Always By Your Side..

Tittle  :  Always By Your Side..

Author  :  Wewet

(angelicaaurora13.wordpress.com)

Genre  :  Friendship, Romance, Sad, Accident

Main Cast  : Oh Se Hun, Xi Lu Han

Other Cast  :  Moon Gayoung

Length  :  One-shoot

Author’s note  :  Jangan dicopast ya. Ini resmi karangan saya. Jangan lupa comment juga hoho, kritik, saran, semuanya lah pokonya saya terima. Gomawoyo!~

image

ALWAYS BY YOUR SIDE..

 

“Lulu, kau dimana?” tanya Sehun ditelepon. “Sebentar lagi aku sampai, tunggu saja disana.

Jangan kemana-mana” jawab Luhan sambil mengayuh kencang sepedanya. Sehun menutup

telepon dan menghembuskan nafas. Hari ini Luhan sudah berjanji padanya untuk

menghabiskan waktu bersama, selagi ini hari sabtu malam, namun Luhan sudah telat 10

menit dari waktu yang dijanjikannya kemarin pada Sehun. Sehunpun tertidur dipinggiran air

mancur ketika menunggu Luhan.

Tidak lama ia merasakan ada yang mencolek hidungnya, ia terbangun dan ternyata Luhan

sudah tiba, “Hei, maafkan aku telat” ujar Luhan sambil duduk disampingnya. “Ish! Kau ini..

lama sekali..” Sehun mencibir dan memalingkan wajah. “Hunnie, jangan begitu. Nih

kubawakan kau sesuatu” Luhan memberikannya gelang karet berwarna hitam bertulisan

HUNHAN” ditengahnya dan dicetak putih. Sehun menoleh dan matanya terbuka, ia

langsung mengenakan gelang itu dengan senyum lebar dibibirnya. Luhan juga mengenakanm

gelang yang sama. Sehun mengakui, hanya Luhan yang mampu membuatnya tersenyum lebar

seperti saat ini. Merekapun berjalan menyusuri taman sambil bercanda ria.

Ya, Luhan. Laki-laki berambut pirang yang sudah menjadi bagian dari hidup Sehun. Mereka

pertama kali bertemu lima tahun lalu ditaman Green Raffles pada malam hari, ketika itu

Sehun sedang sedih karena orangtuanya yang terus bertengkar. Pada saat itu pula Luhan yang

kesepian dirumah akhirnya memutuskan untuk pergi ketaman, dan ia melihat Sehun yang

menundukan kepala, lalu menghampirinya. Luhan menghiburnya dan berkata, “Tidak ada

orangtua yang tidak sayang pada anaknya”, Sehun menjadi lebih tenang dan mereka saling

berkenalan. Akhirnya semenjak saat itu mereka menjadi teman yang begitu dekat sampai

sekarang ini, karena Sehun merasa tenang ketika berada disisi Luhan.

“Lulu, kau tahu Moon Gayoung?” tanya Sehun sambil meminum sodanya. “Hm.. murid

perempuan baru itu? Ya. Tentu saja aku tahu. Kenapa?” tanya Luhan balik. “Kurasa.. aku..

aku menyukainya” jawab Sehun menundukan kepala, malu. Luhan yang tengah meminum

sodanya jadi melotot dan tiba-tiba.. crooot! Minuman dimulut Luhan keluar membasahi jaket

Sehun. “Apa?! Kau menyukai Moon?!” teriak Luhan sangat terkejut, baru kali ini teman

cadel dan polosnya itu menyukai perempuan, sejak dulu dia sangat dingin pada perempuan.

“Aah Lulu! Apa yang kau lakukan?!” Sehun melepas jaketnya dan menempelkannya pada

jaket Luhan. Luhan speechless melihat jaketnya basah dan Sehun menjulurkan lidah padanya.

Tetapi mereka malah tertawa dan saling menyirami soda mereka sambil berlari-lari ditaman.

