Mind Part 8

MIND

Author            :           IRISH

Tittle              :           Mind

Main Cast      :           EXO Members, The Sun and The Moon

Genre              :           Fantasy, Life, Romance

Rate                :           PG-16

Lenght            :           Chapterred

Summary       :          “Aku menghabiskan hidupku di zaman ini, berharap kau suatu hari akan kembali, dan setelah dua ratus lima puluh tahun.. kau terbangun?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

THE MOON

Aku membuka mataku, Baekhyun duduk di lantai, membelakangiku. Aku diam, memperhatikan apa yang Ia lakukan, Ia hanya duduk memandang keluar jendela. Aku bangkit dan turun dari tempat tidur, walaupun hari masih malam, aku sudah tidak mengantuk.

“Apa aku membuatmu terbangun?”, tanyanya sambil memandangku, bagaimana Ia bisa membuatku terbangun sementara Ia hanya duduk diam seperti itu?

Dia menepuk sebelahnya, lalu tersenyum padaku. Memberiku isyarat untuk duduk disebelahnya. Dan kulakukan itu. Aku duduk disebelahnya, dan diam.

“Apa Taeyang bersamamu sekarang?”, tanyanya

Taeyang-ah?

Aku disini sepanjang waktu Luna..

“Dia disini, kurasa Ia disini 24 jam, bangsa kalian tidak tidur kan?”, kataku

Baekhyun tertawa pelan.

“Bisakah Taeyang bicara melewatimu? Maksudku, tidak harus kau yang menyampaikan nya..”, kata Baekhyun

Bisakah Taeyang? Aku tidak pernah tau bahwa kau bisa bicara melewatiku, kecuali di beberapa waktu itu.

Aku juga tidak tau bagaimana caranya.. Ahh, aku ingin bicara pada oppa..

“Kurasa tidak, kami belum bisa menemukan cara untuk melakukan itu.”, kataku pelan

“Ah, baiklah, katakan pada Taeyang, maaf soal sikap semua oppa nya yang tadi hampir membunuh kalian..”, ucap Baekhyun

Aku maafkan.. Aku hanya tidak suka pada Umma tirimu Luna..

Aku juga tidak suka padanya. Dia bangsamu yang sangat kejam.

Kau benar.. Aku tidak pernah tau ada bangsaku yang seperti dia..

“Taeyang memaafkan hal itu.”, kata ku mewakili Taeyang

“Dan, umm, maaf Luna, kau tidak diperlakukan dengan baik disini.”, kata Baekhyun sambil mengusap kepalaku

Tanpa bisa kubohongi entah mengapa jantungku berdegup beberapa hentakan lebih kencang saat Baekhyun melakukannya.

“Gwenchanayo..”, jawabku kaku, lagipula.. semuanya tidak jauh berbeda dengan dulu.

Setidaknya disini hanya ada 5 orang yang membencimu, di kehidupanmu yang dulu, seisi kelas membencimu bukan? Kau sendiri yang bilang itu.

Baiklah, disini aku lebih baik. Tapi setidaknya dulu mereka tidak berani melukaiku. Oh, kecuali kejadian dikelas itu.

Itu sisi baiknya, disini, Baekhyun oppa akan melindungimu. Kau lihat apa yang Ia lakukan pada Umma tirimu tadi bukan?

Ia membuatnya menjadi abu. Tapi kenapa Ia tadi hampir memberikanku padanya?

Coba tanyakan itu.

“Baekhyun-ah, umm, kenapa tadi..”, aku ragu.

“Aku kenapa?”, tanyanya

“..kau tadi mau memberikanku pada Umma tiriku?”, ucapku pelan

“Saudaraku tidak akan percaya jika tidak ada pembuktian, setidaknya kau kulindungi Luna..”, Ia tersenyum, bisa kulihat bekas goresan halus dipipinya, karena ulah Umma tiriku.

Ugh. Aku benar-benar membencinya.

