Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 2

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

Minho datang sekitar jam delapan pagi sebelum Jessica pergi bekerja. Dia menepati janjinya pada Krystal untuk meminta ijin pada kakak perempuannya itu. Karena sangat menyukai kepribadian Minho yang ramah, Jessica dengan senang hati mengijinkan mereka pergi. Wanita itu bahkan mengajak Minho sarapan bersama sebelum ia pergi bekerja.

“Aku pergi dulu…” Jessica melambaikan tangannya pada Minho dan Krystal yang mengantarnya di depan pintu. “Minho, tolong jaga Soojung dengan baik.”

Minho mengangguk, “Baik noona.”

“Hati-hati dan cepat kembali.” Krystal juga melambaikan tangannya.

Setelah wanita itu menghilang di belokan. Minho dan Krystal kembali ke dalam. Apartement itu benar-benar terlihat berantakan karena ada banyak barang yang berserakan jadi Minho memutuskan untuk membantu Krystal berberes sebentar. Ini masih pagi, mereka masih punya banyak waktu.

Lagipula, ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan gadis berkepribadian dingin itu. Ah tidak, dia tidak dingin seperti wajahnya. Sebenarnya dia sangat hangat. Apalagi ketika ia tersenyum.

“Apa kau akan merayakan natal bersama dengan kakakmu?”

Krystal langsung mengangguk bersemangat, “Kami berencana untuk pergi ke taman Hangang ketika malam natal dan pergi ke Lotte World keesokan harinya.”

“Benarkah? Kedengarannya menarik.”

“Apa oppa mau ikut bergabung?”

“Tidak bisa.” Minho menggeleng dengan raut kecewa. “Aku akan merayakan natal di Busan. Ayahku telah berjanji pada orang tuanya jika tahun ini kami akan merayakan natal disana.”

“Oh begitu.” Krystal mengangguk-angguk. “Tidak apa. Bukankah lebih menyenangkan jika menghabiskan hari natal dengan keluarga?”

Minho tersenyum mendengarnya, “Bagaimana denganmu? Bukankah tahun ini kau tidak akan merayakan natal dengan orang tuamu?”

“Benar.” Gadis itu menghela napas dan memasang ekspresi sedih. “Jika mengingat itu, aku merasa sangat sedih. Tapi ini adalah keputusanku untuk pergi ke Korea.”

“Apa kau sangat merindukan Jessi noona hingga kau memutuskan untuk pindah kesini?” tebak Minho. “Aku rasa kalian benar-benar dekat satu sama lain.”

“Sebenarnya aku juga dekat dengan orang tuaku. Tapi karena mereka sibuk bekerja, aku hanya memiliki Jessi sebagai orang yang bisa ku ajak bicara. Ketika dia ditugaskan di Korea, aku benar-benar merasa sangat sedih.”

Minho tersenyum sambil terus merobek isolasi yang menutup kotak kerdus, “Tidak ada salahnya menjadi orang yang tertutup tapi akan lebih baik jika kau memiliki teman sehingga kau tidak merasa kesepian.”

“Aku pikir aku adalah tipe yang rumit. Aku bahkan tidak tau hal yang aku inginkan. Selain itu aku tidak pintar memulai pembicaraan dengan seseorang jadi mereka salah paham dan menganggapku adalah seseorang yang dingin.”

“Tidak apa-apa. Kau bisa mulai dengan perlahan-lahan. Tidak perlu terburu-buru untuk berubah.”

“Bagaimana dengan oppa? Apa oppa memiliki banyak teman?”tanya Krystal.

“Aku memang tidak memiliki teman di area gedung ini tapi aku cukup memiliki banyak teman di sekolah. Aku mengikuti klub sepak bola dan mengenal banyak orang dari kelas yang berbeda.”

“Oppa pasti adalah murid yang terkenal.”

“Tidak.” Minho tertawa. “Aku tidak begitu terkenal di sekolah.”

“Benarkah?”

“Hahaha sudahlah. Dimana aku harus meletakkan ini?”

