With You.. Chapter 4

Author : PINK91

Main Cast :      Kim Jongin (Kai)

Lee Jae Shin (OC)

Oh Sehun

Lee Jae Ha (OC) Jae Shin’s twins

Park Min Young (OC)

Other Cast :      EXO member and Other cast

Genre : Marriage life

Percaya atau tidak,kadang cinta secara tidak sadar membutakan arah seseorang untuk mengambil keputusan

***   happy reading   ***

Sebelumnya…

“apa yang kau lakukan di dorm kami ? apa yang lakukan dengan Sehun..”

Keadaan seketika menjadi tegang ketika Kai berusaha mencegah Jaeshin pergi bersama Sehun. Entah apa yang ada di pikiran Kai, ia benar-benar cemburu sekarang, wajar ia cemburu karena Jaeshin adalah calon istrinya. Sedangkan Sehun hanya sahabat Jaeshin, kenapa Jaeshin terus menempel pada sosok yang ia sebut ‘sahabat’ dari kecil itu, daripada dirinya calon suaminya sendiri.

“aku akan pergi sebentar hyung,tenanglah..aku tidak akan macam-macam dengan Jaeshin. Kami hanya pergi ke coffe shop dekat sungai Han.” Jawab Sehun pelan, memastikan jika ia hanya akan pergi minum kopi dengan sahabat kecilnya itu.

“apa wajar seorang gadis bersikap seperti itu di depan calon suaminya ?”

Pertanyaan Kai barusan membuat suasana semakin keruh dan menegang, pemuda berkulit tan itu benar-benar emosi. Siapa yang tidak cemburu melihat calon istrinya pergi bersama pria lain, meskipun itu sahabatnya sendiri.

“Jongin, dia hanya ingin pergi ke coffee shop, mereka hanya pergi minum kopi..” Suho berusaha menetralkan keadaan, namun sia-sia karena Jaeshin juga mulai bersuara.

“apa urusanmu Kai-sshi ?”

“apa kau bilang ? kau lupa kita akan segera menggelar upacara pertunangan kita ? kau lupa itu Jae ? itu belum terlewat semalam, baru beberapa jam yang lalu keluarga kita membicarakannya!” Kai semakin emosi karena Jaeshin lebih memihak kepada Sehun daripada menurut pada perkataannya.

“apa kau mendengar aku menyetujui pertunangan kita Jongin-sshi ? sepertinya kau sudah tidak sabar menjadi suamiku ? ada apa ? apa yang kau inginkan ?”Jaeshin semakin menjadi, karena jujur saja dari awal ia tidak terlalu menyukai Kai, belum sehari bertemu saja ia sudah seperti itu, bagaimana jika mereka sudah menikah. Jaeshin benci hal ini.

Seketika wajah Kai memerah menahan emosi, ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Jaeshin. Kenapa gadis itu menolaknya, untuk yang kedua kalinya.

“kau-

“Kai-sshi tenanglah, aku hanya minum kopi bersama sahabat kecilku. Daddy saja tak pernah melarangnya, kenapa kau tiba-tiba seperti ini ?” Jaeshin benar-benar mengatakan hal menyakitkan itu di depan semua member EXO, karena memang kebetulan mereka sedang berada di ruang tengah.

“tapi Jae-

“kau mau ikut ?” tawar Jaeshin. Sehun seketika mendelik seolah berkata ‘untuk-apa-kau-mengajaknya?’

“hyung, ikutlah jika kau mau.” tawar Sehun, berusaha sebiasa mungkin. Karena Sehun merasa pertengkaran ini disebabkan oleh dirinya.

“tidak, terima kasih..pergilah, aku tahu kalian sudah lama tidak bertemu. Jangan pulang terlalu larut.”

Setelah berkata seperti itu, Kai langsung berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 2. Melihat itu semua member EXO langsung mengerti kenapa mereka bertiga bersikap seperti itu.

“Sehun, Jae..pergilah, jangan pulang terlalu larut..arraseo.” Suho berusaha menormalkan suasana.

“hyung, aku-

“aku tau Sehun, tidak ada yang salah sekarang, sudahlah pergi dan tenangkan diri kalian berdua. Hubungi aku jika kalian membutuhkan sesuatu, jangan pergi terlalu jauh..”

