Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 3

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

“Krystal, ayo makan siang.”ajak Sulli ketika bel istirahat berbunyi.

Krystal mengangguk lalu memasukkan buku-bukunya ke dalam laci.

“Tidak mengajakku?” Taemin melompat duduk ke atas meja Jongin sambil tersenyum menatap Sulli. Jongin tersenyum geli melihat sahabatnya itu memulai godaannya lagi.

Sulli menatapnya sinis, “Tidak perlu.”

Krystal berdiri dari duduknya dan bergegas menghampiri Sulli namun ketika gadis itu melangkah, Jongin sengaja memanjangkan kakinya membuat Krystal tanpa sengaja menyandung kaki Jongin.

“Akh.”

Jonghyun yang baru saja tiba reflek menangkap tubuh Krystal yang nyaris tersungkur ke depan. Gadis itu buru-buru berdiri dan menoleh ke belakang, menatap tajam Jongin yang tak bisa menyembunyikan senyum kemenangannya.

“Kau sengaja, kan?!” ketus Krystal kesal.

“Tidak.” Jongin menggeleng dan memasang wajah tanpa dosanya.

“Kau sengaja!”

“Jongin, apa yang kau lakukan? Bagaimana jika dia jatuh?” Sehun menyahuti sambil geleng-geleng kepala.

“Bukankah ada aku? Jika dia jatuh, aku yang akan menangkapnya.” ucapan Jonghyun membuat teman-temannya seketika tertawa terbahak-bahak.

“Krystal, ayo. Jangan hiraukan mereka.” Sulli menarik tangan sahabatnya dan mengajaknya pergi meninggalkan kelas. Namun, baru melangkah beberapa langkah, Krystal berbalik lagi menghampiri Jongin. Gadis itu menendang kaki Jongin dengan keras membuat pria itu seketika mengaduh kesakitan.

“YA!”

Krystal tersenyum penuh kemenangan, “Maaf. Aku tidak sengaja.”ucapnya enteng lalu berlari menghampiri Sulli dan meninggalkan kelas.

Taemin menatap itu tak percaya. Jika biasanya orang-orang yang di ganggu oleh Jongin memilih untuk tidak meladeninya, kali ini berbeda. Gadis itu melakukan perlawanan dan sama kerasnya seperti Jongin.

Sehun tersenyum menyeringai, “Sepertinya kelas akan jadi menarik.”ucapnya lalu berangkulan dengan Jonghyun.

Jonghyun mengangguk, “Dan dia cukup cantik.”

“Tidak ada yang lebih cantik dari Sulli-ku.”sahut Taemin tidak terima.

“Ku dengar dia murid pindahan dari San Fransisco.” ucap Sehun.

Kening Taemin berkerut, “Darimana kau tau?”

“Amber yang memberitahuku. Kalian dengar saja bagaimana cara bicaranya, aksennya terdengar berbeda.”

“Benarkah?” mata Jonghyun melebar takjub. “Aku pikir aku bisa mulai mendekatinya.”

“Dekati saja jika kau bisa.” Jongin mendesis dingin. Jonghyun dan yang lain mengalihkan pandangan mereka, menatap pria itu bingung. “Mulai sekarang, dia milikku.”

***___***

Amber bergabung terakhir kali di ruang kantin karena dia harus mengurus sesuatu terlebih dahulu. Alisnya terangkat satu begitu melihat ekspresi kesal di wajah dua gadis yang duduk di hadapannya. Mereka sama-sama sedang cemberut dan cara makan mereka…astaga, apa mereka akan memakan sendok mereka juga?

“Hey, what’s wrong? Ada apa dengan kalian?”

“Amber!” Sulli langsung meletakkan sendoknya sambil mengerucutkan bibir. “Aku benar-benar kesal! Kenapa kita harus berada di kelas yang sama dengan mereka lagi?! Aku benar-benar tidak menyukainya!”

“Taemin mengganggumu lagi?” tebak Amber tepat.

“Tidak hanya dia tapi Jongin juga mulai mengganggu Krystal! Dia bahkan hampir membuat Krystal terjatuh. Akh, mereka benar-benar keterlaluan!”

