My Beautiful Dream Girl part 1

my beautiful dream girl

Tittle                : My Beautiful Dream Girl

Author             : November

Cast                 : Oh Sehun, Kwon Yoonra(OC), EXO’s member, and other.

Length             : Chapter

Genre              : Romance, Drama, Life, Angst.

Rating              : PG-16

Summary         : “apa kau memimpikannya lagi?”

Author POV

Mimpi? Mungkin hanya sebuah bunga tidur yang tidak nyata disertai dengan angan-angan bagi setiap orang. Pernahkah kamu memiliki mimpi yang indah? Pernah, bukan? Terkadang kamu tidak ingin terbangun karena mimpi itu terlalu indah untuk ditinggalkan dan berlalu begitu saja. Apakah ada mimpi yang bersambung seperti di dalam episode drama-drama di tv? Ada, tentu saja. Buktinya pria ini mengalaminya.

Seorang pria baru saja terbangun dari mimpi sehari-harinya. Mimpi yang terus bersambung seperti kehidupan di dunia nyata dari hari ke hari yang sudah ia jalani selama lebih kurang enam bulan ke belakang. Tapi, di dalam mimpinya tidak ada orang lain, bahkan keluarganya sendiri, kecuali seorang gadis.

Dalam mimpinya ia menjalani kehidupan bersama seorang istri yang benar-benar cantik. Ya, gadis itu, gadisnya. Mungkin ia sudah gila karena menganggap mimpinya terlalu nyata. Di dalam mimpinya ia bahkan dapat melihat dengan jelas wajah istrinya itu. Matanya yang hitam seperti jelaga, hidungnya yang mancung sempurna, bibirnya yang mungil berwarna merah cherry, bahkan ia dapat merasakan bagaimana lembutnya kulit gadis itu.

Sekarang ia sudah kembali lagi ke dunia nyata. Ia harus menjalaninya.

“ya! Anak ini baru bangun, huh?” suara laki-laki yang lebih tua itu dapat didengarnya dengan jelas.

“ada apa hyung? Kau tahu aku tidur telat semalam, jadi tidak salah jika aku bangun telat dari biasanya!” wajah pria ini merengut karena saat bangun orang yang pertama kali ia lihat adalah orang yang cerewet. Membuat paginya berisik saja.

“kau tahu kan hari ini kita punya jadwal di acara musik pagi. Jadi, cepatlah bangun dan bersihkan tubuhmu, sehun!” pria itu melenggangkan kakinya untuk keluar dari kamar laki-laki yang dia panggil ‘sehun’ tadi. Ya, sehun. Oh sehun dari EXO. Boyband yang sangat terkenal di Korea bahkan dunia.

Sehun segera memasuki kamar mandi, berganti pakaian, dan mempersiapkan dirinya untuk bekerja. Pria cerewet tadi adalah chanyeol, dia adalah rapper dari EXO. Karena album baru EXO baru saja keluar membuat para membernya sibuk untuk mempromosikan album mereka. Seperti yang terjadi pada hari ini.

“apa kau memimpikannya lagi?” Tanya seseorang di sebelah sehun. Sehun hanya memandang orang tersebut sambil menaikkan satu alisnya. Ada apa dengan hyungnya yang satu ini? Tidak biasanya baekhyun hyung menanyakan tentang mimpinya. Yang biasanya terjadi adalah sehun yang selalu bercerita lebih dulu. Tapi walaupun bingung sehun tetap menjawab pertanyaan baekhyun dengan anggukannya. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan ke gedung SM Ent. setelah sebelumnya mengisi acara musik pagi.

“begitu, ya?” jawab baekhyun sambil menganggukan kepalanya beberapa kali sambil mengelus dagunya seperti seorang profesor yang sedang memikirkan pertimbangan sebuah percobaan kimia, “menurutku sebaiknya kau harus segera mencari seorang gadis yang ‘nyata’ untuk kau kencani, seperti krystal misalnya? Kau tahu maksudku, kan?” ucap baekhyun sambil terus menatap sehun yang cukup kebingungan dengan arah obrolan mereka.