***___***

KRYSTAL POV

Mungkin ini yang dinamakan keberuntungan. Aku bisa bertemu dengan kakakku sekaligus mendapat teman baru. Minho oppa benar-benar memperlakukanku dengan baik. Tidak hanya sungai Han, tapi dia juga mengajakku berkeliling menara Namsan dan tempat-tempat wisata lainnya. Entah mengapa aku merasa nyaman. Ketika aku pikir aku tidak akan pernah menemukan seorang teman yang bisa ku ajak bicara, dia membuatku tersadar jika pemikiranku itu salah besar.

Dia bisa menempatkan dirinya di berbagai sisi. Kadang bicara dan menggangguku seperti seorang teman, kadang melindungiku seperti seorang kakak. Walaupun hanya berbeda satu tahun denganku, tapi sikapnya benar-benar seperti seorang oppa.

Dengan mudahnya, kami bisa menjadi dekat dan aku bisa membicarakan banyak hal padanya seperti yang ku lakukan pada Jessi.

Hari-hari berlalu, walaupun kami tidak merayakan natal dan tahun baru bersama. Tapi kami sering pergi keluar ketika memiliki waktu luang, terkadang kami akan pergi bersama Jessi.

Aku tidak tau jika Korea adalah tempat yang sangat menyenangkan. Sebuah tempat yang mampu membuatku begitu bersemangat. Aku bahkan tidak betah berada di kasurku dalam waktu yang sangat lama seperti biasanya.

Ketika musim dingin mulai pergi dan musim semi mulai datang, perlahan-lahan perasaan aneh juga muncul di dalam benakku. Ketika seseorang selain Jessi mampu membuatku meninggalkan tempat tidurku, aku rasa ada hal aneh yang sedang terjadi dengan hatiku.

***___***

Author POV

Jika dilihat-lihat, gedung itu cukup besar dan luas. Hampir seperti sekolahnya dulu. Murid-murid juga mulai berdatagan membuat jantungnya berdegup tak karuan. Dia adalah seseorang yang mudah gugup dengan keramaian. Pikirannya akan tiba-tiba akan menjadi kosong dan dia tidak tau dengan apa yang harus dia lakukan.

“Kau tidak apa-apa?” Tiba-tiba Minho menggandeng lengan Krystal, punggungnya membungkuk, menatap gadis itu khawatir. “Jangan khawatir. Ayo kita pergi bersama.”

Pria itu menarik lengan Krystal dan membawanya masuk ke dalam gedung sekolah. Jessica sudah memberitahunya tentang kepribadian Krystal yang satu itu. Mudah gugup jika berada di tengah keramaian. Tangannya bahkan sekarang terasa dingin.

Mereka sampai di lapangan karena sebentar lagi upacara penerimaan murid baru akan segera di laksanakan.

“Apa tidak apa-apa jika aku meninggalkanmu sebentar? Aku harus bergabung dengan murid-murid senior.”seru Minho yang langsung di balas anggukan oleh Krystal.

“Tidak apa-apa, oppa.”

“Benarkah?” pria itu terlihat masih ragu.

“Iya. Aku baik-baik saja.”

“Jangan takut, oke? Aku akan segera menghampirimu lagi.”

Krystal mengangguk yakin. “Aku tau.”

Minho berjalan menjauh sambil melambaikan tangannya. Ke barisan yang ada di sebrang, bersama dengan murid-murid kelas 2 dan kelas 3. Krystal berbaris dengan rapi di bagian tengah tanpa berani menatap ke sekelilingnya. Ia menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya.

BRUKK

Tiba-tiba seseorang menabrak tubuhnya dari belakang membuatnya maju ke depan dan menabrak murid lain.

“Oh maafkan aku.” Ia segera minta maaf pada murid yang berdiri di depannya.

Murid yang berdiri di depannya, dengan tinggi semampai dan wajah super cantik menoleh ke belakang, “Sial, aku bertemu mereka lagi.”dengusnya kesal pada kerumunan murid laki-laki yang membuat keributan di belakang Krystal. Kemudian, ia mengalihkan pandangannya pada gadis itu. “Kau tidak apa-apa?”

“Tidak.” Krystal menggeleng pelan. “Maafkan aku.”

“Tidak apa-apa. Mereka memang suka membuat ulah.”

