Last Game (Chapter 10)

PhotoGrid_1440082381255

Title                 : Last Game (Chapter 10)

Author             : Gu Rin Young

Cast                 : All member EXO and others

Genre               : Brothership, family, school life, sport

Rating              : General

#####

Sehun menggenggam tangan Luhan. Mereka menunggu Luhan mengatakan sesuatu. Sehun sangat bahagia melihat mata Luhan sudah terbuka kembali. Walaupun sebenarnya dia takut jika Luhan akan mengusirnya.

Luhan kembali mengamati ruangan ketika pandangannya berhenti pada sosok itu. Sehun. Adiknya. Dan sahabatnya juga sahabat Sehun. Dia teringat terakhir kali dia sedang bertanding basket dengannya.

“Hyung.”

Luhan menjawab panggilan itu. “Apa yang terjadi?”

Sehun senang Luhan tidak langsung mengusirnya. “Kau terjatuh saat pertandingan.”

Luhan mencoba mengingat-ingat kejadiannya. Lalu teringat sesuatu. Dia menekel Kai. Seketika matanya membulat lebar. Kakinya. Kenapa dia tidak bisa merasakan kakinya? Apa yang terjadi dengan kakinya?

“Kakiku.”

Dan saat itu tiba. Sehun, Kris, Xiumin, dan D.O hanya saling berpandangan dalam diam. Bagaimana mereka menjelaskannya? Apakah dia harus mengetahuinya secepat itu?

“Kau baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Ucap Kris meyakinkan Luhan. Namun ucapannya langsung mendapat death glare dari Xiumin. Kakinya tidak baik-baik saja.

“Hyung, kau beristirahat saja.” Sehun terus mencoba membuat alasan agar dia bisa berpikir.

“Aku tidak bisa merasakan kakiku!” Seru Luhan sedikit histeris.

“Hyung tenanglah.”

“Apa yang terjadi dengan kakiku?!! Jelaskan padaku!!”

Dan saat itu juga Xiumin menyuruh D.O memanggil dokter. “Kau panggil dokter dan tolong beritahu semua Luhan sudah sadar.” D.O mengangguk lalu keluar meninggalkan Sehun dan yang lain.

“Kakimu sebenarnya…. Kakimu itu… Kaki kananmu, hyung. Kaki kananmu lumpuh.” Sehun susah payah meluruskan lidahnya.

“MWO?!!!! Kau pasti berbohong!! Kakiku? Tidak mungkin!!” Luhan menggeleng kuat-kuat berusaha menepis semuanya. Luhan harap apa yang didengarnya salah.

Melihat itu Sehun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia memeluk Luhan mencoba menenangkan. Sehun ingin Luhan tau ada dia di sana, adiknya yang ada di sisinya.

Luhan meronta. Terus berteriak. Tapi tidak Sehun hiraukan. Sehun tau hyungnya butuh kekuatan. Sehun menangis sejadinya. Ini pertama kali seumur hidupnya dia bisa bisa memeluk hyungnya. Bahagia. Sedih. Karena dia memeluk hyungnya dalam keadaan seperti ini.

“Lepaskan aku!!! Lepaskaan!! Kakiku!!” Luhan terus meronta. Namun dekapan Sehun yang terlalu kuat membuatnya menyerah lalu meluruh di sana. Xiumin dan Kris tidak bisa berkata apapun.

D.O kembali bersama dokter di sampingnya. Dokter itu langsung menyuntikan obat penenang agar Luhan berhenti meronta. Sehun melepaskan dekapannya. Dia terluka melihat kondisi hyungnya yang seperti ini. Apa yang dilakukan Luhan padanya, Luhan tetaplah hyungnya.

“Hyung? Apa yang harus aku lakukan?” Sehun menangis di sana. Terus menggenggam tangan Luhan.

“Kau juga harus tenangkan dirimu. Luhan masih belum bisa menerima kenyataan. Dia masih shock dengan semua hal yang menimpanya saat ini. Kaki adalah kebutuhan vitalnya.” Ujar Kris mencoba menenangkan.

“Sehunie, aku tau yang kamu rasakan. Tapi ucapan Kris hyung benar. Dia baru sadar dan langsung mengetahui kenyataan bahwa kakinya lumpuh. Semua orang juga pasti melakukan hal yang sama jika mengalami itu.” D.O mengusap kepala Sehun. “Sebentar lagi Baekhyun dan yang lain akan segera kemari.”

