Forgotten part 1

ForgottenAuthor            :           IRISH

Tittle              :           Forgotten

Main Cast      :           EXO’s Oh Sehun, OC’s Kim Soojung

Supported      :           Mind’s Cast

Genre              :           Fantasy, Romance, School-life

Rate                :           T; PG-16

Lenght            :           Chapterred

Disclaimer   :           This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real-life, and OC’s belong to their appearance.

Note               :          Gak pernah ada ide sebenarnya untuk membuat ending dari cerita Mind seperti itu, tapi entah kenapa dari epilogue itu justru gua terpikir untuk membuat cerita ini.

“..take me anywhere with you and we will walk together forever..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Prologue

Seorang yeoja mengusap air mata yang mengalir pelan di pipinya. Rambut yeoja itu tampak tertiup angin dengan pelan.

“Kau sudah percaya?”

Yeoja itu mendongak, memandang namja yang bersandar di tembok yang ada di samping yeoja itu. Namja itu kemudian menoleh, membuat yeoja berkacamata itu merengut, berbeda dengan ekspresi namja berkulit pucat itu, Ia tersenyum. Seolah menunggu reaksi yeoja di depannya.

“Kau berpikir aku akan percaya ini? Omong kosong. Bisa-bisanya aku menghabiskan waktu untuk membaca buku seperti ini. Bullshit. Berhentilah percaya pada hal fiksi di saat seperti ini!”, ucap yeoja itu kesal, walaupun namja itu akhirnya tertawa pelan, karena berhasil mendengar suara yeoja itu bergetar menahan tangisnya.

Yeoja itu menutup buku dengan judul ‘The Sun and The Moon’ yang sudah beberapa hari ini dibacanya. Ia kemudian memperbaiki letak kacamatanya, dan berdiri dari tempatnya duduk.

“Bagaimana dengan ini? Kau harus coba membacanya. Mungkin kau lebih menyukai cerita fiksi yang ini.”, ucap namja itu.

Diam-diam, namja itu tersenyum tipis, mengamati ekspresi yeoja di depannya yang sekarang merengut kesal. Seperti yang di duga namja itu, yeoja di depannya melengos, menepis buku yang ada di tangan namja itu. Yeoja itu berlari kesal meninggalkan namja yang sekarang memandangnya dalam diam.

“Satu.. Dua.. Tiga.. Berbalik..”, gumam namja itu, dan benar saja, yeoja itu menghentikan langkahnya, berbalik, memandang namja itu kesal.

“Vampire itu tidak ada! Mereka tidak ada! Dan berhenti memaksaku membaca cerita fiksi tidak masuk akal seperti itu!”

Namja itu tertawa kecil. Ia kemudian melangkah mendatangi yeoja yang masih memandangnya dengan wajah kesal. Tetesan hujan mulai jatuh membasahi permukaan bumi, membuat seragam dua orang itu mulai basah.

Ia merangkulkan lengannya dengan santai dibahu yeoja itu, sementara yeoja itu masih merengut kesal, Ia masih juga berucap.

“Bagaimana jika vampire benar-benar ada?”

“Mereka tidak ada, mereka tidak nyata, Oh Sehun!”

Namja bernama Sehun itu tertawa kecil. Ia kemudian melangkah mendatangi yeoja yang masih memandangnya dengan wajah kesal. Tetesan hujan mulai jatuh membasahi permukaan bumi, membuat seragam dua orang itu mulai basah.

“Aku kan hanya memberimu referensi bacaan saja Soojung-ah.”, ucap Sehun santai, namja itu kemudian membalikkan badan Soojung, dan dengan santainya membuka tas Soojung, memasukkan buku lain yang tadi ditawarkannya pada Soojung ke dalam tas yeoja itu. Sebelum akhirnya Ia mengeluarkan sebuah payung berwarna biru dari dalam tas nya sendiri.

“Kajja, kita pulang.”, ucap Sehun, seolah tanpa urusan merangkul bahu Soojung, walaupun tinggi mereka berdua hampir sama, tapi Soojung tampak tidak menolak saat Sehun merangkulnya seperti itu.

Dua orang itu sekarang berjalan pelan di tengah hujan yang deras.

“Aku tidak suka hujan.”, ucap Soojung, menggerutu karena lengan seragamnya mulai basah terkena percikan hujan.

“Aku sangat menyukai hujan.”, balas Sehun

“Kita tidak pernah satu pemikiran.”, ucap Soojung sekenanya

“Geurae. Lalu kenapa kita bisa sedekat ini?”, ucap Sehun membuat Soojung memandang namja itu sekilas.

“Tentu saja karena tidak ada yang mau berteman denganmu!”

Mendengar ucapan itu, Sehun kembali terkekeh geli.

“Lalu kenapa kau mau?”, tanya Sehun

Soojung mengangkat bahu.

“Mollaseo.”

“Karena aku tidak pandai berteman, kau harus janji kita akan berteman selamanya. Arra?”, ucap Sehun

“Eh?”

“Bisa saja suatu hari kau melupakanku kan?”, ucap Sehun

“Ish.. Arraseo..”

