RETALIATION Part 4

mail.google.com

Author : NANANA

Tittle : Retaliation

Genre : friendship, brothership, family

Tag : all member EXO

Rating : G

Length : chapter

Happy reading ^_^

“Kami pulang duluan ya?”

“baiklah, Kyungsoo. Aku masih ingin menunggu Kai sampai selesai bekerja”

“oke, sampai berjumpa lagi di sekolah”

—___—

“ya, Kai-yah, irona, irona, Kai-yah. Aku masih ingin mengobrol denganmu”

“diam atau aku akan pulang sekarang juga”

“cih, memangnya kau mau pulang pakai apa? Ucap Sehun mengejek

“lebih baik tidur sekarang juga. Bukankah besok kita harus sekolah?”

“aku kan masih ingin mengobrol, aku belum terlalu mengantuk”

“simpan saja obrolan tak bergunamu itu”

“lagian kau bekerja dan pulang terlalu malam, itu membuatmu lelah, kenapa tidak ambil sip siang saja?”

“itu artinya aku harus mengorbankan sekolahku, paboya”

—___—

Kyungsoo hanya bisa mengelus dada melihat Chanyeol yang merengek-rengek ingin tidur di rumahnya, dan Chanyeol juga tidak mau tidur di kamar tamu, ia ingin tidur di kamar Kyungsoo, membuat Kyungsoo malam ini harus satu ranjang dengan Baekhyun dan Chanyeol. Bisa dibayangkan betapa sempitnya tempatnya untuk tidur

“Baekhyun malam ini waktunya kau menjawab semua pertanyaanku”

“besok sajalah, aku mengantuk”

“ya, kau tidak boleh mengantuk secepat itu”

“ini sudah malam Chanyeol, kau juga tahu kan, besok adalah hari pertamaku sekolah. Aku harus menyiapkan mentalku dengan baik”

“Baekhyun benar hyung, lebih baik kalian tidur sekarang”

“lalu kau sendiri mau apa?”

“aku akan menyelesaikan tugas wawancara tadi, aku harus mengetik ulang semuanya di komputer”

“kalau begitu aku akan menemanimu”

“kau yakin kuat, apa matamu bisa bertahan?”

“pasti” ucap Chanyeol mantap

Chanyeol akhirnya menemani Kyungsoo mengerjakan tugasnya, sedangkan Baekhyun memilih untuk tidur

“seharusnya mereka membantumu”

“ini memang tugasku hyung, Kai dan Sehun juga sudah dapat bagian mereka masing-masing”

“aku tidak tahu jika si Kai itu bekerja disana”

“Sehun bilang orang tuanya sudah meninggal, tadinya orang tuanya kaya, tapi harta mereka habis karena appanya bangkrut, aku juga tidak tahu kenapa. Tak lama setelah itu appa Kai menjadi korban tabrak lari, penabrak sudah ditangkap dan setelah diperiksa ternyata ia mengalami gangguan jiwa. Eomma nya keracunan makanan yang dibuatnya sendiri. Polisi bilang eommanya melakukan percobaan bunuh diri. Tapi, Kai tidak percaya itu dan menganggap ada seseorang yang meracuni eommanya”

“jinjaaaa, ternyata hidupnya menyedihkan sekali, kukira di dunia ini hidupkulah yang paling menyedihkan”

“Kai anak tunggal sehingga ia hanya seorang diri. Tapi, keluarga Sehun telah mengenalnya lama, jadi Kai mendapatkan keluarga baru kembali”

“aku belum kehilangan keluarga sepenuhnya, tapi merasa sudah kehilangan sepenuhnya”

“apa kau tidak pernah menghubungi eomma mu lagi, atau hyungmu?”

“aku rindu mereka Kyungsoo, tapi nomor mereka tak bisa dihubungi. Andai saja sewaktu mereka bercerai aku ikut bersama eomma ke Swiss, tapi aku malah tinggal di Seoul. Dan eomma juga mengajak Kris hyung bersamanya” tangis Chanyeol pecah setelah meyelesaikan kalimat terakhirnya.

