Thirteen Part 6

ccc

Nama : doraemon

Judul : Thirteen

Tag : all member exo

Genre : family, action, friendship, fantasy

Length : Chapter

—–

THIRTEEN ( chapter 6 )

Ruangnya itu hanya berukurang 4 x 4 m, dengan dinding dipenuhi oleh foto-foto yang tertempel dan ditengah ruangan terdapat sebuah piano tua. Kai melihat-lihat foto didinding dengan cepat “ah.. ini hanya koleksi fotonya…“ Kai akan bertelepotasi keluar ruangan itu namun tidak jadi, Kai mendekati selembar foto yang tertempel di dinding itu.

Kai mengambil foto yang nampaknya dicetak sudah lama karena warnanya yang mulai kusam. Kai memandang lekat-lekat foto itu dan menyadari sesuatu

“ini Clairine ? ini benar-benar dia tapi …“ mata Kai mengarah ke bagian bawah lembar foto itu “ tahun 1932 ? “ mata Kai membulat karena terkejut

—–

Kai berjalan dengan cepat dan ditangannya memegang beberapa lembar foto, dia mencari-cari Clairine dan melihatnya sedang duduk ditaman. Dia langsung mempercepat jalannya untuk menemui Clairine namun langkahnya ditahan oleh seseorang yang menarik lengannya, itu Pak Kim.

“apa yang kau lakukan ?“

“aku harus menemui Clairine sekarang! Dia hidup abadi!“

Pak Kim hanya diam tidak berkomentar apapun. Kai menunjukan beberapa foto Clairine bukan hanya ditahun 1932 tapi juga pada tahun 1945, 1987 dan 1997 dengan wajah Clairine yang sama tanpa perubahan sedikitpun.

Kai ingin melanjutkan langkahnya namun lagi-lagi ditahan Pak Kim. Kai menoleh kea rah Pak Kim “lepaskan aku! Aku harus tau siapa dia sebenarnya! Apa kau tidak terkejut Pak Kim ? kau berkerja dengan seseorang yang hidup abadi!“

Pak Kim tetap diam, Kai menyadari sesuatu “kau.. kau sudah tau dia hidup abadi Pak Kim ?“

—–

Kris dan yang lain kini menatap tajam ke arah Pak Kim yang duduk dihadapan mereka di ruangan mereka.

“siapa kalian sebenarnya ? Clairine dan kau Pak Kim ?“ Kris bertanya

“namaku sebenarnya adalah Zuka, aku orang kepercayaan Raja Venus dari klan Life. kalian juga klan Life kan ?“

Mereka berdua belas terkejut dengan apa yang dikatakan Zuka “bagaimana kau tau ?“

“tentu saja aku tau, kalian adalah cucu dari Raja Venus yang mempunyai kekuatan dengan lambang-lambang berbeda yang ada di punggung kalian“

Kai yang mulai kesal mendekati Zuka dan seperti akan mencekiknya “siapa kau!“ D.O langsung menarik Kai untuk duduk kembali

“aku adalah orang kepercayaan Raja Venus dan Artur, anaknya Raja Venus“

Mendengar nama Artur, beberapa diantara mereka terlihat ada raut kemarahan diwajahnya

“Artur ? kau bilang Artur adalah anak Raja Venus ? itu tidak mungkin! Artur adalah orang yang diperintah Raja Zattur untuk membunuh orang tua kami! Jangan membuat suatu kebohongan!“ kata Luhan

“bagaimana mungkin aku berbohong, aku benar-benar menunggu saat ini. Menceritakan semuanya dengan kalian“

Chen megacak-acak rambutnya “ah.. aku benar-benar tidak mengerti!“

Suho berdiri dari tempat duduknya menatap Zuka “apa kakek kami, Raja Venus sengaja membuang Artur saat kecil dan membiarkan dia menjadi orang dari klan Dead dan bahkan menjadi orang kepercayaan Raja Zattur ?“

Zuka tersenyum mendengar perkataan Suho “iya, kau benar Suho. Raja Venus menjadikan Artur mata-mata untuk mengetahui semua gerakan dari Raja Zattur“

Kai melihat foto-foto yang dia ambil di ruangan milik Clairine “lalu siapa Clairine ?“

Zuka terdiam, menghela nafas panjang untuk menjawab pertanyaan ini “Clairine… dia.. dialah yang ketiga belas. Anak yang punya lambang matahari dilengan kanan dan bulan dilengan kirinya“

Semua langsung terkejut mendengar perkataan Zuka.