Tidak lama semuanya reda dan Sehun kembali bercerita tentang perasaannya pada gadis yang

disukainya, Luhan mendengarkannya dan memberi saran. Memang, Luhan lebih dewasa

daripada Sehun. Sejak dulu Luhan yang selalu memberi solusi, menghibur dan menasehati

Sehun, terutama ketika Sehun sedang sedih karena dimarahi orangtuanya. Hanya Luhan yang

selalu ada disisinya. Akhirnya pukul sepuluh malam mereka berpisah dan pulang kerumah

masing-masing.

Keesokan paginya, saat istirahat sekolah Sehun kembali menceritakan kesannya terhadap

Moon pada Luhan. Luhan terus memberi saran bagaimana caranya agar Sehun bisa dekat

dengan Moon. Dua bulan kemudian, dihari sabtu sore, Sehun dan Luhan merayakan hari

ulang tahun Luhan dengan makan bersama. Ketika Sehun bertanya apa hadiah yang

diinginkan Luhan, Luhan ingin Sehun dan Moon bisa jadian nanti malam. Ya, malam ini

Sehun sudah berencana akan menyatakan perasaannya pada Moon, karena sudah satu bulan

Sehun melakukan pendekatan dengan Moon. Ternyata hadiah yang diinginkan Luhan adalah

kebahagiaan Sehun.

Malam harinya, “Hei, semoga berhasil! Optimislah! Fighting!” ujar Luhan memberi

semangat pada Sehun yang akan menyatakan perasaannya pada Moon malam ini. Sehun

mengangguk dengan wajah gugup, namun ia tetap memberanikan diri untuk pergi ke tempat

perjanjian mereka. Sehun menginjak tanah ditaman Greeen Raffles tetapi Moon belum

datang, Sehun menunggu sejenak sambil merapikan kembali jasnya.

Tidak lama Moon datang dan mereka berjalan sejenak mengelilingi taman, mereka bercanda

dan sesekali tertawa. Lalu Sehun terdiam tepat dipinggir air mancur, “ Moon-ya apakah kau

tahu? Aku.. sudah menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Maukah kau menjadi

yeojachinuku?” tanya Sehun sambil memberikan sekuncup bunga mawar yang disimpannya

dibalik jas hitamnya. Punggungnya sudah basah berkeringat-gugup. Namun.. semuanya

gagal, jawaban Moon membuat hati Sehun bagai dicakar oleh sekaum serigala buas. Sehun

menundukkan kepala, dia berpamitan pada Moon, moodnya berubah total. Ia pergi

meninggalkan Moon dan berjalan keseberang.

Luhan berlari menyusulnya, “Hei, Hunnie! Ada apa?” tanyanya sambil menepuk bahu

Sehun. “Dia menyukaimu bodoh! Dia bilang dia sudah pernah menyatakan perasaanya

padamu tapi kau menolaknya! Kenapa kau tidak bilang dari awal?! Kau.. kau mengkhianatiku

Luhan! Kau bukan Lulu’ku lagi!” teriak Sehun kesal, kecewa, semua bercampur menjadi

satu. “Tunggu! Dengar penjelasanku dulu!” Luhan mengejar Sehun yang berlari kencang,

“Hunnie!” , “Berhenti memanggilku Hunnie! Aku tidak butuh satu kata’pun darimu! Aku

Membencimu Luhan! Jauh-jauh dariku!” teriak Sehun.

Luhan shock dengan perkataan Sehun padanya, baru kali ini kalimat sekasar itu keluar dari

mulutnya. Luhan membatu di tengah jalan, “Separah itukah aku.. Hunnie..?” tanyanya lirih

dengan suara sekecil semut.

Ciiiit! Brakk! Mobil besar menabrak Luhan. Sehun membalikkan badan, “OMO!

