With You.. Chapter 2

Author : PINK91

Main Cast :      Kim Jongin (Kai)

Lee Jae Shin (OC)

Oh Sehun

Lee Jae Ha (OC) Jae Shin’s twins

Park Min Young (OC)

Other Cast :      EXO member and Other cast

Genre : Marriage life

Berbahagia untuk kebahagiaan orang yang kita cintai, apa bisa aku bertahan melewatinya ?

Aku mencintainya, jauh sebelum kau mencintainya Jongin !

Kau merebut gadisku

*** happy reading ***

“semoga yang aku lihat tidak benar, semoga mereka bukan Sehun dan Jaeshin, kumohon..”

Sepanjang perjalanan kembali ke dorm, Kai terus menggumamkan kalimat itu beberapa kali, hatinya mencelos, ia merasa telah kehilangan start daripada Sehun. Di awal saja dia sudah merasa kalah, haruskah ia kalah untuk kedua kalinya.

Ddddddrrrrrrttttttttt

From : Lee Soo Man sajangnim

Datanglah kerumah pukul 7 nanti, aku sudah memberitahu orang tuamu. Jaeshin sudah dirumah, sebaiknya kau mandi lalu bersiap-siap Jongin..

Kai hanya bisa mengembuskan nafas berat setelah mendapat pesan dari calon mertuanya itu. Haruskah secepat ini ? bukankah ini sama saja melukainya ? bahkan melukai Sehun dan Jaeshin.

“aaaaaa tidak tidak, Jaeshin hanya menganggap Sehun sahabat, tidak lebih..tidak tidak..oh ayolah Jongin, kau sudah sejauh ini menunggunya, ini saatnya.” Jongin berseru, menyemangati dirinya sendiri, sebisa mungkin menghapus semua statement negative tentang Sehun dan Jaeshin, toh mereka hanya bersahabat.

*** ***

“what ? daddy akan menjodohkanku ?? tidak !”

“Jae, dengarkan daddy dulu..ini juga keinginan kami..keinginanku dan mendiang ibumu agar kau menikah dengan anak bungsu keluarga Kim..ini permintaan terakhir mendiang ibumu Jae, dan juga..kami sudah merencanakan sejak kalian masih kecil, 9 tahun yang lalu ayah sudah membicarakannya dengan keluarga Kim”

“what ?!!! 9 years ago and I don’t know whats the situation ?!” seru Jaeshin kesal, ia benar-benar merasa terpojok sekarang.

Terdengar keributan di lantai 2 di sebuah kediaman, kawasan elit Gangnam. Tepatnya rumah Lee Jaeshin.

“daddy, aku bahkan baru beberapa jam sampai di Korea, dan kau akan mengenalkanku pada calon suamiku ? oh come on daddy..please, give me a time for thinking about this..like a crazy, I can’t understood !” seru Jaeshin sambil membanting tubuhnya ke sofa, rasanya ia mulai gila setelah mendengar tentang perjodohan ini.

“keluarga Kim akan datang nanti jam 7, jadi bersiap-siaplah, bersikaplah sopan pada mereka..karna kau calon menantu mereka !” tidak perduli dengan semua statement Jaeshin, kalimat ayahnya itu membuat Jaeshin semakin kesal.

“oh come on daddy, aku ada janji dengan Sehun ! nanti puk..”

“batalkan saja, lagi pula pertemuan dengan keluarga Kim jauh lebih penting, Sehun pasti mengerti Jae, daddy mohon..”

Bingo ! akhirnya Jaeshin luluh, kemudian ia masuk ke dalam kamar dan segera mandi. Terlihat beberapa maidnya sedang mempersiapkan dress selutut warna cream, serta sepasang heels warna coklat dan beberapa aksesoris sudah di persiapkan.

“oh ayolah, ini hanya acara pertemuan keluarga, kenapa kalian menyiapkan begitu banyak aksesoris..dan oh my god ! lihat dress ini ! aku tak mau mengenakannya ! simpan lagi !” seru Jaeshin pada maidnya.

