Top Secret part 1

img1441803676173

Tittle                      : Top Secret part 1

Author                  : Irestu

Cast                       : Krystal aka Jung Soojung (F(x))

Sehun aka Oh Sehun (EXO)

Minho aka Choi Minho (SHINee)

Genre                   : Familly, Mysteri, Romance, Little Comedy

Rate                       : 15

Cinta, sayang, rasa memiliki terhadap seseorang terkadang bisa berlebihan. Kata-kata yang terkadang bisa membelengu seseorang dari kebebasan. Perasaan yang dapat merubah seseorang secara 360 derajat. Keadaan yang bisa membuat seseorang berbuat sesuatu yang menakjubkan ataupun menyeramkan

Flash yang berasal dari kamera dari berbagai arah terus menerangi wajahnya yang cantik bagaikan kilatan di hari mendung. Matanya tetap menatap penuh karisma kesetiap lensa kamera tanpa rasa takut ataupun risih, layaknya memandang lawan dalam sebuah permainan. Bibirnya membentuk senyum tipis di setiap ujungnya memberikan kesan dingin bercampur sexy.

“silahkan memberikan beberapa kata untuk fans anda krystal ssi” suara seorang yeoja terdengar di balik microphone

Sambil mengambil microphone yang tadi tergeletak di meja di depannya ia menyapukan jari-jari lentiknya yang berhiaskan kuku berwarna glamour ke rambutnya yang blonde “aku sangat berterimakasih pada semua yang sudah mendukungku. Berkat dukungan kalian semua album keduaku bisa tercipta dengan sebaik-baiknya, semoga semuanya bisa menikmati dan mencintai album keduaku ini. Terimakasih banyak”

Ia berdiri dengan posturnya yang sempurna. Sweater yang menunjukan sebagian kulit perutnya yang keras dan berotot itu membuat penampilannya sexy dengan sempurna. Ia membungkukkan badannya lalu melambai sambil tersenyum simpul sebelum turun meninggalkan panggung press conference untuk album keduanya

Dibawah seorang asistennya langsung memberikannya sebotol air mineral. Dengan cepat ia langsung menenggaknya hingga menyisakan setengah botol. Sesampainya di ruang ganti seorang lagi memberikan tisu untuk mengelap peluhnya karena udara panas ruangan yang dipenuhi oleh banyak pers

Ia menerima baju untuk ia ganti. Untunglah ini adalah schedule terakhir untuknya hari ini. Setelah mengambilnya ia langsung beranjak ke sebuah ruang tertutup untuk menggantinya. Dengan celana dan kaus santainya ia keluar dan mengambil jaket coklatnya.

Setiap kali schedulenya selesai ia akan lansung kembali ke apartemennya. Semua staff dari agencynya tahu bahwa dia memiliki kehidupan pribadi yang selalu ia jaga. Bahkan di kalangan fansnyapun dia terkenal dengan sebutan artis yang misterius. Tak ada yang pernah melihatnya ditempat umum. Bahkan saat ada acarapun kapan ia datang ataupun pergi tidak ada yang tahu atau melihatnya. Tak sedikit juga orang yang terlalu kreatif berfikir bahwa krystal memiliki kekuatan untuk berteleportasi

^_^

Rumah adalah tempat persinggahan yang paling nyaman setelah bekerja keras setiap harinya. Memuaskan semua fans adalah pekerjaan yang sangat melelahkan. Tapi jika dilihat, ini adalah tahun miliknya. Lagu-lagu dalam albumnya sudah memuncaki semua chart dalam waktu sangat singkat. Albumnya baru saja keluar tadi pagi dan ada kabar bahwa sudah terjual lebih dari tiga ribu copy hingga sekarang di seluruh dunia

Mungkin setelah berkarir satu tahun, ini adalah saat dimana orang-orang bisa menerima dan menikmati hasil karyanya. Tentu saja denan bantuan banyak orang semua hal ini bisa tercapai. Dengan trining selama setahun yang sangat berat baginya semua ini akhirnya bisa tercapai.

Siapapun akan merasakan kebahagiaan jika cita-citanya tercapai dan begitupula baginya. Hatinya bahkan terkadang terasa akan meletus saking bahagianya, hanya saja sebuah kesedihan terus saja mengetuk hatinya. Kesedihan yang selama ini terus ia bungkam dan kurung di dalam hatinya yang paling dalam, yang entah kapan akan menjadi sebuah bom tersendiri baginya saat semua itu terungkap

Krrrrrrr……

Bahkan dirinya sendiri merasa kaget akan suara perutnya itu. Karena terlalu padatnya jadwal, ia sampai tidak merasakan laparnya atau bisa dibilang berusaha melupakan rasa laparnya. Kini tubuhnya yang lelah beranjak menuju dapur, membuka kulkas berharap mendapatkan sesuatu untuk di makan walaupun hanya sebungkus mi instan

Tapi sepertinya lagi-lagi akibat jadwalnya yang padat ia belum sempat pergi ke supermarket untuk berbelanja makanan. Banyak orang yang mengatakan untuk apa bekerja keras demi meraup banyak uang jika kita sendiri tak memiliki cukup waktu untuk menikmatinya. Tapi apa yang bisa ia protes? Inilah pilihannya

Iapun kembali memakai jaketnya setelah memutuskan bahwa perutnya lebih penting daripada matanya yang mulai berat ini. Ia mengambil kunci scooternya untuk pergi ke supermarket terdekat. Dengan santai ia mengendarai scooter coklat kesayangannya itu hingga mencapai tempat tujuannya.

