Sweet Moment Kim’s Family “Morning in Kim’s Family”

Merry Art&Design

Title : Sweet Moment Kim’s Family “Morning in Kim’s Family”

Author : Yanita Cho

Cast :

Kim Jongin as him self

Choi —Kim— Naraa as Jongin wife

Cho –Kim— Haerin as JongRaa child

Length : Oneshoot

Genre : Family, Comedy

Rating : PG-15

Cover by Merry Art&Design

[a/n] : ini oneshoot dadakan yang saya buat dan sudah pernah saya publish di akun sosmed saya J jdi kalau ada yang merasa pernah baca ini cerita silahkan liat di nama Authornya J

Happy Reading

*****

Kring…….

Jam weker diatas nakas didalam sebuah kamar dengan nuansa soft pink meraung keras membuat sesuatu dibalik selimut yang—juga—berwarna soft pink itu bergerak pelan. Selimut lembut itu perlahan tersibak dan menunjukkan wajah polos yang ditutupinya sedari tadi.

Seorang gadis kecil yang tengah mengerjapkan mata bulatnya imut. Ia memandang kamarnya dan tak lama senyuman lebar tersungging dibibirnya hingga matanya membentuk bulan sabit. Melempar selimutnya sembarangan, kaki kecil gadis itu perlahan turun dari ranjang dan melangkah menuju pintu kamarnya menuju kamar kedua orangtuanya.

Sementara itu didalam sebuah kamar yang didominasi oleh warna putih, dua orang manusia berbeda gender masih terlelap dalam mimpi mereka masing-masing. Lengan kokoh sang pria melingkar posesif pada pinggang ramping sang wanita. Tubuh mungil wanita itu meringkuk nyaman dalam dekapan sang pria. Ketukan pintu tak menganggu kenyaman yang mereka rasakan.

Merasa tak ada jawaban, sang pengetuk pintu yang tak lain adalah gadis kecil tadi akhirnya memutar knop pintu dan memandang tajam kedua manusia yang masih meringkuk itu. Kaki kecilnya berjalan kearah sang wanita lalu menepuk pundak wanita itu pelan.

“eomma ! ireonaseyo~” ucap gadis kecil itu. Wanita tadi menggeliat pelan lalu melepaskan pelukan sang pria. Matanya mengerjap pelan lalu matanya mengarah pada gadis kecil tadi yang kini bersedekap dada dengan bibir merengut kesal. Tersenyum tipis, wanita tadi bangkit dari tidurnya lalu menggendong gadi itu untuk duduk dipangkuannya.

“sudah bagun heum ?”

“tentu ! lihat aku sudah ada disini sekarang.” Ketus gadis itu.

“aigoo~ pagi-pagi sudah marah heum ? kenapa sayang ?” tanya wanita pelan.

“eomma dan appa menyebalkan ! ini sudah hampir jam 7 pagi !” protes gadis itu kesal. Wanita itu mengernyit bingung. Tak lama ia mengerti maksud putri kecilnya ini, tapi ia ingin sedikit menjahili putrinya ini.

“lalu ?” tanyanya polos.

“LALU ?!” gadis itu bertanya histeris membuat wanita itu tertawa. Wajah gadi itu sudah merengut kesal.

“arraseo,eomma ingat sayang. Ayo, bangunkan appa lalu mandi dan turun sarapan. Eomma akan menyipakan sarapan dulu.”

Wajah gadi itu seketika berubaj cerah. Ia memeluk leher eommanya erat lalu mengecup pipi wanita itu sayang.

“selamat pagi Naraa eomma yang cantik, aku mencintaimu.”

“aigoo~ manisnya putriku. Cha~ bangunkan appa dulu ne.”

Gadis kecil itu beringsut turun menuju sesosok pria yang masih terlelap dalam tidurnya. Ia menatap polos wajah appanya yang tertidur membuat wanita yang dipanggil Naraa tadi tersenyum kecil. Ia meraih ikat rambutnya lalu menggelung rambutnya keatas.

