Home Alone

Untitled-1

Title : Home Alone

Author : Nisa Amini (@fangirlxsj)

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Han Hye Na

Genre : Romance

Rating : PG-15

Summary :

“Ketika seorang Byun Baekhyun harus menemani Hyena di dalam kamar”

***

Sejak bel istirahat berbunyi Hyena beserta teman baiknya Jungmi sedang berada di kantin sekolah. Hyena tampak cantik dengan rambut yang diikat kuda dengan poni rata yang menutupi dahi indahnya. Tak sedikit banyak para kaum murid laki-laki yang sering mencari perhatian dari seorang Hyena, tapi dibalik itu semua ada seseorang yang selalu mengawasinya.

Siapa lagi kalau bukan…

Byun Baekhyun – kekasihnya…

Membicarakan tentang laki-laki itu membuatnya menjadi ingat kalau setengah hari di sekolah ini mereka berdua belum saling bertemu. Hyena tidak merindukannya, tapi hanya saja ia sedikit merasa jiwanya sepi. Membayangkan Baekhyun yang selalu mengucapkan kata-kata Cheesy membuatnya tak terasa sudah tersenyum sendiri.

Heol, jadi sedari tadi kau tidak mendengarkanku bercerita?”

Hyena segera tersadar ketika suara kekesalan dari Jungmi terdengar di telinganya.

“Uh? Memangnya kau sedang bercerita apa?” Hyena kembali bertanya meskipun terlihat sedikit kikuk dan langsung dibalas langsung dengan tatapan malas dari Jungmi.

“Ketika kau sedang bersamaku berhentilah memikirkan laki-laki pendek itu!”

“Baekhyun?”

“Ya siapa lagi kalau bukan dia.”

Terdengar sedikit kekehan kecil dari bibir Hyena, memang benar Baekhyun bukanlah laki-laki dengan postur tinggi menjulang seperti temannya Chanyeol atau juga tidak pintar bermain basket seperti Sehun dan Lay.

Tapi anehnya Hyena menyukai laki-laki berpostur pendek itu, lucu kan?

“Tapi aku mempunyai cerita yang benar-benar menarik! Atau mungkin bisa membuatmu tidak bisa tidur hingga nanti malam.”

Dahi Hyena terlihat mengerut tanda kalau ia mulai penasaran dengan apa yang mau dikatakan Jungmi.

“Memangnya cerita apa sih?”

“Han…tu”

Bagaikan es kutub salju yang tiba-tiba menyelimuti tubuh Hyena yang membuatnya membeku sekejap mata. Astaga kenapa Jungmi harus menceritakan kelemahannya? Apa ia mencoba menaku-nakutinya lagi eoh?

“Apa kau belum puas menakutiku dengan sebuah patung hantu palsu itu ketika acara kemah tahun lalu?” tanya Hyena tidak habis pikir, sedangkan Jungmi yang mendengar perkatan temannya ini hanya bisa tertawa.

“Ah ternyata kau masih ingat kejadian itu hahaha.” Ungkap Jungmi dengan gelak tawa yang benar-benar tidak bisa ia sembunyikan. “Tapi ini berbeda Hyena-ya, hantu ini benar-benar nyata tidak seperti di perkemahan itu. aku mendapatkan informasi ini dari tetangga sebelah rumahku, semalam ia bercerita kalau saat ia mau tidur ada sebuah suara langkah seseorang dan juga suara ketukkan pintu dari kamarnya. Tapi saat ia melihat semua ruangan tidak ada siapapun disana!”

Ketika mendengar cerita Jungmi seketika bulu kuduknya merinding, ia memang mempunyai ketakutan pada hantu sejak kecil. Dan ia pun hanya bisa terbengong sambil menelan air liurnya, kalau memang cerita itu sungguhan… bagaimana nasibnya nanti malam??

Asal kalian tahu bahwa kedua orang tua Hyena sedang tidak berada dirumah! Mereka berdua sedang pergi ke Busan. Dan sudah hampir lima hari Hyena hanya sendirian dirumah. Sungguh Hyena sangat menyesal telah mendengar cerita Jungmi ini.

Jeong…mal?? Kau tidak berbohong kan?” Hyena kembali memastikan, karena bagaimanapun temannya ini sangat usil.

Ani. Mana mungkin aku berbohong, aku bercerita hal ini padamu bukan untuk menakutimu tapi agar membuatmu terus berjaga-jaga.” Jungmi menjawabnya enteng sambil terus mengemil makanan ringannya.

“Lalu bagaimana nasibku nanti malam?? Kau tahu kan kedua orang tuaku sedang tidak ada dirumah. Eottokeh…”

“Suruh saja Baekhyun menemanimu nanti malam, mudah kan?”

Hyena langsung mendelik tajam kearah Jungmi. Mana mungkin bisa ia meminta laki-laki itu meminta menemaninya nanti malam? Martabat Hyena akan menurun drastis jika ia meminta Baekhyun menemaninya. Bisa-bisa ia ditertawakan oleh Baekhyun karena masih menakuti sebuah hantu.

“Mana bisa! Apa kau mau kalau nanti aku ditertawa – “

Kyaaa! Mereka datang!”

“Mereka tampan sekali!”

“Chanyeol oppa terlihat manly!”

“Lihat! Baekhyun oppa terlihat imut!!”

Ucapan Hyena pun harus terpotong akibat suara lengkingan murid perempuan yang sangat menganggu telingannya ketika mereka semua melihat genk yang sering disebut dengan EXO datang secara tiba-tiba di kantin ini.

