Last Game (Chapter 8)

Title                 : Last Game (Chapter 8)

Author             : Gu Rin Young (Sehoon Oh)

Cast                 : All member EXO and others

Genre               : Brothership, family, school life, sport

Rating              : General

Minal aidzin wal faidzin semua🙂 Maapin ya author lama ngepost, abis liburan lebaran hehehe. Author ganti nama aja ya, sesuai nama Korea author takut yang punya nama itu ngambek hahaha

#####

Luhan berkeliling halaman belakang rumahnya yang cukup luas. Sudah 10 kali dia berkeliling. Dan pada putaran ke sebelas dia memutuskan berhenti lalu mengambil bola basket di bawah ring. Di halaman belakang rumah Luhan, terdapat lapangan basket yang sengaja dibuat Tuan Oh agar Luhan dan Sehun dapat berlatih di rumah.

Luhan mulai mendrible bola lalu menembaknya ke arah ring. Masuk. Berulang kali Luhan melakukan itu dan selalu masuk. Luhan berlatih sedikit agar besok dia tidak perlu berlatih terlalu keras sebelum pertandingan. Karena besok akan menjadi hari yang melelahkan untuknya. Besok Luhan dituntut untuk bisa memenangkan pertandingan agar dia bisa menjadi bintang.

Dari dalam kamarnya Sehun melihat hyungnya berlatih keras. Sehun senang melihat hyungnya bersemangat seperti itu, namun dia sedih karena dia tidak bisa berlatih bersama hyungnya. Akhirnya Sehun memutuskan untuk pergi tidur.

—–

Sorak sorai pendukung SMU Seoul dan SMU Yonsei sudah memenuhi indoor Myungwoo. Hari ini partai final basket untuk memperebutkan tropi Myungwoo tahun ini.

Semua pemain sedang melakukan pemanasan di tempat biasa mereka berlatih sebelum bertanding. Ruangan berlatih SMU Seoul dan Yonsei berhadapan. Begitu juga ruang ganti pemain mereka.

“Sehun, kau berjanji untuk mengajari kami cara membaca gerakan lawan.” Tagih D.O.

“Benar, kau harus ajarkan kami.” Seru Chanyeol yang sedang memakai sepatunya.

“Bukankah kalian sudah bisa? Kemarin saja kalian bisa mencari celah lawan.” Jawab Sehun.

“Tapi kami tidak bisa secepat kau.”

“Sebenarnya caranya sangat mudah hyung. Kalian amati saja gerakan mereka. Kemana dan bagaimana mereka melangkah, jika kalian sudah mengetahui itu pasti kalian bisa membaca gerakannya.”

“Tapi jika kami salah, tolong katakan pada kami.”

“Pasti, kau tidak perlu khawatir.”

Suho mendekat, “Sehunie, kita memakai taktik apa hari ini? Apa kau akan melakukan perubahan-perubahan lagi ditengah pertandingan?”

“Itu adalah ciri khas Sehun, hyung. Itu yang membuat lawan bingung dengan gerakan kita.” Seru Kai yang sedang menembak bola ke ring.

“Hahaha, seharusnya taktik seperti itu membingungkan kalian. Tapi kalian tidak pernah bingung jika aku menyuruh kalian berpindah posisi.” Ucap Sehun sambil tertawa.

“Pada awalnya kami bingung bagaimana cara melakukannya dengan cepat, namun semakin sering berlatih dan bertanding kami semakin terbiasa.” Jelas Suho.

Baekhyun mengangguk membenarkan. “Suho hyung benar. Namun, taktik anehmu selalu membuat tim kita memenangi semua pertandingan.”

“Jinja? Sudahlah hyung, sebaiknya kita berlatih. Pertandingan akan dimulai 15 menit lagi.”

“Arra.” Mereka lalu memulai latihan.

Di seberang ruangan, SMU Yonsei pun sedang latihan. Mereka mengulang kembali taktik dan teknik yang sudah mereka latih selama ini.

“Hyung, apa kau yakin kita tidak cedera?” Tanya Tao mengingat taktik yang akan digunakan nanti cukup berbahaya.

“Mollayo, kita lihat saja nanti.” Jawab Chen.

“Semoga saja latihan kita tidak kurang untuk taktik dan teknik gila ini.” Lay menghembuskan nafasnya keras.

