Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 4

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

Krystal baru saja menggigit roti isinya saat bel rumahnya berbunyi. Gadis itu segera berlari dan membuka pintunya. Senyumnya lantas merekah lebar, seorang pria yang berjanji akan menjemputnya setiap hari telah berdiri di balik pintunya. Pria itu terlihat tampan seperti biasanya.

“Sepertinya kau belum siap.” Minho tersenyum menatap Krystal yang mulutnya berisi penuh makanan.

Krystal menelan kunyahannya lalu menggeleng, “Tidak. Aku sudah siap.”

Minho mengulurkan tangannya, membersihkan remah roti yang tertinggal di sudut bibir Krystal sambil tertawa, “Baiklah. Ayo kita pergi.”

Krystal mengangguk malu, “Ayo.”

“Apa aku tidak perlu berpamitan dengan Jessi noona dulu?”

“Jessi unnie masih tidur, dia bilang dia akan pergi ke kantor sedikit lebih siang jadi aku tidak membangunkannya.”

“Oh. Baiklah.”

Keduanya kemudian berjalan bersisian menuju halte. Hal lain yang di sukai Krystal dari Minho, pria itu sangat ramah dan sederhana. Dia berasal dari keluarga yang cukup kaya, Jessica bilang, dulu Minho lebih sering diantar oleh supirnya tapi sejak beberapa bulan lalu, dia tidak lagi pergi dengan mobil mewah melainkan memilih untuk naik bus. Cukup sulit menemukan pria yang begitu sempurna seperti itu. Krystal beruntung mengenalnya.

Tak lama menunggu, bus yang mereka tunggu akhirnya datang. Minho mempersilahkan Krystal naik lebih dulu sedangkan dia berada di belakangnya. Keduanya kemudian memilih kursi yang berada di sebelah kanan.

“Kau suka mendengarkan musik?” tanya Minho sambil mengeluarkan ponsel dan earphone-nya dari dalam saku.

Krystal mengangguk, “Aku suka.”

“Suka mendengarkan lagu-lagu Korea?”

“Umh… itu…” Krystal melirik Minho sambil meringis lebar.

“Mulai sekarang, kau harus mendengarkan lagu-lagu Korea. Dari lagu, kau bisa belajar bahasa Korea.”

Krystal mengangguk lagi, “Baik.”

Minho tersenyum lalu mengulurkan tangannya dan memasangkan sebelah earphone-nya di telinga kiri Krystal sedangkan bagian lain ia pasang di telinga kanannya.

Gadis yang duduk di sebelahnya itu sontak menundukkan wajahnya. Tuhan, kenapa semua perbuatannya mampu membuat jantungnya berdegup tak karuan?

“Ini adalah lagu dari Kim Jungkook judulnya One Man. Terkadang, aku mendengarkan lagu ini ketika ingin tidur.”

“Kenapa oppa menyukainya?” Krystal menoleh.

Minho tersenyum lagi sambil mengendikkan bahu, “Hanya menyukainya.”ucapnya penuh arti.

***___***

“Apa kau sudah memutuskan klub mana yang akan kau ikuti?” tanya Taemin pada Jongin ketika keduanya berjalan di koridor.

“Apa kau masih perlu bertanya?” Jongin tersenyum.

“Sepak bola lagi?”tebak Taemin tepat.

Jongin mengangguk yakin, “Bagaimana denganmu?”

“Sama sepertimu. Tidak akan berubah dari bola basket.”

“Jadi aku akan bersama dengan Sehun lagi?” Jongin tertawa sambil menggelengkan kepalanya. “Anak itu pasti juga akan memilih klub sepak bola.”

“Sudah bisa di tebak.” Taemin ikut tertawa. “Jonghyun sepertinya lebih tertarik pada klub musik. Dia bilang, dia akan mengikuti beberapa audisi nanti.”

“Oh, sungguh?” Jongin mengerjap. “Kenapa tidak bilang pada kakak Sehun saja? Bukankah kakaknya menjadi seorang trainee di salah satu agensi besar?”

“Kau pikir kakaknya yang memiliki gedung agensi itu?”cibir Taemin karena Jongin berkata tanpa berpikir dulu.