“oppa aku tidak bermaksud untuk menyinggungnya, tapi aku rasa Jongin telah salah paham..Hunnie, bagaimana ? aku hanya ingin bersantai dulu, aku tidak suka terlalu buru-buru. Dan aku tidak suka ketika ada orang mengatur hidupku.”

Suho dan Sehun hanya bisa menghela nafas berat mendengar celotehan Jaeshin. Mereka mengerti betul, dijodohkan bukanlah sesuatu yang menyenangkan ketika kita tidak mengenal baik siapa orang yang dijodohkan. Jaeshin hanya perlu waktu untuk mengenal Jongin, tidak terburu-buru seperti ini.

“kajja~ jangan terlalu larut, bukankah kau besok pergi ke SM Building ?”

“eung, kajja..semuanya aku pamit. Maaf untuk kejadian ini.”

“ani, gwaenchana..ini hanya salah paham Jae.” Chanyeol menyahuti.

“ne, pergilah..kami tahu bagaimana rasanya nona.” D.O juga menyahuti sambil tersenyum lembut.

“hm, gomawo oppadeul..kalau begitu aku pergi dulu.”

Setelah Jaeshin dan Sehun pergi, mereka semua memutuskan untuk berkumpul di ruang tengah minus Kai.

“sebenarnya mereka bertiga sama-sama tersiksa dengan perasaan mereka sendiri, apalagi Jaeshin. Diusianya sekarang, ia sudah harus memegang tanggung jawab mengelola perusahaan sebesar SM Ent, belum lagi tiba-tiba ayahnya yang terus memaksa Jaeshin untuk secepatnya menikah dengan Jongin.” Suho mulai membuka topic pembicaraan, ketika dirasa Jaeshin dan Sehun sudah pergi, serta Kai sudah di kamarnya.

“dan yang kudengar nona Lee akan mengakhiri karir modelnya di Amerika, banyak yang membicarakannya di SM Building.” Baekhyun menambahi.

“sangat disayangkan, padahal karirnya sedang bagus..” kemudian Lay ikut berkomentar, dengan ekspresi sedihnya. Membuat yang lain merasa geli ketika melihat wajah Lay.

“ya ! yixing-ah untuk apa kau sampai segitunya..-_-“ Xiumin menoyor pelan kepala Lay, gemas melihat tingkah lucu Lay.

“hehehe aku hanya menyayangkan hal itu hyung.. “ jawab Lay.

“jangan lupakan bahwa nona Lee juga seorang designer dan brandnya cukup terkenal di berbagai Negara.” Tao yang dari tadi diam akhirnya ikut bicara dengan hyungnya.

“eh ? kau bicara Tao-yah ? kenapa kau dari tadi tidak terlihat ?” lagi-lagi Baekhyun mulai dengan keisengannya membully magnae EXO-M itu.

“ya ! hyung ! apa aku sehitam itu ???” Tao mendelik mendengar Baekhyun yang secara tidak langsung mengatainya hitam.

“aku tidak mengatakan itu Tao-yah, kalau kau berfikir seperti itu ya sudahlah, hahahahahhaha” Baekhyun tertawa seperti orang kesetanan.

“ya Jongdae hyunggggg….” Mencoba mencari pembelaan kepada Chen.

“ya Baekhyunie sudahlah..” Chen menengahi pertengkaran kecil yang akan membesar jika dibiarkan, mengingat Tao yang gampang menangis serta sifat Baekhyun yang jahil.

“sudah sudah..ah jam berapa ini ?” Suho melerai ketiganya dengan gaya seperti seorang aboeji, membuat member lain seketika ingin tertawa keras melihat kelakuan leader mereka ini.

“ini pukul 9.30 malam aboeji, hahahaha” jawab Xiumin asal. Suho hanya bisa menghela nafas, karena ia sudah kebal dengan semua panggilan semua member kepadanya.

Sedangkan di ruangannya, Kai terus memikirkan kejadian tadi. Ia tidak habis pikir kenapa ia bisa sekalap itu menghadapi Jaeshin, harusnya ia bisa bersikap lebih lembut kepada calon istrinya itu.

“aku benar-benar buat oleh cinta, tanpa sadar aku menyakiti Jaeshin dan Sehun, begitu juga diriku sendiri.” Gumamnya pada dirinya sendiri. Ia lebih memilih sendiri di kamarnya setelah kejadian tadi.

