G Friend (Chapter 1)

PhotoGrid_1440082448541

Title                 : G Friend (Chapter 1)

Author             : Gu Rin Young

Cast                 : Baekhyun, Chanyeol, Sehun, and others

Genre               : Brothership, family, school life

Rating              : General

#####

“YA!! Byun Baekhyun palliiiiii!!!!” Teriak seseorang dari balik pagar sebuah rumah sederhana.

Tidak lama seseorang yang dipanggil muncul di ambang pintu. Tampilannya masih sangat berantakan. Kemeja putih belum dimasukan, blazer masih menggantung di pundaknya, dan rambut yang belum dirapikan.

“Ya Park Chanyeol!! Bisakah kau berhenti berteriak?” Tampilannya bertambah berantakan karena dia sangat kesal.

“Apa kau tidak tau ini jam berapa? Kita bisa terlambat.” Teriak namja yang ternyata bernama Chanyeol itu lagi.

“Aiish!! Arraseo. Kajjaaaa, sebelum tetangga kesal karena teriakanmu.” Baekhyun naik ke sepeda Chanyeol. Lalu mereka melesat pergi ke sekolah.

Hal itu terjadi setiap pagi. Chanyeol selalu dibuat kesal karena Baekhyun yang tidak pernah bisa bangun pagi. Mereka selalu datang ke sekolah 5 menit sebelum gerbang sekolah ditutup. Penjaga yang bertugas menjaga pintu gerbang pun sudah hafal dengan kelakuan dua namja ini yang selalu datang paling akhir di sekolah.

Byun Baekhyun dan Park Chanyeol adalah murid dari SMU Hoksae. SMU Hoksae terletak di pinggiran kota Seoul. SMU Hoksae termasuk SMU yang sederhana dibandingkan dengan SMU SMU lain di kota Seoul.

Baekhyun dan Chanyeol sama-sama duduk di bangku kelas dua namun kelas mereka berbeda. Baekhyun ada di kelas 2-B, sedangkan Chanyeol di kelas 2-D.

Baekhyun termasuk siswa pintar di SMU Hoksae karena dia selalu menjadi juara kelas. Walaupun dia tidak pernah bisa bangun pagi, tapi prestasinya di sekolah sangat baik. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang belum pernah menjadi juara kelas di kelasnya.

“Park Chanyeol!!”

Baekhyun sudah berdiri di pintu kelas Chanyeol. Bel istirahat sudah berbunyi. Waktunya para siswa mengisi perut mereka di kantin sekolah. Menurut survei, kantin sekolah adalah surganya siswa di sekolah.

“Wait a minute.” Jawab Chanyeol menggunakan bahasa inggris, sontak membuat Baekhyun terbahak.

“Hahahaha, tidak usah pakai bahasa asing jika nilai bahasamu masih di bawah 7.”

Chanyeol hanya meringis lalu merangkul Baekhyun yang masih tertawa.

Persahabatan mereka berdua memang sudah diketahui oleh seluruh penjuru sekolah. Sebutan mereka di sekolah adalah ‘Raksasa yang bersahabat dengan Kurcaci’. Chanyeol memiliki tubuh tinggi menjulang. Bahkan tingginya sama dengan papan tulis yang ada di sekolah. Sedangkan Baekhyun memiliki tinggi 10cm di bawah Chanyeol.

“Apa kau sibuk hari ini?” Tanya Chanyeol ketika mereka sedang menikmati makan siang di kantin.

“Wae?”

“Ani. Aku mendapat tugas matematika tadi, ada beberapa soal yang tidak ku mengerti.”

“Sepulang sekolah aku membantu eomma di kedai. Kau bisa datang ke sana.”

“Arraseo. Gomawo, Baekhyun-ah.”

Baekhyun mengangguk lalu kembali melanjutkan makannya. Tiba-tiba seseorang menghampiri mereka.

“Chanyeol-ah, Lee songsaenim mencarimu.”

“Aku? Apa nilaiku kurang lagi? Aiiishh!!” Rutuk Chanyeol pada dirinya sendiri.

Baekhyun terkikik. “Kau harus lebih giat belajar.”

Chanyeol hanya mencibir. “Gomawo, Kyungsoo. Aku akan menemuinya sekarang. Kau temani dia makan.” Chanyeol menunjuk Baekhyun.

“Ya! Aku bisa makan sendiri.” Cetus Baekhyun.

Chanyeol melesat pergi sebelum Baekhyun mengomel lebih banyak. Kyungsoo hanya geleng-geleng kepala melihat dua sahabat yang sudah seperti pasangan kekasih itu.

