FF : GROWL Chap. 20

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Kai bertemu Lay di lobby depan, keduanya berlari bersama menuju ruang ICU. Di depan ruangan itu, Baekhyun berdiri dengan penuh kecemasan. Di belakangnya adik perempuannya duduk di kursi sambil terus menangis.

“Baekhyun, bagaimana ibumu?” Kai langsung menghampiri Baekhyun.

“Buruk.”pria itu menjawab singkat.

“Tenanglah. Aku yakin ibumu pasti akan segera membaik.” Kai mencoba menenangkan Baekhyun.

Sementara itu, Lay duduk di samping adik Baekhyun, juga berusaha menenangkannya.

“Yeri, jangan menangis lagi. Ibumu pasti akan segera sembuh.” Ia menghusap-husap kepala gadis itu lembut. “Jangan menangis lagi, ya.”

Mereka pikir, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi pada diri Baekhyun. Mereka pikir, dia tidak akan berada di rumah sakit lagi.

Satu tahun lalu, semuanya masih membekas dalam pikiran mereka masing-masing. Ketika ayah Baekhyun meninggal karena sakit. Saat itu, mereka melihat Baekhyun menangis hingga terisak. Pertama kalinya selama mereka menjalin persahabatan, mereka melihat pria itu menangis.

Baekhyun adalah seseorang yang periang. Dia cenderung cerewet hingga terkadang membuat Kai dan Lay ingin menutup mulutnya. Dia berbicara sejak ia membuka mata hingga dia menutup matanya. Suka mengganggu orang lain dan suka bercanda. Tapi, sejak kematian ayahnya, semuanya berubah. Baekhyun memang tetap periang tapi tidak seperti dulu. Dia sedikit berubah dan hal itu membuat Kai dan Lay sedikit merindukan sosoknya yang dulu.

Dan hari ini, hal itu terjadi lagi.

Berbeda dari satu tahun lalu, kini Baekhyun tidak menangis. Dia hanya diam seperti orang yang kehilangan kesadaran. Fokusnya menghilang namun bisa di lihat jika dia menyimpan kesedihan di balik matanya.

Ketika seorang dokter keluar, Baekhyun langsung menghampirinya dengan raut panic, “Bagaimana ibuku, dok?”

Dokter itu menghela napas, “Keadaannya masih kritis. Sebaiknya kau berdoa.” Ia menepuk pundak Baekhyun lalu berlalu.

Baekhyun mundur ke belakang hingga punggungnya membentur dinding lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam. Apa ibu mereka akan meninggalkan dirinya dan Yeri seperti ayah mereka?

“Baekhyun,” Kai menepuk pundak sahabatnya itu. “Mau makan? Mau aku belikan sesuatu?”

Baekhyun tidak bersuara, hanya terus menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dia bersikap seperti dia tidak mendengar ucapan Kai.

Kai menghela napas panjang. Ia memilih untuk mengerti dengan caranya sendiri daripada bertanya lebih jauh. Sebaiknya tidak mengganggunya dulu.

“Lay, jaga Baekhyun dan Yeri. Aku akan membeli makanan.”

Lay mengangguk, “Baiklah.”

Kai bergegas pergi. Baekhyun menyukai jajangmyeon, jadi dia pikir lebih baik pergi ke salah satu restoran terdekat daripada pergi ke kantin rumah sakit. Dia juga ingin membeli beberapa makanan ringan dan minuman hangat.

“Oh? Bukankah kau—“

Langkah Kai berhenti ketika seorang wanita di hadapannya sepertinya sedang berbicara padanya. Begitu melihat wanita itu, matanya melebar.

“Yoora noona?”serunya terkejut. “Sedang apa—noona adalah perawat disini?” Kai semakin terkejut melihat Yoora dengan seragam putihnya.

Yoora mengangguk, “Aku bekerja di rumah sakit ini.“jawabnya. “Tadi, ketika kau tiba-tiba pergi, apa kau kemari?”