Chanyeol sudah sangat lama ingin bertemu eomma dan hyungnya. Tapi, entah mengapa seperti ada tembok pembatas yang selalu menghalang-halanginya. Tembok pembatas itu adalah…………. appanya sendiri. Ya, appa Chanyeol selalu berusaha keras agar Chanyeol tidak pernah bertemu dengan eomma nya lagi, membuat Chanyeol menganggap appanya sangat egois.

“sudahlah, hyung. Jangan menangis. Aku juga tahu perasaan mu. Bukankah orang tuaku juga bercerai, bahkan saat aku masih sangat kecil dan belum tahu apapun? Dan yang lebih parah lagi, aku tidak pernah bertemu eomma sekalipun, aku juga tidak tahu ia tinggal dimana sekarang”

“tapi setidaknya appamu sangat menyayangimu Kyungsoo. Sesibuk apapun dia, ia selalu meluangkan setidaknya sedikit waktunya untukmu”

“kumohon jangan menangis hyung, aku ini juga keluargamu, dan aku juga sangat menyayangimu. Kumohon jangan pernah mengangis lagi”

“aku adalah orang bodoh, aku adalah seorang idiot Kyungsoo, iyakan?”

“tidak hyung, kau tetap dan akan selalu menjadi hyung terbaikku”

“gomawo Kyungsoo”

“lebih baik sekarang kau tidur. Tugasku juga sudah hampir selesai”

“hmmm”

Chanyeol segera bergegas ke tempat tidur dan mulai menelentangkan tubuhnya di samping tubuh mungil Baekhyun yang sudah lebih dulu terlelap

—___—

“Kai-yah, ini gawat sekali, sungguh gawat” ucap Sehun pada Kai yang masih memakai sepatunya

“ada apa, Sehun-ah?”

“mobilku, tidak bisa dinyalakan. Sepertinya mogok”

“MWOOOOO?????????

“aku juga tidak tau kenapa. Tapi, setelah aku mengingat-ingat kembali, ternyata aku belum menyervis mobilku”

“yaaaaaaaa, kau ini bagaimana?????. Apa kau tidak tahu waktu saat ini pas pasan sekali jika kita harus naik bis. Aku yakin kita akan telat. Ini semua gara-gara kau” ucap Kai berteriak kencang

“daripada mengoceh terus, lebih baik sekarang kita bergegas ke halte bis”

—___—

“mana bisnya, kenapa tidak datang datang sih” rutuk Kai

“sebentar lagi, aku yakin sebentar lagi pasti datang. Datanglah, datanglah, datanglah. Kumohon”

Kyungsoo mengendarai mobilnya dan melihat dua orang namja yang sedang mennggu bis di halte. Ia pun menepikan mobilnya dan membuka kaca mobilnya. Kemudian menyapa kedua namja itu.

“naiklah, Kai, Sehun”

“ah, Kyungsoo. Terima kasih karena kau datang tepat waktu” ungkap Sehun senang

Sehun dan Kai segera menaiki mobil Kyungsoo. Mereka duduk di bangku tengah. Ada Chanyeol di dalam. Sehun duduk di samping Chanyeol kemudian disusul Kai. Sedangkan Baekhyun duduk di kursi depan

“kau tahu Kyungsoo??? Kau seperti malaikat” Sehun terus megoceh sepanjang perjalanan

“mobilnya mogok, dan itu membuat kami hampir telat” Kai berbicara sembari menunjuk wajah Sehun

“yayyayaya, jangan salahkan aku. Aku juga kan tidak tahu”

“kalian bisa diam tidak sih?” Chanyeol yang dari tadi hanya diam kini bersuara

“tumben menyuruh kami diam, ehhh, matamu kenapa bengkak seperti itu? Kau habis digigit serangga ya?” Kai berbicara dengan tenang dan datar seperti tidak mempunyai dosa

“ya, kau ini banyak tanya sekali. Kumohon diam atau lebih baik kau turun dari mobil ini”

“memangnya siapa kau, Chanyeol. Bukankah Kyungsoo yang punya mobil?”

Lihatlah dirinya, ia seperti tidak memiliki beban apapun dalam hidupnya. Ia bahkan bekerja untuk menghidupi dirinya. Apakah aku bisa menjadi sekuat dirinya jika berada di posisi yang sama seperti dirinya….