“krystal sunbae dan aku hanya berteman. Aku tidak yakin untuk mengencaninya, hyung” jawab sehun, “lagipula ada apa denganmu? Tidak biasanya membicarakan tentang hal seperti ini. Jangan bilang itu karena kau sudah punya pacar!” sehun mencibir.

Baekhyun hanya memandang sehun lalu menghela napas. “ternyata kau tidak mengerti maksudku, ya?” Tanya baekhyun seperti putus asa, “aku hanya ingin kau mulai berkencan dengan seorang gadis, sehun. Aku tidak ingin kau terlalu bergantung pada gadis mimpimu itu. Kau tahu dia tidak nyata. Kami khawatir kau terlalu mengharapkannya.” Baekhyun menjelaskan sambil melirik member EXO yang lain.

Sekarang sehun mengerti mengapa hyungnya itu membicarakan hal ini. Sehun sangat berterimakasih jika mereka mengkhawatirkannya tetapi sehun tidak bisa berkencan dengan gadis lain jika gadis di dalam mimpinya selalu hadir setiap malam dalam tidurnya. Mereka boleh mengatainya gila jika mereka mau. Apakah mereka tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak nyata dan tidak pernah dilihatnya secara langsung? Sulit, sulit sekali. Tetapi sehun tetap menjalaninya dengan keyakinan bahwa suatu saat nanti ia akan bertemu dengan gadis mimpinya itu. Sebodoh itukah dirinya? Ya, itu kenyataannya.

“aku tidak bisa, hyung. Untuk saat ini aku tidak bisa. Aku akan mencoba untuk berkencan dengan gadis lain jika dia sudah enyah dari mimpiku atau aku yang sudah berhenti mengharapkannya karena tidak pernah bisa menemukannya di dunia nyata. Percayalah padaku, aku akan mengurus perasaanku semampuku dan aku tidak akan pernah menyesal untuk menjalani ini. Jadi, kalian tidak perlu khawatir tentang aku dan gadis mimpiku.” Jawab sehun tegas.

Baekhyun dan member yang lain memandang sehun dengan tatapan mengerti. Mereka memang seharusnya menghargai apa yang sehun yakini. “tentu saja kami percaya padamu, sehun. Seorang laki-laki harus memegang ucapannya, bukan?” ujar chanyeol yang sedari tadi diam mendengarkan. Sehun membalas ucapan chanyeol dengan senyuman. Tentu saja sehun akan memegang ucapannya.

Hari ini sangat melelahkan karena dari pagi sampai tengah malam ini sehun menjalani harinya dengan sangat sibuk bersama para hyungnya. Dari mulai mengisi acara-acara musik, talkshow, latihan untuk konser, dan masih banyak lagi. Rasanya badannya ini bisa remuk kapan saja.

Sehun berjalan memasuki kamarnya untuk bersiap-siap tidur. Apakah gadis itu akan datang lagi dalam mimpinya? “ah molla!” sehun menjawab pertanyaan dalam pikirannya sendiri. Sehun membutuhkan gadis itu di dunia nyata, tidak hanya dalam mimpinya saja. Apakah gadis itu benar-benar ada di dunia ini atau hanya gadis yang diimajinasikannya saja? Otak sehun tidak terlalu naif untuk sangat berharap kemungkinan pertama, tapi ia sadar bahwa hatinya memang senaif itu.

Sehun telah selesai membersihkan diri dan sudah sangat siap untuk tidur. Ia berjalan ke arah ranjang dan segera terlelap setelah merebahkan tubuhnya. Sebelum tertidur dalam hati sehun berharap gadisnya akan datang dalam mimpinya. Ia sangat ingin melihat wajah gadis itu setelah seharian ini sibuk dengan jadwalnya yang melelahkan.