Sehun mencoba menenangkan dirinya. Dia juga harus tenang jika ingin semuanya baik-baik saja. Dia harus mampu meyakinkan Luhan jika dia pasti bisa berjalan lagi seperti dulu. Sehun harus bisa menguatkan Luhan, apapun respon Luhan padanya.

Suho, Baekhyun, Kai, dan Chanyeol tiba. Mereka terengah-engah karena berlari dari parkiran. Mereka terkejut karena mendapati Luhan terbaring di ranjangnya dengan mata masih terpejam.

“D.O bilang dia sudah sadar.” Ucap Chanyeol sembari mengatur nafasnya yang hampir habis karena berlari tadi.

“Dia diberi obat penenang oleh dokter.” Jawab Kris.

“Mwo? Untuk apa?” Kali ini Baekhyun yang bertanya.

“Tadi dia memberontak karena shock mengetahui kakinya lumpuh. Sekarang kalian tolong hibur Sehun. Aku kasihan padanya. Beban hidupnya pasti banyak sekali sekarang.” Kris menunjuk Sehun yang sedang duduk menunduk di sofa. Banyak sekali beban yang ada di pundak Sehun saat ini. Tubuhnya tidak setegak dulu.

Suho dan Kai menghampiri Sehun lalu duduk mengapitnya. Sehun mendongakkan wajahnya sedikit terkejut mendapati Suho dan Kai sudah duduk di sampingnya serta Chanyeol, Baekhyun, dan D.O duduk di hadapannya.

“Apa kau tidak mau berbagi bebanmu dengan kami?” Tanya Suho menepuk pundak Sehun.

“Kami bisa menampung bebanmu jika kau mau membaginya.” Kali ini Kai merangkul sahabatnya itu.

“Keundae, aku tidak ingin menyusahkan kalian semua. Selama ini kalian sudah sering membantuku.”

“Mwo? Menyusahkan? Bagaimana bisa kau menyusahkan kami?” Ujar Baekhyun heran.

“Sehunah, kau sudah aku anggap sebagai adikku sendiri jadi apapun masalahmu kau harus berbagi dengan kami. Arrachi?” Chanyeol tersenyum lembut.

Sehun membalasnya dengan senyum manisnya. “Aku tidak tau harus bicara apa dengan kalian. Tapi aku sangat berterima kasih pada kalian karena kalian sudah menjadi hyung yang baik selama ini. Gomawo hyung.” Lalu semua memeluk Sehun, mereka tersenyum bahagia.

Xiumin dan Kris ikut tersenyum sambil memandang keenam namja yang sangat dekat itu. Bahkan kedekatan mereka lebih dari sekedar sahabat. Mereka adalah keluarga. Luhan harus melihat mereka dan mencontoh mereka.

Sehun kembali mendapat kekuatan dari sahabat-sahabatnya. Mereka semua siap membantu Sehun kapanpun. Dan siap memikul beban Sehun bersama-sama. Sehun sangat bahagia bisa bertemu sahabat seperti mereka. Bahkan mereka bisa menggantikan peran saudara untuk Sehun.

Jam sudah menunjukkan pukul 6 malam ketika Sehun dan sahabatnya beserta Xiumin dan Kris menghabiskan makan malam mereka. Mereka memutuskan membeli secara delivery karena tidak ada yang berminat keluar rumah sakit.

“Perutku kenyang sekali.” Seru Xiumin sambil memegangi perutnya yang sudah terisi penuh.

“Aku tidak sanggup menghabiskannya.” D.O menyingkirkan piringnya menjauh.

“Sudahlah ayo bereskan makanannya.” Perintah Suho. Sebelum mendengar ceramah panjang Suho, mereka akhirnya membereskan piring masing-masing.

Luhan mengerjapkan matanya. Sebenarnya sedari tadi dia sudah memperhatikan Sehun dan yang lainnya makan. Melihat mereka tertawa bersama dengan Baekhyun yang menjadi sumber masalah. Ada rasa iri karena dia tidak bisa bergabung dengan mereka. Hanya karena satu hal. Sehun.

Ketika Kris kembali dari kamar mandi, dia terkejut melihat mata Luhan yang sudah terbuka. Luhan melihat mereka? Atau hanya Sehun? Kris tidak peduli.

“Luhan? Kau sudah sadar?” Perkataan Kris membuat semuanya memandang Luhan lalu mata mereka membulat seketika.

“Oe? Hyung? Kapan kau sadar? Apa kau lapar? Kau tidak makan selama dua hari.” Tanya Sehun ketika sedang berjalan mendekati ranjang Luhan.

