Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 1

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

 Sebelumnya author mau minta maaf karena ada perubahan cast di FF ini yang mana awalnya Taemin yang jadi main xast sekarang di gantiin sama Kai. Ada beberapa alesan makanya author ganti main castnya. Tapi jangan khawatir, Taemin tetep ada kok. Semoga bisa dimaafkan…

Happy reading ^^

“Jess, aku akan segera kesana. Tunggu aku.”

Krystal berseru semangat ketika ia membaca papan pengumuman nilai yang telah keluar. Senyumnya mengembang lebar begitu melihat namanya ada di peringkat tujuh dari seluruh murid tingkah akhir.

Pada akhirnya, kerja kerasnya selama setahun terakhir terbayar. Dia akan menagih janjinya pada ibunya setibanya di rumah nanti. Dia harus ke Korea. Yah, tidak perduli apapun yang terjadi, dia akan pergi kesana dan menemui kakaknya yang sudah tinggal lebih dulu selama dua tahun di negeri gingseng itu.

***___***

Penyebabnya adalah salju hingga ia harus berakhir dengan jaket berlapis super tebal dan sepatu boot tinggi. Topi woolnya menutupi kepalanya dan syal biru yang menggulung lehernya menutupi seluruh bagian mulutnya. Berdiri di halaman rumahnya, ia terpaksa harus mengeruk salju karena salju telah menunmpuk tebal di halaman rumahnya. Dan sialnya, dia berdiri seorang diri disana karena orang tuanya sedang bekerja..

Di musim dingin seperti ini, harusnya mereka mengambil satu hari libur. Setidaknya untuk menghabiskan saat-saat terakhir bersama putri bungsu mereka karena minggu depan ia akan pergi jauh meninggalkan tempat kelahirannya dan mereka.

Menyebalkan memang. Mungkin mereka pikir putri kecilnya itu tidak terlalu membutuhkan hal-hal seperti itu mengingat tipikal dirinya yang sedikit cuek dan tertutup. Juga tidak sefeminim kakak perempuannya yang menyukai baju-baju lucu serta rok-rok dengan warna cerah. Berlawanan dengan itu, Krystal lebih menyukai celana dan kaus santai serta warna-warna gelap yang bisa membuat dirinya lebih terlihat semakin misterius.

Dua orang kakak-beradik itu memang memiliki kepribadian yang berbeda. Saat Jessica, kakak perempuannya, sangat suka pergi ke luar dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya, dia justru berada di rumah untuk menonton film atau mendengarkan musik. Di sekolahnya, dia adalah murid yang cukup populer dengan kecantikannya namun tidak begitu memiliki teman. Yah, kepribadian mereka memang jauh berbeda.

Krystal menghela napas, mengeluarkan uap putih akibat hawa dingin yang mencoba merasuki tubuhnya. Lelah. Saat-saat terakhirnya di San Fransisco justru ia habiskan dengan mengeruk salju di halaman atau menyesap cokelat hangatnya sambil mendengarkan musik di kamar seorang diri. Malam harinya, ia akan mengobrol sebentar dengan orang tuanya lalu kembali ke kamarnya lagi.

“Jess, aku merindukanmu.”

***___***

“Iya, aku sudah memesan tiket untuk penerbangan minggu depan. Aku juga sudah mulai mengepack barang-barangku. Sepertinya barang bawaanku cukup banyak. Aku ragu jika kita berdua bisa membawanya. Oh, tapi kita bisa membayar seseorang untuk mengangkat barang-barangku hingga ke mobilmu. Atau menggunakan troli?” Krystal merocos panjang lebar, ponselnya ia jepit antara telinga dan pundaknya sedangkan tangannya sibuk membolak-balik majalah.

“Tidak usah di pikirkan. Yang jelas aku sudah menyiapkan kamarmu sesuai keinginanmu. Warna biru muda pada wallpapernya dan seprainya serba putih. Serta kosongkan semuanya karena kau sendiri yang ingin mengaturnya, iya kan?”

Krystal tersenyum lebar, “Terima kasih, Jessi.”

Di sebrang panggilan Jessica berdecak, “Ini karena kau yang terus merengek ingin pergi kesini jadi aku mengumpulkan uang banyak untuk menyewa apartement baru yang memiliki dua kamar. Jika kau tidak bersikap baik, aku akan mengusrimu keluar. Mengerti?”

