Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 5

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

“Apa dia pikir dia tampan? Dia hanyalah seorang pria yang menyebalkan! Aku membencinya. 100 kali membencinya! 1000 kali membencinya!”

“Hey, hey…calm down, ms.” Amber mendorong gelas minuman Kristal mendekati gadis itu.

Sulli hanya menghela napas panjang, “Aku tidak mau mengakuinya tapi Jongin dan teman-temannya itu memang cukup terkenal di kalangan murid sejak SMP. Aku tidak mengatakan mereka tampan, tapi dulu, Jongin adalah kapten sepak bola di sekolah dan Taemin adalah kapten basket. Nama mereka cukup jadi perbincangan di kalangan murid-murid.”serunya. “Dan sepertinya hal itu akan terulang lagi di sekolah ini. Apalagi ketika mereka semakin lama semakin tumbuh tinggi. Aku tidak pernah menyadari jika Oh Sehun bisa setinggi itu sekarang. Dulu, dia sangat pendek.”

“Jika kau terus meladeni mereka, kau akan terus di goda. Sebaiknya kau abaikan saja.”saran Amber.

“Mengabaikannya? Bagaimana bisa? Dia duduk tepat di sampingku dan…” Krystal menghentikan ucapannya karena terlalu kesal. “…dan kau dengar kan apa yang dia ucapkan tadi? Dia bilang aku bukan tipenya!”

Sulli terkekeh, “Kau tersinggung karena itu? Kau ingin menjadi tipenya?”

“Aish, bukan begitu.” Krystal mendengus. “Aku kesal karena dia bersikap seolah-olah dia adalah yang paling tampan!”

“Yah…yah…aku tau. Lagipula tidak mungkin kau menyukai Jongin karena kau menyukai Minho sunbae.”

“Ya, apa yang kau katakan?” Krystal memukul lengan Sulli pelan, pipinya sontak merona merah.

Sulli terkekeh, “Aku benar, kan?”

“Tidak begitu.” Krystal cemberut.

“Tapi ngomong-ngomong, bukankah dulu Jongin juga tidak terlihat dekat seorang gadis? Dia selalu bersama teman-temannya, kan?”sahut Amber mengingat-ingat masa lalu mereka.

Sulli mengangguk, “Yeah, ketika Jonghyun pergi berkencan dengan Luna, Sehun pergi menggoda para senior, Jongin hanya pergi dengan Taemin.”

“Taemin tidak bisa pergi kemanapun karena dia hanya mengikutimu.”

Sulli langsung mendengus, “Tsk.”

“Ah! Tapi jika tidak salah, aku beberapa kali melihatnya pergi keluar dengan seorang gadis yang lebih tua. Gadis itu juga sering menjemput Jongin dulu.”

“Kau benar!” Sulli langsung mengangguk-anggukkan kepalanya. “Aku juga pernah melihatnya dan beberapa teman sekelas melihatnya!” kemudian ia mencibir. “Oh, jadi tipenya adalah wanita yang lebih tua.”

“Tsk, dia bahkan di jemput.”decak Krystal sambil geleng-geleng kepala. “Mungkin itu tujuannya berpacaran dengan wanita yang lebih tua.”

Sulli terkekeh, “Apa mungkin begitu?”

“Sudahlah, kenapa jadi membicarakannya?” Krystal baru tersadar jika sejak tadi mereka membicarakan Jongin.

“Ah, kau benar. Kenapa kita membicarakan si bodoh itu? Ayo cepat habiskan makananmu.”

***___***

“Ini.”

Sehun meletakkan selembar kertas di depan Jongin membuatnya langsung mendongak dengan kening berkerut..

“Apa ini?”

“Formulir pendaftaran klub sepak bola.” Ucapnya lalu menjatuhkan diri di kursinya sendiri. “Kau pasti memilih klub itu, kan? Aku juga sudah mengisi milikku.” Pria itu lantas tersenyum sambil mengangkat formulir miliknya.

“Oh? Apakah formulirnya sudah keluar?” Jonghyun berdiri dari duduknya dan menghampiri Sehun.