“Baekhyunah, apa kau bisa datang latihan vocal besok?” Kyungsoo duduk di tempat Chanyeol tadi.

“Molla. Aku harus membantu eomma karena kedai eomma sangat ramai.”

“Tapi kau sudah 3 kali tidak mengikuti latihan.”

“Mm… akan aku usahakan tapi aku tidak berjanji.”

Kyungsoo tersenyum. “Arra.”

Sepulang sekolah wajah Chanyeol tidak ceria seperti biasanya. Setelah menemui Lee Sonsengnim tadi, wajah Chanyeol menjadi keruh. Hal ini langsung diketahui Baekhyun saat dia menghampiri Chanyeol di gerbang.

“Apa nilaimu buruk lagi?”

Chanyeol hanya mengangguk singkat lalu menuntun sepedanya keluar gerbang sekolah. Dan pada saat itu matanya membelalak ketika melihat sebuah mobil melaju di depannya. Sebenarnya bukan karena mobil yang tiba-tiba muncul di depannya, tapi karena wujud mobil itu. Mobil yang jarang melintas di daerah ini. Mobil sport mewah berwarna merah terang.

“Park Chanyeol!!! Ya!! Sadarlah!!” Baekhyun menepuk-nepuk pipi sahabatnya yang masih melongo.

Tidak ada jawaban.

“PARK CHANYEOL!!!!” Kali ini Baekhyun berteriak tepat di telinga Chanyeol.

Chanyeol mengerjap lalu tersadar. “YA!! Kau hampir membuat telingaku tuli!”

“Itu salahmu. Kau yang tidak menanggapi ucapanku. Kau terus saja memandang mobil itu….ppffft….pffttt…” Chanyeol membekap mulut Baekhyun.

“Apakah kau lihat mobil mewah tadi?”

Baekhyun menghempaskan tangan Chanyeol dengan kasar. Matanya mendelik kesal.

“Wae?! Banyak sekali mobil seperti itu yang lewat di jalan ini.” Baekhyun melangkah menjauhi Chanyeol.

Chanyeol mengejar Baekhyun. Tidak terlalu sulit untuk Chanyeol mengejar Baekhyun dengan langkahnya yang lebar.

“Apa kau tidak lihat mobil itu masuk ke sekolah kita?”

Baekhyun menghentikan langkahnya lalu memandang Chanyeol dengan tatapan kesal.

“Memangnya kenapa? Mungkin itu mobil milik ketua yayasan. Sudahlah, aku ingin pulang.”

Baekhyun kembali melanjutkan langkahnya. Akhirnya Chanyeol bungkam dan mengikuti langkah kecil Baekhyun. Dalam hati Chanyeol masih penasaran dengan pemilik mobil mewah itu. Tapi sudahlah, mungkin Baekhyun benar.

—–

Sesampainya di rumah, Baekhyun mengganti bajunya lalu menyusul eommanya ke kedai di depan rumahnya. Kedai sederhana yang menjual makanan khas Korea dan berbagai macam minuman. Kedai yang diberi nama ‘Byun’s Café’ itu memang selalu dipadati oleh pembeli. Makanan yang di jual di sana memang terkenal sangat enak.

Setiap harinya Baekhyun membantu mencuci piring dan membersihkan kedai jika pengunjung sudah sepi. Hanya itu yang bisa Baekhyun lakukan untuk membantu eommanya karena Baekhyun tidak pandai memasak.

Tiba-tiba Chanyeol muncul di pintu belakang kedai, membuat Baekhyun yang sedang mengeringkan piring terlonjak kaget.

“Aiiish!! Ya!! Apa kau harus muncul tiba-tiba seperti itu?”

“Hehe, mian. Apa ada yang bisa aku bantu?”

“Tidak ada. Kau masuklah ke dalam rumah, aku akan menyusulmu.”

Chanyeol mengangguk lalu meninggalkan Baekhyun bersama tumpukan piring yang harus Baekhyun keringkan.

Baekhyun segera menyelesaikannya karena tidak ingin membuat sahabatnya menunggu terlalu lama.

“Eomma, aku sudah selesai.”

“Ye. Apa Chanyeol datang?” Tanya nyonya Byun yang sedang sibuk memasak.

“Oh. Dia ada di rumah.”

“Bawa tteokbokki ini untuknya.” Nyonya Byun memberikan satu piring tteokbokki hangat.

“Nde eomma.” Baekhyun meninggalkan kedai menuju rumah yang ada di belakangnya.

