Thirteen Part 7

ccc

Nama : doraemon

Judul : Thirteen

Tag : all member exo

Genre : family, action, friendship, fantasy

Length : Chapter

—–

THIRTEEN ( chapter 7 )

Raja Zattur menggelengkan kepalanya “sekarang bukan saat yang tepat, tunggulah sebentar lagi. Tunggulah sampai mereka benar-benar bersama. Kita bukan hanya menyakiti fisik mereka tapi juga hati mereka“

—–

Kris dan yang lain memutuskan untuk belum memberitau siapa Clairine sebenarnya sekarang, mereka akan mencari waktu yang tepat, sampai waktu itu datang mereka akan bersikap seperti biasanya.

“hyung, apa kau membuatnya untukku ?“ Tanya Sehun saat melhat D.O datang dengan membawa segelas susu

“tentu saja tidak, aku membuatnya untuk clarine. Aku akan memanggilnya dulu“ D.O meletakan gelas berisi susu itu diatas meja “jangan ada yang meminumnya, jika ada aku tidak akan memasak selama satu minggu!“

Sehun, Kai, Tao, Chanyeol, dan Baekhyun yang ingin mengambil gelas itu langsung membatalkan keinginannya

“ah.. lebih baik tidak meminumnya dari pada harus tidak makan makanan yang enak selama satu minggu“ seru Chanyeol

D.O mengetuk pintu Clairine namun tidak ada jawaban, dia membuka pintu itu yang ternyata tidak terkunci “Clairine, kau ada didalam ?“

tetap tidak ada jawaban, D.O mulai cemas apalagi setelah dia mengetahui semuanya sekarang.

D.O menemui yang lain dengan wajah cemas “Clairine tidak ada dikamarnya!“

Sehun melihat jam yang tertempel di dinding “sekarang masih pukul 10 pagi, dia pasti masih tertidur“

“tidak Sehun, aku sudah masuk kekamrnya tapi dia tidak ada didalam“

Chen menoleh kesebelahnya “Kai kau harus…“ namun ternyata Kai sudah tidak ada disebelahnya lagi

Tak lama Kai muncul “Clairine tidak ada ditaman“

“apa dia tidak bersama Ace ?“

“tidak hyung, Ace sedang ditaman sekarang dan Clairine tidak ada disana“

Semua tampak cemas karena tidak mengatahui dimana keberadaan Clairine.

“Zuka, ah.. maksudku pak kim, dimana clarine ?“ Tao langsung menanyakan clarine saat melihat Zuka datang mendekati mereka.

“ iya! Dimana dia ? dia tidak dikamarnya ataupun ditaman “

Zuka tersenyum melihat 12 pria ini sangat mencemaskan Clairine “tenanglah, satu atau dua minggu kedepan dia tidak ada berada dirumah“

“bagaimana kami bisa tenang jika Clairine tidak berada dirumah, lalu dia dimana ?“ Xiumin terliaht benar-benar cemas

“dia akan pergi ke Jepang untuk pekerjaan dan akan pergi kesuatu tempat“

Baekhyun bingung “suatu tempat ?“

“iya, dia suka pergi sendiri kesuatu tempat, aku juga tidak tau dimana. Terkadang dia suka menyendiri“

“kapan dia pergi ? kenapa tidak membangunkan kami saat dia pergi ?“

“dia pergi pagi-pagi sekali, dia menyuruhku untuk tidak membangunkan kalian“

“ah.. Clairine benar-benar bisa membuat semua orang cemas“ Luhan menjatuhkan tubuhnya ke sofa

“sebenarnya ini adalah waktu yang bagus untuk kalian“

“bagus untuk kami ? maksudnya ?“

“iya, kalian bisa memikirkan bagaimana cara memberitaukan semuanya kepada Clairine“

Zuka menundukan sedikit kepalanya lalu pergi meninggalkan mereka.

—–

Luhan dan Chen sedang sibuk memperbaiki mobil mainan yang rusak

“kenapa kalian terus membuat mobil mainan ini rusak ? kalian memainkannya atau merusaknya!“ Luhan kesal melihat Tao, Sehun, dan Kai yang sedang duduk manis dihadapannya dan Chen yang sibuk memperbaiki mobil mainan.

“iya! Jika clarine pulang dan melihat banyak mobil mainannya rusak, apa yang akan kalian katakan!“ Chen juga terlihat kesal.