Di sisi lain seorang gadis sedang terpogoh-pogoh berjalan sendirian di tengah kedinginan kota Seoul. Dengan hanya memakai baju seadanya tanpa mempedulikan dingin yang menusuk. Orang-orang biasa memanggilnya Yoonra, Kwon Yoonra. Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 00.36 KST. Sebenarnya ia sangat ingin pulang ke rumahnya dan masuk ke kamarnya yang hangat, tetapi keadaan tidak memperbolehkannya. Bagaimana mungkin ia rela untuk kembali ke kandang harimau yang setiap waktu bisa saja melahapnya? Ayah angkatnya terlalu kejam padanya. Pantaskah ia memanggil pria brengsek itu dengan sebutan ayah? Tentu saja tidak. Si jago acting itu mungkin sedang bersenang-senang bersama para jalang. Pria itu terlalu pintar untuk beracting di depan ibu dan dirinya. Saat ibunya masih hidup pria itu selalu baik, menyayanginya, dan sangat mencintai ibunya tetapi setelah ibunya─keluarga satu-satunya yang ia miliki─sudah tiada pada satu bulan yang lalu pria itu akhirnya melepas topengnya yang sudah dia tata dengan rapi.

Setelah pemakaman ibunya berakhir pria brengsek itu malah berkeliaran di luar rumah yang akhirnya yoonra ketahui ternyata dia selalu keluar-masuk pub malam dengan membawa wanita-wanita murahan untuk menemaninya, berjudi, dan melakukan hal-hal buruk lainnya. Pria itu benar-benar menghabiskan harta ibunya untuk melakukan sesuatu yang menjijikkan. Hanya dengan satu bulan saja pria itu sudah menghabiskan dua per tiga harta peninggalan ibunya yang ia ketahui setelah mengecek bank. Saat pertama kali mengetahuinya ia sangat marah dan mendatangi pria itu sambil memakinya. Bagaimana mungkin ayah yang selama ini disayangi dan dihormatinya ternyata hanya seorang pria tidak bermoral? Dan puncak dari kekejaman pria itu adalah pada hari ini.

Sepulang dari kampus ia sedikit terlambat karena sisa-sisa tugas kuliahnya sehingga ia pulang sudah cukup malam. Saat ia membuka pintu rumahnya pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah dua orang wanita yang pakaiannya sudah tidak utuh lagi sedang melakukan entah apa bersama pria brengsek itu. Yoonra sudah benar-benar pada titik didih memahami pria itu, sebelumnya ia berpikir mungkin pria itu terlalu stress atas kematian ibunya sehingga melampiaskannya pada wanita dan pub malam, tetapi saat melihat langsung pria itu melakukannya di rumah, rumah gadis ini dan ibunya! Ia sudah sangat marah dan langsung melempari pria itu dengan segala barang yang dapat ia raih.

Pria itu tentu saja tidak dengan sukarela dilempari barang oleh yoonra. Sebagai akibatnya pria itu memerintahkan dua wanita tadi untuk memegangi kaki dan tangan yoonra lalu dengan sangat kasar pria itu mencium anak angkatnya sendiri dengan semena-mena sambil menyentuh tubuh yoonra dengan tangan kotornya. Tentu saja yoonra tidak tinggal diam, ia memberontak dengan brutal lalu akhirnya bisa melepaskan diri dari kedua wanita tadi dan pria itu. Ia langsung meraih tasnya dan berjalan mundur untuk menjauh kemudian mengeluarkan handphone lalu mengancam pria dan dua wanita itu bahwa ia tidak segan-segan untuk menelepon polisi. Akhirnya mereka diam dan tidak menyerang gadis ini lagi, dengan kesempatan itu yoonra segera melarikan diri sejauh mungkin dengan hanya membawa tas, pakaian yang sedang ia kenakan, dan tubuhnya saja.

Tadinya ia sudah benar-benar akan menelepon polisi untuk segera mendatangi rumahnya, namun ia terlalu lelah untuk menghadapi masalah ini, ia sangat terpukul dengan semua kejadian yang menimpanya selama sebulan terakhir. Jadi, ia lebih memilih untuk pergi saja. Ia tidak ingin lagi berurusan dengan pria brengsek itu, ini adalah yang terakhir kalinya. Setidaknya, itulah yang diharapkannya.

Sehun POV

Aku mendengar suara seseorang yang memanggil-manggil namaku dan tubuhku yang diguncang seperti ada gempa besar. Aku membuka mataku perlahan dan tampak baekhyun hyung sedang berkacak pinggang sambil mencibir. Aku duduk di sisi tempat tidur sambil mengusap wajahku. Kenapa aku selalu bangun dengan keadaan berisik? Tidak bisakah para hyungku itu sedikit sabar jika membangunkanku? Ah sudahlah, itu memang mustahil.