“Kau mau jalan-jalan Luna?”, tanya Baekhyun

“Nae?”, ucapku kaget, tempat apa yang bisa didatangi dimalam hari seperti ini?

“Ke tempat rahasia..”, bisiknya sambil menarik ku berdiri

Tempat rahasia?

Aku tidak pernah tau Baekhyun oppa punya tempat rahasia..

“Aku tidak pernah menunjukkan tempat ini pada siapapun, dan sekarang, akan kutunjukkan tempat ini pada mu dan Taeyang,”, katanya

“Bagaimana kita akan pergi kesana?”, tanyaku

Baekhyun tersenyum, lalu menggandengku keluar dari kamar, aku berjengit ketika melihat 5 orang oppa Taeyang menatap kami, mereka tidak tidur, tentu. Astaga. Bisa-bisanya aku lupa.

Mereka memandang kami lekat-lekat, terutama aku, kurasa, setengah detik saja Baekhyun melepaskanku, mereka akan membunuhku.

Aku juga berpikir begitu..

Dan itu membuatku semakin ketakutan.

“Mereka terlihat bodoh,”, ucap Baekhyun dan bisa kudengar desisan tajam dibelakangku.

“Jangan kau coba menyentuhnya Kai,”, ucap Baekhyun sambil merangkulku. Apa Kai ada dibelakangku?

Aku gemetar. Tidak berani memandang kemanapun selain lantai!

“Suatu hari dia pasti kau tinggalkan sendiri hyung..”

Aku tidak mau hari itu datang.

“Dan saat hari itu ada, kurang dari sedetik aku akan kembali dan menghajarmu,”, kata Baekhyun, suaranya terdengar serius, dan menakutkan.

“Kau pasti akan lengah suatu hari.”, desis Suho? Kurasa, suaranya lembut, tapi terdengar menakutkan.

“Tidak akan hyung.”, ucap Baekhyun sambil kemudian membimbing langkahku

“Aku tidak suka berjalan dalam kegelapan seperti ini.”, kata Baekhyun, cahaya muncul di tangan nya, aku mendesah pelan, masih kagum pada indahnya cahaya yang Ia miliki.

Aku tidak suka cahayanya, kurasa itulah mengapa Baekhyun oppa suka saat bersama dengan mu..

Apa kau sedang menyindirku? Maafkan aku Taeyang.

Aku tidak menyindirmu Luna.. Aku senang pada akhirnya Baekhyun oppa punya teman..

Baekhyun dan aku berjalan menyusuri rerumputan pendek, dan aku tidak merasa takut sedikitpun, bukan karena aku tau Baekhyun pasti akan bisa melindungiku, aku hanya yakin saja, selama dengan nya, hidupku dipertahankan beberapa lama lagi.

“Ditempatku akan lebih terang dari ini,”, kata Baekhyun

Aku tidak suka itu. Katakan pada Baekhyun oppa untuk menunjukkan nya padamu saja. Aku akan lenyap untuk sementara.

“Baekhyun-ah, Taeyang bilang Ia tidak suka, dan, umm, dia bilang dia akan lenyap sebentar,”, kataku

Baekhyun tertawa pelan.

“Taeyang tidak pernah suka cahaya, baiklah, asalkan Ia nanti kembali,”, kata Baekhyun, “kau jadi satu-satunya orang yang akan tau tempat rahasiaku..”, bisik Baekhyun padaku

Haruskah aku bangga? Setidaknya ada satu orang disini yang mempercayaiku.

“Luna, kau keberatan jika harus melompati pohon?”, tanya Baekhyun

“Pohon itu?”, tunjukku pada pohon besar yang tumbang melintangi jalan kami

“Atau perlukah kau kugendong?”, tanyanya sambil tersenyum simpul

“Aniyo, aku akan lewati sendiri,”, kataku

Baekhyun mengangguk, lalu dengan lompatan ringan Ia sudah ada diatas pohon tumbang itu.

