With You.. Chapter 1

With You..chapter 1

Author : PINK91

Main Cast :      Kim Jongin (Kai)

Lee Jae Shin (OC)

Oh Sehun

Lee Jae Ha (OC) Jae Shin’s twins

Park Min Young (OC)

Other Cast :      EXO member and Other cast

Genre : Marriage life

Semua ini berawal ketika aku mulai berani mencintainya, mencintai sahabatku sendiri

*** happy reading ***

KRINNGGGGGGGG !!!!!!!!!!!

“ahh shut up !!!! kau menggangguku bodoh “

Untuk kesekian kalinya gadis ini mengumpat karena bunyi alarm ponselnya, dengan terpaksa dia bangun lalu mematikan alarmnya lalu tidur kembali, belum 5 menit dia memejamkan mata ponselnya kembali berbunyi, kali ini bukan bunyi alarm namun ada seseorang yang menelfonnya.

“damn !!!!! do you know what time is it now !!”

Yeah, its 8 o’clock Jae, open the door, hurry !!! seru orang di seberang telfon dengan nada yang tak kalah kesal dengan gadis yang sedang setengah sadar ini.

Saat itu barulah gadis itu menyadari siapa yang menelfonnya, kemudian bergegas membuka pintu apartemennya.

“sorry, im so tired..kau tau aku baru tidur 3 jam, masuklah managerku yang cantik”

“shut up ! kau mulai lagi Jae, cepat bersiap-siap..hari ini kau ada pemotretan di Texas” seru manager tegas.

“what ? Texas ? I don’t like sarah, oh God kau tau disana sangat panas bukan!” Jaeshin mempoutkan bibirnya.

Sarah, sang manajer hanya bisa mengembuskan nafas berat, sudah sering sekali terjadi situasi ini dimana Jaeshin menolak schedulenya.

“batalkan saja sarah..” kata Jaeshin santai.

“what ? are you crazy huh ?! do you want to die??!” sarah mulai geram dengan modelnya satu ini.

“kita bisa melakukan pemotretan di tempat lain Sarah, kau tau berapa jam kita harus ke Texas, belum cuaca disana sangat panas..aku tidak mau mati terbakar disana !”

“cepat mandi atau aku akan benar-benar marah Jaeshin !!!!”

***   ***

At SM Building

“Jongin, kau dipanggil Sooman sajangnim..” seru Suho sang leader.

Saat ini EXO sedang latihan di SM Building dan tengah beristirahat, karena latihan mereka sudah berlangsung selama 3 jam.

“ahh, arraseo hyung..aku akan kesana”

Tok tok tok

“masuklah..” seru orang di dalam ruangan.

“sajangnim, anda memanggilku ?” Tanya Kai hati-hati.

“ne, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu Kai. Ini tentang anakku..” Sooman terlihat menggantung kalimatnya.

“nde??? “ satu nama yang terlintas di benak Kai..

“Lee Jae Shin, apa kau sudah siap ? sebentar lagi dia akan kembali ke Korea. Kuharap kau sudah siap, aku sudah membicarakannya dengan orang tuamu Kai, dan mereka juga sudah menyetujuinya.”

“nde???????? Maksud anda putri anda Lee Jaeshin akan kembali ke Korea ??? geundae, apa tidak sebaiknya kita menunggu sampai dia bisa beradaptasi denganku dan lingkungan Korea barulah kita memberitahunya sajangnim ?” ada rasa senang, gugup dan cemas di benak Kai sekarang.

“aku dan orang tuamu sudah sepakat akan menjodohkanmu dengan Jaeshin 9 tahun yang lalu dan sekarang kau bilang harus menunggu lagi ? oh ayolah Kai biar aku yang mengurus semuanya, kau belum tau bagaimana kerasnya sifat anakku yang satu itu? “ Sooman mulai gemas dengan Kai yang terus meminta waktu untuk menunggu.

“tapi..apa tidak terlalu cepat untuk Jaeshin , dia mungkin ingin bersenang-senang dulu di Korea.”

“kau tidak usah khawatir, aku tau bagaimana menjinakkan anakku yang satu itu..haha” Sooman tertawa renyah ketika mengingat jika anaknya sebenarnya adalah gadis yang polos.

