Thirteen Part 5

ccc

Nama : doraemon

Judul : Thirteen

Tag : all member exo

Genre : family, action, friendship, fantasy

Length : Chapter

—–

THIRTEEN ( chapter 5 )

D.O berdiri ingin menunjukan kertas-kertas itu pada Xiumin namun tiba-tiba dia berteriak kencang

“CLAIRINE!“

Semua mata langsung menuju satu sudut dari atap gedung itu, terlihat disana seorang pria mencengkram leher Clairine dengan kuat dan mengarahkan tubuh Clairine kesudut dari atap itu

“jangan mendekat atau aku jatuhkan perempuan ini kebawah sana!“

Clairine mencoba melepaskan dirinya namun pria itu langsung menatap Clairine “jangan bergerak! Kau mau aku melemparkanmu kebawah sana!“

“Clairine! Jangan melakukan apapun!“ teriak Kris saat melihat pria itu mencoba mendorong Clairine

Clairine memandangan Kris dengan wajah ketakutan, matanya memerah menahan air matanya jatuh. Xiumin yang berdiri disamping Kris berbisik kepada Kris “apa yang harus kita lakukan?”

Kris hanya menggelengkan kepalanya, wajahnya terlihat cemas dan ketakutan, kesalahan kecil saja maka nyawa Clairine adalah taruhannya.

Sehun tanpa sadar melangkahkan kakinya menyebut nama Clairine pelan “Clairine..”

“TOLONG AKU!” teriak Clairine saat pria itu mulai mendorongnya lebih jauh lagi, dia semakin kesulitan bernapas.

“Sehun! Jangan mendekat!”

Kai langsung menarik tangan Sehun, air mata Sehun mulai jatuh. Kai berbisik padanya “jangan bertindak bodoh!”

Luhan menggunakan kekuatannya untuk menggerakan tubuh pria itu menjauh dari Clairine tapi pria itu menyadari ada yang salah padanya, dia langsung mencengkram leher Clairine lebih kuat lagi. Melihat itu Luhan langsung menghentikan kekuatannya.

“aku tidak bisa bernapas.. tolong aku!” Clairine berusaha bicara dengan napas yang terengah-engah

Dari arah berlainan Tao mendekati pria itu dari belakang, dia memberi kode pada Baekhyun untuk mengalihkan perhatian pria itu

“apa kau yang inginkan ?“ Tanya Baekhyun mencoba mengalihkan perhatian pria itu

“tentu saja isi brangkas itu! Cepat serahkah!“

Baekhyun langsung mengambil kertas-kertas ditangan D.O dan mengarahkannya kepada pria itu “kau inginkan ini ?“ pria itu langsung menatap lekat-lekat kertas-kertas yang digenggam oleh Baekhyun.

Dari sisi lain Tao melihat ada ketakutan dimata Clairine, Clairine menatap mata Tao dalam-dalam, air matanya sudah mulai jatuh. Clairine benar-benar ketakutan.

Tao memberikan kode kepada Clairine, 1.. 2.. 3…

Tao langsung menarik baju belakang pria itu, disaat bersamaan Clairine menendang perut pria itu dengan kekuatan dengan masih dimilikinya sehingga pria itu merasa kesakitan, Tao membalik badan pria itu menghadapnya “berani sekalian kau menyakitinya!“

BUK!

Satu pukulan Tao Layangkan diwajah pria itu.

— Clairine pov —

Aku memegang leherku erat-erat, aku merasa sangat sesak. Aku menjatuhkan badanku ke lantai dan menyandarkan badanku ke dindiing. Aku melihat Tao memukuli pria tadi dengan brutal, dia terlihat sangat marah. Luhan oppa dan Lay oppa mencoba menghentikannya. Sementara yang lain berlari kearahku. Satu tarikan napas saja sudah terasa sulit bagiku. Aku benar-benar tidak bisa membuat mataku tetap terbuka. Perlahan-lahan pandanganku kabur dan aku mulai menutup mataku. Aku hanya berterima kasih, aku masih bisa diberi kesempatan hidup.