Baekhyun menggelengkan kepalanya ketika melihat Chanyeol sudah terlelap di kursi ruang tamunya. Setelah ia meletakkan tteokbokki di meja, dia masuk untuk mengambil buku-buku pelajaran.

CHANYEOL POV

Rumah Baekhyun yang sangat damai membuatku mengantuk. Apa Baekhyun belum selesai mengeringkan piring-piring itu? Ah sudahlah, tadi aku sudah menawarkan bantuan tapi dia tidak mau.

“Hoaaaaaam….. Ah ngantuk sekali, aku akan tidur sebentar.”

Dan mungkin hanya bertahan 10 menit aku tertidur hingga tiba-tiba hidungku mencium sesuatu. Sesuatu yang sangat menggoda seleraku. Aku pun membuka mata dan sangat terkejut ketika melihat satu piring tteokbokki. Tteokbokki buatan eomma Baekhyun yang sudah terkenal enak. Bahkan banyak orang datang dari luar kota untuk mencicipi tteokbokki yang dibuat eomma Baekhyun.

Aku mengambil sendok dan menyantap tteokbokki dengan lahap karena ini benar-benar enak.

“Huaaah ini sangat enak…”

“Apa kau sangat lapar?” tiba-tiba Baekhyun sudah berdiri di depanku dengan membawa setumpuk buku pelajaran.

“Hehe, tteokbokki buatan eomma memang sangat enak. Bolehkah aku membawanya pulang?”

“Kau harus membayar untuk itu.”

Seketika aku terdiam. Membayar katanya? Huh, dia memang sangat pelit.

“Keluarkan tugasmu.”

Kukeluarkan buku matematika yang cukup tebal dari dalam tas. Matematika adalah pelajaran paling membosankan, karena selalu bertemu dengan angka dan rumus yang sangat rumit.

Huaaah, Baekhyun memang benar-benar pintar. Dia mengerti semua soal yang menurutku sangat sulit dikerjakan. Ditambah lagi, Baekhyun menjelaskan semua rumus dengan jelas hingga aku mengerti. Otaknya sangat pintar. Jika seperti ini, aku ingin belajar dengan Baekhyun dari pada dengan Cho Sonsengnim.

Hingga tidak sadar jam sudah menunjukkan pukul 5. Aku berpamitan untuk pulang karena Baekhyun juga harus membantu eommanya lagi di kedai.

“Baekhyunah, Chen menyuruhku untuk mengajakmu latihan vocal besok. Apa kau mau ikut?”

Baekhyun mengendikan bahunya. “Molla. Aku tidak bisa meninggalkan eomma sendiri mengurus kedai karena akhir-akhir ini kedai selalu ramai.”

“Mm.. Arraseo. Jika ada waktu datanglah ke ruang musik seperti biasa.”

Baekhyun hanya mengangguk lalu tersenyum.

Aku meninggalkan rumah Baekhyun. Kali ini aku memilih berjalan kaki, karena jarak rumahku dan rumah Baekhyun tidak terlalu jauh. Setelah menutup gerbang, mataku tertuju pada sebuah mobil berwarna merah yang terparkir di depan rumah Baekhyun. Sepertinya aku pernah melihat mobil itu.

Pada perjalanan pulang aku terus saja mengingat-ingat tentang mobil itu.

“Dimana ya?”

Hingga kemudian kejadian saat pulang sekolah tadi terlintas di otakku.

“Aaaah, itu mobil yang masuk ke sekolah. Tapi kenapa tadi ada di depan rumah Baekhyun? Mungkin hanya mampir ke kedai.”

Aku berusaha menampik pikiran-pikiran negative dari otakku. Dan mencoba tidak memikirkan tentang mobil merah tadi.

CHANYEOL POV END

Baekhyun dan Chanyeol berlari masuk ke gerbang sekolah karena 5 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Seperti biasa mereka selalu datang 5 menit sebelum bel berbunyi. Saat baru memasuki beberapa langkah di dalam sekolah, Baekhyun dan Chanyeol harus menepi saat sebuah mobil sport memasuki sekolah. Mobil sport mewah yang tidak asing bagi Chanyeol dan Baekhyun.

Saat baru memasuki sekolah, mobil mewah itu sudah menggemparkan seisi sekolah. Ini adalah pertama kali ada murid yang menggunakan mobil sport di SMU Hoksae. Karena kebanyakan siswa datang menggunakan sepeda atau berjalan kaki.

