Crazy Without You Part 17

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    :

“Yang jelas, mulai sekarang kau harus bersiap-siap karena kau akan segera menjadi anak seorang idola!”

Tiffany masuk ke dalam sebuah mobil yang telah menunggunya di depan salon. Kemudian obil itu bergerak menuju suatu tempat. Malam sudah semakin larut hingga ia mengirim pesan pada Taeyeon untuk tidak menyusulnya.

Di sepanjang perjalanan, keduanya hanya diam tanpa suara. Mereka tau sekarang semuanya menjadi terasa aneh. Keduanya merasa canggung. Sejak skandal itu mencuat dan ungkapan perasaan itu di dengar oleh wanita itu, semuanya tidak bisa menjadi seperti dulu lagi.

Semuanya berubah.

Mobil sedan BMW itu berhenti di parkiran taman Hangang. Tidak banyak orang yang berlalu lalang, hanya sebagian pemuda yang sedang berolahraga yang memenuhi bagian lapangan basket.

Kesepuluh jari Tiffany saling bertaut dan mulai berkeringat. Jantungnya berdegup kencang, menunggu kata-kata apa yang akan dikatakan oleh Siwon.

“Tiffany…”seru Siwon pelan.

Tiffany menoleh, “Ya?”

Siwon terdiam sejenak, ia menelan ludah, memberanikan dirinya sendiri. Kemudian, di tatapnya Tiffany lekat-lekat tepat di manik mata indahnya. Sebisa mungkin ia menahan dirinya sendiri untuk tidak memeluk gadis itu dan kembali mengatakan betapa dia sangat mencintainya.

“Hubunganku dan Yoona…telah berakhir.” Ucapan Siwon barusan sontak membuat mata Tiffany melebar. “Dia memutuskan hubungan kami dan menolak untuk menikah denganku.” Pria itu menarik napas panjang. “Awalnya, aku pikir itu tidak adil. Tapi, sekarang aku sadar jika aku adalah satu-satunya orang yang selalu bersikap tidak adil padanya. Selama ini, aku selalu melakukan hal yang aku mau tanpa memikirkan perasaannya. Bahkan, aku mengatakan jika aku mencintai orang lain di saat kami akan segera melangsungkan pernikahan.” Siwon menunduk penuh penyesalan. “Dia tidak marah padaku. Justru mendukung perasaanku itu. Bukankah aku sangat jahat?”

“Oppa…” Tiffany menutup mulutnya dengan telapak tangan, ia benar-benar kehilangan kata-kata.

Siwon mengangkat wajahnya lagi, sorot matanya teduh memandang wanita cantik itu, “Tiffany…aku sangat mencintaimu lebih dari yang kau tau. Lebih dari yang orang pikirkan. Aku benar-benar minta maaf karena aku telah membuat kekacauan . Aku membaca semua komentar jahat tentangmu dan membuatku ingin memukul mereka semua yang telah menyakitimu. Aku ingin memelukmu ketika kau menangis seperti yang biasa aku lakukan. Tapi sekarang, aku tidak bisa melakukannya lagi.”

Siwon mengulurkan tangannya, meraih salah satu tangan Tiffany dan menggenggamnya.

“Aku sangat mencintaimu namun disisi lain aku juga tidak mau menyakiti Yoona lagi. Aku ingin menyerah atas perasaanku padamu dan memulai dari awal bersama Yoona. Maafkan aku, Tiffany…”

“Oppa…” Tanpa sadar air mata Tiffany menetes. “Kenapa oppa sangat jahat?”

“Tiffany…”

“Oppa mengungkapkan perasaan oppa padaku, membuatku tidak karuan sepanjang hari. Membuatku selalu memikirkannya dan tidak fokus dengan apapun. Aku bahkan mendapat cacian dari semua orang akibat hal itu. Lalu sekarang, tiba-tiba oppa mengatakan jika oppa ingin menyerah. Apa oppa memikirkan perasaanku sekarang? Apa oppa tau bagaimana sakitnya setelah mendengar hal itu?” isaknya menangis deras. “Apa oppa hanya mau menghancurkanku lalu pergi meninggalkanku? Kenapa oppa sangat jahat?!”