—–

Pintu kamar Clairine terbuka. Kris, Xiumin, Lay, D.O dan Suho datang

“Bagaimana keadaannya?” Xiumin yang baru satang langsung bertanya ketika melihat masih pingsan diatas kasurnya

“dia belum sadar dari tadi hyung“ kata Tao yang berdiri disamping tempat tidur Clairine

“dokter sudah datang tadi, dia bilang dia mengalami trauma dan memar di lehernya karena dicengkram terlalu kuat“ penjelasan dari Kai tanpa memalingkan tatapan dari Clairine.

“bagaimana bisa dia datang tadi ?“ Kris tidak habis pikir dengan tindakan Clairine

“tadi Pak Kim datang, dia menjelaskan kalau Clairine meletakan sebuah alat disenjata kita, dia tau kalau senjata kita sudah tidak digunakan lewat alat itu, karena itu dia datang. Dia pasti berpikir kalau kita dalam bahaya karena sudah tidak menggunakan senjata lagi“ Chanyeol menjelaskan

“dimana Pak Kim! Bagaimana bisa dia membiarkan Clairine pergi!“

“sudahlah hyung, jangan menyalahkan siapapun.“ kata Chen sambil memegang pundak Kris “dia ahli dalam mengecoh para pegawainya disini“ sambung Chen sambil mengalihkan pandangannya kearah Clairine yang tak kunjung sadar

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, sudah satu jam sejak kedatangan Kris dan yang lain tadi tapi tetap saja Clairine belum sadar. Mereka semua diam, tidak ada yang saling bicara.

“Tao…“ suara lemah dari mulut Clairine keluar, semua langsung mendekat.

“apa kau baik-baik saja ?“ Tao langsung bertanya ketika melihat Clairine sudah membuka matanya

Kris menatap Clairine dalam-dalam “Clairine! Ini yang pertama dan terakhir kalinya kau melakukan hal bodoh seperti tadi!“

Sehun yang berdiri disamping Kris langsung memukul Kris “ya! Hyung apa yang kau lakukan ? dia baru saja sadar dan kau langsung memarahinya ?“

Kris tidak memperdulikan marahnya Sehun dan tatapan dari orang yang ada di kamar Clairine itu dan langsung keluar, Lay dan Luhan mencoba mengikuti Kris keluar tapi ditahan oleh Xiumin “bukan saat yang tepat untuk bicara dengannya, nanti aku yang akan bicara dengannya“

—–

Tao membuka pintu kamar Clairine dan melihat Clairine duduk ditepi tempat tidurnya “kau belum tidur ? aku membawakanmu segelas coklat panas“

Tao berjalan mendekat, meletakan coklat panas itu dimeja dan duduk disebelah Clairine.

“apa itu ?“ Tao bertanya saat melihat Clairine membuka botol kecil

“ini obat dari dokter, Pak Kim bilang aku harus mengolesnya agar memar dileherku hilang“

Tao segera mengambil obat itu dari tangan Clairine “biarkan aku membantumu“

Clairine menggeleng “aku bisa melakukannya“

“sudahlah, jangan banyak membanta perkataanku“ Tao segera membuka botol itu “cepat angkat kepalamu!“

Clairine segera mengangkat kepalanya sedikit dan langsung terlihat memar merah pada lehenya

“pasti rasanya sakit ?“ Tanya Tao saat dia mengoleskan obat itu dileher Clairine dengan sangat hati-hati

“jika aku bilang ini tidak sakit apa kau akan percaya?“

Tao hanya tersenyum mendengar jawaban Clairine

“selesai!“

“terima kasih Tao“

“terima kasih untuk apa ? aku hanya mengoleskan obat dilehermu dan membawakanmu segelas coklat panas, itu pun bukan aku yang membuatnya tapi D.O“