Tanpa melepas masker yang ia kenakan saat berkendara ia masuk ke dalam supermarket. Tanpa ragu ragu langsung menyambar kereta belanja karena ia yakin akan membeli banyak sekali persediaan makanan. Ia sangat tidak pandai memasak, jadi ia hanya membeli makanan instan, buah buahan, cemilan, dan minuman dengan jumlah yang banyak

Dengan tenang ia menikmati waktu pribadinya untuk memilih semua makanan yang ia butuhkan. Tak ada yang mengganggu dan tak ada yang membuatnya risih. Terkadang pilihan hidupnya membuatnya bahagia, walaupun lagi-lagi rasa kebahagiaannya selalu diekori oleh sebuah kesedihan yang akan selalu mengikutinya

^_^

Seperti perpustakaan pada umunya, keadaan tentu saja akan sepi. Terutama saat malam hari seperti sekarang. Namun yang membuatnya berbeda adalah masih berkeliarannya beberapa mahasiswi di dalam perpustakaan kampus tidak seperti biasanya. Semuanya Nampak memasang wajah serius namun semanis mungkin di masing-masing bangku. Berpura-pura focus pada buku mereka masing-masing walaupun sesekali mencuri pandang kearah seorang namja yang sedang duduk dengan tenang dengan sebuah buku di tangannya

Tubuhnya yang menjulang sudah cukup membuat perhatian tertahan padanya, belum lagi parasnya yang tampan dan kulitnya yang bahkan lebih putih dari para yeoja di sekitarnya. Ia tahu bahwa di sekitarnya banyak sekali yeoja yang hanya berpura-pura membaca di perpustakaan hanya demi melihatnya. Namun ia tidak menghiraukan semuanya dan melanjutkan apa yang ia lakukan.

Bukan, bukan karena ia sombong tapi karena hal tersebut sudah mengikutinya sejak dulu. Bahkan saat masih sekolah di bangku sekolah menengahpun hal itu sering terjadi. Dan yang hanya bisa ia lakukan hanylah tersenyum tanda terimakasih.

Semua temannya tidak pernah percaya bahwa ia tidak pernah pacaran hingga saat ini. Tapi semua itu benar, selama hidupnya yang sudah berumur 21 tahun belum sekalipun ia memiliki kekasih. Karena ia hanya pernah mencintai satu orang hingga sekarang. Dan belum lagi menemukan yeoja yang sama dengannya

Ponselnya tiba-tiba bergetar di tengah-tengah keseriusannya membaca. Ia melihat layarnya dan langsung menempelkannya di telinga “wae? Kau sudah selesai?” Tanyanya langsung

“sorry bro, kau tahu album ini sangatlah laris. Semua orang ingin membelinya jadi aku harus mengantri demi mendapatkannya” kekeh suara namja di sebrang sana “kau masih di perpus kampus?”

“ia aku masih disini, kalau kau sudah selesai aku langsung keluar” ujarnya

“oke bro, aku tunggu di depan kampus ya” ujar suara di ponselnya sebelum hubungan terputus. Setelah meletakkan kembali buku pada tempatnya ia bergegas keluar dari ruang perpustakaan. Jika bukan karena temannya itu pasti ia sudah berada di rumah untuk beristirahat.

Mungkin banyak yang aneh kenapa ia sampai mau menunggu temannya itu sampai malam hari. Tapi jawabannya hanyalah satu, karena temannya itu hanya memiliki dirinya sebagai teman. Dia orang hongkong yang bersekolah di korea, dan kini ia menyewa rumah kos bersamanya di korea. Bukan karena ia juga bukan orang korea, tapi karena rumah orang tuanya terlalu jauh dari kampusnya

Daripada ia harus menemani temannya itu membeli album, lebih baik baginya untuk menunggunya saja di kampus. Benar kan?

“brother sehuuuuun” seru temannya itu dengan sumringah saat melihat namja tinggi muncul dari gedung kampusnya yang sudah tampak gelap. Berbeda dengan sehun, temannya itu tampak kekar namun tingginya hanya mencapai telinganya

“jangan aegyo padaku karena sudah membuatku menunggu” sehun menolak aegyo yang memang sering dilakuakn temannya itu. Sebagai seorang atlet yang memiliki tubuh ‘fit’ dia cukup sering bertingkah imut kalau-kalau sehun kesal

“yaaaa akukan benar-benar ingin album ini… dia adalah penyanyi favoriteku!” tutur temannya itu bersemangat “dia sangat cantik, suaranya bagus, lagunyapun dia yang buat sendiri!”

Ini bukan yang pertama kalinya sehun mendengar temannya berbicara seperti ini. Mungkin sudah lebih dari sepuluh kali ia bertingkah seperti ini, dan semuanya untuk artis yang berbeda-beda

“ya! Wang Jackson! Sekarang siapa lagi huh?” Tanya sehun

Wajah manispun kembali Jackson pasang di parasnya yang tampan “tubuhnya seksi, wajahnya seksi, suaranya imut, senyumnya seksi. Ah pokoknya dia sempurna”

Sehun menghela nafasnya “jadi kau menyukainya karena dia seksi?”