“Iya. Ibunya temanku sedang sakit, jadi aku kemari untuk menemaninya.”

“Sakit?”

“Beliau mendapat serangan jantung dan sekarang masih kritis di ruang ICU.”

“Benarkah?” Yoora mengerjap. “Kasihan sekali. Aku doakan semoga beliau cepat sembuh.”

Kai tersenyum, “Terima kasih, noona. Tapi, bisakah noona memberikan nomor ponsel Tao untukku?”

“Nomor ponsel Tao?!” Yoora memekik kaget, seketika menjadi panik. “Tolong jangan mencari masalah dengan mereka. Kau tau, mereka adalah—“

“Aku memakai motornya.” Kai memotong ucapan Yoora masih dengan senyum. “Aku tidak memiliki niat lain selain mengembalikan motornya.”

“Oh, kau memakai motornya?”

“Karena mobilku sedang diperbaiki dan aku harus segera sampai disini jadi dia meminjamkannya.”jelas Kai. “Aku sungguh tidak memiliki niat lain, noona. Percayalah.” Ia meyakinkan sekali lagi karenaYoora masih terlihat ragu.

“B-baiklah.” Yoora mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Tao disana kemudian menunjukkannya pada Kai. Pria itu mencatat nomor ponsel Tao dengan cepat lalu menepuk pundak Yoora.

“Terima kasih, noona. Sekarang aku harus pergi. Sampai jumpa nanti.”

***___***

Luhan masih berada di bengkel Chanyeol walaupun hari sudah beranjak tengah malam. Ia membantu teman-temannya memperbaiki mobil-mobil yang rusak. Kyungsoo bahkan ikut membantu walaupun ia tidak terlalu mengerti dengan otomotif.

Sebenarnya, masih ada rasa penasaran di benak Luhan namun ia memutuskan untuk tidak bertanya. Situasinya tidak tepat, mereka semua sedang sibuk dan sebaiknya tidak mengganggu.

Namun tiba-tiba ponsel Tao berdering. Pria tinggi itu keluar dari kolong mobil dan berjalan menuju meja yang terletak di dekat pintu penghubung rumah. Keningnya berkerut ketika membawa nomor yang tak di kenal menelponnya.

“Halo.”

“Ini aku, Kai.”

“Oh.” Tao membuka pintu dan masuk ke dalam rumah Chanyeol karena disana ada Luhan dan Kyungsoo.

Luhan menyadari itu, ia melihat Tao menerima telepon. Keningnya berkerut. Kenapa dia harus menjauh? Walaupun telepon itu dari Kris, biasanya dia mengangkatnya disini.

“Aku tidak bisa mengembalikan motormu sekarang. Bisakah kau yang kemari?”

“Aku akan kesana nanti.”balas Tao. “Ini bukan saat yang tepat.”

“Luhan masih ada disana?”

“Yeah, begitulah.”

“Baiklah. Kau bisa menghubungiku jika kau sudah sampai. Ini nomorku.”

“Oke.”

Tao kembali ke bengkel Chanyeol. Menyadari kehadiran Tao, Sehun menoleh.

“Siapa?”

“Kris.”balas Tao berbohong. “Seperti biasa, dia memakiku dan menyuruhku pulang.”

Sehun tertawa, “Terkadang aku bingung, dia kakakmu atau ibumu.”

Tao ikut tertawa sambil mengendikkan bahunya lalu kembali membantu Chanyeol, memperbaiki mobil yang rusak.

Diantara tawa itu, Luhan sama sekali tidak bergeming. Ia jatuh ke dalam pikirannya sendiri. Tidak, ini aneh. Tao sepertinya sedang berbohong. Dia tidak terlihat seperti biasanya.

