Crazy Without You Part 18

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    :

“Menunggu terlalu lama juga bukan merupakan hal yang baik, Donghae. Kau harus segera memutuskannya.”

 

Yoona begitu terperangah mendengar apa yang di katakan Donghae padanya barusan. Apa dia sadar dengan apa yang dia katakan? Apa kepalanya masih baik-baik saja atau mungkin kepalanya terbentur sesuatu hingga dia jadi gila.

“Kau gila!”

Yoona menepis tangan Donghae kasar lalu meninggalkan pria itu. Donghae menghembuskan napas putus asa lalu mundur beberapa langkah ke belakang hingga punggungnya membentur dinding. Pintu lift tertutup kembali, membawanya pergi ke lantai dasar.

Dengan langkah-langkah panjang, Yoona berjalan menuju ruangannya. Diiringi tatapan dari seluruh karyawan yang terus membuntutinya, dia pikir sebaiknya dia pergi sekarang. Sesampainya di ruangannya, wanita itu meraih tasnya dan segera pergi lagi. Dia menghentikan taksi yang lewat dan meninggalkan gedung, menuju suatu tempat.

***___***

Donghae menghentikan mobilnya di depan tempat yang biasanya selalu ia kunjungi ketika dia sedang bahagia atau memiliki masalah seperti ini.

Rumah ibunya.

Pria bermata sendu itu mengetuk pintu beberapa kali. Tak lama, seorang wanita tua yang masih terlihat cantik membukakan pintu dan langsung tersenyum begitu mendapati Donghae berada di balik pintunya.

Setelah memeluk ibunya, Donghae mengikuti wanita itu menuju ruang tamu. Keduanya duduk bersama disana. Nyonya Lee tau ada sesuatu yang terjadi dengan anaknya itu, begitu terlihat dari raut wajahnya yang lesu.

“Adeul, apa yang terjadi?”tanya nyonya Lee lembut.

Donghae mengangkat tatapannya, “Apa Donghwan hyung belum mengatakan apapun pada oema?”

Ibunya menggeleng, “Dia tidak mengatakan apapun. Pagi ini dia langsung pegi ke restoran.”

Donghae menghela napas panjang, “Oema…” suaranya terdengar serak. “Aku menjadi berita yang paling di cari di internet karena sebuah skandal.”

“Skandal?” nyonya Lee tidak terlalu terkejut mendengar ucapan Donghae karena dia sangat mengetahui kepribadian anaknya yang tidak pernah melakukan hal yang buruk. Ia pikir skandal yang dimaksud Donghae adalah skandal percintaan.

“Apa oema masih mengingat Yoona?”

“Tentu saja oema ingat. Kau hanya membawa satu gadis ke rumah.”

“Sebenarnya…” Donghae menghentikan ucapannya sejenak. “Sebenarnya aku dan Yoona pergi berlibur bersama beberapa hari lalu. Kami pergi ke Mokpo.”

“Mokpo?!” Mata nyonya Lee sontak membulat.

Donghae mengangguk lemah, “Kami pergi kesana bersama-sama. Namun sialnya, aku menghilangkan flasdisk yang berisi foto-foto kami. Mungkin seseorang menemukannya sehingga terjadi skandal.”

Nyonya Lee lantas tersenyum, “Bukankah itu bukan berita besar? Kau memang harus pergi berkencan dengan seseorang. Kau sudah dewasa. Lagipula, oema menyukai Yoona. Dia sepertinya gadis yang baik.”

“Oema…tapi aku memiliki penggemar.” Pria itu menundukkan kepalanya. “Banyak penggemar yang menangis di depan gedung SM pagi ini. Dan…aku rasa berita ini akan menghancurkan comeback-ku dengan Eunhyuk.” Nada bicaranya semakin terdengar menyesal. “Oema…oema tau jika Super Junior adalah grup yang jarang sekali membuat masalah. Para member sudah berusaha keras untuk tidak berbuat aneh demi menjaga nama grup kami. Kyuhyun bahkan harus rela menyembunyikan hubungannya dengan Seohyun selama bertahun-tahun dan Eunhyuk tidak pergi berkencan demi fokus dengan album kami. Tapi, aku justru merusaknya.” Donghae mengangkat kepalanya, atap oemanya dengan sorot sendu. “Dan untuk yang kesekian kalinya, aku harus menyusahkan Teuki hyung lagi. Harus membuatnya melindungiku lagi. Dia bahkan meminta para staf untuk berhenti bertanya padaku dan meminta mereka unuk memberikan waktu untukku. Jika CEO mengetahuinya, mungkin Teuki hyung akan dimarahi.”