“ya! Kalau kau melihatnya kau juga akan langsung jatuh cinta padanya! Dia sedang hot hotnya sekarang. Dia debut tahun kemarin dan langsung memiliki banyak sekali fans” tutur Jackson mengebu-gebu “salah satunya aku” senyumnya

“benarkah?” sehun pura-pura tertarik untuk menyindir kelakuan Jackson yang lucu

“oh sehun, kalau kau tidak tertarik saat melihatnya, aku akan menanyakan kejantananmu” Jackson tersenyum penuh cibiran membalas ekspresi sehun yang menyindirnya

Mendengar itu sehun terkekeh “baiklah baiklah aku akan percaya dia cantik, toh tidak hanya satu dua orang artis di korea yang cantik. Jadi bisa saja dia memang sangat cantik” angguk sehun tak mau memperpanjang pertengkaran simple mereka

Puas dengan apa yang di katakana sehun, Jackson mengeluarkan album yang baru saja dibelinya “ahh krystal ssi.. aku pasti akan menonton saat comeback perdanamu” senyumnya

Tanpa aba-aba sehun langsung menghentikan langkahnya. Ia merasakan sesuatu yang aneh. Apa ia tidak salah mendengar? Siapa? Krystal?

“s-ssiapa kau bilang?” Tanya sehun terbata dengan wajahnya yang sulit dibaca

Jackson yang bingung ikut menghentikan langkahnya “peyanyi kesuakaanku.. krystal”

Dalam hitungan kilat sehun langsung menyambar album yang sedang di pegang Jackson dan melihat covernya. Membuat namja hongkong satu itu terbengong karena baru pertama kali ia melihat sehun seperti ini

“y-ya! Kau kenapa?” Tanya Jackson

Tapi sehun terus saja terpaku pada album yang kini ada di tangannya. Matanya tertuju pada gambar album itu, tak bergeming ataupun berkedip.

“eyyyy aku tahu kau pasti sudah jatuh cinta juga padanya kan?” tebak Jackson merasa menang menemukan jawabannya sendiri “wah hanya dengan mendengar namanya saja kau langsung tertarik untuk melihat orangnya” Jackson menggelengkan kepalanya “krystal memang nama yang sangat hebat cocok dengan orangnya. Pantas saja dia menerima banyak perhatian”

“kau.. kau yakin namanya krystal?” Tanya sehun akhirnya membuka mulutnya meskipun matanya masih tak berubah sedikitpun

Kening Jackson berkerut bingung “tentu saja” jawabnya “kau lihat saja sendiri di albumnya, ada namanya kan? Jung krystal” tunjuknya pada nama yang terukir di album itu

Setelah mendengar dan melihat itu ia kembali terdiam. Ada perang antara otak dan hatinya. Apa ini mungkin? Apa ia mimpi? Apa yang terjadi sebenarnya? Ini adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin baginya

^_^

Rumah kos yang mereka tinggali memang bukanlah rumah yang besar. Cukup dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur yang kecil dan ruang tengah seadanya. Tapi menurut mereka itu semua sudah lebih dari cukup. Terutama karena rumah itu sering dipenuhi gelak dan tawa mereka berdua yang memang sangat dekat meskipun baru berteman selama dua tahun

Hanya saja berbeda seperti biasanya. Sesaat setelah pintu rumah terbuka, sehun langsung masuk ke kamarnya tanpa mengatakan apa-apa. Padahal Jackson tau sekali pasti namja itu sangat lapar sekarang. Kenapa demikian? Karena dia juga merasakan perutnya mulai menggedor gedor meminta asupan gizi

Dengan tatapannya yang bingung Jackson melihat sehun yang menutup pintu kamarnya tepat dibelakang punggungnya. “Ya! Kau tidak akan makan?” seru Jackson dari luar

Tapi di dalam kamarnya, sehun tak bergeming. Telinganya bak ditutupi oleh kapas sehingga ia tidak bisa mendengar apapun. Suara yang bisa ia terima hanyalah suara hatinya yang terus saja bertengkar antara kemungkinan yang bisa terjadi

Ia membuka laci meja belajarnya mengeluarkan semua kertas-kertas yang ia punya untuk mencari sesuatu. Tapi sesuatu yang ia cari itu tidak juga muncul. Kemudian ia beralih pada kotak yang tersimpan di pojok ruangan. Ia membukanya dengan cepat dan langsung terdiam kembali. Matanya kini memiliki tatapan yang sama seperti saat melihat album milik Jackson

Tangannya meraih ke dalam kotak itu. Dan mengeluarkan selembar foto dari sana. “tidak.. tidak mungkin” ujarnya pada dirinya sendiri

“bukankah..” ia tak bisa meneruskan kata-katanya “apa aku salah mendengar saat itu?”

^_^

Gelak tawa memenuhi suasana pagi yang segar itu. Taman bermain terlihat tambah indah dengan hadirnya dua gadis cilik yang cantik dengan senyum mereka yang manis. Dua gadis yang berpakaian sama itu dengan riangnya melompat lompat di atas trampoline. Rambut coklat mereka yang sebahu meliuk liuk melawan gravitasi karena terkena angin

Tak ada yang menemani mereka saat itu. Kedua orang tua mereka sangat sibuk sehingga mereka hanya bisa bermain bersama sepanjang waktu. Tapi itu bukanlah masalah bagi mereka, yang terpentng adalah mereka bersama dan memiliki satu sama lain

“hei! Kau mau bermain ayunan? Biar aku yang dorong” ujar salah satunya menarik tangan gadis yang lain

Dengan menurut dan hati yang riang gadis itu menurut dan duduk di atas ayunan, sedangkan yang satunya lagi memposisikan dirinya di belakang ayunan untuk mendorong

“kau siap yaaaa 1.. 2.. 3..!!” iapun mendorong dengan sepenuh hati sehingga gadis yang duduk di ayunan itu merubah tawanya menjadi jeritan

“aku takuut!!” serunya

“tenang saja ada aku” ujarnya namun semakin lama ia mendorong semakin tinggi hingga

“AAAAAAAKKK”

Ruang gelap menyapanya. Ia yakin matanya sudah terbuka, namun yang bisa ia lihat hanyalah cahaya lampu yang masuk dari ruang tengahnya. Ia meraba ranjang yang ditidurinya, sebuah guling langsung ia tarik ke dalam pelukannya.