Setelah siap untuk berangkat bersama member yang lain aku turun ke basemant untuk menaiki van yang sudah disiapkan. Dari saat aku bangun tidur sampai sekarang seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, tapi aku tidak tahu apa itu. Apa ada barang yang hilang atau sesuatu yang lain?

Suasana di dalam van sangat riuh karena masing-masing member sedang berlatih bernyanyi. Kami sangat giat berlatih karena seminggu lagi The Lost Planet Concert akan diadakan di Jepang. Tentu saja kami harus tampil sesempurna mungkin agar para fans puas dengan apa yang kami sajikan pada mereka. Tidak ada kata malas untuk setiap persiapan konser.

“baiklah. Ayo latihan lebih giat dan tekun. Setiap konser adalah project terbesar dan tentu saja saat yang berharga bagi para fans. Kita tidak boleh mengecewakan mereka sedikit pun. Kalian mengerti?” suho hyung benar-benar bersemangat sehingga membuat kami menjadi bersemangat juga. Bagi kami, fans adalah oksigen.

“tentu saja, hyung!” kami menyahuti dengan serempak. Kami juga harus kompak untuk saling bekerja sama dalam tur konser ini.

Sudah hampir tengah malam dan kami baru saja sampai di dorm. Hari ini tidak kalah melelahkannya dari kemarin. Hari-hari seperti saling berlomba untuk membuat kami lelah dengan jadwal yang padat. Aku sedang berdiam diri di balkon sambil memikirkan sesuatu yang mengganjal dari pagi. Walaupun sibuk tapi aku tetap tidak benar-benar melupakan masalah yang satu ini.

“hoi!” suara itu mengagetkanku, ternyata kai. Dia berjalan mendekatiku lalu duduk disampingku. Apa dia akan bertanya tentang gadis mimpiku seperti baekhyun hyung? Tunggu! Ya, benar, gadis mimpiku. Tadi malam aku tidak memimpikannya. Bagaimana bisa? Dia bahkan tidak pernah absen hadir dalam mimpiku setelah enam bulan terakhir ini. Tetapi kenapa dia tiba-tiba tidak muncul malam kemarin?

“kai!” panggilku keras mendahului kai yang sudah siap membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.

“ada apa?” Tanya kai keheranan dengan nada suaraku tadi.

“dia tidak ada. Dia tidak ada dalam mimpiku tadi malam! Bagaimana ini?” aku bertanya padanya padahal aku sendiri tahu bahwa kai pasti juga tidak mengetahui jawabannya. Ternyata inilah hal yang membuatku merasa ada yang mengganjal dari pagi.

“begitu kah?” kai bertanya balik dengan takjub. Sepertinya dia senang, “bukankah itu bagus? Sekarang kau bisa bebas tanpa bayang-bayang dia lagi kan? Kenapa begitu mendadak ya? Baekhyun hyung kan baru saja menasehatimu paginya, tapi malamnya dia langsung berhenti datang dalam mimpimu. Apakah dia mendengar apa yang kita bicarakan?” Tanya kai kebingungan tapi juga terlihat senang.

Aku menatapnya kesal. Kenapa dia malah senang? Aku justru sangat kecewa. Lagipula mana mungkin gadis mimpiku dapat mendengar apa yang dibicarakan kami. Pikiran kai sepertinya sudah mulai terganggu. Tapi, gadis itu.. sebenarnya kemana perginya dia?

Yoonra POV

Aku sungguh masih sangat mengantuk tapi aku harus tetap bangun pagi ini. Aku harus menyiapkan semuanya dari sekarang agar nanti bisa langsung berangkat tanpa perlu repot pada hari sebelumnya. Seharian ini akan sangat menyenangkan karena kegiatan utamanya adalah shopping. Nah, pertama-tama yang harus aku lakukan adalah membersihkan diri.

Setelah selesai mandi, aku berdandan dengan make-up tipis yang sudah biasa kupakai. Sekarang waktunya menghubungi jihye untuk menanyakan tempat bertemu kami nanti.