***___***

Sesuai rencana Tao, ia menunggu hingga Kyungsoo tertidur dan Luhan yang pulang ke rumahnya. Ia memberitahu Chanyeol dan Sehun jika sebenarnya ia menerima telepon dari Kai bukan dari Kris. Ia harus pergi ke rumah sakit sekarang untuk mengambil motornya yang di pinjam Kai. Ah tidak, bukan itu tujuan sebenarnya. Dia juga harus memastikan keadaan ibu Baekhyun.

Chanyeol, Sehun dan Tao memutuskan pergi ke rumah sakit bersama. Mereka pergi dengan mobil Chanyeol ketika hari sudah hampir beranjak pagi. Sesampainya di sana, ketiganya langsung menuju ruang ICU. Berusaha sebisa mungkin agar tidak di tangkap oleh Yoora karena kakak sulung Chanyeol itu bekerja disana.

“Kalian…” Lay yang duduk paling ujung pertama kali menyadari kehadiran Sehun dan teman-temannya. Ia berdiri, menatap ketiga musuhnya itu dengan mata melebar. “Apa yang kalian lakukan disini?”

Kai menoleh dengan hembusan napas panjang, “Sudah ku bilang, harusnya kau menghubungiku jika kau sudah sampai. Untuk apa kemari?”

“Apa yang kau lakukan dengan mereka?”tanya Lay bingung.

“Aku memperbaiki mobil di bengkelnya. Ketika kau menghubungiku tadi, aku pergi kesini dengan motor Tao.”

“Kau memperbaiki mobilmu di bengkelnya?”

“Ini jebakan.” Kai mendengus. “Aku akan menghajar Taekwon brengsek itu nanti.”

“Bagaimana keadaan ibumu?” Tao mengabaikan yang lain, ia berjalan mendekati Baekhyun yang berdiri diam di samping pintu ruangan.

“Buruk.”jawabnya pendek.

Tao mengulurkan tangan, menepuk pundaknya, “Semuanya akan baik-baik saja.”

***___***

Perasaan ini aneh. Kemana perginya kebencian itu? Kenapa kini mereka saling mengkhawatirkan satu sama lain?

Bagi Sehun, bahkan bagi Chanyeol dan Tao. Kekhawatiran yang sedang dirasakan oleh Baekhyun sekarang tidaklah asing bagi mereka. Sebelumnya, mereka juga pernah merasakan hal seperti itu.

Ibu adalah seseorang yang paling berharga di dunia. Seseorang yang paling di rindukan ketika sosoknya menghilang.

Ibu…adalah seseorang yang paling ingin di bahagiakan oleh semua orang. Seseorang yang paling diinginkan dilihat senyumnya.

Mereka harap tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Mereka harap rasa sakit itu tidak akan datang lagi.

***___***

Kyungsoo juga merasa ada yang janggal dengan sosok Suho. Pria itu, sekarang tidak pernah mengganggunya lagi. Bahkan ketika mereka bertemu, dia bersikap seolah-olah tidak melihatnya.

Hal itu bukannya membuat Kyungsoo merasa lega namun sebaliknya. Ia semakin merasa was-was. Bagaimana bisa semuanya berubah begitu cepat? Bukankah dia selalu memaksanya untuk menjawab tentang keberadaan ayahnya? Kenapa sekarang tidak begitu? Apa dia mengetahui sesuatu tentang ayahnya?

Pria mungil itu mengepalkan tangannya, memejamkan matanya kuat-kuat dan memberanikan diri untuk berjalan ke belakang, menghampiri pria yang sedang asik membaca buku itu.

“Suho, aku ingin bicara.”

Suho mengangkat wajahnya dari buku, menatap Kyungsoo dengan kening berkerut. Ia tidak menyangka jika pria penakut itu berani untuk mengajaknya bicara.

“Apa kau…mengetahui sesuatu tentang ayahku?”

“Hah?”

“Kau mengetahui dimana keberadaan ayahku?”

“Kenapa kau bertanya padaku?”

Kyungsoo menelan ludah, “Kau pasti mengetahui sesuatu tentang ayahku, kan?”