Mimpi itu….

Setiap kali ia merasa bahagia, setiap kali pula kesedihan itu mengetuk hatinya, dan setiap kali kesedihan itu mengetuk, setiap kali itu pula mimpi itu datang

Air mata sudah menggantung di pelupuk matanya. Namun tetesan itu kembali masuk ke dalam saat ia merasakan suara ponselnya bergetar di samping meja lampunya. Dengan cepat ia mengambil ponselnya dan menyadari bahwa itu adalah telepon dari managernya

“ne oppa” jawabnya

“kau sudah bangun? Jadwalmu akan dimulai satu jam lagi. Jadi lebih baik kau siap-siap dan langsung datang ke perusahaan”

“ah ia baiklah, aku akan segera kesana” tuturnya langsung menyimpan kembali ponselnya. Selama karirnya ia tidak pernah dijemput ke atau diantar ke apartemennya tak ada yang tahu dimana tempat tinggalnya kecuali dirinya

Setelah turun dari kasurnya ia langsung menuju kamar mandi untuk bersiap-siap. Dalam waktu setengah jam iapun selesai dan kembali mengambil ponselnya di atas meja. Sambil berjalan keluar apartemen ia memencet beberapa nomor di ponselnya

“unnie” ujarnya saat ponselnya menempel di telinganya “aku sedang berangkat sekarang, kau sudah di tempat biasa kan?”

^_^

“krystal!” seru seorang namja yang selama satu tahun ini sudah menjadi managernya

Yeoja berambut putih blonde itu mendekati namja itu tanpa ekspresi “ne?”

“hmm.. hari ini” tuturnya sambil membaca buku schedule yang selalu ia bawa dengan hati-hati. Karena jika buku itu hilang semua pekerjaannya akan berantakan “pertama kau akan ada persiapan untuk first stage combackmu, lalu setelah latihan selesai kau langsung pergi untuk pemotretan majalah. Setelah itu kau bisa kembali lagi ke acara music untuk tayangan livenya”

Krystal mengangguk mengerti “baiklah, jadi sekarang kita langsung ke acara music?”

Manager itu mengangguk “aku akan menyiapkan mobilnya dulu, nanti kau tunggu di depan ya”

Memperlihatkan jempolnya, krystal mengisyaratkan bahwa ia mengerti. Membiarkan managernya itu mengambil mobil ia menenggak sedikit air mineral yang ia bawa

“hei krystal!” seru seseorang dari belakangnya. Yeoja cantik itu berbalik dan menemukan seorang namja dengan tubuh yang tinggi dan wajah yang tampan mendekatinya. Dengan senyumnya yang cerah matanya membulat berbinar

“hei oppa” senyum krystal menyapa balik namja itu mereka saling memberikan tos kepada satu sama lain. Setelah dua tahun yang lalu mereka bertemu, hubungan mereka terjalin dengan baik. Menjadi dua artis kebesaran di perusahaan mereka membuat mereka bisa saling mendukung satu sama lain

“selamat atas comebackmu, aku sudah mendengar lagu dan melihat music videomu. Dan itu amazing!”

Krystal terkekeh renyah “kau berlebihan oppa”

“aku serius” tuturnya “oh ia, schedulemu apa saja hari ini?”

“manager oppa mengatakan kalau aku juga ada pemotretan majalah selain comeback stageku” jawab krystal

Namja tampan di hadapannya itu tersenyum misterius. Krystal sendiri tak mengerti apa maksud dari senyuman itu. Tapi ia tak berniat untuk menanyakannya

“minhoya!” seseorang berseru memanggil namja itu

“aku harus segera pergi, aku duluan ya” ujar minho menepuk lembut bahu krystal sebelum pergi sambil melambai dan tersenyum manis

^_^

Sambil memandang keluar jendela, ia merasakan pahanya ditusuk-tusuk, lalu ia mendengar

“sehunah..!”

Setelah ia menoleh ia kembali menyadari bahwa jackson tengah duduk bersamanya di dalam bus menuju kampus “kau tidak apa-apa? Setelah kemarin malam kau jadi terdiam terus” Tanya Jackson khawatir

Sehun menggeleng “tidak.. aku tidak apa-apa”

Jackson menghela nafasnya dengan bibir yang ia majukan sedikit, sungguh pemandangan yang jarang dari seorang atlet fancing “kalau kau memang langsung jatuh hati pada krystal saat melihat albumnya aku tak apa-apa. Aku bukan seperti fans gila lainnya yang tidak memperbolehkan orang lain juga menyukai idola kesukaanya. Lagipula kau temanku, menyukainya bersamamu pasti akan menyenangkan”

Mendegar itu semua sehun langsung meledak dalam tawa. Ia tak menyangka jika temannya itu masih berpikiran bahwa ia juga jatuh hati pada krystal dan takut jika Jackson tidak memperbolehkannya menyukai artis yang sama dengannya. Ya meskipun tidak semuanya itu salah “bukaaan, bukan begitu”

“so why?” Tanya Jackson penuh tekanan “kau membuatku bingung, kau tahu?”