“Kau benar juga.”

“Bodoh.”

Jongin menggaruk kepalanya malu. Keduanya berhenti sesaat di depan papan pengumuman.

“Klub bola basket setiap hari sabtu dan minggu.” Taemin membaca keterangan yang ada disana. “Ahh, kenapa hari libur?”desahnya panjang. “Klub sepak bola hari kamis dan jum’at.” Kemudian pria itu berbalik, menepuk pundak Jongin. “Kau lebih beruntung sobat.”

Jongin tersenyum, keduanya melanjutkan langkah menuju kelas, “Sudah ku bilang, sebaiknya kau masuk klub sepak bola.”

“Pendaftaran akan di mulai hari ini, kau temui kaptennya saja.”

“Siapa kaptennya?”

“Murid kelas 2, Choi Minho.”

Seketika Kai menghentikan langkah, “Siapa?!”pekiknya.

“Choi Minho.”ulang Taemin lagi. “Kau mengenalnya?” Baru saja menyelesaikan pertanyannya, mata Taemin beralih pada seorang gadis yang berjalan melewati mereka. “Selamat pagi, Krystal.”serunya dengan nada menggoda.

Gadis yang ternyata memang Krystal itu menoleh dan langsung mendengus. Astaga, ini masih pagi tapi dia sudah bertemu dengan mereka. Seorang pria yang sedang berjalan bersamanya ikut menghentikan langkah.

“Teman sekelasmu ya?”tanyanya.

“Oh? Selamat pagi sunbae!” Taemin reflek mebungkukkan tubuh begitu ia melihat Minho. Sudah bisa ditebak jika dia adalah murid senior dan Taemin baru mengetahui jika namanya adalah Choi Minho. Mungkin dia kapten sepak bola itu.

Krystal mengalihkan pandangannya pada Jongin. Keningnya berkerut. Kenapa dia tidak membungkuk seperti Taemin? Apa dia tidak tau jika Minho adalah murid senior? Dasar, apa dia tidak pernah diajari sopan santun?

Sudah akan membuka mulutnya, Krystal tersadar jika ekspresi wajah Jongin erlihat berbeda. Kenapa dia terlihat sangat marah?

“Jongin, pst-“ Taemin menyenggol lengan sahabatnya itu sambil berbisik, menyuruhnya untuk membungkuk. “Jongin…”

“Taemin.”suaranya terdengar dingin. “Ayo.” Ia menarik lengan Taemin dan menyeretnya pergi dari sana.

“Issh!” Krystal menghentakkan kakinya ke lantai kesal, ia berbalik, mengikuti punggung Jongin yang mulai menjauh. “Aku benar-benar membencinya!”dengusnya. “Kenapa dia jadi marah padahal aku tidak melakukan apa-apa?! Dasar menyebalkan! Dia pikir dia siapa?! Brengsek!” Gadis itu berbalik lagi, menatap Minho. “Oppa, jangan hiraukan dia. Dia memang begitu.”

Minho tersadar dari lamunannya lalu tersenyum, “Iya, tidak apa-apa.”

***___***

Tatapan Krystal langsung tertuju pada Jongin yang sedang duduk melamun di kursinya. Dengan eram, gadis itu menghampiri pria berkulit cokelat itu dan berdiri di sampingnya..

“Apa kau tidak sadar jika perbuatanmu tadi tidak sopan?”seru Krystal. “Murid laki-laki tadi adalah mursi kelas 2, harusnya kau memberi hormat padanya.”

Taemin dan Sulli yang menyadari jika aka nada pertengkaran sebentar lagi langsung menoleh ke belakang, kearah dua orang itu.

“Hey!” seru Krystal lagi karena Jongin hanya diam. “Ya! Kim Jongin!”

Tiba-tiba Jongin berdiri dari kursinya, ia menarik lengan Krystal membuatnya sangat terkejut, memutar tubuh gadis itu dan mendorongnya hingga punggungnya menghantam dinding. Krystal membuka matanya perlahan dan sudah mendapati wajah Jongin yang berada cukup dekat dengannya. Pria itu bahkan membungkukkan punggungnya agar wajahnya bisa sejajar dengan wajah Krystal.