“Tiffany, tidak begitu.” Siwon menggenggam kedua tangan Tiffany , berusaha menenangkan wanita itu.

“Lalu apa?!” bentak Fany. “Aku tau hal ini salah dan aku juga merasa menyesal pada Yoona. Tapi, ini semua salah oppa karena oppa yang memulai lebih dulu! Harusnya oppa tidak mengungkapkan perasaan oppa! Harusnya oppa—“

Siwon langsung mendekap tubuh wanita cantik itu erat. Dalam hati, ia berkali-kali minta maaf karena telah membuatnya menangis. Ini semua memang salahnya yang membuat segalanya menjadi rumit. Sekarang, dia bahkan tidak tau bagaimana perasaannya pada Tiffany dan perasaannya pada Yoona.

Dia mencintai Tiffany namun di sisi lain merasa bersalah pada Yoona. Juga, ada hal lain yang membuatnya tidak bisa meninggalkan Yoona dengan mudah. Janjinya pada orang tuanya dulu. Janji yang harus ia tepati. Janji yang kini membuatnya tidak bisa bersama Tiffany.

***___***

“Eunhyuk, apa kau melihat flashdisk bewarna hitam?” Donghae muncul, menghampirinya di ruang makan.

Eunhyuk yang sedang asik menyantap sarapannya menatap sahabatnya itu bingung. Kenapa dia? Dia baru saja bangun dan langsung mencari flashdisk. Apa dia sedang bermimpi?

“Kau lihat tidak?” tanya Donghae mulai gemas karena Eunhyuk tidak menjawab pertanyaannya.

Eunhyuk menggeleng dengan mulut yang berisi penuh makanan membuat Donghae menghembuskan napas panjang sambil mengacak rambutnya.

Dimana flashdisk itu?

“Coba kau ingat-ingat dimana kau terakhir kali meletakannya.” seru Leeteuk melihat Donghae yang terus bergerak ke seluruh ruangan mencari flashdisknya.

“Aku yakin aku sudah membawanya ke kamar, hyung. Tapi aku tidak menemukannya dimanapun.”

“Apa isi flashdisk itu sangat penting? Apa isinya lirik-lirik yang kau buat?”

“Bukan.” Donghae menggeleng. “Flasdisk itu milik Sehun.”ucapnya singkat lalu pergi ke kamarnya.

Leeteuk sudah hampir bertanya siapa Sehun yang dimaksud Donghae. Namun, tiba-tiba ia teringat jika Yoona memiliki seorang anak laki-laki dan kalau tidak salah, namanya Sehun. Sama dengan nama anak Donghae yang telah meninggal dulu.

“Tsk, tak ku sangka ternyata dia bahkan sudah dekat dengan anaknya.” Leeteuk berdecak sambil geleng-geleng kepala lalu bergabung dengan Eunhyuk di meja makan.

***___***

Hari masih pagi namun Kyuhyun sudah meninggalkan dorm untuk menjemput kekasihnya di dormnya. Keduanya berencana untuk sarapan bersama di restoran ibu Kyuhyun. Karena keduanya sama-sama memiliki waktu luang, mereka memanfaatkan hal itu untuk menghabiskan waktu bersama.

“Oppa.”sapa Seohyun begitu memasuki mobil Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lebar, “Chagiyaa…kau terlihat sangat cantik hari ini.”

Seohyun cemberut, “Apa hanya hari ini?”

“Tidak. Kau cantik setiap hari tapi pagi ini lebih cantik.” elak Kyuhyun. “Ayo. Sebaiknya kita pergi sekarang. Ibuku sudah menunggu kita.”

Kyuhyun mengarahkan mobilnya menuju restoran ibunya. Restoran itu adalah tempat yang sering mereka kunjungi. Satu-satunya tempat aman tanpa ada paparazzi. Keduanya lebih memilih mengunjungi restoran nyonya Cho daripada berjalan-jalan di taman Hangang. Terlalu beresiko.

