Mind Part 9

MIND

Author            :           IRISH

Tittle              :           Mind

Main Cast      :           EXO Members, The Sun and The Moon

Genre              :           Fantasy, Life, Romance

Rate                :           PG-16

Lenght            :           Chapterred

Summary       :          “Aku menghabiskan hidupku di zaman ini, berharap kau suatu hari akan kembali, dan setelah dua ratus lima puluh tahun.. kau terbangun?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

THE MOON

Aku membuka mataku. Kepalaku masih terasa pening. Ahh. Bagaimana bisa Taeyang menembusku semalam?

Mollaseo Luna.. Aku juga tidak percaya kalau aku bisa menembusmu..

Aku diam. Apakah ini berbahaya? Taeyang bisa menembusku.. Ia.. Ia bisa saja menembusku lagi.. Dan melenyapkanku..

Kau bodoh? Tidak akan kulakukan hal itu. Aku.. Aku merasa kau saudaraku juga Luna.. Aku menyayangimu..

Dan tanpa bisa kubohongi, aku juga menyayangi Taeyang. Hidup dengan nya selama ini membuatku tidak ingin dipisahkan darinya.

Kita akan temukan jalan Luna..

Aku harap juga begitu..

“Luna? Kau bangun?”, tanya Baekhyun

“Ah, ya Baekhyun-ah..”, kataku pelan, dan aku berjengit kaget saat sadar kelima saudara Baekhyun juga ada diruangan tempat ku berada.

“Sst, tenanglah, mereka hanya akan meminta maaf..”, kata Baekhyun

“Kau Pemilik Tubuh? Atau Taeyang?”, tanya Suho

“Aku Luna. Taeyang ada dipikiranku,”, kataku pelan

“Kau benar-benar serius? Taeyang, adik kami, masih hidup?”, kata Sehun

“Kami hidup bersama,”, kataku tanpa berani memandang mereka.

“Lalu mengapa Taeyang tidak bicara seperti tadi malam?”, tanya Kai

“Aku juga tidak tau.. Tapi sekarang Ia ada dipikiranku lagi,”

Beberapa saat tercipta keheningan diruangan ini. Sampai salah satu Oppa Taeyang berdeham.

“Tidak bisakah Taeyang bicara lagi?”, kata Suho, aku mengenali suara lembutnya.

Taeyang? Bisakah?

“Akan kucoba..”, gumamku pelan menyahuti ucapan Suho, sementara aku memejamkan mataku.

Aku diam. Menunggu Taeyang mengambil kendali atas tubuhku.

Aku tidak tau bagaimana caranya..

Aku juga tidak tau. Cobalah dulu.

Ugh.. Aku tidak bisa Luna..

“Kami tidak bisa..”, kataku pelan

Kudengar helaan nafas disekitarku. Mereka menginginkan Taeyang. Bukan aku. Aku tau itu. Aku selalu tau.

“Kurasa hanya disaat-saat tertentu saja Taeyang bisa bicara hyung, selebihnya, Luna yang memegang kendali, tubuh itu tubuhnya.”, kata Baekhyun

“Setidaknya aku akan melakukan keinginan Taeyang. Ia tidak ingin aku menyakiti manusia ini.”, kata Sehun

Mereka membenciku. Itulah faktanya.

“Jangan kau coba membawa manusia lain ketempat kami.”, ancam Kai

Kurasa hanya Chanyeol dan Kyungsoo? Benarkah itu namanya? Kurasa hanya mereka yang tidak benar-benar menunjukkan sikap kasar mereka padaku. Satu persatu dari mereka berlima melangkah keluar kamar Baekhyun. Meninggalkan kami berdua. Dan perasaanku jadi lebih baik.

“Kau mau berjalan-jalan Luna?”, ajak Baekhyun

Jalan-jalan bukan ajakan buruk. Aku mengangguk. Baekhyun tersenyum senang.