Candaannya membuat Krystal terkekeh, “Aku tidak akan mengganggumu. Mungkin aku akan mengunci diriku sepanjang hari di dalam kamar.”

Helaan napas Jessica terdengar putus asa, “Adikku, kau belum berubah juga? Kau harus pergi keluar dan mendapatkan banyak teman.”

“Apa bedanya denganmu, Jess? Kau juga suka tidur sepanjang hari ketika ada waktu luang. Bahkan kau lebih malas dariku.”

“Tapi aku masih memiliki waktu untuk teman-temanku.”elaknya.

Kryetal mengubah tawanya menjadi senyum, “Yang jelas aku akan pergi minggu depan karena aku sudah sangat merindukanmu. Aku lebih ingin menghabiskan banyak waktu denganmu daripada yang lain.”ucapnya tulus. “Sudah ya, aku tau ini panggilan internasional dengan biaya yang mahal. Kirimi aku email saja.”

“Baiklah. Ketika kau akan pergi, kau harus menelponku.”

“Aku tau.”

“Jaga dirimu, Soojung.”

***___***

Ketika akhir pekan, akhirnya Krystal mendapatkan waktu berkumpul bersama ibu dan ayahnya. Mereka duduk bersama di ruang keluarga, ibunya menghidangkan cookies kesukaannya diatas meja yang dengan cepat berkurang drastis jumlahnya.

“Jadi apa kau sudah menyiapkan barang-barangmu?”

Krystal mengangguk, “Aku bahkan sudah menyiapkannya jauh-jauh hari, dad.”

Ayahnya tertawa, “Apa kau begitu tidak sabarnya ingin pergi dan meninggalkan kami?”

“Bukan begitu.”balasnya cepat. “Dad, karena aku selalu sendirian di rumah ketika kalian bekerja, aku merasa kesepian dan sangat merindukan Jessica.”

“Lalu tidak merindukan kami?” Ibunya duduk di sampingnya sambil memberikan segelas cokelat hangat untuknya.

“Mom, bukan begitu.” ia mengelak lalu meniup-niup cokelat panasnya. “Mengertilah mom. Aku sangat merindukan kakakku karena kami tidak pernah bertemu lagi selama dua tahun. Aku tidak ingin meninggalkan kalian sebenarnya tapi–” Gadis itu menghela napas. Dia sedang berada dalam dilema sekarang hingga tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk menghibur orang tuanya.

Mengerti bagaimana perasaan anak bungsunya, ibunya tertawa geli sambil menghusap-husap kepalanya lembur, “Baiklah, mom mengerti. Hanya mengerjaimu saja.” wanita paruh baya itu mencubit hidung Krystal gemas.

“Mom, aku pikir– ah…mom, terima kasih!”

***___***

Incheon Airport, South Korea

Langkah-langkahnya setengah berlari sambil mendorong dua troli yang berisi penuh barang-barangnya dengan semangat. Di luar pintu kedatangan international seorang wanita dengan dress pita selutut berwarna putih sudah berdiri sejak beberapa saat lalu menunggu adiknya yang akan datang.

“Jessi~~~!!!”

Krystal tanpa sadar meninggalkan trolinya dan berlari menuju kakaknya yang langsung terlihat ketika ia sampai di pintu kedatangan international. Di peluknya kakaknya itu erat-erat seperti enggan untuk kehilangan lagi. Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar. Selama itu mereka tidak pernah lagi bertemu dan merayakan natal bersama-sama.

“Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja? Kenapa kau terlihat kurus?” Jessica melepaskan pelukannya dan mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi adiknya itu.

“Kau juga semakin terlihat kurus.”

“Apa sebaiknya kita pergi makan setelah ini?”

Krystal mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali lalu menghusap-husap perutnya, “Aku sangat lapar.”

“Tunggu nona nona…” Tiba-tiba seorang laki-laki bertubuh tinggi menghampiri keduanya sambil mendorong dua troli. “Aku tau kalian sangat lapar tapi jangan melupakan ini.”

“Astaga, barang-barangku!” Krystal menepuk keningnya. Dia terlalu bersemangat bertemu dengan kakaknya hingga lupa jika ia membawa banyak barang.

“Minho, maafkan aku. Aku lupa jika aku pergi bersamamu.” Jessica tertawa karena dia juga menjadi lupa. “Krys, aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang.”

Kening Krystal berkerut, lalu mengalihkan pandangannya pada pria tinggi itu.