“Cih, apa mereka pikir sekumpulan laki-laki gila itu adalah seorang selebriti? Mengapa mereka selalu berteriak?” gerutu Hyena tanpa sadar sambil menatap sekumpulan gadis yang berada tak jauh dari jangkauannya.

“Mungkin kau yang gila Han Hyena karena kau juga memacari salah satu dari orang gila tersebut.”

“Eish, kenapa kau selalu tidak memihakku?!”

“Karena kau penakut” jawab Jungmi enteng.

Yak!”

 

***

“Hey Baekhyun-ah, bukankah itu Hyena?” suara Chanyeol tiba-tiba terdengar bertanya kepada Baekhyun.

“Hm.” Singkat Baekhyun menjawab sambil menganggukkan kepalanya tapi kedua matanya tak menghiraukan Chanyeol yang tampak tak puas dengan jawaban Baekhyun.

“Mengapa kau tak mengajaknya untuk bergabung dengan kita?”

“Ia tidak suka bergabung seperti itu.”

Wae? Wae?

“Ia lebih suka menghabiskan waktunya bersama Jungmi.” Kedua mata Baekhyun langsung melirik kearah meja Hyena dan Jungmi. Sekarang kembali ia memainkan handphone nya, diam-diam Baekhyun sedang mengirimkan pesan kepada Hyena.

Ayolah kita makan bersama disini

Tak sampai lima menit handphone Baekhyun kembali berbunyi, ia lihat nama ‘Hyenie’ tertera dilayar handphonenya.

Aku tidak mau

Kembali Hyena menolak permintaan Baekhyun. Ia lihat dari jauh Hyena sedang meliriknya dengan raut wajah kesal, tapi sayangnya Baekhyun bukanlah laki-laki yang pantang menyerah. Karena ia memilik 1001 macam cara agar Hyena bisa menuruti keinginannya, terdengar memaksa memang tapi ia harus melakukan hal itu agar ia bisa terus berdekatan dengan Hyena.

Lihat aku! Lihat aku! 😦

Hyena langsung reflek memalingkan wajahnya kehadapan Baekhyun kembali. Oh astaga, Hyena hampir ingin pingsan ketika melihat wajah Baekhyun yang kini seperti seorang anak kecil yang sedang memohon untuk dibelikan permen. Ia lihat bibir laki-laki itu sengaja dikerucutkan agar terlihat imut di depan Hyena, tapi yang dirasakan gadis ini malah sebaliknya, itu menjijikan.

Satu lemparan sepatu akan melayang ke bibirmu jika kau masih bersikap sok imut seperti itu

                Bukan menghentikan aksinya Baekhyun malah semakin menjadi, kedua tangan laki-laki itu terihat dikepalkan dan satu detik kemudian Baekhyun langsung melanjutkan aksinya dengan melakukan bbuing bbuing.

Apa kau tetap tidak mau menuruti permintaan anak imut ini? apa kau akan membiarkannya kelaparan? Aku mau kau menyuapiku, mamam~

“Eii, bisakah kalian tidak melakukan hal-hal romantis itu ketika didepanku?” decak suara Jungmi yang lagi-lagi harus melihat secara gamblang kemesraan Hyena dan Baekhyun yang diam-diam terus saling menatap.

Mian hehe” Hyena langsung meminta maaf kepada Jungmi.

Tiba-tiba suara derap langkah terdengar semakin dekat didaerah tempat Hyena, mendudukkan dirinya disebelah gadis manis itu. Baekhyun tanpa merasa bersalah ia menatap Hyena dengan tatapan seperti anak kecil – lagi.

“Jika kau tidak mau kesana aku bisa langsung datang kesebelahmu.” Baekhyun tersenyum manis kala mengatakan kalimat itu di dekat Hyena.

“Menjauhlah dariku, apa kau tidak lihat banyak buaya lapar yang melihatku dengan tatapan kesal?” pertanyaan Hyena merujuk kearah sekumpulan perempuan tadi yang memang benar kalau mereka sedang melihat Hyena dengan kesal karena kedekatannya dengan Baekhyun.

“Aku tidak perduli, apa salahnya aku berdekatan dengan kekasihku sendiri?”

“Jadi kau tidak perduli dengan keselamatan kekasihmu ini?”

Baekhyun dan Hyena mulai berpacaran sekitar satu bulan yang lalu, padahal mereka berdua sudah saling mengenal dari sekolah dasar dan tempat tinggal mereka berdua juga bersebelahan. Tapi apa daya, karena kepopuleran Baekhyun yang semakin meningkat di sekolah ini membuatnya menjadi banyak di sukai oleh murid perempuan, oleh karena itu ia mulai menyembunyikan hubungannya dengan Hyena. Karena ia takut keganasan dari para murid perempuan akan berimbas kepada Hyena.

“Tentu saja aku peduli Hyenie.” Tangan kanan Baekhyun tiba-tiba saja mengelus rambut Hyena yang terasa lembut dan harum. “Karena aku akan terus menjagamu.”

Secara refleks Hyena akhirnya tidak bisa menahan senyumnya ketika Baekhyun kembali mengeluarkan kata-kata romantisnya. “Menjijikan.”

“Uh kau bahkan tersenyum ketika aku mengatakan itu.”

“Tidak!”

“Jangan membodoh-bodohiku” Jentikkan jari Baekhyun mendarat mulus di dahi Hyena sedikit kencang.