“Bisakah kau tanyakan pada Taeyang, pakaian mana miliknya yang bisa kau pinjam?”, tanya Baekhyun

Dress biru dengan bunga mawar mungil dipinggirnya, kau akan cocok dengan pakaian itu.

“Taeyang bilang, dress biru dengan mawar mungil dipinggirnya, tapi.. sejujurnya, aku tidak begitu suka mengganggu barang milik Taeyang..”, ucapku

Baekhyun tersenyum, dan mengusap puncak kepalaku lembut sebelum Ia bicara lagi.

“Tidak perlu begitu, aku yakin Taeyang senang meminjamkan barangnya untukmu, iya kan Taeyang?”

Baekhyun.. Ia.. bicara pada kami berdua..

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Beberapa hari ini semuanya menjadi lebih baik. Setidaknya, tidak ada orang yang berusaha membunuhku. Belum, kurasa. Dan Baekhyun, Dia benar-benar menganggapku dan Taeyang ada.

Ia sering bicara pada kami berdua, mengerti maksudku? Ia meminta pendapat kami berdua, dan untuk pertama kalinya, aku merasa diperhatikan disini.

“Kurasa mereka harus dibiasakan denganmu.”, kata Baekhyun satu pagi

“Maksudnya?”, tanyaku bingung

“Luna, bisa ambilkan pakaian Taeyang yang kemarin kau pakai? Kurasa pakaian itu ada didapur sekarang.”, kata Baekhyun

“N-nae?”, aku benar-benar tidak percaya Baekhyun menyuruhku melewati kelima saudaranya yang ingin membunuhku itu.

“Kumohon..”, ucapnya sambil menunjukkan tatapan memelasnya nya yang berhasil meluluhkanku dalam hitungan detik.

“Arraseo..”, kataku sambil berdiri dan keluar dari kamarnya.

Langkahku terhenti saat Sehun lewat di depanku. Aku langsung menunduk, menyembunyikan diriku, jika bisa, aku ingin tak terlihat olehnya.

“Annyeong,”, ucapnya

Butuh beberapa detik bagiku untuk mempercayai ini.

Sehun oppa bicara padamu..

Aku tidak bisa percaya ini.

“N-nae, annyeong..”, kataku pelan

“Kau akan kemana?”, tanyanya, kaku, sangat kaku dan dipaksakan

“Oh, umm, ke dapur,”, kataku tanpa berani memandang wajahnya

“Mau kutemani?”, ucapnya sama kakunya, aku cukup yakin Ia merasa menyesal telah mengatakan hal itu, jadi aku menggeleng.

“Ah, aniyo, aku bisa sendiri,”, kataku sambil berjalan pelan menuju dapur, meninggalkan Sehun, karena aku takut Ia tiba-tiba saja kehilangan kebaikannya dan menyerangku.

Sesampainya didapur aku semakin terpaku saat Chanyeol dan Kyungsoo ada didapur. Aku sudah akan berbalik kalau saja keajaiban lain tidak terjadi.

“Luna? Sedang apa kau disini?”, tanya seseorang

Itu Kyungsoo oppa..

Baiklah. Kyungsoo bertanya padaku. Dia bertanya, dia bicara padaku.

Taeyang, dia bicara padaku.

Aku tau Luna.. Aku mendengarnya..

“A-Aku mau mengambil pakaian Taeyang..”, kataku pelan

“Yang ini?”, Ia berjalan ke bak pencucian, lalu menunjukkan dress putih yang beberapa hari lalu kupakai.

Aku mengangguk pelan.

Kyungsoo berjalan ke arahku membuatku segera menunduk dan beringsut menjauh, tapi kemudian Kyungsoo mengulurkan dress itu padaku.

“Ini adalah dress favoritnya,”, ucap Kyungsoo

“A-Ah.. Mian..”

Kudengar Ia tertawa pelan. Bukan tawa jahat sebenarnya, Ia seolah.. geli?