“Luhan hyung ternyata lebih gila dari Sehun.” Decak Tao.

“Hahaha, memang benar. Aku kira hanya Sehun yang gila.” Chen terkikik.

“Mungkin mereka saudara, karena mereka selalu melakukan hal gila.” Lay dan Tao tertawa.

“Sudahlah, sebaiknya kita berlatih lagi.” ucap Chen lalu mendrible bolanya pergi.

Semua berlatih sangat keras untuk menghadapi partai final kali ini. SMU Seoul terlihat lebih santai karena mereka sering menghadapi hal seperti ini. Yang terpenting saat ini adalah focus dan mental yang sangat kuat untuk menghadapi lawan. Berbeda dengan SMU Seoul, SMU Yonsei bertekad untuk memenangkan pertandingan kali ini agar tidak tertindas SMU Seoul untuk yang kedua kalinya. Terlebih Luhan yang hanya ingin balas dendam atas kekalahannya pada pertandingan yang lalu.

Setelah pertandingan kurang dari 5 menit semuanya pergi ke ruang ganti. Di koridor Sehun bertemu Luhan. Sehun memberanikan diri untuk tersenyum, namun Luhan hanya berlalu begitu saja. Fighting, hyung. Ucap Sehun dalam hati, lalu menyusul yang lain ke ruang ganti.

“Apa kalian sudah siap?” seru Suho.

“Tentu saja kami siap.” Seru Baekhyun, D.O, dan Chanyeol yakin.

“Ayo kita gempur mereka.” Kai selalu lebih bersemangat jika sudah berada di babak final.

Sehun mengencangkan tali sepatunya. “Kajjaaaaa!!” seru Sehun akhirnya. “Kita harus memenangkan pertandingan kali ini!”

“Yes, Cap!” seru yang lain yakin.

Mereka lalu meninggalkan ruang ganti. Dan berkumpul lagi di pinggir lapangan. Saat mereka muncul semua penonton berteriak mendukung mereka. Kebanyakan dari mereka adalah siswa SMU Seoul karena lokasi Myungwoo dekat dengan sekolah Sehun.

“Aku, Kai, dan Chanyeol hyung akan bermain penuh jika kondisi kami memungkinkan. D.O hyung akan masuk quarter ke tiga menggantikan Suho hyung. Karena kalian berdualah yang harus fit dalam pertandingan ini. Aku butuh umpan panjang dan tembakan kalian.” Jelas Sehun pada semuanya.

“Arraseo. Aku sangat tidak sabar menunggu pertandingan ini.” Ucap Baekhyun sambil melakukan sedikit pemanasan pada kakinya.

“Haha, nado hyung. Walaupun sudah sering ke final tapi tetap saja aku gerogi.” Kai menggenggam handuk karena tangannya dingin.

“Baekhyun hyung, kau atur semua ritme pertandingan karena kau yang bisa membaca situasi.” Perintah Sehun yang terus sibuk dengan pelatih yang sedang berdiskusi tentang strategi mereka.

“Tidak perlu khawatir. Tapi kali ini kita akan sedikit menguras tenaga, karena mereka pasti akan bermain cepat.” Baekhyun yakin kali ini SMU Yonsei pasti akan menyerang habis-habisan.

“Sehunie, tubuh Kris besar sekali. Apa ada celah untuk melewatinya? Aku selalu gagal jika beradu dengannya.” Keluh Chanyeol.

“Kau lihat saja bola matanya. Jika mengarah ke kiri dia akan menyerang melalui kirimu, dan sebaliknya.”

“Jinja? Arraseo.”

Peluit panjang tanda akan dimulainya pertandingan sudah terdengar. Semua pemain memasuki lapangan. Xiumin nyengir lebar pada Sehun yang dibalas Sehun dengan puppy eyes andalannya.

“Ya Oh Sehun, jangan melakukan aegyo saat bertanding.” Perintah Xiumin.

“Hahaha, arraseo. Tp jika itu mengganggumu aku akan terus melakukannya.” Ucap Sehun lalu mengedipkan sebelah matanya membuat Xiumin tertawa.

Wasit melempar bola yang langsung didapatkan oleh Kai. SMU Yonsei kali ini menurunkan Luhan, Xiumin, Kris, Tao, dan Lay.