“Bagus.”, ucap Sehun, mengacak-acak rambut yeoja itu dengan gemas, membuat Soojung kembali memberengut kesal

“Ya!”

Sehun tertawa pelan, namja itu merapikan rambut Soojung, sementara Ia mulai membuka pembicaraan lain.

“Kenapa kau selalu meninggalkanku saat aku menyuruhmu membaca cerita fiksi?”

“Kau mengesalkan. Selalu saja menyuruhku membaca buku seperti itu. Aku sudah bilang aku tidak percaya cerita-cerita semacam itu kan? Aku membencinya.”, ucap Soojung.

“Kau membenci ceritanya?”, tanya Sehun

“Ya. Dan aku juga benci makhluk-makhluk yang ada di dalam ceritanya.”

“Kenapa?”

“Karena mereka menyeramkan. Aku benci.”

“Tapi aku suka cerita semacam itu.”

“Aku tetap tidak suka.”

“Kenapa tidak?”

“Karena tidak mungkin ada hal seperti itu di dunia nyata. Ish. Apa kau tidak pernah di ceritakan dongeng oleh Eom—”, Soojung segera menggigit bibirnya, menghentikan ucapannya.

Beberapa detik dua orang itu sama-sama diam. Tentu saja Soojung sudah tau bahwa Sehun sejak kecil hidup tanpa kedua orang tuanya.

“Arra. Aku tidak akan memintamu membaca cerita seperti itu lagi.”, ucap Sehun, dengan nada pelan yang membuat Soojung memandang namja itu.

“Tidak apa. Kalau kau menyukainya. Aku akan tetap membacanya, dan setelah selesai aku akan menceritakannya padamu.”, ucap Soojung dan di sambut dengan gelengan pelan oleh Sehun

“Tidak perlu.”

Soojung mengeluarkan jurus aegyonya. Yeoja itu memeluk lengan Sehun, membuat Sehun sedikit berjengit kaget.

“Mwoya?”, ucap Sehun dengan nada kesal yang kentara dalam suaranya

“Gwenchana. Siapa lagi yang akan bercerita padamu kalau bukan aku hmm?”, tantang Soojung

“Jadi kau mau melakukannya suka rela?”, tanya Sehun, senyum kecil mulai muncul di sudut bibir namja itu

Soojung mengangguk pasti.

“Itu karena kau sangat menyukai cerita seperti itu. Jadi, sudah tugasku untuk membaca banyak cerita fiksi tentang vampire, dan menceritakannya padamu.”

“Gomapta, Soojungie.”, ucap Sehun, tersenyum tulus.

Ya. Mereka memang sudah setahun ini berteman dekat, berhubung Sehun adalah satu-satunya murid yang dimata Soojung adalah pemilih teman, dan sombong, tapi nyatanya dua orang itu menjadi teman dekat setelah tau bahwa mereka lahir di hari yang sama.

Dan bahkan, hampir setiap hari mereka kemanapun bersama. Berangkat sekolah bersama, pulang bersama, ke kantin bersama. Bahkan saat mengerjakan tugaspun akan mereka lakukan bersama.

Lalu perasaan mereka?

Soojung tidak bisa menolak argumen teman-temannya yang mengatakan bahwa tidak mungkin Soojung tidak menyukai Sehun—menyukai lebih dari sekedar teman—tapi mengingat bahwa berteman dengan seorang namja seperti Sehun membutuhkan kekuatan ekstra untuk sabar karena namja itu suka memaksa, Soojung menganggap perasaannya hanyalah perasaan karena mereka terlalu sering bersama.

Sehun sendiri tidak bisa menggambarkan perasaannya pada Soojung. Soojung bukanlah seorang yeoja cantik dikelasnya, juga tidak pintar. Dimata Sehun, gadis itu begitu apa adanya. Dan bahkan menurut Sehun, gadis itu tidak pantas untuk ada di sekolah umum.

Ia harusnya ada di sekolah seni, karena Soojung punya kemampuan menyanyi dan melukis yang sangat bagus. Berulang kali Sehun menyarankan Soojung untuk pindah ke sekolah seni, tapi pada akhirnya Sehun lah yang melarang yeoja itu untuk pindah sekolah.

Menggelikan memang, tapi begitulah arti seorang Soojung bagi Sehun. Saat namja itu merasa Ia bisa tanpa Soojung, saat itu pula Ia sadar Ia tidak bisa jika tidak ada Soojung.

Dua orang itu akhirnya sampai di halte, dan duduk bersebelahan. Soojung mengeluarkan handphone dan headsetnya, menunggu sampai Sehun selesai melipat payungnya. Dan kemudian namja itu berbalik, memandang Soojung.

“Mau mendengar?”, tawar Soojung, mengulurkan headset yang sedari tadi dipegangnya.

“Kau menyanyikan apa sekarang?”, tanya Sehun

“Dengarkan dulu..”, ucap Soojung, mengulum senyum.

Sehun akhirnya memasang headset itu di telinganya.