“Tidak perlu meminta maaf. Oh, kau sudah makan Luna?”, tanya Kyungsoo

Aku menegakkan wajahku perlahan, dan bisa kurasakan Chanyeol menatapku tajam, namja ini yang waktu itu menangkapku.

“Ya.”, jawabku

“Baguslah,”, Kyungsoo tersenyum, senyumnya terlihat tulus, seperti senyum yang sering Baekhyun berikan padaku.

Kurasa, jika aku bisa sedikit percaya diri, selain Baekhyun, Kyungsoo adalah orang kedua yang menerima keberadaanku disini, terbukti dengan cara Ia tersenyum tentunya. Dan karena Ia menyebut namaku.

Karena aku tak menemukan kebohongan dalam senyum dan tatapan itu.

“Apa Baekhyun bersamamu?”, tanya Chanyeol

“Ya, dia dikamar,”, jawabku pelan

Chanyeol melangkah ke arahku, lalu bediri disampingku

“Aku ikut ke kamar kalian.”, kata Chanyeol

“Umm, gomawo.. Kyungsoo-ssi..”, kataku sambil berbalik dan berjalan ke arah kamar Baekhyun.

Chanyeol berjalan dibelakangku, masih menjaga jarak denganku.

“Sejak Baekhyun terus bersamamu, kami tidak bisa bercanda lagi.”, kata Chanyeol tiba-tiba membuatku merasa bersalah.

“Mianhae..”, ucapku pelan

“Bisakah kau tinggalkan kami?”, tanya Chanyeol membuatku terpaku.

Chanyeol dengan terang-terangan memintaku meninggalkan keluarga kecilnya. Dadaku terasa sesak, ini menyakitkan.

Mianhae..

Tidak perlu minta maaf, sudah sewajarnya mereka menginginkan ini..

“Maksudku, bisa kau tinggalkan aku untuk bicara dengan Baekhyun?”, Chanyeol meralat kalimatnya

Walaupun dalam pendengaranku, Ia bukannya meralat kalimatnya, tapi berusaha membuatku mengira bahwa Ia meralat kalimatnya sementara aku tau Ia memang bermaksud bicara tentang hal itu padaku.

“Ah, tentu,”, kataku sambil berjalan ke sisi lain ruangan, sementara Chanyeol masuk ke kamar Baekhyun

Aku duduk bersimpuh dilantai, menyandarkan diriku ditembok. Lalu aku memandang halaman belakang rumah Taeyang

“Yeol oppa! Kemari! Aku berhasil mengerjai Baekhyun oppa!”, aku berteriak pada Yeol oppa

Dalam hitungan detik Yeol oppa ada dihalaman belakang, Ia langsung tertawa melihat Baekhyun oppa yang merengut karena aku berhasil mengerjainya.

“Hahahahaha, kau terlihat lucu Baekhyun-ah!”, kata Yeol oppa

“Aish! Terserah kalian!”, Baekhyun oppa berjalan meninggalkan kami

Aku tertawa pelan, lalu memeluk Baekhyun oppa dari belakang

“Mianhae oppa..”, ucapku manja

“Andwae. Tidak akan kumaafkan.”, kata Baekhyun oppa

“Eh? Jinjja? Baiklah.”, aku hendak melepaskan pelukanku saat Baekhyun oppa berbalik dan memeluk ku.

“Aish, aku bercanda, mana mungkin aku tidak memaafkan adik kesayanganku,”, kata Baekhyun oppa sambil mengacak-acak rambutku.

Baekhyun oppa tersenyum, memperlihatkan eyesmile nya yang sangat kusukai..

“Kau beruntung memiliki mereka Taeyang-ah..”, ucapku pelan

Ahh, maaf Luna, aku tidak bermaksud—

“Gwenchana, aku hanya merasa kau sangat beruntung memiliki keluarga seperti mereka, mianhae, karena terjebak dipikiranku, kau jadi tidak bisa menemui mereka..”

Aku tau. Aku tidak di inginkan disini.