“ukh menjijikan ! eomma ! lihat appa masih ngiler (?)” gadis itu mengernyit jijik saat melihat lelehan saliva disudut bibir appanya. Wanita itu tertawa pelan dan semakin kencang saat melihat putri kecilnya itu mengusap lelehan saliva appanya dengan tisu yang digunakan pria itu semalam untuk membersihkan hidungnya.

“cepat bangunkan appa,eomma tunggu dibawah.”

Setelah wanita itu turun, gadis tadi mulai membangunkan appanya yang sangat bebal saat dibangunkan dari tidurnya itu.

“appa, ireonaseyo~” gadis itu menggoyangkan badan appanya kencang. Pria itu hanya melenguh lalu sedikit bergerak untuk menyamankan tidurnya.

“appa ! ireona !!”

“eungghhh ! 5 menit.”

Pria itu kini tidur terlentang membuat gadis tadi tersenyum miring. Oh— cepatlah bangun tuan pemalas sebelum—

“AKH ! astaga Kim Haerin apa yang kau lakukan ? astaga !”

—putri kecilmu bertindak anarkis dengan menduduki tubuhmu serta memencet hidungmu. Oh~ hidung yang malang.

“membangunkan appa.”

“aisshh !” pria itu menarik paksa tangan mungil putrinya dari hidungnya.

“astaga hidungku. Lihat, apa yang kau lakukan pada hidung mancung appamu Kim !”

“eii ! hidung appa memang tidak mancung bukan ?” ucap gadis itu polos.

“astaga anak ini, kemari kau gadis kecil yang nakal.” Pria itu membawa putrinya dalam dekapannya lalu mulai menggelitiki anak itu hingga tubuh mungil putrinya menggeliat tak karuan.

“hahaha…appa su..haha..dah…eomma !!”

“hei ! jangan memanggil eomma, kau curang. Yang curang harus diberi hukuman, terima ini nona muda Kim.”

“kyaaaaa !! appa ! geli ! sudah, sudah, appa ! hahhahaha”

“KIM JONGIN BERHENTI MENGGANGGU ANAKMU !!”

“ups, ratu bulan mengamuk.” Bisik Jongin pada putrinya.

“lalu kita harus apa ? apakah ratu bulan sangat galak ?” Haerin—gadis kecil tadi— bertanya pada Jongin.

“tentu, apalagi kalau putri bulan yang cantik ini belum mandi. Ayo, mandi. Kau bisa mandi sendiri atau ingin mandi bersama ayah ?”

“shireo ! aku mau mandi sendiri ! nanti kalau mandi bersama appa, appa menari dan bernyanyi tidak jelas seperti minggu kemarin.” Gerutu Haerin.

“hei ! karena itu semua eommamu bisa terjerat oleh appa lalu menikah dengan appa dan melahirkan anak secantik dirimu tau. Yah walau kemarin ada sedikit insiden” Ucap Jongin gemas. Dan, tunggu ! sedikit insiden ? yah, jika yang kau maksud sedikit itu terjatuh dikamar mandi gara-gara busa yang banyak dan berakhir keluar kamar mandi dengan jidat yang benjol dan kedua tangan memegang pinggang. Yeah, itu sedikit menurut Kim Jongin

“benarkah ? kalau begitu kasihan eomma. Huh, jadi benar kata Sehun ahjussi.”

“Sehun ahjussi ? memang ia berkata apa ?”

“Sehun ahjussi bilang, mata eomma sedang tertutup saat memilih appa.”

“ne ? aisshh awas albino cadel itu !” gumam Jongin kesal.

“hei kalian berdua ! sampai kapan akan terus disana ? ayo turun sarapan !” Naraa muncul dengan senyumnya.

“eomma ! jangan dekat-dekat ! appa masih bau, lihat ini masih berbekas !” Haerin menunjuk heboh kearah sudut bibir Jongin. Jongin dengan cepat mengusap sudut bibirnya lalu tersenyum aneh.