“Dia Minho, Choi Minho. Dia tinggal di samping apartement kita.” Jessica memperkenalkan pria tinggi itu pada adiknya. “Minho, dia adalah adikku yang sering ku ceritakan padamu. Aku harap kalian bisa berteman dengan baik.”

Krystal melemparkan tatapan bingung pada Jessica, lalu bergumam pelan, “Apa yang kau ceritakan padanya?”

“Tidak ada.” Jessica tersenyum penuh arti.

Pria tinggi itu lantas mengulurkan tangan, “Aku Choi Minho. Dan kau pasti Krystal, kan? Jessica noona telah menceritakan banyak hal tentangmu.”

Krystal membalas uluran tangan Minho sembari mengangguk, “Aku Krystal Jung tapi nama Koreaku adalah Jung Soojung. Kau bisa memanggilku apapun.”

“Aku meminta Minho datang menemaniku karena kau bilang kau membawa banyak barang. Syukurlah dia tidak memiliki kegiatan apapun jadi dia bisa menemaniku. Sekarang, sebaiknya kita pergi. Kita cari restoran yang tidak jauh dari apartement.”

***___***

Sama seperti di San Fransisco, di Seoul juga sedang mengalami musim dingin karena ini adalah bulan desember. Jessica harus menyetir mobilnya dengan hati-hati karena permukaan jalan sangat licin akibat salju yang terus turun.

Ketiganya mampir ke sebuah restoran khusus makanan Korea yang berada tak jauh dari gedung apartement.

“Apa yang ingin kau makan, Soojung?” Jessica menatap Krystal yang terlihat bingung dengan daftar menu-nya. Sejak kecil, ia tumbuh besar di San Fransisco walaupun ibunya adalah orang Korea. Dia tidak pernah merasakan bagaimana makanan Korea sekalipun sehingga rasanya daftar menu ini sangat tidak familiar. Dia tidak tau yang mana makanan yang menurutnya enak atau tidak.

“I don’t know, Jess.” Ia mengendikkan bahunya bingung.

“Bagaimana jika ddokbukkie? Dokbukkie adalah makanan Korea yang terkenal.” Minho memberikan saran.

“Apa itu?”

“Kue beras pedas, lebih enak jika di campur dengan mie ramyun. Jika kau mau, aku akan memesankannya.”tawarnya tersenyum ramah.

“Oh, benar juga. Pertama kali aku datang ke Seoul, aku juga memesan ddokbukkie. Kau pesan itu saja, ya?”

“Baiklah. Aku ikut semua maumu.”

Jessica akhirnya memesan satu porsi ddokbukkie dengan mie ramyun, dua porsi syamgetang dan satu porsi samgyupsal. Jenis-jenis makanan yang cocok di sajikan ketika musim dingin.

“Ku dengar dari ibu, kau berlatih keras mempelajari bahasa Korea selama setahun. Benarkah?”

Krystal mengangguk, “Setiap pulang sekolah, aku pergi ke tempat les bahasa Korea dan tidak pernah libur satu haripun. Apa pengucapanku sekarang terdengar baik?”

“Tidak buruk. Tapi kau berbicara dengan aksen Amerika.” Jessica tertawa. “Tapi tidak apa-apa. Setidaknya itu akan menjadi bekalmu masuk sekolah nanti. Jika kau memiliki kesulitan, kau bisa bertanya pada Minho karena kau akan berada di sekolah yang sama dengannya.” jelasnya.

“Sungguh?”

“Jessi noona telah mendaftarkan dirimu di Yonsei High School. Aku adalah murid kelas 2, kau bisa mencariku jika kau memiliki kesulitan.” Minho menyahuti.

Jessica memajukan wajahnya kemudian berbisik, “Jangan khawatir. Dia bisa berbicara bahasa Inggris dengan baik.”

Ini bukan hal yang buruk karena Krystal telah memiliki seseorang yang di kenalnya di hari pertamanya datang ke Korea. Setidaknya dia memiliki seseorang yang bisa memberitahunya tentang hal-hal yang tidak dia ketahui. Tapi sekali lagi, mengingat bagaimana kepribadiannya yang sedikit tertutup dan pemalu, dia tidak berpikir jika dia bisa dengan mudah dekat dengan pria itu. Walaupun ia pikir pria itu adalah pria yang ramah dan… oke dia tampan. Sangat tampan.