“baiklah sajangn…”

“bisakah kau memanggilku dengan sebutan appa?? Sebentar lagi kau akan menikah dengan anakku dan tentunya kau juga anakku Kai !”

“ah..maafkan saya sajangn..eh aboeji..”

“nah, begitu..bukankah lebih enak..kau ini calon menantuku bukan artis yang bernaung di bawah agensiku..arraseo?” kata Sooman lembut.

“ne aboeji..”

“sudah, kembali latihan..jangan terlalu keras berlatih, ingat cideramu sewaktu-waktu bisa kambuh lagi.”

“ne aboeji..kalau begitu saya permisi.”

Saat Kai membuka pintu begitu terkejutnya ia melihat Sehun juga di depan pintu, ia pikir Sehun menguping pembicaraannya dengan Sooman sajangnim, yang notabene CEO di agensi tempat ia bernaung sekaligus calon mertuanya.

“oe? Apa yang kau lakukan disini Sehun ?” Tanya Kai dengan mata yang memicing kea rah Sehun.

“aniya, aku hanya kebetulan lewat saja..” elak Sehun, karena sebenarnya ia mengetahui semua pembicaraan Kai dengan Sooman sajangnim, semuanya..

“jinjjayo ?? ah kalau begitu ayo kembali ke ruang latihan..”

***     ***

“oke we have to break for 1 hour..” kata fotografer kepada Jaeshin juga crew.

“ah finnaly, its so tiring..give me some water..” kata Jaeshin kepada managernya.

“its good, see ? your pose ? you’re perfect Jae !” kata manager sambil memberikan minum dan tissue karna keringat Jaeshin sangat banyak, mengingat lokasi pemotretan mereka di outdor apalagi Texas sangat terik sekarang.

“really, baguslah..dan aku berharap pemotretan ini cepat selesai !” tandas Jaeshin sambil menghabiskan 1 botol air mineral.

“kau benar-benar haus Jae ?” manager tampak terkejut melihat Jaeshin dalam waktu kurang 5 menit menghabiskan 1 botol air mineral.

“yeah ! disini panas sarah, bukannya aku sudah bilang tadi!!” rutuk Jaeshin.

“oke, one season again and you have a free time for one week Jae..” kata manager lembut.

“really ?? ahahahaha kalau begitu kita mulai lagi pemotretannya, supaya aku cepat pulang dan bersiap liburan..” kata Jaeshin girang.

“are you crazy huh ?!! kita bahkan baru istirahat 10 menit !! do you want to die !

***   ***

Tampak seorang pemuda sedang melamun di balkon sebuah dorm, sampai ada pemuda lain yang menepuk pundaknya lembut..membuat pemuda itu kembali tersadar.

“Sehun-ah apa yang kau lakukan disini ? udara di luar sangat dingin, masuklah..” kata sang leader Suho.

“ah..aniya hyung..aku sedang mencari udara segar saja..” elak Sehun, tapi Suho bukan tipe orang yang mudah percaya dengan perkataan sang maknae.

“apa yang kau dengar tadi siang ?” seperti Suho mengetahui isi otak Sehun, dia terkejut bukan main..namun tetap bersikap biasa saja.

“aniya hyung, kau menginterogasiku ??” mencoba mengalihkan topic pembicaraan namun gagal, Suho tetap pada ekspresi seriusnya.

“kau sudah tau bukan Jongin dijodohkan dengan Jaeshin dan mereka akan menikah setelah Jaeshin pulang ke Korea ?” Sehun terkejut bukan main, ternyata Suho sudah mengetahuinya, bahkan jauh sebelum Sehun mengetahuinya.

“hyung..k-kau..” baru Sehun akan berbicara tapi benda kecil di saku celananya bergetar, ada seseorang yang menelfonnya.

“nugu ??” tampak Suho juga melihat kea rah ponsel Sehun.

“ah nomor luar negeri hyung, ini pasti Jaeshin..” kata Sehun sambil menunjukkan ponselnya pada Suho.