“Akh!” erang Hyena pelan. “Kau cari mat – “

Hyena menghentikan ucapannya kala ia merasakan sebuah sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Bagaikan tersengat lisrik Hyena hanya bisa terdiam mematung ditempatnya, membiarkan Baekhyun yang kali ini mulai berani menggerakkan bibirnya. Mencoba meresap dan merasakan kelembutan bibir Hyena yang tidak pernah membosankan baginya, bahkan ia tidak perduli dengan puluhan pasang mata yang melihat mereka berciuman saat ini.

“Aku bingung apa mereka berdua tidak tahu malu?” Entah sejak kapan kini Jungmi sudah berpindah tempat dan duduk di sebelah Chanyeol. Chanyeol juga sempat menghentikan laju makannya ketika melihat teman nya yang ‘tidak tahu malu’ melakukan hal semacam itu di area yang ramai.

“Ku kira Hyena akan menendang perut Baekhyun. Ternyata ia hanya diam saja, ah benar-benar tidak seru. Lagi-lagi berakhir menjijikan seperti itu.” sahut Jungmi yang menatap sebal kearah Baekhyun dan Hyena yang masih melakukan hal itu. “Sudahlah jangan lihat mereka! Habiskan saja makananmu!”

Chanyeol pun tersadar lalu ia sedikit tersenyum ketika Jungmi mengatakan hal itu padanya dan Chanyeol pun langsung melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

***

“Hei Chanyeol! Ambil saja kunci motorku jika kau ingin pulang.” Seru Baekhyun sambil meleparkan sebuah kunci kearah Chanyeol.

“Lalu kau?” Chanyeol nampak bingung dengan Baekhyun, jelas-jelas itu adalah motornya kenapa juga ia yang harus mengendarainya pulang? Apa Baekhyun mau berjalan kaki dari sekolah menuju rumah?

“Kau ingat adegan didrama yang kemarin kau tonton? Disitu pemeran wanita pulang menggunakan bus dan disusul oleh sang pria yang ikut pulang bersama, ia juga memberikan mobilnya kepada temannya. Ehm… maksudku kau mengerti kan? aku ingin pulang bersama Hye – “

Arasseo arraseo!”

Baekhyun langsung tersenyum, ternyata Chanyeol mengerti maksud dari ucapannya. Tanpa menunggu lama Baekhyun langsung berlari meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri di parkiran sekolah. Sekarang Baekhyun harus cepat-cepat sampai ke halte sebelum bus sore ini datang.

Sedangkangn disisi lain Hyena masih berdiri ditengah-tengah semua orang yang juga sedang menunggu bus datang. Baru kali ini ia melihat halte sepadat ini, tidak heran memang karena ini juga adalah waktunya semua orang kembali pulang kerumah setelah kegiatan mereka selesai.

Kedua mata Hyena tertuju kearah langit yang sedang terlihat gelap, ah menurutnya sore menjelang malam ini akan hujan, dan Hyena berharap itu semua tidak akan terjadi! Rasa takutnya akan kembali menguap ketika ia mengingat cerita Jungmi. Oh astaga beginilah dirinya jika sudah mendengar cerita-cerita hantu pasti akan selalu teringat didalam otak minimalisnya.

“Permisi… permisi” tiba-tiba seseorang berseru seraya memposisikan tempatnya berdiri menuju tujuannya.

Seketika Hyena merasakan bahunya ditarik mendekat kearah kehangatan tubuhn itu. Hyena mengenal wangi maskulin ini, tanpa sadar matanya sedikit terpejam ketika indra menciumannya menangkap wangi favoritnya ini. Wangi harum itu bagaikan candu baginya dan ia tak mau lepas dari wangi harum ini.

“Sendirian saja nona”

Hyena pun menoleh kesamping, memberikan tatapan datar pada sang pemilik suara.

“Kenapa kau bisa ada disini?”

“Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau tidak pulang bersamaku menggunakan motor?”

“Karena aku masih menyangi sisa umurku, kau tahu caramu mengemudi motor seperti pembalap motor GP – ah bukan! Bahkan seperti pembalap liar! Mengerikan sekali.” Hyena kembali mengingat dimana Baekhyun mengemudi motor dengan sangat kencang, untung ketika itu tidak ada polisi yang berjaga diarea tempat mereka menuju pulang kerumah.

Baekhyun mendelik kesal mendengar perkataan Hyena.

“Seharusnya kau bangga mempunyai kekasih yang bisa mengemudi motor secepat kereta. Dengan begitu kau akan cepat sampai dirumah.”

“Ck, dengan mengorbankan nyawaku? Lucu sekali.” Baekhyun menoleh kearah Hyena lalu laki-laki itu tersenyum gemas menatap Hyena. Tangan kanannya yang berada dibahu Hyena ia alihkan untuk mencubit pipi merah Hyena.

Aigoo, aku masih mencitaimu Hyena-ya. Mana mungkin aku menghilangkan nyawamu.” Seru Baekhyun, ia lihat Hyena sedikit menarik sedikit ujung bibirnya. Melukiskan senyuman tipis favorit Baekhyun. “ Asal kau tahu aku mengemudi cepat seperti itu ada alasannya”

Dahi Hyena mengerut, alasan?

“Apa?”

“Agar kau bisa memelukku erat saat aku mengemudi cepat.”

“Jad –“

Belum sempat Hyena menghardik Baekhyun, Sesuatu yang lembut itu kembali menyapu pipinya. Menghiraukan tatapan para calon penumpang yang berada disekitar mereka berdua, bahkan ada beberapa orang yang menggelengkan kepalanya ketika melihat dua anak muda bermesraan disini.