Tak lama, mereka sampai. Seohyun menaikkan hoodie-nya dan memakai kacamata hitam. Sambil menunduk, ia berjalan dengan cepat memasuki restoran itu. Setelah memarkirkan mobilnya, Kyuhyun juga menyusul melewati pintu belakang.

Nyonya Cho menyambut Seohyun dengan hangat. Ia sudah beberapa kali bertemu dengan kekasih anaknya itu. Diantara kekasih Kyuhyun yang lain, Seohyun adalah gadis yang berbeda karena dia sangat sopan dan pintar. Dia juga baik hati dan lembut. Membuat nyonya Cho sangat menyukainya dan berharap dia dan anaknya bisa segera menikah.

“Apa oema sudah memasak? Aku sangat lapar.” Kyuhyun masuk tanpa mngucapkan basa-basi terlebih dahulu.

“Oppa, harusnya oppa menyapa omoni terlebih dahulu.”ucap Seohyun mengingatkan.

“Sudahlah. Biarkan saja. Kau tau bagaimana sifatnya, Seohyunnie.” kata nyonya Cho.

Kyuhyun menyerigai lebar kemudian memeluk ibunya dari belakang, “Maafkan aku, oema. Aku menyayangi, oema.” Pria itu mencium pipi ibunya lalu duduk di samping Seohyun.

Nyonya Cho tersenyum, “Makanlah yang banyak. Oema akan pergi keluar untuk melayani pelanggan dulu.”

Seohyun menganggukkan kepalanya sopan lalu mulai mengambil sumpit. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata sebuah pesan dari Hyoyeon.

Berita besar kembali terjadi. Jangan terkejut ketika kau melihatnya.

Kening Seohyun berkerut. Ia membuka sebuah aplikasi dimana sebuah berita yang mampu membuat matanya hampir terlepas dari cangkangnya berada di deretan paling atas pencarian. Seohyun terkejut setengah mati.

Sungguh? Apa berita itu benar?

“Kenapa kau tidak makan? Bukankah kau bilang kau sangat lapar?”seru Kyuhyun yang sudah sibuk melahap makanannya.

“Oppa!” Seohyun menunjukkan ponselnya pada Kyuhyun. “Lihat ini!”

Kyuhyun meraih ponsel Seohyun dan membaca sebuah berita yang di tunjukkan oleh kekasihnya itu.

Matanya membulat tak percaya, “Astaga!”

Seketika Kyuhyun tersedak. Ia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak karena begitu terkejut atas berita itu. Seohyun segera memberikannya air putih dan menghusap-husap punggungnya.

“Oppa, tidak apa-apa? Oppa baik-baik saja?”

Kyuhyun meneguk minumannya susah payah sebelum menjerit kesal, “Siapa yang membuat artikel itu, huh?!”

Seohyun menggeleng, “Tidak tau, oppa. Hyo unnie menyuruhku untuk melihat berita.”

“Astaga, darimana mereka mendapatkan foto-foto itu?! Bahkan foto yang diambil sangat jelas. Semua orang pasti mengetahui jika itu adalah wajah Donghae hyung dan Yoona!”

“Bagaimana ini, oppa?” Seohyun ikut panik.

“Aku akan segera menghubungi Donghae hyung.”

***___***

Yoona menatap satu persatu foto contoh busana yang datang padanya dari beberapa designer. Busana yang dipilihnya akan di pakai Yuri untuk acara premier sebuah film di hari Jum;at nanti. Sebenarnya, ia ingin dirinya sendiri yang mendesign baju untuk salah satu member SNSD itu tapi dia piker dia tidak memiliki waktu banyak untuk melakukannya sehingga ia meminta beberapa contoh busana dari beberapa designer.

“Sepertinya ini bagus…” gumam Yoona pada sebuah dress ketat selutut bewarna putih. Terdapat lekukan di bagian pinggangnya yang akan semakin memperjelas pinggang Yuri yang memang kecil. Juga menunjukkan kaki panjang kecoklatan Yuri. Dress itu sederhana, tidak berlebihan namun anggun. Yuri pasti akan menyukainya.