“Aku tidak mengetahui apapun.” Ia menggeleng.

“Lalu kenapa kau tidak bertanya padaku lagi? Bukankah dulu kau selalu bersikeras ingin mengetahui dimana keberadaan ayahku?”

Suho tertawa mendengus, “Kau ini…aku sudah berhenti mengganggumu, kenapa sekarang kau justru memintaku untuk mengganggumu?” ucapnya kesal. “Apa karena sekarang kau telah menjadi sahabat para berandalan itu jadi kau berani melakukannya? Kau menantangku, begitu?”

“Aku serius.”

“Kau pikir aku tidak serius?!” Suara Suho meninggi. “Aku benar-benar muak denganmu. Jadi sebaiknya kau tidak muncul di depanku lagi!”

Suho membanting buku yang di bacanya keatas meja lalu berlalu pergi setelah menabrak pundak Kyungsoo dengan keras.

Aaah…ini sulit.

***___***

“Apa yang kalian lakukan disini?” Luhan membuka pintu penghubung atap sekolah dan menemukan tiga sahabatnya itu disana. “Kalian tidak makan siang?”

“Kami tidak lapar.”jawab Chanyeol.

Luhan sedikit tersentak. Mereka bilang mereka tidak lapar? Bukankah biasanya mereka makan sebanyak lima kali sehari?

Firasatnya semakin menguat. Pasti ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan. Luhan menatap satu-persatu sahabat-sahabatnya itu lalu berseru, “Ada yang ingin ku tanyakan.”serunya membuat yang lain mengangkat wajah, menatapnya bingung. Luhan menarik napas panjang sejenak, “Apa yang kalian lakukan di rumah sakit semalam?”

Pertanyaannya seketika membuat ketiga pria itu membeku, “Hah?”

“Aku mengikuti kalian semalam. Kalian menuju rumah sakit.”

“Kau mengikuti kami?!”pekik Sehun langsung berdiri dari duduknya. “Luhan, apa yang kau lakukan?”

“Jawab pertanyaanku dulu.” Luhan balas menatap Sehun. “Apa yang kalian lakukan di rumah sakit itu?”

Sehun kehilangan kata-katanya. Ia mengalihkan pandangan. Tidak. Dia tidak bisa menatap Luhan lebih lama. Kebohongannya akan terbongkar.

Chanyeol ikut berdiri dari duduknya, mencoba membantu Sehun untuk menutupi rasa gugupnya, “Luhan, kau tau kan Yoora noona bekerja disana? Jadi kami—“

“Apa ini ada hubungannya dengan Kai?”potong Luhan cepat. “Apa ini ada hubungannya kenapa Tao tiba-tiba meminjamkan motornya untuk pria itu? Bukankah dia adalah musuh kita?”

Yang lain semakin terbelalak lebar. Astaga, apa dia bisa membaca pikiran seseorang? Kenapa semua tebakannya sangat tepat?

“Luhan, kau bilang kita tidak boleh bermusuhan, kan? Harusnya kau senang karena aku meminjamkan motorku bukannya berkelahi.”

“Bukan itu yang ku permasalahkan, Tao.”balas Luhan cepat. “Aku akan merasa bahagia jika kalian berdamai dan tidak ada perkelahian lagi. Tapi apa alasannnya?! Kenapa tiba-tiba?!”

“Yang terpenting adalah kami tidak bertengkar, kan?” sahut Sehun. “Tidak ada masalah diantara kami jadi jangan bertanya lagi!”ucapnya nyaris membentak.

Luhan menatap Sehun lurus, “Ketika suaramu menajam, itu artinya kau sedang menyembunyikan sesuatu.”tegasnya. “Kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku, Sehun.” Menatap manik mata itu sesaat, pria itu berbalik dan meninggalkan atap sekolah. Dia tau ada sesuatu. Entah apa itu, tapi firasatnya buruk.