“Kau mau apa?” Gadis itu mencoba untuk melangkah ke kanan namun tangan kanan Jongin dengan cepat menapak pada dinding, menghentikannya. Krystal menatap Jongin takut-takut. “Kau mau apa?!”tanyanya lagi, kini sambil mendorong tubuhnya agar menjauh.

Di belakang mereka, para murid menelan ludah melihat adegan itu. Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada mereka? Mereka bermusuhan atau sebenarnya saling jatuh cinta? Kenapa kemarin mereka berkelahi tapi kini bermesraan seperti itu?

Sehun dan Jonghyun yang baru memasuki kelas juga tak kalah terkejut melihat adegan itu Apa-apaan itu? Dari belakang mereka terlihat sedang berciuman!

“Omo…omo…” Jonghyun berdecak tak percaya.

Keributan mulai terjadi di belakang dua orang itu namun Jongin seperti tidak mendengarnya. Pria itu mengunci Krystal dengan tatapannya. Sebuah tatapan yang seperti mampu membekukan tubuh Krystal.

Jongin semakin memajukan wajahnya membuat Krystal juga semakin merapatkan tubuhnya pada dinding. Gadis itu memalingkan wajah ke samping, memejamkan matanya erat-erat.

Tuhan, tolong hentikan ini…

“Jangan bersamanya lagi.”bisik Jongin tajam tepat di telinga Krystal. Ia lalu menarik punggungnya dan berjalan meninggalkan kelas bersamaan rasa terperangah dari teman-temannya yang lain.

Krystal menelan ludah. Mengerjap-ngerjapkan matanya bingung. Apa yang sudah terjadi tadi? Apa yang dia katakan? Dia bahkan kehilangan kesadaran karena terlalu shock.

“Krystal.” Sulli segera menghampiri sahabatnya itu dan mengguncang tubuhnya. “Kau tidak apa-apa?”

Krystal mengerjapkan matanya lagi, memandang Sulli linglung. “Sulli yaa…”

“Ayo ikut aku.” Sulli segera menarik lengan Krystal dan membawanya pergi, menghindari tatapan seluruh teman-temannya yang mulai berbisik-bisik tidak jelas.

“Tidak diragukan lagi, Jongin memang keren!” Sehun bertepuk tangan sambil geleng-geleng kepala.

Taemin tertawa,, “Kau tidak meontonnya sejak awal. Bagian awalnya lebih keren.”sahutnya menunjukkan ibu jarinya pada Sehun.

“Sungguh? Ah, sayang sekali.”

“Dia menarik lengan Krystal dan memutar tubuhnya seperti ini lalu melakukan ini.” Pria itu berdiri dari duduknya, dengan semangat mengulang kejadian tadi pada Jonghyun. “Setelah menghadapkannya di tembok, ia mendekatkan wajahnya begini.” Ia juga mendekatkan wajahnya pada Jonghyun.

Sontak Jonghyun langsung mendorong pria itu, “Kau mau menciumku ya?”

“Apa?! Tidak!”

“Ada keributan apa lagi?” Amber muncul, ia menggeser tubuh Sehun yang menghalangi jalannya. “Sebentar lagi bel berbunyi.”

“Amber, kau ketinggalan tontonan seru!” Sehun masih menggebu-gebu. “Dan juga, ketinggalan gosip terpanas!”

Amber meletakkan tasnya diatas meja sambil menatap Sehun dengan kening berkerut. “Gosip apa?”

“Sepertinya sebentar lagi kita akan menjadi besan.”

Detik berikutnya gadis itu terperangah, “APA?! BESAN?!”

“Hey, kau mengatakan apa?” Jonghyun memukul kepala Sehun pelan.

Sehun mengaduh, “Itu namanya besan. Sahabatmu dan sahabatku.”

“Bukan seperti itu.”balas Jonghyun.

“Jadi apa namanya?!” Sehun mulai kesal.

“Tunggu…tunggu…sahabatku dan sahabatmu…apa yang sedang kau katakan Oh Sehun?”

Dia tau anak-anak itu tidak memiliki otak, tapi dia tidak menyangka jika separah ini.