“jadi benar yang dikatakan paman Virda jika yang ketiga belas masih hidup ?“ Kris coba menyakinkan dirinya sendiri

“iya itu benar, kalian bisa melihatnya sendiri. Dia.. Clairine masih hidup“

Semua diam, mencoba mengerti apa yang terjadi. Bagaimana bisa Clairine lah yang coba mereka cari. Xiumin yang masih merasa bingung dengan pesan yang dituliskan oleh paman virda bertanya “lalu apa maksudnya ‘bahkan lahir sebelum waktunya dia lahir’ ?

“keturanan harapan sebelumnya selalu lahir setelah yang kedua belas lahir tapi berbeda dengan Clairine, dia lahir sebelum itu“

“bagaimana bisa ? apa istri paman Oraya sudah melahirkan sebelum dia dibunuh bersama anak yang ada didalam kandungannya ?“ kali ini Lay yang bertanya

Zuka menggelengkan kepalanya “Oraya bukanlah anak dari Raja Venus, dia hanyalah bayi dari klan Life biasa lalu diangkat oleh Raja Venus untuk menutupi posisi Artur yang besar di klan Dead“

“jika istri paman Oraya tidak mungkin melahirnya maka Clairine adalah anak dari Artur ?“ D.O bertanya untuk menyakinkan apa yang sedang dia pikirkan

“iya, istri dari Artur lah yang terlah melahirnya Clairine dan…“ Zuka menghentika perkataan

“dan apa ? cepat katakan!“ D.O menekan Zuka agar cepat melanjutkan perkataanya

“dan seorang bayi laki-laki lahir bersama Clairine, dia melahirkan sepasang bayi kembar“

Perkataan Zuka lagi-lagi membuat Kris dan lainnya terkejut

“bagaimana bisa ? apa ada yang keempat belas ?“

Zuka menggelengkan kepalanya untuk jawaban dari pertanyaan Sehun itu “Clairine saat itu lahir bersama salah satu dari kalian“

Baekhyun mulai merasa kesal juga pada Zuka “apa yang kau katakan ? lahir bersama salah satu bersama kami ?“

“iya saat itu, istri Artur melahirkan sepasang bayi kembar. Satu bayi perempuan dengan lambang harapan di kedua lengannya dan satu bayi laki-laki dengan lambang jam pasir dipunggungnya“

Semua mata langsung memandang Tao yang punya lambang jam pasir dipunggungnya

“apa ? aku adalah saudara kembar Clairine ?“

Zuka mengiyakan pertanyaan dari Tao itu.

“tidak, itu tidak mungkin! Aku adalah anak kedua dari ayahku Kevi dan aku adalah adiknya Kris hyung. Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu!“

Chanyeol mencoba menenangkan Tao “Tao, tenanglah!“

“bagaiman bisa kau menyuruhku tenang hyung? Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya!“

Zuka melihat ke arah Tao “itu adalah yang kalian ketahui tapi bukanlah yang terjadi sebenarnya“

Tao berdii dari tempat duduknya akan mencekik Zuka namun dicegah oleh Chanyeol “kalau begitu cepat katakan yang sebenarnya terjadi!“

— flashback —

Artur menunggu dengan sabar saat istrinya akan melahirkan, kedua anak yang dia besarkan atau dia angkat menunggu dengan harap-harap cemas bagaimana adik mereka akan lahir. Tak lama terdengar tangisan bayi yang sangat kencang. Artur dan kedua anak angkatnya Hiro dan Liro masuk kedalam ruangan itu. Zuka, orang kepercayaan Artur dan juga temannya ikut masuk untuk melihat bayi yang baru lahir itu.