“kalau begitu aku masuk dulu, mengobrolah seperti biasa..” kata Suho sambil berlalu.

Ddddrrrrtttttt !!!

“ne, yoboseo..” suara Sehun tampak datar seperti biasa.

Ahhhhh, Hunnie..aku merindukanmu.. suara seseorang disana tampak ceria

“ahaha, kembalilah jika kau merindukanku bodoh ! kau hanya bilang rindu tapi tak kunjung kembali..dan satu lagi, panggil aku oppa ! kau ini satu tahun lebih muda dariku !”

No way ! tidak ada rumus yang mengatakan aku harus memanggilmu dengan sebutan oppa, wleeeeee – Jaeshin terdengar tertawa seperti orang kesetanan.

“ah baiklah aku kalah, kapan kau kembali ?” Sehun menyerah, dia dan Jaeshin mempunyai sifat yang sama, tapi lebih parah Jaeshin tentunya.

I have free time for one week, tomorrow I have a flight schedule to Korea!!! Yeaaayyy!!! –suara Jaeshin terdengar antusias, mengingat ia dan Sehun sudah lama tidak bertemu, mereka hanya berkomunikasi via telfon dan video call, dua sahabat ini memang sudah bersahabat sejak kecil.

“jinjjayo ???? jam berapa kau berangkat dari New York Shin-ah ??” Sehun dan Jaeshin memang mempunyai panggilan kesayangan masing-masing.

Stop call me Shin-ah !!!

“kau bahkan masih memanggilku dengan sebutan Hunnie, apa itu tidak lebih menggelikan ! wleeeeee” jackpot ! Sehun menang sekarang.

You’re win ! aku memiliki jadwal penerbangan pagi, mungkin sampai Korea sore hari

“kujemput !” seru Sehun bersemangat.

Haha, kau bahkan tau sebelum aku memintanya Hunnie, hihihihihhi – terdengar Jaeshin terkikik

“hey, aku sudah mengenalmu sejak kecil bodoh !” kata Sehun dengan senyum yang hanya ia tunjukkan di depan Jaeshin, walaupun Jaeshin tidak melihatnya karna ia dan Jaeshin mengobrol via telfon tapi ia rasa Jaeshin dapat melihatnya.

Haha, oke oke..its time to rest Hunnie, you must to go to bed too Hunnie, dan jangan lupa jemput aku di bandara besok ! – tandas Jaeshin membuat Sehun kembali tertawa karna tingkah Jaeshin tidak berubah dari kecil.

“haha arraseo, kalau begitu kututup telfonnya..jaljjayo..” kata Sehun lembut.

Ah, night too Hunnie – kata Jaeshin di seberang sana

Bip..

Sehun tiba-tiba menepuk jidatnya teringat akan sesuatu yang harus ia bicarakan, sangat penting. Saking buru-burunya ia sampai menabrak Suho di ruang tengah.

Duk !! auu !

“Sehun-ah, ada apa ? kenapa terburu-buru sampai menabrakku ??” seru Suho sambil mengelus keningnya yang sempat bertabrakan dengan Sehun.

“hyung, kita harus bicara..ada sesuatu yang harus aku tanyakan padamu, soal Ja..” menyadari sekarang mereka sedang berada di ruang tengah, akhirnya Sehun segera menyeret Suho menuju ruangan mereka di lantai 2.

“yaa ! aku ini hyungmu ! tidak sopan kau menyeretku seperti ini, wae geuraeso ??????” Suho benar-benar bingung dan kesal dengan sikap maknae satu ini.

Setelah memastikan pintu tertutup dan terkunci barulah Sehun berbicara “dari mana kau tau tentang perjodohan Jongin dan Jaeshin?” Tanya Sehun to the point, ia sudah sangat penasaran tentunya.

“Sooman sajangmin sudah memberitahukannya padaku sebulan yang lalu, beberapa member lain juga sudah mulai mengetahuinya Sehun-ah ” perkataan Suho barusan membuat Sehun kalah telak.

“aku tidak sengaja lewat dan mendengar percakapan itu, jadi sebentar lagi Jaeshin dan Jongin akan resmi menjadi sepasang suami-istri ?” pertanyaan Sehun membuat Suho gemas lalu memukul kepala Sehun dengan bantal.