Dan yang lebih menghebohkan adalah saat pemilik mobil mewah itu keluar dari mobilnya. Seorang namja yang keluar seperti matahari yang sangat menyilaukan mata. Dari tampilannya sudah diketahui jika dia berasal dari keluarga yang kaya raya. Belum lagi kacamata hitam yang bertengger di hidungnya dan rambutnya yang berwarna merah.

Baekhyun mencoba tidak mempedulikan hal itu. Dia menganggap namja itu adalah murid baru seperti biasa. Namun berbeda dengan sahabatnya, sedari tadi Chanyeol tidak mengedipkan matanya sama sekali. Mungkin Chanyeol juga terbius karena ketampanan murid baru itu.

Baekhyun melanjutkan langkahnya menuju kelas, meninggalkan Chanyeol yang masih melongo di parkiran sekolah.

Baekhyun membaca sebuah buku di bangkunya. Dia sedikit terganggu karena teman-teman sekelasnya membicarakan murid baru tadi. Bel yang berbunyi pun tidak menghentikan ocehan-ocehan mereka, hingga Cho sonsengnim masuk ke kelas 2-B sambil tersenyum bahagia.

“Anak-anak, kita kedatangan murid baru. Dan karena hanya kelas ini yang memiliki sisa bangku paling banyak, jadi sonsengnim memindahkannya di kelas ini.”

Kelas 2-B kembali ricuh. Terutama para yeoja-yeoja yang sedang tidak memiliki pacar. Baekhyun yang tidak terpengaruh, kembali membaca buku pelajarannya.

“Silakan masuk.” Perintah Cho Sonsengnim pada murid baru yang sudah berdiri di balik pintu.

BAEKHYUN POV

Berani sumpah, kedatangan murid baru itu membuat seisi kelasku menjadi gila. Semua yeoja menjerit saat namja tinggi dengan rambut berwarna merah itu masuk ke kelasku.

Lalu dia memperkenalkan dirinya di depan kelas. Yah namanya adalah Oh Sehun. Dia pindahan dari luar negeri, jika aku tidak salah dengar dia pindahan dari London. Pindahan dari London? Mau pindah di sekolah kumuh seperti ini? Ku pikir dia sama gilanya dengan murid-murid yang menjerit-jerit tadi.

Yah mungkin aku sedang tidak beruntung hari ini. Dari sekian banyak bangku kosong yang ada di kelas ini, dia memilih bangku yang ada di sebelahku. Dan yang membuatku sebal adalah saat ini semua isi kelas sedang memandang ke bangkunya yang otomatis juga mengarah padaku yang ada di sebelahnya.

Kuakui memang wajahnya sangat tampan dan keren. Tinggi badannya mungkin sama dengan Chanyeol. 10cm di atasku. Sebenarnya apa yang mereka makan hingga sampai setinggi itu. Kulitnya pun seputih susu. Yah kalau kulit, aku memiliki kulit yang mungkin setipe dengannya. Putih susu. Dan yang meyakinkan ku jika dia sangat kaya adalah warna rambutnya. Dia tidak akan mungkin bisa masuk ke sekolah ini tanpa memberikan sumbangan yang cukup besar dengan rambut yang berwarna merah.

BAEKHYUN POV END

Setelah mengikuti dua jam pelajaran yang membosankan seperti biasa, Chanyeol berlari menuju kelas sahabatnya. Selain ingin mengajak Baekhyun ke kantin, dia juga sangat penasaran dengan murid baru tadi. Chanyeol pikir Baekhyun sangat beruntung bisa berada dalam kelas yang sama dengan murid yang sangat tampan itu.

Susah payah Chanyeol menerobos kerumunan murid yeoja yang sudah berkumpul di depan kelas 2-B. Chanyeol mengetuk pintu yang tertutup. Lalu dari balik pintu muncul kepala Suho. Suho adalah ketua kelas di kelas 2-B.

“Kim Suho, aku ingin mengajak Baekhyun ke kantin. Kenapa kau menutup pintunya?”

“Apa kau tidak lihat kerumunan yeoja gila itu? Masuklah.”

Suho memberi jalan untuk Chanyeol dan kembali menutup pintu kelas setelah Chanyeol sudah berada di dalam. Murid-murid yeoja yang melihat kejadian itu berteriak pada Suho.

“YA!! KENAPA KAU MEMBIARKAN CHANYEOL MASUK?!!!”

“SUHO!! YA!!”

Murid yeoja di luar terus menggedor pintu kelas 2-B. Mereka bersikeras ingin bertemu dengan Sehun si murid baru.

