The Lords Of Legend (Chapter 25)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

“APA?! Sehun menghilang?!”pekik Kris tak percaya dengan apa yang di katakan Baekhyun di telepon. “Bagaimana bisa?! Kalian bersamanya, kan?!” Pria tinggi itu kemudian mengacak rambutnya frustasi. “Astaga, kalian ini ceroboh sekali. Cepat cari dia!”

“Ada apa?” Suho mendengar omelan Kris dari ruang tamu dan menghampirinya. “Kenapa kau memarahi Baekhyun?”

“Sehun menghilang! Dia tidak ada di rumah sakit.”

Kali ini giliran Suho yang terkejut, “Apa?!”

“Mereka pergi membeli kopi dan setelah kembali, Sehun sudah tidak ada.”ucap Kris putus asa. “Jika dia menuju ksini, dia pasti sudah sampai.”

“Mungkin dia pulang ke rumahnya.”

“Baekhyun dan Chanyeol sedang menuju rumahnya sekarang. Aku harap begitu.”

“Odin! Zeus!” Tiba-tiba Tao muncul menghampiri keduanya dengan wajah panik.

“Ada apa Tao?”

“Terjadi kebakaran di depan gedung seni yang kita kunjungi semalam!”

Untuk yang kesekian kalinya, Suho dan Kris terkejut hebat. Apa mungkin itu adalah kebakaran biasa? Tapi kenapa begitu betulan? Kenapa harus dekat dengan tempat yang mereka bakar semalam?

“Sehun!” Kris langsung bergerak meninggalkan apartementnya begitu ia menyadari sesuatu. Yah, tidak mungkin itu tindakan Chanyeol karena dia sedang berada bersama Baekhyun saat ini. Itu pasti perbuatan Sehun.

“Suho, ada apa? Kenapa Sehun?”

Suho menghela napas panjang kemudian menepuk sebelah pundak Tao, “Tunggulah disini dan jaga yang lain. Aku harus pergi.”

Suho tidak membiarkan Kris pergi sendirian. Pria itu menyusul di belakangnya dengan mobil sportnya. Ini gawat, mungkin Sehun kembali untuk kembali memastikan tentang keberadaan ibunya. Dia pasti kembali karena dia belum menemukan ibunya. Sial. Orion benar-benar mempermainkan perasaan Sehun agar dia menjadi marah.

Suho mempercepat laju kendaraannya. Dia harus segera sampai disana sebelum Sehun lepas kendali.

***___***

SEHUN POV

Kau tau hal apa yang paling aku pentingkan selama ini?

Ibuku.

Ayahku selalu mengatakan jika anak laki-laki harus menjaga ibunya. Harus melindungi ibunya dan membahagiakan ibunya bahkan setelah ia menikah. Selama ini, aku selalu berusaha melakukan itu. Aku bahkan mengorbankan waktu bermain bersama teman-temanku demi menjaga kios bunga. Aku tidak perduli ketika mereka mentertawakanku dan menganggapku seperti perempuan. Aku tetap membantu ibuku agar dia tidak kelelahan.

Terkadang, aku bahkan mencari pekerjaan tambahan. Melakukan apapun yang bisa menghasilkan uang hingga tidak jarang aku jatuh tertidur di kelas karena terlalu kelelahan.

Awalnya, aku pikir hidupku sangat tidak adil. Ayahku pergi ketika aku masih sangat kecil dan keluargaku jatuh miskin. Tapi seiring berjalannya waktu, semua hal yang berat itu mengajarkanku agar menjadi lebih tegar. Aku tumbuh menjadi anak laki-laki yang kuat dan pantang menyerah.

Julukanku adalah si Manusia Besi.

Aku pikir, semua kesulitan sudah aku lewati. Aku pikir, saat ini adalah waktunya aku bisa bahagia. Tapi, ternyata aku salah. Satu persatu orang yang aku sayang menghilang. Ayahku, Ilhoon dan kini ibuku.

Ketika satu-satunya semangat yang aku miliki juga menghilang, aku rasa aku tidak bisa melanjutkan hidupku.

Kini aku sendirian. Kini aku sebatang kara.

***___***

AUTHOR POV

“Sehun!”