“Minho, walaupun ibu kami adalah orang Korea tapi sejak kecil kami tinggal di San Fransisco. Aku bahkan harus berusaha keras untuk beradaptasi di tempat ini. Jadi aku harap kau bisa membantu adikku.”

“Jangan khawatir noona. Aku akan melakukan yang terbaik.”

***___***

“Jadi Minho tinggal di sebelah apartement kita?”tanya Krystal begitu Minho pulang setelah membantu mengangkat barang-barangnya. Ia merebahkan tubuhnya di sofa sambil mengganti sepatunya dengan sandal.

“Iya. Sejak pertama kali aku pindah kesini, dia banyak membantuku. Dia sangat ramah dan…” ia tersenyum menggoda pada Krystal. “Tampan.”

“Kau tidak menyukai pria-pria muda, kan, Jess?” mata Krystal menyipit.

“Memangnya kenapa?”

“Jess, pria yang lebih muda tidak cocok untukmu.”

Jessica tertawa, “Kau mengatakan ini bukan karena kau menyukainya juga, kan?”

“Tidak mungkin.” Krystal segera membalas. “Aku tidak menyukai seorang pria di hari pertama kami bertemu.”

“Ingat!” Jessica menjatuhkan diri di samping adiknya. “Ini adalah Korea. Ini bukan San Fransisco. Kau harus mulai memanggilku ‘unnie’ memanggil Minho dengan ‘oppa’ dan para seniormu dengan ‘sunbae’. Kau mengerti, kan?”

“Aku tau.” Krystal berdecak malas. “Berikan aku waktu untuk beradaptasi.”

“Baiklah, Jung Soojung.” Jessica tersenyum lebar sambil menghusap-husap kepala adiknya. “Ayo kita mulai berkemas.”

***___***

Krystal bergegas keluar dengan beberapa bungkus plastik sampah di kedua tangannya. Hari sudah larut dan dia belum selesai merapikan kamarnya. Mungkin dia akan melanjutkan besok pagi mengingat selain barang-barangnya sendiri, ibunya juga membawakan banyak hal untuk dirinya dan Jessica. Dia belum merapikan semuanya.

“Soojung?”

Krystal menoleh dan mendapati Minho yang juga keluar dari apartement-nya. Ia buru-buru membungkukkan tubuh, mengingat Jessica terus saja mewanti-wanitnya untuk bersikap sopan.

“Hallo oppa.”sapanya canggung.

“Kau mau membuang sampah?”

Ia mengangguk, “Iya.”

“Kenapa banyak sekali? Biar aku bantu membawakannya, kebetulan aku juga ingin ke bawah.”

Krystal hanya membiarkan ketika Minho mengambil beberapa plastik dari tangannya. Kemudian keduanya berjalan bersisian menuju lift.

“Jessica noona bilang jika kau sedikit pemalu dan tertutup. Aku rasa dia benar.” Krystal mendongak, menatap Minho dengan kening berkerut. Pria itu tersenyum. “Kau harus mulai berubah sekarang. Tidak buruk untuk memiliki banyak teman.”

Krystal tersenyum tipis, “Aku akan mencoba mengubah sifatku.”

Minho tersenyum lagi, “Bagaiamana perasaanmu berada disini? Apa kau senang?”

“Aku senang karena aku bertemu dengan Jessi…ah maksudku…Jessi unnie.”

“Ada banyak hal menyenangkan disini. Karena ini adalah hari libur, aku bisa menemanimu berkeliling.”

“Benarkah?” Krystal tampak ragu. “Begini… karena kita baru saja mengenal satu sama lain. Aku pikir aku tidak bisa menerima ajakan oppa.”

“Kenapa? Kau tidak percaya padaku?”

“Bukan begitu.” Krystal menggeleng. Tanpa sadar mereka telah sampai di luar. “Hanya saja–”

“Aku ingin pergi ke supermarket, ayo ikut denganku.” Minho menarik lengan Krystal dan membawanya pergi tanpa menunggu persetujuan lebih dulu.

Krystal terkejut namun membiarkannya. Keduanya menuju sebuah supermarket yang tak jauh dari gedung apartement mereka. Dengan membawa keranjang di tangannya, Minho mulai mencari daftar belanjaan yang di tulis oleh ibunya.

“Apa itu daftar belanjaan?” tanya Krystal.

Minho mengangguk, “Ibuku menyuruhku membeli beberapa hal.”

“Kenapa tidak pergi ke pasar saja?”