Sehun menggaruk belakang kepalanya, ikut bingung, “Begini…”

“Krystal dan Jongin, sepertinya mereka akan berkencan.” Akhirnya Jonghyun yang menjelaskan.

“Nah, seperti itu.” Sehun langsung mengangguk-angguk bodoh.

“Bagaimana bisa mereka berkencan di hari kedua masuk sekolah?” Alis Amber terangkat satu.

“Hey, ibuku dan ayahku menikah setelah lima hari saling mengenal. Tidak ada yang tidak mungkin.” Sehun merangkulkan lengan panjangnya di pundak Amber, memperlakukannya seperti teman laki-laki.

“Benarkah?” Amber tetap ragu.

Sehun mengangguk yakin, “Jadi begini Amber, tadi, di sini, di depan semua orang, Jongin mencium Krystal.”

Mata Amber membulat lebar-lebar, “Berciuman?!”pekiknya tak percaya.

“Iya!” Sehun mengatakan itu dengan nada yakin. “Disana, di pojokan itu.”

“Sungguh?! Kau tidak bercanda kan?!”

“Amber, memangnya aku pernah berbohong?”

Taemin dan Jonghyun sama-sama tertawa geli, “Sudahlah. Jangan dengarkan dia. Dia terlalu banyak mengkhayal.”

***___***

“Sulli, bagaimana ini? Aku tidak bisa masuk kelas. Aku malu!” Krystal menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

“Tapi, sebentar lagi kelas akan di mulai.”

Krystal menurunkan telapak tangannya, memandang Sulli lekat-lekat, “Tadi semua orang melihatnya kan? Iya kan?” Sulli mengangguk lemah membuat Krystal menutup wajahnya lagi. “Bagaimana ini? Bagaimanaaa?”

Tidak ada yang bisa di lakukan oleh Sulli. Gadis itu hanya menepuk-nepuk pundak sahabatnya dan membujuknya masuk kelas.

***___***

Tidak seperti dugaannya, ternyata dia tidak menemukan Jongin di kelas. Pria itu menghilang entah kemana. Padahal dia sudah mengumpulkan tenaga untuk peperangan lain.

Dan sama seperti Krystal yang merasa heran karena Jongin tidak ada di kelas walaupun bel sudah berbunyi, tiga temannya juga bingung kenapa Jongin belum juga kembali.

“Dimana Jongin?”bisik Sehun pada teman sebangkunya.

Taemin mengendikkan bahu, “Tidak tau.” Kemudian menoleh ke belakang, bertanya pada Krystal. “Dimana Jongin?”

Krystal menjawabnya dengan ketus, “Memangnya aku perduli?”

“Bukankah sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang kekasih?”goda Taemin menyeringai.

Krystal mencibir, sudah mengangkat tangannya ingin memukul Taemin namun suara sonsengnim lebih dulu terdengar. Pelajaran dimulai, namun Jongin tetap tidak muncul.

***___***

Bawakan tasku ke rumah.

“Astaga, anak ini…” Sehun langsung mendengus begitu selesai membaca pesan yang di kirimkan Jongin padanya. Bagaimana bisa dia baru memberi kabar sekarang? Seharian ini, mereka benar-benar mengkhawatirkannya.

“Ada apa?”

“Lihat!” Sehun menunjukkan ponselnya pada Taemin dan Jonghyun. “Apa dia memiliki indra keenam? Bagaimana dia tau jika kita baru saja pulang sekolah?”

“Dia benar-benar di rumah?!”

“Kau tidak baca?” Sehun mengetuk-ngetuk layar ponselnya. “Dia menyuruhku mengantarkan tasnya ke rumahnya.”

“Astaga, anak itu.” Taemin berdecak geleng-geleng kepala.

“Bukankah dia sudah pindah? Kita tidak tau rumah sewanya yang baru.” seru Jonghyun.

Taemin mengangguk-angguk, “Benar juga. Dia belum memberitahu kita.”

Baru saja menyelesaikan ucapannya tiba-tiba ponsel Sehun berdering lagi. Sebuah pesan masuk dari Jongin yang berisi alamat rumahnya.

Sehun tersentak lagi, “Woah, apa dia benar-benar memiliki indra keenam?”