Nyonya Lee tersenyum menatap anaknya itu. Dalam hati, dia sangat bersyukur. Anaknya memiliki orang-orang baik di sekelilingnya. Orang-orang yang menyayanginya.

“Apa kau mencintai Yoona?” tanya ibunya lembut. Donghae sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu, “Kau mencintainya?” ulang nyonya Lee lagi.

“Aku mengajaknya berkencan namun dia menolakku.”serunya lemah.

“Apa alasannya?”

Donghae mengendikkan kedua bahunya, “Dia tidak mengatakan apapun dan pergi begitu saja.”

“Jika kau menyukainya, kau harus terus meyakinkan dia tentang perasaanmu.”

“Aku rasa tidak perlu.” Pria itu menggeleng. “Sekarang, aku pikir hal itu akan membuat semuanya menjadi rumit. Daripada perasaanku, aku lebih memikirkan perasaan member lain dan fans. Aku tidak mau membuat mereka merasa susah.”

“Jika penggemarmu memang menyayangimu, oema yakin mereka akan tetap mendukungmu. Belajarlah untuk berani menghadapi perasaanmu sendiri. Seperti Jungsoo yang berani mengungkapkan perasaannya di depan publik. Mungkin awalnya akan sedikit susah, tapi lihat saja sekarang, para penggemar mulai menerima itu karena Jungsoo tidak pernah berubah walaupun ia sudah memiliki kekasih. Di sisi lain, Taeyeon juga wanita baik yang sangat menyayangi Jungsoo. Dan tentang member lain…apa kau masih meragukan mereka? Bukankah bagi mereka kebahagiaanmu itu jauh lebih penting? Oema yakin mereka akan mengerti dan tetap mendukungmu.”

***___***

Yoona pergi ke sebuah taman kota setelah ia mendatangi seorang designer yang akan bertanggung jawab tentang busana yang akan di pakai oleh Yuri. Wanita berkaki jenjang itu duduk seorang diri di sebuah kursi kayu. Pikirannya berkecamuk.

Apa Donghae sungguh-sungguh? Apa dia benar-benar mengajaknya berkencan? Bukankah dia tau resikonya? Bahkan ada banyak fans yang menangis karena berita itu.

Hatinya sedang bimbang. Dia sendiri tidak mengetahui tentang perasaannya. Apa dia menyukai Donghae? Apa dia mau bersamanya?

Donghae adalah pria yang baik. Walaupun dia sedikit kekanak-kanakkan namun semua hal yang di lakukannya selalu saja mampu membuat Yoona merasa senang. Sehun juga sepertinya sangat menyukainya.

“Akh, aku benar-benar tidak tau!”rutuk Yoona kesal pada dirinya sendiri.

***___***

“Kau darimana?” Eunhyuk langsung bertanya pada Donghae yang baru saja sampai di dorm.

“Aku dari rumah oema.”

“Omoni belum kembali ke Mokpo?”

Donghae menggeleng, “Mungkin akhir pekan.”

“Jam 5 sore ini kita harus berlatih. Jangan lupa.” Sahabatnya itu mengingatkan.

“Eunhyuk-ah,” Namun sepertinya pikiran Donghae tidak fokus dengan segala hal. Ia menjatuhkan diri di samping sahabat yang telah dikenalnya lebih dari 10 tahun itu.

Eunhyuk menoleh sekilas, “Apa?”

“Maafkan aku karena berita itu mungkin akan mempengaruhi comeback kita.”serunya pelan. “Aku benar-benar menyesal.”

Eunhyuk langsung menoleh dengan kening berkerut, “Kau bicara apa? Tidak akan ada yang mempengaruhi comeback kita.”