Kai langsung mengopernya pada Sehun namun operannya diambil alih oleh Kris yang langsung mengoperkan bola ke Luhan. Luhan melakukan fast break namun dihalangi oleh Chanyeol, karena tubuh Chanyeol yang tinggi dia berhasil mendapatkan bola lalu memberikannya pada Sehun. Sehun melakukan fast break dia berhasi menerobos Kris lalu melakukan lay up dan MASUK!! 2 point pertama untuk SMU Seoul. Penonton kembali bersorak.

Luhan kesal. “Sial! Ayo kira serang mereka!”

Kali ini SMU Yonsei berbalik menyerang. Luhan berhadapan dengan Kai. Sulit untuk mengelabuhi Kai akhirnya Luhan mengoperkan bolanya pada Kris. Kris mencoba menembus pertahanan SMU Seoul. Kris berhasil menembus beberapa pemain. Dia mencoba mencari celah kosong dan akhirnya dia menemukan Xiumin yang sedang dalam posisi bebas lalu dia mengoperkan bolanya pada Xiumin. Xiumin menembak dan MASUK! 2 point untuk SMU Yonsei.

Pertandingan berjalan saling serang. Kedua tim sama-sama ingin menang dan memasukan bola sebanyak-banyaknya. Mereka sama- sama kewalahan menghadapi lawan mereka. Namun tidak ada yang boleh lengah. Bahkan penonton pun berdecak kagum karena permainan mereka. Dan akhirnya quarter pertama berakhir dengan score 37-34 untuk SMU Yonsei.

Di pinggir lapangan Baekhyun sudah hampir meminum 3 botol air. Dia sangat kewalahan menghadapi Luhan. “Luhan cepat sekali, rasanya ingin mati.”

Chanyeol mengangguk setuju. “Kau benar. Aku saja berulang kali terjatuh menghadapi Kris. Tubuhnya sangat besar.”

Sehun menghampiri keduanya sembari meminum air dalam botol keduanya. “Hyung mianhe karena aku tidak bisa membantumu membendung serangan mereka.” Raut menyesal muncul di wajah Sehun.

“Aniyo, kau sudah membantu kami. Kami akan bertanding lebih semangat lagi. Kau tidak perlu khawatir.” Chanyeol menepuk pundak Sehun untuk memberi semangat

“Baiklah. Ayo berkumpul.” Seru Sehun membuat yang lain menghampirinya.

“Kurasa kita harus mengganti strategi. Jika seperti tadi Baekhyun hyung akan sangat kewalahan.” Usul Kai.

Sehun membenarkan ucapan Kai. “Itu yang sedang aku pikirkan. Chanyeol hyung kau bisa gantikan Baekhyun untuk quarter ini. Dan Suho hyung akan menggantikan Chanyeol untuk bermain di depan.” Sehun kembali berpikir karena keputusannya harus menyeimbangkan tim. “Aku akan menggantikan Suho hyung, Kai kau tetap menjadi center dan Baekhyun hyung gantikan aku.”

“Lebih baik. Mungkin kali ini seimbang. Kai kau yang menjadi tumpuan kali ini.” Ucap Suho setelah berpikir sejenak.

“Arraseo. Ayo kita bertanding.” Seru Kai tidak sabar menunggu peluit berbunyi.

Di sisi lain lapangan terlihat Luhan dan rekan timnya berdiskusi. Kali ini Chen akan menggantikan Xiumin.

“Kita akan menggunakan taktik itu saat quarter ketiga. Kali ini kita sudah memimpin jadi pertahankan dan terus menyerang.” Perintah Luhan.

“Luhan hyung, apa tidak ada perubahan formasi?” Tanya Tao.

“Kita tetap bermain seperti tadi. Jika terlalu banyak mengubah formasi, fokus kita akan berkurang.”

“Luhan benar. Lebih baik kita gunakan formasi awal.” Ucap Lay yang mendapat anggukan dari yang lain.

Akhirnya peluit tanda dimulainya quarter kedua sudah dibunyikan oleh wasit. Semua pemain memasuki lapangan dan berlari ke posisinya. Kris sedikit terkejut karena kali ini Sehun bermain di belakang sedangkan Baekhyun dan Suho di barisan depan. Pertandinganpun dimulai.