LUHAAAANN!” Sehun berlari dan segera menggendong Luhan, darah mengalir keluar dari

kepala dan hidungnya. Sehun berteriak pada mobil yang menabrak temannya itu namun ia

sudah kabur. Sehun berteriak minta tolong namun disana sudah sepi. Hanya Moon yang

datang dan dengan raut wajah sangat terkejut, ia berlari mendekati mereka. “Eomona, Luhan!

Ayo panggil ambulance!” seru Moon. “Jangan..” Luhan mengeluarkan suara dan semuanya

teridam.

“Hu..nnie..” kata Luhan sangat lembut. “Luhan, maafkan aku. Maafkan aku. Tadi aku hanya..

aku hanya.. aaarrggh!” air mata Sehun keluar sangat deras. “Hunnie.. maafkan aku. Aku

hanya ingin kau mendapat kebahagiaan, ku..kira.. kukira Moon akan menerimamu.. Aku..

ingin.. kalian jadian sekarang..” kata Luhan. “Iya iya! Aku mau jadi pacar Sehun, dan hari ini

adalah hari jadi kita! Tapi kumohon jangan pergi..!” seru Moon sambil menggandeng erat

tangan Luhan dan Sehun. Luhan tersenyum, “Terima kasih. A..ku sayang kalian. Jangan

pernah putus..ya. Hunnie.. jangan sedih.. aku.. akan selalu disisimu.. i will always be your

Lu..lu…” Luhan menghembuskan nafas terakhir dan kepalanya tergeletak lemah.

“Lulu? Lulu bangun! Lulu sadarlah! Jangan tinggalkan aku! Hei hei? Luluuuuu!! You are

my only Lulu! Lulu come back! Wake up! Wake uup! AARGH!!” Sehun berteriak kencang

sambil memeluk erat Luhan dan Moon menangis dibahu Sehun.

Delapan tahun kemudian. “Hunnie, happy anniv!” seru Moon memeluk Sehun. Sehun

tersenyum. Mereka merayakan hari jadi mereka dengan berjalan mengelilingi taman lalu

pergi kekuburan Luhan. “Selamat ulangtahun, Luluuu!” ujar Moon dan Sehun dengan

bersemangat. Mereka berdoa bersama disisi kuburan Luhan. Kemudian, Sehun izin untuk

berbicara sebentar dengan Luhan, Moon segera pergi dan mereka berjanji untuk bertemu di

air mancur Green Raffles nanti sore.

“Lulu, apa kabarmu? HunMoon sudah delapan tahun berpacaran, loh! Saat ini aku sedang

bekerja sebagai manajer diperusahaan A. Um.. aku hanya ingin berterima kasih atas semua

nasehat yang sudah kau berikan padaku. Aku ingat dulu aku malas belajar dan kau selalu

menyemangatiku. Terima kasih, saat ini aku sudah menerima buahnya. Hm.. kalau dihitung

sekarang kau umur berapa? 20 tahun kan? Hahaha! Aku juga akan berumur 20 tahun minggu

depan.” Sehun tersenyum lebar, ia menarik nafas lalu melanjutkan, “Lulu, aku..

merindukanmu. Aku ingin sekali mendengar suaramu..” kini wajah Sehun berubah menjadi

sedih. “Hunnie..” Luhan berbisik pada Sehun. “Lulu? Kau kah itu?” Sehun mendongakkan

kepala. “Aku akan selalu menjadi Lulu tersayangmu. Aku selalu disisimu..” terdengar lagi

bisikan ditelinga Sehun. Sehun berdiri dan tersenyum, “Aku tahu itu kau. Terima kasih, Lulu.

Thanks for always standing by my side.” Sehun kembali berjalan dan menyaku tangannya.

THE END.

https://40.media.tumblr.com/20b4dfc5ce8aa79d9370c9525e2701bd/tumblr_mzg33cWfbe1rev8zto2_500.png (sumber image yang saya pake)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s