Mind Part 10 END

MIND

Author            :           IRISH

Tittle              :           Mind

Main Cast      :           EXO Members, The Sun and The Moon

Genre              :           Fantasy, Life, Romance

Rate                :           PG-16

Lenght            :           Chapterred

Summary       :          “Aku menghabiskan hidupku di zaman ini, berharap kau suatu hari akan kembali, dan setelah dua ratus lima puluh tahun.. kau terbangun?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Few years later..

THE SUN

Aku melompat pelan didahan pendek didepanku. Berusaha berlari. Kejadian itu terjadi lagi. Mereka mengejarku! Tidak! Tidak akan kubiarkan mereka menangkapku kali ini!

Aku berlari kencang melesat diantara pepohonan, kaki ku mudah lelah. Dan dalam satu langkah yang keliru, aku terjatuh. Mereka menangkapku. Tidak. Tidak! Jangan lagi!

Aku benci melihat jarum itu! Aku benci!

“Kau tertangkap nona.”, ucap seorang namja, ia mencekal lenganku.

TIDAK! TIDAK! AKU TIDAK MAU! AKU BENCI KALIAN PARA PENCURI PIKIRAN!

Ahh. Apa ini??

Luna? Aku mendengar Luna dipikiranku!

Luna? Siapa itu? Siapa kau? Hey! Apa yang orang ini lakukan!?

Luna. Dia benar-benar Luna. Dia kembali!

“Akh!”, aku tersungkur saat seseorang memukulku cukup keras, tubuhku terhempas dengan menyedihkan ke tanah, terjerembap.

Aku sudah tak sanggup berlari lebih jauh lagi. Aku menatap sosok yang bergerak menusukkan jarum ke lenganku, aku tak lagi punya kekuatan untuk melawannya dengan tubuh ini.

Tidak! Jangan sentuh aku!

Dan saat tubuh ini melemah, seseorang mengambil alih tubuhku..

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

THE MOON

“Jangan menyentuhku!”

Aku menendang seseorang yang berusaha menusukku dengan benda asing ditangannya, dan aku segera berlari.

Luna..

Aku mendengar seseorang dipikiranku. Siapa itu? Siapa itu Luna?

“Kau tidak bisa lari!”

Aku berlari melewati alur-alur yang tidak kukenali. Aku melompati pohon yang tumbang, seolah tubuh ini biasa melakukannya.

Berlarilah Luna! Lari!

Siapa kau!?

Aku Taeyang! Kau tidak ingat aku?

Haruskah aku ingat? Taeyang. Taeyang. Tunggu. Aku kenal nama itu. Ingatanku berputar pada rumah tua yang ada ditengah hutan, dan beberapa namja. Dan. Dan..

“Kau tidak seharusnya mengucapkan itu Luna, akulah yang lebih dulu menyukaimu, Luna, saranghaeyo..”

Taeyang.. Kumohon.. Jangan lupakan aku..

Aku ingat.

Kau ingat! Kau ingat aku! Dan kau kembali!

Aku bersembunyi didalam sebuah gudang tua. Mengatur nafasku. Tidak. Taeyang. Seharusnya aku mati..

Baekhyun oppa pergi saat kau lenyap.. Beberapa tahun Ia pergi Luna..

Baekhyun.. Aku mengenal nama itu.. Beberapa tahun? Beberapa tahun aku mati?

“Sudah tidak apa-apa..”, kata Baekhyun

Ia memang begitu.. Baekhyun oppa yang bercahaya, dan penuh kelembutan..

Apa Ia akan memukulku?

Kurasa tidak.. Sejujurnya, aku dan Baekhyun oppa tidak begitu akrab, kau tau, aku tidak suka cahaya, dan Ia.. umm, Baekhyun oppa bercahaya..

Aku tidak mengerti itu..

Kau akan mengerti setelah kau mengenalnya Luna.

Kau berkata begitu seolah nantinya aku akan berkenalan dengannya.

“Jadi, umm, siapa namamu?”, tanya Baekhyun membuatku kaget

Lihat, kalian berkenalan..

Aku masih tidak bisa yakin. Sungguh.

“L- Luna.”, kataku pelan

“Ah, senang berkenalan denganmu Luna, aku Baekhyun, Byun Baekhyun,”, katanya sambil tersenyum hangat.