Betapa terkejutnya Artur ketika melihat 2 bayi berada didekat istrinya, istrinya melahirkan bayi kembar. “apa kau baik-baik saja?” Artur berpaling dari bayi kembarnya melihat keadaan istrinya. Sang istri tidak menjawab hanya memberikan senyuman yang memberi isyarat kalau dia baik-baik saja.

Hiro dan Liro mendekat dan mengendong kedua bayi itu, Hiro menggendong bayi laki-laki dan Liro menggendong bayi perempuan.

“Ayah seorang pengendali waktu, aku punya adik seorang pengendali waktu!” kata Hiro saat melihat di punggung adik laki-lakinya terdapat lambang jam pasir.

Wajah Artur dan isitrinya sangat terlihat bahagia “ kita akan memberikan anak itu pada Kevi dan istrinya, Kris akan mempunyai seorang adik “ istri Artur mengingatkan Artur akan rencana keluarga mereka

Tapi tiba-tiba Liro sedikit mengeluarkan suara teriakan yang membuat kaget seisi ruangan itu “apa ada Liro ? apa yang terjadi ?“ Artur langsung menghampiri Liro yang memeluk erat adik perempuannya itu

“dia bukan klan Life biasa ayah, dia punya lambang harapan“ mendengar perkataan Liro, Artur segera menggendong anak perempuannya. Betapa terkejutnya dia ketika dia melihat lambang matahari dilengan sebelah kanan dan bulan di lengan sebelah kiri anaknya. Liro benar anak ini membawa lambang harapan.

—-

Raja Venus berkumpul bersama anak-anaknya disebuah ruang rahasia. Tak lama Artur datang “ayah anakku membawa lambang harapan“ perkataan Artur membuat seisi ruangan itu kaget dan tak tau harus berkata apa.

Zuka membawa bayi kembar itu masuk “yang laki-laki membawa lambang jam pasir dan yang perempuan…“ dia berhenti berkata dan langsung menunjukan lambang pada bayi perempuan itu ke semua orang diruangan itu.

“ayah apa yang harus aku lakukan ? jika Raja Zattur tau anak harapan itu lahir, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi!“ Artur menatap tajam mata Raja Venus, sang ayah.

“inilah alasannya kenapa aku menyuruhmu menyamar menjadi salah satu orang kepercayaan Raja Zattur”

Kevi, Ziro, Jupiter, Konus, Jihan, Tami, serta Oraya tidak berkata apa-apa. Mereka bingung harus melakukan apa. Keturunan harapan tidak lahir di antara saudara ayahnya dan diantara mereka. Keturunan harapan sebelumnya lahir diantara saudara kakeknya atau ayah dari raja Venus namun mati saat masih bayi karena dibunuh.

“ayah, semua orang juga tau kalau anak dengan membawa lambang harapan akan bisa mengalahkan Raja Zattur dan menghabisi semua keturunan mereka tapi tidak ada yang berhasil mengalahkan Raja Zattur semua tewas saat mereka masih bayi tapi kali ini ayah kita harus menyelamatkan yang satu ini“ Kevi sebagai yang tertua diantara saudara-saudaranya membukakan pendapatnya yang pertama

Raja Venus tidak bersuara untuk beberapa saat lalu mengehela nafas panjang untuk memulai bicara “seperti rencana kita, anak dengan lambang jam pasir akan menjadi anak dari Kevi dan dianggap menjadi adik dari Kris. Dan anak perempuan itu….“ Raja Venus berhenti berbicara dan menatap mata Zuka lekat-lekat “..kau yang akan menjaganya”

Zuka yang diberi kepercayaan itu langsung mengiyakannya, selain dia adalah kepercayaan raja Venus dia juga sahabat baik dari ayah bayi ini, Artur.