Amber hanya bisa menghela napas. Tidak ada solusi dari masalah itu karena anak-anak itu tidak akan bisa dihentikan.

“Soojungie.”

Ketiga gadis itu langsung mendongak begitu mendengar sebuah suara. Di samping meja mereka, seorang pria berwajah tampan berdiri dengan senyum super manis. Bahkan membuat Sulli terpana menatapnya.

“Oppa?” Soojung tersenyum lebar lalu bergeser dan menepuk-nepuk tempat di sebelahnya. “Duduk disini, oppa.”

Minho menjatuhkan diri di tempat kosong di sebelah Soojung sambil meletakkan nampan makanannya diatas meja.

“Teman-teman, kenalkan…dia adalah Choi Minho, murid kelas 2. Dia tinggal di sebelah apartementku.”

Sulli dan Amber sontak menganggukkan kepala mereka, “Annyeonghaseo sunbae.”

“Oppa, dia adalah Amber dan dia Sulli, mereka teman sekelasku.”

Minho mengangkat sebelah tangannya, “Annyeong, senang bertemu dengan kalian.”

“Kau bilang kau baru pindah ke Seoul selama tiga bulan, tapi ternyata kau sudah memiliki teman. Bahkan sunbae.” Amber tertawa.

“Minho oppa adalah tetanggaku jadi aku mengenalnya.”

“Tolong jaga Soojungie dengan baik. Dia memiliki kepribadian yang sedikit pemalu jadi aku harap kalian lebih memperhatikannya.” Minho berkata tulus.

“Oppa, kenapa bicara seperti itu? Aku bukan anak kecil.” Krystal menyiku lengan Minho pelan. Pipinya mulai merona malu.

“Tunggu…kalau tidak salah…” Sulli mengetuk-ngetuk dagunya, berpikir. “Choi Minho… Choi Minho…” ia bergumam tak jelas. “Ah! Kalau tidak salah sunbae adalah kapten sepak bola di sekolah ini, kan?” tebak Sulli membuat mata Krystal membulat lebar.

“Benarkah?” Ia menatap Minho tak percaya.

Minho terkekeh lalu mengangguk, “Aku baru saja terpilih menjadi kapten.”

“Benar kan? Aku membaca susunan ketua klub di papan pengumuman tadi.”

“Kenapa oppa tidak pernah mengatakan padaku? Oppa bilang oppa hanya mengikuti klub sepak bola.” Krystal mengerucutkan bibirnya.

“Aku baru saja terpilih beberapa hari lalu. Aku tidak memberitahumu karena kau sangat sibuk mempersiapkan sekolah.” Elak Minho.

“Sayang sekali…” Sulli mendesah panjang. “Kenapa sunbae tidak masuk ke dalam klub music atau theater? Aku ingin mengikuti klub itu.”

“Ya.” Amber menyiku lengan Sulli pelan. “Jangan menggodanya.”bisiknya.

Minho hanya tersenyum mendengarnya. Sekarang, dia merasa lega karena Krystal telah memiliki teman. Awalnya dia merasa khawatir, takut jika Krystal belum mendapatkan teman dan dia akan makan sendirian. Tapi ternyata dugaannya salah. Hal ini membuatnya sedikit tenang.

“Hey, Minho.” Seseorang memanggil pria itu. “Kau di panggil pelatih sekarang.”

“Baiklah. Aku kesana sekarang.” Minho mengangguk pada temannya lalu menoleh kearah Krystal. “Oppa pergi dulu. Sepulang sekolah nanti, kita pulang bersama.” Pria itu menepuk-nepuk kepala Krystal sebelum akhirnya pergi membuat Sulli hanya bisa menggigit sendoknya putus asa.

“Manisnya…”serunya memandang Krystal dengan tatapan iri.

Krystal menoleh, “Apanya?”

Amber tertawa, “Kau tidak bisa menyembunyikannya. Wajahmu sudah terlanjur memerah.”

Krystal sontak menutup pipinya dengan telapak tangan, “Jangan bicara sembarangan!”