“Tidak sempat. Ibu dan ayahku sama-sama bekerja jadi terkadang mereka hanya bisa berbelanja di supermarket jika keperluan kami habis.”

“Oh.” Krystal mengangguk-angguk.

Keduanya memutari setia bagian-bagian rak. Terkadang, Minho menjelaskan pada Krystal tentang barang yang di belinya jika itu adalah hal asing untuk gadis itu. Banyak hal baru yang di temukan oleh Krystal di supermarket. Ada beberapa hal yang tidak ia temukan di San Fransisco dan itu membuatnya bersemangat.

Setelah berbelanja, keduanya menuju sebuah coffe shop setelah Minho berhasil meyakinkan Krystal jika dia sedang haus dan kedinginan. Awalnya gadis itu menolak untuk pergi karena dia harus segera pulang. Jessica mungkin saja khawatir karena dia belum juga kembali setelah membuang sampah. Tapi Minho menggunakan jurus jitu agar Krystal tidak menolaknya.

“Cokelat panas untukmu.” pria itu meletakkan segelas cokelat panas di hadapan Krystal. “Dan cappucinno hangat untukku.”

Krystal tersenyum, “Terima kasih, oppa.”

“Aku benar-benar merasa senang ketika Jessi noona bilang jika adiknya akan kemari.” Ia memulai pembicaraan.

Krystal memandangnya dengan kening berkerut, “Kenapa?”

“Aku tidak memiliki teman seumuran di area apartement jadi aku merasa senang ketika kau datang. Mungkin kita bisa jadi teman baik.”

“Apa Jessi unnie mengatakan hal yang buruk tentangku?”

“Tidak.” Minho tertawa. “Dia hanya bilang tentang kepribadianmu. Dan dia memintaku untuk menjagamu karena kita akan berada di sekolah yang sama.”

Gadis itu menarik napas panjang, “Oppa, maafkan aku jika kepribadianku sedikit tidak menyenangkan. Aku tidak pintar mengungkapkan perasaanku.”

“Tidak apa.” Minho tersenyum. “Tapi, kau bisa berlaku semaumu seperti yang kau lakukan pada Jessica noona. Jangan malu di depanku.”

“Aku akan berusaha.” Krystal tersenyum lebar sembari mengangguk.

“Jadi bagaimana? Apa kau mau pergi jalan-jalan bersamaku besok? Jessica noona akan pergi bekerja dan mungkin saja kau akan kesepian.” Pria itu mengulang ajakannya. “Jika kau mau, aku juga akan meminta ijin pada Jessica noona.”

Krystal terdiam sejenak, berpikir, “Baiklah.” tak lama ia setuju. “Asalkan oppa meminta ijin pada Jessi unnie.”

TBC

8 thoughts on “Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 1

  1. wikapratiwi8wp berkata:

    Ini tadi masuk kedalam Crazy Without You Mija…hahaha
    rada bingung sih…tapi aku komen disini aja yaaa… Selene 6.23 nya keren nih karena romance ya..hahaha ada biasku di SHINee lagi…Si minho..hehehe
    Bagus deh sama Kai walau gak jadi ama Taemin masih tetep sama kok..orang mereka berdua kembar gitu wkwkwk kembar tapi beda ortu maksudnya hahaha
    Hhmm…suasana baru nih kalau ada ff romance..wlaupun kalau buka wp ini nih sudah terbius sama ff brothership karena memang jarang banget ff brothership itu lohhh….kece…
    So, tingkatkan ya Mija…hahaha fighting!!!!

  2. ranrin berkata:

    Aku lihat judul dan cast-nya sepertinya bagus. Jadi aku niat untuk baca ff ini. Dan ternyata memang keren.
    Aku tadi sempet bingung karena Krystal panggil Jessica kok bukan ‘eonni’. Eh, terus aku sadar kalau Krystal emang sudah lama banget hidup di amerika.
    Bagus, eonni.! Aku suka cast-nya dan tentu saja ceritanya.

  3. Hanna berkata:

    hey ohmija ssi..
    waaah..biasany tiap buka wp ini aq selalu baca yg genre brothersip.. tpi krna td liat trailer ff ini jadi tertarik utk ngebacanya..😀
    jadi Minho tetangga mereka. kayakny bakal ada cinta segitiga antara Minho-krystal-kai.. wlopun disini kai blum muncul sih..😀
    aq baca next ny y.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s