Triangle

unnamed

Author : NANANA

Tittle : Triangle

Genre : Romance, Brothership, life

Cast : Luhan EXO, Sehun EXO, Yoona SNSD

Length : Oneshoot

SEHUN POV

Aku sedang menunggu Luhan hyung yang sedang melunasi biaya rumah sakit di lobi. Aku telah selesai menjalankan operasi untuk kanker lambungku seminggu yang lalu. Saat ini, aku sudah bisa pulang ke rumah. Satu hal yang masih membuatku bingung hingga saat ini, darimana ia mendapat uang. Namun, ia berkata hal itu tak penting untuk aku ketahui, yang terpenting adalah aku sudah sembuh dan bisa pulang ke rumah sekarang.

Beberapa menit sudah menunggu, tapi Luhan hyung belum juga kembali. Aku menunggu sedari tadi sambil sedikit menundukkan kepalaku. Selang berapa detik, terdengar langkah kaki seseorang yang berjalan mendekat ke arahku. Itu pasti Luhan hyung. Aku mengangkat kepalaku cepat, tapi itu bukan Luhan hyung.

“maaf, bisa bertanya. Dimana letak kamar nomor 203?”

“ak….aku tidak tahu. Tanya saja ke bagian informasi”

“begitu ya, kalau begitu terima kasih”

Gadis itu berlalu dari hadapanku dengan tersenyum. Senyuman yang sangat menenangkan. Dia begitu cantik, dan lembut. Hatiku berdebar saat ia menatapku tadi. Mampu membuat pertahanan ku runtuh. Mengingat selama ini tidak ada satupun gadis yang bisa membuatku seperti ini. Aku terus melihat langkah kakinya yang semakin menjauh. Dia tampak seperti seorang bidadari.

“hei, ayo pulang”

“hei”

“ya, sehun”

“oh sehunnnnnn”

Aku mengerjapkan mataku berkali kali. Kembali lagi ke alam nyata yang sesungguhnya. Saat ini didepanku ada luhan hyung yang tampak memperlihatkan ekspresi tanda tanya. Aku hanya membalas menatapnya dengan tatapan yang malas

“kau memikirkan apa?”

“kau lama sekali, aku jadi mengantuk”

“maafkan aku. Tadi aku harus mengantri dulu”

—___—

“kau begitu bersemangat ke sekolah”

“aku sudah lama tidak bertemu teman temanku”

“tadi malam aku melihatmu senyum senyum sendiri. Apa yang membuatmu seperti itu?”

“aku memikirkan seseorang”

“benarkah??? Siapa?”

“Seorang gadis”

“GADISSSSSSS???????”

Pekikan luhan hyung yang bagai halilintar mampu membuatku tersadar. Apa yang kubicarakan tadi, aku pasti akan diejek-ejek olehnya. Kenapa bisa aku menjawab pertanyaannya semudah itu. Omonganku sungguh tidak jelas.

“katakan padaku siapa gadis itu oh sehun”

“gadis apa?”

“kau bilang memikirkan seorang gadis. Katakan padaku siapa dia?”

“tidak, maksudku, aku hanya teringat teman perempuanku yang kemarin aku lihat dia sedang di rumh sakit”

“kau berbohong”

“tidak kok. Kau ini banyak tanya sekali”

“awas kau ya, jika aku tahu siapa gadis itu, aku pasti akan mengolok-ngolokmu”

“terserah kau mau bicara apa”

“se…”

“aku berangkat”

—___—

AUTHOR POV

Sehun tampak merutuk rutuk kesal dengan menendang nendang sepedanya. Kenapa harus seperti ini, selalu saja ranta sepeda ini yang menjadi masalah. Luhan hyung belum berangkat ke sekolah. Mereka biasanya berangkat bersama. Namun, karena sehun terlalu pagi, mereka tidak pergi sekolah bersama.

“aku benci sepeda seperti ini”

“apa yang kau lakukan, butuh bantuan?”

Sehun memalingkan wajahnya dan mendapati seorang yeoja yang tersenyum padanya. Senyuman yang sama seperti di rumah sakit kemarin

“kau”

“apa rantai sepedamu lepas. Kau tidak bisa memasangnya ya?”

“ehhh???”

“kalau begitu, biar aku yang memasangnya”

Gadis itu berlutut dan memegang rantai sepeda sehun. Ia memasang rantai pada tempatnya yang semestinya, kemudian ia perlahan lahan memutar kayuhan sepeda agar rantai bisa terpasang sempurna

“selesai” ungkapnya

Sehun hanya menganga melihat itu semua. Wanita bisa memasang rantai sepeda

“terima kasih, kau baik sekali”

“aku harus ke halte bis. Jika tertinggal bis aku kan telat ke sekolah”

Gadis itu perlahan mulai berjalan sampai Sehun berteriak lagi padanya

“kau, bagaimana jika berangkat bersamaku. Kau bisa berdiri di belakang. Spedaku tidak ada tempat untuk membonceng orang jadi kau harus berdiri. Tapi tenang, tempat menopang kakimu ada di sini”

“bolehkah aku naik?”

“kau berseragam sekolah yang sama denganku. Kau bersekolah di tempatku juga kan?”