Sehun mengangguk, “Ada di depan papan pengumuman.”

“Kalau begitu aku akan pergi mengambilnya.”

“Jonghyun, ambilkan untukku juga. Formulir klub basket.”seru Taemin sesaat sebelum Jonghyun meninggalkan kelas. Jonghyun mengangguk kemudian pergi.

“Cepat isi, kita akan menyerahkan pada kaptennya sore ini.”

“Aku tidak akan mendaftar.”seru Jongin pelan.

“Huh?”

Jongin menurunkan komiknya dan menatap Sehun, “Aku berubah pikiran. Aku rasa aku akan ikut klub basket.”

“Apa? Kenapa?” Sehun terkejut mendengar pernyataan Jongin barusan, begitupun Taemin.

“Kau ingin masuk klub basket?” Taemin bertanya ulang. “Kenapa?”

“Memangnya tidak boleh? Aku tidak terlalu pandai bermain basket dan selalu kalah darimu,aku ingin berlatih.”

“Itu alasanmu?” Taemin memandang Jongin ragu.

Jongin mengangguk, “Itu alasanku.”

“Ck, Jongin ayolah. Kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran? Biasanya kita selalu bermain bola bersama, kenapa kali ini kau mau pindah ke klub basket?” Sehun mendesah. “Kau tidak serius dengan itu, kan?”

“Aku serius, Sehun. Memangnya wajahku terlihat sedang bercanda?”

“Kau menyebalkan!” Sehun seketika cemberut dan membalik tubuhnya ke depan.

“Ya, kau marah?”

“Jangan bicara denganku!”

***___***

“Baiklah. Sekarang kalian kerjakan dulu.”

Guru pengajar meninggalkan ruang kelas karena mendadak memiliki urusan yang harus segera di selesaikan, meninggalkan segudang tugas matematika untuk murid-muridnya yang merasa jika jam kosong itu akan menjadi sia-sia.

Mereka tetap tidak bisa bermain walaupun tidak ada guru di kelas. Menyebalkan.

“Sehun,” Taemin menyenggol siku Sehung dengan sikunya. “Kau tau jawaban nomor satu?”

“Ya, aku bahkan belum melihat soalnya.”cibir Sehun.

“Berikan aku jawaban nomor 1 sampai 50.”

Sehun sontak melotot, “Kau pikir aku mengerti? Aku juga membenci matematika.”

Taemin mendesah panjang lalu menoleh ke belakang, menatap Jongin. “Hanya kau harapan kami.” Ia mengulurkan tangannya dan menepuk pundak Jongin. “Berjuanglah, kawan.”

Jongin hanya terkekeh lalu kembali mengerjakan soal matematikanya.

Krystal melirik pria itu diam-diam. Kenapa dia terlihat tenang? Apa dia benar-benar mengerti matematika? Sungguh? Pria menyebalkan itu bisa mengerjakan soal-soal sulit ini? Gadis itu terus bergumam dalam hati.

Oh, Tuhan. Aku benci matematika.

Sama seperti murid-murid kebanyakan, Krystal sangat membenci matematika karena dia tidak mudah mengerti rumus-rumus rumit itu. Dia lebih menyukai Bahasa Inggris atau Kesenian daripada menghitung angka-angka. Soal ini membuatnya hanya bisa menghela napas panjang dalam hati.

“Apa kau sedang mengerjakan soalmu?”suara Jongin membuyarkan lamunannya. Pria itu menyeringai, “Kau sangat hebat. Bahkan dengan menatapi soalmu saja, kau bisa mengerjakan soalmu. Hebat sekali.” Kemudian ia bertepuk tangan.

Krystal melirik sinis kearah pria yang sedang tersenyum geli itu sambil menarik bukunya ke sisi kanan, sedikit menjauhkan diri dari pria itu.

“Sini, biar ku bantu.” Jongin tiba-tiba meraih tangan kiri Krystal, meletakkannya di atas mejanya sambil menekan tangan gadis itu dengan tangannya sendiri.