Apa senyum itu semacam kamuflase yang Ia akan gunakan untuk membunuhku perlahan?

Oppaku tidak akan melakukan hal itu Luna..

Aku adalah Luna. Mereka belum tau kau disini Taeyang, satu saja ucapan ku yang salah, mereka bisa mengakhiri hidupku.

Baekhyun duduk disebelahku, aku bergeser, akan lebih baik jika aku menjaga jarak dengan mereka.

“Kau tidak suka berdekatan dengan bangsa kami?”, tanya Baekhyun

Aku diam. Hanya memandangnya.

“Kurasa disini terlalu gelap, iya kan Luna? Aku tidak suka gelap..”, Baekhyun menjentikkan jarinya, menciptakan cahaya menyilaukan disekitar kami.

Aku ingat. Baekhyun. Byun Baekhyun. Bayangan namja manis itu kembali berputar dipikiranku.

Jadi kita berbagi pikiran lagi Taeyang? Aku.. Aku mati.. dan kemudian hidup kembali?

Aku tidak tau Luna. Aku sangat bahagia. Luna. kau harus tepati janjimu..

Janji? Janji apa?

Padahal, aku.. Aku berharap, aku bisa menemukan satu tubuh kosong untuk tempat pikiran Taeyang, lalu aku bisa tetap hidup..

Janji itu? Aku bahkan tidak ingat aku pernah berpikir.. Hey, Haruskah sekarang? Nyawa kita masih terancam.

Aku tidak tau Luna. Bangsamu sudah menciptakan alat yang bisa membuat kita terpisah..

Aku tau caranya. Aku ingat aku pernah membacanya.

Lalu kenapa kau tidak pernah mencoba melakukannya pada kita berdua?

Karena kita terlalu sibuk mempertahankan hidup.

Ah, benar. Kita terjebak dirumah.

Dan kau berharap kita bisa mendapatkan tubuh vampire di saat itu?

Lalu kenapa tidak pernah memberitahu Baekhyun Oppa tentang cara itu? Ia percaya padamu..

Aku terdiam.

Itu karena saat bersamanya aku tak bisa memikirkan hal lain selain bertahan hidup dengan berlindung padanya dari lima Oppa mu yang lain.

Ah.. Banyak hal yang kau lewatkan..

Aku menyernyit merasakan kegelisahan Taeyang dalam benakku. Dan kusadari kami berada ditempat yang begitu asing dan tak pernah kulihat sebelumnya.

Tunggu. Kenapa aku tidak mengenali tempat ini? Kalian berpindah zaman?

Ya. Aku tinggal di zaman beberapa belas tahun setelah kita bertemu.

Lalu.. Baekhyun?

Aku lagi-lagi menyernyit saat Taeyang bergerak gelisah dibelakang sana.

Aku tidak tau.. Mungkin Ia masih ada di zaman itu.. Atau mungkin Ia sudah berpindah ke masa lain.. Kami benar-benar kehilangannya..

Lalu kenapa kau ke masa ini?

Ini adalah masa dua tahun setelah kita bertemu.. Kau tau, banyak yang berbeda di zaman tempat aku tinggal.

Maksudmu?

Manusia dan vampire bisa hidup bersama.. berbeda dengan zaman ini, mereka masih memburu kami. Ugh. Menyebalkan.

Aku tidak mengerti. Sungguh. Tapi entah kenapa dadaku tiba-tiba terasa sesak saat membayangkan Baekhyun menghilang.

Aku tau kau menyayanginya..

Aku menyayangi semuanya karena kau.

Tidak, maksudku, kau bilang sendiri bahwa kau menyayanginya apa adanya bukan?

Kau menuduhku jatuh cinta padanya? Dan juga, memangnya kapan aku bicara seperti itu?

Taeyang menggerutu pelan, dan melemparkan sebuah ingatan kecil padaku.

“Aku menyayangimu karena kau adalah Baekhyun. Seorang vampire yang menyelamatkan hidupku, yang memberiku kebahagiaan disaat aku merasa hidupku sudah tidak berguna. Aku sangat menyayangimu.”

Oh ayolah Taeyang jangan bercanda. Kurasa itu bukan aku.

Aku tidak bercanda. Aku tau kau mengingatnya.

Aku sudah akan mendebat pemikiran Taeyang jika saja aku tidak lagi-lagi menyadari dimana kami berada sekarang.