“nona, tapi Presdir meminta anda mengenakan ini, saya hanya menjalankan perintah..” jawab maid itu dengan takut-takut.

“ahhh ! baiklah baiklah ! daddy menyebalkan !” seru Jaeshin sambil memakai dressnya.

***   ***

Dddddrrrrrrrtttttttttt

Sehun meraba saku celananya, seseorang mengiriminya pesan, saat ini ia sedang siap-siap karna ia akan pergi bersama Jaeshin.

From : little mermaid

Hunnie, so sorry..sepertinya malam ini aku tidak bisa pergi bersamamu, daddy menyuruhku untuk mengikuti pertemuan keluarga dengan keluarga Kim, kau tau ? lebih gilanya lagi daddy akan menjodohkanku dengan anak bungsu mereka Hunnie L aaaaaaa what should I do???????

Seketika tangan Sehun melemas setelah membaca pesan itu, dan saat yang bersamaan ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Sehun.

“masuklah..”

“yaa, Sehun-a..kau mempunya sepatu hitam ? bisakah aku meminjamnya ? “ oh ternyata Kai, dan tunggu..mau kemana dia serapi ini ?

Sadar karena Sehun terus berdiri mematung dan tidak menjawab pertanyaan Kai, dia akhirnya menepuk pundak Sehun, berusaha memastikan sahabatnya itu baik-baik saja.

“ya Oh Sehun, neo gwaenchana ?” raut wajah Kai terlihat khawatir.

“ah ne ??! ah nan gwaenchana..ada apa Kai ? ah sepatu .. ada ! tunggu sebentar aku akan mengambilkannya.

“ne..”

Saat Sehun sedang mencari sepatunya di sudut ruangan lain, tidak sengaja Kai melihat ponsel Sehun yang masih menyala dan ia juga membaca isi pesan tersebut, betapa terkejutnya ia sampai ia tidak menyadari kalau Sehun sudah di depannya sambil menenteng sepasang sepatu yang akan dipinjam Kai.

“ya ! neo !”

“kau mengagetkanku bodoh ! mana sepatunya ?” seru Kai sambil meminta sepatu Sehun.

“ige..awas jangan sampai lecet..itu sepatu kesayanganku, tadi kau lihat apa ? seperti habis melihat hantu saja, haha” Sehun tertawa ketika mengingat ekspresi Kai tadi, mencoba menutupi kegugupannya.

“aniyooo, nan gwaenchana..ya sudah kupinjam dulu..bye !” seru Kai setengah berlari sambil menutup pintu kamar Sehun.

***   ***

“its beautiful, my little mermaid, tak salah aku memilihkan gaun itu untukmu..” Sooman tak berhenti memuji anak perempuan satu-satunya itu, yang dipuji malah memasang muka seakan-akan mau muntah.

“oh daddy hentikan itu, lihat noona ! bahkan wajahnya saja sudah keruh begitu..iya kan hyung ? ahahaha” Jaeha, adik kembar laki-laki Jaeshin mentertawakan noonanya itu.

“hey,you’re a model ..jadi kau pantas memakai apapun Jae, kkk~” kakak sulungnya Jaebom juga tak berhenti membully Jaeshin yang semakin memanyunkan bibirnya.

“stop it ! Im hungry dad, where is Kim’s family ? already came to our home ?” Tanya Jaeshin sebal.

“wait a minute, mereka sedang dalam perjalanan..aigoo anakku ini lapar atau sudah tidak sabar bertemu dengan calon suaminya..ahahahaahaha!” lagi-lagi Sooman meledek anaknya itu, membuat adik dan kakak Jaeshin sontak juga tertawa terbahak melihat ekspresi Jaeshin yang sudah kesal itu.

“ah shut up ! kalian menyebalkan !”