“Tapi—“

“Kau menyukai Yoona, kan?”tembak Eunhyuk langsung. “Sebaiknya kau segera mengungkapkan perasaanmu sebelum orang lain mendapatkannya lagi. Bukankah dia sudah berpisah dengan pria tinggi itu? Ini kesempatanmu.”

Donghae sedikit terkejut, “Bukankah kau tidak menyetujuinya?”

“Awalnya.” Eunhyuk mengakui. “Itu karena dia akan menikah dengan orang lain. Aku tidak mau kau dianggap sebagai perusak hubungan orang. Tapi karena sekarang dia sudah berpisah, aku tidak punya alasan untuk menentangnya lagi. Lagipula Yoona adalah wanita yang baik. Dia juga cantik.” Pria itu tersenyum.

“Tapi…bagaimana dengan comeback kita dan grup?”

“Sudah ku bilang tidak akan ada pengaruh apapun.”balas Eunhyuk cepat. “Kita bukan lagi grup rookie, Donghae. Mungkin bisa di bilang kita adalah grup tertua yang masih aktif. Fans akan mengerti jika saat ini adalah waktumu untuk berkencan.” Ucapnya menenangkan. “Dan jika kau memikirkan kami, kau tau kami tidak akan mempermasalahkan apapun selama kau berkata jujur. Itu adalah hakmu untuk berkencan dan kami akan mendukungmu. Tentunya selama kau bahagia. Tidak perduli apapun yang terjadi, bukankah kita selalu bisa bangun setelah terjatuh bekali-kali? Berita kencan itu bukanlah masalah besar di bandingkan masalah-masalah kita dulu. Kau tidak perlu memikirkannya.”

Donghae terdiam. Ia merasa terharu dengan ucapan Eunhyuk. Ibunya benar, kenapa dia masih saja meragukan teman-temannya? Bukankah mereka sudah bersama dalam waktu yang cukup lama?

“Jangan menangis, aku akan menendangmu jika kau menangis.”dengus Eunhyuk ketika melihat wajah Donghae.

“Aku tidak menangis.” Pria itu buru-buru menghusap matanya dengan lengan baju.

“Pergilah berkencan. Kau sudah cukup lama tidak pergi dengan seorang gadis.”

“Tapi, sepertinya Yoona tidak menyukaiku. Aku mengajaknya berkencan tadi tapi dia mengatakan jika aku gila.”

Eunhyuk sontak tertawa terbahak-bahak, “Kenapa dia mengatakan kau gila?”

“Tidak tau.” Pria di sampingnya itu menggeleng polos.

“Bagaimana caramu mengungkapkan perasaanmu?”

“Aku menghampirinya di lift dan ku bilang ‘Ayo kita berkencan’ dia lalu pergi setelah mengataiku gila.”

“Astaga, Lee Donghae. Bagaimana bisa kau mengungkapkan perasaanmu seperti itu?”decak Eunhyuk geleng-geleng kepala.

“Karena tadi waktunya sangat mendesak. Aku tidak bisa berpikir apapun.”

“Dia sedang terkejut dengan skandal itu. Harusnya kau lebih meyakinkan dia jika kau benar-benar menyukainya. Bukankah kau ahli dalam hal-hal romantic?”

“Aku malu.”

“Malu?!” Eunhyuk semakin berdecak. “Umurmu sudah menginjak 30 tahun dan kau masih malu?!”

Donghae menghela napas panjang, “Aku akan memikirkannya.” Kemudian beranjak dan bergegas menuju kamarnya.

“Wanita lebih menyukai ketulusan.” Teriak Eunhyuk sebelum Donghae menutup pintu.

***___***

Sepanjang hari, Donghae benar-benar tidak bisa fokus. Bahkan ketika latihan, pria itu sering membuat kesalahan sehingga Eunhyuk ingin sekali memukulnya. Berkali-kali, Eunhyuk telah memberitahunya gerakan yang tepat namun ucapannya sepertinya hanya angin lalu.

“Baiklah Lee Donghae.” Akhirnya pria itu menyerah. “Ayo, aku akan menemanimu.”

Kening Donghae seketika berkerut, “kemana?”

“Menyatakan perasaanmu.”

“APA?!” pekiknya terkejut. “Aku belum menyiapkan apapun.”