Pembicaraan kami secara otomatis terhenti saat sampai di daerah kota. Aku melangkah ke rumah mungil di sudut jalan. Mereka tidak memperhatikan perbedaan ku tentu saja.

Mengapa kau pergi ke perumahan?

Mencari tubuh untukmu, memangnya apa lagi?

Aku berjalan pelan, sementara Taeyang melemparkan ingatan nya soal perbedaan kami. Aku sedikit banyak lupa tentang masa laluku. Tidak, aku tidak punya waktu untuk mengingat-ingatnya disaat seperti ini.

Baiklah. Vampire yang direset. Aku harus mencari mereka. Perbedaan mereka ada dipergelangan tangan. Jika manusia yang direset, bekasnya akan ada di perut, bukan pergelangan tangan jadi mere—Ah. Kutemukan satu. Seorang yeoja vampire berambut hitam panjang sebatas punggungnya.

Dia terlihat cantik.

Kau benar.. Dia cantik..

Baiklah. Aku mendekati yeoja itu. Aku tau manusia tidak akan menggunakan tubuh sakit untuk direset. Heran juga bagaimana aku bisa mengingat semua ini tapi aku tak bisa mengingat kenangan lainnya dengan baik.

Dengan bantuan Taeyang—bantuan yang kumaksud adalah jasanya yang telah menggunakan tubuhku dengan baik untuk melakukan banyak hal sehingga aku tak harus kesulitan saat menyerang yeoja vampire itu—aku membuat yeoja vampire ini tak sadarkan diri.

Untuk sementara. Sehingga aku harus bergerak ekstra cepat untuk menyelesaikan semuanya. Dengan gerakan cepat—dan kekuatan luar biasa yang entah bagaimana bisa kumiliki—aku menarik yeoja itu ke semak-semak.

Baiklah. Luna. kau seharusnya mengingat ini.

Kau benar-benar ingat caranya?

Aku bercita-cita ingin jadi seperti Appa ku, ah, Appa ku sudah mati di zaman ini bukan? Kau tau, kurasa sejak aku tinggal dirumahmu aku tidak lagi bercita-cita ingin menjadi seperti Appa ku.

Lalu memangnya sekarang apa yang jadi cita-citamu?

Menjadi manusia yang menghentikan kekejaman manusia lainnya.

Aku tertawa pelan menyadari pemikiran anehku. Ugh, Luna. Kau tidak punya banyak waktu, ingat itu.

Aku memijat pergelangan tangan yeoja itu. Gelombang pelan tercipta, dan kulihat samar-samar mulut yeoja itu berkilau, putih, aigoo. Kasihan Pemilik Pikiran ini.

Hanya seperti itu?

Ya. Taeyang. Kau akan punya tubuh vampire.

Sampai bertemu Luna.. Senang berbagi pikiran denganmu..

Aku juga senang Taeyang..

Aku memijat perutku, menciptakan rasa mual yang luar biasa, membuatku teringat pada masa disaat aku memasukkan Taeyang ke tubuhku.

Benda berwarna merah muda keluar dari mulutku, aku menaruhnya ditanganku, lalu mengeluarkan benda berkilau putih itu dari mulut tubuh baru Taeyang. Dan memasukkan Taeyang ke sana.

Aku menunggu. Taeyang. Bangunlah.

“Uhuk.. Uhuk..”

“Taeyang?”

“L-Luna?”

Berhasil. Aku berhasil.

Tubuh baru Taeyang bangun—aku bisa menyebutnya Taeyang sekarang—Ia vampire sepenuhnya.

“Gomawo Luna! Gomawo!”, Taeyang memelukku.

Ia lebih tinggi dariku, dan rasanya tubuh ini sangat cocok untuknya.

“Darahmu bisa tercium sekarang Luna.”, Taeyang tertawa pelan

“Baiklah, aku sudah mengembalikan kehidupan mu, kembalilah Taeyang.”, kataku sambil tersenyum

“Kau tidak ikut?”, tanyanya

“Aku..”, ucapanku terhenti saat ribuan kenangan berputar cepat dibenakku, semua kenangan menyakitkan itu juga kembali, “tidak diinginkan dimanapun, Taeyang-ah.”, sambungku pelan

Taeyang menggeleng tegas.

“Kau harus ikut, dan aku tidak menerima penolakanmu.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku berdiri didepan lima orang yang sangat kukenal, dulunya.