Sehun tersenyum “tidak. Hanya saja aku harus memastikan sesuatu dulu” tuturnya lalu membuang wajahnya dari Jackson “ada yang harus aku pastikan, harus” ucapannya kini lebih untuk dirinya sendiri

Ia yakin tidak akan bisa tenang jika dia sendiri tidak memastikannya. Terlalu banyak potongan-potongan aneh yang menunggu untuk dipasangkan olehnya layaknya puzzle. Otaknya tak bisa begitu saja melepaskan apa yang terus bergulatan di dalam hatinya. Seperti jus, kini kehidupannya kembali bercampur dengan masa lalunya. Sesuatu yang harus ia perjelas, sesuatu yang ia harap bisa membuatnya bertemu kembali dengan seseorang

^_^

Duduk di depan cermin selama berjam-jam bukan lagi hal yang aneh baginya. Berbagai pemulas menempel di wajahnya yang sudah natural cantiknya. Memperjelas lekuk wajahnya yang sempurna, memerahkan bibirnya dengan warna merah darah segar, memeronakan pipinya yang tirus, membuat matanya menjadi searogan mungkin. Hatinya terkadang tersentak dengan penampilannya sendiri

Sebenarnya ia tidak memerlukan pakaian yang minim untuk terlihat sexy, dengan tatapan matanya dan ekspresinya semua bisa langsung merasakan aura sensual yang memikat. Hanya memakai kaus kelonggaran dan hot pants, dia bisa mengeluarkan auranya dengan sangat baik. Tak salah jika banyak tawaran pemotretan majalah ataupun endoser merk pakaian dan make up.

“waah kau selalu terlihat cantik di dalam image apapun. Aku yakin dengan image lugupun kau akan sangat menarik” ujar seorang salah satu yeoja yang memberikan waktunya untuk memoles wajah krystal

Tersenyum singkat krystal memandang wajahnya di cermin “terimakasih, tapi aku bukan orang lugu”

“tentu saja! Dari atas sampai bawah kau yeoja yang penuh karisma” tiba-tiba suara lelaki masuk ke dalam ruangan ganti khusus itu “aku tahu sekali itu” lanjutnya setelah berdiri tepat di belakang krystal. Ia memandang krystal melalui cermin dan tersenyum penuh karisma

“oppa?” kaget krystal saat melihat siapa yang datang “minho oppa apa yang kau lakukan disini?”

“omo! Kau tidak tahu jika pemotretan kali ini adalah pemotretan couple?” Tanya yeoja yang memujinya tadi

Masih kebingungan krystal menggeleng “tidak, manager oppa tak mengatakan apapun padaku” jawabnya, ia berbalik kearah minho “oppa, kenapa kau tidak memberitahuku di perusahaan tadi pagi?”

Minho mengangkat bahunnya asal “untuk apa? Bukankah seperti ini lebih menarik?”

^_^

“oke! Semuanya sudah siap?” suara namja yang memegang kamera berseru dengan semangatnya. Namja yang mengepalain pemotretan kali ini terlihat sangat sumringah karena akhirnya ia bisa memakai yeoja dan namja yang sedang naik daun ini. Ia yakin pemotretannya kali ini akan menyita banyak perhatian

Krystal dan minho sudah siap dengan posisi mereka masing-masing. Dengan diberikan sebuah sofa mereka duduk berdekatan tanpa kata dan siap mengerjakan pekerjaan mereka dengan professional.

“aku ingin konsep kali ini lebih sensual ya, lagipula kalian sudah dewasa jadi tidak akan ada masalah akan hal itu kan?”

“nee” jawab dua pasang beda gender yang layaknya memang sudah ditakdirkan untuk bersama

Pemotretanpun dimulai jepretan kilat dari lighting terlihat beberapa kali. Krystal menyandarkan setengah badannya ke tubuh minho yang atletis itu. Dengan wajah yang ia buat setengah lelah itu membuat konsep semakin pas dipadukan dengan rambutnya yang sengaja dibuat berantakan

Salah satu tangan minho menyelip kebelakang pinggang krystal dan meraup pergelangan tangannya dengan erat. Terdengar decakan puas dari sang photographer. Pekerjaannya tidak akan terlalu sulit jika ia bekerja dengan dua orang ini, pikirnya.

“bisakah krystal duduk di atas pangkuan minho?” pinta sang photographer

Dengan langsung dua orang itu mengikuti perintah. Krystal duduk di paling pojok sofa sedangkan kakinya terdampar di atas pangkuan minho. Saat sedang mempersiapkan posisi, mata mereka saling bertemu. Dengan otomatis minho tersenyum melihat situasi yang terkadang bisa saja berubah menjadi sedikit awkward. Krystal membalas senyum itu dengan senyum tipisnya. Dengan natural ia melingkarkan lengannya di leher minho

“bagus!” seru photographer itu dengan penuh kepuasan yang sepertinya baru ia rasakan untuk yang pertamakali “ambil atmosfernya!”