“Wow..”, kataku takjub, Ia benar-benar hebat

“Kau tidak pernah melihat yang seperti itu?”, tanyanya

“Tidak pernah, aku juga tidak pernah melihat cahaya seindah yang kau punya Baekhyun-ah..”, kataku jujur

Baekhyun tertawa pelan. Aku mencoba mendaki pohon itu, tapi tidak semudah yang kubayangkan. Baru beberapa langkah aku naik, aku sudah jatuh ke tanah.

“Sudah kuduga kau tidak bisa.”, kata Baekhyun lembut, dengan ringan Ia melompat turun lalu mengangkat tubuhku, dan dengan langkah ringan Ia melompat lagi ke pohon itu, seolah berat badanku tidak mempengaruhinya.

“Biarkan aku menggendongmu sampai tempat tujuan nona.”, katanya lembut sambil melangkah, tidak, kuralat, ia melompat turun, tapi ringan nya gerakan yang ia lakukan membuatnya terlihat seolah hanya melangkah turun.

“Gomawo Baekhyun-ah..”, ucapku tulus

“Untuk apa?”, tanyanya sambil memandangku bingung, senyum nya tidak pernah lepas dari wajahnya.

“Semua kebaikan yang kau lakukan, kau menyelamatkan hidupku..”, kataku

“Kau juga menyelamatkan hidup adik ku Luna..”, ucapnya

Aku tersenyum, diam-diam berpikir. Dia melakukan semua ini hanya karena adiknya Luna. Andai aku hanya manusia biasa tanpa adanya Taeyang didalamku, Ia tidak akan melakukan semua hal baik ini.

Fakta ini melukaiku, entah mengapa.

Aku menghela nafas panjang, berusaha mengalihkan pikiranku. Kami sekarang berjalan menyusuri bebatuan, bisa kulihat bulan dengan penuh dari sini.

“Luna, tidakkah namamu berasal dari kata bulan?”, tanya Baekhyun

Bulan. Namaku memang diambil dari nama bulan. Luna.

“Aku ingat, kata Appa ku, dulu aku dilahirkan malam hari, saat bulan purnama, dan Appa bilang Ia memberiku nama Luna karena dia tau Umma suka bulan dimalam hari.”, kataku, dadaku terasa sesak mengingat bahwa aku tidak memiliki mereka berdua sekarang.

Baekhyun berhenti melangkah, lalu mendudukkan ku dibebatuan, dan Ia duduk disebelahku.

“Ada apa?”, tanyaku bingung

“Umma mu suka bulan kan? Sekarang disini ada 2 bulan yang cantik, Umma mu pasti senang melihatnya.”, kata Baekhyun

Aku terdiam. Menatapnya. Untuk beberapa saat aku tak bisa berpikir dengan jernih karena ucapannya. Aku tau banyak orang membenciku, bahkan dikeluarga Taeyang, maupun tempat tinggalku. Tapi Baekhyun seolah menjadi malaikat penyelamatku.

Bagaimana bisa ada vampire sesempurna Ia? Ucapannya sekarang bahkan membuatku teringat pada keluargaku. Dan tanpa bisa kucegah, aku menangis. Aku menangis tidak hanya karena aku teringat keluargaku, tapi juga karena Baekhyun.

Malaikat penyelamatku ini.

“Hey.. Uljima..”, Baekhyun menarikku dalam pelukannya, mengusap punggungku, dan seolah merasakan momen aneh terulang, aku menangis lebih keras karenanya.

“Sshh.. Gwenchana.. Gwenchana.. Kau masih punya aku Luna. Aku akan melindungimu, selalu..”

Ia akan melindungiku? Kenapa sekarang kurasa aku semakin ingin menangis karena kebahagiaanku saat mendengar ucapannya?

“Baekhyun-ah..”

“Gwenchana.. Jangan menangis, kau tidak terlihat cantik saat menangis, Luna..”

