We Are One! We Are EXO! [Chapt. 4]

Tittle               : We Are One, We Are EXO!

Author             : Ohmija

Genre               : Brothership, Friendship, Family, Life

Cast                 : All member EXO

Summary          : “Hyung, kau akan debut bersamaku, kan? Kau tidak akan meninggalkanku seperti Taemin, kan?”

Jongin berlari meninggalkan ruangan itu membuat Taemin bergegas ingin mengejarnya.

“Apa yang terjadi?” Minho menahan lengannya, menghentikan langkah anak itu.

“Hyung, biarkan aku pergi dulu. Aku harus mengejarnya.”

Taemin mengejar lari Jongin yang sudah menghilang. Di koridor lantai dua, ia bertemu dengan Junmyeon, Moonkyu dan Sehun.

“Hyung, kau lihat Jongin?”

Kening Junmyeon lantas berkerut, “Bukankah dia sedang menjemputmu?”

“Hyung, dia mendengar pembicaraan kami. Dia tau jika aku akan debut.”

“Apa?!” pekik Suho terkejut.

“Hyung, bantu aku mencarinya.”

Suho mengangguk, kemudian menoleh kearah Moonkyu, “Kau bantu kami cari Jongin.”

Moonkyu mengangguk setelah itu pergi bersama Taemin. Junmyeon tidak mungkin meninggalkan Sehun seorang diri jadi dia menarik lengan anak kecil itu dan berlari bersamanya.

“Hyung, kita mau kemana?” tanya Sehun bingung.

“Kita akan cari Jongin.”

“Jongin pergi kemana?”

“Tidak tau. Karena itu kita harus mencarinya.”

***___***

Jongin terduduk seorang diri di kursi di salah satu taman kota. Kepalanya tertunduk dalam, menyembunyikan tangis yang perlahan mulai tercipta. Ini bukan salah Taemin ataupun janji mereka yang ingin debut bersama. Ini bukan salah siapapun tapi salah dirinya sendiri.

Jika saja dia bisa menunjukkan potensinya waktu itu, jika saja ia bisa memikat hati para juri. Mungkin dia bisa menjadi seorang trainee lebih awal. Mungkin dia bisa debut bersama sahabatnya.

Ketika keinginannya untuk menggapai mimpinya semakin lama semakin membesar, ia tidak bisa meredam rasa irinya sendiri. Ia juga ingin debut. Ia ingin seperti berdiri diatas panggung bersama Taemin. Tapi kenapa nasib baik justru selalu berpihak pada pria itu? Kenapa dengan mudahnya ia bisa menggapai mimpinya? Sedangkan dia? Kenapa dia selalu memiliki nasib yang buruk? Dia harus bekerja keras lebih dulu untuk menggapai sesuatu yang ia inginkan. Harus melewati berbagai hal-hal menyakitkan lebih dulu baru bisa melewatinya. Kenapa semuanya begitu tidak adil?

“Jongin.” Sebuah tangan menepuk pundak Jongin. Anak itu mendongak perlahan, memperlihatkan wajahnya yang telah basah.

“Junmyeon hyung.” suaranya terdengar serak.

Junmyeon dan Sehun duduk mengapit Jongin, “Kenapa kau menangis?”tanya Junmyeon lembut.

Jongin menggeleng pelan sambil menghusap air matanya, “Aku…hanya sedang merasa menyedihkan.”