Masih dengan saling tatap, keduanya menyelami situasi yang ada. Dalam diam, sedikit demi sedikit minho memajukan tubuhnya kearah krystal. Membuat kedua kening mereka menempel, membuat keadaan langsung hening karena terbawa suasana, dan juga membuat sang photographer berteriak girang di dalam hatinya

“bagus! Aku sangat suka pada foto-foto ini. Bagaimana jika sekarang ganti pakaian selanjutnya?” senyum photographer itu

“ne” jawab kedua orang yang layaknya boneka itu

Krystal turun dari pangkuan minho dan mulai berjalan menuju ruang gantinya

“kau lumayan juga ya”

Krystal menoleh “itu yang namanya professional, kau juga professional kan oppa?”

“tentu saja” senyum minho “kita tunjukan seberapa professional kita”

Merekapun berpisah menuju ruang ganti masing-masing. Dengan pakaian yang lebih rapi keduanya menggunakan dresscode berwarna hitam. Sebuah mahkota bunga bertengger di kepala krystal dengan cantiknya. One peace hitamnya yang membuatnya tampak glamor menempel pas di tubuhnya yang langsing

“waktu ganti bajumu sangat lama” tutur minho yang ternyata sudah terduduk di kursi yang kini menggantikan sofa. Ia tersenyum memandangi krystal yang berjalan mendekatinya

“wanita memang butuh waktu lama untuk berganti pakaian” jawab krystal

Minho memandang krystal dari atas sampai bawah “tapi kau tidak memiliki banyak pakaian untuk dipakai” ujarnya penuh maksud

Sambil tersenyum miris krystal mengibaskan rambutnya kebelakang “terkadang aku lupa kalau kau mesum”

“ya! Itu bukan mesum. Itu namanya perhatian”

“aku tidak butuh oppa untuk memperhatikan pakaianku” tutur krystal tersenyum miring sambil mulai menyeting posisinya. Ia berdiri di belakang minho dan menyimpan tangannya di bahu sang namja

“oke!” sepertinya suara kegirangan sang photographer masih terdengar “kita mulai ya”

Mendengar kata itu, keduanya dengan langsung memasang wajah photo mereka. Krystal melingkarkan lengannya di leher minho. Memeluknya dan menempelkan wajahnya ke kepala minho. Di lain pose, minho yang duduk saling berhadapan dengan krystal. Ia meyandarkan kepalanya ke dada krystal, disaat krystal merengkuh wajah tampan lawan pemotretannya itu

Untuk yang kesekian kalinya sang potografer berdecak puas. Ia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya “berkat kalian pekerjaanku jadi lebih mudah” tuturnya “kemarilah lihat hasil foto kalian”

Keduanya datang untuk memeriksa. Bagaimanapun juga mereka manusia, minho langsung membulatkan matanya saat melihat hasil foto yang diambil “omo!”

“kyaaa.. sangat bagus. Aku sangat suka” ujar photographer itu

Melihat hasilnya, krystal lebih banyak terdiam. Disaat seperti ini hatinya selalu tidak karuan. Ia tak tahu perasaan apa yang harus ia miliki sekarang. Senang? Bangga? Malu? Puas? Ia tidak tahu karena bukan dialah pemilik perasaan ini yang sebenarnya

“kita bekerja dengan bagus” minho mengangkat tangannya kearah krystal

Dengan santai krystal menerima tos itu lalu tersenyum “kau sudah bekerja keras oppa”

“kau juga” ucap minho sambil mengusap kepala krystal

^_^

Kelas akhirnya usai. Nampaknya semua siswa bersorak di dalam hatinya. Sangat terlihat di wajah mereka masing-masing yang lebih sumringah daripada saat pagi hari

“kau mau kemana?” Tanya sehun bingung melihat temannya yang terlihat buru-buru sekali membereskan buku-bukunya

“aku mau menonton stage comeback perdana krystal. Kau mau ikut?” Tanya Jackson penuh semangat

Setiap kali ia mendengar nama itu hatinya bergetar, entah perasaan apa itu tapi selalu saja suasana hatinya berubah “tidak, kau saja. Aku harus pergi ke suatu tempat”

Jackson menaikkan halisnya “benarkah? Kau tak akan menyesal?”

Sehun tersenyum mengiakan “tidak, sudah sana pergi sebelum terlambat” tuturnya “oh ia, kau tak apa kan kalau di apartemen sendirian untuk beberapa hari?”

“apa maksudmu?”

“sepertinya aku akan mengambil cuti kuliah. Aku akan pulang ke rumah orang tuaku untuk beberapa hari. Tidak akan lama kok, aku janji”

“waeeeee??? Jangan membuatku sirik karena kau bisa pulang ke rumah orang tuamu” Jackson cemberut sedih

“mianhee.. aku tidak bermaksud seperti itu sama sekali. Hanya saja aku rasa sudah sangat lama tidak menemui orang tuaku. Jadi aku ingin pulang untuk beberapa hari” sehun berusaha membuat Jackson mengerti

Setelah menghela nafasnya jacksonpun mengangguk “baiklah, tapi janji ya tidak akan lama-lama. Atau tidak aku akan menyusul ke rumahmu dan ikut ambil cuti juga di sana”

Sehun terkekeh “ia ia aku mengerti” sambil melambai ia membiarkan Jackson pergi meninggalkannya. Di dalam hati ia berharap Jackson baik-baik saja meskipun sendirian di rumah. Kini gilirannya mengambil tas dan beranjak dari kursinya. Dengan tas yang ia sampirkan di punggung ia berjalan menuju ruang rector untuk meminta cuti kuliahnya. Mungkin seminggu akan cukup.. tidak, harus cukup. Ia tak bisa bertanya-tanya lebih lama lagi