Amber dan Sulli saling pandang dengan senyum jahil, kemudian keduanya memajukan tubuh mereka dan menatap Krystal ingin tau.

“Apa kau menyukai sunbae itu?”bisik Sulli.

“Dia tinggi dan tampan.”sahut Amber. “Kau pasti menyukainya, kan?”

Krystal seketika salah tingkah dengan pertanyaan dua teman barunya itu, ia buru-buru menggeleng dan menjawab gugup, “Hey, apa-apaan kalian? Tidak!”

***___***

Bel masuk adalah hal yang paling tidak diinginkan terjadi oleh Krystal, karena itu artinya dia akan kembali ke tempat duduk dan bertemu pria menyebalkan itu lagi.

“Kau harus semangat.” Amber menepuk-nepuk pundak Krystal ketika melihat perubahan pada ekspresi wajahnya. Krystal hanya membalasnya dengan helaan napas panjang. Tidak ada yang bisa dia lakukan.

Pria itu, Kim Jongin, belum menduduki kursinya karena dia masih asik mengobrol di meja Jonghyun bersama teman-temannya yang lain. Dasar, apa mereka tidak mendengar jika bel sudah berbunyi?

Krystal membuang pandangannya. Tidak perlu menatap mereka, semakin lama menatap mereka hanya semakin membuat muak.

“Hey, Krystal!” Namun sebuah suara menghentikan langkah Krystal. Gadis itu menoleh dan langsung menangkap senyum seringai Jongin di sebrang sana. “Ku dengar kau berasal dari, San Fransisco.”ucapnya membuat murid lain yang belum mengetahui darimana asal Krystal menatap kearah gadis itu. “Kau pasti belum mengetahui tentang budaya disini, kan?”

Krystal hanya menatap ia itu dengan tatapan bingung. Memangnya apa yang harus dia tau?

“Jika ada seseorang yang baru pindah kesini, orang itu harus melakukan pelayanan masyarakat selama seminggu.” Pria itu melompat turun dari meja Jonghyun. “Kau mungkin tidak tau dimana harus melakukannya jadi aku akan membantumu.”katanya masih dengan senyum. “Karena jadwal piket kelas belum tersusun, jadi sebaiknya kau saja yang membersihkan kelas selama seminggu, Itu juga termasuk pelayanan masyarakat.”

Mata Krystal sontak melebar, “Apa?!”

“Hey, mana ada budaya yang seperti itu!”sahut Sulli. “Kau pasti hanya mengada-ada!”

“Ada.” Jongin menjawabnya dengan nada lembut. “Bagaimana teman-teman? Kalian setuju, kan? Itu memang harus di lakukan oleh penduduk Korea baru.”

“SETUJU!” Sehun dan Taemin bersorak nyaring, kemudian di susul oleh suara murid-murid lain yang menyatakan persetujuan mereka.

Jongin tersenyum manis pada gadis yang berdiri di sebrangnya itu, kemudian ia mengedipkan sebelah matanya dan berjalan menuju kursinya.

Krystal tidak mampu berbuat apapun karena Jongin menggunakan seluruh murid untuk melawannya. Cara yang licik dan kekanak-kanakkan.

Dengan geram, ia juga berjalan menuju kursinya.dan menjatuhkan diri dengan kesal.

“Jangan cemberut begitu, aku membantumu agar kau mendapat predikat sebagai murid yang cinta kebersihan.”

Krystal menoleh dan melemparkan tatapan tajam pada pria itu sementara Jongin lagi-lagi tersenyum.

Tuhan, tolong buang pria ini menjauh dariku…

Tak lama, wali kelas mereka memasuki kelas. Seorang guru laki-laki bertubuh cukup tinggi bernama Kim Heechul yang mereka ketahui memiliki sikap yang cukup galak dan tidak tersenyum sedikitpun tadi pagi. Mereka sedikit menyesal kenapa dia yang menjadi wali kelas mereka.