BRUKK

Baru saja menyelesaikan ucapannya, lagi-lagi dari arah belakang seseorang mendorong tubuh Krystal hingga ia menabrak tubuh gadis yang berdiri di depannya lagi.

“YA!” seru gadis tinggi itu kesal. “Kalian tidak bisa diam, ya? Sebentar lagi upacara akan di mulai!”

“Ups, maafkan kami, Sulli.” Murid laki-laki yang menabrak Krystal dua kali tadi tersenyum menyeringai pada gadis tinggi yang ternyata bernama Sulli itu. “Kami sedang bersenang-senang.”

“Kau membuat barisannya jadi kacau!” omel Sulli.

Krystal menoleh ke belakang, menatap murid laki-laki yang sebenarnya juga membuatnya kesal. Tubuhnya juga tinggi dan penampilannya yang jauh dari kata rapi. Kemejanya dibiarkan berkibar-kibar dan lengan blazernya ia gulung hingga siku. Sudah jelas jika dia adalah murid yang nakal.

“Kenapa kau memandangku seperti itu?” ia membalas tatapan Krystal begitu menyadari jika seseorang sedang memperhatikannya.

Krystal langsung berbalik ke depan. Sebaiknya tidak meladeni orang-orang seperti dirinya.

“Hey, kau bukan orang Korea ya?” Murid laki-laki itu mengetuk-ngetuk pundak Krystal dengan jarinya. Krystal menoleh lagi. “Kau bukan orang Korea, kan?”

“Apa masalahmu sebenarnya?” Geram, gadis itu tidak bisa menahan kekesalannya lebih lama lagi. “Jangan mencari masalah denganku.” ketusnya.

Namun, pria itu seperti tidak memiliki gendang telinga. Ia membungkukkan tubuhnya, membaca name tag Krystal. “Oh, namamu Krystal Jung.”

“Ya, Kim Jongin! Berhenti mengganggunya!” Sulli menoleh ke belakang dan menarik lengan Krystal. “Kau tidak dengar ya? Sebentar lagi upacara di mulai!”

“Hey, Sulli. Kenapa jadi galak begitu?” Seorang pria lain muncul dan merangkul pundak murid laki-laki yang bernama Kim Jongin itu. “Jangan terlalu galak. Kecantikanmu bisa hilang nanti.”godanya.

“Hey, Taemin. Berhenti mengejarnya. Kau kan sudah di tolak berkali-kali.” Dan murid laki-laki lain juga muncul.

Wajah Sulli berubah cemberut, Dasar anak-anak itu. Benar-benar menyebalkan.

“Sulli, pindahlah kesini.” Dari arah kanan, seorang murid dengan penampilan yang hampir menyerupai seperti laki-laki memanggilnya. Sulli menarik lengan Krystal dan menariknya pindah barisan membuat gadis itu sedikit terkejut.

Tapi dia pikir, tidak ada salahnya mengikuti Sulli karena dia bisa pergi dari kumpulan murid laki-laki tadi.

“Ngomong-ngomong, kita belum berkenalan.” Gadis cantik itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum. “Namaku Sulli. Kau?”

“Aku Krystal.”balas Krystal pelan, membalas uluran tangan Sulli.

“Krystal? Kau bukan orang Korea ya?”

“Aku berasal dari San Fransisco dan baru pindah kesini beberapa bulan lalu.” Ia tersenyum.

“Benarkah?” mata Sulli melebar. “Hey, amber. Kau memiliki seorang teman.” Sulli memanggil temannya yang berpenampilan seperti anak laki-laki tadi. “Dia berasal dari luar negeri, San Fransisco.”

“Benarkah?” Amber terlihat takjub namun juga senang. Ia mengulurkan tangan pada Krystal. “Aku juga berasal dari Amerika. Senang berjumpa denganmu.”

Oh, really?”

“Yup, I‘ve lived here since three years ago. How about you?”

“Three months.” Krystal tersenyum sambil menunjukkan tiga jarinya pada Amber..

“Hey…hey…kenapa kalian bicara dengan bahasa kalian tanpa memikirkanku? Gunakan bahasa Korea. Kalian sedang berada di Korea sekarang.”cibir Sulli merasa diabaikan.