“tentu saja Sehunie, aiish kau ini..” Suho sangat gemas sampai ingin mencubit pipi Sehun, namun berbeda dengan Sehun yang tiba-tiba terlihat sedih.

Menyadari itu, Suho langsung mengerti kenapa sikap Sehun berubah sejak mengetahui perjodohan itu tadi siang. Dengan hati-hati Suho bertanya pada Sehun.

“ya ! Sehunnie..”

“wae hyung ?”

“kau tidak mencintai sahabatmu sendiri kan Sehun ?”

1 detik

2 detik

3 detik..

Sehun masih diam dan masih memasang ekspresi sedih sampai ia mengeluarkan sebuah kalimat yang membuat Suho tercengang.

“aku..a-aku..aku mencintainya hyung, aku mencintai Lee Jaeshin sahabatku sendiri, aku sudah mencintainya sejak lama..aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaanku, aku terlalu takut Jaeshin akan menolakku lalu meninggalkanku, bagiku menjadi sahabatnya saja sudah membuatku bahagia hyung..” terdengar suara Sehun serak.

“Sehun, kau..menangis..” terdengar isakan Sehun yang begitu pilu, belum pernah Suho melihat sang maknae menangis dengan begitu pilunya karna seorang wanita, akhirnya ia memutuskan untuk memeluk adiknya itu.

“aku yakin semua akan baik-baik saja Sehun..uljjima..” kata Suho sambil mengelus punggung Sehun.

Tanpa mereka berdua sadari, daritadi ada orang yang mendengarkan percakapan mereka di depan pintu, ekspresi terkejut lebih mendominan pada wajah tampannya, tangannya tampak mengepal dengan kuat. Ya, Jongin mendengar semuanya..bahkan ia mendengar kalau Sehun mencintai calon istrinya, yang ia tau Sehun bersahabat dengan Jaeshin..tidak sampai mencintainya. Dan Jongin harap ia hanya salah dengar.

***     ***

Attention please, to passanger Wings Air destination Korea must to boarding to Gate 1, attention please..

Terdengar pengumuman bahwa pesawat tujuan Korea akan segera lepas landas menuju Korea, Jaeshin buru-buru menuju ke ruang tunggu agar tidak terlambat..sebelum itu ia sempat berpamitan dengan manajernya.

“ah, kau harus menjaga pola makanmu Jae, minum vitaminmu dan tidur yang cukup..selalu pakai jaket karna udara Korea pasti dingin, jangan lupa kabari aku jika kau sudah sampai..” kata sang manajer sambil menyerahkan passport kepada Jaeshin.

“kau lebih terlihat seperti seorang bibi tua daripada manajerku sarah, hahaha” Jaeshin tertawa renyah dan langsung mendapat death glare dari sarah manajernya.

“kau mau mati huh !” sarah sudah siap dengan ekspresi death glarenya ketika Jaeshin langsung berlari dan melambai ke sarah.

“bye ! hahaha”

“benar-benar gadis itu..” percuma Sarah mengumpat karena Jaeshin sudah menghilang dari pandangannya.

At aircraft..

“ah ini akan menjadi perjalanan yang melelahkan..” kata Jaeshin sambil memasanga safety beltnya dan membenarkan posisi duduknya, tak lupa sepasang earphone ia pasang di telinganya.

Terdengar pengumuman dari pilot bahwa pesawat akan lepas landas 5 menit lagi, Jaeshin lebih memilih melanjutkan tidurnya.

***   ***

Sudah berapa kali Sehun mengecek ponselnya, tidak ada tanda-tanda Jaeshin mengirimnya pesan singkat atau telfon, ia benar-benar gemas dengan tingkah sahabatnya itu, selalu membuatnya khawatir. Hingga tiba-tiba ada sesosok visual yang sangat dikenal sehun, kaus putih yang bertuliskan swagger lengkap dengan kemeja kotak-kotak merah yang tidak dikancing, celana jeans serta sepatu converse nya, gaya yang khas melekat pada sahabatnya.