Dia bahagia jika mereka berdamai. Tapi perdamaian dan persahabatan tiba-tiba itu membuatnya curiga jika ada sesuatu.

Dua musuh bebuyutan itu tidak mungkin berbaikan begitu saja. Mereka pasti punya alasan. Masalahnya, mereka tidak akan mau memberitahunya. Jadi, sepertinya dia harus mencari tau semuanya sendiri.

***___***

Sehun hanya bisa berdiri di depan rumah Luhan sambil terus menatap lurus kearah pintu yang tertutup itu. Sejak pulang sekolah, Luhan tidak munculdi bengkel Chanyeol. Dia bahkan tidak pulang bersama mereka seperti biasanya. Dia tau Luhan sedang marah. Mereka tidak biasa bertengkar seperti ini. Karena ketika sebuah pertengkaran terjadi, baik Luhan ataupun Sehun akan segera minta maaf dan menyelesaikan masalahnya. Tapi kali ini, masalahnya tidak sesederhana biasanya. Ini rumit. Jika ia memutuskan untu menyelesaikannya, itu artinya dia harus menjelaskan semua kebenarannya.

Tidak. Ini belum saatnya. Luhan tidak boleh mengetahui semuanya dulu.

“Sehun.” Chanyeol memanggil pria itu dari bengkel rumahnya. Sehun menoleh. “Seseorang menelpon.”

Sehun menghembuskan napas panjang lalu berjalan menghampiri Chanyeol. Ia mendekatkan ponsel Chanyeol ke telinganya setelah membaca nama ‘1004’ yang berarti guardian atau Suho disana. Nama samara yang dipakai Chanyeol jika seseorang memeriksa ponselnya.

“Ada apa?”

“Kyungsoo menghampiriku tadi.”

“Apa?” Sehun sedikit terkejut, ia menoleh ke belakang, kearah Kyungsoo yang sedang membantu Tao memperbaiki mobil. “Apa yang dia lakukan?”

“Dia curiga jika aku telah mengetahui keberadaan ayahnya karena aku tidak pernah mengganggunya lagi.”

“Lalu apa yang kau katakan?”

“Aku mengelak dan pergi begitu saja tanpa menjawab apapun.”ucap Suho. “Sehun, kita harus bergerak cepat. Tidak ada waktu untuk memeriksa satu-persatu tempat yang mencurigakan. Kita harus melakukan tepat pada intinya dan melakukan semuanya sekaligus. Aku juga masih menyelidiki dokumen yang kita temukan.”

Sehun terdiam sejenak, “Aku tau dimana rumahnya. Aku akan menerobos masuk malam ini dan mencari petunjuk.”

“Baiklah. Gunakan alat pelacakmu agar aku bisa memberikan instruksi padamu nanti.”

Sehun mengangguk, “Aku tau.”

Pria tinggi itu memutus sambungan panggilannya dengan helaan napas panjang. Dia sudah terlanjur memilih jalan ini. Apapun resikonya, dia tidak akan bisa mundur.

“Ada apa?” Chanyeol menepuk sebelah pundak Sehun.

“Sebuah tugas.”jawab Sehun pendek.

“Kau yakin bisa menyelesaikannya dalam keadaan seperti ini?”

Sehun tersenyum tipis, “Aku bisa.”

Chanyeol menatap sisi wajah sahabatnya itu sesaat, terliha tjelas raut khawatir disana dan matanya yang terus menatap kearah rumah Luhan. Yah, dia pasti gelisah.

“Kita akan mengurus masalah Luhan bersama nanti. Jangan khawatir.” Chanyeol berusaha menghibur.

Sehun mengangguk, “Aku tau.”

“Teman-teman!” Tiba-tiba Tao muncul mengagetkan mereka berdua. “Kita harus pergi!”

“Tao, apa yang terjadi?”tanya Chanyeol bingung.

“Kita harus pergi sekarang!”

“Pergi kemana? Jelaskan pelan-pelan!”