“Taeyang? Siapa yang kau bawa?”, Kyungsoo? Kurasa itu namanya.

“Aku bukan Taeyang,”, jawabku

“Apa?”, mereka memandangku bingung

“Aku Luna, dia Taeyang,”, aku menunjuk Taeyang dan tubuh barunya yang berdiri disampingku.

“Luna? Gadis manusia itu?”, ucap.. Suho? Aku lupa nama mereka.

“Luna kembali! tadi saat aku hampir tertangkap, Ia menyelamatkan kami oppa, dan ia juga mencarikan tubuh vampire untukku,”, kata Taeyang

“Bagaimana kau bisa kembali?”, ucap Kai bingung

“Mollaseo.. saat Taeyang berteriak Pencuri Pikiran, aku.. seolah terbangun, kurasa, entahlah, aku tidak yakin..”

“Maafkan kami, sejak kau menghilang, Baekhyun juga menghilang, dan sampai sekarang kami belum menemukan nya.”, kata Sehun

“N-Nae?”, aku kembali teringat padanya.

Dari semua orang yang ingin kutemui saat aku kembali, Baekhyun lah orang yang sangat ingin kutemui.

“Dia menghilang.. Kurasa Ia marah pada kami semua.”, kata Suho

Aku berusaha mengingat. Dimana Baekhyun?

‘Walaupun Luna tidak ada disini, Baekhyun akan tetap mengingatnya. Tempat ini tempat rahasia milik Luna dan Baekhyun. Kalau suatu saat, kau ketakutan, atau terancam, kau bisa bersembunyi disini Luna, tempat ini akan selalu menerimamu, dan jika suatu saat aku tidak ada, carilah aku disini. Aku akan ada disini.’

Disana. Pasti disana.

“Taeyang-ah! Aku akan temukan Baekhyun!”

“Berhati-hati lah Luna! Bawa Oppa kembali ke 2135!”, teriak Taeyang

Aku segera berlari keluar rumah. Mencari mesin waktu yang pasti masih disembunyikan di tempat yang sama. Dengan cepat aku mengetik tahun yang dulu pernah aku ketik, dan aku sampai di sebuah gudang.

Tunggu, jika Taeyang dan Oppa-oppa nya menggunakan mesin waktu untuk berpindah, berarti Ia tidak akan ada disini. Dan.. sudah berapa ratus berlalu dari 1877 ke tahun tempat aku tinggal? Di tambah beberapa belas tahun yang dilewati oleh Taeyang?

Aku masih sangat ingat jalan menuju tempat itu. Aku melompati bebatuan dengan ringan, kurasa Taeyang menggunakan tubuhku dengan baik. Tubuhku terasa sangat ringan saat berlari seperti ini.

Aku sampai ditempat itu. Tempat rahasia Baekhyun. Masih sama seperti dulu. Ingatanku kembali berputar.

“Baekhyun-ah!”, teriak ku

Sepi. Tidak ada jawaban. Aku berjalan keruang terpojok ditempat itu, tempat kami dulu sering menulis. Tulisan terakhirku masih ada disana.

‘Baekhyun-ah.. Jika suatu saat aku lenyap, tolong jangan lupakan aku’

‘Luna benar-benar pergi. Aku benci ini.’

‘Dia pergi. Luna pergi meninggalkanku.’

‘Luna, bogoshipeoyo.. Mengapa kau pergi?’

‘Aku selalu marah ketika ingat bagaimana perkataan monster-monster yang membuat Luna pergi.’

Begitu banyak. Begitu banyak goresan tangan Baekhyun disana.

‘Aku akan pergi dari tempat ini. Terlalu banyak kenangan dengan Luna disini.’

Aku terpaku. Apa Baekhyun pergi? Tidak. Ia tidak mungkin pergi. Ia tidak boleh, ah, jika Ia pergi, kemana aku harus mencarinya la—aku membalikkan tubuhku. Dan ditembok dibelakangku, nyatanya ada tulisan lain..

‘Aku tidak pergi. Aku menemukan seorang manusia seperti Luna. namanya Heeyoung.’

‘Heeyoung orang kedua yang tau tempat ini ha ha ha’

‘Aku akan terus bersama Baekhyun di sini kekeke~’

‘Baekhyun.. Kau begitu baik..’