Junmyeon tersenyum, tangan kirinya terus menghusap-husap pundak seseorang yang telah ia anggap seperti adiknya itu, “Kau tidak bersalah. Setiap orang akan merasa seperti ini ketika melihat orang lain akan melakukan debut mereka.”ucapnya lembut. “Pada awalnya, aku juga begitu. Ketika aku mendengar Jonghyun dan Minho yang akan segera debut, aku menangis di kamar mandi selama 3 jam. Aku pikir, itu tidak adil karena aku terbiasa berlatih dengan mereka. Terbiasa tertawa dan mengobrol bersama. Tapi, hanya mereka berdua yang terpilih sedangkan aku harus kembali berlatih keras tanpa tau kapan aku akan menyusul mereka.” Ia menarik napas panjang. “Dan ketika aku berada di titik paling bawah. Hal lain semakin membuatku jatuh ketika aku mengetahui jika trainee yang baru duduk di kelas 2 SMP juga terpilih untuk bergabung dengan mereka. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, kenapa bukan aku? Kenapa harus anak kecil itu? Bukankah dia lebih muda dariku? Kenapa dia bisa debut lebih dulu sedangkan aku tidak? Aku selalu rajin berlatih dan hampir selalu pulang larut malam. Tapi kenapa mereka tidak memilihku?” Junmyeon menghusap air matanya sendiri lalu tersenyum. “Namun, aku bertemu dengan Leeteuk hyung dan dia mengatakan padaku, ‘Mungkin ada banyak hal yang bisa mengkhianatimu, tapi usaha dan waktu yang telah kau habiskan tidak akan pernah mengkhianatimu. Nanti, semua usahamu akan membuahkan hasil dan kau bisa tersenyum ketika kau mengingat rasa sakit itu. Yang harus kau lakukan hanya terus berusaha dan tidak pernah berhenti,’ Aku terus mengingat ucapannya dan perlahan aku mulai mengerti. Mungkin nanti, suatu saat, entah kapan itu, aku bisa berdiri diatas panggung dan menggapai mimpiku.” Ia kembali tersenyum sambil menoleh menatap Jongin, “Sama halnya dengan dirimu. Suatu saat nanti, usaha dan rasa sakitmu akan terbayar. Sekarang, kita hanya perlu terus berusaha.”

“Hyung, kau akan debut bersamaku, kan? Kau tidak akan meninggalkanku seperti Taemin, kan?” Kali ini Jongin membiarkan air matanya mengalir.

“Tidak perduli siapa yang akan debut lebih dulu nanti. Tapi aku harap kita bisa melakukannya bersama.” Junmyeon menghusap kepala Jongin. “Ayo kita terus berusaha.”

***___***

SM Building, 8:00 AM KST

Yixing meninggalkan dorm menuju ruang latihan gedung SM pagi-pagi sekali. Tidurnya luring nyenyak hingga ia memutuskan untuk berlatih. Melewati ruang latihannya yang dulu, ia berhenti sejenak dan mengintip ke dalam. Ruangan itu masih sepi, Mungkin teman-temannya dulu masih berada di sekolah mereka sekarang.

Ia melanjutkan langkahnya, menaiki dua lantai dari ruang latihannya dulu menuju ruang latihannya yang baru. Sebuah ruangan yang di khususkan untuk trainee asing yang belum pandai berbahasa Korea. Begitu membuka pintu, Yixing sontak terkejut karena ternyata ada seseorang yang berada di dalamnya. Seorang laki-laki yang sedang tertidur dalam posisi duduk. Menyadari derap langkah Yixing, laki-laki itu membuka matanya perlahan.

“Oh?!” Yixing langsung membungkukkan tubuhnya sopan. “Annyeonghaseo.” Dia ragu bahasa apa yang harus ia pakai karena pria itu tidak terlihat seperti orang Korea ataupun orang China. Dia sangat tampan. Wajahnya juga tegas dan tatapannya sangat tajam. Selain tampan, dia juga menakutkan.

“Hello.” Pria itu juga berdiri dan membungkukkan tubuhnya begitu melihat Yixing.

Dan ternyata…dia sangat tinggi!

Yixing membungkukkan tubuhnya lagi. Suasana canggung segera mendominasi ruang latihan.

“Where…eum…where did you come from?”tanya laki-laki tinggi itu juga sama bingungnya. “I mean…are you…Korean?”

Yixing cukup mengerti apa yang di katakan laki-laki itu. Ia menggeleng, “China.”

“China?!” Mata laki-laki itu membulat. Segera, ia tersenyum dan mengulurkan tangannya, “Nihao, aku Wu Yifan.”Wuyifan memperkenalkan dirinya dalam bahasa Mandarin.

Yixing ikut terkejut, “Oh? Kau orang China?” ia membalas uluran tangan Wu Yifan. “Aku Yixing. Zhang Yixing. Aku berasal dari Changsha.”

“Ibuku berasal dari China tapi aku tinggal di Kanada cukup lama.”

“Jadi kau datang dari Kanada?”

Wu Yifan mengangguk, “Aku terpilih dari sebuah audisi di Kanada tahun lalu dan baru sekarang pindah kesini.”