“Ini tempat u –“

“Ayo cepat, busnya sudah datang!”

Lagi-lagi Hyena gagal menghardik Baekhyun, kembaki tangan itu menggenggamnya untuk menuntut masuk kedalam bus. Dan sialnya mereka berdua tidak mendapat tempat duduk karena sudah penuh, padahal Baekhyun sudah masuk cukup cepat.

“Astaga padahal aku sudah cepat masuk tapi kenapa tetap saja tidak dapat kursi?” gumam Baekhyun yang sedikit kesal. Hyena bisa mendengar nada kesal Baekhyun yang berada dibelakangnya.

“Makanya kau harus terbiasa menggunakan bus daripada menggunakan motor itu” tanggap Hyena cepat.

“Huh, berada disini membuatku tidak bisa bernafas.”

Tiba-tiba saja bus mengerem mendadak, refleks seluruh penumpang sedikit terhuyung kearah depan. Tapi untung saja Baekhyun menahan pinggang Hyena agar tidak terjatuh, sedangkang Hyena sempat terkejut. Terkejut karena sentuhan Baekhyun pada tubuhnya lagi, dalam lubuk hatinya ia sangat senang karena Baekhyun terus menjaganya.

Entah mengapa Baekhyun sedikit terusik dengan pria yang berada disebelah Hyena, asal kalian tahu sedari tadi Baekhyun terus memperhatikan pria ini selalu menatap Hyena senang. Tapi lirikkan matanya terus tertuju pada pada paha Hyena yang memang sedikit terlihat, karena disekolah mereka semua siswi mengenakan rok lima centi diatas lutut.

Tanpa diduga Baekhyun membuka jas sekolahnya lalu melingkarkannya di daerah bawah Hyena dan mengikatnya di lingkaran pinggang Hyena. Baekhyun mencoba melakukan semua cara untuk melindungi Hyena, karena menurutnya Hyena sudah seperti sesuatu yang berharga dan menurut Baekhyun ia harus menjaganya.

“Huh? Apa yang kau lakukan?” Hyena terlihat bingung karena secara tiba-tiba Baekhyun melakukan hal itu.

“Lain kali tutup pahamu dengan jaket atau apapun agar mata-mata kurang ajar tidak dapat melihatnya.” Jawab Baekhyun jelas, ia lihat dari sudut matanya pria yang berada disebelah Hyena seakan tertohok bahwa ia sudah ketahuan mengintip paha Hyena.

.

.

.

.

.

Baekhyun baru saja keluar dari kamar mandi, sudah hampir dua puluh menit ia berada didalam sana karena ia harus membasuh tubuhnya yang dingin dengan air hangat. Tadi setelah Baekhyun dan Hyena turun dari bus seketika hujan turun membasahi tubuh mereka berdua, tidak ada pilihan lain selain berlari agar bisa cepat sampai dirumah – meskipun dengan keadaan yang basah kuyup.

Baekhyun tahu bahwa Hyena sekarang sedang sendirian dirumah, ia sempat manawari Hyena untuk dirumah Baekhyun saja sementara karena Baekhyun tidak tega kalau gadinya sendirian dirumah. Tapi dengan cepat Hyena menolak tawaran Baekhyun dengan alasan takut merepotkan Ny. Byun.

“Baekhyun-ah, eomma memasak makanan kesukaanmu Doenjang Jjigae. Dan bisakah kau antarkan makanan ini kerumah Hyena?” tanya Ny. Byun yang sedang menyiapkan makanan.

“Hm?”

Eomma sangat tahu kalau Hyena sedang kelaparan dan ia juga tidak bisa memasak. Apalagi sekarang ia sedang ditinggal beberapa hari oleh Tn. Han dan Ny. Han.” Lanjut Eomma Baekhyun, lalu ia memberikan kotak bekal yang harus Baekhyun berikan kepada gadis itu.

“Baiklah aku akan mengantarkannya.”

“Eh? Ada apa dengan suaramu?”

Ah Baekhyun sudah menduga kalau ia terkena air hujan akan berakhir seperti ini. Suara menjadi parau ketika terkena flu. Baekhyun termasuk laki-laki yang mudah sakit, sepertinya sekarang ia harus meminum obat sebentar.

“Sepertinya aku sedikit flu” jawab Baekhyun dengan suara parau.

Aigoo cepat ambil obat di laci ruang tengah, sebaiknya kau juga istirahat saja. Dan untuk bekal ini biar Eomma saja yang mengantarkannya.”

Baekhyun segera menahan tangan Eomma nya. “Biar aku saja!!”

Sang Eomma sempat menatapnya bingung, kenapa Baekhyun sangat semangat sekali kalau berurusan dengan Hyena? Itulah pertanyaan yang sekarang ia bingungkan. Karena Eomma Baekhyun tahu anaknya dan Hyena tidak pernah akur.

Ow… sepertinya Ny. Byun belum tahu jika anaknya sudah berpacaran dengan Hyena.

.

.

.

.

.

Hyena masih bergulung di dalam selimut ia mencoba tidak menghiraukan suara petir diluar. Jujur saja Hyena benar-benar merasa takut sendirian, ia bahkan harus mandi dengan pintu yang sedikit terbuka dan tidak sampai waktu lima menit untuk mandi. Ugh… sepertinya ia mandi tidak terlalu bersih.

Ah ia tidak perduli yang terpenting ia harus segera memejamkan mata dan tidur untuk melewati malam sunyi ini.

Tapi tetap saja ia tidak bisa!