“Tidak usah pedulikan aku.” Masih sama. Luhan masih sama seperti dulu. Dingin.

Sehun mendesah. Sehun pikir Luhan akan berubah tapi ternyata pikirannya salah. Luhan masih membencinya. Seperti dulu. Sehun akhirnya memutuskan meninggalkan ruangan Luhan.

“Sehunie? Kau mau kemana?” Baekhyun, Kai, dan Chanyeol mengejar Sehun keluar ruangan.

Melihat itu Xiumin kesal. “Apa kau belum juga sadar?! Apa kau buta?! Sehun sangat mengkhawatirkanmu!! Dia yang menjagamu! Bahkan dia tidak mau pulang. Dia menunggumu!”

“Aku tidak menyuruhnya untuk menjagaku.”

“Mwo?!! Apa kau sama sekali tidak mempunyai perasaan?!! Aku pikir dengan adanya kejadian ini kau bisa sadar. Tapi kau masih sama. EGOIS!!” Kali ini Kris yang berubah kesal.

Melihat itu Suho mencoba menenangkan suasana dibantu oleh Kyungsoo. “Xiumin, Kris bisakah kalian tenang? Jangan membuat keributan disini.”

“Dia yang membuatku kesal. Manusia tidak tau rasa terimakasih! Jika dia bukan sahabatku, aku akan membunuhnya!!” Seru Kris.

Mendengar itu Luhan kembali berteriak. “Bunuh saja aku, Kris!! Aku tidak mau hidup lagi!”

“Keundae, Luhan hyung kau tidak boleh berkata seperti itu.” Ucap Kyungsoo mencoba menenangkan Luhan.

“Untuk apa aku hidup?!!! Aku sudah tidak bisa berjalan lagi!! Aku tidak bisa menggapai imipianku!! Bunuh saja akuu!!!” Kyungsoo dan Suho berusaha mendekap Luhan yang terus memberontak. Kris dan Xiumin yang masih kesal masih menatap Luhan kesal.

“Bisakah kalian membantu kami?!” Suho yang kewalahan berteriak pada Kris dan Xiumin.

“Aiiish, Oh Luhan!! Bisakah kau tenang?! Menyusahkan sekali!” Gerutu Xiumin.

Di depan ruangan, Kai, Baekhyun, dan Chanyeol sedang berusaha menenangkan Sehun yang sedari tadi hanya duduk diam menatap lantai di bawahnya dan mendengarkan teriakan-teriakan yang berasal dari kamar Luhan.

“Ya Sehunie, katakan sesuatu. Apa kau akan terus diam seperti itu?” Tanya Chanyeol yang kebingungan karena Sehun tidak berbicara apapun.

“Kami tau apa yang kau rasakan. Jika kau ingin menangis, kami siap memberikan pundak kami untukmu. Jika kau malu kami memberikan punggung kami agar kau tak terlihat.” Perkataan Kai membuat Sehun akhirnya menjatuhkan air matanya yang sedari tadi ia tahan agar tidak keluar.

Melihat air mata Sehun yang menetes, Baekhyun mengusap punggung lelaki yang sedang rapuh itu. “Menangislah. Itu akan mengurangi bebanmu.”

Mereka kembali terdiam. Membiarkan Sehun menumpahkan air mata yang selama ini ditahannya. Mungkin itu akan membuat Sehun lega.

—–

Luhan mengerjapkan matanya. Tiba-tiba sinar matahari menusuk matanya. Siapa yang berani melakukan ini?

“Hyung? Apa kau sudah bangun?”

Luhan berdecak kesal. Suara anak itu lagi. Apa dia tidak bosan melakukannya setiap hari. Dan setiap hari itu Luhan selalu memarahi bahkan mengusirnya. Tapi dia tidak pernah menyerah. Dan terus melakukan hal yang sama.

Oh Sehun. Telinganya sudah tebal. Dia sudah tidak peduli dengan omelan hyungnya. Bahkan sekarang Sehun sudah berani menentang hyungnya. Dia mendapat kekuatan dari sahabat-sahabatnya tanpa henti.

Sudah 1 bulan Luhan kembali ke rumahnya. Sejak itu Luhan tidak membiarkan orang lain masuk ke kamarnya kecuali appa dan Ren ahjumma yang mengantarkan makan. Namun Sehun yang hatinya sudah sekeras batu nekat masuk ke kamar hyungnya. Bahkan setiap hari.

“Tutup tirainya, bodoh!!” Teriak Luhan kesal.

“Matahari pagi sehat untukmu. Kau akan cepat sembuh jika setiap hari terkena sinar matahari.” Sehun menjawabnya dengan santai.