Tao menatap kedua sahabatnya itu bergantian, “Ibu Baekhyun…dia meninggal!”

“APA?!” Sehun dan Chanyeol memekik bersamaan.

“Kita harus pergi sekarang!”

Chanyeol mengangguk, ia berlari ke dalam rumahnya dan mengambil kunci mobil lalu segera kembali keluar. Sementara Kyungsoo yang tidak mengetahui apapun, bingung melihat kepanikan teman-temannya.

“Apa yang terjadi?”tanyanya.

“Kyungsoo, katakan pada Yoora noona jika kami harus keluar sebentar.”ucap Chanyaol melompat ke dalam mobil.

“Hey, kalian mau kemana?”

Namun pertanyaan Kyungsoo tidak terjawab. Mobil Chanyeol telah menghilang dan melaju cepat di jalan kecil itu.

“Apa lagi ini?”desah Kyungsoo.

***___***

Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di rumah sakit. Sehun dan yang lain langsung melompat turun dan berlari menuju ruang ICU. Mereka bahkan tidak mengganti baju, tetap memakai kaus yang di penuhi dengan noda oli.

“Lay!” Chanyeol melihat Lay berdiri di depan ruangan dengan wajah pucat. “Apa itu benar?!”

Lay tetap menunduk dalam, “Masuklah ke dalam.”

Chanyeol melewati Lay dan masuk ke dalam ruangan itu. Disana, Kai terlihat sedang menenangkan Baekhyun yang sangat terpukul. Sementara adiknya terus menangis sambil memeluk ibunya.

“Baekhyun.” Chanyeol menepuk pundak Baekhyun. “Kau…” ia kehilangan kata-katanya.

Baekhyun menoleh, menatap Chanyeol dengan wajah yang sudah basah, “Mau apa kau kemari?”serunya serak. “Yah, ibuku meninggal. Dia pergi meninggalkanku. Jika kau mau mengejekku, aku—“

Chanyeol langsung memeluk Baekhyun erat, “Ibumu…sudah mendapatkan tempat yang baik disana. Sekarang, ibumu sudah tidak merasakan sakit lagi.”

Baekhyun terisak, “Ibuku…aku merindukannya, Chanyeol. Aku merindukan ibuku.”

Rasa sakit yang dirasakan Baekhyun tidak asing. Dia pernah merasakannya dulu. Rasa sakit yang seperti mampu merenggut nyawanya juga. Menghilangkan jiwanya dan membuatnya sangat ingin menyusul orang tuanya. Dia tau benar rasa sakit ini.

TBC

26 thoughts on “FF : GROWL Chap. 20

  1. Oh nazma berkata:

    Yeayy.. Jd reader prtama … Gara2 Insomnia. Daripada bengong lbh baik baca .. Haha lanjut kk … Chanyeol udh mulai prhatian ma baek.. Good de

  2. mongochi*hae berkata:

    akhirny post jga n part
    meski actionny gk dlm n part tp ak puas kok kyany tali persahabatan mereka mulai trjlin meski dg cara kesedihan gini. tinggal nunggu waktu yg tepat aj agar luhan & kyungsoo mg.etahui hal ini

    next part dtunggu

  3. Ren berkata:

    kaaaak yaela nunggunya wkwkwk akhirnya ini update juga.
    luhan mulai curiga trs dia kynya bakal nyari tau sendiri. ga tau kenapa kok pgn luhannya celaka gitu wkwkwk gara2 keteledoran mereka yggamau ngasih tau trs akhirnya luhan nyari trs celaka gitu kak wkwkwk jadi merekanya nyesel (?)ah jado greget atau sehun? wkwkwk pgn aja celaka gtu sehun apa luhan/?

  4. Niza berkata:

    knapa msalah mreka gk prnah slesai sihhh msalah appa kyungsoo ajahhh blum slesai tpi skrang ibu baekhyun justru mninggal, skarang apa lagi ??????
    D tnggu klnjutan.y hwaiting !!!!!