“Ya, apa yang kau lakukan?” Krystal mencoba menarik tangannya namun genggaman Jongin lebih kuat.

“Aku ingin membantumu mengerjakan soal.”ucapnya santai. Lalu tanpa berdosa menulisi telapak tangan Krystal dengan bolpoin. “Jadi, kau harus mulai dengan perkalian ini dulu lalu cari akar dari angka yang ini dan—“

“YA!”

Krystal menarik tangannya kasar. Matanya membulat lebar, melototi Jongin yang memasang tampang tanpa berdosanya. Sementara seluruh murid langsung berbalik ke belakang, menatap keduanya.

“Krystal, kau mengagetkanku.”seru Jonghyun menghusap-husap dadanya.

“Jongin, apa yang kau lakukan sampai dia berteriak keras begitu?” Sehun mulai menggodanya, ia melirik Taemin dengan senyuman menyeringai.

Taemin mengerti isyarat Sehun, “Kalian tidak melakukan hal seperti yang kalian di sudut itu, kan?”

“Memangnya apa yang kami lakukan?” Jongin bertanya dengan nada lembut, membuat Krystal semakin merasa kesal.

“Itu…berc…”

“Stop!” Sehun membungkam mulut Taemin dengan telapak tangan. “Andwae…kau tidak boleh mengatakannya. Andwae!”

“Taemin, jangan mengajarkan hal-hal aneh pada Sehun. Dia masih kecil.”sahut Jonghyun dari bangkunya.

Taemin melepaskan tangan Sehun, “Bukan aku. Jongin dan Krystalyang melakukan hal-hal dewasa di sekolah!”

Seketika murid-murid tertawa keras. Termasuk Jongin yang menikmati ejekan teman-temannya itu.

“YA! Lee Taemin, kau!” Krystal berdiri dari kursinya, melotot kesal sambil menunjuk Taemin. Namun, Taemin masih saja tertawa geli. “AKU TIDAK MELAKUKAN APAPAUN! JANGAN BERPIKIR YANG TIDAK-TIDAK!” Tidak bisa menahan kekesalannya lagi, akhirnya amarah Krystal meluap keluar.

Jongin ikut berdiri, “Lihat, dia bahkan memintaku untuk mengajarinya matematika.” Ia mengangkat tangan Krystal, menunjukkan pada teman-teman hasil coretannya tadi.

Krystal langsung menepis, ia menatap Jongin lurus-lurus, “Kau benar-benar cari masalah denganku.”desisnya.

Jongin tersenyum kalem, “Apa menurutmu begitu?”

“Kita lihat saja.”

Krystal mengambil bolpoinnya lalu dengan cepat mencoret pipi Jongin.

Jongin tersentak, “Ya, apa yang kau lakukan?!” pria itu memegangi pipinya. “Kau mencoret wajahku?”

“Kau pikir aku tidak bisa melakukannya?”

“Dasar, menyebalkan.”

Jongin menyerang balik. Pria itu berusaha merebut bolpoin Krystal namun Krystal menjauhkan tangannya. Seketika kelas menjadi ramai dengan sorakan murid-murid, sedangkan Sulli dan Amber hanya bisa menghela napas panjang. Dua orang itu, kenapa mereka harus duduk bersama?

Keributan yang terjadi di kelas itu membuat seorang guru yang ada di kelas sebelah mendatangi kelas itu sambil membawa penggaris panjang. Murid-murid langsung terdiam sedangkan Krystal dan Jongin tertangkap basah sedang berebut bolpoin.

“Apa kalian berdua adalah anak SD?”teriak guru itu dari ambang pintu. “Kenapa kalian berebut bolpoin?”

“Dia menoret pipi saya, sonsengnim.” Jongin menunjuk Krystal.

“Apa? Kau yang duluan!”elak Krystal.

“Enak saja. Kau yang—“

“Kalian berdua, keluar!”

***___***

Waktu berjalan sangat lambat ketika dia membutuhkannya. Krystal benar-benar ingin waktu berputar dengan cepat dan membawanya ke tahun depan, ketika dia naik kelas dan akhirnya berpisah dengan Jongin. Dia sudah muak. Anak itu selalu saja mencari masalah. Jika dipikir-pikir, semua ini hanya karena sebuah kursi. Yah, sebuah kursi!