Clairine hanya tertawa kecil “bukan ini, tapi kejadian diatap tadi pagi. Jika kau tidak menyelamatkanku pasti aku sudah terjatuh dari atap itu“

“jangan berkata seperti itu, aku juga berhasil karena batuanmu. Kau sangat hebat dalam berkelahi, tapi kau tidak boleh melakukannya lagi. Bisakah berjanji padaku satu hal ?“

Clairine menganggukan kepalanya

“bejanjilah untuk tidak membahayakan hidupmu, kami sudah sering melakukannya jadi kau tidak perlu datang seperti tadi”

“baiklah, aku berjanji aku tidak akan melakukannya. apa Kris oppa benar-benar marah ?“

“jangan pikirkan dia, dia memang terlihat marah tapi sebenarnya dia sangat perhatian“

Clairine meminum coklat panas yang dibawakan oleh Tao sambil tertawa bersama Tao menceritakan berbagai hal.

“ini, sudah habis“ Clairine menyerahkan gelas kosong itu ke Tao

“enak ?“

“ sangat enak! “

“D.O memang pintar memasak, kalau kami kelaparan maka dia akan memasak untuk kami“

Mereka tertawa bersama lalu Tao langsung terdiam ketika Clairine bertanya “apa kalian akan pergi ? apa kalian tidak akan tinggal disini lagi ?“

“Clairine… aku tidak tau tentang hal itu, Kris hyung lah yang memutuskannya“

Clairine tertunduk lesu mengdengar perkataan Tao

“tapi tenanglah, kami akan berusaha menyakinkan Kris hyung agar mau tetap tinggal disini“

Clairine mengangkat kepalanya mentap Tao “kau berjanji akan melakukannya ?“

“aku berjanji! Sebaiknya sekarang kau tidur sudah hampir jam 12 malam“

Tao langsung keluar dari kamar Clairine.

—–

Xiumin melihat kesegala arah mencari Kris dan akhirnya melihatnya sedang duduk ditaman bermain bersama ace “ternyata dia disana“

“ini!“ kata Xiumin melemparkan selimut ke Kris

“udaranya sangat dingin“ sambung Xiumin dan duduk disebelah Kris

“apa yang sedang dilakukan oleh yang lain ?“

“D.O dan Tao sedang membuatkan Clairine coklat panas dan yang lain sudah tidur“

Kris tidak memberikan tanggapan apapun

“aku juga merasakan apa yang kau rasakan“

Kris hanya menoleh memberikan pandangan bingung ke Xiumin

“perasaan marah kepada diri sendiri karena hampir tidak bisa melindungi Clairine, jika kita melakukan kesalahan kecil saja diatap tadi maka nyawa Clairine lah taruhannya“

“apa yang bicarakan ? aku tidak merasakannya“ Kris mengelak dari perkataan Xiumin

“sudahlah, kita sudah bersama hampir 200 tahun, kau pikir aku tidak tau apa-apa tentang dirimu. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri tentang apa yang terjadi pada kita ataupun Clairine“

Xiumin berdiri dari tempat duduknya, merapatkan jaket tebal yang dia kenakan “terasa sangat dingin, masuklah! Jangan terlalu lama disini, kau bisa membuat ace kelelahan karena bermain denganmu“

Xiumin pergi meninggalkan Kris ditaman yang masih terus main bersama ace.

Kris memikirkan apa yang dikatakan oleh Xiumin. Dia benar Kris merasa benar-benar marah pada dirinya sendiri karena hampir saja tidak bisa melindungi Clairine. Dia benar-benar takut akan kehilangan Clairine.