Baekhyun yang sedari tadi hanya diam di kelas karena tidak diperbolehkan keluar oleh Suho, terkejut karena Chanyeol sudah ada di dalam kelasnya.

“Bagaimana kau bisa masuk?”

Chanyeol meringis. “Suho mengijinkanku masuk. Kajja kita makan, aku sudah lapar.”

“Kita tidak bisa keluar sebelum semua yeoja di luar pergi.”

“Jinja?!!!!”

“Aku sudah kesal dan bosan berada di kelas. Semua ini karena dia.” Baekhyun menunjuk seseorang yang duduk tenang di bangku sebelahnya.

Chanyeol mengikuti arah telunjuk Baekhyun, kemudian terlonjak ketika melihat Sehun di sana.

“Murid baru itu duduk di sebelahmu? Waah aku harap kau bisa tertular gen tampannya itu.”

Baekhyun mendelik. “MWO?!!”

Sebelum mendengar omelan Baekhyun, Chanyeol meninggalkan Baekhyun lalu berpindah ke bangku murid baru yang saat ini sedang menjadi sorotan seluruh penghuni sekolah.

“Annyeong!!” sapa Chanyeol.

Sehun hanya mendongak, lalu tersenyum dan kembali melanjutkan kegiatannya membaca komik.

Chanyeol mengernyitkan dahinya. Hanya itu? Batin Chanyeol. Kemudian Baekhyun menarik lengannya, membuat Chanyeol kembali ke bangku Baekhyun.

“Sudah jangan buang tenagamu untuk bicara dengannya.”

“Sombong sekali.”

“Sifat orang kaya selalu seperti itu. Kembalilah ke kelasmu, sebentar lagi bel akan berbunyi.”

Chanyeol mengangguk kemudian meninggalkan kelas Baekhyun. Suasana di depan kelas sudah sedikit tenang karena pihak sekolah sudah membubarkan kerumunan yeoja-yeoja tadi.

—–

Keesokan paginya kegiatan belajar mengajar sudah kembali seperti biasa. Tidak lagi ada kerumunan yeoja di depan kelas 2-B. Hal itu membuat Baekhyun sedikit lega. Dia bisa belajar dengan tenang tanpa gangguan seperti kemarin.

Tapi sepertinya hari ini dewi keberuntungan sedang tidak ada di pihak Baekhyun. Saat jam istirahat Cho Sonsengnim menyuruh Baekhyun untuk menemuinya. Baekhyun harus menahan laparnya lagi seperti kemarin.

Baekhyun masuk ke ruang guru lalu menuju meja yang berada di pojok ruangan. Baekhyun terkejut karena seseorang sudah ada di sana. Tubuhnya yang menjulang tinggi dan warna rambut yang mencolok membuat Baekhyun tidak perlu menebak-nebak siapa namja yang ada di depannya saat ini.

“Byun Baekhyun, terimakasih kau sudah menemuiku.” Cho Sonsengnim tersenyum lembut.

“Nde sonsengnim. Keundae, kenapa sonsengnim memanggilku? Apa nilai ulanganku buruk?” Tanya Baekhyun. Karena tidak biasanya dia dipanggil ke ruang guru kecuali ada sesuatu yang penting.

“Tentu saja tidak. Selama bersekolah di sini, kau tidak pernah mendapat nilai buruk bukan? Nilaimu selalu baik.”

“Lalu kenapa sonsengnim memanggil saya?”

“Begini, karena kau adalah salah satu murid kebanggan sekolah, sonsengnim memintamu untuk membantu Sehun dalam pelajaran.”

Sontak Baekhyun membelalak tidak percaya. Apa? Dia harus mengajari anak sombong ini? Bahkan dia pindahan dari sekolah ternama di London.

“Tapi bukankah dia pernah sekolah di London?”

“Memang benar, dia juga pintar tapi pelajaran yang diterimanya di sana berbeda dengan yang kita ajarkan. Dia juga belum terlalu lancar berbahasa Korea.”

“Keundae sonsengnim…”

“Tidak ada bantahan Byun Baekhyun.” Seru Cho Sonsengnim tidak mau mendengar penolakan dari Baekhyun.

Sehun tersenyum senang. Karena salah satu tujuannya sudah tercapai.

TBC

8 thoughts on “G Friend (Chapter 1)

  1. mongochi*hae berkata:

    hah ? slh satu tjuan ??
    emg ap alasan sehun jauh2 pindah dr London kesekolah biasa ?
    hn… mcurigakan

    next dtunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s