Di depan kelas, dua orang yang menjadi biang keributan itu, terpaksa harus menerima hukuman, berlutut sambil mengangkat kedua tangan keatas. Sudah berlalu 30 menit dan rasanya bahu Krystal akan lepas karena terlalu pegal. Sampai kapan hukuman ini akan berlanjut?

Jongin melirik samar, menatap Krystal yang terus meringis. Dasar, dia lemah sekali, gumam Jongin dalam hati.

“Istirahatlah. Lagipula tidak ada guru yang melihat.”Jongin berseru pelan tanpa menoleh.

Krystal menatap Jongin dengan kening berkerut, “Apa kau bilang?” Dia tidak salah mendengar, kan?

“Kau bisa beristirahat sebentar, aku akan menutupimu.”

Krystal tertegun sesaat. Sebenarnya dia tidak ingin melakukannya, apalagi karena ini adalah suruhan Jongin. Tapi dia sudah tidak bisa bertahan lagi. Dia lelah.

Akhirnya Krystal menurunkan tangannya dan bersandar pada tembok. Keduanya tidak lagi berbicara setelah itu. Tiba-tiba saja suasananya menjadi canggung.

***___***

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, menandakan jika hukuman Jongin dan Krystal akhirnya berakhir. Keduanya menghela napas lega, sama-sama menurunkan tangan dan memijit-mijit bahu mereka.

“Krystal?”

Suara seseorang membuat Krystal seketika berdiri. Gawat, apa Minho melihatnya?

“O-oppa…”

“Kau di hukum?”tanyanya, ekspresinya langsung berubah begitu ia melihat seorang pria juga berdiri di samping Krystal.

Jongin tidak memperdulikan keduanya, dengan cuek berjalan masuk ke dalam kelas, tanpa sengaja ia menabrak Sulli yang keluar membawakan tas Krystal.

“Ya, kau sengaja ya?!”dengus Sulli kesal sambil mengambil tas Krystal yang terjatuh.

Melihat itu, Minho langsung membantunya, “Kau tidak apa-apa?”

“Oh,” Sulli mengerjap. “Tidak apa-apa, sunbae.” Ia tersenyum.

Krystal mendengus, “Dasar, dia benar-benar menyebalkan.”

Minho memberikan tas Krystal pada sang pemilik lalu menepuk pundaknya, “Aku harus latihan sepak bola setelah ini, mau menemaniku?”

“Huh?” Krystal berpikir sejenak. “Tapi, aku tidak—“

“Kau bisa ajak mereka jika kau mau.”potong Minho cepat.

Mata Krystal langsung berbinar, “Sungguh?”

“Yeah, jika mereka tidak keberatan.”

“Sulli…Amber…Ayo temani aku.” Krystal menggenggam kedua tangan Sulli, memohon padanya. “Ayolah, aku tidak mau sendirian.”

“Krystal, maafkan aku. Tapi aku harus pergi ke ruang musik untuk mengantarkan formulir pendaftaran.”ucap Amber menyesal. “Maafkan aku ya.”

“Benarkah?” Krystal langsung kecewa. Ia menoleh kearah Sulli, “Lalu kau?”

Sulli berpikir sejenak, “Aku tidak punya rencana apapun. Aku bisa menemanimu.” Lalu tersenyum lebar.

“Bagus! Ayo kita pergi!”

***___***

Lapangan itu telah ramai, di penuhi oleh seluruh anggota klub sepak bola serta murid-murid baru yang ingin mendaftar. Minho menyuruh Krystal dan Sulli untuk duduk di sebuah kursi yang ada di pinggir lapangan sedangkan dirinya berganti baju di ruangan khusus klub sepak bola.

Kedua gadis itu sontak menarik perhatian para pemain yang mayoritas adalah murid laki-laki. Krystal bukanlah gadis yang jelek, bahkan dia sangat cantik. Serta Sulli yang kulitnya terlihat seputih awan. Dua gadis itu sangat cantik di mata mereka.

