Forgotten part 3

Forgotten

Tittle                :           Forgotten

Main Cast       :           EXO Oh Sehun, OCs

Supported       :          EXO and F(x)’s members

Genre              :           Fantasy, Romance, School-life

Rate                 :           T; PG-17

Disclaimer       :           EXO’s and F(x)’s members belongs to their family, life, and our Lord. Storyline’s mine. OC’s belongs to their fiction life. WARNING! Real-minded aren’t allowed in this story. Time, Date, Place, Story, People, and any other people here, belongs to me. Tksalt. Alice.

Note               :           Sebenernya agak absurd juga pemikiran gua disini, wks. Emang kapan pemikiran gua gak absurd? Well, maaf kalau isinya tidak sesuai keinginan, toh ceritanya terserah pada gua. Haha. Okesip. Sekian bacotan gua. Tksalt. Sincerely, Alice.

“..take me anywhere with you and we will walk together forever..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Sehun’s Eyes..

Manusia-manusia di tempat ini terlalu menganggap kami sama dengan mereka. Memuakkan. Setelah tadi beberapa yeoja begitu berisik tentang kami, sekarang beberapa teman sekelas—namja tentunya—bertindak seolah mereka ingin menghajar kami. Maksudku, hanya aku, Kai, dan Luna.

Mereka bisa saja terlihat begitu berani di luar. Tapi pikiran mereka? Tidak. Aku adalah seorang vampire. Dan karena aku pernah tinggal di zaman yang berbeda—jauh beberapa puluh tahun setelah tahun ini—aku dan keluargaku yang lainnya, bisa punya kemampuan yang spesial.

Aku punya kemampuan untuk membuat seseorang merasa kesakitan hanya dengan memandangnya. Beberapa yang lainnya juga punya kemampuan yang tidak kalah menakjubkan, kemampuan yang jika di ketahui manusia pasti akan membuat mereka tidak berani memandang kami. Oh, ayolah. Jika saja mereka tau kami bukan manusia, mereka pasti sudah berlari terbirit-birit.

“Aku tidak takut pada ancamanmu.”, ucap ku dingin saat salah seorang mengancam akan menghajar kami seusai kelas jika kami tidak berusaha berbaur dengan mereka.

“Mwo!? Hahaha. Kita lihat saja apa yang akan kalian katakan nanti.”

“Silakan saja.”, sahut Kai enteng

Beberapa orang sok berani itu kemudian melangkah pergi. Dan sekarang hanya tersisa beberapa orang yang memandang kami ragu. Apa yang ada dibenak mereka? Berpikir bahwa kami akan takut pada mereka? Hah.

“Aku keluar sebentar.”, ucapku pada Kai dan Luna, aku malas berlama-lama di tempat manusia seperti ini.

Aku melangkah ke arah belakang gedung, tapi di sebuah koridor, seorang yeoja menabrakku.

BRUGK.

“Aish.. Kau tidak melihat huh!?”, ucapku marah sambil menatap tajam seorang yeoja yang sekarang menatapku dalam diam

Aku mengenali wajah yeoja ini sebagai salah seorang teman sekelasku. Tapi Ia tidak bicara apapun. Bahkan tidak meminta maaf? Ish. Sudahlah. Masa bodoh. Aku meneruskan langkahku, dan bisa ku dengar suara langkah tepat di belakangku. Apa yeoja itu?

Aku melangkah lebih cepat, dan sekarang langkah itu hampir berlari menjajari langkahku. Aku menghentikan langkahku, dan dalam sekejap aku kembali di tabrak.

Aku berbalik, memandang kesal ke arah yeoja itu. Sementara Ia tampak berusaha mengatur nafasnya.

“Mwo?”, ucapku dingin

Dia menunjuk ke arah jaketnya, dan aku sadar, jaket berbahan wool milik gadis itu tersangkut di sabukku. Aku kaget saat melihat benang wool berwarna biru terang begitu panjang teruntai di dekatku.

Baiklah. Jadi dia tersangkut?

Aku memperhatikan gerak gerik yeoja ini. Ia bergerak melepaskan bagian jaketnya yang tersangkut, dan memungut benang yang terjuntai di lantai. Berapa lama tadi aku membuatnya mengikutiku?