“Murid-murid, aku akan memberikan satu jam pelajaran kosong untuk kalian saat ini karena kita akan menyusun susunan kelas.”ucapnya dengan senyuman. Namun tidak ada satu murid pun yang bersuara. “Kenapa? Apa kalian tidak senang? Bukankah kalian seharusnya bahagia karena aku memberikan jam pelajaran kosong?” Masih tidak ada sahutan dari para murid. Heechul menghela napas panjang. “Hey, kau.” Ia menunjuk Jonghyun. Jonghyun terkejut, “Apa kau tidak senang?”

“Aku? Aku…sangat senang…sonsengnim.”jawabnya gugup.

“Apa ekspresimu seperti itu ketika kau merasa senang?” Jonghyun mengangguk bodoh. “Lalu bagaimana ekspresimu ketika kau bersedih?”cibir Heechul. Ia lagi-lagi menghela napas panjang. “Harusnya kalian berteriak atau melompat ketika kalian senang! Apa semuanya buruk dalam mengekspresikan diri?”

“Bukankah sonsengnim mnyuruh kami untuk terus diam ketika sonsengnim masuk?” kata Jongin. “Kami terus diam karena kami takut dimarahi.”

Heechul semakin merasa frustasi. Astaga, ada apa dengan anak-anak ini…

“Bukan begitu maksudku…aku menyuruh kalian diam ketika aku sedang mnerangkan pelajaran tapi ketika jam kosong, kalian bisa berbicara sepuas kalian. Kita bisa berlagak seperti seorang teman.”

“Benarkah?”tanya Jongin masih ragu. Heechul mengangguk yakin dengan senyuman mengembang. Jongin ikut melebarkan senyumnya. “Teman-teman, kita bisa berteriak! WOHOOO!!!” Jongin berseru nyaring sambil memukul-mukul meja.

Murid-murid yang lain mengikuti, mereka bersorak nyaring sambil memukul-mukul meja meluapkan kegembiraan mereka. Seketika kelas menjadi bising, membuat Heechul terkejut.

“Astaga, aku tidak bermaksud seribut ini.”gumamnya. “Anak-anak, diam sejenak. Mohon perhatian. Anak-anak…”

Murid-murid mengecilkan sedikit volume keributan mereka, memberikan perhatian pada Heechul yang berdiri di depan.

“Aku akan meminta pendapat kalian siapa yang cocok untuk menjadi ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris dan bendahara. Tapi sepertinya aku sudah menemukan kandidat yang bagus untuk menjadi ketua kelas.” Heechul tersenyum kemudian menunjuk Jongin. “Kau Kim Jongin, kan?”

“Benar sunbaenim.”

“Maju ke depan.”suruhnya. Kening Jongin berkerut bingung namun tetap menuruti perintah wali kelasnya. “Apa kalian setuju jika dia yang menjadi ketua kelas?”

Taemin mengangkat tangannya, “Sonsengnim, dia juga menjadi ketua kelas ketika kami masih SMP.”

“Dia juga menjadi ketua kelas di Sekolah Dasar.”sahut Sehun.

“Oh, benarkah?”

“Benar sonsengnim.” Jongin mengangguk malu. Sementara di tempatnya, Krystal mendengus.

“Baiklah, di kalian semua setuju jika Jongin menjadi ketua kelas?”

“Setuju!” koar murid-murid.

“Lalu, siapa yang akan menjadi wali kelas?”

Seorang murid perempuan mengangkat tangan, “Sonsengnim, bagaimana jika Sehun yang menjadi ketua kelas?”

Kening Heechul berkerut, “Huh? Kenapa dia?”

“Karena dia sangat tampan.”

“Woooo….” Seketika sorakan dari murid-murid terdengar buat murid perempuan itu tertawa sedangkan Sehun langsung berdiri dan menaikkan kerah bajunya sambil bersikap keren.

“Aku tidak berpikir dia cocok untuk menjadi wali kelas.” Heechul menggeleng. “Lihat saja kelakuannya.”

Mata Sehun melebar, “Sonsengnim, memangnya kelakuanku bagaimana?”

“Duduklah dan jangan katakan apapun lagi.” Taemin tertawa sambil menarik tangan Sehun, menyuruh teman sebangkunya itu duduk.