“Sampai kau membakar kakiku dengan sinar matahari pun aku sudah tidak bisa berjalan lagi! Cepat tutup tirainya!!”

“Hyung, kau akan bisa berjalan lagi. Apa kau mau membuang mimpimu begitu saja?”

“Mimpiku sudah musnah. Uruslah hidupmu sendiri!! Keluar dari kamarku!!!”

“Aku akan pergi ke sekolah. Sebentar lagi Ren ahjumma akan mengantarkan sarapan untukmu. Dan Xiumin hyung mengantarkan beberapa buku untuk ujianmu.” Sehun meletakkan beberapa buku di meja belajar Luhan lalu pergi keluar.

Seperti biasa Sehun melesat seperti angin. Sehun harus menghadapi ulangan semester ganjil kali ini. Hari ini adalah hari terakhir. Itu berarti besok adalah libur musim panas.

Sehun berjalan menaiki tangga sekolah seorang diri. Sahabatnya sudah berangkat dan sekarang menunggunya di atap sekolah.

“Sehunie! Akhirnya kau datang. Bagaimana hyungmu?” Sambut Chanyeol ketika wajah Sehun muncul di ujung tangga.

“Seperti kemarin hyung. Ya, Kim Kai apa kau sudah belajar rumus-rumus yang menyebalkan itu?”

“Aku sedang menghafalnya jadi tutup mulutmu.”

“Mwo?! Arraseo, aku tidak akan berbagi jawaban denganmu.” Rutuk Sehun kesal.

“Kerjakan ulangan kalian sendiri.” Perintah Suho.

“Keundae hyung, bukankah setelah liburan nanti kau akan menghadapi ujian akhir?” Tanya Baekhyun.

“Apakah kita harus mencari guard baru? Suho hyung akan lulus September nanti.” Kyungsoo menunggu jawaban Sehun.

“Tidak perlu. Aku masih bisa mengandalkan Kyungsoo hyung. Aaah Suho hyung apa kau tega meninggalkan kami?” Rengek Sehun.

Suho akan melanjutkan sekolahnya ke Amerika. Suho mendapat beasiswa di sana.

“Aku akan kembali setiap liburan. Kalian tidak perlu khawatir.”

“Keundae, siapa yang akan membelikanku bubble tea setiap hari?”

“Ya! Apa kau hanya memikirkan bubble tea? Baekhyun yang akan membelikanmu.”

Baekhyun yang namanya disebut mendelik kesal. “Mwo?!!! Bagaimana bisa? Sehunie aku tidak memiliki cukup uang untuk membelikanmu bubble tea setiap hari.”

“Jual saja mobilmu.” Celetuk Kai langsung mendapat jitakan dari Baekhyun.

“Aku harus menjual mobil kesayanganku demi bubble tea? Tidak akan!”

Saat itu juga bel masuk sudah berbunyi. Semua siswa berteriak karena mungkin mereka belum siap menghadapi ujian hari ini. Namun berbeda dengan Sehun dan sahabat-sahabatnya. Mereka selalu yakin jika mereka bisa menyelesaikan ujian ini.

“Hwaiting!!” Seru Kyungsoo menyemangati dirinya sendiri dan sahabat-sahabatnya.

“Jawab dengan benar, arrachi?” Perintah Suho untuk kesekian kalinya.

“Kau tidak perlu mengkhawatirkan kami.” Sahut Chanyeol. Lalu mereka menuju kelas masing-masing.

Beberapa jam berlalu. Bel tanda ujian berakhir sudah berbunyi. Terdengar seruan siswa dari setiap ruangan. Mereka lega karena ujian akhir musim panas ini berakhir. Sehun dan Kai langsung berhambur mencari hyung mereka.

“Kaaaai-ah, Sehuuuuun akhirnya perang sudah berakhir.” Teriak Baekhyun yang baru turun dari kelasnya. Mereka berpelukan.

“Akhirnyaaa libur musim panas sudah di depan mata.” Seru Kai sangat antusias karena dia sudah memiliki setumpuk rencana untuk liburannya.

Kyungsoo, Chanyeol, dan Suho yang baru keluar dari kelasnya ikut bergabung dengan yang lain.

“Bagaimana? Apa kalian bisa mengerjakannya?” Tanya Suho.

“Sudahlah hyung. Kita lihat nilai kita saja nanti selepas liburan. Apa kita akan merayakannya hari ini?” Ajak Chanyeol kepada yang lain.