—–

Kris sekarang berdiri didepan pintu kamar Clairine, dia meliaht jam tangan yang melingkar ditangannya “sudah pukul 2 pagi, apa dia sudah tidur ?“

Kris maju ingin membuka kamar itu tapi seseorang dari dalam membukanya lebih dulu

“oppa ?“

“kau belum tidur ? apa aku mengganggu mu ?“

“tidak, aku merasa ada seseorang yang berdiri didepan pintu kamarku jadi aku bangun untuk melihatnya. Ayo masuklah“ Clairine manarik tangan Kris dan menyuruhnya duduk dikursi yang ada dikamarnya.

Awalnya mereka diam, tidak saling bicara untuk beberapa saat sampai akhirnya Kris yang memulai pembicaraan “bagaimana keadaanmu ? apa lebih baik ?“

“iya aku lebih baik sekarang“ Clairine diam sejenak lalu melanjutkan perkataannya “oppa.. maafkan aku, aku tau seharusnya aku tidak datang tapi aku mencemaskan kalian, Sehun bilang hanya 2 atau 3 hari“

Senyuman kecil terlukis diwajah Kris “sudahlah, bukan salahmu. Kau hanya mencemaskan keadaan kami. Tapi seharusnya kau tidak melakukannya, itu membahayakan nyawamu sendiri“

“apa kau begitu mencemaskanku ?“ pertanyaan Clairine yang membuat Kris bingung bagaimana harus menjawabnya

Kris tidak menjawab pertanyaan itu berdiri dan tersenyum pada Clairine “pergilah tidur, aku juga akan pergi tidur“

Kris melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Clairine “ oppa… “ suara Clairine menghentikan langkah Kris

“apa kalian tidak akan tinggal disini lagi ?“

Kris tidak menjawab dan langsung keluar begitu saja.

—–

Clairine membuka matanya dan melihat jam yang tertempel didinding kamarnya “sudah pukul 11 siang, mereka pasti sudah pergi“ Clairine sangat merasa malas untuk bangun dari tempat tidurnya tapi terdengar suara ribut dari luar kamarnya “apa mereka tidak pergi ? apa mereka masih tinggal dirumahku ?“

Clairine langsung berlari keluar dari kamarnya menuju ruang makan dan terlihat disana, Luhan, Xiumin, Kai, Sehun, Suho, dan Chen sedang duduk di meja makan

“akhirnya tuan putri sudah bangun dari tidurnya“ kata Chen saat melihat Clairine datang

Clairine tidak memperdulikan perkataan Chen “apa kalian tetap tinggal ?“

Xiumin langsung berdiri dari tempat duduknya dan mendekat ke Clairine “kami akan tetap tinggal, apa kau mengizinkan ?“

Clairine tidak menjawab pertanyaan Xiumin dan langsung memeluknya. Yang lain sedikit terkejut saat melihat Clairine memeluk Xiumin, terlebih lagi Xiumin.

“ya! Clairine! Kenapa kau memeluk Xiumin hyung?“ Chen terlihat sedikit kesal melihatnya

Clairine melepaskan pelukannya dari Xiumin, Xiumin langsung merangkul pundak Clairine “apa tidak boleh jika akau memeluk oppa ku sendiri ?“

“Clairine! Kau benar-benar…“ Chen kehabisan kata-kata

Yang lain langsung tertawa melihat Chen sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Tak lama datang Chanyeol dan Baekhyun, melihat mereka Clairine langsung menyapanya “selamat pagi Chanyeol oppa dan Baekhyun oppa“

Tapi Chanyeol dan Baekhyun tidak menjawab dan langsung duduk dengan wajah kesal. Xiumin menarik kursi untuk Clairine disebelahnya menyuruhnya untuk duduk, Sehun yang melihat perhatian Xiumin ini sedikit merasa cemburu “ya! Hyung! Kenapa kau sangat perhatian dengan Clairine ? tidak biasanya!“

“kenapa apa kau cemburu padanya ?“ pertanyaan Clairine ini membuat semua orang tertawa kecuali Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol.