Bukan begitu Luna..

“Semua orang membenciku..”, bisik ku pelan

Tidak. Baekhyun oppa tidak kan?

“Dan karena aku sekarang oppa-oppa mu tidak bisa bercanda lagi, ini tidak seharusnya terjadi..”

Mianhae Luna.. Jeongmal mianhae..

“Gwenchana.. Setidaknya disini hanya lima orang yang benar-benar ingin membunuhku..”, bisikku

Betapa menyedihkannya diriku. Dimanapun tempatku, ada orang-orang yang ingin membunuhku. Hah. Aku menunduk, menenggelamkan wajahku pada lututku, kenyataan bahwa aku benar-benar tidak di inginkan membuatku terpuruk.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

“Hyung,”, panggil Kai pelan saat melihat Luna duduk sendirian di balik sofa, membelakangi mereka.

“Wae?”, tanya Suho pelan

“Kau beruntung memiliki mereka Taeyang-ah..”, kata Luna pelan membuat Suho terdiam

“Gwenchana, aku hanya merasa kau sangat beruntung memiliki keluarga seperti mereka, mianhae, karena terjebak dipikiranku, kau jadi tidak bisa menemui mereka..”

“Taeyang benar-benar bersamanya..”, kata Kai

“Kasihan manusia itu.”, kata Suho pelan

“Semua orang membenciku..”, ucap Luna lebih pelan

“Dan karena aku sekarang oppa-oppa mu tidak bisa bercanda lagi, ini tidak seharusnya terjadi Taeyang..”

“Dia bicara pada Taeyang, kurasa,”, bisik Kai

“Gwenchana.. Setidaknya disini hanya lima orang yang benar-benar ingin membunuhku.”

Kai memandang Suho.

“Kita tidak bisa memisahkan mereka berdua. Aku sudah mencarinya dimasa depan, dan harus ada satu orang yang mati.”

“Kau ingin melenyapkan manusia itu hyung?”, ucap Kai

Suho tersenyum sedikit dipaksakan, membuat Kai mengalihkan pandangan nya ke arah Luna yang masih tampak diam.

“Aku akan bicara dengan nya,”, kata Kai sambil berjalan ringan ke arah Luna

“Hey, kau.”, kata Kai

“Ah, ya?”, kata Luna sambil memandang Kai yang berdiri didepan nya.

“Jarang-jarang melihatmu tidak bersama Baekhyun hyung.”, kata Kai

“Chanyeol sedang bicara dengan nya, jadi aku menunggu.”, kata Luna pelan

“Kenapa tidak duduk di sofa saja?”, tanya Kai

Luna diam. Ia memang tidak ingin menyentuh benda lain dirumah Taeyang.

Ia takut.

“Lain kali duduklah di sofa jika kau menunggu mereka.”, kata Kai

Luna mengangguk pelan. Walaupun tidak yakin Ia akan benar-benar melakukan hal itu.

“Dan maaf soal sikap kasarku padamu, Luna.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

THE MOON

Aku tidak percaya Kai menyebut namaku. Ia. Meminta maaf padaku.

“Gwenchanayo..”, kataku pelan

Kai tersenyum tipis lalu berjalan meninggalkanku. Aku memandang Chanyeol keluar dari kamar Baekhyun, dan dia menepuk-nepuk bahu Baekhyun pelan sambil kemudian memandangku.

“Baekhyun hyung, Suho hyung ingin bicara denganmu.”, kata Kai muncul di sudut lain ruangan.

“Ah, sekarang?”, tanya Baekhyun

Kai mengangguk

“Akan kutemui Dia nanti. Luna! Ayo jalan-jalan!”, kata Baekhyun sambil tersenyum lebar ke arahku.

“Kau harus berhati-hati, dia sangat kekanak-kanakan.”, kata Chanyeol pelan sambil kemudian meninggalkan kami berdua.