Hyena mengacak-acak rambutnya, lalu matanya melirik handphone yang ada dinakas sebelah ranjangnya. Sebenarnya ia ingin sekali menelpon Baekhyun, ya setidaknya dengan mendengar suara laki-laki itu membuat rasa takutnya sedikit hilang. Tapi lagi-lagi rasa gengsi itu menguasai dirinya.

“Tidak tidak! Jangan Baekhyun” seru Hyena kepada dirinya sendiri, kedua telapaknya ia gunakan untuk menutup telinganya.

Hyena melirik keluar jendela yang sedikit terbuka dan memperlihatkan jendela kamar yang berada diseberang rumahnya, ya itu kamar Baekhyun. Lampu kamar laki-laki itu sudah gelap, Hyena yakin Baekhyun sudah tertidur sejak tadi.

“Huh bahkan ia tidak meleponku.” Hyena menggerutu sebal, mengingat kalau Baekhyun sering sekali meleponnya sebelum tidur.

Hyena masih sibuk menggerutu didalam selimut, tiba-tiba telinganya menangkap suara yang sukses membuatnya membeku. Suara itu terdengar pelan tapi dapat Hyena dengar, ketukkan pintu juga mengiringi suara pintu. Tangan Hyena semakin mengerat pada tepi selimut, oh astaga lagi-lagi cerita Jungmi terniang didalam pikirannya.

“Tapi ini berbeda Hyena-ya, hantu ini benar-benar nyata tidak seperti di perkemahan itu. aku mendapatkan informasi ini dari tetangga sebelah rumahku, semalam ia bercerita kalau saat ia mau tidur ada sebuah suara langkah seseorang dan juga suara ketukkan pintu dari kamarnya. Tapi saat ia melihat semua ruangan tidak ada siapapun disana!”

Suara ketukkan ….

Dan suara seseorang memanggilnya…

Tidak! Tidak!!!

Terlihat raut wajah Hyena yang semakin ketakutan dan bahkan ia hampir menangis didalam selimut ini. Bisakah malam ini dipercepat dan berganti pagi hari?? Tapi itu mana mungkin, ya terdengar hanyalah suara petir yang semakin menjadi.

“Hyena…”

Hyena tidak mau mendengarnya!!!

Tok tok tok

“Jangan! Jangan!! Aku akan memukulmu!!” teriak Hyena yang mencoba berani untuk mengatakan itu.

.

.

.

.

.

Baekhyun manyampirkan payung yang ia gunakan dan menaruh di dekat pintu. Lalu Baekhyun mengetuk pintu rumah keluarga Han, tapi hasilnya nihil. Sudah terhitung beberapa kali Baekhyun mengetuk pintu itu tetap saja tidak melihat Hyena yang membukkan pintu.

Apa Hyena sudah tidur?

Baekhyun menyangkal hal itu, walau bagaimanapun Baekhyun sangat mengenal Hyena. Karena Gadis itu tidak mudah untuk merasa ngantuk dan tertidur begitu saja, jadi tidak mungkin ia sudah tertidur dijam segini.

“Hyena? Apa kau ada didalam?” suara Baekhyun yang sedikit aneh dan terdengar parau sekali. Ya jelas saja karena Baekhyun juga tidak meminum obatnya.

Merasa tidak juga mendapat balasan dari sang punya rumah, akhirnya Baekhyun mencoba membuka pintu rumah Hyena ini.

Trek…

Eh tidak dikunci??

“Hey apa ia tidak mengingat kalau ia sendirian dirumah? Apa ia tidak takut seorang pencuri memasuki rumah ini?” gumam Baekhyun yang terlihat sedikit kesal.

Baekhyun tidak memperdulikan pintu itu lagi, yang terpenting sekarang adalah menemui Hyena. Ia taruh kotak makanan yang dibawa untuk Hyena di meja ruang tengah, langkahnya kini menuju lantai dua yaitu menuju kamar yang tak lagi asing baginya, ya kamar Hyena.

Tok tok tok

“Hyena?”

“Jangan! Jangan!! Aku akan memukulmu!!”

                Terdengar suara kekasihnya didalam kamar yang membuatnya terdiam beberapa detik. Memukul?? Apa ada orang lain dikamar Hyena? Seketika Baekhyun menjadi sedikit khawatir, tanpa membuang waktu Baekhyun mengetuk pintu kamar Hyena cepat, lalu mencoba memainkan gagang pintu yang teryata dikunci dari dalam.

“Ya! Buka pintunya!” teriak Baekhyun dengan suara parau sambil mengetuk pintu dengan sedikit kencang. Bahkan terdengar seperti bukan suara Baekhyun biasanya, benar-benar berbeda.

Lagi-lagi tidak ada jawaban!

Oke ini adalah hal yang harus dan wajib Baekhyun lakukan untuk mengetahui keadaan Hyena didalam kamar.

Mendobrak pintu…

Dan kalian jangan memandang lemah Baekhyun. Meskipun ia adalah laki-laki yang terlihat menggemaskan tapi apapun yang mau ia lakukan demi keselamatan Hyena tidak menjadi masalah baginya.

Brak!

Percobaan pertama gagal…

Baekhyun menghela nafasnya sebentar dan mencoba mengumpulkan kekuatannya.

Hana… dul … set

Brak!

Brak!!

Berhasil!!

Baekhyun segera masuk kedalam kamar, tapi ia tidak melihat Hyena didalam kamar ini. Yang terlihat hanya ranjang yang berantakan tanpa ada sang pemiliknya, padahal jelas-jelas Baekhyun tadi mendengar suara Hyena yang berteriak.