“hei! Baekhyun! Chanyeol! Kenapa dengan wajah kalian itu ? kalian terlihat sangat kesal ?“ Tanya Luhan

Baekhyun dan Chanyeol tidak menjawab. Tak lama Kris datang dan langsung disambut gembira oleh Clairine “oppa! Duduk lah disebalah ku“

Kris langsung duduk disebelah Clairine “kau sudah bangun ? aku pikir kau akan tidur sampe sore“

Clairine hanya memberikan senyuman manisnya “terima kasih oppa karena tetap tinggal disini“

“orang menyebalkan sudah datang!“ gerutuk Chanyeol

Mendengar perkataan Chanyeol, Kai sudah menebak pasti Kris yang sudah membuat Baekhyun dan Chanyeol sangat kesal “hyung, apa yang sudah kau lakukan ? kau membuat wajah Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung sangat kesal“

“kenapa menyalahkan ku ?“ Kris malah balik bertanya. mengdengar perkataan Kris membuat Baekhyun langsung menatapnya dengan wajah yang lebih kesal

“hyung! Tentu itu salah mu! Kau merebut ace dariku dan Chanyeol“

“iya! Itu benar! Ace lebih menyukaimu dari pada aku dan Baekhyun sekarang“ Chanyeol menambahi

“jadi wajah kesal kalian hanya karena ace ?“ Luhan bertanya seakan tak percaya dengan sifat kekanak-kanakan Baekhyun dan Chanyeol

“hyung, kau tau kan aku dan Chanyeol sangat menyuKai ace tapi dalam sekejab Kris hyung merebutnya begitu saja“

“apa Kris oppa datang dengan membawa makanan untuk ace ?“ tiba-tiba Clairine bertanya

iya, Kris hyung membawakan makanan untuk ace dan langsung bermain bersamanya“

Mendengar jawaban dari Baekhyun langsung membuat Clairine terawa “tentu saja ace lebih memilih bermain bersama Kris oppa karena sudah membawakannya makanan, sedangkan kalian hanya ingin bermain dengan tapi tidak membawakan makanan untuknya kan?“

Baekhyun dan Chanyeol langsung menoleh kea rah Clairine

“apa sifat ace memang begitu ?“ Tanya Baekhyun

Clairine hanya menganggukan kepalanya dan tertawa

“kalian berdua terlihat sangat bodoh hyung“ ledek Sehun

Tak lama Tao datang dari arah dapur dengan kedua tangannya membawa piring berisi makanan “makanan datang! Aku yang memasaknya“

Dibelakangnya D.O datang dengan membawa piring berisikan makanan juga dan menyindir Tao “memasak apanya! Kau hanya mengganggu dan membuat dapur berantakan“

Tao hanya menggerutuk kesal mendengar perkataan D.O

“sudahlah, jangan bertengkar. Lebih baik sekarang kita makan. Kau pasti lapar kan Clairine ?“ Lay datang dan langsung menanyai Clairine

“iya oppa! Aku sangat lapar dan masakan yang kalian masak terlihat sangat enak“

— Clairine pov —

Sekarang aku duduk di meja makan yang besar ini tidak sendiri lagi, ada 12 orang yang menemaniku bahkan beberapa dari mereka memasak untukku. Sangat senang rasanya, aku benar-benar tidak ingin kebahagian ini berakhir. Bahkan besok kami berencana akan pergi kepantai bersama lalu bersama Baekhyun oppa dan Chanyeol oppa, kami akan membawa Ace ke dokter hewan untuk memeriksa kesehatan Ace. Kami juga akan menonton sebuah pertunjukan opera yang akan diadakan 3 hari lagi walaupun sebenarnya yang ingin menonton hanyalah aku, Chen oppa, D.O oppa, dan Suho oppa tapi yang lain akan tetap ikut karena setelahnya kami akan berjalan-jalan dijalanan malam kota seoul. Menyenangkan bukan ? ah… aku benar-benar berharap kebahagian kami tidak akan pernah berakhir.