Di dalam keluarga Lee hanya Jaeshinlah anak perempuan satu-satunya, ia mempunyai saudara kembar laki-laki bernama Jaeha, usia mereka terpaut 2,5 jam saja..dan satu lagi kakak sulung mereka bernama Jaebom, usianya sudah menginjak 25 tahun saat ini Jaebom memegang kendali atas perusahaan SM Group yang bergerak di bidang industry mobil, sedangkan Jaeshin adalah calon penerus SM Ent yang bergerak di bidang musik, untuk Jaeha di usianya sekarang ia sudah memiliki sekolah seni di Seoul dan Jepang.

***   ***

“Sehunnie eodisseo ??” Tanya Suho yang heran melihat Sehun berpakaian rapi.

“aku hanya ingin mencari angin hyung..” bohong Sehun.

“kudengar malam ini Jongin pergi ke rumah Jaeshin untuk pertemuan keluarga, kalau menurutku sih mungkin seperti membicarakan proses pertunangan mereka, benarkah ?”

“….” Seperti tak mendengar, Sehun langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya lalu pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Suho.

“ish ! anak itu..”

At Jaeshin’s home

Ting tong !

“ah sepertinya mereka sudah tiba, kau bukakan pintunya.” Perintah Sooman pada maidnya.

“baik tuan..”

Sementara Jaeshin terus memanyunkan bibirnya, wajahnya memerah karena menahan kesal akan acara bodoh ini.

“oh come on dear, give me your angle’s smile..please..” Sooman terlihat merayu putri satu-satunya di rumahnya itu, tapi yang dirayu sudah dipuncak kemarahannya dan hanya bisa diam, tanpa berkata apapun. Niat Jaeshin pulang ke Korea dan segudang acara yang ia rencanakan juga bersama Sehun seketika hilang, entah mengapa ia tiba-tiba teringat Sehun dan ingin sekali menanyakan keadaan sahabatnya dari kecil itu.

“kau sudah tiba, ah selamat datang dirumahku..hahahaha” kata Sooman sambil berjabat tangan dan memeluk tuan Kim, Jaeshin yang ada di samping ayahnya hanya bisa tersenyum, tetapi lebih terlihat kaku karena ia juga sedang menahan kesal.

“ah ne , maaf kami sedikit terlambat..karna kau tau lah..Seoul macet sekali, bahkan pada jam jam seperti ini, oe ? ini Jaebom kan ? wah kau sudah dewasa, dan lihatlah, kau semakin tampan !” kata tuan Kim sambil menepuk punggung Jaebom, yang notabene adalah kakak tertua dirumah keluarga Lee.

“ah ne, ahjusshi ghamsahamnida..ini Jongin bukan ? wah dia semakin tampan, apalagi setelah ia debut, haha..” Jaeshin hanya memutar matanya malas menanggapi obrolan kedua keluarga ini.

“Jongin hyung bahkan sekarang mempunyai banyak fans, EXO jjang !” Jaeha melanjutkan pujian hyungnya sambil mengacungkan kedua jempolnya.

“ah ne ghamsahamnida Jaebom hyung, Jaeha..” kata Kai sopan.

“ya ! Lee Jaeshin, kau sakit ? daritadi kau diam saja.. benar ini Lee Jaeshin kan ? kau tumbuh dengan cepat nak” tegur nyonya Kim lembut, membuat gadis itu tersadar, kemudian buru-buru memasang senyum palsu terbaiknya.

“ah gwaenchana ahjumma..” jawab Jaeshin berusaha selembut mungkin, sebenarnya ia sangat ingin pergi dari rumah dan menghabiskan waktu bersama Sehun, sahabat kecilnya.

“aigoo, lihatlah kau bertambah cantik saja Jaeshin, aihuu jangan panggil aku ahjumma, panggil aku eomma..anggap saja kami orang tuamu sendiri, lagi pula sebentar lagi kau dan Jongin akan menikah, iya kan Sooman oppa?” kata Ny. Kim antusias. Melihat itu Jongin hanya bisa tersenyum simpul melihat orang tuanya dan keluarga Jaeshin sangat menunggu hari bahagia itu.

Tapi tidak dengan Jaeshin, dia terlihat sangat tidak nyaman dengan acara malam ini, entah apa yang merasuki pikirannya, tiba-tiba Jongin mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Jaeshin.