***___***

“Apa kau yakin ini tempatnya?” Jonghyun dan Taemin menatap Sehun ragu.

Sehun melihat layar ponselnya kembali untuk memastikan jika dia tidak salah alamat. Tak lama ia mengangguk, “Ini benar alamatnya.”

“Apa dia benar-benar tinggal di tempat seperti ini? Ini bukan rumah hantu, kan?” Taemn memandang gedung di depannya.

“Sudahlah, ayo masuk.”

Ketiga murid SMU itu memasuki gedung apartement yang terlihat kumuh dan mengerikan itu. Seperti gedung angker, bahkan tempat ini sangat minim pencahayaannya.

“Ya ampun, aku benar-benar tidak habis pikir.” Taemin masih tidak percaya dengan alamat yang di berikan oleh Jongin. Di dalam gedung itu tidak ada lift sehingga mereka harus naik tangga.

“Lantai berapa?”tanya Jonghyun.

“Lantai 3.”

“Apa ini olahraga malam?”

Sehun menghela napas panjang, “Berhentilah mengeluh teman-teman.”

Tak lama mereka sampai di lantai tiga. Mereka membuka pintu dan melewati lorong. Jongin bilang apartement-nya terletak di ujung kanan.

Ketika mereka hampir sampai, pria berkulit cokelat itu terlihat sedang berdiri dengan kedua tangan yang ia letakkan diatas pagar pembatas. Ia menoleh begitu mendengar suara derap langkah.

“Aku melihat kalian dari sini.” Ia tersenyum tanpa dosa.

“Kau melihat kami?” Sehun bertanya kagum. “Woah, kami bahkan berpikir jika ini adalah rumah hantu karena sangat gelap.” Pria tinggi itu memberikan tas Jongin pada pemiliknya.

“Terima kasih. Ayo masuk.”

Jongin mengajak teman-temannya masuk ke dalam apartement-nya. Dan detik berikutnya, rasa terperangah lain berlanjut. Oh Tuhan, apa ini benar-benar apartement? Apa dia tidak salah?

“Kau tinggal disini?”tanya Taemin menatap ke seluruh ruangan.

Jongin mengangguk, “Ayahku pindah ke Busan. Aku pikir tempat ini cocok untukku karena aku tinggal sendirian sekarang.”

“Jongin, apa kau mau pindah ke rumahku?” Jonghyun menawarkan, diantara mereka berempat, keluarga Jonghyun termasuk keluarga kaya.

“Tidak perlu.” Jongin tersenyum. “Aku baik-baik saja disini.”

“Kau betah disini?” Sehun menjatuhkan diri di ujung ranjang Jongin.

“Jongin, tapi ini terlihat seperti rumah hantu.”

“Sebenarnya tidak terlalu buruk.” Jongin mengelak. “Biaya sewanya juga sangat murah.”

“Tapi—“ Jonghyun terlihat tetap khawatir,

“Ini tidak terlalu buruk, Jonghyun.” Sehun menepuk pundak Jonghyun. Dia pikir mendukung Jongin adalah hal yang lebih baik sekarang.

Jongin tersenyum menatap sahabatnya yang terlahir paling muda itu. Dalam hati berterima kasih karena dia mengerti.

“Jika kau butuh sesuatu, beritahu kami.” Taemin merangkul pundak Jongin.

“Pasti.”

***___***

Sebenarnya, Krystal juga bingung kenapa Jongin menghilang tiba-tiba dan tidak menghadiri kelas sepanjang hari. Kemana dia? Apa yang dia lakukan? Harusnya Krystal yang menghilang karena dia adalah korban, harusnya dia bersembunyi dari teman-temannya setelah kelakuan Jongin tadi. Tapi kenapa ini justru sebaliknya?

“Apa yang kau pikirkan?” suara Minho membuyarkan lamunan Krystal.

Krystal mengerjap, “Tidak ada, oppa.”

“Apa ada sesuatu yang telah terjadi?”

“Tidak.” Gadis itu menggeleng.

“Sungguh?”

“Iya.”