“Hyena! Kau dima –“

“AKHHHH!!!”

.

.

.

.

.

“Shh… akh pelan-pelan…”

“Apa begitu sakit?”

“Sakit sekali! Akh akh jangan menyentuhnya.”

“Sebentar saja sini aku pegang.”

“Akh tidak jangan ini perih!”

“Byun Baekhyun! Astaga ini hanya luka kecil kenapa kau merengek seperti anak kecil??” Hyena merengut ketika melihat Baekhyun yang terus merajuk ketika dahinya mau diobati oleh Hyena.

Tadi saat Baekhyun yang berhasil mendobrak pintu kamar Hyena, sebuah raket tennis berhasil mendarat mulus didahi Baekhyun. Dan yang melakukannya adalah Hyena, sejak gadis itu mendengar suara aneh ia pikir itu adalah hantu yang diceritakan Jungmi makanya ia bersiap-siap bersembunyi di sebelah meja riasnya lalu melayangkan raket itu di dahi….

Kekasihnya…

Sungguh Hyena menjadi merasa bersalah…

“Siapa suruh kau memukulku dengan raket tennis itu??”

“Ku kira kau hantu, karena suaramu – oh ya suaramu kenapa jadi seperti ini??” akhirnya Hyena baru sadar kalau ia belum memnanyakan hal ini.

“Aku flu…” suara Baekhyun terdengar lirih, karena ia merasa penyakit flu nya semakin parah, bahkan Hyena bisa melihat hidung Baekhyun yang memerah.

“Uh? Benarkah??” Hyena mengangkat tangannya menuju dahi Baekhyun, yang terasa sedikit hangat. Bebarti laki-laki ini demam…

Laki-laki ini sudah terkena flu serta demam…

Ditambah luka yang dibuat kekasihnya sendiri…

Baekhyun benar-benar berterima kasih dengan Hyena

“Kenapa kau tidak meminum obat?? Aish tunggu sebentar aku akan mengambilkan obat untukmu.” Hyena kini berjalan untuk mengambi obat yang berada dilantai bawah, tapi langkahya tiba-tiba terhenti di dekat pintu kamarnya.

Baekhyun yang terus mengamati gerak-gerik Hyena seketika menaikkan alisnya bingung. “Kenapa kau berhenti? Ada apa?”

“Ak-aku… tidak… berani turun kebawah.” Cicit Hyena yang kembali merasa takut. Demi mata Kyungsoo yang bulat Hyena benar-benar penakut jika sudah berurusan dengan horror. Ia lihat Baekhyun yang terlihat menahan tawanya dari sudut matanya. “Yak jangan tertawa!”

Sambil menahan tawa Baekhyun menepuk tempat disebelahnya berbaring, menyuruh Hyena untuk lebih mendekat dengannya. “Sini…”

Hyena pun mencoba menekan rasa malunya dan mulai menuruti kemauan Baekhyun. Ia pun naik keatas ranjang yang sama di sebelah Baekhyun, sedangkan Baekhyun sudah siap merentangankan tangan kanan untuk menjadi sadaran Hyena.

“Ya ini kan ranjang milikku, apa yang mau kau lakukan?” Hyena bertanya seperti itu hanya untuk menghilngankan rasa gugupnya. Demi apapun ini adalah pertama kalinya mereka sedekat ini setelah sudah berpacaran.

“Aku kedinginan…” lirih Baekhyun menatap Hyena sendu. Hyena benar-benar kalah jika Baekhyun sudah menatapnya seperti itu.

“Lalu aku harus melakukan apa? merendammu didalam air panas?”

“Ani, ada yang lebih praktis dari itu.”

Seakan tersentak Hyena bisa merasakan kehangatan diseluruh tubuhnya ketika kedua tangan Baekhyun berhasil mendekapnya. Dengan cepat pula Baekhyun menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut milih Hyena sampai sebatas dada.

“Apa kau habis mencuci rambutmu? Ini harum sekali” hidung Baekhyun menghirup harum rambut milik Hyena.

“Apa kau tidak mandi? Tubuhmu bau sekali” balas Hyena yang mendapat tatapan kesal, sedangkan Hyena terkekeh pelan. Padahal didalam hatinya Hyena sangat suka wangi maskulin kekasihnya.

Baekhyun mendesah sebal, padahal sedaritad ia terus memuji Hyena tapi yang ia dapat malah sebaliknya. Sungguh jika Baekhyun tidak mencintai gadis itu sudah ia tendang dari sini. Upss Baekhyun hampir lupa kalau ini bukan ranjang miliknya, oke oke ia tarik omongannya yang tadi.

“Tapi ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini? Padahal diluar sedang hujan.”

“Aku kesini disuruh Eomma untuk memberikan makanan untukmu, tapi kau malah memukulku dengan – “

“Oke oke aku minta maaf soal yang tadi. Dan jangan mengungkitnya lagi Byun Baekhyun!”

“Tapi ini sakit Hyenie-ya” Baekhyun kembali merajuk dengan cara menyembunyikan kepalanya di balik leher Hyena. Benar-benar cari kesempatan!

Tidak bisa dipungkiri kalau Hyena benar-ebanr merasa sangat geli karena perbuatan Baekhyun sekarang. Oh ayolah Hyena kan sudah mengobati bayi besar ini, apa benar dahi nya masih terasa sakit?
“Dimana yang sakit?” Hyena mencoba sabar menghadapi Baekhyun yang sedang asik bermain di area lehernya.