“yoboseyo? Ah, jihye! Hari ini jadi bukan?… mm-hm aku sudah bersiap-siap… mwo?! Kalau begitu cepatlah bersiap-siap! Kau tidak boleh terlambat! Jika tidak, kau harus mentraktirku es krim nanti… jadi, tempatnya dimana?… baiklah kalau begitu, sampai jumpa.” Selesai.

Setelah kejadian malam itu aku benar-benar tidak pulang ke rumah, bahkan untuk mengambil baju atau sepatuku. Sekarang aku tinggal di hotel yang jauh dari rumah agar kecil kemungkinan dapat bertemu dengan pria brengsek itu. Aku sudah memblokir semua kartu kredit dan tabungan ibuku yang ada pada tangan pria itu lalu mengganti semuanya atas namaku.

Yang aku persiapkan ini adalah liburanku bersama sahabatku jihye ke Jepang. Kami sudah merencanakannya dari dua bulan yang lalu tetapi baru bisa dilaksanakan pada bulan ini karena kuliah kami sudah selesai. Liburan ini semacam perayaan dan pelarian dari kenyataan bagi kami berdua. Jika untukku liburan ini adalah pelarian dari masalah keluarga yang sedang kualami, untuk jihye lain halnya, ia sangat menantikan ini karena akhirnya ia bisa bebas dari pengawasan orang tuanya yang sangat protektif, keluarga jihye sangatlah kaya jadi tentu saja mereka sangat menjaga jihye yang merupakan anak kesayangan. Kakak laki-laki jihye sangat mendukung liburan ini karena kasihan pada adik kesayangannya yang terlalu terkekang oleh keprotektifan orang tua mereka.

Aku sangat iri pada jihye, dia memiliki seorang kakak laki-laki yang selalu siap menjaganya, ibu dan ayah yang selalu menyayangi dan mengkhawatirnya, kekayaan yang sudah terjamin, wajah yang cantik, tubuh seperti super model, dan otak yang pintar. Walaupun orang tuanya sangat protektif dia tetap sangat beruntung karena masih memiliki orang tua, tidak sepertiku.

“Yoonraaa!” panggil jihye sambil berlari-lari kecil menghampiriku. Suaranya tadi membuat semua orang menatapnya dengan berbagai ekspresi. Aduh anak ini membuatku malu saja. Rasanya aku ingin berteriak juga untuk mengatakan bahwa dia bukan temanku. Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Jika aku sampai melakukannya sudah bisa dipastikan aku dan jihye akan di usir dari kafe ini dan tidak boleh berkunjung lagi.

Setelah sampai di depanku jihye langsung duduk dikursinya sambil tersenyum lebar dengan wajah innocent yang kekanakkan. “jihye!” bentakku dengan suara seperti tikus terjepit. “aku tahu kau sangat semangat, tapi tidak bisakah kau tidak meneriakkan namaku seperti tadi? Itu memalukan jika kau ingin tahu.” Aku berbicara sambil berusaha menekan rasa maluku karena orang-orang masih memandangi kami. Mungkin mereka berpikir kami ini sepasang sahabat yang gila. Tentu saja.

“iya iya maaf. Aku kan sedang sangat bersemangat. Kau jangan merusak moodku ini! Bukankah ini hari yang cerah?” jihye berkata sambil mempertahankan senyumnya yang lebar itu. Dia memang cantik tetapi jika tersenyum seperti itu terus rasanya jadi seram juga. Dan hm.. ya hari ini sangat cerah, sungguh cerah hanya untuk jihye seorang sepertinya, pikirku sambil melihat langit yang mendung. Sepertinya sebentar lagi akan hujan.

“tenang! Aku bawa payung. Jadi kita tidak akan kehujanan.” Jihye berkata lagi sambil memandangku yang sedang melongokkan kepala di dekat dinding kaca. Aku kembali pada posisiku semula lalu balas memandangnya, “bukankah tadi kau bilang ini hari yang cerah? Kenapa kau sudah mempersiapkan payung?”