Dan diantara semua murid-murid itu, seseorang tersenyum geli menatap seluruh mata yang berpusat pada dua gadis itu.

“Jadi mereka berteman dengan Sang Kapten?” gumamnya. Lalu, ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim sebuah pesan pada seseorang. “Ini pasti menarik.”

Sementara tak jauh dari lapangan sepak bola, di koridor utama, Taemin menerima sebuah pesan.

“Apa?!” detik berikutnya ia memekik nyaring setelah membaca pesan itu.

Jongin mengerutkan keningnya, “Kenapa?”

“Gawat! Aku punya saingan baru! Sialan!”

Taemin langsung berlari kencang sebelum sempat menjawab pertanyaan Jongin. Bingung dengan apa yang sedang terjadi, Jongin mengikutinya. Pria itu berlari menuju lapangan bola secepat mungkin. Dan ternyata pesan yang di kirimkan oleh Sehun itu benar, Sulli ada disana!

Taemin langsung menghampiri gadis itu, “Kau punya hubungan dengan Choi Minho?”tembaknya langsung. Sulli dan Krystal tersentak kaget.

“Astaga, Lee Taemin. Kau mengagetkanku!”omel Sulli kesal.

“Jawab aku! Kau punya hubungan dengan Choi Minho?!”

“Apa yang sedang kau katakan? Aku tidak mengerti.”

“Apa yang kau lakukan disini? Ini sudah waktunya pulang!” Taemin masih mengomel.

Sulli ikut kesal, “Memangnya itu urusanmu?”

“Itu urusanku!”tandas Taemin. “Jadi kau lebih menyukai anggota klub sepak bola daripada bola basket, begitu?”

“Kau sudah gila ya?” Sulli tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Taemin.

“Baiklah. Kalau begitu aku tunjukkan padamu jika aku juga bisa main sepak bola!”

Taemin berbalik, ia berjalan ke bagian tengah lapangan. Acara penerimaan anggota baru hampir saja di mulai ketika Taemin tiba-tiba menghentikannya, membuat Minho dan yang lain menoleh ke arahnya dengan kening berkerut.

“Maaf jika aku terlambat, aku juga ingin mendaftar sebagai anggota.”serunya.

Di pinggir lapangan, mata Jongin melebar. Apa? Dia bilang apa? Dia ingin mendaftar? Apa dia sudah gila?

“Dasar, ini karena kalian berdua!”

Jongin berlari menyusul sahabatnya itu. Lagi-lagi mengganggu acara penerimaan anggota baru. Jongin menarik lengan Taemin.

“Kau bilang kau akan mendaftar di klub basket!”

“Aku berubah pikiran.”serunya.

“Kenapa? Kau lebih suka basket, kan?”

Taemin menatap sahabatnya itu lurus, “Jongin, kau tidak mengerti karena kau tidak pernah jatuh cinta. Sekarang, biarkan aku.”

“Taemin, tapi—“

“Lepaskan aku, Jongin.”

Jongin menghela napas panjang, akhirnya melepaskan cekalannya, “Kau benar-benar….arrrgghh…kalau begitu, aku juga mendaftar!”

***___***

Sehun, Taemin, dan Jongin pada akhirnya resmi menjadi anggota klub sepak bola. Ini semua karena kecemburuan kekanak-kanakkan Taemin itu. Jongin tau jika pria itu tidak terlalu pandai dalam olahraga sepak bola sehingga dia merasa khawatir jika dia meninggalkan Taemin sendirian. Sehun tidak bisa di percaya karena dia yang paling kekanak-kanakkan.

Ketika latihan selesai, Jongin hanya bisa menghela napas panjang. Dia rasa dia sudah gila. Yah, dia sudah gila karena dia masuk ke dalam klub yang sama dengan Choi Minho itu.

“Jadi, pada akhirnya kalian masuk ke dalam klub sepak bola?” Sehun tersenyum mengejek.

Taemin mencibir, “Ini juga karena kau, kan?”