“Pantas saja kau menyapaku dalam bahasa Inggris.”

“Maafkan aku. Karena aku belum mengetahui apapun tentang Korea jadi aku bingung harus menyapamu dengan bahasa apa.”

“Tidak apa-apa.” Yixing tersenyum, menunjukkan lesung pipinya. “Lalu apa yang kau lakukan tadi? Kau tertidur?”

“Oh, itu…aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.” Laki-laki bertubuh tinggi itu tertawa sambil menggaruk belakang kepalanya kikuk. “Aku baru tiba di Korea pagi ini dan mereka menyuruhku untuk menunggu.” Jawabnya. “Lalu bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan?”

“Aku pergi untuk latihan. Tidak ada yang bisa ku lakukan di dorm jadi aku kemari.”balas Yixing. “Jika kau tidak keberatan, aku bisa mengajarimu gerakan dasar menari.”

***___***

“Jongin!” Sehun berlari menghampiri Jongin yang berjalan di depannya.

Jongin yang sudah hampir memasuki pintu gedung SM menoleh ke belakang, “Apa?”

“Tidak apa-apa.” Anak kecil berkulit putih itu meringis lebar. “Ayo masuk bersama.”

Keduanya berjalan bersama memasuki gedung. Jika dilihat-lihat, keadaan Jongin sudah membaik walaupun matanya masih sedikit sembab. Tidak apa-apa, yang penting dia tidak menangis lagi.

“Junmyeon hyung belum datang ya?” Sehun menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari sosok Junmyeon.

“Mungkin dia masih di sekolah.” Jawab Jongin meletakkan tasnya ke dalam loker.

“Kalian sudah datang?” Moonkyu menghampiri keduanya dengan senyuman lebar. Kemudian tatapannya mengarah pada Jongin, “Kau sudah tidak apa-apa?”

“Memangnya aku kenapa?”balas Jongin ketus.

“Matamu masih terlihat sembab.”

Jongin langsung menatap kearah lain, menyembunyikan wajahnya, “Tidak.”

Moonkyu tersenyum lalu merangkul pundak sahabatnya itu, “Kawan, kita akan debut bersama nanti. Jangan khawatir.”hiburnya.

Jongin melepaskan rangkulan Moonkyu sambil cemberut, “Sudahlah. Aku mau latihan.”

Di belakangnya Sehun dan Moonkyu sama-sama terkekeh. Lalu Moonkyu ganti merangkul pundak Sehun. Tak lama, Junmyeon datang bersama Kyuwan, bergabung dengan trainee yang lain latihan menari.

Saat ini adalah waktu bagi mereka untuk latihan individu. Setelah ini, akan ada kelas vocal dan rapp. Setelah menjalani evaluasi setiap minggu, akhirnya posisi mereka telah di tentukan.

Junmyeon, Moonkyu dan Kyuwan akan mengikuti kelas vocal karena mereka memiliki kemampuan bernyanyi yang baik. Sementara Sehun dan Jongin akan di masukkan ke dalam kelas rapp.

Kelas akan berlangsung selama dua jam dan setelah itu mereka akan memiliki waktu latihan individu kembali.

“Moonkyu hyung, mau menemaniku keluar sebentar?”tanya Sehun.

Moonkyu yang sedang asik berlatih menoleh, “kemana?”

“Membeli bubble tea, aku sangat haus.”

“Aku sedang sibuk, Sehunnie. Kau pergi bersama Junmyeon hyung saja.”tolak Moonkyu.

“Tapi Junmyeon hyung akan pergi ke kelas vocal.”

“Aku juga.”balas Moonkyu membuat Sehun langsung cemberut.

“Menyebalkan!”

Anak kecil itu berbalik, menjauhi Moonkyu dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Sebentar lagi kelas vocal akan segera di mulai, Junmyeon juga pasti tidak mau menemaninya.

“Kenapa kau?” Jongin mengerutkan kening menatap Sehun ketika ia akan mengambil air minum dari dalam lokernya.

“Tidak apa-apa.”ketus anak itu membuang wajah.

“Dia ingin membeli bubble tea. Aku tidak bisa menemani karena aku akan pergi ke kelas vocal sebentar lagi.” Moonkyu menyahuti lalu mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ruang latihan.