^_^

Mungkin sudah lebih dari tiga bulan ia tidak melihat rumah ini. Begitupula orang-orang yang tingal di dalamnya. Meskipun ia tetap sering berbicara dengan mereka lewat telepon, namun berbeda rasanya dengan bertemu langsung. Ia merasakan dirinya mulai bersemangat bahkan saat mulai memasuki daerah rumahnya sejak kecil itu

“anyonghaseyoo eommaa appaaa aku pulang” serunya ceria

Dengan hitungan yang sangat singkat pintu utamapun langsung terbuka. Menampilkan wajah cantik nan lembut seorang yeoja berusia sekitar limapuluhan dengan ekspresi kaget

“sehunah! Bagaimana bisa kau disini?” kaget ibunya tak menyangka akan melihat sosok anak satu-satunya itu di depan rumahnya

Sehun tersenyum lembut “eomma, apa kau tidak senang karena aku pulang?” tanyanya menghampiri ibu yang sangat disayanginya itu. Ia memeluknya erat karena rasa rindunya yang sudah menumpuk “aku merindukanmu eomma”

Lengan ibunya terangkat dan membalas pelukan sehun, dengan lembut ia mengusap punggung anak tampannya itu “eomma lebih merindukanmu lagi.. kau baik-baik saja disana kan?”

Masih di dalam pelukan ibunya, sehun mengangguk “tentu saja, eomma bisa mengandalkanku” tuturnya lalu melepas pelukannya “dimana appa?”

Mengantar anaknya masuk ke rumah, ia membiarkan anaknya merangkulnya dekat dan hangat. Jika karena tak ingin merusak suasana pasti ia sudah akan menangis karena bahagia bisa melihat anaknya lagi. Tapi bukankah seharusnya ia menyambut sehun dengan senyuman bukannya tangisan?

“appa sedang di toko, kenapa kau tidak bilang dulu jika akan pulang?” Tanya ibunya

Sehun menyimpan tas bawaannya ke lantai kayu rumah mereka. Rumah yang sudah menonton dan merekam semua pertumbuhannya sejak lahir “tentu saja ingin memberikan kejutan pada eomma dan appa”

Ibunya tersenyum senang, ia mengelus kepala anaknya yang sudah jauh menjulang tinggi daripadanya “kau sedang libur huh?”

“aku mengambil cuti selama seminggu eomma, aku ingin bertemu dengan semuanya disini” tutur sehun

“kalau begitu berganti pakaianlah dan pergi ke toko, pasti appamu akan sangat senang melihatmu disini” ibunya menyentuh jaket yang ia kenakan dengan lembut. Senyumannya selalu bisa membuat sehun merasa tenang. Dan ia tak pernah mau senyuman itu hilang dari wajah ibunya

Sehun mengangguk “tentu saja”

Ia masuk ke dalam kamarnya. Tanpa membereskan barang bawaannya ia hanya menyimpan asal tasnya itu di pojokan kamar. Sebenarnya ia tidak perlu membawa banyak baju, karena sebagian besar bajunya masih ada di rumah. Jadi ia bisa berganti pakaian dengan nyaman disini.

Daerah kelahirannya ini adalah sebuah daerah yang kecil. Sehingga hampir semua yang tinggal di daerah itu saling mengenal satu sama lain. Bahkan saat ia meninggalkan tempat ini dua tahun yang lalu banyak sekali yang datang untuk mengucapkan selamat dan doa mereka

Terutama sebagai seorang anak yang memiliki paras tampan, dan tubuh yang tinggi. Ia menjadi favorite para orang tua yang menginginkannya untuk dijadikan menantu. Belum lagi appanya yang memang memiliki toko ramyeon di daerah ini. Bisa dibilang tak ada orang yang tak mengenalnya

Masuk ke dalam toko miliki keluarganya, semua pembeli otomatis langsung mengalihkan mata mereka pada seorang namja tampan yang baru saja masuk. Semuanya pasti bertanya-tanya di dalam hati siapakah gerangan namja tampan dengan kulit yang putih dan di sempurnakan dengan tubuh yang tinggi itu

“selamat data-“ suara seorang namja bergantung di udara saat melihat siapa yang datang

“appaa!” seru sehun sambil tersenyum cerah

“sehunah! Oh sehun!” ayahnya ikut berseru dengan girangnya. Lupa bahwa di toko tidak sedang sepi

Kedua namja yang cukup mirip itu saling bepelukan erat. Siapapun akan percaya bahwa memang buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Terlihat sekali darimana sehun mendapatkan tubuh yang tinggi dan wajah yang tampan

“yaa! Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak kuliah?” Tanya ayahnya sambil memukul pelan bahu anaknya yang tetap saja sudah lebih tinggi darinya

Sehun terkekeh melihat ekspresi kegembiraan campur kaget ayahnya itu “aku mengambi cuti seminggu appa. Jadi aku ingin tinggal disini”

Senyum ayahnya itu sampai hingga telinganya “baguslah! Aku sudah sangat merindukan anakku ini. Lagipula sepertinya jika kau membantuku disini, appa yakin toko akan semakin ramai”

“sepertinya tanpaku juga tempat ini tetap akan ramai”

^_^

Sambil menghapus makeupnya seorang hair dresser mengembalikan rambutnya kebentuk semula. Yang lainnya sibuk menyiapkan pakaian yang akan ia pakai untuk stagenya nanti. Baru saja pemotretan selesai dan ia sudah harus cepat-cepat kembali ke acara music untuk penampilannya.