Krystal dan Amber tertawa menatap wajah Krystal yang cemberut. “Aku terlalu bersemangat karena akhirnya aku bertemu seseorang yang sama denganku. Aku harap kita sekelas!”jelas Amber.

“Wajahmu terlihat tidak bersahabat tapi aku harap hatimu tidak seperti itu.” Sulli berujar secara to the point. Namun ucapannya tidak membuat Krystal tersinggung. Dia piker tidak ada yang bisa marah pada gadis lucu itu.

Krystal tersenyum, “Wajahku memang seperti ini. Tapi sebenarnya aku adalah orang yang pemalu. Aku juga berharap kita sekelas.”

“Dan aku harap kita tidak sekelas dengan orang-orang itu.” Amber menyahuti, menunjuk kumpulan murid-murid laki-laki tadi dengan dagunya.

“Jangan hiraukan mereka. Mereka memang seperti itu sejak SMP.”

“Oh, kalian berada di sekolah yang sama dulu?” Krystal mengerjap.

Sulli mengangguk, “Aku, Amber dan dua dari anak-anak itu berada di kelas yang sama ketika SMP. Mereka memang selalu membuat keributan dan sering mendapat hukuman dari guru. Aku tidak menyangka jika kami berada di sekolah yang sama lagi. Jika nanti kami berada di kelas yang sama juga. Aku berjanji akan pergi ke gereja dan melakukan pengakuan dosa. Sepertinya dosaku telah menumpuk.”

Ucapan Sulli barusan sontak membuat Krystal tertawa terbahak-bahak. Gadis ini…

Dari jauh, Minho melihat Krystal yang sedang tertawa bersama dengan teman-temannya. Di tempatnya ia juga tersenyum. Teruslah seperti itu.

***___***

Bagi Sulli, hari ini adalah hari paling sial yang pernah ia alami. Bagaimana tidak? Sejak SMP, dia berada di kelas yang sama dengan dua murid pembuat onar Kim Jongin dan Lee Taemin. Dan sekarang, dia lagi-lagi harus berada di kelas yang sama dengan mereka, parahnya, dua teman mereka yang lain, Oh Sehun dan Lee Jonghyun juga ikut masuk ke dalam kelas yang sama dengannya. Dia semakin bertambah yakin jika dirinya telah melakukan banyak dosa hingga Tuhan menghukumnya seberat ini.

Gadis tinggi itu menghela napas panjang ketika ia membaca papan pengumuman kemudian berbalik, dan menghampiri Krystal dan Amber yang menunggunya di belakang.

“Bagaimana? Apa kita sekelas?”

Sulli mengangguk lemah, “Kita sekelas.”

“Tapi kenapa raut wajahmu sedih begitu?”tanya Krystal bingung.

Sulli menghela napas panjang lagi, “Kita juga berada di kelas yang sama dengan empat berandalan itu.” Bibirnya membentuk kerucut.

“Sudahlah. Tidak buruk berada di kelas yang sama dengan mereka. Aku lumayan dekat dengan Sehun dan Jonghyun.”seru Amber menepuk-nepuk punggung belakang Sulli.

“Amber, tapi kau tau kan bagaimana jadinya jika aku berada di kelas yang sama dengan Taemin?” Sulli menghentakkan kedua kakinya di lantai. “Aku kesal!”

“Taemin? Murid yang di belakangku tadi?” tebak Krystal mencoba mengingat-ingat nama itu.

Amber mengangguk, “Yang bersama Kim Jongin, murid yang menabrakmu. Sejak SMP, Taemin suka sekali mengganggunya jadi dia kelas berada di kelas yang sama dengan orang itu lagi.”

“Oh.” Krystal mengangguk-angguk. Dia tidak terkejut dengan hal itu karena Sulli memang memiliki wajah yang sangat cantik. Dia bahkan menjadi pusat perhatian seluruh murid ketika mereka berada di lapangan tadi.

Bel masuk berbunyi, sebagai tanda agar seluruh murid segera memasuki kelas mereka.

“Sebaiknya kita cepat pergi ke kelas,.”