“apa kabar Jae,kau masih ingat denganku bukan ?” sapa Jongin ramah, yang disapa bukannya membalas uluran tangan Jongin malah diam saja, seperti sedang memikirkan sesuatu.

“psssst, noona !” Jaeha menyenggol lengan Jaeshin pelan, menyadari sikap noonanya yang kurang peka ia hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum kikuk.

“ah, ne Jongin..oppa, tentu saja aku masih mengingatmu..” balas Jaeshin lalu dengan buru-buru melepas tangannya dari tangan Jongin.

Dia pasti tidak nyaman dengan acara ini, bahkan aku bisa merasakannya

Gadis itu tampak tidak nyaman selama acara makan malam sekaligus perkenalan antara Jongin dan Jaeshin, sebenarnya mereka adalah teman masa kecil, namun karena kepribadian Jaeshin yang dingin dan cenderung menutup diri dari lingkungan menyebabkan dirinya tidak mengenal baik siapa itu Kim Jongin.

Kau tidak berubah dari kecil Jae, tetap dingin dan menutup diri..fiuh~

Ya, Kim Jongin memang telah lama mengenal Jaeshin bahkan menyukainya, walaupun mereka hanya mengenal selama 2 tahun. Tapi itu tak membuat perasaannya pada gadis blasteran Amerika itu berkurang, apalagi semenjak ia tau kalau keluarga Lee dan keluarganya akan menjodohkannya dengan Jaeshin, ia semakin bersemangat.

Sedangkan di luar rumah Jaeshin tampak seorang pemuda berdiri di halaman depan rumah Jaeshin. Sambil mengamati keadaan sekitar, ia lalu berfikir kalau dirumah itu sedang ada acara, pemuda itu terus diam di halaman rumah Jaeshin sampai seorang pelayan menegurnya.

“Tuan Sehun, anda tidak masuk ?” tegur maid itu hati-hati.

“ah ani, sampaikan saja salamku pada Lee ahjusshi, Jaebom hyung, Jaeha dan Jaeshin..aku ada urusan” kata Sehun lalu pergi meninggalkan rumah Jaeshin, dengan perasaan campur aduk.

“ne..” jawab maid itu lalu masuk ke dalam ruangan.

***   ***

Sepanjang perjalanan Sehun tidak fokus mengendarai mobilnya, otaknya terlalu banyak memikirkan berbagai hal. ia benar-benar merasa kacau, sangat kacau. Sampai akhirnya ia mengerem mendadak dan memilih untuk menepikan mobilnya, konsentrasinya benar-benar buyar malam itu. Ia memutuskan untuk keluar dan duduk di tepi mobilnya.

“aaarrrggghhh, kenapa dengan ku ?!! apa yang terjadi denganku ! aku tak ingin menangis tetapi kenapa aku merasa sakit hati !! arghh apa yang terjadi padaku, apa yang terjadi padamu Oh Sehun !” Sehun terus berteriak frustasi pada dirinya sendiri sampai tiba-tiba sebuah benda kecil di saku celananya bergetar.

My Little Mermaid Call

“ah yeoboseyo..” Sehun berusaha menjawab sebiasa mungkin, seperti tidak terjadi sesuatu.

Ah, hunnie…kau baik-baik saja ? oe ? suaramu serak

Menyadari Jaeshin yang mulai curiga dengan keadaannya, buru-buru Sehun menetralkan suaranya.

“ah nan gwaenchana Shin-ah, ada apa kau menelfonku ? bukankah kau bilang ada acara keluarga malam ini ? “

Ne..bahkan aku pura-pura ke toilet untuk menelfonmu, Hunnie aku benar-benar bosan..bahkan acaranya belum selesai..padahal aku ingin jalan-jalan ke sungai Han bersamamu, lalu ke Namsan Tower melihat pemandangan sambil minum kopi seharga 3 ribu won yang nikmat itu, hueeee

Terdengar nada frustasi dari Jaeshin, membuat Sehun terkejut bukan main karena dia fikir Jaeshin akan dengan mudah menerima perjodohannya, namun kenyataannya berbanding balik dengan yang Jaeshin ceritakan sekarang.