Kris menemukan punggung Sehun yang tengah bersimpuh di lantai dengan napas terengah. Perlahan, ia berbalik dan membuat Kris seketika terkejut karena sekujur tubuhnya di penuhi darah.

Di pangkuannya, ia memeluk tubuh seseorang. Tubuh seseorang yang juga di penuhi dengan warna merah.

Mata Kris terbelalak lebar. Ia harap pikirannya salah. Ia harap semua hal buruk yang tiba-tiba ia pikirkan tidak benar.

“Kris, kau—“ Di belakang dewa tinggi itu, Suho muncul. Ekspresinya juga sama begitu ia mendapati penampilan Sehun. Terperangah. Terbelalak.

“Sehun…” Kris berjalan mendekati pria itu, ingin memastikan keadaannya karena ia tidak bisa membaca apapun dari raut wajahnya.

Sehun meletakkan tubuh itu di lantai dan perlahan berdiri. Kini, jelas terlihat sosok tubuh itu. Yah, itu dia. Wanita yang tiba-tiba menghilang. Wanita yang di cari Sehun sejak kemarin. Wanita yang paling berarti untuknya.

Taeyeon.

“Omoni…” Suho menutup mulutnya dengan telapak tangan, matanya semakin melebar. Rasa terperangahnya semakin menjadi-jadi.

“Dia…dibunuh.” suara pertama Sehun akhirnya terdengar. Datar dan dingin. “Dia…digantung di tali itu dalam keadaan sudah tidak bernyawa.” Ia bergerak maju dua langkah mendekati Kris dan Suho. “Dia…meninggal!”

Nada tajam yang penuh luka. Yah, keduanya bisa merasakan itu. Suara yang bisa menjelaskan bagaimana pedihnya rasa sakitnya. Bagaimana pedihnya kesedihan yang dirasakannya.

“Sejak aku bertemu dengan kalian, hidupku menjadi berantakan!” Sorot mata tajamnya kini jelas terlihat, menatap Kris dan Suho lurus-lurus.. “Sejak aku bertemu dengan kalian, aku bahkan lupa bagaimana rasanya bahagia!”

“Sehun…”

“Pertama Ilhoon, dan sekarang ibuku! YAH, IBUKU! KALIAN MEMBUNUHNYA!”

Ares, tenang. Kau mulai di pengaruhi!”

“AKU BUKAN ARES!” suaranya kini menggelegar. Pusaran Angin mulai terbentuk di tangan kanannya, menggoyang-goyangkan horden jendela. “Aku bukan Ares!”

“Sehun, dengarkan aku. Orion sengaja melakukan ini agar dia bisa mengendalikanmu! Agar kekuatanmu negatif!” Suho mencoba membujuk Sehun.

Sehun menundukkan kepalanya dalam-dalam, “Di dunia ini, aku hanya memiliki ibuku. Aku tidak memiliki siapapun kecuali ibuku. Kenapa kalian melakukan ini? Kenapa kalian membuatku kehilangan ibuku?” histerianya berubah menjadi tangisan pilu. Di balik tunduknya, ia menangis sejadi-jadinya. Tangisan pertama yang mereka lihat dari dewa terkuat itu. Sebuah tangisan yang menunjukkan jika seseorang telah memukul telak titik terlemahnya. “Apa Kalian bisa menghidupkan orang mati? Apa kalian bisa mengembalikan keadaan ibuku?” Ia mengangkat wajahnya perlahan, memperlihatkan pada Kris dan Suho wajahnya yang sudah basah. “Aku ingin ibuku.”

Kris menelan ludah. Ia terlalu shock dengan semua yang telah terjadi hingga tak bisa berkata-kata. Dia tau, tidak ada hal yang bisa menghibur Sehun saat ini.

Sehun berbalik, ia menyeret langkahnya, menghampiri tubuh ibunya yang sudah terbujur kaku. Mereka bilang, tidak ada sesuatu yang mustahil di dunia ini. Tapi, kenapa mereka tidak bisa menghidupkan orang yang sudah mati? Kenapa mereka tidak bisa membeli waktu?

Sama terkejutnya dengan Kris, Suho memberanikan dirinya mendekati Sehun. Ia berjongkok di sisi kanannya, menepuk pundak pria itu pelan.