“Daripada kau terus gelisah, sebaiknya nyatakan sekarang. Konser kita akan berlangsung hari sabtu!”

“Kau yang bilang jika wanita lebih menyukai ketulusan. Berikan aku waktu untuk memikirkan apa yang harus aku lakukan dulu.”

“Tapi aku tidak menyuruhmu untuk terus berpikir sehingga kau mengabaikan hal penting yang lain.”balas Eunhyuk. “Aku mengerti jika kau sedang bimbang sekarang tapi kau memiliki tanggung jawab lain sekarang. Kau mau mengecewakan Elf?”

Donghae seketika terdiam. Ia baru mengerti maksud perkataan Eunhyuk. Dia tidak mau mengecewakan penggemar tapi otaknya tidak bisa diajak kompromi. Dia benar-benar tidak bisa berpikir dengan baik. Hatinya terus bimbang memikirkan apa yang sebaiknya ia lakukan. Maju sekarang atau menunggu waktu yang tepat. Dia tidak tau.

“Menunggu terlalu lama juga bukan merupakan hal yang baik, Donghae. Kau harus segera memutuskannya.”

***___***

Yoona pulang ke rumahnya tanpa kembali ke kantor. Ponselnya masih ia matikan karena mungkin para staf akan menghubunginya meminta penjelasan. Setidaknya dia ingin memiliki waktu untuk berpikir.

“Oema!”

Sehun menyambut ibunya dengan senyum lebar seperti biasa. Yoona pikir mungkin anaknya itu tidak mengetahui masalahnya. Dia tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti itu.

“Kau sudah makan?”tanya wanita itu sambil meletakkan tasnya diatas meja.

Sehun mengangguk, “Sooyoung imo memasak untukku tadi.”

“Kau mau makan lagi? Haruskah oema memasak untukmu?”

“Tidak perlu.” Sehun menggeleng. “Tapi, oema…”

“Hm?” Yoona menoleh, menatap anaknya itu.

“Aku ingin makan ramyun. Bagaimana jika kita makan bersama di supermarket di dekat halte? Tiba-tiba aku ingin makan di luar.”

“Kau mau makan di luar? Kenapa kita tidak makan ddokbukkie saja?”

“Aku ingin ramyun.” Sehun menggeleng lagi.

“Baiklah, Sehunnie. Ayo kita makan di luar.”.

***___***

Yoona dan Sehun pergi ke sebuah supermarket yang tak jauh dari rumah mereka. Menikmati ramyun di supermarket itu memang lebih menyenangkan daripada makan di rumah.

Sehun duduk seorang diri di kursi yang di sediakan diluar. Tak lama Yoona keluar sambil membawa dua mangkuk ramyun. Ibu dan anak itu duduk berhadapan, bersiap untuk mnyantap ramyun mereka.

“Kenapa? Apa kau bosan makan di rumah?” Yoona tersenyum menatap anaknya yang sedang meniupi ramyunnya.

Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya, “Bagaimana jika akhir pekan ini kita pergi berpiknik? Oema, sudah lama sekali kita tidak berpiknik di taman Hangang.”

Yoona langsung menghela napas panjang, ia menatap anaknya dengan ekspresi bersalah, “Sehunnie, hari sabtu nanti oema harus pergi ke Jepang.”

“Jepang?” Sehun seketika cemberut.

“Maafkan oema, Sehunnie. Bagaimana jika hari senin?”

“Oema, aku harus pergi sekolah hari senin. Lagipula, mana ada yang pergi berpiknik di hari senin.” Sehun meletakkan sumpitnya di atas meja dengan kesal lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan melipat tangan di depan dada. “Hari minggu juga tidak bisa?”

“Oema baru akan pulang hari minggu.” Yoona semakin merasa bersalah.

“Yasudah! Tidak usah pergi piknik! Lupakan saja!” Sehun membuang wajah, merasa kesal dengan ibunya yang selalu sibuk dengan pekerjaan.

“Sehunnie, kau marah pada oema?” Yoona mengulurkan tangannya, mengguncang-guncang tangan Sehun. “Sehunnie…”

“Ada apa ini?” Tiba-tiba seseorang muncul, duduk di tengah-tengah mereka berdua.