Tiba-tiba ponsel Yoona berdering. Wanita itu mengalihkan pandangannya dan membaca nama yang tertera di layar poselnya. Seohyun?

“Halo.”

“Unnie!”

“Ya Seohyun? Ada apa?”

“Apa unnie dan Donghae oppa berkencan?”

Yoona sedikit tersentak,. “Tidak. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Unnie, unnie dan Donghae oppa menjadi berita yang paling banyak dicari. Foto-foto kalian tersebar luas di internet.”

“APA?!”

“Unnie, aku serius.”

“Seohyunnie, aku akan menghubungimu nanti. Aku harus melihat berita.”

Yoona segera mematikan ponselnya dan membuka berita melalui ponselnya. Detik berikutnya Yoona terkejut setengah mati. Sebuah berita yang dirilis oleh Dispatch dengan tittle ‘Lee Donghae Super Junior menikmati kencan romantis di kereta dengan kekasihnya’ menjadi berita yang paling banyak dicari. Foto-fotonya dan Donghae ketika berada dalam perjalanan menuju Mokpo telah dilihat berjuta-juta orang. Berbagai komentar juga membanjiri kolom komentar. Semuanya bertanya-tanya siapa wanita yang sedang tidur di pundak Donghae tersebut.

Yoona menggigit bibir bawahnya kelu. Ini gawat. Sangat gawat! Bagaimana jika mereka menyadari jika wanita itu adalah dirinya. Seorang stylist yang bekerja di kantor SM Entertainment untuk mengurusi SNSD dan Super Junior.

“Bagaimana ini?” gumamnya panik.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Kali ini nama Sooyoung yang tertera disana. Dia sudah tau jika sepupunya itu pasti akan menanyakan tentang berita itu. Yoona memutuskan untuk tidak menjawab panggilan itu dan ketika panggilan itu berakhir, panggilan lain datang. Kali ini dari nomor yang tidak di kenal.

Astaga…astaga…apa-apaan ini?

Akhirnya Yoona mematikan ponselnya. Satu-satunya cara agar tidak ada yang menghubunginya lagi.

Sementara berkilo-kilo meter dari gedung SM, di dalam sorm Super Junior juga terjadi kerusuhan besar ketika berita itu mencuat ke permukaan. Donghae segera mengunci dirinya di dalam kamar karena member lain menyerangnya dengan berbagai pertanyaan.

Sial. Semuanya jadi berantakan.

“Hyung, aku tidak berkencan dengannya. Sungguh!”teriak Donghae dari dalam kamar.

“Ya Lee Donghae! Cepat keluar! Jelaskan pada kami!”balas Leeteuk menggedor pintu kamar Donghae. “Lee Donghae!”

Donghae mengacak rambutnya frustasi. Foto itu tersebar pasti karena seseorang telah menemukan flasdisk yang di berikan oleh Sehun itu.

“Lee Donghae bodoh! Bodoh!”

Donghae merutuki dirinya sendiri sambil memukul-mukul kepalanya. Dia selalu saja ceroboh dan kali ini kecerobohannya berdampak besar pada karirnya. Dia akan segera melakukan comeback tapi karena hal ini, comeback-nya bisa saja di tunda.

Akhirnya Donghae membuka pintu kamarnya karena tidak mau pintu kamarnya roboh akibat gedoran dari member lain. Ia memasang wajah lesu juga wajah bersalah agar tidak terlalu dimarahi.

“Kesini!”

Leeteuk menarik lengan Donghae dan membawanya menuju ruang tamu. Leader Super Junior itu mendudukkan Donghae dengan paksa di sofa. Seperti seorang terdakwa yang akan dimintai penjelasan. Tidak hanya Leeteuk, tapi Sungmin, Heechul, Kibum dan Eunhyuk juga duduk disana mengelilingi Donghae.