“hei, kenapa kau melihatku dengan tatapan seperti itu. Kau tahu, itu menjijikkan” Kai mengalihkan wajahnya pada jendela mobil

“Chanyeol-ah, jadi kau diam-diam menyukai Kai ya?” Baekhyun kini mulai membuka suaranya

“itu tidak akan mungkin pernah terjadi Baekhyun”

Aku tahu mengapa kau melihat Kai dengan tatapan seperti itu hyung. Aku tahu apa yang ada di pikiranmu….

Setelah beberapa menit mengemudi, mobil Kyungsoo tiba di sekolah, ia pun segera memarkirkan mobilnya itu

“aku harus ke kantor guru terlebih dahulu” Baekhyun bersuara sebelum akhirnya berlari menuju kantor guru

“kami juga akan ke kelas. Sampai jumpa Chanyeol hyung”

“aku duluan”

“hei, kenapa kalian meninggalkan aku”

Kai segera bergegas mengejar langkah kaki Sehun dan Kyungsoo yang semakin menjauh. Namun, hal itu tidak bisa dilakukannya lantaran Chanyeol yang menahan lengannya

“ada sesuatu yang harus kubicarakan denganmu”

“apa sihhh, kau ini gila ya?”

“tunggu aku di tribun sekolah nanti”

Chanyeol segera berlalu menuju kelasnya sebelum ia sempat mendengar Kai berbicara panjang lebar lagi

“dia itu kenapa? Sikapnya mendadak jadi sangat dingin”

—___—

Kelas begitu hening. Semua mata tertuju ke arah depan. Tidak ada sedikitpun yang dapat berbicara, sekedar melirik ke sebelah saja tidak bisa. Guru yang mengajar saat ini benar-benar galak keluar batas. Baekhyun sudah berada di kelas itu, dan sepertinya ia belum terbiasa dengan suasana seperti ini

“kerjakan 10 soal ini dalam waktu sepuluh menit. Atau kalian tidak akan mendapat nilai sama sekali”

“sonsengnim, kau tidak bisa seperti itu. Waktunya terlalu singkat” Sehun berbicara mewakili teman sekelasnya

“baiklah kalau begitu 5 menit”

“hahhhhhhhh, tapi sonseng…..”

“kalau begitu…..”

Kyungsoo sontak langsung berbicara sebelum sonsengnim itu melanjutkan ucapannya

“baiklah sonsengnim. 5 menit. Kami akan menyelesaikannya dalam 5 menit”

Seluruh murid yang ada di kelas itu sontak mengerjakan soal-soal tersebut. Mereka menunjukkan berbagai ekspresi mulai dari cuek, tenang, sampai ketakutan.

“kumpulkan sekarang latihan itu di mejaku”

Murid murid langsung terkejut dan segara mengumpulkan tugas itu dengan cepat. Padahal, mungkin tidak ada satupun dari mereka yang sudah selesai mengerjakan latihan tersebut

“kyungsoo, bagaimana ini, bagaimana jika aku mendapat nilai yang rendah?” Baekhyun tampak sangat khawatir

“sudahlah Baekhyun. Kurasa satu kelas juga akan mendapat nilai yang rendah”

“yang dibicrakan kyungsoo itu benar” Chen tiba-tiba saja menghampiri meja kyungsoo dan baekhyun ikut dalam perbincangan itu

“nilai rendah itu sudah biasa Baekhyun. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan” Sehun memberikan senyum terbaiknya

“baiklah, aku percaya pada kalian yang sudah lebih dulu bersekolah disini”

—___—

“kajja, kai kita pulang. Kyungsoo mau memberikan tumpangan gratis lagi” Sehun merangkul pundak kai

“ayo….. eh aku ada urusan. Kau pulang saja duluan”

“urusan apa, kalau begitu aku ikut”

“tidak, kau tidak usah ikut”

“aku kan akan selalu menemanimu”

“dengarkan kata kataku atau jangan harap aku akan menginap di rumahmu lagi”

“ah baiklah kalau begitu”

—___—

“kau mengajakku ke sungai han?”

“bukankah tempat ini sangat indah?” Chanyeol balik bertanya

“sebenarnya untuk apa kau mengajakku ke tempat ini, dan kau tahu, sikapmu jadi sangat aneh hari ini”

“aku ingin minta maaf, maaf, maafkan aku”

“maaf untuk apa, bukannya kita sudah bermaafan ya?”