Siapa Heeyoung? Dadaku tanpa sadar terasa sesak membaca goresan tangan milik Baekhyun dan yeoja bernama Heeyoung itu. Dan aku tak sanggup membaca lebih banyak lagi, jadi kucari pembicaraan yang mungkin menjadi akhir dari pembicaraan mereka.

‘Terima kasih Heeyoung, kau menemaniku selama 30 tahun ini..’

Dan hal yang lebih membuatku terperangah.. Ada nama-nama lain disana. Jihyun. Sungmi. Minkyung. Eunji. Jina. Dan tahun-tahun di kalimat akhir pembicaraan mereka. 20 tahun. 36 tahun. 21 tahun. 44 tahun. 37 tahun.

Aku melebarkan pandanganku mencari tulisan yang benar-benar jadi akhir dari tulisan Baekhyun, atau yeoja yang ada bersamanya.

‘Berapa lama lagi aku harus menunggu disini?’

“Taeyangie?”

Aku berbalik. Dan terpaku saat sosok itu ada disana. Baekhyun. Berdiri tak jauh dari tempatku sekarang. Masih seperti dulu. Sempurna. Dan berhasil membuatku tidak bisa berkedip.

“Bukankah kau dan yang lain sudah pergi?”

“B-Baekhyun-ah..”

Tatapan Baekhyun melebar.

“Luna.. Kaukah itu?”, ucapnya sangat pelan

Aku tidak bisa lagi menahan diriku. Aku mulai terisak. Dan dalam sekejap, Baekhyun sudah ada di hadapanku, membuatku perlahan memandang wajahnya. Paras sempurna itu..

“Baekhyun-ah..”

Sudut bibir Baekhyun terangkat membentuk senyuman.

“Dua ratus lima puluh tahun Luna..”

“Apa?”

“Kau membuatku menunggu selama itu..”

Aku terhuyung mundur.

“Tidak mungkin..”

“Aku menghabiskan hidupku di zaman ini, berharap kau suatu hari akan kembali, dan setelah dua ratus lima puluh tahun.. kau terbangun?”

“Tapi Taeyang bilang aku hanya hilang beberapa tahun..”, ucapku tak percaya, aku melemparkan pandanganku ke tembok di sekitar kami.

“Tahun-tahun itu.. Sungguhan?”

Baekhyun mengangguk.

“Ya..”

“Lalu kenapa..”

“Kenapa aku tidak mati bersama salah satu dari mereka?”

Aku memandang Baekhyun.

“Apa kau ingat.. Hal yang kita lihat di hari pertama kau ku bebaskan?”

“Saat vampire.. dan seorang nenek..”, aku tak sanggup melanjutkan kata-kataku, aku begitu terperangah, aku tak bisa mempercayainya.

Sementara Baekhyun tersenyum padaku, dan mengangguk.

“Seorang vampire musnah karena matahari saat manusia yang Ia cintai mati.”

“Tapi cahaya matahari tidak bisa membuatmu terbunuh..”, bantahku

Baekhyun menangkupkan kedua telapak tangannya dipipiku, mengusapnya lembut sementara aku mulai bisa menguasai emosiku.

“Walaupun bisa, aku lebih memilih untuk mati bersama yeoja yang sudah aku tunggu selama dua ratus tahun ini..”

Aku menatapnya penuh ketidak percayaan.

“Kenapa? Kenapa kau menungguku?”

Baekhyun merengkuhku ke dalam pelukannya. Erat. Pelukan yang entah kenapa benar-benar aku rindukan. Walaupun tubuhnya begitu dingin dan keras, tapi aku menyukainya. Aku senang melihatnya. Aku senang mendengar suaranya. Dan aku senang merasakan pelukannya.

“Karena aku sudah berjanji..”

“Kau hanya berjanji kau akan melindungiku.”

“Aku sudah berjanji aku akan bersama denganmu sampai akhir hidupku.”

Aku melepaskan pelukan Baekhyun, menatapnya tak percaya.

“Benarkah?”

“Kau tidak percaya padaku?”

Aku menggeleng.

“Aku percaya padamu. Aku selalu percaya padamu.”

Aku memeluk Baekhyun erat. Sangat erat.

“Tapi.. Baekhyun-ah.. Kau tak punya akhir hidup.”, lirihku

“Aku tau. Itu artinya aku akan terus bersamamu tanpa memandang waktu. Tak perlu menghitung berapa lama waktu yang kita lalui, selama kita terus bersama.”