“krystal ssi..” panggil yeoja yang tangannya dengan lincah menata rambut krystal “boleh aku bertanya sesuatu?”

Krystal menatap yeoja itu dari cermin tanpa menjawab

“kau dan minho ssi berada dalam satu perusahaan kan?” krystal mengangguk mengiakan “berarti kalian sudah sering bertemu ya?”

“ya secara sengaja atau tidak sengaja kami sering bertemu di perusahaan” aku krystal

“jadi.. apa mungkin kalian berdua.. sepasang kekasih?”

“ne?” kaget krystal untuk sesaat merasa cukup kaget mendengar pertanyaan itu

“ani.. hanya saja saat pemotretan tadi aura kalian benar-benar kuat dan bersatu. Entah kalian berdua menyadarinya atau tidak. Tapi seisi studio tadi hening semua, semuanya menahan nafas akibat merasakan aura kalian yang kuat. Kalian sangat serasi”

Sambil tersenyum tipis krystal kembali memandang dirinya di cermin “jika seseorang terlihat serasi bukan berarti mereka harus berpacaran kan?” tutur krystal “itu disebut professional unnie, kita harus selalu terlihat serasi dengan siapapun yang di pasangakan dengan kita di depan kamera”

Yeoja yang berdiri di belakang krystal itu tidak bisa menutupi rasa kagumnya. Bagi seorang gadis muda seperti krystal memiliki prinsip dan pemikiran seperti itu sangatlah hebat. Banyak yang berpikir bahwa pekerjaan sepertinya sangat berat dan berniat untuk melakukannya sesuai caranya. Namun bagi krystal professional adalah yang terpenting

“krystal! Aku sudah tidak memiliki schedule apapun. Aku boleh ikut denganmu untuk menyemangati kan?”

^_^

“makanlah yang banyak sehunah” tutur ibunya sambil menyimpan mangkuk ke atas meja yang sudah dipenuhi dengan banyak makanan

“eomma! Apa eomma tidak memasak terlalu banyak?” Tanya sehun kaget melihat makanan yang ada di mejanya sekarang. Bukan hanya karena makanannya memang banyak tapi juga karena ia sudah terbiasa makan dengan seadanya di rumah sewaan. Jauh-jauh memasak, ia bisa makan makanan instan agar lebih cepat

Ibunya tersenyum sambil duduk di hadapan sehun “tentu saja tidak, kalau saja kau memberitahu ibu kalau kau akan datang pasti ibu akan berbelanja dulu untuk memasak lebih banyak”

“kalau begitu syukurlah aku tidak memberitahumu dulu. Jika tidak aku pasti akan mati kekenyangan disini” kekeh sehun “tapi appa.. apa tidak apa-apa menutup toko lebih awal?” Tanya sehun sambil melihat pintu toko yang kini sudah di tutup rapat. Mereka sekeluarga memutuskan untuk makan malam di dalam toko karena tempatnya lebih luas

Ayahnya mengelengkan kepala sambil mengibaskan tangannya “jangan dipikirkan! Toh besok juga toko buka lagi kan”

Sehun tersenyum tulus “terimakasih appa eomma” baru saja sehun akan melahap makanannya, matanya menangkap bingkai bingkai photo yang berjejer di meja utama toko. Bahkan dari jauhpun ia bisa tahu isi dari photo itu beserta kenangan yang tertinggal disana

Menyadari apa yang anaknya lihat. Ibu sehun tersenyum dengan wajah sedihnya “aku penasaran bagaimana kabarnya sekarang. Eomma bahkan sudah menganggap mereka layaknya anak eomma sendiri. Orang tua mereka terlalu cepat meninggalkan mereka, ditambah lagi salah satunya menyusul. Entah sesulit apa yang harus dilaluinya. Dia masih terlalu kecil untuk menerima semuanya” untuk sesaat semua memori masa lalu itu kembali ke pikiran yeoja lembut itu

Mendengar perkataan ibunya, sehun bertanya-tanya apakah ibunya tidak melihat apa yang ada di dunia hiburan sekarang? Apakah kedua orang tuanya ini tidak tahu apa-apa?

“eomma appa.. apa kalian tidak menonton tv belakangan ini?” Tanya sehun hati-hati

“em? Televisi?” ibunya menggeleng “eomma dan appa tak memiliki banyak waktu untuk menonton. Kami sibuk di toko”

Benar, orang tuanya tak tahu apa-apa. Jika mereka tahu, pasti semuanya tidak akan setenang ini. “eomma… apa kau tidak mendengar berita apa-apa tentang..” sehun menggantung perkataannya di langit-langit. Terlalu sakit bagi dirinya bahkan hanya untuk mengatakan namanya “soojung?”

Dengan wajah sedih dan kecewanya ibunya menggeleng “sayangnya tidak, kau tahu sendiri sejak ia dibawa kembali ke san fransisco dia tidak pernah lagi menghubungi kita. Dia bahkan tidak meninggalkan sesuatu untuk kita hubungi” tutur ibunya “aku benar-benar khawatir akan kehidupannya sekarang, terutama setelah kepergian krystal”

TBC

5 thoughts on “Top Secret part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s