Yakuza menemui sang ayah yang sedang duduk disingasananya “ ayah, yang kesepuluh sudah lahir, anak kedua Kevi seorang pengedali waktu“

“sepertinya bayi dengan lambang harapan tidak akan lahir lagi, kita memang selalu menang Yakuza” Raja Zattur langsung tertawa bahagia karena lawannya tidak akan lahir ke dunia ini

Tak lama, Artur datang untuk menemui Raja Zattur “anda tampak sedang senang raja“ seraya memberikan hormat pada Raja Zattur

“tentu saja Artur aku sangat senang, hanya seorang anak dnegan pengendali waktu yang lahir, bukan masalah yang besar“

Artur hanya membalas dengan senyuman tipis, dalam hatinya dia sangat ingin membunuh raja yang ada didepannya ini berpuluh-puluh tahun dia menyamar hingga sekarang menjadi orang kepercayaan Raja Zattur hanya untuk melindungi anak dengan lambang harapan dan sekarang anak itu sudah lahir, itu anaknya sendiri.

Oraya anak terakhir Raja Venus duduk termenung menatap langit tak lama istrinya datang dengan wajah senang “Oraya! Yang keduabelas lahir, seorang pengendali udara“

Oraya langsung memalingkan wajahnya yang tampak bahagia “benarkah ? baguslah jika dia sudah lahir, mereka sudah lengkap sekarang apalagi ditambah dengan anak… “ tiba-tiba Oraya berhenti berkata, dia kembali memalingkan wajahnya menhadap ke langit

“aku hanyalah anak manusia yang diubah ayah menjadi anaknya secara utuh, aku tidak bisa memberikan anak dengan tanda seperti itu untuk ayah“

Istrinya memegang pundak Oraya dan berkata “sekarang, kita bisa membantu mereka“

Oraya memalingkan wajahnya menatap wajah istrinya dengan wajah bingung

Raja Venus dan anak-anaknya berkumpul ditempat persembunyian mereka “aku mengumpulkan kalian karena ini sudah lewat satu tahun sejak kelahiran anak Artur dengan lambang harapan tapi kita masih belum menemukan cara agar kita dapat melindunginya“

Oraya yang biasanya diam tiba-tiba berbicara “ayah, aku punya sebuah rencana tapi ayah harus berjanji kalau ayah akan mengikuti rencanaku ini“

Saudaranya yang lain menatap Oraya dengan tatapan bingung. “Oraya apa yang kau katakana ? ayah harus mendengarkan rencanamu dulu baru bisa memutuskan“ Jupiter coba untuk memberi tau Oraya kalau yang dia lakukan salah itu sama seperti tidak menghormati ayah mereka yang juga merupakan seorang raja

Raja Venus menatap tajam mata anaknya itu “aku tidak berjanji akan melakukannya, tapi aku akan mendengarkan rencanamu dulu“

Oraya menatap mata istrinya yang sedang duduk disebelahnya saat ini, dia megenggam tangan istrinya kuat-kuat untuk meyakinkan dirinya sendiri

“istriku sedang hamil saat ini tapi aku yakin saat anak ini lahir dia hanyalah klan Life biasa tidak memiliki lambang-lambang seperti anak-anak yang dilahirkan oleh istri saudara-saudaraku ayah. Aku ingin Artur menyakinkan Raja Zattur kalau bayi yang sekarang dikandung oleh itriku adalah bayi dengan lambang harapan, aku yakin dia akan langsung memerintahkan Artur untuk membunuh istriku dan juga aku, jika aku mati maka mereka akan berpikir kalau keturunan harapan sudah mati ayah“

Semua orang yang ada disana kaget dengan apa yang dikatakan oleh Oraya.

Terjadi perdebatan tentang ide ini, tentu saja raja tidak setuju dan Artur juga, dia tidak ingin saudara-saudaranya berkorban demi anaknya dengan merelakan kehidupan abadi mereka. Apalagi ketika Tami memberikan ide yang lebih buruk lagi yaitu menghabisi semua saudaranya dengan begitu Raja Zattur akan berfikir kalau tidak ada yang akan melahirkan lagi tidak ada bayi harapan lagi. Artur tak habis fikir dengan semua ide ini, dia tidak akan mampu membunuh saudara-saudaranya dan istri-istri mereka lalu membawa mayat mereka ke depan Raja Zattur.