Pada quarter kedua tidak jauh berbeda dengan quarter pertama. Hanya saja formasi yang diberikan Sehun tadi membuat Suho sering mendapat ruang kosong karena Luhan dan yang lain terlalu banyak fokus pada Baekhyun. Peluang tembak Kai juga sudah mulai terbuka. Karena hal ini pada quarter kedua SMU Seoul membalikan kedudukan menjadi 62-57.

Chen membersihkan peluhnya yang mengalir di pelipisnya lalu meraih botol minum di depannya. “Apa mereka tidak lelah? Mereka selalu bermain cepat.”

Lay yang berada di dekat Chen menjawab, “Kurasa karena mereka mengganti posisi mereka tiap kali bertanding. Kau lihat saja Baekhyun yang tadinya kelihatan kelelahan sekarang kembali bugar seperti tadi.”

Kris menyahuti. “Kau benar. Suho selalu menjadi ruang tembak karena kita terlalu memperhatikan gerak Baekhyun dan tanpa diduga Kai dan Suho menembakkan bola.”

“Baiklah. Apakah kalian siap? Kita akan menggunakan taktik kita.” Seru Luhan tiba-tiba. Tao menelan ludahnya.

“Aish, apakah kau tidak bisamenggunakan taktik yang seperti tadi saja? Aku ragu karena resikonya sangat besar.” Umpat Xiumin.

“Ani. Kita sudah ketinggalan 5 angka. Kita harus merebut tropi.”

“Yaa!! Apa kau tidak lihat mereka sudah kelelahan?” Xiumin menunjuk yang lain. Tao dan Lay terus meminum air karena kelelahan.

“Jika kita menang, lelah itu akan hilang!”

“Sudahlah hyung, kalian tidak perlu berdebat. Kita gunakan saja semua yang pernah kita pelajari saat latihan.” Chen berusaha melerai keduanya.

“Jika kalian terus bertengkar itu tidak akan menghasilkan apa-apa.” Tambah Tao.

“Terserah kau saja.” Xiumin pergi meninggalkan yang lain lalu mengambil botol minum dan meminum isinya sedikit kesal.

“Baiklah kita harus gunakan taktik itu. Aku yang menjadi centernya.” Seru Luhan akhirnya disertai anggukan terpaksa dari yang lain kecuali Xiumin.

Sehun tidak sengaja memperhatikan Luhan dan yang lain lalu dia mengerutkan dahinya saat Xiumin tiba-tiba meninggalkan yang lain dengan wajah kesal. Tanpa sadar sebuah tepukan mendarat di pundaknya.

“Apa yang sedang kau perhatikan?” Suho tersenyum. Ternyata Suho sudah berdiri agak lama di belakang Sehun.

“Ani hyung. Ada apa?” Tanya Sehun lalu meneguk minumnya.

“Tidak ada apa-apa. Apa kau sedang memperhatikan hyungmu?”

“Bukan. Hanya saja aku bingung kenapa Xiumin hyung terlihat kesal.”

Suho memandang Xiumin yang duduk menjauh dari yang lain. “Mungkin dia sedang berdebat dengan seseorang.”

Sehun tampak berpikir, “Apa mungkin Luhan hyung? Tapi apa masalahnya?”

Belum selesai bicara, suara D.O membuat Sehun dan Suho kesal. “Ya!! Apa kalian akan terus menggosip di sana?”

“Kami tidak menggosip!!” Seru Suho kesal.

“Lalu? Kalian lebih terlihat seperti ahjumma penggosip jika berdua seperti tadi.” D.O terkikik geli.

“Hyung kami tidak bergosip. Bisakah kau berhenti menggoda kami?” Ucap Sehun akhirnya.

“Sudahlah hentikan. Bagaimana setelah ini?” Tanya Chanyeol.

“D.O hyung akan menggantikan Suho hyung.” Kai menjawab, padahal Sehun yang diberi pertanyaan oleh Chanyeol. Karena itu Kai mendapat jitakan di kepalanya.

“YA!! Appo hyung.” Lirih Kai.

Sehun mengisyaratkan semuanya untuk berkumpul lalu mulai berbicara. “D.O hyung akan bermain. Kali ini kita gunakan umpan pendek saja karena setelah ini mereka pasti akan mengincar D.O hyung.” Sehun menjelaskan sedikit cepat karena waktu istirahat hampir selesai. “Dan kali ini aku menjadi center, lalu Baekhyun gantikan Chanyeol, dan Kai kau small forward. Baekhyun hyung kau atur ritme sedikit cepat di awal.” Baekhyun mengangguk diikuti yang lain.