Aku melepaskan pelukan Baekhyun, dan mengusap air mataku.

“Tersenyumlah.. Semuanya akan baik-baik saja..”

Aku berusaha untuk tersenyum, dan memandang ke arah langit gelap.

“Geurae.. Aku tidak boleh menangis..”

Aku berusaha menghentikan isakan tangisku. Dan memandang bulan di langit malam yang gelap, dan kusadari, keadaan disekitar kami gelap, sangat gelap, tapi Baekhyun membuat kami bercahaya, maksudku, cahaya nya menyelimuti kami dan membuatku merasa tenang.

“Sudah merasa lebih baik?”, tanya Baekhyun

Aku mengangguk.

“Ya, aku merasa lebih baik sekarang, gomawoyo..”, kurasa aku mengerti betapa Taeyang hidup dengan bahagia sebelum ini, Oppanya—khususnya Baekhyun untuk saat ini—sangat baik.

“Ayo kita lanjutkan perjalanan.”, katanya sambil menarik ku berdiri

“Kajja!”, kataku, Baekhyun menggandeng lenganku, dan membimbing langkahku melewati bebatuan besar disekitar kami, kami kemudian berbelok ke dalam sebuah gua, begitu gelap.

“Kapan terakhir kali aku datang ke tempat ini..”, Baekhyun bergumam dan dalam hitungan detik gua itu langsung terang benderang.

“Silahkan masuk tuan putri..”, canda Baekhyun membuatku tertawa pelan.

Aku melangkah perlahan, gua ini sangat indah, karena terangnya, gua ini tampak memantulkan cahaya dan terlihat seperti kristal-kristal kecil yang menempel di dinding, lantai dan atap gua. Membuatku semakin terpesona.

“Bagaimana kau bisa temukan tempat ini?”, tanyaku

“Aku lupa, kurasa saat pertama kali kami pindah ke sini.”, ucap Baekhyun, Ia masih berdiri di mulut gua, dan dengan cepat Ia sudah berpindah disampingku.

“Mau berkeliling?”, ajaknya

“Nae.”, kataku sambil mengangguk

Baekhyun membawaku berkeliling tempat kecil miliknya, tempat yang penuh cahaya, dan indah, cahaya milik Baekhyun benar-benar menciptakan keajaiban.

“Kau benar-benar jadi orang pertama yang tau tempat ini.”, kata Baekhyun saat kami duduk dipinggir kolam mungil yang ada ditengah ruangan yang disebut ‘kamar’ oleh Baekhyun

“Jinjja? Tempat ini sangat indah.”, kataku

Baekhyun berdiri dipinggir kolam, lalu Ia mengambil kayu kecil, bukan, kurasa kayu itu sudah dibakar, dan kayu itu jadi umm, arang? Kurasa. Aku tidak begitu yakin. Baekhyun mengambil benda itu, lalu berjalan ke arahku.

“Aku jarang ada diruangan ini dulu, Suho hyung bisa menemukan ku dengan mudah lewat air kolam,”, katanya

“Jinjjayo?”, tanyaku

“Luna, apa yang biasanya kau lakukan saat kau bosan?”, ucapnya segera mengalihkan perhatianku.

“Hmm, biasanya aku akan memandangi keluar kamarku, kau?”

“Biasanya aku menulis saat aku bosan.”, katanya

“Menulis? Dimana?”, tanyaku bingung

“Ditembok.”, katanya sambil menggoreskan kayu itu ditembok putih yang ada disampingku.

Aku berdiri, lalu memperhatikan apa yang ditulis Baekhyun. ‘Seorang manusia bernama Luna datang ke tempat ini’

“Kau mau menulis juga?”, tawarnya

“Bolehkah?”, kataku

“Tentu,”, dia mengulurkan kayu itu, ralat, arang itu padaku.

Aku memandang Baekhyun, lalu menulis di tembok, dibawah tulisan Baekhyun.