“Lee Donghae.” Leeteuk menatap Donghae lurus. “Sekarang jelaskan pada kami tentang hubunganmu dan Yoona yang sebenarnya.”

“Aku tidak memiliki hubungan apapun, hyung. Aku rasa semua ini hanya salah paham.”

“Salah paham apanya? Foto itu sudah membuktikan jika kalian sedang berkencan.”sahut Sungmin.

Heechul menyetujui, “Kalian sudah terlihat seperti sepasang kekasih. Bahkan Yoona tidur di pundakmu.”

“Tapi kami benar-benar tidak berkencan.” Donghae mulai frustasi. “Ini memang kesalahanku. Berita itu tersebar karena aku kehilangan flashdisk yang berisi foto-foto kami. Mungkin seseorang mengambilnya dan menyerahkannya pada Dispatch.”

Leeteuk menarik napas panjang. Skandal percintaan member-membernya memang sudah menjadi malasah umum yang sering terjadi. Dia bahkan telah mengakui dengan sendirinya hubungannya dengan Taeyeon. Tapi kali ini sedikit berbeda karena gadis itu bukan dari kalangan selebriti.

“Agency terus menghubungiku, mereka bilang ponselmu tidak aktif. Tapi aku meminta mereka untuk tidak bersuara dulu tentang masalah ini.”ucap Leeteuk bijaksana. “Sebaiknya hari ini kau tidak pergi kemanapun dan pikirkan apa yang harus kau lakukan selanjutnya. Mereka bilang banyak fans yang menangis di depan gedung SM.”

“Apa fans sudah tau tentang Yoona?”tanya Donghae khawatir.

“Tidak.” Ia menggeleng. “Mereka belum mengetahui tentang ini. Tapi aku rasa media tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan mencari tau identitas Yoona.”

“Astaga, bagaimana ini…”rutuk Donghae mengacak rambutnya.

“Buatlah pernyataan official nanti, sekarang sebaiknya kau menenangkan diri.”saran Eunhyuk.

“Tapi aku harus pergi sekarang.”

“Kau mau kemana?!” suara Leeteuk kembali meninggi.

“Hyung, Yoona pasti sedang kebingungan di kantor. Aku tidak bisa membiarkannya sendirian, hyung.” Jelas Donghae. “Dia bukan seorang selebriti dan sekarang fotonya tiba-tiba tersebar. Banyak orang yang membicarakannya dan menghujatnya. Ini adalah salahku!”

“Donghae, tapi ini bukan waktu yang tepat!”

“Hyung, maafkan aku. Tapi aku akan segera kembali.”

Donghae berdiri dari duduknya dan menyambar kunci mobil Eunhyuk yang ada di atas meja. Dia bahkan tidak mengganti pakaian dan hanya pergi dengan sandal.

***___***

Yoona memilih untuk melarikan diri dari kantor dan duduk seorang diri di sebuah coffe shop yang tak jauh dari sana. Ponselnya masih ia matikan agar tidak ada yang menghubunginya. Para staff di tempatnya bekerja juga mulai menyadari jika gadis yang sedang bersama Donghae itu adalah dirinya sehingga dia lebih memilih untuk menghindar saat ini. Beruntungnya, Kim Youngmin dan Lee Sooman sedang tidak berada di Seoul sekarang.

Yoona menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi bersamaan dengan helaan napas panjangnya. Dia tidak pernah menyangka jika semuanya akan menjadi seperti ini. Baru saja dia shock dengan skandal Siwon dan Tiffany. Saat ini dia justru juga ikut masuk ke dalam sebuah skandal.

***___***

Sehun menuju rumah Jongin sepulang sekolah. Perutnya sudah sangat lapar. Dia ingin segera makan siang. Anak kecil itu mengayuh sepedanya lebih cepat agar segera sampai. Setelah beberapa saat menempuh perjalanan, akhirnya ia sampai di rumah sepupunya itu.

Tok Tok

Ia mengetuk pintu rumah tiga kali. Tak perlu menunggu waktu lama, pintu sudah terbuka dan Sooyoung segera menarik lengan Sehun ke dalam kemudian menutup pintu yang hampir menyerupai bantingan.

