendiri. Setidaknya sekarang ini ia bisa yakin bahwa asistennya ini tidak akan pernah bertemu dengannya di luar. Karena schedulenya sangat penuh hingga malam hari

Setengah jampun berlalu dalam keheningan. Akhirnya kini ia kembali ke warna rambutnya. Setelah rambutnya selesai ia memakaikan eyeliner pada matanya sendiri. Karena ini adalah perubahan intinya

“ayo sepertinya sebentar lagi manager oppa akan mencarimu jika kau tidak keluar sekarang”

^_^

“kau sudah mau kembali lagi ke seoul?” Tanya ibunya sambil terus memberikan makanan ke dalam mangkuk nasi sehun

Sehun mengangguk “ia, aku rencananya akan kembali nanti siang”

“tapi.. bukankah kau bilang kalau kau mengambil cuti seminggu?”

“ia.. tapi aku punya keperluan khusus yang harus aku lakukan disana” jawab sehun

“apa itu sesuatu yang penting?”

“ia eomma, doakan saja semoga semuanya berjalan lancar”

Ibunya mengangguk tulus lalu mengelus kepala sehun lembut “tentu saja, apapun itu semoga apa yang kau inginkan bisa tercapai”

^_^

“brother! Kau kembali!” teriak Jackson senang saat melihat sehun sedang bersantai di dalam kosan mereka sepulangnya dari kampus. Ia benar-benar kesepian tanpa namja jangkung satu ini. Tak ada yang bisa ia ajak bicara selama dia tak ada. Jadi yang bisa ia lakukan hanyalah terus memainkan ponselnya

Sehun melebarkan kedua tangannya untuk memeluk temannya itu dengan senyuman “kan aku sudah bilang hanya beberapa hari saja”

Jackson mengangguk “kau memang selalu menepati janji” tanpa banyak cingcong Jackson tiba-tiba saja melepas kemejanya. Lalu membiarkan kaus hitam yang ada di dalamnya tetap menempel di tubuhnya. Ia mengambil topi yang sejak sehun datang memang sudah tergeletak di sofa lalu memakainya.

Kening sehun berkerut “kau mau kemana?”

“bertemu bintangku” senyum Jackson “hari ini krystal akan manggung lagi”

Mata sehun langsung membesar “maksudmu… akan menyanyi di sebuah acara tv?”

Sambil mengangguk cepat Jackson mengeluarkan semua buku yang ada di tasnya “ia dan aku akan menontonnya!” senyumnya ceria hanya dengan memikirkan bahwa ia bisa melihat krystal lagi secara langsung walaupun harus berdesak desakan

Ia memakai tasnya lalu memandang sehun yang tampaknya sedang bingung. Mulutnya terlihat akan menatakan sesuatu tapi tidak mendapatkan kata-katanya. Dari matanya juga terlihat bahwa ia sedang memikirkan sesuatu

“kenapa?” Tanya Jackson, lalu tersenyum dalam waktu beberapa detik “kau mau ikut ya?”

^_^

Ini adalah pertma kalinya bagi sehun untuk berada di tempat seperti ini. Bahkan untuk bernafas saja hampir sulit. Semuanya berdesakan untuk menonton di depan panggung. Penuh teriakan dan juga tangan-tangan yang terangkat memegang banner, lightstick ataupun untuk melambai kearah artis-artis yang satu persatu menampilkan lagu mereka masing-masing

Hal seperti ini adalah sebuah hal yang cukup sulit. Kini ia berfikir bahwa setiap artis haruslah sangat bersyukur dan menyayangi fans mereka. Karena semua yang di lakukan fans bukanlah hal yang mudah. Ia tahu itu karena ia merasakannya sekarang

Jackson di sampingnya tak tampak kelelahan sama sekali. Ia dengan semangatnya menunggu bintang yang ia damba-dambakan dengan matanya yang terus berbinar. Bahkan sepertinya ia lupa jika ia datang bersama sehun kesini.

“apa masih lama?” Tanya sehun kepada Jackson. Ia tidak berminat sama sekali untuk datang ke sini jika bukan untuk melihat krystal. Ya ia harus melihatnya langsung dan lebih memastikan apa yang sudah hampir pasti. Setidaknya editan kamera tidak akan menutupi wajah aslinya jika ia melihatnya langsung

“sebentar lagi. Sesudah ini dia akan naik” tutur Jackson tanpa melihat sehun. Dantiba-tiba saja dia berteriak, diikuti yang lainnya “dia disana!!”