“Baiklah hyung.”, kata Kai sambil berlalu

Aku mengangguk paham. Lalu memandang Baekhyun.

“Kita akan kemana?”, tanyaku padanya

“Ke tempat rahasiaku.”, bisiknya

Aku masih tidak tau tempat itu.

Seharusnya kau tidak bersembunyi..

Aku tidak bisa, rasanya aku bisa menghilang jika berada ditempat terang, aku benci tempat terang.

Kalau begitu kau tidak akan tau tempat itu.

Baekhyun menarik tanganku keluar rumah. Teriknya matahari terasa menyengat dikulitku.

Taeyang? Taeyang-ah?

Dia menghilang. Dia benar-benar tidak bisa bertahan dicahaya. Aku mulai terbiasa melewati jalan bebatuan menuju tempat rahasia Baekhyun. Dan aku menyukai tempat rahasianya, tempat ini satu-satunya tempat aku bisa merasa hidupku tidak berada dalam ancaman

“Luna, bisa kau tunggu aku disini? Aku perlu, umm..”

“Darah?”, tanyaku

“Tenggorokanku mulai panas, tunggu aku nae?”, ucapnya sambil mengacak-acak rambutku pelan.

“Arraseo.”, kataku sambil tersenyum

Beberapa menit setelah Baekhyun menghilang, aku berjalan keruangan kosong tempat kami sering menulis. Aku mengambil arang yang biasa ku pakai, lalu tanganku mulai menulis disana.

Semuanya jadi lebih baik Baekhyun-ah, karena kau.’

‘Baekhyun-ah, aku bingung, aku tidak ingin Taeyang terjebak dipikiranku, aku ingin Ia kembali bersama kalian. Tapi itu artinya aku harus membunuh diriku bukan?’

‘Aku belum ingin mati Baekhyun-ah, aku, aku ingin merasakan hidup bahagia’

‘Tapi setelah kupikir lagi, aku akan bahagia jika kalian bahagia, aku menyayangi kalian semua, Taeyang membuatku tau banyak hal tentang kalian, akan sangat jahat jika aku memisahkan kalian terlalu lama’

‘Aku tidak seharusnya disini Baekhyun-ah. Tapi aku ingin disini, aku ingin bersama kalian semua, salahkah aku?’

Entah mengapa, perasaanku mengatakan bahwa aku tidak akan lama lagi disini. Aku menangis. Tidak tau mengapa aku menangis, lalu aku menggoreskan kalimat terakhir di tembok itu.

‘Baekhyun-ah.. Jika suatu saat aku lenyap, tolong jangan lupakan aku’

Aku memperhatikan sekitarku, tembok itu penuh dengan tulisanku dan Baekhyun. Penuh dengan kenangan.

Sudah sangat lama aku menunggu Baekhyun. perasaanku jadi tidak enak. Aku keluar dari tempat rahasia Baekhyun, lalu berlari cepat ke rumah.

Apa Baekhyun kembali ke rumah? Suho ingin bicara dengan nya bukan?

Aku masuk perlahan ke rumah. Bisa kudengar suara Baekhyun samar-samar. Mereka sedang bicara. Hal yang sangat penting, kurasa.

“Tidak hyung! Kalian tidak boleh melukainya! Dia juga punya perasaan!”, bentak Baekhyun

Mereka bertengkar?

Aku tidak tau.

“Baekhyun, dengar, tidak selamanya Taeyang harus hidup dipikiran manusia itu—”

“Dia punya nama hyung, namanya Luna. jangan sebut Ia sebagai ‘manusia itu’ seolah dia sesuatu yang hina.”, potong Baekhyun

Mereka membicarakan kita..

Benar. Menurutmu apa yang mereka bicarakan?

Diam dan dengarlah..

“Siapapun dia, aku sudah ke zaman nya, dan aku dapat satu hal.”, kata Suho

“Apa?”, suara Baekhyun terdengar dingin

“Tubuh itu tidak bisa ditempati oleh dua orang, hanya ada dua pilihan. Manusia itu yang lenyap, atau Taeyang yang lenyap.”