Ketiga gadis itu berjalan bersama menuju kelas yang telah di tentukan. Amber dan Sulli mempercepat langkahnya karena mereka tidak ingin mendapat kursi yang berada di bagian belakang. Sementara Krystal, hanya berjalan santai. Dia lebih suka kursi yang ada di bagian belakang sehingga dia memiliki kesempatan untuk tidur siang.

“Krystal, ayo!” teriak Sulli yang sudah berada di depan.

Krystal hanya mengangguk dan menambah sedikit kecepatan langkahnya.

Sesampainya di kelas, dengan cepat Sulli dan Amber menduduki sebuah kursi di dekat jendela yang berada di barisan ketiga dari depan. Melihat itu, Taemin menggunakan kesempatan untuk menduduki kursi yang ada di belakang Sulli dan Amber bersama Sehun.

“Kenapa kau duduk disitu? Itu kursi untuk Krystal!”omelnya pada Taemin yang hanya menunjukkan senyumnya. “Ya!”

“Dia bisa duduk di sebelahku.”balas Taemin lembut.

“Kau tidak lihat, ya? Aku duduk di sebelahmu!”protes Sehun memukul lengan Taemin.

Sulli mendengus kesal. Dasar pria itu… Ia mengalihkan pandangan pada Krystal yang berlalu melewati kursinya, menatap gadis itu dengan sorot menyesal.

“Krystal…”

Krystal menoleh dan mengerti arti dari tatapan sedih Sulli, ia menggeleng, “Tidak apa-apa, Sulli. Aku bisa duduk di belakang.”ucapnya.

“Kau bisa duduk disini jika kau mau, aku akan pindah ke belakang.”sahut Amber.

“Tidak perlu. Aku akan duduk di belakang saja.”

Krystal berjalan menuju kursi yang berada paling belakang, sebuah kursi yang ada di belakang Sehun dan Taemin,

“Malam ini adalah pertandingan final, kau tau kan kalau—“

BRUKK

Seseorang menabrak punggung Krystal yang hendak menjangkau kursinya. Gadis itu menoleh dan mendapati Jongin juga menoleh kearahnya. Lagi-lagi ia merasa kesal. Kenapa dia suka sekali menabraknya?!

“Jangan berdiri di tengah jalan.” Jongin menatap Krystal gusar. “Kau menghalangi jalanku.”

“Apa kau bodoh?”balas Krystal tak kalah gusar. “Kau yang berjalan mundur dan menabrakku!”

Mata Kai membulat lebar, “Apa? Kau bilang aku apa?!”

Seketika keduanya menjadi sorotan seluruh murid. Tingkah Krystal membuat Sulli dan Amber sangat terkejut. Dia pikir Krystal tidak memiliki suara sekeras itu. Sejak tadi dia terus bicara dengan nada pelan pada mereka.

“Minggir! Aku mau duduk.” Krystal mendorong tubuh Jongin pelan dan bergegas mengambil alih kursi yang berada di dekat jendela. Namun tangan panjang Jongin segera mencekal lengannya.

“Ini tempatku.”desisnya.

Krystal menoleh dengan tatapan tajam, “Aku yang lebih dulu memilih tempat ini.”

Jongin tertawa mendengus, “Aku sudah memilih tempat ini sejak aku masih berada di bangku SMP!” Ia menekankan kalimatnya membuat Krystal semakin merasa keki. “Kau dengar, kan? Jadi aku yang lebih dulu!”

“Hey, kenapa kalian bertengkar? Itu hanya masalah kursi.” sahut Sulli ingin segera menghentikan pertengkaran itu karena seluruh mata saat ini benar-benar tertuju pada mereka berdua.

“Walaupun masalah kursi, bagi laki-laki itu adalah masalah harga diri!”koar Sehun semakin memanasi kemudian tertawa bersama Taemin.

Krystal menghembuskan napas panjang. Tuhan…kenapa dia begitu menyebalkan?

“Minggir!” ia mencoba melepaskan cekalan Jongin namun cekalannya semakin menguat.

“Aku ingin duduk disini dengan Jonghyun!”