“Byun Baek Hyun vampire yang paling baik yang pernah ada? Eh? Benarkah?”, Baekhyun tertawa pelan melihat tulisanku.

“Kau vampire yang paling baik,”, kataku sambil tersenyum

“Kau hanya belum tau sisi jahatku,”, bisiknya membuatku bergidik ngeri

“Baekhyun-ah..”, ucapku takut

Baekhyun tertawa, lalu Ia merebut arang itu dariku, membaginya jadi dua, memberiku satu lalu Ia menulis lagi.

Wajah Luna saat takut sangat lucu ha ha ha~

“Ish.. Jeongmal nappeun,”, ucapku

Baekhyun tidak menjawabku, kemudian dia menulis lagi. Dan tulisan nya sangat panjang.

Hari ini, aku menghisap darah Luna, darahnya sangat manis, aku menyukainya. Dan dia juga suka tempat ini, ha ha ha, akhirnya ada orang yang menyukai tempat ini, setidaknya aku tidak akan sendirian lagi disini. Luna akan menemaniku jika aku datang ke sini, selamanya

Aku tersentuh membacanya, perasaan ku jadi agak kacau sejak aku berada disini. Tidak. Ada yang salah. Aku tidak akan berada disini selamanya, aku akan pergi, cepat, atau lambat. Dan aku ingin menangis karena fakta itu.

Aku menyayangi mereka. Betapapun mereka membenciku, aku menyayangi mereka. Rasa sayang Taeyang pada mereka membuatku menyayangi mereka juga.

Tanganku bergerak menulis, sementara Baekhyun menatap tanganku lekat-lekat.

Kuralat perkataanmu Baekhyun-ah. Aku tidak akan selamanya disini.

“Kau akan disini Luna,”, kata Baekhyun pelan, bisa kudengar nada kecewa disana. Aku tidak terlalu percaya diri kan?

Aku melanjutkan tulisanku.

Aku memang tidak bisa berada disini selamanya. Semoga saat aku tidak ada nanti, Taeyang akan ada disini dan menemanimu Baekhyun-ah.

“Kau bicara seperti itu seolah-olah kau terancam, aku sudah janji padamu Luna, aku akan melindungimu dari saudara-saudaraku.”, kata Baekhyun

“Baekhyun-ah.. Aku tidak ingin menyiksa Taeyang disini, Ia ingin bebas..”, kataku pelan. Aku ingin menangis. Dan kesedihan ini hanya aku yang merasakan karena Taeyang tengah terjebak disudut kecil pikiranku.

Ia tidak mendengarku.

“Dan maksudmu, pada akhirnya, hanya salah seorang diantara kalian yang bisa bertahan?”, tanya Baekhyun

“Bulan tidak pernah bisa bersatu dengan matahari.”, kataku pelan

Padahal, aku.. Aku berharap, aku bisa menemukan satu tubuh kosong untuk tempat pikiran Taeyang, lalu aku bisa tetap hidup..

“Aku memang ditakdirkan untuk tidak memiliki siapapun. Padahal kau adalah orang pertama yang begitu menyukai cahaya anehku. Selama ini semua vampire membenci cahaya ini, karena cahaya ini seperti cahaya matahari.”, kata Baekhyun sambil menghela nafas panjang.

Tidak. Aku salah bicara. Matahari maksudku adalah Taeyang. Namanya berarti matahari, aku tidak bermaksud mengatakan matahari untuk cahaya yang dimiliki Baekhyun.

“A-Aniyo, bukan itu maksudku—”

Tangan Baekhyun bergerak menulis. Membuatku menghentikan kalimatku.

Walaupun Luna tidak ada disini, Baekhyun akan tetap mengingatnya. Tempat ini tempat rahasia milik Luna dan Baekhyun. Kalau suatu saat, kau ketakutan, atau terancam, kau bisa bersembunyi disini Luna, tempat ini akan selalu menerimamu, dan jika suatu saat aku tidak ada, carilah aku disini. Aku akan ada disini.