“Kau mau membeli bubble tea?”

Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Ayo ku temani. Kelas rap akan di mulai satu jam lagi, kita masih memiliki waktu.”

Mata Sehun seketika membulat, “Benarkah? Kau mau menemaniku?” anak itu langsung berdiri

“Ayo, sebelum aku berubah pikiran.”

***___***

SM Building, 8:00 AM KST

Banyak anak-anak yang datang memenuhi ruang latihan karena ini adalah hari sabtu. Mereka datang lebih pagi karena hari ini tidak ada jadwal sekolah. Jongin datang lebih dulu, bergabung dengan trainee lain. Karena kali ini adalah waktu untuk latihan individu, ia menggunakan kesempatan itu untuk pergi keluar sebentar. Menuju dua lantai diatasnya, secara mengendap-endap ia mengintip ke dalam ruang latihan khusus trainee yang berasal dari luar negeri.

Seperti biasa, anak laki-laki yang dicarinya itu selalu datang lebih pagi dari yang lain. Dia memang tidak pernah berubah. Selalu bekerja keras.

“Yixing hyung!” Jongin memanggilnya dengan suara pelan.

Yixing yang sedang asik berlatih menoleh ke arah pintu, seketika senyumnya mengembang lebar. Ia berlari menghampiri Jongin.

“Jongin!”

“Apa yang kau lakukan?”tanya Jongin, keduanya duduk bersama di lantai.

“Aku berlatih.”

“Waah, bahasa Koreamu sudah auh lebih baik, hyung!” Jongin menunjukkan ibu jarinya pada Yixing.

Yixing mengangguk mantap, “Tentu saja!”ucapnya. “Mana yang lain?”

“Junmyeon hyung masih ada di tempat lesnya, Moonkyu dan Sehun mungkin sedang dalam perjalanan.”

Kening Yixing berkerut, “Apa?”

Astaga, dia tidak mengerti apa yang aku katakan, desah Jongin dalam hati. “Mereka belum datang.” Jongin mengulangi dengan kalimat yang lebih pendek agar Yixing mengerti.

“Mereka belum datang?”

“Iya.”

“Oh, baiklah.” Yixing akhirnya mengangguk. “Oh ya, ayo ku kenalkan dengan seseorang.”

“Ha?” Kali ini Jongin yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan Yixing.

“Ku. Kenalkan. Dengan. Seseorang.” Yixing memperjelas ucapannya.

Alis Jongin terangkat satu, “Siapa?”

“Tunggu disini.”

Yixing berdiri dan menghampiri seorang pria tinggi yang sedang berlatih. Jongin memperhatikannya dengan tatapan bingung. Siapa dia? Wajahnya menyeramkan.

“Dia adalah Wu Yifan.” Ia memperkenalkan pria tinggi itu.

Yifan membungkukkan tubuhnya sedikit, “Aku Wu Yifan.” Ucapnya memperkenalkan diri dalam bahasa Korea yang masih kaku.

Jongin balas membungkukkan tubuhnya, “Aku Kim Jongin. Senang berkenalan denganmu, hyung.” Ia tersenyum kikuk. “Ah, tapi maafkan aku karena aku harus pergi sekarang. Jika pelatih mengetahuinya, aku bisa di hukum. Sampai jumpa nanti, hyung.” Anak laki-laki berkulit gelap itu melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan ruang latihan itu.

“Dia adalah temanku. Nanti, aku akan memperkenalkan teman-temanku yang lain padamu.”ucap Yixing pada Wu yifan.

***___***

Jongin langsung menghampiri Sehun begitu dilihatnya anak itu sedang berlatih di ruang latihan mereka. Masih tidak ada Kyuwan, Moonkyu dan Jumyeon disana.

“Sehun!”

Sehun menoleh ke belakang, “Kau sudah datang?”

“Aku datang lebih dulu tapi aku pergi ke ruang latihan diatas, menghampiri Yixing hyung.”

“Huh? Kenapa tidak mengajakku? Aku juga mau bertemu dengan Yixing hyung.”

“Lain kali aku akan mengajakmu dan memperkenalkanmu padanya.” Ia menepuk pundak Sehun lalu merangkulnya. “Ngomong-ngomong, tadi dia memperkenalkanku dengan seseorang.”