Keduanya pulang bersama dengan bus. Tidak banyak yang mereka bicarakan karena sepertinya keduanya sama-sama sedang memikirkan sesuatu. Sepanjang perjalanan, mereka hanya mendengarkan musik dari satu earphone yang sama dan terus diam.

Ketika bus berhenti, keduanya menuju apartement mereka dengan berjalan kaki. Hari sudah hampir gelap dan rasanya Krystal ingin cepat-cepat pulang dan mandi. Hari ini rasanya sangat lelah.

Namun, tiba-tiba Minho menghentikan langkahnya. Krystal ikut menghentikan langkahnya dan menatap pria itu bingung. Ia mengikuti arah tatapan Minho dan mendapati seorang gadis yang sedang berjalan menuju kearah mereka.

Gadis itu sangat cantik, berkaki jenjang dan berkulit putih. Rambutnya panjang bergelombang bewarna coklat keemasan. Dia benar-benar seperti malaikat.

“Minho.”

Krystal menangkap ekspresi serius yang ada di wajah Minho. Sebuah ekspresi yang tidak pernah ia lihat selama ini.

“Minho, ada yang—“

“Soojungie.” Minho menoleh kearah Krystal, membuat gadis itu sedikit terkejut.

“Ya?”

“Kau masuklah duluan. Ada sesuatu yang ingin aku urus.”

“Ah, yah, oke.” Krystal mengangguk kikuk. Meninggalkan Minho dan wanita itu dengan setengah hati. Siapa dia? Urusan apa yang di maksud Minho? Apa sangat penting?

Minho dan seorang wanita yang terlihat lebih tua itu masuk ke dalam mobil merah yang terparkir di depan gedung apartemen. Suasana tidak bersahabat terlihat cukup jelas diantara keduanya.

“Ada apa noona mencariku?” Belum sempat wanita itu membuka mulut, Minho sudah lebih dulu bersuara lagi. “Bukankah noona akan segera menikah?”

Wanita itu menghela napas panjang, “Minho, aku kesini untuk menyerahkan undangan pertunangan.” serunya penuh rasa bersalah.

Minho tertawa mendengus, “Jadi noona benar-benar akan menikah?”

“Minho,”panggil wanita itu lagi putus asa. “Ahjumma bilang beliau tidak pernah bertemu lagi dengannya. Bisakah kau berikan undangan ini untuknya? Aku ingin dia datang.”

Rahang Minho seketika mengeras, “Noona bisa memberikan undangan itu padanya sendiri. Aku tidak perduli dan aku tidak akan datang!” Pria itu keluar, menutup pintu mobil dengan bantingan membuat wanita itu hanya bisa memejamkan matanya.

Tuhan, aku harus bagaimana lagi?

***___***

Kening Jessica berkerut mendapati adiknya memasuki rumah dengan wajah masam.

“Aku pulang.”suaranya bahkan terdengar sangat lemas.

“Ada apa?” tanya Jessica bingung.

Krystal menghempaskan tubuhnya di sofa dengan helaan napas panjang. Tas ranselnya ia banting ke lantai. Bibirnya membentuk kerucut.

“I just mad…”

“Why? Something wrong in your school?”

“I’m sure, next time school will be like a hell.”

Jessica langsung menarik tubuhnya ke depan, “Why?”

“Ketua kelas itu, teman sebangkuku, si laki-laki menyebalkan, dia terus saja menggangguku!”

“Eumm…” Jessica memutar bola matanya, “Jongin? His name is Jongin, right?”

“Yeah whatever! I hate him!”

“Maybe, he likes you.” seru Jessica sembari tertawa.

“Him? Likes me? Hell no!” tolak Krystal mentah-mentah.

Jessica masih tertawa, “Don’t hate him too much, sister. You will like him too much too.”

“Stop it, Jessi.” Krystal melirik kakaknya semakin kesal.

“Ngomong-ngomong, dimana Minho? Kau tidak pulang bersamanya?”

Krystal menghela napas panjang lagi, “Dia menyuruhku masuk lebih dulu. Seorang wanita menunggunya di bawah.”

“Wanita?”

Gadis itu mengangguk, “Yeah wanita…wanita yang sangat cantik.”

“Siapa?”