“Kita kuburkan ibumu.”

Sehun tidak bersuara. Rahangnya mengeras bersamaan dengan giginya yang menggertak.

“Aku ingin pergi ke Olympus.” desisnya tajam. “Malam ini!”

***___***

Kesedihan akan kehilangan itu melekat pekat. Tidak ingin pergi, apalagi hilang. Pria tinggi itu menolak untuk bertemu dengan siapapun. Terus berdiam diri di rumahnya setelah ia menguburkan sendiri jasad ibunya di halaman belakang rumah.

Kesadarannya seakan menghilang. Ia seperti mayat hidup yang kehilangan kebahagiaan. Duduk menyendiri di dalam kamarnya, ia membiarkan kegelapan menyelimuti dirinya.

Sementara tak jauh dari rumahnya, seseorang berlari hingga kakinya terasa nyaris putus. Seperti melawan ruang dan waktu, ia berlari secepat mungkin hingga perutnya terasa terkocok.

“SEHUN!”

Minhyuk menerobos masuk rumah yang terlihat sunyi itu. Hari sudah hampir malam dan tidak ada penerangan apapun disana. Pria itu, mendobrak pintu rumah sederhana itu secara paksa dan langsung mencari-cari sosok sahabatnya yang tidak terlihat selama beberapa hari ini.

“SEHUN! PARK SEHUN!” teriaknya sambil terus berkeliling. Hingga saat dia membuka pintu sebuah ruangan, akhirnya ia menemukan sosok itu di sudut ruangan.

Perlahan, Minhyuk mendekati dirinya. Dengan jantung yang juga berdebar-debar tak karuan. Rasa takut namun juga khawatir kini beradu. Dia tidak mungkin menyakiti sahabatnya kan? Dia tidak mungkin menjadi buta kan?

Some Hours Ago…

“Baekhyun, kau pikir Sehun ada di rumah?” Chanyeol menoleh, menatap Baekhyun yang sedang berjalan di sampingnya.

Baekhyun mengendikkan bahunya, “Tidak tau. Mungkin saja.”

“Ah, kenapa tempat ini benar-benar sepi dan gelap? Padahal ini masih sore.”

“Sepertinya ini adalah lingkungan pinggiran jadi tidak banyak orang yang pergi kesini saat sore atau malam hari.”jawab Baekhyun.

“Kasihan sekali, Sehun. Hidupnya benar-benar susah.” Chanyeol menghembuskan napas panjang. “Baekhyun, bagaimana jika kau nyalakan lampu jalannya? Agar orang-orang yang lewat tidak merasa takut.”

“Hey, mereka belum menyalakannya. Biarkan saja.”tolak Baekhyun.

“Aku hanya khawatir jika perempuan atau orang tua yang lewat. Mereka akan merasa takut. Lagipula tinggal beberapa jam lagi lampu itu akan di nyalakan. Hari ini, nyalakan lebih awal.”

Baekhyun membuang napas panjang, enggan bertengkar dengan dewa raksasa itu hanya karena masalah lampu.

“Baiklah.”

Baekhyun megayunkan tangannya dan menyalakan lampu jalan yang terjejer disana. Satu persatu, lampu-lampu mulai menyala, menerangi jalan setapak itu. Namun, senyum mereka menghilang tak lama kemudian karena di depan mereka, seseorang berdiri dengan tatapan terperangah hebat. Di terangi sinar lampu-lampu jalan, Minhyuk menatap Baekhyun dan Chanyeol lurus-lurus.

“M-minhyuk.” Baekhyun dan Chanyeol tak kalah terkejut. Astaga, ini gawat! Seseorang melihat kekuatannya.

“Baekhyun…apa yang sedang… kau lakukan?” Minhyuk tergagap hebat. “Kau…menyalakan…lampu-lampu…”

Baekhyun dan Chanyeol tidak berkutik sama sekali. Keduanya tidak mampu menjawab pertanyaan Minhyuk hingga mereka menghubungi Suho. Suho menyuruh mereka membawa Minhyuk ke apartement dan disana, pada akhirnya Suho menjelaskan semuanya. Tentang identitas mereka, tujuan mereka, dan Sehun.