Kutahan air mataku untuk tidak jatuh. Tidak. Aku tidak boleh sedih. Baekhyun melakukan semua ini hanya karena Ia tau Taeyang ada disini. Baekhyun menginginkan Taeyang, adiknya, bukan aku. Tidak ada seorangpun yang menginginkanku disini.

“Kau menangis lagi..”, kata Baekhyun

Aku mengusap air mataku lalu menggeleng.

“Aniyo, aku tidak menangis, aku terharu.”, ralatku cepat

“Benarkah?”

“Kau sudah sangat baik padaku selama aku disini..”, ucapku

“Itu karena aku sudah berjanji.”

Karena Ia sudah berjanji? Atau karena Ia tau Taeyang ada di dalam tubuh ini?

“Bisa kita pulang? Aku mulai lelah..”, ucapku berusaha mengalihkan kesedihanku

“Arraseoyo, ayo kita pulang.”, katanya sambil tersenyum

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak merasa takut sedikitpun untuk kembali ke ‘rumah’ yang sementara ini kutempati.

Karena Ia ada disampingku. Karena Baekhyun.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hari itu benar-benar datang. Hari dimana Baekhyun meninggalkanku sendirian bersama kelima saudaranya.

“Pst, Luna, aku harus berburu dulu, kau jangan berisik, aku akan pergi dengan cepat arra?”, kata Baekhyun

“Kau tidak akan pergi lama kan Baekhyun-ah?”, kataku takut

“Aku janji, jangan keluar dari kamarku, dan jangan berisik, megerti?”, katanya

“Aku akan menunggumu,”, kataku

Baekhyun mengusap kepalaku pelan. Memang sudah seminggu lebih Ia hanya menemaniku dikamarnya, menemaniku kemanapun aku pergi, dia tidak minum darah untuk seminggu lebih.

Tetap waspada..

Arraseo Taeyang..

Aku memandang keluar jendela, angin malam membuatku bergidik. Beberapa menit ini, tidak ada yang terjadi, baiklah, kurasa mereka tidak menyadari kepergian Baekhyun. Dan ini bagus. Tapi entah mengapa perasaanku tidak enak.

Aku punya firasat buruk..

Jangan katakan itu. Kau membuatku takut.

Aku berusaha mengatur nafasku saat tiba-tiba lampu mati. Aku membeku ditempat. Biasanya, Baekhyun akan langsung menyinari ruangan saat terjadi mati lampu.

“Dia pergi..”

Aku terpaku. Suara Kai? Atau Sehun? Aku tidak tau pasti. Aku bergerak cepat, bersembunyi dipojok kamar Baekhyun.

Aku takut, aku takut..

Aku juga Taeyang. Aku akan berusaha menyelamatkan nyawa kita berdua.

Pintu kamar terbuka. Ada dua bayangan disana. Tinggi menjulang. Aku bisa melihat bayangan mereka ditembok dekat tempatku bersembunyi.

“Kurasa Baekhyun hyung membawanya pergi.”

“Tidak. Aku mencium baunya disini.”

Andwae. Andwae. Andwae. Dua bayangan itu mendekat, aku semakin menciut dipojok, dan salah satu diantara dua orang itu benar-benar berhenti didepanku. Gelapnya ruangan membuat mereka tidak melihatku.

“Baunya dimana-mana diruangan ini. Cih. Aku benar-benar membencinya.”

“Aku juga. Ayo keluar. Baekhyun hyung akan mengenali bau kita.”

Mereka keluar dalam hitungan detik. Dan aku menghela nafas panjang. Momen kematian itu begitu dekat tadi.

Kau benar.. Aku takut untuk melihat..

Kau boleh bersembunyi Taeyang..

Maafkan aku Luna, karena aku kau jadi begini..