“Lalu?” Tanya Kai.

“Aku rasa itu cukup. Kita lihat serangan mereka seperti apa.” Jawab Sehun.

“Baiklah. Kita harus berjuang.” Seru Suho.

Peluit sudah dibunyikan. Semua pemain bersiap kembali di lapangan. Luhan menatap Sehun tajam. Namun Sehun hanya fokus pada bola yang dipegang oleh wasit. Sekarang yang paling penting adalah menyelesaikan pertandingan.

Sehun berhadapan dengan Tao untuk memperebutkan bola pertama. Bola dilemparkan oleh wasit, Sehun menyengir dan dia langsung merebut bola. Sehun mengumpankan bolanya pada Kai. Kai melakukan fast break. Setelah berhasil melewati Xiumin, Kai tidak langsung menembak namun mengoperkannya pada Chanyeol yang sedang dalam posisi bebas. Chanyeol menembakan pada ring dan masuk! 2 point untuk SMU Seoul.

“Aigooo, kalian memang hebat.” Puji Kris pada Sehun setelah Sehun dan Kai melakukan selebrasi kecil.

“Gomawo hyung. Kau dan tim mu juga.” Ucap Sehun tersenyum lalu kembali ke timnya.

Luhan yang melihat itu geram. “Baiklah kita harus menggunakan taktik itu sekarang. Aku tidak mau kita kehilangan banyak angka.”

“Mwo? Sekarang? Tapi quarter ketiga baru dimulai.” Tuntut Xiumin.

“Jika kita mengulur waktu, mereka akan menghasilkan angka yang lebih banyak!” Seru Luhan kesal.

“Aiiiish!!!! Aku keluar!” Xiumin pergi meninggalkan lapangan diikuti tatapan terkejut dari Kris, Tao, dan Lay.

“Chen, kau gantikan dia!” Chen yang merasa dirinya dipanggil oleh Luhan langsung masuk lapangan.

“Ya!! Xiumin adalah partnermu, bagaimana kau bisa membiarkannya pergi begitu saja?!” Ucap Lay tidak percaya.

“Aku tidak menyuruhnya pergi. Ayo kita lanjutkan permainan.” Seru Luhan akhirnya membuat pertanyaan-pertanyaan yang sudah berada di tenggorokan harus ditelan pahit oleh Lay dan Kris.

“Oe? Sehunie, Xiumin hyung keluar.” Baekhyun menunjuk Xiumin yang duduk di pinggir lapangan.

“Mollayo, kita bicarakan itu nanti. Kita harus bertanding dan fokus.”

Bola sudah masuk di lapangan, kali ini bola dipegang oleh Tao. Tao mendrible bola sedikit pelan sambil merangkai strategi yang sudah diajarkan Luhan. Dia harus menyusun dengan benar agar dia tidak cedera. Lalu bola dia oper kepada Kris. Kris mencoba menembus Sehun namun ternyata Sehun bisa mematikan langkahnya. Akhirnya Kris mengoper bolanya pada Luhan.

Luhan kini berhadapan dengan Sehun. Luhan dan Sehun sama-sama tidak peduli dengan siapa mereka berhadapan. Luhan menyeringai. Inilah saatnya batin Luhan. Luhan melewati Sehun melalui kirinya lalu dengan sengaja dia menyikut punggung Sehun dengan keras. Namun dia berlagak seperti tidak tau apa-apa dan terus mendrible bola melewati Sehun.

“Aaaaargh!!!!” Sehun menjerit sambil menahan rasa sakitnya.

“Oh Sehun!! Time up!!” Pinta Suho pada wasit. Wasit pun meniup peluit.

“YA!! Kau tidak apa-apa?” Tanya Kai khawatir.

“Punggungku sakit sekali. Tolong bantu aku ke tepi lapangan.”

“Arraseo.”

Kai dan Chanyeol memapah tubuh Sehun lalu membaringkan Sehun di bangku cadangan. Baekhyun mengikuti sedangkan Suho meminta pada wasit untuk memberikan time up sedikit lama. D.O membuka baju Sehun lalu memeriksa bagian punggungnya. D.O terkejut melihat warna biru pada punggung Sehun.