Pada awalnya, Minhyuk sama sekali tidak percaya akan hal itu. Tapi, begitu ia melihat kondisi Kai dan Luhan serta kekuatan dari para dewa, dia akhirnya mempercayai itu.

***___***

Berhati-hatilah, dia sedang tidak terkendali saat ini…

Ucapan Suho terus terngiang di kepala Minhyuk. Sebuah peringatan yang menyuruhnya untuk tidak mendekat. Tapi hatinya menolak melakukan itu. Sehun adalah sahabatnya dan dia percaya Sehun tidak akan meyakiti dirinya.

“Sehun.”panggil Minhyuk pelan. Ia menjatuhkan dirinya di depan sahabatnya itu. “Sehun.”panggilnya lagi.

Sehun mengangkat kepalanya, memperlihatkan matanya yang sudah sembab. Ia menatap Minhyuk dengan tatapan sendu. Mata Minhyuk melebar melihat keadaan Sehun. Keadaan yang jauh dari kata baik. Dia benar-benar terlihat menyedihkan.

Minhyuk langsung menggenggam kedua tangan Sehun erat-erat, “Kau baik-baik saja, kan? Iya kan?”tanyanya. “Maafkan aku karena aku tidak ada ketika kau mendapat kesulitan. Maafkan aku, Sehun.”

“Menjauhlah, Minhyuk.”balas Sehun serak. “Menjauhlah. Karena kondisiku sedang tidak baik sekarang. Aku mungkin bisa melukaimu.”

“Kau tidak akan melukaiku.” Ia menggeleng. “Aku percaya kau tidak akan melakukannya.”

“Jangan mengatakan hal-hal seperti itu. Aku mohon.” Mata Sehun kembali di genangi air. “Jangan membuatku menganggap jika aku memiliki sesuatu yang penting. Karena mungkin aku akan kehilangan lagi.”

“Kami tidak meninggalkanmu. Mengerti?” Minhyuk mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Sehun. “Kami tidak meninggalkanmu.”ulangnya lagi. “Ayahmu, Ilhoon dan ibumu. Kami semua selalu bersamamu.”

Kesedihan itu tak lagi mampu di tahan oleh Sehun. Tangisannya kembali menyeruak keluar. Untuk yang kesekian kalinya memperlihatkan bagaimana hebatnya titik lemahnya itu telah di kalahkan.

“Tapi sekarang aku sendirian. Aku tidak memiliki siapapun lagi, Minhyuk.”isaknya. “Kau tau aku hanya memiliki ibuku di dunia ini, lalu kenapa mereka mengambilnya juga?! Jika menjadi dewa membuatku menjadi sendirian maka aku tidak ingin melakukan itu! Aku tidak mau! Aku ingin ibuku! Aku ingin dia kembali!”

“Sehun, tenanglah. Kau harus tenang.” Minhyuk mengguncang tubuh Sehun, mencoba menenangkannya.

“Harusnya sejak awal mereka tidak memberikanku kesempatan untuk menjadi manusia. Harusnya sejak awal, mereka tidak memberikanku kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya memiliki sebuah keluarga. Aku sudah berusaha sebaik mungkin. Ketika mereka memintaku untuk pergi bersama mereka, aku menyetujuinya. Tapi kenapa balasannya justru seperti ini?”

“Sehun, mereka tidak membunuh ibumu.”

“Tapi aku kehilangan semuanya karena mereka! Karena aku adalah salah satu bagian dari mereka!”

“Sehun…”

“Aku bersumpah aku akan mencari Orion! Aku bersumpah aku akan membunuhnya!”

“Kau gila?! Kau tidak bisa melakukan itu, Sehun!”

“Kenapa tidak bisa?!” suara Sehun mulai meninggi. “Dia telah membunuh Ilhoon dan ibuku! Maka dia juga harus berakhir di tanganku!”

***___***

“Dimana Orion?! Dimana dia?! ARGH!” Kris mengacak rambutnya frustasi. “Dia telah berhasil mengacaukan semuanya! Dia berhasil!”

“Jadi kekuatan Sehun benar-benar negatif?”tanya Xiumin.

“Kemungkinannya 90%”sahut Suho, wajahnya terlihat tenang namun yang lain sangat tau jika dia juga memendam kekhawatiran. “Wajahnya sangat marah ketika dia mengusir kami.”