—–

Artur menemui Raja Zattur “raja, masalah besar terjadi!“

Raja Zattur langsung memajang wajah kebingungan “apa yang terjadi ?“

“istri anak Raja Venus yaitu Oraya sekarang sedang hamil“

Raja Zattur langsung turun dari tempat singgasananya menatap lekat-lekat mata Artur “apa yang kau katakan Artur! Jangan mempermainkan aku!“ Raja Zattur terlihat sangat marah dengan berita itu

“aku tidak mungkin berani mempermainkanmu raja, dia benar-benar sedang hamil, semua rakyat merayakankan raja. Keturunan harapan akan lahir!“ Artur mencoba menyakinkan Raja Zattur kalau bayi yang sedang dikandung istri adiknya Oraya adalah keturunan harapan

Raja Zattur mendekatkan wajahnya dengan wajah Artur, dia terlihat sangat marah “Artur! Aku perintahkan padamu untuk membunuh semua anak Raja Venus, tidak perduli apapun caranya kau harus membunuh mereka dan para istrinya Artur!“ dia berbalik menghadap singgasannya dan berteriak dengan keras “TIDAK ADA LAGI KELAHIRAN ARTUR!“

Artur langsung mundur dan keluar dengan badan yang terasa lemas, bagaimana mungkin dia membunuh saudara-saudaranya.

— flashback end—

“jika benar aku adalah anak dari Artur, apa ayahku membunuh saudaranya sendiri ?“ Tao bertanya dengan suara lemah

Chanyeol menggenggam tangan Tao “Tao… “

“tentu saja tidak, mereka mati karena meminum racun lalu Artur membawa mayat-mayat mereka kehadapan Raja Zattur untuk menyakinkan Raja Zattur tentang kesetiaannya“

“lalu dimana ayahku ? kau bilang dia orang kepercayaan Raja Zattur, dia pasti masih hidup“

“sayangnya Artur sudah mati Tao, ayahmu sudah mati. Tepat 25 tahun setelah kejadian itu. Artur mengatakan semuanya pada Raja Zattur dan anaknya Yakuza tentang Clairine“

Kris terlihat bingung dengan perkataan Zuka “kenapa dia mengatakannya setelah 25 tahun menyembunyikannya ?“

Zuka tidak menjawab pertanyaan dari Kris tapi Suho lah yang menjawabnya “itulah caranya untuk melindungi kita. Ketika seorang anak dengan lambang harapan berusia 25 tahun dan mulai hidup abadi maka membunuh salah satu dari kita berdua belas adalah sebuah kesalahan besar. Jika salah satu diantara kita mati maka kekuatan yang kita miliki akan menjadi milik Clairine, pembawa lambang harapan, karena itula Yakuza tidak pernah mencoba membunuh kita. Tapi jika Raja Zattur atau Yakuza bisa membunuh Clairine maka itu kemenangan besar baginya, karena jika Clairine mati maka 11 diantara kita juga akan mati bersamanya dan hanya menyisahkan satu orang“

Penjelasan Suho ini membuat sebelas saudaranya tertegun

Zuka bertanya pada Suho “apa kau membaca buku itu ?“

Suho balik bertanya pada Zuka “apa kau yang sengaja meletakannya di perpustakaan milik Clairine ?“

Zuka tersenyum “iya, aku sengaja melakukannya. Aku sengaja membawa kalian datang kemari dengan menghancurkan rumah kalian“

“ya! Jadi kau yang melakukannya ?“ Baekhyun terlihat kesal

“itulah satu-satunya cara agar kalian dan Clairine bisa dekat dan kalianlah yang akan memberitau Clairine yang sebenarnya“

—–

Ruangan itu tampak sunyi walaupun ada 10 orang disana, semua diam. Tao dan Sehun memilih melihat langit dari balkon. Kris datang menghampiri mereka

“kalian.. baik-baik saja ?“

Tak lama, Suho datang bergabung dengan mereka. Tao dan Sehun tetap diam.