“ya !!! kenapa lama sekali !!” omel Sehun pada Jaeshin, yang diomeli hanya tersenyum lebar.

“sorry, tadi aku sempat kehilangan koperku dan aku harus mengurusnya dulu jadi memakan waktu Hunnie, oh ayolah kenapa kau marah seperti ini.” Seru Jaeshin lembut sambil mencubit pipi Sehun gemas.

“geundae, ponselmu ? bahkan nomormu tidak aktif ?” Tanya Sehun sinis

“oh ponselku mati, aku tak sempat mengisi daya, hehe.” Jawab Jaeshin santai disertai cengiran khasnya.

“ah karna kau baru pulang jadi aku maafkan, mau langsung pulang atau mampir ke kedai biasa?” Tanya Sehun sambil membantu membawa koper besar Jaeshin.

“seperti biasa saja..” jawab Jaeshin santai sambil masuk ke mobil Sehun, seperti sudah tau dengan kebiasaan sahabatnya satu itu Sehun melajukan mobilnya ke kedai tteobbokki favorit mereka dari kecil.

At EXO Dorm

“Jongin, kudengar hari ini Jaeshin pulang ke Korea ?” Tanya Kyungsoo pada Kai, yang ditanya malah diam saja.

“yaaa !!! aku sedang bertanya padamu !” Kyungsoo mulai gemas dan akhirnya sebuah bantal mendarat kasar di kepala Kai, namja itu hanya meringis sambil mengambil bantalnya dan melempar asal.

“ne, dia hari ini pulang hyung..”

“geundae, kenapa kau tidak menjemputnya ? calon suami macam apa kau ini ?” suara Kyungsoo lebih terdengar seperti seorang ahjumma daripada seorang laki-laki.

Sebenarnya sekarang semua member EXO sudah mengetahui rencana perjodohan itu sejak lama, namun mereka lebih memilih diam daripada membuat skandal lagi.

“darimana kau tau hyung ? aku kira hanya aku dan Suho hyung yang mengetahuinya..” Kai Nampak terkejut dengan pernyataan Kyungsoo barusan.

“hey, bahkan kami sudah menyiapkan hadiah pertunangan untuk kalian berdua nanti. Cepatlah jemput dia Jongin..” seru Kyungsoo lembut.

“bahkan Sehun sudah berada disana lebih dulu untuk menjemputnya hyung..” jawab Kai malas, lalu merebahkan tubuhnya ke kasur empuk di kamarnya dan Kyungsoo. Satu hal yang Kyungsoo lupakan beberapa menit yang lalu adalah Sehun memang bersahabat dengan Jaeshin sejak kecil. Jadi tidak mungkin jika Sehun tidak datang ke bandara menjemput little mermaidnya itu.

“ah..arraseo, mereka memang benar-benar dekat. Tidakkah kau cemburu Kai ?” Tanya Kyungsoo sambil memainkan ponselnya.

“cemburu ? ya hyung mereka hanyalah sepasang sahabat..” jauh di benak Kai dia juga merasa cemburu dan cemas, bagaimana tidak ? jika Sehun terus di sisi Jaeshin, lama-lama pasti gadis itu akan luluh juga, begitu yang di pikirkan Kai sekarang.

Menyadari keadaan yang mendadak menjadi hening, Kyungsoo yang merasa jengah lalu melanjutkan obrolan yang memang entah topiknya apa.

“kkamjong, apa yang sedang kau pikirkan ? kau memikirkan kata-kataku tadi kan ? oh ayolah Jongin, mereka sudah sama-sama dewasa, usia mereka hanya terpaut 1 tahun kurang, kau kan tau sendiri bagaimana dekatnya Jaeshin dan Sehun , walau bagaimanapun mereka adalah manusia biasa, mereka adalah wanita dan pria normal, usia mereka saja sudah melewati 20 tahun ! “ perktaan Kyungsoo benar.

Tiba-tiba Kai bangun dan mengambil jaketnya, dia ingin memastikan hatinya..menenangkan hatinya akan perkataan Kyungsoo barusan, dia harus memastikan gadisnya dan juga hatinya, rencananya sebentar lagi akan berhasil, penantian yang panjang sudah ia lalui, sekarang gadis itu sudah di depan mata, ia tidak boleh gagal seperti dulu, ia hanya boleh gagal satu kali.