“Odin, tapi dia tidak bisa membunuh Orion. Hanya Thor yang bisa melakukannya. Jika dia melanggar itu, dia bisa di hukum.”ucap Baekhyun.

“Dia akan di kurung di dalam Erebos dan mendapat hukuman disana.” D.O menimpali.

“Itu bisa diatasi karena Thor sebentar lagi akan kembali. Dia pasti tidak akan tinggal diam.” Chanyeol mencoba menghibur yang lain. “Jika Thor yang membunuh Orion maka Sehun tidak akan di hukum.”

Tao melirik arlojinya, “Satu jam lagi sebelum dia kembali. Sebaiknya kita berkumpul.”

***___***

Minhyuk memberikan penghormatannya di depan makam Taeyeon lalu menoleh ke belakang, kearah Sehun yang sedang duduk tanpa kesadaran di balkon. Pria itu menghampirinya dan menjatuhkan diri di sampingnya.

“Kau benar-benar akan pergi?”tanya Minhyuk menatap sisi wajah Sehun. “Kau benar-benar akan pergi ke Ollympus?”

Sehun mengangguk, “Orion ada disana.”

“Bagaimana kau tau? Bagaimana jika dia masih disini?”

Sehun menggeleng pelan, “Dia meninggalkan sebuah pesan untukku. Dia bilang, aku bisa mencarinya di dalam Erebos.”

“Erebos?” kening Minhyuk berkerut.

“Aku tidak tau tempat apa itu tapi jika tidak salah, D.O memegang penuh kekuasaan atas tempat itu.”

“Lalu kau akan meminta D.O untuk membiarkanmu masuk?”

“Dia tidak akan mengijinkanku.” Ia menggeleng lagi. “Aku harus mencari pintu masuknya sendiri.”

“Sehun, tapi bukankah lebih baik jika kalian bersama?”

“Yang di bunuh adalah ibuku.”balasnya. “Aku yang akan mencarinya sendiri.”

Minhyuk terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berseru, “Aku akan mendukung semua keputusanmu. Yang jelas, aku harap kau akan baik-baik saja.” Ia terdiam beberapa saat kembali. “Dan aku harap, kau bisa kembali.”

***___***

Sosok yang mereka tunggu akhirnya muncul. Menerobos masuk ke dalam apartement mereka membuat yang lain langsung berdiri untuk menyambutnya. Chanyeol memeluknya pertama kali, menumpahkan kerinduannya pada sahabatnya itu.

“Kau kembali, Chen. Senang melihatmu lagi.”

Chen menguraikan pelukannya dengan senyum, “Terima kasih karena selalu menungguku.”

“Kau jauh lebih segar. Syukurlah kau baik-baik saja.”seru Suho tak kalah gembira melihat kehadiran Chen.

“Terima kasih, Odin.”

“Lalu apa yang kau dapatkan setelah berhibernasi?”tanya Tao.

“Orion merubah sosoknya menjadi orang lain. Dia teman sekelasku, Kim Kibum.”

“Yah, kami sudah tau itu.” Baekhyun mengangguk membuat Chen mengerutkan keningnya bingung.

“Banyak hal yang telah terjadi selama kau pergi. Kami sudah mengetahui hal itu lebih dulu.”jelas Xiumin.

“Apa yang sudah terjadi?” Chen merasakan ada sesuatu buruk yang telah terjadi selama kepergiannya.

“Kai terluka parah dan nyaris kehilangan kakinya. Luhan ikut merasakan hal itu karena Schezi-nya. Selain itu, dia juga berhasil mempengaruhi kekuatan Sehun dan sepertinya kekuatan itu menjadi negatif.”

Mata Chen sontak membulat, “Apa?! Bagaimana bisa?!”

“Dia sangat pintar. Dia membuat Sehun tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia membunuh Taeyeon.”

“Astaga.” Chen menutup mulutnya dengan telapak tangan karena begitu terperangah.

“Sekarang, kau harus menemukannya sebelum Sehun yang membunuh Orion.”perintah Kris.

“Maafkan aku, Odin, Zeus. Lagi-lagi aku gagal menjalankan misiku.”ucap Chen penuh penyesalan. “Aku benar-benar minta maaf.”