“Kita bisa mempertahankan mereka berdua!”, , Baekhyun berteriak sementara aku masih terpaku.

“Tidak! Taeyang yang kita pentingkan! Taeyang yang harus hidup! Artinya, manusia itu harus lenyap.”

Aku tau ini benar-benar terjadi.

Tidak!! Tidak!! Suho oppa tidak boleh melenyapkanmu!!

Aku tidak apa-apa..

Tidak Luna! tidak akan kubiarkan mereka menyentuhmu!

Tubuh ini milikku. Terserah aku mau melakukan apa dengan tubuh ini.

Aku terisak. Kututupi mulutku supaya isakan ku tidak terdengar.

“Tidak hyung! Kau tidak bisa membunuh Luna!”, teriak Baekhyun

“Kalian tidak perlu membunuhku untuk melenyapkanku, aku sudah tau kalian menginginkan ini sejak awal..”, kataku sambil menghapus air mataku

“Luna..”, aku memandang Baekhyun, aku akan rindu wajah itu. Tidak. Aku tidak akan mengingat apapun setelah ini. Aku akan mati bukan?

Tidak Luna!!

Kuabaikan Taeyang yang berteriak dipikiranku.

“Kalian tidak boleh menyentuh Luna!”, teriak Baekhyun sambil melesat ke arahku, lalu memelukku—bisakah kukatakan Ia memelukku? Walaupun kurasa Ia memeluk Taeyang—begitu erat. Membuat tangisku kembali pecah.

“Mereka tidak akan menyentuhmu Luna, mereka tidak akan melenyapkanmu.”, kata Baekhyun sambil membawaku ke kamarnya.

Aku jatuh terduduk dilantai. Baekhyun membanting pintu kamarnya, lalu duduk disebelahku.

“Tidak perlu memikirkan hal itu Luna, mereka tidak akan berani menyentuhmu.”, kata Baekhyun sambil mengusap rambutku

Taeyang.. Terima kasih untuk semuanya..

Tidak Luna. Tidak. Apapun yang kau pikirkan. Aku tidak ingin kau lenyap. Tubuh ini tidak akan berguna bagiku. Kau lebih membutuhkannya Luna.

“Baekhyun-ah.. Gomawo.. Kau sangat baik padaku.. Kau selalu melindungiku..”

Sudah kuputuskan. Sudah kutentukan. Tubuh ini.. hanya akan ada satu pemilik.

“Jangan bicara seperti itu Luna, lupakan saja perkataan saudara-saudaraku.”, kata Baekhyun, Ia memelukku, membuat rasa sesak kembali menyeruak di dadaku.

Ia tidak memelukku, Ia memeluk Taeyang.

Luna.. Ah.. Jangan berpikir seperti itu.

Taeyang.. Bisa aku minta satu hal?

Apapun itu Luna. Asal jangan tinggalkan aku..

Aku melepaskan pelukan Baekhyun, menatapnya. Wajah sempurnanya.

“Aku menyayangi kalian semua.. Seperti Taeyang menyayangi kalian.. Aku merasakannya juga.. Keundae..”, aku menatap Baekhyun, menahan isakanku, “..aku tidak menyayangimu seperti yang lainnya Baekhyun-ah.”

Baekhyun tampak terkesiap.

“L-Luna, apa yang sekarang kau bicara—”

“Aku menyayangimu karena kau adalah Baekhyun. Seorang vampire yang menyelamatkan hidupku, yang memberiku kebahagiaan disaat aku merasa hidupku sudah tidak berguna.

“Aku sangat menyayangimu.”

Baekhyun menarikku lagi ke dalam pelukannya, erat, walaupun tubuhnya sangat dingin, tapi aku begitu merasa nyaman. Kenapa kebahagiaan tak pernah bisa bertahan lama dikehidupanku?