“Bukan karena aku. Aku hanya memberitahu jika aku melihat Choi Minho itu datang bersama Sulli dan Krystal.”elaknya. “Aku tidak menyangka jika dua gadis itu dekat dengan kapten sepak bola sekolah ini.”

“Aku benar-benar tidak akan membiarkan Sulli di rebut olehnya. Aku akan menunjukkan jika aku juga bisa bermain sepak bola.”

“Oh? Lihat!” Sehun menunjuk kearah pinggir lapangan, kearah Minho yang sedang menghampiri Sulli dan Krystal. “Ucapanku benar, kan? Mereka pasti akan pulang bersama.”

Taemin semakin terbakar amarah, “Dia benar-benar…” pria itu berjalan dengan langkah-langkah panjang. Di belakangnya, Sehun Jongin menghela napas panjang.

“Apa lagi ini?”

“Sulli, kau mau pulang? Ayo biar ku antar.” Taemin langsung menyambar lengan Sulli dan menarik gadis itu.

Lagi-lagi Sulli tersentak, “Ya, apa yang kau lakukan?!”

Namun Taemin mengabaikannya, ia menatap Minho dengan senyum, “Sunbae, rumah kami searah. Biar aku yang mengantarnya pulang.” Dengan paksa, Taemin menyeret Sulli agar pergi bersamanya tanpa memberi kesempatan Krystal atau Minho untuk mengeluarkan protes. Sementara Jongin mengikuti sahabatnya di belakang tanpa menoleh sedikitpun kearah Minho dan Krystal.

***___***

Jongin memutuskan untuk pulang ke rumahnya sendirian sementara Sehun akhirnya menemani Taemin untuk mengantar Sulli pulang ke rumahnya. Hari sudah gelap ketika dia masih duduk di atas bus yang membawanya pulang. Pikirannya berkecamuk dan gelisah.

Perasaannya tidak baik ketika melihat Krystal bersama dengan Minho. Dia sama sekali tidak senang.

Bukan. Ini bukan karena dia menyukai Krystal. Dia bahkan tidak perduli jika gadis itu menyukai Minho. Hanya saja, rasa sakit yang di bawanya sejak beberapa tahun lalu terus menghantuinya. Terus membekas dan tidak pernah hilang.

Melangkah turun dari bus, pria tinggi itu menyeret langkahnya dengan tunduk kepalanya. Apa yang harus dia lakukan?

“Jongin.”

Jongin mengangkat kepalanya perlahan, detik berikutnya matanya membulat, “Yoona noona?”

TBC

7 thoughts on “Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 5

  1. Annisa Icha berkata:

    Ada masalah apakah antara Minho dan Jongin?
    Aiiih… persahabatan mereka itu gemesin banget sih! Dasar Sehun! Suka manas-manasin😀
    Ngebayangin Sehun ngomong jadi senyum-senyum sendiri😀

  2. violeteif berkata:

    Apa yang membuat Jongin bste sama Minho ya ? janganjangan orang yg bertemu Minho di chapter sebwlumya itu Yoona ? dan wanita yg nganter jemput Jongin juga Yoona ?

  3. Era berkata:

    Taemin cemburunya gak jelas^^
    ah jangan jangan cewe yg di chap kemaren ketemu ama minho itu yoona lagi
    terus hubungannya ama jongin apa ? Kok bisa dia benci gitu ama minho?
    Aaaa~ makin penasaran

  4. mongochi*hae berkata:

    mkin penasaraan dh dg khidupan jongin. aplg ttg hal yg myakitkan bginy …
    lalu ap hub yoona dg smua ini ??

    next part dtunggu

  5. Hanna berkata:

    Seruuu..
    Pnasaran sama konflik antara Jongin n Minho.. Apa jgn2 Minho n Jongin prnah karena Yoona?
    Taemin cemburuan banget ih,cinta bgt kayaknya k Sulli, Nah Krystal ama Jongin kekanak2an bgt perang coret2 bolpoin gtu..😀
    D tggu next ny thor.. Fighting!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s