Yoona dan Sehun sama-sama menoleh kemudian langsung tersentak kaget. Terutama Yoona yang langsung membulatkan matanya lebar-lebar. Untuk apa dia kemari?!

“Ahjussi!” Raut wajah Sehun berubah cerah. “Ini…oema selalu saja sibuk dengan pekerjaannya. Aku ingin pergi piknik tapi hari sabtu nanti oema harus pergi ke Jepang. Lagi-lagi meninggalkanku! Aku kesal!” ia mengadukan kekesalannya pada seseorang yang ternyata Donghae itu.

“Kau mau pergi piknik?”

“Iya!” Sehun mengangguk. “Aku ingin pergi piknik dan bersepeda di taman Hangang.”

“Bagaimana jika kita pergi piknik di tempat lain?”

Kening Sehun langsung berkerut, “Dimana?”

“Suatu tempat yang ada di Jepang.”

“Jepang?!” Tak hanya Sehun namun Yoona juga ikut tersentak mendengar ucapan Donghae barusan. “Ahjussi mau mengajakku ke Jepang?”

Donghae mengangguk lalu tersenyum, “Bagaimana? Kau sudah pernah pergi ke Jepang?”

“Belum.” Sehun langsung menggeleng. “Benarkah?! Kita akan pergi ke Jepang?!” Sehun menatap Donghae dengan mata berbinar. Ia jadi bersemangat.

“Donghae-ssi, kau tidak bisa melakukan itu.”cegah Yoona.

“Kenapa? Aku yang membelikan tiket.”

“Iya. Tapi, jika seseorang mengetahuinya, akan ada masalah lain yang muncul.”

Donghae menoleh menatap Yoona, “Itu sebabnya aku mengajakmu berkencan. Aku ingin segera mengkonfirmasi berita itu dan menyelesaikannya.”

Donghae semakin membuat Yoona kehilangan kata-katanya. Astaga, bagaimana dia bisa begitu tenang mengatakan itu? Padahal suasananya sedang genting seperti ini.

“Sehunnie, apa kau setuju jika ahjussi berkencan dengan ibumu?” Donghae mengembalikan tatapannya pada Sehun kembali.

Kening Sehun berkerut tak mengerti, “Berkencan itu apa?”

Ah, dia lupa jika Sehun tidak mengerti tentang hal-hal seperti itu.

“Maksud ahjussi, menjadi teman dekat ibumu.”

“Seperti Siwon ahjussi begitu?”

“Lebih dekat dari itu!” Donghae merasa sedikit kesal karena Sehun menyebut nama Siwon.

“Lebih dekat? Maksudnya…ahjussi mau menjadi ayahku?”

Mata Yoona seketika membulat, “Sehunnie, tidak seperti itu!”

“Iya!” Namun Donghae menjawabnya dengan nada yakin. “Seperti itu! Yang jelas lebih dekat dari siapapun!”

“Jadi yang di katakan Sooyoung imo benar? Dia mengatakan jika sebentar lagi aku akan menjadi anak seorang idola!”ucap Sehun senang. Senyumnya mengembang lebar. “Tentu saja aku setujut! Tapi, ahjussi harus berjanji untuk bermain denganku sesering mungkin!”

“Setuju!” Donghae mengangguk kemudian menatap Yoona dengan senyuman kemenangan. “Anakmu sudah menyetujuinya.”

Yoona mendengus, “Apa begini caramu menyatakan perasaan? Ini terlihat seperti kau sedang memaksaku.”

“Karena itu aku sudah menyiapkannya.” Donghae mengeluarkan setangkai bunga mawar merah dari balik jaketnya. “Aku tidak bisa menyatakan perasaanku dengan baik. Jadi aku harap kau mengerti.”

Yoona tertegun menatap bunga mawar itu. Ia kehilangan kata-katanya. Dia tidak menyangka jika pria menyebalkan seperti Donghae bisa melakukan hal-hal yang manis.

Donghae meletakkan tangkai bunga mawar yang di pegangnya di tangan Yoona, “Jika kau menerima perasaanku, datanglah ke taman yang ada di depan sana. Bawa bunga mawar ini. Tapi jika kau menolakku, kau bisa datang dengan tangan kosong.” Ia tersenyum lagi lalu menggandeng tangan Sehun. “Ayo Sehunnie.”