Dan bagaimana jaket gadis itu dibuat? Kenapa benang jaket itu terlepas hampir setengahnya?

“Maaf.”, ucapku kaku

Yeoja itu mendongak, memandangku, dan mengangguk beberapa kali. Ia kemudian berbalik, dan melangkah pergi.

“Chakkaman!”, ucapku saat melihat keadaan gadis itu jadi aneh karena jaketnya yang rusak. Ia berbalik, memandangku, menunggu.

“Kau teman sekelasku kan? Siapa namamu?”, tanyaku cepat

Ia menyernyit, dan meraba saku jaketnya. Membuatku memandangnya bingung. Apa yang sekarang sedang Ia lakukan?

“Neo mwoya? Kau hanya tinggal menjawab,”, ucapku padanya

Yeoja itu memandangku. Tangan gadis itu bergerak pelan menunjuk ke arah mulutnya, lalu tangan gadis itu membentuk silang di depan dadanya.

“Mwo?”, tanyaku semakin tidak mengerti

Ia memejamkan matanya. Lalu kembali menunjuk ke arah mulutnya, dan menggeleng-geleng cepat.

“Kau.. tidak mau bicara?”, ucapku, dan disahuti dengan gelengan olehnya

“Kau tidak bisa bicara?”, ucapku lagi dan kali ini Ia mengangguk

“Kau.. bisu?”, tanyaku lebih hati-hati

Yeoja itu tersenyum, senyum yang membuatku mengalihkan pandanganku. Aku sedari tadi membentaknya tanpa tau bahwa Ia tidak bisa bicara.

“Tapi kau bisa mendengarku. Bukankah seharusnya seseorang yang bisu itu juga tuli?”, tanyaku membuatnya menyernyit.

Ia bingung. Itu kesimpulanku.

Yeoja itu mengangkat bahunya. Membuat keadaan di dekat kami menjadi hening.

“Ya sudahlah. Kembalilah ke kelas.”, ucapku

Yeoja itu mengangguk, kemudian Ia melangkah menjauhiku. Diam-diam aku memperhatikannya. Yeoja itu tidak bisa bicara, tapi tidak bisa mendengar. Lalu bagaimana Ia berkomunikasi dengan anak-anak di kampus ini?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Soojung’s Eyes..

Benar. Namja itu benar-benar Oh Sehun. Bahkan setelah enam tahun kebiasaannya masih tidak berubah. Ia akan diam saat kehabisan kata-kata. Ia selalu mengucapkan maaf dengan terpaksa.

Benar-benar sama.

Tapi.. Apa dia sama sekali tidak mengingatku? Apa aku berubah begitu banyak selama enam tahun ini? Kecuali tentang suara tentunya. Kurasa wajahku masih mirip seperti saat di sekolah menengah.

Aku menghela nafas panjang tanpa sadar. Saat masuk ke kelas, Seulhyun masih ada di meja Myungsoo, dan mereka berdua memandang ke arahku saat aku masuk. Seketika aku merengut, dan melangkah ke kursiku.

Mereka selalu mengerjaiku, membuatku harus merelakan sepatu-sepatu bagusku untuk mereka sembunyikan.

“Soojung-ah, kau darimana saja?”, ucap Seulhyun sambil melangkah menghampiriku.

Aku melihat namja bernama Oh Sehun itu melangkah masuk ke dalam kelas, dan tatapannya langsung terarah pada Seulhyun. Seketika aku teringat pada pesan yang dulu Sehun tulis padaku di dalam buku.

Ia menyukai Seulhyun.

Apa mahasiswa baru ini benar-benar Sehun yang dulu aku kenal? Tapi kenapa Ia tidak mengingatku? Aku mewajarkan jika Seulhyun tidak mengenalnya. Karena saat di sekolah menengah, Sehun hanya berteman denganku.

Saat itu tentunya. Sebelum hari itu terjadi. Hari yang tidak ingin aku ingat. Apa Sehun juga berpikiran sama? Itulah kenapa Ia tidak mengingatku?