“yaaa ! kkamjong ! eodiyaa !!” Kyungsoo sekarang benar-benar seperti ahjumma sekarang -_-

Kai tidak menjawab dan langsung keluar saja, membuat Kyungsoo benar-benar kesal.

“anak itu !”

***     ***

“yaa!! Sudah berapa porsi kau habiskan tteobeokki itu Shin-ah, perutmu bisa sakit..” ini sudah yang ke tiga kalinya Jaeshin makan tteobeokki, seperti tidak mempunyai gendang telinga, kemudia ia berseru kepada paman penjaga kedai untuk memesan menu lain.

“paman, satu porsi sundae..jangan lupa saus tteobeokki nya” serunya masih dengan mulut mengunyah tteobeokki.

“gadis ini ! ya ! kau bisa sakit perut bodoh !” Sehun mulai geram lalu mengambil mangkuk kecil berisi tteobeokki dan disambut dengan bibir monyong Jaeshin yang ingin protes.

“aku tidak makan makanan seperti ini di US Hunnie, aku hanya memakan gandum dan..ewhhh menu disana tidak seenak di Korea ! oh ayolah berikan mangkuk itu Hunnie..” Jaeshin mulai lagi dengan aegyonya namun sepertinya Sehun sudah kebal dengan aegyo yang sebenarnya tidak lucu itu.

“haaaaaaaaahhhhhhh, arraseo..habiskan sisanya lalu kita pulang !” jawab Sehun sambil menyerahkan mangkuk berisi tteobeokki.

“lalu sundaenya ?? aku sudah terlanjur memesannya Hunnie” tampang memelas Jaeshin makin errr menjijikan ditambah mulut gembungnya yang sedang mengunyah tteobeokki.

“perutmu ini terbuat dari apa huh ! sundae nya biar di bungkus saja !”

***   ***

Kai mengendarai mobilnya dengan perasaan yang bercampur, antara rasa bahagia karena Jaeshin kembali, namun ia sedih karena Sehun menjadi sedih setelah mengetahui rencananya dengan Sooman sajangnim, dan ia tidak bisa membayangkan reaksi Jaeshin jika ia tau bahwa ia akan dijodohkan dengannya.

Ketika sedang melewati wilayah sungai Han mata Kai sempat menangkap 2 visual yang sangat dikenalnya sedang berada di kedai tteobeokki yang sering dikunjunginya bersama Sehun saat mereka masih training, matanya tak mungkin salah, dia..gadis itu, gadis yang disamping Sehun pasti Jaeshin.

Dan sekali lagi ia dibuat terkejut saat melihat Sehun terlihat merangkul Jaeshin, mengusap rambutnya dan yang lebih membuat Kai terperangah , mereka terlihat tertawa lepas, bahagia. Belum pernah Kai melihat Sehun maupun Jaeshin tertawa dan tersenyum seperti itu, ia benar-benar bingung sekarang.. haruskah ia tetap melanjutkan rencananya atau berhenti saja.

Menyadari ada yang memperhatikan kemudian Sehun menoleh, dan benar saja matanya tidak mungkin salah lihat, dia tau siapa pengendara mobil sport merah itu.

“bukankan itu Jongin, untuk apa dia kesini ? dia mengikutiku..” gumam Sehun.

“apa yang kau bicarakan Hunnie ?” Jaeshin yang heran karena tiba-tiba Sehun melepas rangkulannya dan bergumam sendiri.

Sadar diacuhkan kemudian dia menoyor kepala Sehun sampai lelaki itu tersadar.

“ah wae !? jangan pernah lakukan hal itu lagi Shin-ah !” seru Sehun sambil mengelus kepalanya.

“omoooo Tuan Oh Sehun sekarang jadi sensitive sekali, ahahahahaha..kajja kita ke rumahku, aku sudah merindukan abeoji..” kata Jaeshin sambil menarik lengan Sehun, yang ditarik hanya diam saja dan menurut.

TBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s