“Lee Taemin, kau saja yang menjadi wakil ketua kelas.”sahut Jonghyun.

“Apa? Aku?” Taemin menunjuk dirinya sendiri.

“Baiklah. Kalau begitu, Taemin yang menjadi wakil ketua kelas.” Heechul menyetujui.

Taemin tersenyum geli menatap Sehun sedangkan Sehun langsung cemberut. Pria itu maju ke depan kelas dan berdiri di samping Jongin.

“Sisanya sekretaris dan bendahara, aku pikir akan lebih baik jika perempuan.”

“Sonsengnim, bagaimana jika Sulli menjadi sekretaris?”saran Taemin.

“Sulli?”

Taemin mengangguk sementara Sulli langsung berkomat-kamit, merutui Taemin.

“Bagaimana jika dia menjadi bendahara? Ketika melihat wajahku, aku berpikiran tentang uang.” Ucap Heechul asal.

“Sonsengnim, apa itu ada hubungannya?”

“Baiklah, Choi Sulli, kau menjadi bendaharanya.”

Sulli menarik napas panjang. Dia tidak terlalu suka hal-hal seperti ini, merepotkan. Dengan setengah hati, gadis tinggi itu maju ke depan kelas. Ia menjaga jarak dengan Taemin yang tidak isa menyembunyikan kebahagiaannya karena bisa berdiri di samping gadis yang ia sukai.

“Dan sekretaris—“

“Sonsengnim, Krystal saja yang menjadi sekretarisnya!” Jonghyun mengangkat tangan. “Dia bisa berbahasa Inggris dengan baik karena dia berasal dari San Fransisco.”

Mata Krystal membulat lebar ketika Jonghyun menyebut namanya.

“Kalau begitu, Krystal akan menjadi sekretaris!”

Astaga, aku benar-benar membenci anak-anak itu…

***___***

Pelajaran berakhir ketika hari sudah sangat sore. Murid-murid ;langsung menyimpan perlengkapan tulis mereka ketika mendengar bel berbunyi dan segera meninggalkan kelas. Belajar sepanjang hari membuat mereka sakit kepala.

“Sampai jumpa besok, petugas kebersihan.” Jongin tersenyum mengejek pada Krystal kemudian meninggalkan kelas bersama teman-temannya.

Sulli yang menghampiri Krystal di bangkunya mendengus kesal, “Dasar, apa mereka tidak memiliki pekerjaan lain selain mengganggu orang?”

“Jadi kau harus membersihkan kelas?” Amber menatap gadis cantik itu prihatin. “Mau ku bantu?”

“Tidak usah.” Krystal menggeleng. “Aku bisa mengerjakannya sendiri. Lagipula kelas ini tidak terlalu kotor.”

“Kau yakin?” Sulli juga merasa kasihan.

Krystal tersenyum, “Kalian pulang saja. Aku bisa menyelesaikannya sendiri. Sungguh.”

“Baiklah. Kalau begitu kami pulang dulu.” Sulli menepuk pundak Krystal lembut. ”Sampai jumpa besok, Krystal.”

“Hati-hati.”

Krystal melambaikan tangannya pada dua teman barunya itu. Setelah mereka menghilang, gadis itu langsung mengehela napas panjang. Dengan setengah hati, ia mulai membersihkan kelas.

Mulai dari menghapus papan tulis, menyapu, dan membersihkan kaca. Yah, ia harus melakukannya seorang diri.

“Soojungie…”

Krystal menoleh ke belakang begitu mendengar seseorang memanggil namanya.

“Minho oppa?!” Seketika gadis itu tersenyum.

“Apa yang kau lakukan disini? Aku Menunggumu di koridor utama, Sulli bilang kau masih berada di kelas.”

“Oh, aku membersihkan kelas.”

Kening Minho berkerut, “Sendirian?”

“Iya.” Gadis itu mengangguk sambil menghembuskan napas panjang. “Hari pertama yang berjalan cukup rumit hingga aku di wajibkan untuk membersihkan kelas selama seminggu. Mereka bilang ini adalah hal yang harus di lakukan untuk penduduk baru sepertiku.”