Gwenchana Taeyang. Gwenchana.

“Baekhyun pergi berburu! Manusia itu pasti ada dikamarnya!”, kudengar suara seseorang berteriak. Dan aku membeku.

Aku bergerak cepat hendak bersembunyi dibawah kolong tempat tidur, tapi langkahku kalah cepat. Seseorang menarik lenganku saat aku hendak bergerak.

“Kutemukan kau nona..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Mereka berlima dihadapanku sekarang. Aku menunduk. Tidak berani memandang mereka. Lampu memang bersinar diruangan tempatku duduk, tapi bukan cahaya ini yang mereka benci.

“Sudah kukatakan bahwa Baekhyun pasti akan meninggalkanmu sendirian pada akhirnya,”, kata seseorang, aku terlalu takut untuk memandang mereka

Itu Suho oppa..

Siapapun itu. Dia menakutkan.

“Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?”

Sehun oppa..

“Bunuh dia dalam sekejap.”

Kai oppa.. ah. Andwae.

Aku melemas, rasanya tenagaku sudah habis. Aku sudah pasrah. Aku juga tidak berharap Baekhyun menyelamatkanku. Aku diam. Mengabaikan semua orang, termasuk Taeyang.

“Aku yang akan lakukan.”

Seseorang menarik daguku, dan aku hanya diam. Cepat atau lambat hal ini akan terjadi padaku. Dan kurasa lebih cepat akan lebih baik.

Tiba-tiba aku merasakan mual menyeruak, dan kepalaku mendadak terasa pening.

“Tidak! Oppa! Jangan bunuh aku dan Luna! Ia menyelamatkanku! Jika kalian sayang padaku, jangan sakiti Luna lagi. Dia tidak seperti yang kalian katakan. Ini aku Taeyang! Percayalah. Aku hidup bersama Luna sekarang. Dia membagi pikiran nya untuk ku!”

Ini bukan aku. Aku. Aku terpojok. Aku tidak bisa menggerakkan tanganku. Tidak bisa bicara. Aku.. Taeyang mengendalikan tubuhku?

“Dan kau sekarang mau menipu kami dengan mengatakan bahwa kau Taeyang?”, ucap Suho sinis

“Ini aku Taeyang. Ayah Luna menculik ku, dan aku bicara pada Luna saat Ia akan mereset ku, oppa tau kelebihanku kan? Luna menyelamatkanku dari kejahatan Umma tirinya, manusia yang waktu itu kalian bawa ke sini, aku.. aku.. jangan sakiti Luna oppa, karena..”

“Kau benar-benar Taeyang..”, ucap Suho

“Ini aku oppa..”, kurasakan emosiku meledak-ledak. Tapi aku tidak bisa merasakan tubuhku.

“Bagaimana bisa? Kau dengan manusia itu? Bagaimana Ia bisa kesini?”, ucap Suho, kurasa Ia percaya pada Taeyang.

“Oppa, karena ingatanku, karena pikiranku, Luna kesini, dan.. oppa, jangan sakiti dia, Luna menyayangi kalian semua seperti aku menyayangi kalian..”

Dan pandanganku mendadak gelap.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

Tubuh Luna ambruk saat kalimat Taeyang berakhir. Taeyang tidak punya kendali atas tubuh Luna, dan mereka pingsan.

“Hyung! Angkat dia!”, kata Sehun

Kai dan Suho mengangkat tubuh mungil Luna dan menaruhnya di sofa. Mereka masih sama-sama tidak percaya.

“Apa itu tadi kebohongan?”, tanya Suho

“Mollaseo hyung.. Aku, aku tidak bisa menyangkalnya, semuanya terdengar masuk akal.”, kata Sehun

“Benar hyung, tidak akan ada manusia yang jauh-jauh melakukan perjalanan waktu untuk meninggalkan bangsanya.”, tambah Chanyeol

“Jadi.. Didalam tubuh yeoja ini, ada Taeyang?”, ucap Suho

“Kalian apakan dia!?”, teriak Baekhyun

“Tunggu Baekhyun, biar kami jelaskan—”

Baekhyun mengabaikan nya. Ia melemparkan cahayanya pada kelima saudaranya.