“Aigo!! Punggungmu memar. Apa tadi kau membentur sesuatu?” Cerca D.O sambil mengambil minuman dingin di sebuah kotak didekatnya lalu mengompres memar Sehun.

“Aku tidak membentur apapun.”

“Jangan-jangan Luhan melakukan sesuatu padamu.” Tebak Baekhyun.

“Dia tidak mungkin melakukannya.”

“Bisa saja dia. Terakhir dia melewatimu lalu kau tiba-tiba menjerit dan sekarang punggungmu memar, apa kau masih menganggap dia tidak ada hubungannya?” Imbuh Chanyeol setuju tentang anggapan Baekhyun.

“Aku juga berpikir begitu. Tadi dia lewat di sebelah kirimu saat wasit juga berada di kirimu. Saat dia sudah melewatimu aku pikir dia menggunakan sikunya untuk melukaimu.” Kai mencoba menyampaikan analisisnya.

“Omo, bagaimana kau bisa sepintar itu? Tapi aku pikir dia tidak sengaja melakukannya.” Ucapan Sehun barusan membuat Kai, Chanyeol, dan Baekhyun menghembuskan nafas kesal.

Suho berhasil meminta perpanjangan time up pada wasit selama 5 menit. “Kita memiliki waktu 5 menit lagi. Sehun bagaimana punggungmu?”

“Punggung Sehun memar. Aku rasa jika dia bertanding lagi, memarnya akan semakin parah.” Ujar D.O.

“Mwo? Jadi aku tidak bisa bertanding lagi?” Sehun sedikit terkejut dengan pernyataan D.O.

“Kau istirahatlah, biar kami yang menghadapi mereka. Kau tidak perlu khawatir, kita masih memimpin kan?” Suho berusaha meyakinkan Sehun.

“Benar. Serahkan saja pada kami.” Ucap Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.

“Kami masih bisa diandalkan. Percayalah pada kami.” Kai ikut meyakinkan.

“Tapi mereka bermain sangat cepat. Apa kalian bisa mengimbangi mereka?”

“Apa kau tidak mempercayai kami? Kita sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.” Imbuh Suho.

“Aish, arraseo. Aku akan menyusun strategi disini. D.O hyung kau bisa membantu Suho hyung untuk umpan jarak jauh. Kai dan Chanyeol hyung umpankan pada mereka, dan Baekhyun hyung kau atur ritme dengan baik dan jaga ringmu.” Semua mengangguk menuruti perintah Sehun.

Diwaktu yang bersamaan, Luhan sedang berbahagia. Luhan yakin Sehun tidak diturunkan kali ini, jadi dia bisa lebih leluasa bermain. Ini adalah cara untuk membalikan keunggulan.

“Kau benar-benar gila!” Bisik Kris tepat di telinga Luhan.

“Wae? Bukankah kau senang jika Sehun tidak bermain?”

“Bagaimana jika Sehun terluka parah? Apa kau tidak lihat dia meringis kesakitan seperti itu?!” Seru Kris kesal.

“Aku tidak peduli.” Ucap Luhan santai membuat Kris bertambah kesal.

“Aiiish!! YA!!!…” Belum selesai Kris mengucapkan kalimatnya, Xiumin menarik lengan Kris menjauh dari Luhan. “Kenapa kau menariku?!”

“Kau tidak perlu membuang tenagamu untuk berdebat dengannya. Lebih baik lakukan apa yang menurutmu benar.” Xiumin menenangkan Kris.

“Tapi kau lihat apa yang dilakukannya pada Sehun? Jika wasit mengetahuinya, dia akan diskors bermain basket. Dan bagaimana jika terjadi sesuatu pada Sehun?” Cerca Kris panjang lebar.

“Kau tidak perlu khawatir, Suho mengirimiku pesan jika punggung Sehun hanya memar. Tapi untuk mencegah agar tidak bertambah parah, dia tidak bermain lagi.”

“Setelah pertandingan ini selesai, dia harus tau apa yang hyungnya perbuat. Kita harus bertemu dengan Sehun.”

“Mm arra. Peluit wasit sudah berbunyi. Bermainlah dengan benar.” Xiumin menepuk pundak Kris yang dibalas anggukan oleh Kris lalu Kris berlari ke lapangan menyusul yang lain.