“hyung, itu bukan salah kami. Salahkan Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung”

“benar hyung, salahkan mereka saja. Kenapa mereka selalu mengajak Ace main disembarang tempat“ Sehun menambahi ucapan Tao.

Baekhyun dan Chanyeol berjalan kearah 5 pria itu tapi Baekhyun menyadari sesuatu, dia berbisik ke Chanyeol “lebih baik kita tidak kesana Chanyeol, perasaanku tidak enak“

Mereka akan berbalik namun sudah terlihat oleh Luhan “ya! Kalian berdua! Cepat kemari!“

“benarkan dugaanku!“ Baekhyun dan Chanyeol langsung berbalik dan berjalan dengan gugup.

“Habislah aku!”

Luhan langsung menatap Baekhyun dan Chanyeol dengan perasaan kesal “kalian berdua berhentilah berbuat onar!“

“Luhan hyung! Jangan marah pada kami, kami tidak meminta Luhan hyung dan Chen memperbaiki mobil-mobil mainan itu“ Chanyeol mengelak dari kesalahannya dan Baekhyun

“kalian memang tidak memintanya! Tapi lihatlah 3 orang didepanku ini, mereka merengek seperti anak anjing memintaku dan Chen memperbaiki mobil mainan ini“

“jika kalian terus seperti ini, aku akan memberikan petir pada kalian berdua“

Baekhyun dan Chanyeol langsung kaget dengan ancaman Chen “ya! Chen! Kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu! “

“kalian berdua diamlah! Dasar pembuatan onar!“

Mendengar perkatan Luhan, Baekhyun dan Chanyeol segera diam, jika mereka mengeluarkan protes lagi maka habislah mereka berdua oleh Luhan sedangkan Tao, Kai dan Sehun memberikan senyuman kemenangan pada Baekhyun dan Chanyeol.

Tak jauh dari mereka Xiumin hanya mengeleng-gelengkan kepalanya “kenapa aku bisa punya adik seperti Chanyeol yang selalu saja membuat onar“

Lay menganggukan kepalanya setuju dengan perkataan Xiumin “Baekhyun juga tak jauh beda dari Chanyeol. jika Baekhyun menggunakan kekuatannya, aku yakin iklim didunia ini akan berubah karenanya“

Kris hanya tertawa mendengar keluh kesah Xiumin dan Lay tentang adik-adik mereka.

“kenapa kau malah tertawa Kris ? lihatlah Tao, dia benar-benar seperti anak kecil!“ Xiumin menunjuk Tao yang masih duduk manis dihadapan Luhan dan Chen

“apa Clairine akan menerima jika dia ternyata punya saudara kembar yang begitu kekanak-kanakan” kata Kris tertawa

“aku tidak sabar menunggu Clairine pulang, sudah 2 minggu dan masih belum ada kabar“

“Xiumin hyung kau masih mencoba menghubunginya ?” Lay bertanya

“masih tapi dia tetap saja mematikan ponselnya“

“coba tanyakan pada Zuka“

“Zuka bilang dia memang selalu seperti itu dan sekarang Zuka sedang pergi mengurus beberapa pekerjaan“

—–

Xiumin, Kris, Luhan, Suho dan Chen sedang duduk di meja makan untuk makan malam, tak lama D.O datang dari arah dapur dan membawa makan malam mereka yang telah dibuatnya bersama Lay.

“kalian sudah datang ? apa Ace sudah diberi makan ?“ Tanya Chen saat melihat Baekhyun dan Chanyeol datang

“tentu saja sudah! Dimana Tao, Kai dan Sehun ?“ Chanyeol menyadari 3 adiknya itu tidak ada dimeja makan

“tidak tau, Tao bahkan tidak menggangguku dan Lay hyung di dapur hari ini“ D.O menjawab pertanyaan Chanyeol

D.O dan Lay sudah bergabung di meja makan hanya tinggal menunggu Tao, Kai, dan Sehun. Tak lama mereka datang

“kalian dari mana ?“ Kris langsung bertanya

“kami hanya berjalan-jalan hyung dengan bertelepotasi“

“kemana ? kau tidak boleh terus menggunakan kekuatanmu Kai“

“kami tadi dibawa Kai ke ruangan rahasia Clairine hyung“ perkataan Sehun langsung membuat Tao dan Kai menatap tajam ke arahnya

“hei! Kenapa kau mengatakannya!“ Kai langsung menendang kaki Sehun

“kalian kenapa masuk kesana ? bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak masuk kesana! Kalian memang benar-benar susah untuk diurus“ Kris mengeleng-gelengkan kepalanya lelah dengan sikap 3 adiknya itu