Dengan kaget sehun ikut melihat kearah penonton yang lain. Di sana ia melihat seorang yeoja naik ke atas stage dengan senyumnya kearah para fansnya. Senyumnya tipis namun terlihat bahwa ia juga menyapa fansnya dengan senang hati

Dengan celana hot pantsnya dipadukan dengan kaus setengah badan yang menampakkan perut rata ber absnya ia berdiri di tengah panggung. Sesekali melambai ke arah depan dimana para fans terus-terusan meneriakkan namanya

Krystal…

Dari pakaiannya, ia sangat tahu jika hanya krystalah yang bisa menggunakan baju itu. Senyumnyapun dingin seperti yang ia ingat di wajah krystal waktu itu. Tapi semua itu tidak mungkin. Tidak selama apa yang terjadi saat sma dulu

Flashback : On

Ketukan dipintu benar benar keras hingga mengalahkan besarnya suara hujan dan angina yang terjadi di luar. Dengan cepat terlihat tuan oh keluar untuk membuka pintu. Hujan benar-benar terlihat cukup menyeramkan bahkan dari dalam.

Sehun yang duduk berdampingan bersama ibunya terlihat bingung melihat tuan oh yang nampaknya kaget sesaat sesudah seorang namja yang mengetuk pintu itu mengatakan sesuatu padanya

“Yobeooooo!!” teriak tuan oh pada nyonya oh yang ada di dalam dengan keras membuat sehun dan kaget. Dengan cepat nyonya oh keluar tanpa menggunakan paying. Sehun yang ikut melihat dari pintu memandang kedua orang tuanya dengan bingung. Ada apa sebenarnya?

Tiba-tiba saja setelah tuan oh mengatakan sesuatu kepada nyonya oh mereka bertiga langsung berlari keluar rumah. Dan satu-satunya kata-kata yang ia tangkap karena hujan yang deras adalah “si kembar”

Dengan jantung yang berdebar, sehun benar-benar merasakan pasti ada sesuatu yang terjadi. Ia berlari mengikuti orang tuanya di belakang. Otaknya yang terlalu takut dan khawatir membuatnya tidak merasakan dinginnya udara sama sekali. Bahkan ia lupa untuk menggunakan alas kaki

Sampai ke jalanan raya, hati sehun mulai mencelos saat melihat lampu ambulans dan juga polisi yang mengisi siasana hujan saat ini. Dari tempatnya sekarang ia bisa mendengar suara ibunya yang menjerit dan menangis setelah melihat apa yang terjadi.

Ia ingin mendekati, ia juga ingin melihat apa yang terjadi. Tapi ia tidak berani. Ia takut akan apa yang sepertinya akan dilihatnya jika ia mendekat. Namun jeritan sebuah suara membuatnya menguatkan hati dan lansung berlari mendekat

“UNNIIEEEEEE!!! KRYSTAL UNIIEEEEEEE!!!!!!”

Dan saat itu juga, di depan matanya sendiri. Ia melihat dua yeoja yang sangat ia sayangi sudah berlumuran darah yang menjadi lebih cair karena terguyur air hujan. Air di sekitarnya berubah menjadi merah.

Seorang yeoja tampan terduduk sambil terus memeluk seseoran yang sangat mirip dengannya. Bahkan dalam wajah yang berlumuran darah juga wajahnya masih terlihat sangat cantik. Entah apa yang kini menangkapnya. Namun ia merasakan tubuhnya tak bisa bergerak, bahkan matanya perih bagaikan sedang bermain lomba menatap.

Sesaat ia merasakan tubuhnya kehilangan keseimbangan. Ia merasa kakinya menghilang dari tubuhnya. Ia berlutut tepat di samping ibunya yang jua menangis sambil memegang tubuh krystal. Banyak orang yang datang untuk melihat hingga akhirnya petugas ambulan menerobos untuk mengambil tubuh krystal

Saat tubuh krystal di naikkan ke atas ranjang, mata sehun bertemu pandang dengan soojung. Air matanya bersatu dengan hujan yang mengguyur wajah cantiknya “sehunaaah.. krystal unnie” adunya sambil terus menangis. Tanpa ia sadari sehun langsung memeluk tubuh mungil soojung dengan sangat erat

“semuanya akan baik-baik saja” tutur sehun tanpa ada keyakinan bahwa apa yang dikatakannya bisa terjadi

Soojung menggeleng dalam dekapan sehun “ini semua salahku.. kalau saja aku tidak meninggalkan unnie sendirian kesana. Ini semua tidak akan terjadi”

Tak ada yang bisa sehun katakana lagi kepada soojung. Yang bisa ia lakukan hanyalah memeluknya erat sebelum ia memberontak dan memaksa ikut ke dalam mobil ambulan. Namun semuanya percuma, krystal sudah meninggalkan semuanya. Meninggalkan satu-satunya keluarga dan sahabat yang ia miliki

Flashback : Off

Beberapa dancer mulai naik dan bersiap di posisinya masing-masing di atas panggung. Suasana semakin memanas, teriakan tambah meriah. Krystal yang berdiri di tengah-tengah formasi merubah air wajahnya. Dia terlihat berbeda, pantas saja siapapun yang pernah mengenalnya dulu tidak akan menyangka jika dia adalah orang yang sama

Tapi itu semua tidak akan bisa membohongi sehun. Namja yang pernah memeluknya dengan erat di saat tersenang maupun tersedihnya

Saat musik mulai terdengar semuanya layaknya menahan nafas melihat apa yang ada di hadapannya. Semuanya menjeritkan nama krystal dengan penuh semangat

“aku tahu itu kau, tapi kenapa kau melakukan ini soojungah?”