“Imo, ada apa?”tanya Sehun terkejut. “Kenapa menarikku?”

“Sehunnie…sayang…” Sooyoung mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Sehun. “Ini rumit! Sangat rumit!”

Kening Sehun semakin berkerut, “Apa yang rumit?”

“Sehunnie…begini…ibumu…dia…”

“Sehunnie, ibumu terlibat skandal dengan seorang artis.”

Sontak mata Sehun membulat lebar, “APA?!”

“Ya Jung Jongin, sudah oema bilang biarkan oema yang memberitahu Sehun! Kau membuatnya terkejut!” omel Sooyoung karena mulut Jongin tidak bisa di kendalikan.

“Dengan siapa? Skandal seperti apa?”tanya Sehun bingung.

“Lihat.” Jongin menunjukkan tabletnya pada Sehun. “Ahjussi yang waktu itu.”

“Sehunnie, sebenarnya ini tidak seperti yang kau—“

“Oh, Donghae ahjussi.”

Berbeda dari perkiraannya, ternyata Sehun menanggapinya dengan santai. Dia sama sekali tidak terkejut ataupun marah seperti yang dipikirkan Sooyoung.

“Hanya ‘Oh’?” Sooyoung mengerjap tak percaya.

“Aku yang memotret mereka. Waktu itu kami pergi ke Mokpo bersama.”

“APA?! KALIAN BERLIBUR BERSAMA?!” pekik Sooyoung dengan suara menggelegar membuat Jongin dan Sehun langsung menutup telinga mereka dengan telapak tangan.

“Oema, suara oema membuat telingaku sakit.”keluh Jongin.

Namun Sooyoung bersikap tak perduli, “Sehunnie, kalian benar-benar beruntung! Sebentar lagi kau akan memiliki ayah seorang artis terkenal!” Sooyoung mengguncang-guncang tubuh Sehun penuh semangat. “Aku benar-benar tidak menyangka jika adik sepupuku akan menikahi idolaku. Astaga…aku dan Lee Donghae oppa akan jadi keluarga!”

Jongin berdecak, “Oema, hal itu sama saja dengan kita. Ayahku juga seorang aktor.”

“Tapi ayahmu tidak bisa bernyanyi dan menari! Dia hanya bisa berakting!”cibir Sooyoung.

“Oema, hiiih!”

Sooyoung lagi-lagi mengabaikan Jongin. Wanita itu terus memeluki Sehun. Ia snagat bahagia karena ternyata Sehun juga mendukung hubungan itu, “Sehunnie, jika ibumu menikah dengan Donghae ahjussi, kau jangan pernah melupakan imo, mengerti?”

“Imo, apa yang imo katakan?” Sehun menggaruk kepalanya bingung.

“Yang jelas, mulai sekarang kau harus bersiap-siap karena kau akan segera menjadi anak seorang idola!”

***___***

Donghae segera melompat keluar dari mobilnya dan berlari menuju pintu samping yang menghubungkan tempat parkir dan lobby. Memang benar, ada banyak fans yang berdiri di depan gedung SM, mempertanyakan tentang hubungannya yang belum terkonfirmasi.

Larinya seketika terhenti ketika ia melihat Yoona yang hendak pergi memasuki lift. Pria itu segera mengejarnya, sebelum pintu lift tertutup, ia menyelinap masuk membuat Yoona terkejut setengah mati.

“Donghae-ssi.” Matanya melebar menatap Donghae. Apa yang mau dilakukan pria itu? Dia bahkan hanya memakai kaus dan celana piyama juga sandal jepit kemari.

“Yoona…” Napas Donghae terengah. “Aku mencarimu.”

“Apa yang kau lakukan?”

“Yoona, ini semua kesalahanku.” Pria itu bicara sambil mengatur napas. “Aku minta maaf.”