“Siapa?”

“Kalau tidak salah namanya Wu Yifan. Dia sangat tinggi dan menyeramkan.”

“Benarkah?” Sehun sedikit terkejut.

“Iya.” Jongin mengangguk-anggukkan kepalanya. “Aku sangat takut.”

“Dia tidak memakan manusia, kan? Kenapa kau takut.”

“Yang jelas dia menyeramkan.”

“Oh! Disini juga ada trainee baru. Tadi pelatih datang dan memperkenalkannya pada kami.”

“Yang mana?” Jongin menoleh ke kiri dan ke kanan mencari-cari sosok trainee baru itu.

“Yang itu. Yang telinganya besar.” Sehun menunjuk seorang anak laki-laki yang sedang duduk memperhatikan yang lain. “Ayo kita hampiri, aku juga belum memperkenalkan diri.”

Sehun menarik lengan Jongin, menghampiri anak laki-laki itu. Di lihat dari wajahnya, sepertinya ia lebih tua dari mereka berdua.

“Annyeong.” Jongin menyapa anak laki-laki itu.

Ia menoleh dan langsung berdiri dengan senyuman lebar. Tidak seperti trainee baru yang lain yang selalu menyendiri dan tidak anyak bicara, ia terlihat lebih mudah bergaul.

“Apa hyung adalah trainee baru?”

Ia mengangguk dan mengulurkan tangannya, “Aku Park Chanyeol. Siapa nama kalian?”

Jongin membalas uluran tangannya, “Aku Kim Jongin. Dan ini Oh Sehun.”

“Senang bertemu dengan kalian.” Ia berkata dengan semangat.

“Apa hyung sudah tau apa yang harus di lakukan?”

Chanyeol menggeleng, “Tidak tau. Pelatih hanya menyuruhku duduk disini.”

“Ayo, biar ku ajari gerakan dasar.”

***___***

Canteen SM Building, 2:00 PM KST

Chanyeol bergabung dengan Sehun, Jongin, Moonkyu dan Junmyeon di ruang kantin. Sifatnya yang mudah bergaul, bisa membuatnya mudah akrab dengan anak-anak itu. Mereka serempak memesan kimbap dan telur rebus siang ini. Jongin kembali menceritakan tentang trainee baru yang ada di kelas trainee luar negeri. Dia terus-menerus mengatakan jika trainee itu berwajah menyeramkan dan sangat tinggi.

“Aku jadi penasaran. Bagaimana jika kita temui Yixing selesai latihan nanti?”usul Junmyeon.

“Bagaimana jika kita bermain basket di taman Hangang?”sahut Moonkyu.

“Bukankah kita selesai latihan pukul 9 malam? Ibuku bisa marah jika aku pulang terlalu larut.” Sehun menghembuskan napas panjang.

“Dasar anak kecil.”ejek Moonkyu kemudian terkekeh bersama Jongin.

“Aku bukan anak kecil!”protes Sehun tidak terima.

Chanyeol ikut terkekeh, “Memangnya kau kelas berapa?” ia bertanya pada Sehun.

“Dia kelas 1 SMP.” Junmyeon yang menjawab. “Mereka kelas 2 SMP.” Kemudian menunjuk Moonkyu dan Jongin. “Kau kelas berapa Chanyeol?”

“Aku kelas 3 SMP, hyung.”

“Oh, kau cukup tinggi.” Junmyeon tersenyum.

“Ngomong-ngomong bagaimana caranya kau menjadi trainee hyung?” tanya Jongin.

“Seseorang menghampiriku ketika aku pulang sekolah. Dia memintaku untuk mengikuti audisi dan aku lolos.”

“Oh.” Jongin mengangguk-angguk. “Sepertinya hanya aku yang tidak beruntung.”

“Huh? Kenapa?”

“Aku di tolak satu kali ketika mengikuti audisi, setahun berikutnya aku mencoba lagi dan di terima.”

“Itu namanya beruntung bukan tidak beruntung.”

Jongin tertawa, “Maksudku, hanya aku yang tidak di tawari seperti kalian.” Ia menggaruk belakang kepalanya.

“Jongin.” Tiba-tiba seseorang muncul dan langsung membuat ekspresi Jongin berubah. Ia berdiri di sisi meja mereka dengan sorot penuh rasa bersalah. “Aku ingin bicara.”ucap anak laki-laki itu lagi.