“mwo ? kau bahkan berbohong pada paman hanya untuk menelfonku ! benar-benar !”

Huh, ya Hunnie nanti aku telfon lagi..daddy sepertinya curiga karena aku terlalu lama di toilet..bye Hunnie, kiss you !

Bip !

Kalimat terakhir sukses membuat Sehun sedikit tersenyum, mengingat sudah lama ia tidak mendengar Jaeshin mengucapkan kalimat seperti tadi. Membuat moodnya sedikit membaik, namun raut wajahnya masih mendominasi sedih, frustasi.

“ige..”

Jaeshin memberikan gelas berisi orange juice kepada Jongin, saat ini mereka sedang berada di taman belakang rumah Jaeshin. Orang tua mereka sengaja meninggalkan mereka supaya bisa leluasa mengobrol dan mengenal satu sama lain, begitulah kata-katanya tadi.

“ah ghamsahamnida..” kata Jongin formal disusul oleh ekspresi terkejut Jaeshin.

Bagaimana dia bisa seformal itu padaku..benar-benar namja ini..

“tidak perlu seformal itu padaku, panggil saja aku seperti biasa..kau juga tadi bilang kan kalau kau sudah mengenalku sejak kecil ? harusnya kau sudah tau tentangku..oppa”

“apa barusan kau memanggilku oppa ?” Tanya Kai memastikan jika telinganya masih normal.

“eung..selama ini aku memanggil oppa hanya pada Jaebom oppa, pada Sehun pun aku tidak memanggilnya dengan sebutan oppa karna kami sudah sangat dekat dari kecil, usia kami memang terpaut 1 tahun.”

Mendengar Jaeshin menyebut nama Sehun dan menceritakan bagaimana ia sangat dekat dengan Sehun membuat Kai mungkin sedikit..cemburu.

Menyadari itu, Jaeshin buru-buru mengubah topic pembicaraan. Menyadari perubahan mimic wajah Kai membuat Jaeshin tersadar, perkataan oppa dan dongsaengnya sepertinya benar.

“..Jongin itu menyukaimu dari kecil Jae, jangan kau pikir dia menyukaimu karna kau adalah anak bosnya..aku bisa melihat dari cara ia memperlakukanmu dan menatapmu, memang kalian tidak mengenal dekat seperti kau dan Sehun. Tapi percayalah pada oppamu ini jika Jongin memang menyukaimu sejak lama dan memperhatikanmu sejak dulu..ia bahkan menunggumu pulang dari Amerika selama bertahun-tahun..”

Kira-kira begitulah perkataan oppanya..

“ah, bagaimana persiapan comeback EXO ? kalian pasti berlatih keras bukan untuk comeback tahun ini ?” Jaeshin mencoba mengalihkan pembicaraan yang memang terdengar aneh untuk sepasang calon mempelai yang baru dikenalkan.

“ah, hampir setiap hari kami berlatih, ada beberapa koreografi yang agak sulit .. kami bekerja keras untuk comeback taun ini, lalu kau sendiri Jae..masih menjadi model ?”

“eung..aku memang sedang berlibur di sini..tapi ternyata daddy mempunyai rencana lain untukku..dan rencananya adalah mala mini, mengenalkan kita berdua..apa kau sudah mengetahuinya oppa ?”

Pertanyaan Jaeshin barusan membuat Kai terkejut, ia sangat bingung bagaimana menjawabnya..jika Jaeshin tau jika Kai sudah mengetahuinya sejak lama, bahkan Kai juga ikut mendorong orang tuanya untuk memantapkan perjodohan ini, hanya karna Kai ingin memiliki Jaeshin.

“oppa, neo gwaenchana ?” Tanya Jaeshin sedikit cemas, karena Kai terus diam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.

Apa yang harus kukatakan ? tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya..arghhh

“oppa…..”

tbc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s