“bagaimanapun kita harus memberitaukan siapa sebenarnya dirinya itu, Zuka tidak bisa melakukannya karena janjinya pada Artur kalau dia tidak akan memberitau Clairine siapa sebenarnya Clairine tapi kita bisa memberitaunya, sebelum Yakuza menemukannya“

“kenapa hyung ? kita baik-baik saja selama ini ? aku takut hyung… aku takut dia menolak siapa sebenarnya dirinya…“ Sehun hampir menangis

“kita tidak bisa seperti itu Sehun…“ D.O datang

“kita tidak bisa seperti itu, kau dengarkan penjelasan dari Zuka ? Semakin dekat kita dengan Clairine maka Yakuza semakin bisa merasakan keberadaan Clairine. Kedekatan kita dengan Clairine memberikan kita dan Clairine kebaikan dan juga keburukan karena itu kita harus saling melindungi jadi Clairine harus tau siapa dirinya.“

“kalau begitu kita pergi saja hyung, anggap saja kita tidak pernah bertemu dengannya“

Tao langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan Sehun itu “tidak Sehun! kita tidak bisa berpura-pura kita tidak pernah bertemu dengannya. Jika kita pergi kita mungkin akan hidup seperti biasanya tapi Clairine ? dia akan hidup sendirian lagi, aku tidak akan membiarkan itu apalagi setelah tau dia dan aku adalah saudara kembar. Aku benar-benar merasa bersalah atas semua rasa sepi dan sedih yang dia rasakan selama ini“

Suho memeluk Tao “tenanglah Tao, ini semua bukan salahmu. Ayahmu memisahkanmu dengannya untuk keselamatan kalian dan juga kami. Orang tua kita melakukan semua itu untuk kita“

“Clairine pasti senang saat tau kita berasal dari klan yang sama bahkan kita adalah saudara tapi menerima jika dialah yang bisa menghentikan klan Dead… aku tidak yakin dia bisa menerimanya“ kata D.O lalu meninggalkan balkon

Sehun menggenggam tangan Kris “hyung, apa yang harus kita lakukan sekarang ?“

“mencari cara untuk memberitau Clairine semuanya“

—–

“Pax dimana ayahku ?“ Yakuza menghampiri Pax yang sedang berlatih dengan samurainya

“Raja Zattur pasti ada didalam hutan, kenapa kau mencarinya ?“

“kita harus ketempat ayahku sekarang“

Yakuza dan Pax melewati rimbunnya hutan dengan cepat, mereka terbang dari satu tempat ketempat lainnya.

“ayahmu pasti didalam“ Pax menunjuk sebuah tempat seperti gua. Yakuza langsung masuk kesana diiukuti dengan Pax.

“ayah, apa kau merasakannya ?“

Raja Zattur tersenyum tipis “ya anakku, aku juga merasakannya. Anak dengan lambang harapan itu sepertinya mulai dekat dengan 12 laki-laki itu“

Pax yang mengdengarnya langsung terkejut “benarkah raja ? kalau begitu kita langsung bisa mencari mereka dan menemukan anak dengan lambang harapan itu“

Yakuza setuju dengan usul dari Pax “iya ayah, Pax benar jika memang mereka sudah dekat lebih baik bunuh mereka sekarang“

Raja Zattur menggelengkan kepalanya “sekarang bukan saat yang tepat, tunggulah sebentar lagi. Tunggulah sampai mereka benar-benar bersama. Kita bukan hanya menyakiti fisik mereka tapi juga hati mereka!“

—–

 

3 thoughts on “Thirteen Part 6

  1. Niza berkata:

    omg…, jadi gtu tohhhh…
    Jdi ini alasan knapa clirine hrus d lindungi.., krn klo dia mti otomtis sebelas lai.y jga mti…. Wahhhhh hbat bnget
    D tnggu klnjuta.y hwaiting !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s