Pria itu pergi membawa Sehun bersamanya, meninggalkan Yoona yang terperangah hebat hingga tidak bisa mengatakan apa-apa. Selepas Donghae dan Sehun menghilang, perlahan ia tersenyum malu. Kenapa jantungnya berdebar?

***___***

“Astaga…astaga… aku tidak menyangka jika aku akan bertemu dengan Super Junior!”pekik Sooyoung sejak tadi tidak bisa menahan kegembiraannya. “Perkenalkan, aku adalah Sooyoung. Aku penggemar kalian sejak dulu!” ia memperkenalkan dirinya pada Leeteuk dan yang lain.

Leeteuk tersenyum geli sambil membungkukkan tubuh, “Terima kasih, aku sangat tersentuh.”

“Siapa yang paling kau sukai?”tanya Heechul.

“Leeteuk oppa.” Sooyoung menunjuk Leeteuk dengan malu-malu.

“Ahh…” desah Heechul sedikit kesal karena dia tidak terpilih. “Tapi sebentar lagi dia akan segera menikah dengan Taeyeon.”sambungnya asal membuat member lain yang berada di belakang mereka langsung tertawa terbahak-bahak.

Ekspresi wajah Sooyoung seketika berubah masam, “Yah, aku tau. Semoga pernikahan kalian bahagia.”ketusnya berubah dingin.

“Annyeonghaseo.” Tak lama yang sedang di bicarakan datang, Taeyeon muncul bersama Seohyun setelah diminta Donghae untuk datang. Kedua wanita itu membungkukkan tubuhnya pada Sooyoung.

Mau apa mereka kesini? batin Sooyoung semakin kesal.

“Taeyeonnie, Seohyunnie, perkenalkan dia adalah kakak sepupu Yoona.” Leeteuk memperkenalkan Sooyoung.

“Oh, annyeonghaseo, aku Taeyeon dan ini Seohyun. Senang bertemu denganmu.”

Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum seadanya. Sejak dulu, dia memang tidak menyukai SNSD karena dianggap selalu mendekati grup idolanya. Wanita-wanita yang sebenarnya tak jauh lebih cantik darinya.

“Oppa, dimana Donghae oppa? Kenapa dia meminta kami kemari?”tanya Taeyeon bingung.

Leeteuk tersenyum, “Kau lihat saja nanti.”

“Oh, itu Sehunnie!”seru Jongin menunjuk kearah kanan. Sontak semuanya menoleh kearah telunjuk Jongin.

Sehun muncul bersama Donghae setelah beberapa saat ditunggu.

“Kau lama sekali.”decak Eunhyuk.

Donghae meringis lebar, “Maaf, ibunya susah sekali untuk di bujuk.”

Jongin mendekati Sehun dan berbisik padanya, “Sehunnie, ahjussi itu yang terlibat skandal dengan ibumu?”

Sehun mengangguk santai, “Iya.”

“Oh, tampan juga.”

“Oppa, sebenarnya kenapa oppa menyuruh kami untuk kemari? Apa yang akan oppa lakukan?” Seohyun masih penasaran.

“Sudahlah. Kalian hanya jadi saksi.”

“Saksi?”

Sooyoung terkekeh, “Bagaimana? Apa dia menyetujuinya?”

“Aku tidak tau.” Donghae menggeleng. “Dia tidak mengatakan apapun.”

Mereka menunggu selama beberapa saat sebelum akhirnya orang yang mereka tunggu-tunggu datang. Kaki jenjangnya melangkah mendekati tempat dimana mereka sudah menunggu. Donghae langsung berdiri dari duduknya, menyambut Yoona dengan senyum merekah. Namun, Donghae sama sekali tidak melihat bunga mawar yang di berikannya tadi di tangan Yoona.

“Kau datang?”sambut Donghae dengan jantung berdebar.

Yoona mengangguk, “Aku datang.”

Donghae seketika menjadi salah tingkah. Ia tidak tau apa yang harus ia katakan. Kedua tangannya menjadi dingin dan jantungnya terus saja berdegup seperti ingin melompat keluar.