Benar. Kali ini Sehun tidak dimainkan. Hal itu membuat penonton bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dengan Sehun. Namun mereka masih bisa tersenyum lega karena Sehun masih duduk di bangku cadangan.

Hati Sehun masih bertanya-tanya apakah benar jika Luhan yang melakukannya? Tapi untuk apa? Bukankah Luhan sudah bermain hebat hari ini? Ah mungkin dia tidak sengaja, pikir Sehun.

Pertandingan sudah dimulai. Tidak adanya Sehun bukan berarti SMU Seoul bisa ditaklukan. Perkiraan Luhan salah. Dia masih sedikit kesulitan menembus pertahanan Baekhyun dan Suho. Kai berusaha membantu D.O untuk mencari ruang kosong untuk menembak sedangkan Chanyeol merebut bola dari Luhan.

“Aiiish, bentengnya sangat susah ditembus.” Rutuk Tao kesal.

“Baekhyun tidak mudah terkecoh. Kita sulit menghindarinya.” Tambah Lay.

“Jika kita bisa melewati Baekhyun pun, kita harus berhadapan dengan Suho. Itu lebih sulit.” Chen yang mendengarpun ikut bergabung.

“Memang benar. Mereka selalu menang memang karena ketangguhan dan kecerdikan mereka.” Ucap Tao sedikit memuji.

“Sudahlah ayo kita fokus saja.” Lay meninggalkan Tao dan Chen karena mendapat umpan dari Kris.

Semakin lama Luhan jenuh karena dia tidak bisa menembus benteng SMU Seoul. Dia semakin agresive dan lebih sering membuat pelanggaran. Dia membuat Baekhyun terpaksa berguling di lantai dan Chanyeol yang berbenturan dengan Kris.

Dan kali ini Luhan bertekad untuk mencetak angka. Karena quarter 3 sudah berjalan 10 menit dan score mereka masih tetap tidak ada yang berubah, yang berubah hanya score SMU Seoul yang berhasil menambah 6 angka dari tembakan D.O.

Kai mendrible bola berusaha melakukan fast break namun Luhan yang sedang berambisi mencetak angka menghadangnya. Kai berusaha mencari celah namun buntu, dia tidak bisa melewati Luhan.

Luhan mencoba merebut bola dari tangan Kai. Luhan mengapit kaki kanan Kai dan berharap Kai melangkah dan tersandung kakinya. Namun diluar perkiraan, Kai berbalik dan akan mengoper bolanya pada Chanyeol.

Luhan harus berbuat sesuatu sebelum bola itu berpindah ke tangan Chanyeol. Akhirnya tanpa pikir panjang Luhan menekel Kai, Kai melompat menghindar tapi Luhan gagal menyeimbangkan tubuhnya dan…

BRAK!! Luhan terguling di lapangan dan kehilangan kesadarannya.

“Hyuuung!!!!” Sehun berlari menghampiri Luhan. Penonton yang melihat kejadian itu terkejut. Mereka tercengang.

Hyung? Sehun memanggil musuh bebuyutannya dengan panggilan hyung? Apa tidak salah? Tidak hanya penonton, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Chen, Lay, dan Tao mengerutkan dahi mereka karena mereka tidak mengetahui apapun.

“Luhan!!” Xiumin ikut berlari menghampiri Luhan.

“Hyung, otte? Hyuuung!!!” Sehun menepuk pipi Luhan namun tidak ada respon apa-apa. “YA!!! Apa kalian akan diam saja di sana? Baekhyun hyung kau cepat panggil ambulans. Suho hyung hubungi appa, ponselku berada di tas. Chanyeol hyung hubungi Ren ahjumma. D.O hyung bantu aku.” Walaupun masih bingung, mereka kecuali Suho yang namanya dipanggil langsung melakukan perintah Sehun tanpa bertanya.

“Kau tenanglah Sehunie. Hyungmu tidak apa-apa.” Kai berusaha menenangkan.

“Apa kau tidak lihat? Dia tidak sadarkan diri. Dan kau masih bilang hyungku tidak apa-apa?” Lirih Sehun.

“Sebaiknya kita sterilkan tempat ini. Kris kau tolong katakan pada panitia jika pertandingan ini tidak bisa dilanjutkan dan penonton tidak boleh semakin lama berada di sini.” Perintah Xiumin, Kris mengangguk lalu pergi menemui panitia.