“Tidak ada waktu untuk menyesal, Chen. Sekarang lakukan pekerjaanmu dengan baik.”

Chen menghembuskan napas panjang, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Kemudian, ia memejamkan matanya, merasakan keberadaan Orion.

“Astaga!” Beberapa saat kemudian, ia terkejut dengan penglihatannya sendiri.

“Ada apa?! Apa yang terjadi?!”tanya Chanyeol panik.

“Orion…sekarang dia ada di Ollympus!”

“Apa?!”

“Kita harus segera kesana, Odin. Kita harus segera kembali!”

Rahang Suho sontak mengeras, dia tidak bisa menahan kekesalannya lagi. Orion sudah keterlaluan!

Melihat perubahan ekspresi wajah Suho, Kris mendekat dan menepuk pundaknya pelan, “Suho, sebaiknya kita—“

“Apa itu?!”

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Kris dan yang lain menoleh dan menatap kearah telunjuk Chanyeol yang berdiri di depan jendela. Ia menunjuk ke arah sebuah cahaya putih besar yang menuju ke langit. Cahaya yang bahkan terlihat jelas dari tempat mereka sekarang.

“Tunggu…bukankah itu…” Baekhyun menatap Suho dengan mata melebar.

“Sehun.”sahut Kris. “Dia memberikan isyarat.”

“Kris, kita harus segera bergegas. Kedua belas dari kita harus membuka jalan dan segera kembali. Para warga bisa mencurigai cahaya itu!”

Kris terdiam sejenak hingga akhirnya ia mengangguk, “Kita kembali.”

TBC

66 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 25)

  1. 민 슬 라 (민 욘 기)😘 berkata:

    Huuuuu., omooooooo thor daebak bnget karanganya jadi ngefenss dah ah 😱ya mudah mudahan positif kekuatan uri thehun ㅋㅋㅋㅋ 😁 sumpah ini aku suka cerita yg kaya gini fantasinya kga separo separo JANGGGG BINGO 😆👍 aku suka aku suka . Sehun kayanya frustasi bngt ya aku bacanya ampe baperr thor pas ilhoon mingingal aku sempat menitihkan air mataku thor hiks #ngelapingus
    Dapet bngt deh pokonya seru seru authornim memang JANGGG 👊😆 FIGHTING THOR 😤👊 see u authornim 안녕 #cipokkiricipokkana…😒basah

  2. 민 슬 라 (민 욘 기)😘 berkata:

    😱Eonni mianhaeyo aku baru nemu ini ff jadi aku ke asikan baca sampai lupa komen ㅋㅋㅋ 미안… 응 ? ☺ aigoo eonn karangan mu memang JANGGGG BINGOOOOOOO 😱 …YA AMSYONG 😱AKU NGEFANSS DAH AH AH AH 😃#ilahmulaysakitnyakumatabaykan

    aigoo Eonni thehunya kayanya penyang bnget ya jadi pengen di chayang ama ci thadel 😊 thehun ㅋㅋㅋ Lanjutin dong eonni 응 aku ga sabar bahasa ff nya bikin aku suka fantasynya ga separo separo jadi jadi aku SUKA 😆 Eonni aku ngebayangin nya ampe kga napak tahu ampe ke bawa halu nya ㅋㅋㅋㅋ aku sempet nitihin air mata pas liat adegan ilhoon sama thehun yg mau meningal itu tuh eonn sampe menitihkan air mata putri duyung hiks 😣😭😪#ngelapingus
    Pokonya aku suka bnget mudamudahan cepet kelar aku ga sabarrrrrr 😣mau baca Lagy lagy and lagy

    Eonni Semangat terus ya 😊. Goodluck . Fighting . Datebayo ma’annajah fi hayatikum 👊😤 hihi Make bayak bahasakan aku iya lah aku kan termasuk kluarga sisgmun 😎 eh apa dah tadi namnya aku jadi lupa 😖kluarga raimbocaek hihihi 😆gatau ah bener apah kga tulisanya intinya aku Ikutan Kluarga cogan itu jadi aku paling cantik ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ😁😜😃😄#mulai ga jelas

    Hehehe see u eonni yeppeun😊#cipokkanan😙cipokkini😘……😒basah 😅

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s