“Disini…” Baekhyun menunjuk bibirnya, menyatakan bahwa disitulah yang terasa sakit. Hyena mengerut bingung, dan sedikit kemudian ia baru menyadari kalau Baekhyun meminta ‘itu’.

“Apa kau memintaku untuk memukul bibirmu dengan raket tennis huh?”

Baekhyun mengerucutkan bibirnya, sebenarnya laki-laki ini hanya ingin merasakan bibir yang manis milik kekasihnya sedikit saja. Karena Baekhyun sangat merindukan saat-saat seperti ini bersama Hyena, karena tidak bisa setiap waktu ia bisa berdekatan dengan Hyena di sekolah.

“Sedikit saja.”

“Tidak”

“Hyena…”

“…”

Tanpa Hyena duga Baekhyun memilih beranjak dari tempatnya semula, menatap Hyena sebentar lalu benar-ebanr berjalan pergi meninggalkan Hyena yang masih berbaring diranjangnya. Tidak … jika Baekhyun benar-benar pulang berarti ia kembali…

Sendirian…

Tidak!!!

“Baiklah aku pulang dulu, sepertinya kau sudah mengantuk. Sebaiknya kau tidur, dan jika kau kelaparan makanlah Doenjang Jjigae yag aku bawa. Sampai jum –“

Baekhyun tak melanjutkan perkataannya ketika ia merasakan sebuah dekapan hangat terasa dipunggungnya. Tanpa berbalik pun Baekhyun sangat tahu siapa pemilik tangan yang sedang melingkar di pinggangnya, ah Baekhyun benar-benar tidak bisa menahan senyumnya.

“Jangan pergi… kumohon…” lirih suara Hyena terdengar memohon di hadapan Baekhyun.

Baekhyun mengangkat alisnya bingung, sejujurnya ia baru pertama kali mendengar suara Hyena yang memohon padanya sampai seperti ini. Tunggu… jika ia tidak diperbolehkan pergi berarti Baaekhyun harus…

“Temani aku… ehm maksudku temani aku tidur.” Sambung Hyena pelan tanpa melepaskan pelukkannya pada Baekhyun. Baekhyun yang merasa tidak tahan langsung berbalik menghadap Hyena memegang kedua pundak Hyena pelan.

“Apa kau tidak salah bicara?” desis Baekhyun.

Hyena menundukkan kepalanya. Sesungguhnya Hyena benar-benar malu mengatakan hal itu pada Baekhyun., tapi mau bagaimana lagi ia memang harus menjegal Baekhyun agar tidak pulang dan harus menemaninya disini.

“Hm. Aku … aku tidak berani sendirian.”

“Huh?”

*

*

*

*

*

*

“Jadi kau takut sendirian dirumah karena hantu?” Baekhyun terus mengelus rambut Hyena yang berada didekapannya.

“Hm.” Gumam Hyena pelan tapi masih terdengar jelas ditelinga Baekhyun.

Baekhyun terkikik pelan, oh astaga ia sekarang mulai lebih merasa dekat dengan Hyena. Setidaknya ia menjadi tahu kelemahan Hyena, jika seperti ini Baekhyun dengan gampang membohongi Hyena soal hantu.

“Membahas soal hantu aku jadi ingat ketika masuk kerumahmu tadi, apa kau menyadari bahwa diarah dapur seperti ada suara gelas yang berdenting? Oh astaga aku benar-benar kaget ketika mendengar suara itu, jadi aku memilih buru-buru ke kamarmu.” Baekhyun nampak sedang mengarang cerita yang ia buat dengan segala imajinasi nya untuk sekedar menakut-nakuti Hyena.

Hyena seketika mendongkakkan kepalanya menatap Baekhyun. “Benarkah? Kau tidak berbohong kan?”

Baekhyun mengangguk yakin. “Kau lihat di pintu sana, seperti ada sebuah bayangan kan yang lewat? Lihat! Itu lihat!”

“Tidak! Aku tidak mau!” kata Hyena keras, ia arsakan cairan itu semakin menguap di pelupuk matanya. Hyena mencoba menahannya agar tidak sampai mengalir dan juga tidak sampai terlihat oleh Baekhyunn.

DAARR!

“KYAA!”

Tiba-tiba Hyena berteriak kencang ketika suara petir mengagetkannya, refleks Hyena kembali menyembunyikkan kepalnya di dada Baekhyun. Air matanya kini kembali tak terbendung dan suara isakkannya pun lolos begitu saja. Padahal sekuat mungkin Hyena menahannya, sedangkan Baekhyun sedikit terkejut dengan reaksi Hyena.

Bahkan Baekhyun bisa merasakan baju tipisnya terasa basah. Di detik selanjutnya Baekhyun bisa mendengar suara isakkan kecil dar bibir Hyena.

“Kau menangis?” Baekhyun mengangkat dagu Hyena perlahan – ya meskipun sedikit agak sulit karena Hyena terus saja memberontak tak mau. “Hei aku hanya bercanda, itu semua tidak ada Hyenie aku hanya bergurau.”

“Aku… aku benar-benar penakut, aku tidak bisa mendengar cerita menyeramkan itu sedikitpun. aku mudah tertipu dan bodoh, bahkan aku takut dengan suara petir. Aku ini sangat memalukan kan untuk dirimu?”