  5. citra dewi berkata:

    akhirnya mosting jugaa, lagi asik baca tiba2 muncul tulisan tbc, semakin seru ceritanya apalagi luhan udh mulai curiga, ditunggu banget chap selanjutnyaa, jangan terlalu lamaa mostingnya eon🙂

  6. ellalibra berkata:

    Huhuhuu ,,ikutan mau nangis eon pas tbc ,,, apa nanti luhan g lama akan tau apa rahasia yg dsembunyiin sehun ma tmn” yg lain,,penasaran ,,

  7. Nurnie berkata:

    Akhirnya !!
    Yahh baek khlangan orng yg dy sayangi lgi !! Psti dy nnti trpukul bngdd , yahh smoga moment chanbaek trjadi .
    Nextttt yaa, jngn lma2 lgi yaa🙂

  8. DO DO berkata:

    author ini harus cepet dilanjutnya ya, nunggu ff ini kayanya lama banget
    ceritanya bikin penasaran pula
    pokoknya lanjut thor
    keep writing

  9. davina berkata:

    Lg seru2nya baca knp tiba2 ada tbc … Uhhhhhhh…. >.< Kak author ak suka semua ff brothership gni… Oh ya yg autumn jg di lanjut dunk… Trus house tree itu jg ak nunggu bgt kak… Hehe maaf bnyak mintanya ✌

  10. XRealkim berkata:

    Lanjuuutttttt Thor!!!!
    Oh iya, FF 12 Knights 12 Forces nya kapan dibukukan? Udah gak sabar ini… ><
    Sebelumnya, minta maaf ya thor, aku cuma bisa komen di part2 tertentu😦

  11. Nanako gogatsu berkata:

    Qo’ jadi melow gini yahh.,.,, hadeuuhh nangis mulu nihh.. Baekhyun yang sabar ya,, semoga ibu kmu diterima disisi Tuhan dan bahagia disana..,
    waahhh luhan ma kyungsoo dah mulai curiga nihh.. Gimana sehun dkk bakal ngejelasinnya.. Uuhh bikin penasaran aja,.. Next chapter ditunggu🙂

  12. kimjongkai berkata:

    Selama ini aku jadi reader belum pernah aku baca ff yang panjang 20 chap dan nggak membosankan, cuma ff kak mija doang serius
    Aku idah baca hampir semua ff yang kakak tulis tapi nggak semua juga sih kkkk *plinplan* dan yeahhh semua berakhir dengan tidak bosan malah aku nunggu bangwt kelanjutannya entahlah kakak kok bisa aja bikin cerita yang hampir setiap partnya itu dapet semua feel nya
    Jjang banget dah kak mija ^^ aku nunggu autumn dan ff kakak yang lain loh ya daddys best friend juga ahhh semuanya dah ppai ppai kak
    *ini adalah comment terpanjangku* mianhae

  13. putiHilma berkata:

    Kasian sama baekhyun
    Semoga chanyeol bisa membuat baekhyun bangkit lagi…
    Luhan sma kyungso udh mulai curiga, kira2 luhan bakal berhasil bongkar rahasianya mrk gk ??
    Aaah pokoknya chapter ini keren bgt, ditunggu jga ff yg lainnya eonni… Fighting!!

  14. putiHilma berkata:

    Kasian sama baekhyun
    Semoga chanyeol bisa membuat baekhyun bangkit lagi…
    Luhan sma kyungso udh mulai curiga, kira2 luhan bakal berhasil bongkar rahasianya mrk gk ??
    Aaah pokoknya chapter ini keren bgt, ditunggu jga ff yg lainnya eonni…

  15. putiHilma berkata:

    Kasian sama baekhyun
    Semoga chanyeol bisa membuat baekhyun bangkit lagi…
    Luhan sma kyungso udh mulai curiga, kira2 luhan bakal berhasil bongkar rahasianya mrk gk ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s