“Aku setuju. Kita rayakan saja di tempat biasa.” Usul Kyungsoo.

“Aku juga ikut.” Seru Baekhyun dan Kai bersamaan.

“Mm keundae, bisakan kita lakukan itu nanti malam? Aku harus pulang ke rumah. Luhan hyung ada ujian susulan setelah ini.” Ucap Sehun.

“Arraseo. Jika sudah selesai hubungi kami.” Ucap Kyungsoo. Sehun mengangguk.

Luhan tidak bisa mengikuti ujian di sekolahnya. Tuan Oh membujuk pihak sekolah untuk mengijinkan Luhan mengikuti ujian di rumah karena sudah satu bulan ini Luhan tidak masuk ke sekolahnya. Tanpa paksaan pihak sekolah mau mengikutkan Luhan sebagai peserta ujian

Setiap hari Xiumin dan Kris bergantian meminjamkan buku mereka pada Luhan untuk Luhan pelajari di rumah. Walaupun mereka tidak bisa bertemu dengan Luhan, tapi Sehun selalu menyampaikan pesan mereka pada Luhan.

“Hyuuung, hari ini adalah ujian terakhirmu. Fighting!” Seru Sehun dari balik pintu kamar Luhan. Luhan hanya mencibir.

Sehun menunggu Luhan di depan kamarnya. Setiap hari Sehun melakukannya. Walaupun Luhan tidak peduli, tapi Sehun terus tetap melakukannya. Karena hanya dengan cara itu dia bisa mendekatkan diri pada hyungnya.

Ketika guru Luhan keluar kamar, itu berarti Luhan sudah selesai mengerjakan ujiannya. Sehun mengintip Luhan yang duduk di tempat tidurnya. Sebenarnya Sehun merasa kasihan dengan hyungnya, tapi dia tidak bisa melakukan apapun.

Sehun akhirnya bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah di janjikan oleh sahabat-sahabatnya tadi. Hari ini Sehun akan bersenang-senang, melupakan semua hal yang selama ini membuat hati dan pikirannya lelah. Untuk sementara waktu.

TBC

20 thoughts on “Last Game (Chapter 10)

  1. iampipit berkata:

    Euuuughh !!!! Luhan egois banget sih jadi orang bikin gemes!!!! semoga luhan segera terbuka matanya dan jadi baik sama sehun.
    Ditunggu update-annya kak
    Keep writing 😁😁😁

  2. ellalibra berkata:

    Luhan msh aja blm berubah ,untungnya sehun sll berusaha g menyerah meski sikap luhan msh spt itu,,, g bs bayangin kl jd sehun ,,pst sakit bgt di gitu in sm kakak sndr ,,,semangat eon,, bt part slnjtny

  3. So eun_sehun berkata:

    Ah…dasar luhan tetep aja egois….sudah dapat ganjaran jadi lumpuh malah menjadi egoisx…
    Sudahlah sehun kamu nikmati aja bersenang2nya daripada mikirin hyung kamu yg egois dan ngeselin itu…
    Lanjut author chingu…ditunggu ya…

  4. cintakaihun95 berkata:

    si luhan begok atau apa sih? udah jelas jelas cuma hunnie yg ada buat dia tapi dia masih aja egois. huuuh.. tunggu sehun pergi dulu mungkin baru matanya melek. haissss
    Next dong soalnya ff ini di tunggu banget.

  5. Shofalina Han berkata:

    Luhan ga pernah berubah.. Padahal sedikit hatinya menerima kehadiran Sehun..
    Baca FF ini, buat aku inget sama Kris dan Luhan yg keluar..
    Jadi nangis u.u
    FF nya kereeeeeennnnn!!!!!

  6. Autumn1208 berkata:

    Luhan masih tetap sama dan gak mau berubah.keegoisan dan gengsi’y masih mendominasi,,,

    luhan see,,!! Adikmu melakukan banyak hal hanya untukmu,,,

    akhir’y setelah ngebut baca smpe juga di Chapter 10,,

    AuthorNim,semangat terus buat lanjutin ff’y yaa ^^

  7. Nurnie berkata:

    Daebak .. Sehun pehatian bngdd ,
    luhan og gc berubah sich ! Dy mmank belum tobat yaa.. /hehehe😀
    aq rasa luhan tobatnya ketika sehun terluka ??
    Lanjutttt trusss

  8. Light berkata:

    Yuhuuu.. author-sshi light kembali datang untuk bercoment, Kali ini next chapnya jangan lama lama, wookee 😉 do tunggu Bangerr kelanjutannya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s