“Apa yang kau bicarakan, huh?” Baekhyun menatap Hyena khawatir, kedua tangannya kini kembali memberikan sentuhan pada pipi Hyena. Mengelusnya pelan serta menghapus aliran air mata gadisnya ini. “Dengarkan aku! Hantu itu hanya makhluk tak berwujud yang tidak bisa kau lihat dengan kasap mata, mereka semua itu sebenarnya tidak ada Hyena. Jika kau mendengar suara atau apapun yang terasa aneh itu hanya halusinasimu saja itu akibat rasa takutmu terus menguasai dirimu, mengerti?”

Hyena mengangguk mengerti mengiyakan semua perkataan Baekhyun. “Terima kasih karena kau selalu berada disisiku, andaikan sekarang aku sendirian tanpamu mungkin aku sudah mena – “

“Sstt… tanpa kau memanggilku pun aku akan datang menemuimu dan menemanimu. Kau tahu? Jika sehari saja aku tak bertemu denganmu rasanya seperti sepatu yang kehilangan tali sepatunya maka dari itu aku sangat sulit berjauhan denganmu.”

Hyena akhirnya tersenyum tipis, entah hantu macam apa yang mendorongnya tiba-tiba saja Hyena bergerak maju cepat dan mengecup singkat bibir Baekhyun.

“Kau sedang menggodaku, eoh?” Baekhyun mendelik kearah Hyena yang sedang terkikik senang.

“Bukankah itu maumu?”

“Aku tidak mau yang seperti itu.”

“Lalu?”

“Seperti ini…”

Benar saja Baekhyun melakukannya, meraup sesuatu yang terasa lembut itu untuk ia lumat perlahan. Hyena tentu merasa sedikit kaget dengan pergerakkan Baekhyun yang tiba-tiba, Hyena bisa melihat kedua mata Baekhyun yang tertutup menikmati bibirnya.

Suara kecupan beberapakali terdengar dari bibir mereka berdua, posisi Hyena kini sudah berada di bawah pertahan Baekhyun bahkan kedua tangan Hyena pun sudah mengalung indah di leher Baekhyun. Baekhyun yang merasa mendapat balasan mencoba memperdalam ciumannya lagi.

Tapi niat Baekhyun itu ia urungkan…

Mengingat ini sudah semakin malam, Baekhyun berfikir bahwa Hyena sudah sangat lelah dan juga mengantuk jadi ia perlahan melepaskan tautan bibir mereka, deru nafas terdengar dari keduanya. Baekhyun tersenyum kepada Hyena yang sudah membuka kelopak matanya.

“Tidurlah, ini sudah malam.”

“Kau tidak akan pulang kan?”

“Tidak, sudahlah cepat tidur. Aku akan disini menemanimu sampai pagi”

“Terima kasih…”

*

*

*

*

*

*

“Baekhyun-ah kau semalaman kemana saja, huh? Eomma menyuruhmu untuk memberikan makanan untuk Hyena dan pulang sampai pagi seperti ini?”

Padahal Baekhyun sudah berjalan dengan pelan-pelan bahkan seperti seorang pencuri, tapi tetap saja ia ketahuan oleh Eomma nya, oh ayolah jika ia berkata jujur bisa-bisa Baekhyun langsung dibunuh oleh sang Eomma.

“Ya aku memberikan makanan itu kepada Hyena seperti yang Eomma suruh, jadi apa yang salah?”

“Jelas saja terlihat salah karena kau pulang sampai pagi! Apa jangan-jangan kalian sudah melakukan sesuatu yang – “

“Oh astaga, apa Eomma habis menonton drama lagi? Itu tidak akan pernah terjadi diantara aku dan Hyena, lagi pula semalam itu kita habis menonton film horror dan bukan seperti yang Eomma bayangkan.” Ungkap Baekhyun sambil menengguk segelas air, dibelakangnya terlihat sang Eomma terus mengekorinya.

Eomma Baekhyun nampak berfikir, menurutnya yang dikatakan anaknya ada benarnya. Mana mungkin mereka berdua melakukan hal seperti itu.

“Ya melihat kalian berdua yang sering bertengkar memang sedikit tidak masuk akal kalau kalian melakukan hal yang seperti itu. Ya sudahlah Eomma ingin membersihkan kebun dulu.” Eomma Baekhyun berjalan pergi meninggalkan Baekhyun yang terlihat tersenyum senang karena Eomma sama sekali tak curiga.

Jika aku memberikan alasan yang sama mungkin Eomma akan terus mempercayainya, dengan begini aku akan sering-sering menemani Hyejin didalam kamar hihi

 

 

 

 

END

Yaampun ini aku bikin apaan hahaha btw maaf ya kalau banyak typo soalnya bikinnya ngebut jadi belom sempet baca ulang :v

Btw Sifat Baekhyun kok jadi mesum begini wkwk

Entahlah kok ketika aku bikin oneshoot ini jadi kepikiran pengen buat series Baekhyun – Hyena? .-.

Series berkelanjutan tapi berbeda judul :v

Jadi mungkin cerita ini masih ada sambungannya :v

Tapi ga tau kapan HAHAHA/?

Doaian aja deh biar aku dapet hidayah bikin kelanjutan series mereka

Jadi intinya aku lebih baik bikin series tentang mereka atau tidak???

TOLONG JAWAB YAP {}

AKU TUNGGU COMMENT KALIAN MWAH

2 thoughts on “Home Alone

  1. Hanna berkata:

    hey thor..
    Baekhyun disini mesum amat y.. tapi gemeees iiih sama dia.. 😀
    semoga author mendapat hidayah untuk bikin series Baekhyun-Hyena.. 😀
    hubungan mereka kayakny menarik kalo d jadiin series thor..hoho..
    d tggu,, ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s