—–

“wahh ternyata berjalan-jalan di kota Seoul saat malam hari benar-benar menyenangkan“ kata Luhan sambil menjatuhkan badannya diatas sofa ruang tv rumah Clairine

“iya hyung! Kita harus melakukannya lagi hyung!“ Lay setuju dengan perkataan Luhan

“iya aku juga setuju tapi aku mohon jangan menonton opera lagi, benar-benar membuat ku mengantuk“

“kau tidak menontonnya dengan benar karena itu kau mengantuk“ Chen membalas protes yang dikatakan oleh Chanyeol

“sudahlah jangan berdebat lagi! Sekarang ayo masuk kekamar, kau juga Clairine masuk ke kamarmu dan langsung istirahat“ kata Kris lalu semuanya langsung menuju kamar mereka begitu juga Clairine langsung menuju kamarnya

—–

Kai berkeliling ruangan mereka mulai dari ruang tv dan kamar mereka.

Xiumin mulai kesal melihat kai yang terus saja berjalan entah mencari apa “Kai! Apa yang sebanarnya kau lakukan ? dari tadi kau berjalan kesana kesini ?“

“hyung, aku mencari baju yang baru aku beli tadi. Entah dimana sekarang“ wajah Kai tampak pusing

Dari kamar Sehun berteriak “ya! Kai! Bukannya kau menitipkannya di Clairine ?“

“benarkah aku melakukannya ?“ Kai bertanya menatap Xiumin

“mana aku tau, coba kau temui dia“

Kai melihat jam tangannya “sekarang sudah pukul 1 hyung, apa dia belum tidur ?“

D.O keluar dari kamar mereka “dia pasti belum tidur, aku bahkan pernah bersamanya dan Suho hyung di perpustakaan sampai jam 3 pagi“

“baiklah, aku akan kekamarnya dulu“

Kai keluar dari ruangan mereka, menuju kamar Clairine tapi kai melihat clairine sedang berdiri didepan pintu yang dikunci menggunakan password. Kai ingin memanggil Clairine tapi memutuskan untuk bersembunyi dibalik sebuah lemari karena melihat Clairine bersikap aneh.

Clairine memasukan password dan masuk kedalam ruangan itu, kai memutuskan untuk menunggu dan tetap bersembunyi dibalik lemari “apa yang dia lakukan di dalam ruangan itu ?“

Tak lama Clairine keluar dari ruangan itu dan langsung keluar dari rumah, setelah melihat Clairine benar-benar sudah keluar dari rumah, kai mendekati pintu ruangan itu.

“apa yang ada didalamnya ? kenapa Clairine memberikan password dipintu ini ? tapi pintu kamarnya sendiri tidak ?“ gerutuk Kai didalam hatinya

Kai menggeleng-gelengkan kepalanya “ tidak, kau tidak boleh bertelepotasi kedalam ruangan itu! itu pasti ruangan privasi milik Clairine “

Kai akan pergi meninggalkan tempat itu tapi rasa penasarannya membuatnya langsung bertelepotasi kedalam ruangan yang Clairine masuki tadi.

—–

Ruangnya itu hanya berukurang 4 x 4 m, dengan dinding dipenuhi oleh foto-foto yang tertempel dan ditengah ruangan terdapat sebuah piano tua. Kai melihat-lihat foto didinding dengan cepat “ah.. ini hanya koleksi fotonya…“ kai akan bertelepotasi keluar ruangan itu namun tidak jadi, kai mendekati selembar foto yang tertempel di dinding itu.

Kai mengambil foto yang nampaknya dicetak sudah lama karena warnanya yang mulai kusam. Kai memandang lekat-lekat foto itu dan menyadari sesuatu

“ ini Clairine ? ini benar-benar dia tapi … “ mata kai mengarah ke bagian bawah lembar foto itu “ tahun 1932 ? “ mata Kai membulat karena terkejut

4 thoughts on “Thirteen Part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s