Cklek~

“kau lupa memakan ini kkamjong -_-“ Kyungsoo datang dengan membawa spaghetti yang bahkan belum disentuh Kai.

“aigoo, mianhae hyung..tadi-

“aku mengerti perasaanmu Jongin, perasaan seorang lelaki ketika melihat calon istrinya pergi bersama lelaki lain meskipun itu sahabatnya sendiri, aku tahu kau cemburu Jongin.” Kyungsoo berkata sambil mengusap lembut punggung Kai, membuat Kai merasa nyaman atas perlakuan Kyungsoo.

“hm, lalu aku harus bagaimana hyung ?” terdengar nada frustasi yang jelas pada kalimat Kai barusan.

“kau mencintainya ?”

“tentu saja..jika tidak untuk apa aku bersikap seperti tadi.”

“jika kau mau dan sanggup maka tunggulah, semua itu ada prosesnya Jongin. Tidak ada yang instan, aku yakin suatu saat nanti Jaeshin akan mencintaimu. Dia hanya belum mengenalmu saja, Sehun adalah sahabatnya dari kecil jadi wajar jika Jaeshin dan Sehun sangat dekat.”

Bingo !

Perkataan Kyungsoo membuat Kai sadar betapa egois dirinya, sangat egois. Ia bahkan sempat lupa jika Jaeshin dan Sehun bersahabat dari kecil, jadi wajar jika mereka sangat dekat. Bahkan tanpa mengatakan apapun mereka sudah saling mengetahui apa yang terjadi.

“makanlah sebelum dingin kkamjong..”

***   ***

“ya ! Hunnie, kau baik-baik saja ?” Tanya Jaeshin cemas, saat ini mereka sudah sampai di coffee shop langganan mereka sejak hampir 45 menit yang lalu.

Sehun masih saja diam, entah apa yang dipikirkannya. Membuatnya terlihat frustasi, Jaeshin yang menyadari ada sesuatu dengan sahabatnya itu memilih untuk bungkam.

“Shin…”

“eo ? wae ? “

“hmm..tidak ada..”

Plak !!

“ya !! sakit Jae ! kenapa kau menjitakku ?!”

“aku gemas melihatmu terlihat bodoh saat ini..” jauh di dalam diri Jaeshin, ia sangat tahu jika ada sesuatu yang sedang disembunyikan sahabatnya itu.

“apa aku terlihat sangat menyedihkan ?”

“apa maksudmu ?”

“hehehe, ya sudah..eh ? kau tidak memesan tirramisue ? biasanya kau akan memesannya, kenapa hanya minum latte saja ?” merasa heran karena biasanya Jaeshin akan 2x memesan kue tiramisue kesukaannya.

“ah aku sedang tidak berselera Hunnie , fiuuhhh”

“ho ? ada apa ? terjadi sesuatu ?”

“aku akan pindah kesini dan menetap disini !” jawab Jaeshin bersungut-sungut, sambil mengingat bagaimana menyebalkannya ayahnya itu.

“maksudmu di Korea ? jadi kau akan menetap di Korea ? lalu bagaimana dengan dunia modelingmu ?”

“iya Hunnie, huh..mungkin aku sekarang akan fokus dengan perusahaan, masalah modeling mungkin aku akan menguranginya. Dan usaha fashion yang sudah aku bangun akan dikelola oleh manajerku, sekali-kali mungkin aku akan datang ke Amerika untuk mengeceknya.” Jawab Jaeshin panjang lebar.

“tapi kenapa Jae ? modeling dan design adalah hidupmu, jadi bagaimana bisa ?”

“jika bukan ayahku yang memintanya aku tidak akan melakukannya Hunnie..arghh” nada frustasi Jaeshin lebih kentara saat ini.

“ayahmu pasti tidak ingin anak gadis satu-satunya jauh darinya Jae..”

“kau tahu sendiri aku dari dulu pergi ke Amerika karena aku bisa merasa dekat dengan mommy, aku bisa setiap hari berkungjung ke makam mommy. Itu alasanku Hunnie, selain itu karena Amerika adalah Negara kelahiranku.”