“menjijikan Kim ! cepat basuh muka dan sikat gigi kalian dikamar mandi. 10 menit lagi kalian tidak turun awas saja !” ancam Naraa.

“stt, appa. Ratu bulan mengamuk lagi.” Bisik Haerin. Jongin mengangguk lalu menggendong Haerin.

“Kapten Kim, Ratu bulan mengamuk. Persiapan untu penerbangan darurat.”

“penerbangan darurat siap.” Haerin berteriak semangat. Jongin memindahkan tubuh mungil Haerin menuju pundaknya lalu berlari menuju kamar mandi. Naraa menggelengkan kepalanya heran. Wanita itu kembali meninggalkan kamar setelah merapikan kamar itu. Tak berapa lama, Haerin dan Jongin menyusul Naraa dimeja makan.

“selamat pagi sayang” sapa Jongin. Naraa mencibir.

“sangat terlambat untuk mengucapkan selamat pagi Jongin.” Jongin hanya menunjukkan cengiran anehnya.

“eomma, aku tidak suka susu vanila, aku mau stroberi !” protes Haerin.

“baiklah, nanti kita berbelanja. Setelah sarapan lalu naik kekamar dan bersiap-siap, mengerti nona muda ?”

“mengerti !”

“pintar !” Naraa mengacak rambut anaknya gemas. Lalu mengalihkan pandangannya pada Jongin yang telah larut dalam ponselnya.

“simpan itu sejenak Tuan Kim, kau sudah bekerja dari senin hingga sabtu.sekarang hari minggu dan jika kau ingat kau punya janji dengan putri cantikmu itu untuk menemaninya berbelanja kebutuhan sekolahnya minggu depan.” Tegur Naraa. Jongin meletakkan ponselnya dimeja lalu tersenyum kearah Naraa lalu mengalihkan pandangannya pada Haerin yang tengah sibuk menyantap serealnya.

“aku ingat sayang. Tidak ada yang lebih penting dari kalian. Dan alasan kenapa aku memegang ponsel barusan adalah untuk memastikan tiket liburan kita aman. Dan rencana hari ini tentu jadi, kau juga akan membelikan Haerin susu stroberi bukan ?” Jongin berkata lembut lengkap dengan senyumannya yang menenangkan.

Lagi ! Naraa mengerang dalam hati. Bagaimana bisa ada seorang pria seperti Jongin didunia ini ?! Lihat, walaupun ia terlihat serius dan tidak memperhatikan keadaan sekitarnya, sebenarnya ia adalah orang yang sangat peka. Terlebih kepada 2 malaikat tercintanya. Ia selalu mendengarkan setiap perkataan Haerin dan Naraa dengan baik dan berusaha memenuhi semua itu. Cepat katakan pada Naraa bagaimana ia bisa berpaling dari sosok sempurna pria dihadapannya !

“eomma, appa ! kita jadi pergi kan ?” Haerin bertanya semangat. Jongin mendekatkan wajahnya pada putri kecilnya.

“tentu, bukankah minggu depan nona muda Kim ini akan bersekolah untuk yang pertama kalinya ? jadi, kita harus menyiapkan semuanya !” ujar Jongin.

“whoaa~ appa daebak !” jerit Haerin girang.

Naraa tersenyum melihat kedua malaikatnya berinteraksi dengan hangat. Ia berharap semoga kehangatan keluarga kecilnya bisa bertahan untuk seterusnya. Bias matahari pagi menyilaukan matanya membuatnya kembali tersenyum. Setidaknya, matahari melihat atau mungkin dapat merasakan hangatnya padi di rumah keluarga Kim ini.

__________________________________

END

or

TBC ?

2 thoughts on “Sweet Moment Kim’s Family “Morning in Kim’s Family”

  1. Hanna berkata:

    TBC pliiiisss…
    kluarga mereka harmonis bangeet.. jongin ama anak2 nya keliatan sayang banget.. jd ngebayangin gmn ntar dia punya anak kayak gtu..😀
    ini lanjut y thor..bikin sequel gtu..🙂
    d tggu.. fighting!!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s