“oh itu haha. Hanya firasat saja akan hujan pada hari ini. Mm.. sebenarnya saat aku berangkat dari rumah memang sudah mendung.” Jawab jihye sambil menggaruk tengkuknya yang aku yakin sedang tidak gatal karena digigit nyamuk, tentu saja karena tidak ada nyamuk disini. “waah kau sudah memesan minuman dan kue favoritku ternyata. Gomawo!” sepertinya jihye baru menyadari makanan di meja kami ini.

Setelah dari kafe tadi kami langsung pergi ke took-toko dan mall untuk shopping. Aku membeli semua barang yang aku butuhkan, begitu juga dengan jihye yang sangat bersemangat hari ini. Aku senang sekali melihat jihye yang seperti ini. Jika seperti ini terus aku optimis dapat menghilangkan rasa pesimisku untuk hidup. Aku masih punya jihye─sahabat terbaikku untuk tetap bertahan hidup di dunia yang sudah sangat kejam padaku sebulan terakhir ini. Aku akan terus bertahan.

Hari ini adalah hari keberangkatanku ke Jepang, akan sangat menyenangkan tentunya. Malam sebelumnya aku menginap di rumah jihye. Kami melakukan pajama party tadi malam. Dan pagi ini adalah awal dari liburan kami. Aku dan jihye sudah bersiap-siap sejak pagi sekali. Pesawat kami berangkat pukul 09.00 KST. Dan omong-omong kakak hyejin ikut dalam liburan ini. Tentu saja bukan kemauannya sendiri, ini adalah permintaan sekaligus perintah dari orang tua mereka yang tetap tidak bisa membiarkan anaknya berkeliaran di negeri orang tanpa sanak saudara, apalagi yang menjadi teman liburannya sama-sama perempuan. Itulah yang membuat orang tua jihye khawatir.

“mian, karena eomma dan appa yang terlalu khawatir, kalian jadi tidak bisa benar-benar bebas. Tapi tenang saja, setelah di jepang aku tidak akan mengikuti kalian. Jadi kalian bisa pergi ke tempat manapun yang kalian inginkan, ok?” jinki oppa berkata sambil tersenyum pada kami. Dia memang orang yang sangat baik.

“mm.. gomawo oppa! Tentu saja aku akan sangat senang jika kau tidak akan mengikutiku seperti anak bebek. Kau tahu itu akan sangat mengganggu bukan?” jawab jihye dengan sedikit tawa. Aku hanya tersenyum memandang adik-kakak yang sangat akrab ini.

Saat ada pengumuman keberangkatan pesawat kami, kami langsung bersiap dan memeriksa semua barang. Setelah ada di pesawat aku berdoa dalam hati agar perjalanan ini akan menjadi sangat menyenangkan tanpa ada masalah.

Author POV

Perjalanan pesawat mereka berjalan dengan lancar. Sekarang mereka semua sudah berada di hotel untuk beristirahat, barulah nanti malam mereka akan mulai menjelajahi Tokyo! Musim panas di jepang pasti akan sangat menyenangkan.

“bagaimana dengan konser EXO? Aku sudah tidak sabar untuk itu.” Jihye berkata dengan semangat. Yoonra yang sedang membereskan pakaian hanya memandangnya sambil menganggukkan kepala.

“yak! Kenapa tidak menjawab?” jihye terlihat kesal karena yoonra hanya diam memandangnya.

“tentu saja kita akan datang, kita sudah membeli tiketnya. Lagipula itu besok, kau tahu?” yoonra akhirnya menjawab.

“ah kau ini tidak asik! Ayolah kita akan membuat sesuatu untuk mereka bukan? Hm, aku ingin membuat kue untuk chanyeol oppa, bagaimana? Tapi, apakah jika hasil buatanku sendiri jadinya akan enak? Aku tidak yakin soal itu. Aahh molla! Aku akan memikirkannya lagi nanti.” Hyejin ribut dengan dirinya sendiri. Yoonra hanya menggelengkan kepalanya.

“nanti malam kita mau kemana?” Tanya yoonra.

“ke Shinjuku!” jawab jihye kelewat semangat.