Sehun hanya bisa menghela nafas panjang mendengar keluh kesah gadis di depannya itu, ia sebenarnya senang ketika mendengar Jaeshin akan menetap di Korea, itu tandanya ia bisa setiap hari bertemu dengannya. Namun hal yang menyedihkan adalah ketika Jaeshin justru bersikap sebaliknya, ia menolak mentah-mentah untuk tinggal di Korea.

“hm, bukankah ada aku disini..kau tidak sendiri Jae..”

“kau benar, masih ada kau disini..namun daddy sangat menyebalkan karena terus mendesakku untuk mempercepat acara pertunanganku dengan Jongin itu. Aku saja belum terlalu mengenal laki-laki itu Hunnie.”

Mendengar nama Jongin disebut, membuat Sehun kembali tersadar gadisnya akan menjadi milik orang lain yang merupakan sahabatnya sendiri.

“kau sudah selesai ? bagaimana kalau kita pulang ? hari sudah larut..”

***   ***

“kemana anak itu, sudah jam berapa ini..aish”

Sudah beberapa kali Jaebom mondar mandir di ruang tamu kediamannya, dari tadi ia menunggu Jaeshin pulang, sekarang jam menunjukkan pukul 11.35 malam waktu setempat. Dan adiknya itu belum kembali.

“Tuan, nona sudah kembali..” seorang maid datang menghampiri Jaebom memberitahukan kedatangan Jaeshin, karena khawatir lelaki itu langsung menuju teras rumah dan menghampiri adiknya itu.

“ya ! Jae-

“mian oppa, tadi aku menemui Sehun di dormnya..”

“what are you doing in there ? make a some trouble ?”

“no.. I’m just want to tell my problem with Sehun, what’s wrong with them ?”

“Jae, tapi bukankah ada Jongin disana Jae, dia bisa salah paham..”

“aku tau oppa, sudahlah aku ingin istirahat..besok pagi aku harus ke kantor, tomorrow it’s my first schedule to working , understand ?” Jaeshin kemudian berlalu tanpa menghiraukan kicauan kakakknya yang membuat sakit kepala.

“anak itu tidak pernah berubah..”

At EXO’s dorm

“kau sudah pulang ?” Tanya Suho lembut pada sang magnae yang baru saja tiba di ruangan mereka.

“ne hyung, yang lain sudah istirahat ? Jongin hyung dimana ?”

“ada diruangannya, mungkin sudah istirahat..lagi pula ini hampir tengah malam Sehun, kenapa kau begitu larut ? bukankah sudah kuingatkan tadi ka-

“arraseo hyung, mian aku terlambat..sangat sulit mengajak Jaeshin kembali jika suasana hatinya sedang tidak baik..”

“aaaa begitu rupanya, ya sudah istirahatlah..besok pagi kita harus ke SM Building, bukankah besok hari pertama Jaeshin meresmikan jabatannya di SM, sepertinya semua staff dan artis akan menghadiri acara besok. Tadi manager hyung menelfonku, makanya semua sudah kusuruh istirahat, aku hanya menunggumu.” Seru Suho panjang lebar.

“ne hyung, aku akan cuci muka dulu, kau tidur saja dulu hyung..”

Segera setelah itu Sehun menuju kamar mandi yang terletak di lantai bawah. Lalu Suho pun memutuskan untuk berbaring sambil menunggu magnae satu itu kembali.

Ddddrrrrrttttttt

Ddddrrrrrttttttt

“oe ? ponsel Sehun..-

Little mermaid calling

“mwo ? little mermaid ? siapa..yoboseoyo”

Aaaaaa Hunnie-

“aku Junmyeon..” –Jaesin ? untuk apa dia menelfon Sehun jam segini, bukankah mereka baru saja pergi ? aish anak ini

What ? Junmyeon oppa ? mana Sehun ?

“Sehun sedang cuci muka, ada yang ingin kau sampaikan ?”

Hmm..suruh saja dia menelfonku kembali oppa, hehehe aku hanya ingin tahu keadaannya

Cklek-

“oe ? hyung ? kau berbiacara dengan siapa ?” Sehun baru saja kembali dari kamar mandi. Sempat terkejut karena melihat Suho menelfon dengan ponselnya.

Apakah itu Sehun ?