“Kau memikirkan apa?”, tanya Seulhyun saat Ia duduk dimejaku

Aku menjawabnya dengan gelengan.

“Oh, apa kau mau ikut nanti malam? Di rumahku akan ada acara pesta kebun.”

Soojung menyernyit penuh kecurigaan.

“Aish, kau harus ikut. Myungsoo akan menjemputmu!”

Soojung segera menggeleng cepat.

“Kau akan datang sendiri?”, tanya Seulhyun dan dijawab dengan anggukan

“Baiklah. Jam 7 tepat. Yang terlambat harus mentraktir minum. Kajja, ikut aku ke kelas. Kau harus lihat namja-namja keren itu.”, dengan paksa Seulhyun menarik lengan Soojung, membawa yeoja itu keluar dari kelas.

Sepeninggal Soojung dan Seulhyun dari kelas. Myungsoo berdiri, dan melangkah ke depan kelas. Memandang beberapa gelintir yang ada di dalam kelas.

“Kalian semua tau rumah Choi Seulhyun bukan? Dan kalian juga tau hari ini ulang tahun Soojung. Jadi, jika kalian mau, kalian bisa datang ke rumah Seulhyun nanti malam.”, ucap Myungsoo di sambut dengan seruan senang dari teman-teman dikelasnya.

“Ku kira kau harus datang Sehun-ah.”, ucap Kai tertawa pelan

“Kenapa?”, ucap Sehun tanpa ekspresi

“Bukankah lebih baik kau datang daripada malam ini kau habiskan dengan duduk di halte dan mendengar rekaman seperti lima tahun ini? Lagipula.. Kurasa yeoja itu benar-benar Seulhyun yang pernah kau ceritakan.”

“Mwo?”, Sehun memandang Kai sekilas

“Choi Seulhyun. Aku pernah melihat fotonya dikamarmu. Kurasa kalian ditakdirkan untuk bertemu lagi.”, Kai terkekeh pelan

“Tsk. Kau pasti menyelinap masuk.”, gerutu Sehun

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hey, kita sudah sampai.”

Sehun tersadar saat seseorang menyenggol lengannya.

“Oppa, bukankah dulu kita pernah ke rumah ini?”

Sehun melongokkan kepalanya keluar jendela, dan terdiam saat melihat rumah yang begitu dikenalnya.

“Kau benar Taeyang-ah. Itu artinya yeoja itu benar-benar Seulhyun yang disukai oleh Sehun.”, Baekhyun tertawa pelan

“Diamlah.”, ucap Sehun, melepaskan headsetnya, dan mematikan ponselnya.

“Oh! Seulhyun yang tau tentang kita itu?”, tanya Suho

“Geurae. Sehun memberitahunya bahwa kita bukan manusia,”

“Bukankah dia yeoja yang sama sekali tidak kaget saat tau kita bukan manusia?”, tambah Chanyeol.

“Benar, yeoja yang unik,”, gumam Sehun, tersenyum tipis.

“Kau masih menyukainya?”, goda Baekhyun membuat Sehun mengalihkan pandangannya.

“Kurasa dia tidak mengingatku.”

“Mana mungkin. Kau tidak lihat tatapannya saat tanpa sengaja menabrakku tadi?”, tanya Luna

“Dia sangat terkejut. Dan takut. Ingat bagaimana ekspresi Seulhyun saat dulu melihat Luna marah?”, ucap Baekhyun

“Aku ingat. Tapi tiga tahun tidak bertemu membuatnya terlihat berbeda.”, ucap Sehun pelan.

“Dia lebih dewasa. Walaupun masih cerewet seperti dulu.”

Sehun diam. Tidak menanggapi.

“Eh, apa itu artinya Ia juga ingat bahwa hari ini ulang tahunmu?”

“Kurasa dia tidak ingat.”

“Aku yakin dia ingat.”

“Mengingatku saja dia tidak bisa. Dia berpikiran pendek.”, ucap Sehun, pembicaraan itu kemudian terhenti saat mereka sama-sama bergerak turun dari mobil.