“Mana lagunya?”, tanya Sehun

“Ish sabar dulu..”, gerutu Soojung, yeoja itu kemudian menyalakan sebuah rekaman

“Sehun-ah.. Saengil chukkahamnida.. Saengil chukkae.. Happy birthday.. Sehun-ah.. Saengil chukkae.. Sehun-ah..”

Sehun tersentak. Namja itu tersenyum saat mendengar rekaman yang hanya berisi ucapan ulang tahun untuknya. Semua ucapan itu adalah suara Soojung, tapi yeoja itu merekamnya dibanyak tempat. Dan dengan mudah Sehun tentu bisa tau, bahkan Sehun tertawa pelan saat mendengar suara Soojung berteriak mengucapkan kata-kata itu.

Sementara itu Soojung menatap Sehun yang sedari tadi diam saat mendengar hadiah ulang tahun darinya. Yeoja itu menyalakan layar ponselnya, dan sadar bahwa rekamannya sudah terhenti.

“Eh, sudah sele—”

Soojung memandang bingung saat Sehun mengambil ponselnya, dan menyalakan rekaman yang sama lagi. Tanpa bicara apapun, Soojung akhirnya diam, menunggu sampai Sehun berhenti mendengarkan rekaman itu.

Beberapa bis yang biasa mereka naiki saat pulang sudah lewat, tapi Sehun masih juga mendengarkan rekaman yang sama, membuat Soojung menyenggol lengan namja itu pelan.

“Kau mendengarkan atau tertidur huh?”, tanya Soojung

Sehun dengan cepat melepas salah satu headsetnya, dan memasangkannya di telinga Soojung.

“Dengarkan, suaramu terdengar aneh.”, canda Sehun membuat Soojung merengut kesal. Tapi pada akhirnya, mereka berdua membiarkan beberapa bis lagi terlewat dengan duduk di halte dan mendengarkan rekaman itu.

“Gomawo Soojung-ah.. Kau benar-benar memberi kado terbaik. Padahal aku tidak memberimu kado apapun.”, ucap Sehun saat akhirnya berhenti mendengarkan rekaman itu.

“Kau suka?”, tanya Soojung bersemangat

“Kau sudah kirimkan ke ponselku kan?”, tanya Sehun dan dijawab dengan anggukan cepat oleh Soojung.

“Aku akan jadikan nada dering.”, ucap Sehun

“Eh? Wae?”, ucap Soojung bingung

“Tentu saja karena aku suka mendengarnya.”, ucap Sehun santai, dan malah sibuk mengutak-atik ponselnya.

“Baguslah kalau kau suka..”, ucap Soojung, mengulum senyum.

“Aku selalu suka apapun yang kau berikan.”

“Ah, ada satu hadiah lagi.”, ucap Soojung

“Mana?”

“Rekaman juga, kau mau?”

Sehun tersenyum dan mengangguk.

“Mana? Ppali.”, ucap namja itu

Soojung kemudian mengirimkan satu rekaman lagi dari ponselnya ke ponsel Sehun.

“Chakkaman, kau tidak boleh mendengarkannya dulu.”

“Kenapa tidak?”, Sehun menyernyit

“Aku akan naik bis ini, dan kau harus naik bis selanjutnya. Harus mendengarkannya sendirian. Arraseo?”, ucap Soojung

Sehun awalnya diam, tapi kemudian namja itu menyerah.

“Arraseo. Cepat naiklah.”, ucap Sehun

Soojung menatap namja itu lama, membuat Sehun menatapnya bingung.

“Kenapa?”

“Kalau kau suka rekamannya, datanglah ke rumahku nanti malam, kita rayakan ulang tahun bersama. Tapi kalau kau tidak suka..”

“Kalau aku tidak suka?”, Sehun menunggu

“Jangan datang ke rumahku, dan hapus rekaman itu. Arra?”

“Arraseo.”, ucap Sehun, mengangguk.

Soojung tersenyum kaku, dan berjalan naik ke dalam bus. Saat pintu bus tertutup, yeoja itu melambai pada Sehun, dan duduk di kursi kosong di dekat jendela, namun tak berniat memandang ke arah Sehun. Sementara dengan penuh pertanyaan dibenaknya, Sehun akhirnya menyalakan rekaman itu.

“Sehun-ah.. Jowahae..”

Seketika itu juga Sehun terpaku. Namja itu menatap ke arah bis yang sudah menjauh dari tempatnya sekarang duduk sendirian mendengarkan rekaman itu.

“Soojung-ah.. Neo..”

Dan itu adalah terakhir kalinya Sehun bisa melihat Soojung.

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

16 thoughts on “Forgotten part 1

  1. Mrs. Yehet berkata:

    trakhir kalinya sehun ngeliat soojung ? emang sehun gk suka sma soojung ya ? kasian soojungnya
    next next penasaran sama ceritanya kalo genre fantasy kayak gni

  2. kkamnda berkata:

    Annyeong Irish eonni ketemu dengan Kkamnda lgi hehehe, mo ngintilin eonni sih rencana.a soal.a suka bgt sma ff fantasy buatan eonni. Btw Sehun itu vampir ya eon? Ah molla next aja deh biar jelas kkkkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s