Yang lain seketika tidak bersuara ketika anak itu muncul. Chanyeol yang tidak mengetahui apapun membaca situasi dengan cepat, ia juga mengatupkan mulutnya rapat-rapat.

Jongin menghela napas panjang lalu berdiri dari duduknya, “Aku pergi dulu. Kita bertemu di ruang latihan.”

***___***

Ini adalah pertama kalinya mereka bicara kembali setelah beberapa hari. Sejak kebenaran tentang debut Taemin terungkap, keduanya sama sekali tidak bertemu.

“Apa yang ingin kau katakan? Sejak tadi kau hanya diam.”seru Jongin menatap Taemin lurus. “Jika tidak ada, aku harus segera kembali latihan. Kau tau, aku tidak akan debut jika aku tidak latihan.”

Hati Taemin terasa seperti telah di pukul dengan suatu begitu mendengar Jongin menyinggung tentang debut. Di balasnya tatapan sahabatnya itu dengan sorot sedih.

“Jongin, aku ingin minta maaf.”seru Taemin pelan.

“Minta maaf kenapa? Kau tidak bersalah.”

“Jongin, aku tau aku sudah membohongimu. Aku tidak memberitahumu tentang debut itu. Itu semua aku lakukan karena aku tidak tau bagaimana caranya untuk menyampaikannya padamu.”jelas Taemin. “Aku tau kau sangat ingin debut. Bahkan aku tau bagaimana kau bekerja keras hingga larut malam untuk itu. Jadi aku memutuskan untuk tidak memberitahumu. Aku tidak mau kau bersedih.”

“Kenapa aku harus bersedih tentang debutmu?”balas Jongin cepat. Rahangnya mengatup rapat. “Yah, aku memang sangat iri padamu. Sejak dulu, aku selalu berkerja keras. Bahkan lebih bekerja keras daripada dirimu. Ketika kau diterima dengan mudah, aku justru di tolak dan harus menunggu waktu satu tahun untuk mengikuti audisi lagi. Dan sekarang, kau juga dengan mudahnya akan debut sedangkan aku setiap harinya harus pulang larut malam untuk berlatih. Aku sangat iri padamu, Taemin. Benar-benar iri sampai aku merasa jika aku mungkin adalah orang yang sama sekali tidak beruntung.”

“Jongin—“

“Aku minta maaf karena aku tidak bisa mengucapkan selamat dengan tulus. Aku benar-benar minta maaf karena aku tidak bisa melakukan itu.”

Jongin berbalik dan bergegas pergi. Namun suara Taemin dengan cepat menghentikan langkahnya.

“25 Mei nanti. Aku ingin kau datang. Aku mohon.”

Jongin memejamkan matanya kuat-kuat, berusaha membangun kekuatannya untuk tidak menoleh ke belakang. Taemin, mungkin dia adalah orang yang sangat beruntung. Mungkin, mimpi yang selalu mereka idamkan bersama tidak bisa terwujud.

Jalan mereka berbeda.

***___***

Jongin tidak banyak bicara setelah menemui Taemin. Dia kembali ke ruang latihan dan hanya berlatih tanpa bicara dengan yang lain. Seakan mengerti, teman-temannya membiarkan itu. Junmyeon juga telah melarang Sehun untuk mengajaknya bicara apalagi memintanya menemani membeli bubble tea seperti biasa. Dia butuh waktu.

“Ah, anak itu…dia benar-benar ingin debut.”desah Moonkyu menatap punggung belakang Jongin sambil duduk bersandar pada tembok.

“Memangnya siapa yang tidak ingin?”sahut Chanyeol. “Ini hari pertamaku dan aku juga ingin segera debut.”

Junmyeon tersenyum, “Mungkin kita akan debut setelah boygroup yang akan debut bulan ini.”

“Ah, Taemin…dia benar-benar akan segera debut.”desah Moonkyu, terselip nada iri di balik ucapannya.

Junmyeon hanya tersenyum samar. Dalam hati kembali merasakan pedihnya kenyataan itu.

“Tapi ku dengar, setelah boygroup itu, yang akan debut adalah girlgroup.” Moonkyu kembali berseru.