“Kau tidak seharusnya mengucapkan itu Luna, akulah yang lebih dulu menyukaimu, Luna, saranghaeyo..”

Aku tersenyum. Tak sanggup mengatakan apapun saat mendengar kalimatnya. Kalimat terindah yang pernah kudengar seumur hidupku. Sungguh.. semua ini sangat indah..

Taeyang.. Kumohon.. Jangan lupakan aku..

Tidak Luna! Tidak!!

Dan aku membuka ingatan lamaku yang sempat yang tenggelam karena apa yang terjadi padaku disini.

Gelap. Semuanya gelap. Dan aku.. perlahan aku menghilang.

THE SUN

Aku merasakan kaki, tangan, aku bernafas. Aku. Aku!? TIDAK! TIDAK SEHARUSNYA INI TERJADI! Seharusnya Luna yang ada disini! Bukan aku! Aku membuka mataku, aku ada dikamar Baekhyun oppa.

“Terang! Silau! Matikan cahayanya!”, teriak ku

Aku benci cahaya.

“Luna? Kau sadar?”, suara Baekhyun oppa

Luna! Luna! Kau dimana!?

“Oppa! Luna menghilang!”, aku berteriak

Tidak. Luna tidak seharusnya hilang!

“Mwohago?”, ucap Baekhyun oppa kaget, bingung.

Aku bangkit dan berlari keluar kamar Baekhyun oppa.

Tangisku semakin menjadi. Sungguh. Aku tidak seharusnya bisa menangis! Tapi tubuh ini menangis! Ini bukan aku. Ini tidak seharusnya aku!

“Tidak! Tidak! Tidak seharusnya Luna mati! Luna! Kumohon kembalilah.”, aku menangis, aku mencari-cari Luna dipojok pikiranku, disetiap sudut yang kami miliki bersama ditubuh ini.

Dia tidak ada. Yang ada.. Ingatan nya..

Aku melanjutkan tulisanku. ‘Aku memang tidak bisa berada disini selamanya. Semoga saat aku tidak ada nanti, Taeyang akan ada disini dan menemanimu Baekhyun-ah.’

“Kau bicara seperti itu seolah-olah kau terancam, aku sudah janji padamu Luna, aku akan melindungimu dari saudara-saudaraku.”, kata Baekhyun

“Baekhyun-ah.. Aku tidak ingin menyiksa Taeyang disini, Ia ingin bebas..”, kataku pelan.

Aku ingin menangis. Dan kesedihan ini hanya aku yang merasakan. Taeyang tenggelam dibagian belakang pikiranku. Ia tidak mendengarku.

“Dan maksudmu, pada akhirnya, hanya salah seorang diantara kalian yang bisa bertahan?”, tanya Baekhyun

“Bulan tidak pernah bisa bersatu dengan matahari.”, kataku pelan

Padahal, aku.. Aku berharap, aku bisa menemukan satu tubuh kosong untuk tempat pikiran Taeyang, lalu aku bisa tetap hidup..

Tidak. Luna! Luna!

“Baekhyun oppa.. Luna lenyap..”, aku berkata pelan di sela tangisanku

Baekhyun oppa terpaku.

“Ini yang kalian inginkan bukan?”, ucap Baekhyun oppa

“Apa maksudnya?”, ucap Kai oppa bingung

“Luna bunuh diri..”, kataku

“Bagaimana bisa?”

“Seharusnya aku tidak memaksanya ke sini, seharusnya aku tidak membuatnya menyayangi kalian, ini salahku, ini salahku.”, aku terus terisak sementara Baekhyun oppa memelukku.

“Kalian keterlaluan.”, kata Baekhyun oppa, Ia yang paling terluka.

Oppa ku dan Luna. Mereka saling menyukai. Dan aku membuat mereka tidak bisa saling menyayangi satu sama lain.

Aku lagi-lagi melukai orang yang kusayangi.

Apa gunanya tubuh ini tanpa adanya Luna?