“Aku yang lebih dulu! Aku ingin—“

“Ada apa ini?” Sebuah suara yang terdengar lantang dan tegas membuat seluruh murid langsung mengubah posisi duduk mereka menjadi duduk manis. Sementara Jonghyun, Jongin dan Krystal yang belum mendapatkan kursi, berdiri di tempat mereka bingung. “Apa yang kalian lakukan?” Sonsengnim menunjuk mereka dengan penggaris besi.

“Ini tempat dudukku, Sonsengnim. Tapi dia ingin merebutnya.”seru Jongin.

Mata Krystal membulat, “Apa?! Aku yang lebih dulu!” protesnya tak terima.

“Ini tempatku!” Jongin bersikeras.

“Tidak! Ini tempatku!”

“Hentikan!”

Sonsengmin memukul-mukulkan penggaris besinya ke papan tulis agar dua murid itu berhenti beradu mulut.

“Kau.” Ia menunjuk Jonghyun. “Duduk disana!”perintahnya menyuruh Jonghyun duduk di kursi lain. Jonghyun hanya bisa pasrah. Meja yang berada di samping meja Amber dan Sulli. Ah, dia ingin duduk di belakang. “Dan kalian berdua, duduk di sana bersama!”

Perintah Sonsengnim kali ini membuat Jongin dan Krystal membulatkan mata mereka lebar-lebar, “APA?!” seru keduanya bersamaan.

“Sonsengnim tapi—“ Krystal mencoba bernegosiasi namun sonsengnim bersikap tidak perduli..

“Kita mulai hari pertama kita.”

TBC

11 thoughts on “Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 2

  1. wikapratiwi8wp berkata:

    Jjjhh…sepertinya ini banyak moment Minho, Krystal dan Kai…aduuuhhh wii…yaiyalah mereka bertiga main castnya…*abaikan…haha
    Taemin suka Sulli dari SMP? wah wah wah hahaha..kasian banget deh Min kalo ditolak mulu sama Sulli…hehehe sebenernya sih gue MinSul shipper Mija..But, karena dirimu yang buat ini ff gue tetep suka kok…hehehe
    Lagipula gue bukan orang yang suka nge.judge sesuatu hanya karena gue bukan shipper mereka…hehehe So, komen gue..no comment deh…gue sudah sering terpukau aja sama kata2 yang sering dirimu pakai untuk menulis ff hahaha
    Next ya Mija…fighting!!!!🙂

  2. ellalibra berkata:

    Kyaaaa lucu krystal ternyata bs bertengkar jg ma jongin pdhal sifatnya pemalu,,, seru penasaran kisah mrk ,,,tetap semangat y eon keep writing🙂,,

  3. mongochi*hae berkata:

    alurny kerennnnn…. scholl life bgt. tpi…n ttg kaistal kan ??
    aish mereka b4 it troublemaker ya…
    kasian bgt krystal and the genk sklas aplg krystal yg du2k sblhan dg jongin..

    next part dtunggu

    btw,knp kmu gk post n ff d.blog kaistal aj klo n mmg mceritakan ttg mereka ??

  4. ranrin berkata:

    Yeee… Kai udah muncul. Wah, baru pertama masuk Krystal udah punya temen ya.?
    Baru hari pertama aja Kai sama Krystal udah bertengkar cuma gara-gara masalah kursi. Hahaha… Mereka lucu sekali.
    Keren, eonni!

  5. Oh nazma berkata:

    Kk buat sehun jadi murid brandalan.. Lebih brandal dr 3 tmennya.. Itu kya d ff protect you.. Hehe.. Aku suka… Tp gk maksa jg kok. FIGHT!!

  6. Hanna berkata:

    astaga, baru hari pertama dan mereka sudah bertengkar..😀
    gak nyangka Krystal yang pemalu bisa ngelawan Kai kayak gtu.. n akhirnya mereka harus duduk sebangku..
    kayakny bakalan seru deh,,mereka bakal brantem tiap hari..
    taemin di tolak sulli sejak SMP? poor tetem..😀

  7. Mrs. Yehet berkata:

    hahaha.. ya ampun lucunya bagian krystal jongin pada rebutin kursi..bagus jg itu guru yg suruh mereka berdua duduk samaan
    next next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s