“apa kau selalu sekuat itu, bagaimana, bagaimana rasanya kehilangan keluarga. Kumohon beritahu aku”

“ke…..na…..pa kau tahu tentang hal itu?”

“aku tidak pernah tahu jika ada orang lain yang hidupnya lebih menyedihkan dariku, kukira hidupkulah yang paling menyedihkan di dunia ini”

“hei, kau ini sebenarnya kenapa?”

“appa adan eomma becerai. Hal itu membuatku harus berpisah dengan eomma dan kris hyung. Hidupku tidak pernah seperti dulu lagi. Aku sudah seperti kehilangan keluarga sepenuhnya. Bahkan, aku hanya menganggap bahwa Kyungsoo lah satu-satunya keluargaku. Tapi, melihat dirimu, kau bahkan seperti tidak punya beban, kau sangat kuat menjalani hidupmu. Padahal, jika dipikir, tidak ada lagi kemungkinan untukmu bertemu kedua orang tuamu lagi di dunia ini” perlahan-lahan air mata Chanyeol mulai menetes

“aku tidak kuat. Kau salah. Aku tidak sekuat itu. Aku mungkin bisa bertahan di hidup ini karena aku masih harus melanjutkan hidup dan menyelesaikan semuanya”

“semuanya?”

“kau tidak perlu tahu itu, tapi percayalah, hidupmu masih sangat beruntung. Jangan salahkan hidupmu yang mendapatkan takdir seperti itu. Salahkan dirimu yang terus menerus meratapi nasib”

“kau bisa berkata seperti itu, aku tidak menyangka ini kau” kali ini Chanyeol memberikan sedikit senyum tipisnya

“ah, sudahlah. Aku tidak suka seorang namja yang menangis. Bukankah kita teman? Aku pasti akan selalu ada untuk seorang teman. Oh ya, kau tunggu disini sebentar. Aku akan membelikan kopi untukmu”

“uangku sudah habis. Kau yang bayar ya?”

“tenang saja”

—___—

SWISS

“eomma, buatkan aku secangkir kopi hangat ya?” pinta kris

“ah, anakku sudah pulang. Bagaimana kuliahmu hari ini? Menyenangkan?”

“biasa saja eomma”

Eomma kris dengan sigap membuatkan anaknya secangkir kopi. Kopi adalah minuman yang sangat disukai Kris

“ini diaaaaaaa, kopi spesial untuk anak eomma yang sangat spesialllll”

“gomawo, eomma”

“bagaimana rasanya?”

“bukankah eomma sudah tahu, rasa kopi tidak akan nikmat jika kita meminumnya sendiri”

“kau merindukan Chanyeol lagi?”

“every time, aku sangat ingin bertemu dengannya. Aku sudah sangat lama tidak minum kopi dengan rasa yang enak”

“eomma tahu, kau tahu sendiri kan bagaimana appamu menjaga agar Chanyeol tidak bertemu dengan kita lagi?”

“tapi aku yakin suatu saat nanti usaha appa tidaklah akan berhasil. Kita pasti bisa bertemu Chanyeol”

“pegang janjimu itu”

“pasti, eomma”

TING TONG

Bel rumah Kris berbunyi menandakan jika ada orang yang datang. Ia pun segera membukakan pintu untuk orang yang bertamu ke rumahnya itu

“ahhhhh, omoni. Kau datang kesini?”

“apa kau lupa jika hari ini adalah acara makan bersama kita?”

“ah, omoni benar. Silakan masuk omoni”

“kau tidak mempersilakanku masuk?”

“bukannya kau sudah lebih terbiasa ke rumah ini. Bahkan kau bisa masuk dan keluar sesuka hatimu”

“hmmm, itu benar”

“oh ya, ngomong-ngomong dimana adik kesayanganmu itu?”