“Sudah kuduga kalian akan menyentuhnya.”, ucap Baekhyun dingin

“Tidak Baekhyun, dengar dulu—”

“Tidak hyung, apa yang kalian lakukan padanya!?”, ucap Baekhyun memotong ucapan Suho.

“Taeyang ada didalam tubuh yeoja itu!”, kata Sehun

“Aku tau! Itulah mengapa aku tidak pernah mengizinkan kalian menyakiti Luna!”, teriak Baekhyun

Baekhyun mengangkat tubuh Luna lalu membawa Luna ke kamarnya. Mengabaikan teriakan saudara-saudaranya, Baekhyun menyinari seluruh kamarnya, membuat kelima saudaranya tidak berani mendekat.

“Luna.. Mianhae.. Aku tidak bisa melindungimu..”, kata Baekhyun sambil meletakkan tubuh Luna

“Aku.. aku tidak tau siapa yang kusayangi, aku sayang pada Taeyang yang terjebak ditubuhmu, tapi aku juga, aku.. aku menyayangimu, kurasa, ini lucu kan? Jebal.. jangan tinggalkan aku..”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Posted in: FF | Tagged:

11 thoughts on “Mind Part 8

  1. ellalibra berkata:

    Waahh baekhyun ngungkapin prsn nya, tp dy msh bingung ?? Rumit y eon ,, tp skrg oppanya taeyang yg lain udh tau ??gmn sikapnya ma luna nanti berubah pa msh benci luna?? Penasaran ,, dtunggu lanjutannya y eon, fighting ,,,,

  2. Saehun berkata:

    Ugh… maaf author baru bisa komen sekarang dan udah jadi siders dari part 1 nya hehehehe tapi sumpah di part 8 udah gak bisa nahan buat ngomen >/< ini baekhyun…………sebenernya itu kode keras banget ya kalo dia suka Luna? hehehehehe terus taeyang nya gimana thoor??? kalo dia bisa nguasain tubuhnya Luna terus Lunanya bisa lenyap dong? aaaahhh jangan ya jangaan? daebak deh ini ff!! lanjut thooorrr

  3. hvirus berkata:

    argh, greget banget bacanya. apalagi pas bagian taeyang mengendalikan luna :3
    Makin penasaran sama kelanjutannya T.T
    Keep writing author-nim^^

  4. Natalia Rin berkata:

    Ahhhh, keren banget dah xD romancenya mulai kerasa
    Tapi, memang ada beberapa yang bikin bingung, gimana perasaannya Baekhyun yang menyayangi Luna dan jg Taeyang, dan mereka ada di dalam satu tubuh? Pasti bingung kan, hubungan yang cukup rumit jg nih,
    Dan apakah Luna bakal ‘diambil alih’ oleh Taeyang? Ato Taeyang menemukan ‘tempat’ dirinya yang baru?
    Ngomong-ngomong, aku jarang banget komen nih, hehehe, makasi thor udah dikabulin jadi lebih panjang ffnya ^o^ Terus semangat dengan segudang imajinasinya buat ngelaniutinnya, hwaiting!

  5. Sehunlover berkata:

    Dari awal aku sukaa bgt sama ff mu ini thor.. Brrti ntar salah satu dr mreka menghilang gitu? Jangan dong thor.. Pokoknya ini harus hepi ending

  6. heyitsbii berkata:

    semoga aja luna gak mati. kan waktu itu baekhyun gigit leher luna. biasanya juga di film2 vampire kalo digigit lehernya tandanya dia udah jadi vampire. entah kenapa aku firasat ini bakalan sad ending. tapi semoga aja happy ending

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s