“Hah?” Minho berseru bingung. “Mereka bilang begitu?”

Krystal mengangguk, “Sudahlah oppa. Aku bisa mengerjakannya.”

“Dasar. Apa mereka sedang mengerjaimu?” Minho merebut kain lap yang ada di tangan Krystal. “Besok aku akan memperingatkan mereka untuk tidak mengganggumu.” Pria itu berjalan mendekati jendela dan mulai membantu Krystal membersihkan kaca.

“Tidak perlu, oppa. Lagipula ada keuntungannya aku membersihkan kelas, Jessi unnie akan pulang terlambat hari ini sehingga aku akan kesepian berada di rumah. Lebih baik berada disini dan mengerjakan sesuatu.”

Minho berbalik, menatap gadis yang sedang mengembangkan senyum padanya itu, “Kau ini…”

“Aku sungguh tidak apa-apa. Jangan khawatir.”

“Baiklah. Kalau begitu aku akan membantumu setiap hari.” Krystal sudah membuka mulutnya namun suara Minho mendahului. “Aku tidak mau mendengar protes apapun!”

Minho kembali berbalik, melanjutkan aktivitasnya membersihkan jendela kelas. Menatap punggungnya pria itu, Krystal tidak bisa menahan dirinya lagi. Senyumnya mengembang lebar, merasa senang atas pelakuan Minho itu.

Ini pertama kalinya ia begitu dekat dengan seorang pria. Seorang pria yang bisa membuatnya merasa nyaman dan tidak merasa canggung. Dia bahkan bisa mengutarakan isi hatinya dengan bebas, sama seperti ketika dirinya bersama Jessica.

***___***

Mereka meninggalkan sekolah ketika hari sudah gelap. Keduanya berjalan di trotoar dengan ice cream di tangan mereka masing-masing. Sambil mengobrol dan tertawa bersama, keduanya memilih untuk berjalan kaki menuju gedung apartement mereka. Krystal langsung menyetujui begitu Minho memberikan saran itu, dia pikir dia bisa memiliki waktu yang lebih banyak dengan Minho.

“Aku senang karena kau memiliki teman di hari pertamamu. Awalnya aku sempat khawatir tapi ternyata kau melakukannya dengan baik.”

Krystal tersenyum, “Sulli adalah gadis yang manis dan selalu membelaku ketika anak-anak itu menggangguku dan Amber selalu ingin membantuku ketika aku mengalami kesulitan. Aku menyukai mereka!”seru gadis itu bersemangat.

“Jangan perdulikan orang-orang yang mengganggumu, mungkin mereka hanya iseng. Tapi jika mereka keterlaluan, kau harus memberitahuku.”

“Aku tau, oppa.” Krystal mengangguk-angguk. “Walaupun hari pertamaku sedikit tak menyenangkan tapi aku menyukainya.”

“Baguslah. Aku sedang mendengarnya.” Kata Minho lega. “Apa besok pagi kau juga harus membersihkan kelas?”

“Tidak. Bukankah kita sudah membersihkannya tadi?” Krystal terkekeh geli.

“Oh?! Kalian?” Langkah keduanya seketika berhenti, di depan mereka, Jessica berdiri sambil membawa beberapa kantung plastik. Ia baru saja keluar dari sebuah supermarket. “Apa yang kalian lakukan? Kalian tidak naik bus?”

“Unnie?” Krystal ikut berseru kaget.

“Noona, kami baru saja pulang sekolah.”

“Kalian baru pulang?” Mata Jessica melebar. “Malam-malam seperti ini? Bukankah inih hari pertama? Aku pikir kalian akan pulang lebih awal.”

“Ada sedikit masalah di sekolah tadi.” Minho menjelaskan. “Biar aku bantu membawa barang belanjaan.” Pria itu mengambil bungkus plastic dari tangan Jessica.

“Kau bilang kau akan pulang terlambat.” Krystal menatap kakaknya bingung. “Ini masih pukul 7.”

“Apa kau tidak senang jika aku pulang lebih cepat?”cibir Jessica kemudian menatap Minho sesaat dan menatap Krystal lagi dengan senyum. “Aku pikir kau tidak menyukainya.”