Yoona terlihat panik, sebentar lagi dia sampai di lantai yang akan dia tuju, bagaimana jika seseorang melihat mereka berduaan di dalam lift? Hal itu akan semakin membuat rumor itu terlihat benar. “Donghae-ssi, tapi aku akan—“

Pintu lift terbuka dan benar saja, sudah ada dua orang karyawan yang menunggu di balik pintu. Mereka terkejut melihat Yoona dan Donghae berada di dalam lift. Begitu mereka ingin masuk, tangan Donghae seketika menghadang.

“Tolong lewat tangga saja.” Ucapnya membuat dua karyawan itu langsung menurut. Donghae menutup pintu lift dan menekan tombol lantai paling atas.

“Donghae-ssi, apa yang kau lakukan?”

“Yoona, kita perlu bicara.”

“Tapi tidak di tempat seperti ini.”

“Aku tidak punya waktu banyak, Yoona. Ini sangat mendesak.” Pria itu menarik napas panjang. “Yoona, flashdisk yang di berikan Sehun menghilang dan aku rasa seseorang menemukannya. Hal ini terjadi karena kecerobohanku jadi aku minta maaf.”

Yoona menghela napas menatap Donghae, “Mungkin aku akan dianggap tidak professional dan mungkin saja aku akan kehilangan pekerjaanku karena ini.”

“Aku yang akan mengaturnya!”balas Donghae cepat. “Aku yang akan menjelaskan pada mereka nanti.”

“Donghae-ssi, harusnya kau lebih berhati-hati. Bagaimana jika foto kita bersama Sehun juga tersebar? Sehun adalah seorang murid, aku tidak mau hal itu mengganggu sekolahnya. Bagaimana jika dia di bully oleh teman-temannya?”

“Aku benar-benar minta maaf. Aku juga berharap foto yang melibatkan Sehun tidak tersebar.”

“Mereka pasti akan menyebarkannya nanti!” Yoona mulai kesal. Ia menghembuskan napas keras, “Sejak bertemu denganmu, hidupku jadi rumit! Aku terus-menerus menemukan masalah!”

“Yoona…” Donghae segera menutup pintu lift lagi ketika lift itu berhenti di lantai paling atas kemudian menekan tombol lantai dasar. “Aku akan mencoba—“

“Sudahlah.”potong Yoona cepat. “Aku ingin kembali ke ruanganku dan memikirkan penjelasan apa yang harus aku katakan jika dewan direksi memanggilku. Tolong berikan aku waktu.”

Donghae mendesah putus asa, “Aku yang akan menjelaskannya.”

“Ini tentang pekerjaanku, Donghae-ssi!” suara Yoona sedikit meninggi. “Aku memiliki seseorang yang harus aku biayai. Aku tidak bisa kehilangan pekerjaan ini.”

“Yoona…”

“Aku mohon. Bisakah kau membiarkanku pergi?”

Pintu lift terbuka, lagi-lagi tiga karyawan yang berniat menggunakan lift terpaksa memilih untuk mundur dan melewati tangga. Yoona bergegas keluar namun Donghae segera menahan lengannya.

“Yoona…kita berkencan saja.”

Yoona menoleh dengan mata membulat, “Apa?”

Donghae menarik napas panjang, “Kita…berkencan saja.”

TBC

Posted in: FF | Tagged:

57 thoughts on “Crazy Without You Part 17

  1. Tya berkata:

    Aduh siwon, udhla sm fany aja, toh yoona udh relain kok
    Btw, kayakny fotony tersebar krn tukang ctak foto deh, bkn krn donghae
    Ah, smg aja yoona mau trima usulan donghae deh, biar skalian lgsg nikah

  2. Oh nazma berkata:

    Ahahaha … Skandal deh, eon sbenernya itu skandal trsbar gara2 hilangnya flashdisk donghae ato gara2 sehun? Kmaren aq udh ngira kalo skandal itu akan ksebar karna sehun..

  3. elyyoonaddictpyro85 berkata:

    Wah…..siapa sebenarnya yang menyebarkan foto2 itu mudah2an g ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada mereka karena scandal ini…….siwon makin egois aja yah memang ada apa dengan janji orangtuanya sih…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s