“Aku heran kenapa kalian semua ingin ikut ke tempat ini,”, gerutu Sehun

“Tentu saja karena yeoja itu mengundang hampir semua orang di angkatan kita. Dia benar-benar peduli pada ulang tahun temannya.”

“Kalian masuklah lebih dulu.”, ucap Sehun

Sementara Sehun menghentikan langkahnya di depan sebuah rumah besar dengan gerbang terbuka lebar. Di sebelahnya, Kai tertawa pelan.

“Benar-benar Seulhyun yang sama.”, ucap Kai

“Aku tau.”, sahut Sehun ringan

Beberapa lama dua namja itu berdiri diam, sampai Sehun mendengar suara ketukan-ketukan kecil di layar ponsel. Seseorang pasti tengah menggunakan ponselnya di dekat mereka. Sehun mengedarkan pandangannya, dan terkejut saat melihat seorang yeoja dengan dress berwarna biru pupus berdiri tak jauh di belakangnya, dengan ponsel di tangannya.

“Bukankah dia yang ulang tahun?”, ucap Kai

“Dia? Yeoja tidak bisa bicara itu?”

“Eh? Dia tidak bisa bicara?”, tanya Kai

“Dia tidak bisa bicara.”

“Soojungie!”

Sehun tersentak saat mendengar suara itu. Namja itu berbalik, dan melihat Seulhyun berlari kecil melewatinya dan Kai, hendak menghampiri yeoja dengan dress biru itu.

“Sehun? Kai? Kalian juga datang? Masuklah!”, ucap Seulhyun, yeoja itu sudah akan melangkah menghampiri Soojung jika saja Sehun tidak menahan lengannya.

“Eh? Kenapa?”, tanya Seulhyun bingung

“Kau.. apa kau mengingatku?”, tanya Sehun

Seulhyun terdiam beberapa saat, tapi kemudian yeoja itu tersenyum.

“Kau kira aku akan lupa setelah tiga tahun?”

Sehun tersenyum tipis.

“Baguslah kalau kau ingat. Lama tidak bertemu.”, ucap Sehun

“Lama? Kurasa tidak akan kau sebut lama.”, ucap Seulhyun, menyenggol pelan lengan namja itu.

Sementara itu tatapan Kai tanpa sengaja bersarang pada Soojung yang sedari tadi berdiri diam di tempatnya. Kai menyernyit saat melihat mata gadis itu berkaca-kaca. Seperti ingin menangis.

Kai memandang ke arah Sehun dan Seulhyun yang bicara di depannya, lalu memandang Soojung lagi. Yeoja itu jelas memandang Sehun dan Seulhyun. Tapi mengapa gadis itu harus memandang mereka dengan tatapan seperti itu?

Soojung mengalihkan pandangannya, dan sekarang tatapannya bertemu dengan Kai. Yeoja itu segera menunduk, tangannya bergerak memainkan ponselnya, dan melangkah cepat melewati tiga orang itu.

Dan seolah terhanyut pada pembicaraan, Kai semakin heran saat Sehun maupun Seulhyun seolah tidak sadar jika seseorang baru saja pergi setelah melihat mereka. Kai memandang yeoja yang sekarang berjalan pelan memasuki gerbang rumah Seulhyun, diam-diam namja itu berpikir. Apa yang tadi ada di benak Soojung saat melihat dua orang itu bicara?

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

15 thoughts on “Forgotten part 3

  1. exo_yensi berkata:

    Kasian banget soojung, gua ngerasa sakitnya tuh, seolhyun di ingat tapi soojung tdak 😭😭 genrenya perlu di tmbahin nih jadi hurt jg 😄

  2. Frvr berkata:

    Kecewa ih sehun gainget soojung yang bareng sama dia terus.. Malah inget sama seul
    Tapi seul baik banget sama Soojung~

    URI Soojung fighting! Ntar sehun nyesek baru kenaa

  3. kkamnda berkata:

    Eyy Sehun ternyata jahat jga yah, sama kya d ff ‘Kajima’ yg dibuat eonni
    Sehun awas aja klo jahat lgi, aku cium nntr—ditabok fans Sehun, kabur ah—
    Next ya eon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s