“Kris hyung benar, kalian tidak boleh kesana. Jika Clairine sadar ada yang berubah diruangan itu bagaimana ?“

“tapi kami tidak menyentuh apapun hyung, hanya melihat-lihat saja“ Tao menjawab pertanyaan Suho

“hyung! Kalian semua harus kesana! Clairine memang terlahir sangat cantik hyung! Beruntung sekali aku punya kakak perempuan secantik dia” ucap Sehun dengan penuh kesenangan diwajahnya

Tao menggelengkan kepalanya “tidak Sehun, akulah yang lebih beruntung! Karna aku punya saudara kembar secantik dia. Aku saja terlahir sangat tampan tentu saja clarine juga terlahir sangat cantik”

Perkatan Tao membuat semua orang tertawa

“sudah jangan tertawa lagi, sebaiknya mulai makan sebelum makanannya menjadi dingin“

Semua langsung akan mulai makan namun mereka menghentikannya saat seseorang berbicara “masuk keruangan ku ?“

12 pria itu langsung mencari sumber suara itu, tak jauh dari meja makan Clairine sudah berdiri disana. Mereka tak sadar kalau dari tadi Clairine mendengarkan perkataan mereka. Mereka sangat kaget melihat Clairine sudah berdiri disana, seperti petir yang diciptakan oleh Chen menyambar mereka.

“Clairine, sejak kapan kau disana?” Kris bertanya dengan gugup

Clairine tak menjawab pertanyaan Kris dan menatap 12 pria itu dengan tatap bingung. Tao berdiri dari tempat duduknya menghampiri clarine.

“ Clairine kau harus..” belum sudah Tao mengucapkan kata-katanya Clairine menatapnya “saudara kembarmu?” dan mengalihkan tatapan ke Sehun “kakak perempuanmu?”

Semua diam tidak menjawab pertanyaan Clairine bahkan Luhan dan Lay hanya tertunduk tak melihat ke arah Clairine. Tao mencoba memegang tangan Clairine namun Clairine segera menepisnya dan berkata dengan pelan “siapa kalian?“

—–

Semua sudah duduk diruang tv rumah Clairine, Clairine tetap diam setelah mendengar semua cerita yang disampaikan oleh Kris.

“Clairine, kami juga terkejut sepertimu saat Zuka bercerita semuanya. Kami ingin memberitaukan kepadamu sesegera mungkin tapi kami bahkan bingung bagaimana caranya“

Xiumin menganggukan kepalanya setuju dengan perkataan Luhan “kami pikir kalau kau sudah mati tapi saat paman virda berkata kau masih hidup, kami sangat senang”

Clairine tetap menundukan kepalanya “kenapa kalian tidak mencariku dari dulu?”

Kris menjawab pertanyaan Clairine “itu salahku Clairine, aku sudah beberapa kali mencoba mencarimu tapi tetap saja gagal, akhirnya aku berhenti mencarimu dan menyuruh yang lain juga tidak mencarimu, aku pikir itu yang terbaik untuk klain kita. Sudah 150 tahun tidak ada perang, klain kita hidup dengan damai”

D.O berdiri dari tempat duduknya “Clairine kau punya lambang harapan, kau.. “ perkataan d,o langsung dipotong Clairine “ harapan apa ? aku tidak punya itu, aku tidak pernah berpikir kalau 2 lambang dilenganku punya arti seperti itu. Dan kenapa harus aku yang membunuh raja zattur dan yakuza?”

“itu yang dinamakan takdir” ucap Luhan

Clairine berdiri dari tempat duduknya akan pergi meninggalkan mereka namun ditahan oleh Tao

“Clairine jangan buat perjuangan orang tua kita menjadi sia-sia, terutama ayah kita”

“ ayah apa Tao ? aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya! Aku bahkan tidak tau apakah yang kalian katakan ini benar! “ suara Clairine mulai meninggi

“kau pikir aku pernah bertemu dengan ayah kita! Dia hidup sampai usiaku 25 tahun tapi aku tetap tidak pernah bertemu denganya Clairine!” perkataan Tao dengan suara yang meninggi membuat Clairine terdiam, dia melepaskan tangannya dari tangan Tao dan akan meninggalkan ruangan itu.