Mereka hening untuk beberapa saat membuat yang lain yang sedang besembunyi menjadi kesal atas sikap Donghae. Mereka bisa kehabisan darah karena digigiti nyamuk disini.

“Ya, Lee Donghae! Cepat nyatakan!” Leeteuk keluar dari tempat persembunyiannya.

“Kau lama sekali! Kami sudah di gigiti nyamuk!”protes Eunhyuk.

Yoona lantas terkejut melihat member Super Junior, Taeyeon, Seohyun bahkan kakak sepupunya ternyata ada di sana. Matanya membulat lebar.

“Maaf, aku minta mereka datang untuk menyemangatiku.” Donghae menggaruk belakang kepalanya kikuk.

“Yoona, aku menyetujui kalian!”seru Sooyoung.

“Terima saja dia! Dia tidak bisa konsentrasi karena dirimu!”sahut Eunhyuk.

“Unnie, aku menyetujui unnie dengan Donghae oppa!” Seohyun juga tak mau kalah meberikan restunya.

“Yoona, Donghae oppa adalah pria yang baik!” ucap Taeyeon.

Yoona tertegun sesaat melihat itu. Ia tersentuh.

“Mereka adalah saksi jika ucapanku tidak main-main. Aku sungguh-sungguh dengan perasaanku padamu. Bagaimana? Cepat berikan aku jawaban karena aku sudah tidak bisa menunggu lagi.” ucap Donghae mengacak rambutnya gelisah.

Yoona menoleh, mencari anaknya yang sedang berdiri bersama Jongin. “Sehunnie, bagaimana?” ia bertanya pada anaknya itu.

Sehun tersenyum, “Apa oema bahagia?” ia balas bertanya. “Aku akan mendukung apapun yang membuat oema bahagia.”

Yoona menundukkan kepalanya. Ia harap ia tidak salah kali ini. Ia harap ia mengambil keputusan yang tepat. Ia harap, kali ini dia akan bahagia.

Wanita itu perlahan menggerakkan tangannya, mengeluarkan sesuatu dari balik cardigannya. Mengeluarkan setangkai bunga mawar merah dari sana.

“Aku mau.”

TBC

73 thoughts on “Crazy Without You Part 18

  1. Lee nana berkata:

    Akhrinya Yoonhae jadiannn arghhhhhh senang bgtttt
    Tpi ko udh TBC aja sih thor x_x 😢
    Semoga aja fans nya donghae ngak brutal ke yoonanyaa
    Next chapternya mrka bkl jln” di jepang ahh psti sweet bgt tuu
    Nextnya jgn lma” ya thor

  2. youni berkata:

    akhirnya usaha donghae gak sia2 untuk menyakinkan yoona klau dia serius,
    tinggal nunggu moment mereka berdua setelah bersama moga aja bisa sampai menikah…

  3. elyyoonaddictpyro85 berkata:

    Yesssss…akhirnyaaaaa…yoong nerima hae…..apalagi sehun juga sangat bahagia tinggal siwon dan fany jangan sampek siwon lagi jadi penghalang hubungan mereka iarkan yoona meraih kebahagiaannya kalau dia memang peduli pada yoona dan sehun harusnya dia mengutamakan kebahagiaan yoona dan sehun meskipun kebahagiaan itu bukan lah dia yang memberikannya dan harusnya dia juga nencari kebahagiaannya sendiri bersama fany wanita yang juga dia sakiti…….

  4. ina gomez berkata:

    Kyaaaa ahirnya yoonhae jadian.sng lhtnya..mn smuanya ngerestuin hbungan mreka lg.
    sehun ngegemesin bgt si n dewasa bgt dia bkln bhgia lox yoona eonni jg bhgia.
    ngakak pas lht soo sng ktmu super junior ma mreka saksi pd gak sbr lht yoonhae cm diem2an ja gr2 pd grogi hehe…ditunggu nextnya min

  5. Tya berkata:

    Waa, awalnya donghae polos amat, smpe sepolos itu mau nyatain perasaan ke yoona
    Tp untungla dy akhirnya berani ungkapin perasaan ke yoona, dan untungnya diterima dan didukung oleh org” trdekat mereka

    Penasaran liat kelanjutan hubungan mereka, smg kedepannya hubungan mereka berjalan lancar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s