“Tidakkah kalian sadar? Luna menyayangi kalian semua karena kalian adalah saudara Taeyang! Dia menyayangi kalian walaupun kalian ingin membunuhnya!”, teriak Baekhyun oppa penuh kemarahan

“Baekhyun, kau tau kami tak pernah—”

“Aku tau kalian begitu membenci manusia. Tapi Luna.. manusia itu.. Apa kalian tidak tau betapa aku sangat menyukainya? Betapa aku merasa bahagia ketika menemukan seseorang yang benar-benar bisa menerima keadaanku apa adanya?

“Tidak. Kalian tidak pernah mengerti. Bagi kalian manusia hanyalah mangsa. Bagi monster seperti kalian manusia tidak pantas hidup. Aku.. Aku tak ingin hidup dikeluarga ini lagi. Jangan pernah cari aku.”, ucap Baekhyun oppa sambil berdiri, dan dalam hitungan detik Ia lenyap.

“Tidak! Baekhyun oppa!”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

A/N: sepertinya part 10 jadi end buat FF ini hehe, ada saran kah untuk endingnya? Anyway, thanks buat semua readers ff ini, maaf kalau ff ini begitu absurd (?) dan pendek hohoho^^

10 thoughts on “Mind Part 9

  1. Shofalina Han berkata:

    huaaaa aku jadi nangis di ff ini..
    Luna beneran menghilang kah?
    jinjja? kasihan Baek Oppa yg kehilangan Luna..
    bener2 ngeluarin air mata pas Luna bilang ingin korbankan dirinya..
    huhu..

  2. ellalibra berkata:

    Q nangis bcny sedih bgt,,Bgmn bs luna lenyap ??? Aaa,, ko jd gini trs ini bnrn luna mati ? Taeyang yg hidup? Luna kmn msh g percaya ,,,jgn sad ending y eon,,please penasaran dtunggu lnjtnny fighting

  3. Natalia Rin berkata:

    Ending? Wahh, gak sabar buat nunggu nih ^^ Kkkk~ Hhhmmm, gimana ya? Boleh aku kasi saran/ ide kan? Gimana kalo Luna tiba2 muncul, kaya miracle? Dan Taeyang menemukan tubuh baru (biarpun wajahnya gak sama)? Dan Baekhyun bisa hidup bahagia~~ Soalnya, aku lebih seneng happy ending (alesan supaya Luna ma Baekhyun, wkwkkw) dan kalo gak bisa juga, ga papa sih, it’s up to you, author, who has million wonderful ideas ^-^v. Dan saran sad endingnya, Baekhyun bunuh diri, dan ia bertemu Luna di alam baka, ato ato Luna jadi hantu yang selalu melihat dan menjaga Baekhyun dan Taeyang, biarpun Baekhyun-nya sedih gak bisa ngeliat The Moon lagi? (Oke, aku gak mau ngasi banyak saran, hehehe, nanti malah Irish-ssi bingung (ato ini kayak spoiler) dan gak bikin penasaran, but this is just my weird ideas from my head :DD)
    FFnya keren kok, kebetulan aku suka fantasy, ddannn….. gak terlalu pendek juga,♥♥
    Semangat utk buat endingnya ya, thor. Dan jangan lama2 di tulisnya juga, (maaf terlalu banyak permintaan, ide yg mengganggu dan protesnya) Himnae!! ^♡^

  4. siska refmila berkata:

    aku pingin nangis bacanya, kok luna bisa hilang gitu aja sih, trus baekhyun mau ke mana?
    kok udah end sih? padahal baru aja aku ketemu sama ff ini
    kalo bisa happy ending aja ya.eonni

  5. heyitsbii berkata:

    luna bunuh diri pake pikirannya ? jadi luna inget ada cara buat bunuh dirinya ? aahhu entahlahhhh, aku mau baca chap 10 abis itu capcus ke forgotten. baaaiiii kaaakkk muah muah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s