“dia masih ada di sekolahnya. Ia bilang masih ada yang harus diurus”

“oh, begitu. Sayang sekali ia tidak bisa ikut makan bersama kita”

“suho, kris. Cepat kemari. Kajja, kita makan”

“baik, eomma”

“ne, omoni”

Kris dan suho bergegas menuju meja makan untuk memulai acara makan bersamanya

“pantas eomma masak banyak sekali”

“tentu Kris, bukankah kita akan makan bersama. Oh ya, tiba tiba aku teringat sesuatu. Dimana anakmu yang satu lagi  itu, padahal aku sudah membuatkan makanan kesukaannya”

“dia masih ada urusan di sekolah” ucap eomma suho

“omoni bahkan tidak pernah membuatkan makanan kesukaan ku”

“aisshhhh, memangnya kau mau apa?, akan kubuatkan semuanya untukmu” ucapnya sambil mengelus kepala suho pelan

“sudahlah, eomma. Tidak usah terlalu memikirkan Suho”

“yaaaaaa, Kris kau ini”

“selamat makan” ucap Kris mendahului yang lain

—___—

“ah, kedai kopi ini benar-benar ramai, dan aku harus mengantri untuk mendapatkan pesanan kopi. Benar-benar membosankan”

Kai terus mengantri sembari menunggu hingga gilirannya tiba. Namun, tiba-tiba seseorang yang mengantri di belakangnya dengan sigap membalikkan badannya agar mengarah padanya

“kai, sudah kuduga itu kau”

“xiumin hyung”

Xiumin mengajak Kai untuk untuk keluar dari barisan antrian

“padahal sedikit lagi giliranku untuk memesan kopi”

“tidak usah sedih. Aku bisa memesankannya untukmu nanti”

“untuk apa menyapaku? ingin memberi selamat atas kepergian orang tuaku, kau tahu, kau sudah kuaanggap seperti kakakku sendiri. Tapi, kau kini malah bekerja dengan orang laknat itu. Kau telah mengorbankan kepercayaan appaku padamu. Kau sekarang juga sama dengan orang laknat itu”

“kai, sepertinya kau salah paham”

“tidak, tidak ada salah paham disini. Semuanya benar. Yang ada disini hanyalah penghianatan”

“kai…”

“sudahlah, aku ingin memesan kopi, antriannya sudah habis”

Kai segera memesan dua kopi. Rasa americano untuknya dan cappucino untuk Chanyeol. Setelah selesai ia langsung membayar dua kopi itu di kasir. Lalu, ia segera bergegas untuk pergi karena ia tahu Xiumin pasti masih ingin bicara dengannya

“kai, tunggu”

Xiumin tampak menahan lengan Kai agar namja itu tidak pergi

“lepaskan aku”

“aku tidak akan melepaskanmu sebelum selesai menceritakan semuanya”

Kai melepaskan cekalan tangan Xiumin dengan kasar. Saat ini, ia benar-benar muak melihat wajah itu

“kai”

“temanku sudah menungguku” lalu ia pun segera pergi ke tempat Chanyeol menunggu

Xiumin menatap langkah kaki kai yang mulai menjauh sampai langkah kaki itu berhenti di sebuah kursi. Ia memberikan satu dari dua kopi yang dibelinya pada laki laki yang duduk di kursi itu. Xiumin tampak memerhatikan teman Kai itu

“dia sepertinya bukan Sehun, tapiiiii………..”

Mata Xiumin kian membesar ketika namja yang duduk bersama Kai itu menoleh ke belakang dan memperlihatkan wajahnya. Ia menoleh ke belakang untuk melihat anak anak yang berlarian bahagia di jalan setapak. Xiumin belum bisa menetralisir rasa terkejutnya sampai akhirnya ia mampu mengeluarkan sedikit suaranya

“Chanyeol” gumamya

TBC

Iklan

2 thoughts on “RETALIATION Part 4

  1. wikapratiwi8wp berkata:

    Author NANANA hehehhe…nyanyi deh gue…wkwkwkwk *sorry
    Ciyee yang udah baikan hihi liat Chan ama Kai baikan keren ya…iya deh jangan musuhan lama-lama gak baik. Ooohh gitu ternyata ortunya Chan itu bercerai dan hyungnya Chan itu Kris? woaaa cocok sih hihihi. Oh Iya jadi apa hubunga Umin ama Chan dan keluarga Chan sama Keluarga Kyungsoo dan keluarga Kyungsoo sama Appa Chen..dan apa hubungannya juga sama Keluarga Kai?? hhmmm ribet banget yaaa…hehehe Sehunie…I just want to say…I love you hahaha…Sehun disini mulutnya gak berenti kalo gak tidur yakkk…wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s