Setelah beberapa menit, ambulans datang lalu tubuh Luhan dibawa ke rumah sakit bersama Xiumin. Sehun menyusulnya dengan Kai dan yang lain menggunakan mobil masing-masing. Sesampainya di rumah sakit, Sehun dan yang lainnya langsung berlari ke ruang UGD menemui Xiumin.

“Hyung? Otte? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Sehun tidak sabaran.

“Molla. Dokter belum keluar.”

Dan saat itu juga pria berpakaian serba putih keluar dari ruang UGD. Dia terlihat bingung karena melihat 11 namja yang semuanya memakai pakaian basket.

“Apakah disini ada keluarga dari pasien Oh Luhan?”

Mendengar marga ‘Oh’ saat nama Luhan disebutkan, Baekhyun, Chanyeol, dan D.O terkejut. Jika Luhan menggunakan marga ‘Oh’ jadi Luhan dan Sehun adalah…..

“Suho hyung, kau harus menjelaskan sesuatu pada kami.” Bisik Baekhyun. Suho yang mengetahui arti kata ‘sesuatu’ itu mengangguk.

“Akan aku jelaskan nanti.”

“Saya dok.” Sehun mengangkat tangannya. “Apa yang terjadi dengan Luhan hyung? Apa dia baik-baik saja?” Sehun sangat menunjukan rasa khawatir lewat matanya.

“Setelah melakukan berbagai macam pemeriksaan, ternyata ada saraf yang putus. Syaraf itu menghubungkan otak dan kakinya. Itu menyebabkan kaki sebelah kanannya mengalami kelumpuhan.”

“MWO?!!!”

TBC

19 thoughts on “Last Game (Chapter 8)

  1. aya aya berkata:

    Ommo… luhan lumpuh ?? Uuukkkhhh luhan bakalan tambah benci dong ama.sehunn … ditunggu aja deh lanjutannya chingu. Fighting

  2. So eun_sehun berkata:

    Ah…akhirx yg jadi last game adalah luhan sendiri…luhan sih terlalu egois dan ambisius dgn dendamx jadi dia sendiri yg lumpuh…
    Akhirx aku bisa tenang karna bkan uri baby hunnie yg cedera ya meskipun cedera sdikit dipunggung gara2 hyungx itu…tapi blasanx setimpal lah dgn apa yg slama ini diterima sehun dr sih hyung egoisx itu…
    Lanjut thor q jdi ingin liat bagaimana reaksi luhan tau kakix lumpuh gara2 ulahx sendiri…pasti bakalan stress berat ya…

  3. wikapratiwi8wp berkata:

    Mwo??? Lumpuh?? Seharusnya sih seneng karena itu akibat perbuatan dia sendiri. Tapi apa jadinya kalau Luhan lumpuh?? Apa kabar Sehunie? Dia pasti bakal tambah benci sama sehun kan..Luhan udah benci ditambah ginian lagi pasti tambah benci..Aduhh author kece mengapa kau buat Sehun tersiksa sekali seperti ini?? huhuhu
    Next yaa author berharap keajaiban supaya mereka cepet baikan..
    Minal Aidin juga ya author yang ganti nama hhihihihi🙂 :p

  4. rakhmaseptt berkata:

    luhan bner2 deh .. egois , gag mikir dampaknya😦
    sehun kasian , semoga dia sabar ya thor ..
    klo luhan lumpuh , gmn nanti sehun ? tambah bnci dong sama sehun ? huhuhu ..
    fighting thor !! dtunggu next chapternya🙂
    gomawo

  5. ellalibra berkata:

    Akhirnya spt itu kn,, jk sesuatu diawali dg niat buruk dy sndr yg akan rugi,,,,, akh luhan knp jahat sih ,,,tp salut sehun g ada rasa benci sm luhan ,,, next part dtunggu ^^

  6. Autumn1208 berkata:

    Oh ya ampunn luhan cidera karena ulah’y sendiri yg mau bertanding secara licik…

    Harus’y dia tidak terlalu ambisius buat ngalahin adik’y smpe seprti itu,,,

    karma. Aku rasa,,,

  7. Richi Tan berkata:

    “Hunhan” …. kerennn,,, hahhhha
    Ceritanya bagus,,sukaaa ….sukaaaa….
    Semangatd author chinguu ….
    Aku menantimu #last game

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s