Zuka menghentikan langkah Clairine “Clairine kau harus percaya, yang mereka katakan benar. Maafkan karena aku telah menyembunyikannya darimu, itu kulakukan karena janjiku pada ayahmu”

Clairine tak mendengarkan perkataan Zuka dan melanjutkan langkahnya namun dia tau kalau Zuka mengikutinya, dengan cepat Clairine mengambil pistol yang sejak tadi ada di balik jaketnya dan langsung mengarahkannya tepat dikepala Zuka.

“CLAIRINE!” 12 pria itu serempak meneriaki nama Clairine saat melihat Clairine melakukan itu.

“satu langkah saja, aku akan menembak kepalamu!”

Zuka menghentikan langkahnya sedangkan Clairine melanjutkan langkahnya.

Kris mencoba mengejar clarine namun ditahan oleh Xiumin “jangan kau yang bicara dengannya” Xiumin mengarahkan pandangan ke Suho dan D.O “lebih baik kalian yang bicara dengannya”

Suho dan D.O segera meninggalkan ruanganya itu untuk mengejar Clairine, Tao juga ingin ikut tapi ditahan oleh Chanyeol “bukan saatnya Tao kau bicara dengannya”

Tao menghempaskan badannya kesofa “bagaimana ini!”

—-

Suho dan D.O berjalan mengarah sebuah pintu, pintu perpustakaan. D.O yang berjalan lebih dulu akan membuka pintu namun ragu “hyung, kau yakin dia didalam?”

“pasti! Kita sudah mencari ke tempat lain tapi dia tidak ada”

D.O menarik nafas panjang lalu membuka pintu itu, merek berdua berjalan perlahan melewati rak-rak tinggi yang menyimpan banyak sekali buku.

Clairine duduk memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya, dia tau jika ada orang yang masuk kedalam perpustakaan. Suho dan D.O berjalan perlahan menuju balik rak paling ujung. Mereka berdiri didekat rak itu dan terlihat calirine duduk disana.

“Clairine” ucap Suho pelan

Clairine tak menjawab, dia langsung menarik pistolnya dan mengarahkannya bergantian ke Suho dan D.O namun Suho dan D.O tetap bersikap tenang.

“tembaklah kami jika kau mau!”

“iya! Suho hyung benar, jika kau ingin menembak kami maka lakukanlah!”

Clairine menyerah, dia menjatuhkan pistol itu kelantai dan menundukan kepalanya lagi tak lama suara isak tangis terdengar didalam perpustkaan itu. Clairine menangis kencang. D.O segera mengambil pistol dilantai dan mengeluarkan peluru didalamnya.

Suho duduk berlutut didepan Clairine, mencoba mengangkat kepala Clairine hingga dia bisa menatap matanya “jika kau butuh pundak untuk menangis maka pundak 12 saudaramu ada, jangan menangis sendiri seperti ini lagi”

—–

Semua diam, mereka menunggu dengan cemas. Sudah satu jam yang lalu Suho dan D.O mencoba berbicara dengan Clairine tapi mereka belum kembali. Tak lama Clairine datang diikuti Suho dan D.O dibelakangnya.

Kris langsung mendekat, ingin berbicara pada clairie namun Clairine menggerakkan tangan mengisyaratkan menyuruh Kris untuk menghentikan langkahnya “aku ingin istirahat, rasanya benar-benar lelah”

Kris tak melanjutkan langkahnya membiarkan Clairine menaiki tangga menuju kamarnya yang berada dilantai 2. Mata Clairine sembab, terlihat benar kalau dia habis menangis.

Suho dan D.O mendekat, D.O melempar pistol dan peluruhnya keatas meja.

Luhan langsung berdiri memutar badan D.O “apa kau baik-baik saja ? apa dia menembak kalian?”

“dia tidak mungkin menembak saudaranya sendiri hyung, sudahlah ayo kita istirahat. Besok aku akan bicara dengannya” Tao langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mereka

Dibelakang Kai berbisik ke Sehun “ada apa dengannya, dia sangat terlihat dewasa”

Sehun mengangkat kedua bahunya “entahlah, mungkin karna dia tau kalau dia sekarang punya adik perempuan”

Dari belakang Sehun dan Kai, Chen menarik kuping keduanya

“ya! Hyung! Sakit” seru Kai dan Sehun bersamaan

“berhentilah bergosip dan istirahat!”

—-

Semuanya sudah duduk di meja makan untuk makan siang kecuali Tao yang akan mencoba menemui Clairine.

“hyung, apa Clairine akan keluar dari kamarnya ?”