Malam sudah tiba, EXO baru saja sampai di tokyo. Sehun benar-benar tidak bersemangat karena gadis mimpinya entah pergi kemana beberapa hari ini, dan beberapa hari ini juga fokusnya terhadap latihan terkadang buyar. Dalam hati ia terus mempertanyakan gadis mimpinya, ini bisa membuatnya kewalahan jika gadis itu terus menghilang. Apakah ia merindukannya? Tentu saja! Ia sangat merindukannya sampai sulit sekali untuk tidur rasanya.

Sehun sedang tidak bisa membuat tubuhnya rileks untuk beristirahat, jadi ia meminta izin untuk keluar hotel agar dapat menghirup udara malam yang mungkin saja dapat menjernihkan pikirannya. Tentu saja ia harus ditemani seseorang, jadi kai menawarkan diri untuk menemani sehun.

Mereka benar-benar berpakaian seperti bukan saat mereka tertangkap kamera dan dinamakan member EXO. Yah, tentu saja ini penyamaran. Sehun dan kai tidak mungkin terlalu menampakkan diri mereka, karena bukan tidak mungkin ada yang akan mengenali mereka. Sehun dan kai memakai topi, kai menambahkan masker di wajahnya. Mereka keluar hotel menggunakan jalan belakang.

“kau ingin kemana?” Tanya kai dengan suara seperti berbisik.

“tenanglah, tidak akan ada yang langsung mengenali kita. Bersikaplah seperti biasa. Kurasa sebaiknya kita ke taman dekat sini saja.” Sehun santai berjalan sambil melihat sekeliling.

“jika ada yang mengenali kita kau yang harus bertanggung jawab, ok?” kai berkata sambil memperlihatkan glare.

Setelah beberapa saat mereka berjalan akhirnya mereka menemukan sebuah taman, disana masih banyak orang yang sedang mengobrol, tertawa, dan ehem sepertinya ada juga yang berkencan. Mereka memasuki taman sambil terus berjalan mencari tempat untuk duduk. Setelah menemukan tempatnya mereka duduk di tepi danau buatan yang ditengangnya ada air mancur yang menyala.

Baru saja mereka duduk dengan santai, tak lama kemudian ada suara berisik orang-orang dari arah samping yang sepertinya menghampiri mereka. Dengan sigap sehun dan kai segera berdiri dan berjalan menjauh. Jika saja mereka tidak mendengar salah satu remaja perempuan yang akan menghampiri mereka itu menyebutkan nama ‘sehun’ dan ‘kai’. Bukan maksud mereka untuk menjauhi fans tetapi sekarang ini mereka sedang ingin rileks.

Sehun dan kai berjalan lagi, tetapi mereka rasa ini bukan jalan yang benar untuk menuju hotel karena jalan ini mengarah ke pertokoan yang sudah cukup sepi. Sialnya lagi, handphone mereka tertinggal di hotel. Akhirnya mereka hanya menyusuri pertokoan itu. Siapa tahu mereka akan bertemu seseorang yang bisa berbahasa korea agar dapat menanyakan jalan.

“waaahh.. jinjja daebak! Jjang!” saat mendengar kalimat itu sehun dan kai seperti mendapat sebuah pencerahan, mereka segera mencari sumber suara tadi. Ini seperti pengabulan permintaan express.

Yoonra dan jihye benar-benar puas dengan jalan-jalan malam mereka. Semuanya terasa sangat menyenangkan, bahkan yoonra tidak mengingat tentang kejadian di korea yang menyangkut ayah tirinya. Sungguh menyegarkan rasanya. Andai hidup akan selalu seperti ini, harapnya.

“waaahh.. jinjja daebak! Jjang!” jihye berseru riang. Ini sudah malam tetapi rasanya seperti pagi yang cerah. Yoonra tersenyum lebar padanya.

“chogiyo, agassi.” Sebuah suara yang terdengar tidak asing menyapa telinga yoonra dan jihye. Mereka berbalik ke belakang pada sumber suara. Disana berdiri dua orang laki-laki yang berpakaian cukup mencurigakan bagi mereka, dengan topi yang hampir menutupi wajah, bahkan yang satunya memakai masker. Mereka menatap dua laki-laki itu dengan curiga.

To Be Continue…

2 thoughts on “My Beautiful Dream Girl part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s