“benar. Kalau kau tidak keberatan. Baiklah”

Dalam hati sehun benar benar senang, bisa membonceng gadis ini. Gadis yang sedari malam ia pikirkan. Ia tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi.

“kau pegang pundakku agar tidak jatuh”

Sehun mulai mengayuh sepedanya. Awalnya ia sangat bersemangat menggoes sepeda, tapi baru berjalan sekitar 200 meter saja ia mulai kewalahan, terlihat karena ia menggoes sepeda dengan pelan

“kau lelah ya?”

“ti…tidak kok”

“jangan bohong. Aku tahu kau lelah. Berhentikan sepedamu disini”

Sehun sempat terkejut mendengar perkataan yeoja ini. Ia mengira jika yeoja ni marah padanya. Apa yang telah dilakukannya. Ia mengecewakan seorang yeoja yang benar-benar sangat ingin dia kenal

“maafkan aku” ungkap sehun setelah yeoja itu turun

“untuk apa? Sekarang, kau juga harus turun dari sepedamu. Biar aku yang membawa sepeda dan kau bisa berdiri di belakang”

“mwo?”

“kau terkejut?”

“apa kau bisa?”

“jangan remehkan kemampuanku”

“oke, baiklah”

—___—

“kau benar-benar hebat”

“kau harus masih banyak belajar. Aku harus segera ke kelas sekarang”

“aku juga akan ke kelas”

—___—

“sehun, ayo pulang. Kau sepeti menunggu seseorang”

“sudahlah, hyung pulang saja duluan”

“tapi…”

“pulang saja sekarang”

“aishhh baiklah”

Sehun lantas menunggu seorang yeoja tadi. Ia berniat ingin pulang bersama yeoja itu. Ia merasa sangat bodoh karena tidak menanyakan nama yeoja itu, bahkan ia sama sekali tidak bertanya di mana kelasnya. Bagaimana mungkin ia menunggu sesuatu yang tidak pasti.

Seorang gadis lewat di depannya. Ia pun memanggil gadis tersebut

“hey”

“mwo?”

“apa kau tahu?”

“tahu apa?”

“gadis yang rambutnya diikat kuda, berwajah cantik, sedikit tomboy, tapi dia baik dan senyumnya manis”

“yaaaa, kau menjelaskan ciri-ciri yang tidak masuk akal. Membuang-buang waktuku saja”

Gadis itu berjalan melangkah, sebelum akhirnya Sehun bicara lagi

“dia murid baru”

“kau sakit di rumah sakit selama 3 bulan. Banyak murid baru yang masuk dalam kurun waktu selama itu”

“itu tidak lama”

“itu lama. Bahkan ada yang mengiramu pindah sekolah. Apa mungkin juga ada yang mengiramu sudaaahhh….”

“tutuplah mulutmu. Kau pergi saja sekarang”

“menurutku kau tidak tampat dengan wajah seperti itu. Jangan semaunya pada waanita. Kupikir hyungmu lebih tampan”

“aku tidak akan merestui sekalipun hyungku menyukaimu”

“dasar kau ya”

—___—

Nihil. Hasilnya sungguh nihil. Sehun tidak menemukan gadis itu dimanapun. Ah, lagian kenapa pula dia seerti ini. Tidak pernah ia seperti ini pada seorang gadis. Gadis ini membuatnya sungguh penasaran. Ah, lagian siapa suruh ia berwajah cantik.

“kau baru pulang? Memangnya kau menunggu siapa?”

“nihil hyung”

“maksudmu?”

“gadis yang kutunggu tidak datang”

“hahhhhh?

“empttt, mak…maksud..ku. aah sudahlah hyung, aku kekamar dulu”

“kau berhutang Sehun, siapa gadis itu”

—___—

Bersih-bersih rumah adalah hal yang paling membosankan bagi seorang Oh Sehun. Luhan hyung membangunkannya pagi- pagi dan sekarang membersihkan rumah. Dan yang lebih mengenaskan, ia disuruh membersihkan gudang

Saat membersihkan arsip-arsip Luhan hyung waktu SMP, sehun melihat ada foto sekelasnya disana. Sehun pun memerhatikan satu per satu orang yang ada di foto tersebut. Matanya membulat dan terhenti saat melihat seorang yeoja berfoto dengan senyumnya yang manis. Yeoja yang dikaguminya sekelas dengan Luhan hyung saat SMP. Ia pun berlari menemui Luhan hyung untuk menanyakan  yeoja ini

“luhan hyung”

“ada apa?”

“sebenarnya, gadis yang kubilang dari kemarin….”

“siapa, katakan padaku”

“ini dia”

Sehun memperlihatka foto bersama sewaktu luhan masih SMP dan menunjuk gadis yang dibicarakan. Luhan yang melihatnya sangat terkejut melihat Sehun menyukai gadis ini

“dia, siapa namanya?”

“na…na….na….ma…nya Yo…Yoona”

Sehun tampak mengingat ngingat nama ini

“bukankah sekarang dia ada di sekolah kita”

“ya, dia sekelas denganku”

“jinjja, hyung. Sepertinya aku menyukai Yoona”

END

Or sequel???????

Komen nya dulu ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s