“entahlah, semoga saja Tao bisa bicara dengannya setelah apa yang terjadi semalam” Xiumin menjawab pertanyaan Sehun

Chen mengacak-acak rambutnya “aku benar-benar cemas, dia melewati sarapannya tadi pagi. Semalam saja kita tidak tau dia sudah makan malam atau belum”

Tao sudah berdiri didepan kamr Clairine menarik panjang nafasnya dan dengan mantap mengetuk pintu Clairine “Clairine apa aku boleh masuk?”

Tak lama dari dalam terdengar suara Clairine “masuklah Tao”

Tao masuk dan terlihat Clairine sedang membaca buku ditepi tempat tidurnya, dimeja yang berada didekatnya sudah banyak buku. Tao benar-benar mengenal buku-buku itu

“kau membaca semua buku itu?”

Clairine mengangkat kepalanya menatap Tao yang sekarang duduk disampingnya “tentu saja, aku harus tau siapa diriku”

Tao sedikit kaget lalu terlihat senyum diwajah Tao

“kau tidak marah lagi?”

“maafkan aku, semalam aku bahkan mengancam dengan pistol. Aku benar-benar terlihat egois kan?”

Tao langsung menggelengkan “kau hanya terkejut dengan semuanya, tidak apa-apa”

“Tao, apa kau tau bagaimana sosok ayah kita?”

Tao terdiam sejenak “Clairine.. aku sudah bilang aku tidak pernah bertemu dengannya tapi aku tau kalau ayah kita adalah orang yang baik”

Tao menggenggam tangan Clairine yang menundukkan kepalanya dan menahan air matanya jatuh “sekarang kita sudah tau kalau kita adalah saudara kembar, kita bahkan lebih dulu mengenal dari pada aku mengenal yang lain. Jika kau bersedih aku juga akan merasakannya”

Clairine menarik nafas panjang, mengangkat kepalanya dan memberi senyuman pada Tao “sejujurnya aku senang ketika mengetahuinya”

Tao menjawab dengan semangat “tentu saja! Kau harus senang punya saudara kembar yang tampan sepertiku!”

Clairine langsung melepaskan tangan Tao dengan wajah sebal “kau benar-benar percaya diri!”

Tao tertawa melihat reaksi dari Clairine “sudahlah, ayo keluar! Saatnya makan siang, mereka pasti sudah menunggu kita”

Clairine menutup buku yang tadi dia baca dan mengikuti langkah Tao keluar dari kamarnya

Langkah Tao dan Clairine terdengar oleh 11 pria yang menunggu mereka di meja makan, Tao dan Clairine datang dengan tersenyum namun 11 pria itu malah memasang wajah cemas. Tao duduk diantara Kai dan Sehun sedangkan Clairine duduk diantara Xiumin dan Kris.

Mereka semua tetap diam, Clairine sedikit bingung melihat hal ini

“hei!” teriak Clairine yang langsung membuat semua ornag mengarahkan pandangannya kearahnya

“apa kalian semua sakit? Kenapa diam?”

Chen langsung bertanya “apa kau tidak marah?” sedangkan Tao langsung akan makan namun kepalanya dipukul oleh D.O “bisakah kau makannya nanti saja!”

Clairine menggelengkan kepalanya “tentu saja tidak! Maafkan aku, aku sudah mengangkat pistol ku ke kalian, terutama Suho oppa dan D.O. aku hanya terkejut dengan apa yang aku ketahui”

Kris yang duduk disebelahnya langsung tersenyum “tentu saja aku sudah menduga kau tidak akan marah”

Baekhyun dan Chanyeol langsung menatap Kris dengan pandangan remeh “hyung! Bukankah semalam kau sangat cemas dengan keadaannya?”

“ya! Chanyeol!” Kris mengambil buah apel dan akan melemparkannya dengan Chanyeol tapi tidak jadi karena Chanyeol sudah menyembunyikan kepalanya dibalik badan Baekhyun yang duduk disebelahnya

“dan maafkan aku, karena aku lahir kita semua harus kehilangan orang tua kita” perkataan Clairine langsung membuat semua diam yang tadinya tertawa melihat perkelahian Kris dan Chanyeol

Luhan yang duduk didepan Clairine memberikan senyuman manisnya “bukan salahmu, sudahlah jangan membahasnya lagi”

“baiklah! Aku sudah lapar, ayo makan!” Lay menjadi yang pertama mengambil berbagai macam makanan yang sudah tersedia dimeja makan.

—–

4 thoughts on “Thirteen Part 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s