“ah ne, ini Jaeshin..nah” jawab Suho sambil mengembalikan handphone Sehun. Sambil mengisyaratkan ia ingin istirahat dan dijawab anggukan oleh Sehun.

“ah ne hyung, hm wae Shin-ah..”

Hunnie, aku sangat nervous..kau kan tau besok aku mulai bekerja di perusahaan eumb, dan juga masalah Jongin..

Mendengar nama Jongin, lagi lagi dan lagi..

Hunnie, kau baik baik saja ?

“oh, ne aku baik-baik saja..hm, kau tidak perlu nervous Shin-ah..bukankah ayahmu sudah banyak mengajarimu tentang masalah perusahaan…kau tak perlu takut, aku akan membantumu..apapun itu Shin-ah”

Mendengar Sehun berbicara seperti itu membuat Suho semakin mengerti kenapa tadi adiknya pulang dengan keadaan kacau seperti itu. Namun ia juga tidak bisa membantu apapun, karena perjodohan itu sudah direncanakan sejak lama.

Setelah hampir 45 menit mengobrol banyak dengan Jaeshin, akhirnya Sehun berbaring di ranjang sebelah ranjang Suho. Heran melihat kenapa hyungnya belum juga tidur, Sehun mulai membuka obrolan.

“kau belum tidur hyung ?” tanyanya hati-hati.

“belum..” jawab Suho pelan.

“kau memikirkan sesuatu ?”

“bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu ?” terdengar nada serius dalam pertanyaan Suho, membuat sang magnae begitu penasaran.

“ada apa hyung ?”

“sebenarnya apa yang kalian bicarakan dan..kalian lakukan di ruangan tadi ?”

Dia pasti menanyakan hal ini..baiklah..

“kami tidak melakukan apapun hyung, hanya..mengobrol..”

Flashback…

Beberapa jam yang lalu..

“masuklah, mungkin dia membutuhkanmu sekarang nona..” seru Suho pelan.

“thanks..ngomong-ngomong dimana kamar Jongin ?”

“kamar sebelah adalah kamarnya, roomatenya adalah Kyungsoo.” Jawab Suho menjelaskan.

“kalau begitu aku masuk dulu, thanks..” kata Jaeshin sambil menepuk lembut bahu Suho.

“you’re welcome..”

Tok tok tok

Menyadari ada yang mengetuk pintu kamarnya Sehun kemudian mengusap air matanya dan segera memastikan jika dirinya baik-baik saja.

“eum, masuklah..”

Cklek~

“hunnieee…”

Menyadari siapa yang datang membuat Sehun terkejut, sangat. Ia bahkan belum menghapus air matanya..belum membersihkan wajahnya..bahkan dia masih bau alkohol.

“eh kau..ada apa ? ada apa malam-malam kemari ?” jawab Sehun gugup.

“apa terjadi sesuatu ? euh..kau habis minum ? ada apa denganmu ?” Tanya Jaeshin bertubi-tubi. Terkejut melihat keadaan Sehun yang begitu kacau.

“aniya..aku hanya ingin minum dan menghangatkan diri..hehehe” Sehun tampak kikuk sekarang, ia benar-benar tak pandai berbohong dihadapan gadis yang sudah mengenalnya sejak kecil itu.

Mengerti dengan situasi lalu Jaeshin mengajak Sehun pergi ke suatu tempat, sekedar melepas penat.

“kajja..”

“eodiga?”

“coffe shop !”

“ini bahkan sudah malam Shin-ah kau harus istirahat..”

“oh ayolah Hunnie, sebentar saja..kajja”

End of flashback..

“jadi begitu hyung..aku tahu betul gadis seperti apa Jaeshin itu..”

“ya sudah kalau begitu ceritanya, tapi tadi Jongin..” Suho tampak menggantung kalimatnya.

tbc

Iklan

2 thoughts on “With You.. Chapter 4

  1. bLueee^^ berkata:

    cerita yg klise tapi rumit…
    friendzone.. perjodohan.. friendship..
    ntah kenapa aku pro sehun – jaeshin abis kai kyk ga ada usahanya buat ngedapetin jaeshin tau2 dijodohin aja…hehe

    yaa semua keputusan ada di tangan jaedhin mau milih siapa (yg ditentukan juga sama author hehe)

    ditunggu kelanjutannyaaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s