^▁^

Perjalanan pulangnya ke rumah benar-benar dalam keadaan yang sunyi. Tidak, mungkin lebih tepatnya hanya sehunlah yang diam. Jackson terus-terusan membicarakan apa yang ia lihat tadi. Mengulang-ulang semua euphoria yang ia rasakan saat menonton stage dari seorang krystal. Dia tak perduli jika sehun tidak memperhatikannya sama sekali. Mulutnya tak bisa berhenti berkata-kata

Sebenarnya sehun juga dalam posisi yang sama. Ia juga mengulang semua yang ia lihat tadi di otaknya. Hanya saja ia tidak mengatakannya dengan lantang. Cukup dihatinya saja, karena sekarang semua itu tidak boleh diketahui siapapun

“eo?” kaget Jackson yang juga membuat sehun kembali dari lamunannya

“kenapa?” Tanya sehun yang melihat Jackson tiba-tiba saja terdiam di depan sebuah tukang majalah yang ada di jalanan

Dengan cepat Jackson mengambil salah satu majalah yang di pajang di saja. Ia berbalik dan sehun langsung terkejut dibuatnya. Wajahnya memerah dan hampir saja menangis “krystalkuuuu”

Sehun dengan cepat melihat ke majalah yang ada di tangan Jackson dan tak kalah terkejutnya saat matanya menangkap wajah krystal di cover majalah itu. Fotonya benar-benar terlihat intim dengan seorang namja yang sehun akui memang tampan

“ahhh sehunah! Apa yang namja ini lakukan bersama krystalkuuu” rengek Jackson lagi kepada sehun yang masih membeku. Kau.. benar-benar sudah seperti bukan dirimu soojung

Tanpa menunggu reaksi dari sehun Jackson langsung memberikan sejumlah uang kepada ahjussi yang menjual majalah itu. Dengan bingung sehun ikut kembali berjalan di samping Jackson “jika kau tidak menyukainya kenapa kau membelinya?” Tanya sehun tak mengerti dengan apa yang di lakukan Jackson

Sambil mengelap air matanya yang hampir menetes Jackson menjawab “tapi krystal terlihat sangat cantik disini. Ah tidak.. dia selalu cantik kapanpun dan dimanapun”

Walaupun ia memiliki masalahnya sendiri dengan krystal. Tapi apa yang di lakukan Jackson benar-benar lucu baginya. Kelakuan namja itu benar-benar bagai orang lugu yang mengejar cinta bertepuk sebelah tangannya. Dan sehun hanya bisa tersenyum mendenar itu

“kau tahu siapa namja itu?” Tanya sehun

“dia actor yang juga berada di perusahaan yang sama dengan krystal. Namanya minho. Dan aku sangat membencinya karena dia sangat dekat dengan krystal”

“sangat dekat?” sehun memastikan

Jackson mengangguk “ada yang bilang bahwa ia melihat minho dan krystal sedang makan bersama di perusahaan. Ada juga yang melihat bahwa minho memberikan buket bunga untuk krystal saat ia melakukan stage pertamanya”

Jika memang krystal dan namja yang bernama minho itu sangat dekat. Apa mungkin krystal.. bukan soojung mengatakan apa yang sebenarnya pada namja itu? Tapi jika sangat dekat, sedekat apa mereka? Apa….?

“ya! Kenapa kau melamun?” Tanya Jackson bingung melihat sehun yang tiba-tiba saja menghentikan langkahnya

Sehun dengan cepat menggeleng “tidak, tidak apa-apa”

Dalam sesaat mereka melanjutkan langkah mereka dalam diam. Hingga sehun membuka pembicaraan lagi “jacksonah! Apa ada cara bagi kita untuk bertemu langsung dengan krystal secara dekat?”

TBC

7 thoughts on “Top Secret part 2

  1. Kartika Wulanssari berkata:

    nah loh apa ya Kira kira yang terjadi dengan soojung alias krystal setelah mungkin sehun akan menemuinya? dan yang ditangisi sama soojung itu krystal kan waktu flashback onnya itu? pokoknya ditunggu deh lanjutannya😀 fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s