“Bukan seperti itu!” Krystal seketika salah tingkah karena ia pikir Jessica sedang memikirkan sesuatu.

Jessica tertawa geli, “Sudahlah. Biar ku antar kalian pulang.”

***___***

“APA?! KAU TERPILIH SEBAGAI SEKRETARIS KELAS?!” Jessica begitu terkejut ketika Krystal menceritakan hari pertamanya. Kemudian ia tertawa terbahak-bahak, “Apa gurumu sudah gila?”

“Ku pikir begitu.” Gadis itu menghela napas panjang. Ia duduk dengan tenang di ruang tengah sambil memakan cemilannya.

“Aku tidak bisa membayangkan kau terlibat dalam hal-hal seperti itu.” Jessica masih tertawa geli mengingat ini pertama kalinya adiknya itu terlibat dalam sebuah organisasi. “Bukankah kau tidak menyukai hal-hal yang rumit? Kenapa kau menyetujuinya?”

“Aku tidak menyetujuinya tapi mereka menjadikanku sekretaris tanpa meminta persetujuanku lebih dulu.”

“Tapi…bukankah ini akan menjadi menarik?”

Kening Krystal berkerut menatap Jessica, “Apanya? Sama sekali tidak.”

“Ini akan jadi menarik karena akhirnya kau bisa belajar caranya bersosialisasi. Kau bahkan bertengkar dengan teman sebangkumu.”

“Itu karena dia menyebalkan.” Krystal mendengus. “Kau tau, dia bahkan hampir membuatku terjatuh.”

“Tapi kau tidak terjatuh, kan?”

“Tidak.” Krystal menggeleng, “Tapi tetap saja dia menyebalkan.”

“Hahaha…kau harus menikmati masa-masa SMU-mu. Dan kalau bisa…” Jessica mendekatkan dirinya pada Krystal. Ia berbisik, “…berkencanlah, Aku menyetujuinya.” Kemudian ia tertawa.

Mata Krystal sontak membulat, “Jessi, jangan berpikir yang tidak-tidak!”

TBC

Posted in: FF | Tagged:

7 thoughts on “Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 3

  1. ranrin berkata:

    Hahaha… Ternyata Kai jail juga ya?
    Aku nggak bisa bayangin kalau Kai yang jadi ketua kelas. Kelas semakin membaik atau justru malah jadi hancur ya? Hahaha…
    Kayaknya Minho dan Krystal sama-sama punya perasaan nih. Iya, nggak?

  2. mongochi*hae berkata:

    yah …tbc😦
    next lbh panjang & cpet ya updateny hhee

    hn..ap t mksd jongin ngatain krystal milikny ?
    klo suka jgn dkerjain trus dong..

    like bgt dh dg alur ceritany. scholl lifeny berasa bgt. aplg kegaduhan mereka dkelas..

    next dtunggu

  3. Annisa Icha berkata:

    Sulli suka Minho gak ya? Berharapnya sih MinSul bukan TaeLi, tapi gak masalah sih Sulli sama siapa, toh di kenyataan sama Choiza😀 yang penting KaiStal!
    Kaya’nya bakal ada cinta segitiga nih, wkwkwk.
    Oh ya, bagian Sehun dibanyakin dong kak! #maksabangetsih! Enggak kak, bercanda kok😀
    Aku baru tau lho kalo FF ini bikinan kakak, makanya baru aku baca wkwkwk…
    Oh ya kak, maaf ada kritik dikit, ada beberapa typo kak, tapi FFnya tetep bagus kok!

  4. Hanna berkata:

    owh..bener kaan.. mereka bakal bertengkar setiap saat.. seruuuu iiih…
    apalagi skrg Kai ketua kelas n krystal bndahara,Kai pasti bakal ngerjain krystal dh,,
    tapi Krystal bakalan ngelawan n jgn lupa kalo Krystal punya malaikat pelindung yang tinggi dan tampan, bebeb Minho..😀
    baca ff ini jd kangen masa sekolah.. ^^
    d tggu nextny ohmija ssi..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s