“Darimana kau tau?”balas Sehun.

“Aku mendengarnya dari trainee-trainee perempuan yang berbicara di kantin.”ucapnya. “Kalian pasti tau Seulgi, kan? Gadis cantik yang bermata sipit itu.”

“Kenapa dengan dia?”tanya Junmyeon.

“Dia berteman akrab dengan Jung Soojung dan Choi Jinri. Dia bilang dua temannya itu telah di putuskan akan segera debut.”

“Benarkah?” mata Sehun membulat lebar. “Jadi Soojung dan Jinri akan segera debut?”

Moonkyu mengangguk, “Belum di putuskan apa nama group itu, tapi ku dengar terdiri dari lima orang member.”

“Tunggu…siapa Jung Soojung dan Choi Jinri itu?” Chanyeol memasang wajah bingung mendengar penjelasan Moonkyu. Dia sama sekali belum mengenal para trainee yang lain.

“Hyung, Jung Soojung adalah adik kandung dari Jessica sunbaenim.”

“Maksudmu…Jessica SNSD?!”pekik Chanyeol tak percaya.

“Iya.” Moonkyu mengangguk mantap. “Dan Choi Jinri adalah teman baiknya. Dia artis cilik dulunya. Mereka terkenal di kalangan para trainee bahkan senior karena keduanya sangat cantik.”

“Benarkah?”

Moonkyu kembali mengangguk, “Jangan terkejut jika kau melihat mereka.”

“Lalu, kapan kita akan debut? Berapa tahun lagi?” Sehun menghembuskan napas panjang.

Moonkyu mgendikkan bahunya, “Tidak tau.”

TBC

15 thoughts on “We Are One! We Are EXO! [Chapt. 4]

  1. Niza berkata:

    hhhhhhhhh…. Ini brdasarkan dgan fakta yahhh ??… Wlau gk smua… Hhhh d tnggu klnjutan.y low bleh jgn lma yahhh hehhee
    Hwaiting !!!!!

  2. Nurnie berkata:

    Huft ini ff yg ditunggu2,akhirnya muncul ugh .. Bguss, tp baekhyunnya kapan, pasti masihh lama krna baek khn terakhir . 😦

    nextnya jangan lama2 nde

  3. mongochi*hae berkata:

    akhirny post jga n part…

    seneng dh bca cara kmu ngebawain alur bserta pendeskripsianny..serasa ak mlht scra lngsung gmna proses trainee mereka sblm mjd Exo..
    msh bnyk member yg blom muncul nh. brarti bnyak konflik jga yg trjd

    next part dtunggu

  4. Jung Han Ni berkata:

    yeay akhirnya ffnya dilanjut 😄
    kasian kai 😥 sampe berkaca2 bacanya 😥
    jadi kayak ikutan ngerasain perjuangannya mereka
    hwaiting ya eon! 🙂

  5. wikapratiwi8wp berkata:

    AKu gak bisa berkata-kata Mija baca ini…hoaaaa…udah lama banget nungguin kelanjutan ini ff..Sehunnya masih unyu yakk hahaha..Jonginnya kasian banget lagi….hhmm…baru ada Yixing dan Yi Fan ya…Lulu belum datengkah?? hahaa…
    Pengen baca yang HunHan nya…ditunggu next nya ya Mija….Pleaseeee… 🙂 🙂

  6. RMD berkata:

    Keren FF nya Thor! Dapet banget feel-nya! Jadi ngrasa seolah-olah nonton masa-masa member EXO trainee! Dan aku sangat menunggu kemunculan Luhan! hehe Fighting Author!!

  7. davina berkata:

    Ak br bca ff ini…. jd smcam perjalanan terbntuknya exo gt ya…. uhhhh ini ot12…. jd kngennnnn Sm masa ot12… dan dan dan omaigaaaaatttt semua ff author oh mija kereeeeen…. genre brothership,,,, bnr2 mnyentuh… trimakasih author nim dah buat ff keren gni 🙂

  8. kimjongkai berkata:

    Huaaaaaaaaa update juga akhirnya huaaaaa
    demi apa bahagia banget aku huaaa
    Noona ya kamsahabnida huaaaaaaaa padahal belum baca tapi udah comment dulu yuk dilanjut yuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s