Aku lagi-lagi terisak mendengar kalimat Baekhyun.

“Aku sungguh tidak tau harus berkata apa..”, lirihku

“Cukup katakan kau akan selalu bersamaku,”, bisiknya lembut

Aku mengeratkan pelukanku, menenggelamkan wajahku dalam pelukannya.

“Aku akan selalu bersamamu, Baekhyun-ah..”

Baekhyun menarik daguku, dan tersenyum, bisa kulihat senyuman itu diwajah sempurnanya. Aku tak bisa mengatakan bahwa aku merindukannya, karena aku pergi tanpa aku sendiri merasakan kehidupan, atau penantian yang Baekhyun rasakan.

“Terima kasih.. Kau sudah menungguku..”

“Aku mencintaimu Luna.. Sangat mencintaimu..”

“Aku juga mencintaimu Baekhyun-ah..”

                        ██║ │█║♪ ║▌♫ │█║♪ ║▌♫ ║██

Epilogue

THE MOON

Aku terlahir di zaman yang menurutku sempurna. Di waktu itu, aku tidak berpikir ada satu hal pun yang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Tapi setelah aku terbangun dari tidur panjangku.. aku sadar, ada satu hal yang dulu belum mereka ciptakan.

Menyatukan perbedaan.

Mereka tidak menerima adanya sosok yang berbeda dari mereka. Dan malah, mereka berusaha memusnahkannya. Tapi itu dulu. Banyak hal yang terjadi saat aku tertidur, dan saat terbangun, aku melihat semuanya sebagai sebuah keajaiban.

Sebuah mimpi yang tercipta menjadi kenyataan. Saat aku bisa benar-benar merasakan sebuah keluarga, kebahagiaan, dan kehidupan yang seharusnya aku dapatkan beratus tahun lalu.

Walaupun aku masih tidak mengerti bagaimana tubuh ini bertahan hidup selama ratusan tahun, atau bagaimana perputaran waktu terjadi selama aku tidak ada, atau bagaimana bisa semua perkembangan teknologi ini terjadi.

Ceritaku hanya satu diantara ribuan cerita lain yang mungkin jauh lebih menarik daripada ceritaku. Walaupun bagiku, ceritaku lah yang terbaik. Karena pada akhirnya aku bisa membawa nya kembali ke tahun 2135, dimana aku, Taeyang, dan keluarganya bisa hidup bahagia.

Tidak usah bertanya bagaimana jadinya aku. Kurasa kalian sudah bisa menebaknya, dengan keberadaannya yang tidak bisa musnah walaupun terkena sinar matahari, tentu Ia tidak membiarkan aku mengalami penuaan.

Dan aku tidak pernah menyesali keputusannya. Tidak pernah sekalipun aku merasa kecewa padanya. Ia sudah memberiku segalanya. Kebahagiaan, cinta, kehidupan. Segalanya. Dan sekarang, kurasa giliranku untuk memberikan segala yang aku punya untuknya.

Dia, seorang vampire, yang membuatku jatuh cinta, dan merasakan bagaimana.. kehidupan yang sebenarnya.

Terdengar tidak masuk akal bagi kalian? Tunggulah, sampai kalian benar-benar melihat ketidak masuk akalan itu sebagai sebuah kenyataan yang nyatanya sudah ada di kehidupan kalian selama ini..

Seorang yeoja mengusap air mata yang mengalir pelan dipipinya. Rambut yeoja itu tampak tertiup angin dengan pelan.

“Kau sudah percaya?”

Yeoja itu mendongak, memandang namja yang bersandar di tembok yang ada di samping yeoja itu. Namja itu kemudian menoleh, membuat yeoja berkacamata itu merengut, berbeda dengan ekspresi namja berkulit pucat itu, Ia tersenyum. Seolah menunggu reaksi yeoja di depannya.

“Kau berpikir aku akan percaya ini? Omong kosong. Bisa-bisanya aku menghabiskan waktu untuk membaca buku seperti ini. Bullshit. Berhentilah percaya pada hal fiksi di saat seperti ini!”, ucap yeoja itu kesal, walaupun namja itu akhirnya tertawa pelan, karena berhasil mendengar suara yeoja itu bergetar menahan tangisnya.