“Mana aku tau.”ketus Krystal sewot.

Jessica tersenyum menyeringai, “Aku pikir kau kesal bukan karena Jongin. Kau kesal karena cemburu.”

Mata Krystal sontak melotot, “Aku tidak cemburu!”

“Jika kau cemburu, tanya saja pada Minho siapa wanita itu.” Jessica berdiri dari duduknya setelah puas mengerjai adiknya. Wanita itu berjalan menuju dapur dan mulai menyiapkan makan malam.

“Hey, aku tidak cemburu!”

***___***

Hari ini berbeda. Minho tidak banyak bicara seperti biasanya. Pria itu terus diam sepanjang perjalanan dan hanya menjawab seadaanya jika Krystal bertanya. Gadis itu curiga mungkin perubahan diri Minho itu karena pertemuaannya dengan wanita itu semalam.

Ingin sekali menanyakan siapa wanita itu tapi Krystal terus menahan diri. Dia pikir ini bukan waktu yang tepat.

“Pagi, Krystal. Dimana Jongin?” seorang murid menyambut Krystal dengan godaan.

“Memangnya aku perduli?”cibir Krystal berjalan santai menuju kursinya.

“Harusnya kau tau. Bukankah kalian berkencan? Kalian bahkan berciuman kemarin.”

Detik berikutnya mata Krystal langsung melotot, “Jangan asal bicara!”

“Kami semua melihatnya dengan mata kepala kami sendiri. Ketua kelas dan sekretaris kelas.” Murid perempuan itu tersenyum menyeringai. “Sepertinya kau sedikit serakah.”

“Apa maksudmu serakah?!”

Tiba-tiba Jongin dan Taemin muncul. Sambil berangkulan, keduanya memasuki kelas dengan canda tawa. Jongin meletakkan tasnya diatas meja, seolah-olah dia tidak melihat Krystal kemudian duduk diatas meja Taemin.

“Jongin, apa kau berkencan dengan Krystal?” murid perempuan itu kini bertanya pada Jongin.

Kening Jongin berkerut, “Tidak.”

“Baguslah. Karena kami tidak akan menyetujuinya.”

“Jangan khawatir. Dia bukan tipeku.” Jongin tersenyum tipis lalu kembali mengobrol dengan Taemin membuat murid perempuan itu dan teman-temannya tersenyum puas.

Krystal merasa kesal. Dia diperlakukan seolah-olah dia adalah gadis paling jelek di dunia yang pantas mendapat penolakan dari pria yang paling tampan.

Gadis itu menghampiri Jongin dan berdiri di depannya. Tatapannya lurus tajam pada pria yang sangat menyebalkan itu.

“KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN!”

TBC

11 thoughts on “Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 4

  1. mongochi*hae berkata:

    aish …..ad ap dg jongin hd dia tiba2 mminta krystal spya tdk dkay dg minho ?
    lalu ap hub wanita it dg minho..
    hn..semuany msh teka-teki.

    next part dtunggu 🙂

  2. Hanna berkata:

    waaah..kayakny ada rahasia antara Minho sama Jongin dh.. Jongin ampe sgitu benci kayakny ama Minho..
    kayakny Noona2 td ada hubungannya sama mereka..
    waaah… pnasaran bgt ama klanjutannya..
    🙂

  3. atik_han berkata:

    wah semakin seru ceritanya , ada sbenarnya dengan jongin sma minho spertinya jongin ga suka sama minho trus siapa yg dimaksud wanita trsebut yg brsama minho ?
    hmm masih bnyak teka teki yg blum trungkap , next chapter update jgan lama2 ya ka , panjangin lagi boleh kali ya 🙂

  4. Annisa Icha berkata:

    Ciee… KaiStal bertengkar terus. Aku kok malah fokus sama Sehunnya ya 😀
    Kaya’nya kalo Sehun sahabatan sama Amber asyik tuh!
    FF ini bikin senyum-senyum sendiri 😀

  5. Jung Han Ni berkata:

    penasaran sama masa lalu minho dan jongin, pasti ada yg ga beres dan noona yg itu siapa ya? kayaknya ada hubungannya juga sama minho jongin
    keep writing n hwaiting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s