Yeoja itu menutup buku dengan judul ‘The Sun and The Moon’ yang sudah beberapa hari ini dibacanya, Ia kemudian memperbaiki letak kacamatanya, dan berdiri dari tempatnya duduk.

“Bagaimana dengan ini? Kau harus coba membacanya. Mungkin kau lebih menyukai cerita fiksi yang ini.”, ucap namja itu.

Diam-diam, namja itu tersenyum tipis, mengamati ekspresi yeoja di depannya yang sekarang merengut kesal. Seperti yang di duga namja itu, yeoja di depannya melengos, menepis buku yang ada di tangan namja itu. Yeoja itu berlari kesal meninggalkan namja yang sekarang memandangnya dalam diam.

“Satu.. Dua.. Tiga.. Berbalik..”, gumam namja itu, dan benar saja, yeoja itu menghentikan langkahnya, berbalik, memandang namja itu kesal.

“Vampire itu tidak ada! Mereka tidak ada! Dan berhenti memaksaku membaca cerita fiksi tidak masuk akal seperti itu!”

Namja itu tertawa kecil. Ia kemudian melangkah mendatangi yeoja yang masih memandangnya dengan wajah kesal. Tetesan hujan mulai jatuh membasahi permukaan bumi, membuat seragam dua orang itu mulai basah.

Ia merangkulkan lengannya dengan santai dibahu yeoja itu, sementara yeoja itu masih merengut kesal, Ia masih juga berucap.

“Bagaimana jika vampire benar-benar ada?”

“Mereka tidak ada, mereka tidak nyata, Oh Sehun!”

Fin.

 

11 thoughts on “Mind Part 10 END

  1. ellalibra berkata:

    Awalnya q g ngerti knp sm taeyang yg pake tubuh luna,,tiba” luna kembali bangun saat taeyang mau tertangkap sm pencuri pikiran ,, pas d akhir q bru ngrt trnyta crt ini berhubungan sm kata” dsummary datas ttg baekhyun yg setia nunggu smp beratus tahun utk nunggu luna bangun,,epilog nya g nyangka bakalan gitu,, g terduga hehe q kira bakal nyeritain after story baek-luna kereeeeen crtny eon dlm bgt makna nya, so sweet ,, terus semangat bt menghasilkan karya” yg lain nya y eon,,^^

  2. shinta dewi berkata:

    oke aku gak bisa kometar di setiap chapternya karena ngebut baca ini dan wow benar benar keren, aku kira akhir dari cerita ini tentang baekhyun dan luna tapi kok gini ???
    ah aku bingung tuh ceritanya beneran ato gak sih ??
    kenapa tiba tiba si sehun jadi seperti cast utamanya ,,
    apa si sehun pergi ke jaman manusia ah isssh jelaskan secra perinci dong thor …

    sequel lagi dong thor biar aku gak bingung 😀

  3. siska refmila berkata:

    aku udah baca lagi dari awal, woah daebak.
    tapi aku masih aja bingung di last partnya, yang sama sehun siapa?, itu di zaman kapan?
    trus taeyang gimana?
    sequel please hhhhhhhhhhh

  4. heyitsbii berkata:

    20 jempol buat kak irish *maksa bunda ayah adek 1, adek 2 buat bantuin acungin jempol* kereeennnn…. kayaknya kata2 ‘namja pucat’ itu identik banget yaa sama sehun. setiap kali ada yg bilang cowok pucat entah kenapa langsubg kepikiran sehun.

    lunanya dibuat bh jadi vampire ya kak ?

    aku bayangin kalo bh sama luna (kalo luna masih manusia) nikah, trs pas luna masak, dia ngeluarin bawang putih dan akhirnya bh mati gara2 bawang putih.

  5. nurulaini berkata:

    jadi kisah ini cuma cerita dari sbuah buku ya????
    buku yg dibaca oleh yeoja yg bersama sehun???
    heeem…..bner” gk terduga 🙂
    keren bgt pokoknya ^__^

  6. diyah pudji rahayu berkata:

    q bc’a terbalik, sehrus’a yg q bc “mind” dl br forgotten, tp q nmu’a forgotten dlu, itupun q th pas bc komen reader d forgotten, langsung ja q cr n bc deh, k2 nya keren, q salut ma irish, daebak, slmt berkarya, jg ksehtan n tetap semangat…! thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s