RETALIATION Part 2

mail.google.com

Author : NANANA

Tittle : Retaliation

Tag : all member EXO

Genre : family, friendship, brothership

Length : chapter

KAI POV

Aku kembali ke rumah setelah lelah berbelanja kebutuhan sekolah dan juga pergi ke kedai bubble tea yang super ramai itu bersama Sehun. Sehun mengantarku ke rumah. Sebenarnya, ia menolak mengantarku ke rumah kerena ia ingin aku tetap menginap di rumahnya, karena ia bilang rumahnya sangat sepi jika aku tidak ada. Aku berfikir tidak mungkin aku akan terus menerus menginap di rumahnya, karena aku juga punya rumah dan aku juga harus berkerja.

Sehun mengatakan rumahku yang baru ini bukanlah seperti rumah. Ya, rumah ini memang sangat kecil. Ruang tamu, dapur, dan kamar tidurku menyatu, kamar mandinya juga sangat kecil. Air terkadang mampet dan bisa beberapa hari tidak hidup, juga listrik yang sering hidup mati hidup mati. Bukannya sombong, tapi rumahku yang sekarang mungkin hanya sebesar kamar mandiku di rumahku yang dulu. Namun, terlepas dari itu semua, aku tetap memilih tinggal di rumah ini karena harga sewanya yang sangat murah, dan bisa dibilang berada di bawah rata-rata.

Kurasa, aku harus melepas lelah dengan beristirahat sebentar sebelum nanti malam, kerena aku harus berkerja.

—___—

SEHUN POV

Mempunyai teman yang sungguh keras kepala membuat kepalaku terasa pening dan ingin meledak. Dia selalu bilang aku terlalu banyak mengoceh, tapi jika dibandingkan dirinya kurasa dia lebih parah daripada aku, jika sedang kumat ia bisa mengoceh panjang lebar dan tidak ada yang boleh memotongnya apalagi mengkritiknya, sungguh penderitaanku ini diluar batas.

Malam ini Kai akan pergi berkerja karena ia mendapatkan sip malam, dan lagi-lagi tak akan ada yang menemaniku bermain video games atau hanya sekedar makan snack dan mengobrol. Aku mungkin sudah beribu kali berkata padanya sebelum ia mengambil keputusan untuk berkerja, agar lebih baik orang tuaku saja yang membiayainya. Tapi tentunya pemintaanku itu tidak akan digubris olehnya. Rumahnya juga sangat tak layak huni. Pada malam hari udara tersa sangat dingin dan menusuk hingga menembus kulit. Aku bisa mengatakan seperti itu karena aku pernah mencoba sekali menginap di rumahnya, dan besoknya aku langsung terkena flu. Aku pun jadi semakin yakin ia bahwa ia juga merasakan hal yang sama denganku, tapi ia tak pernah memberitahuku.

—___—

AUTHOR POV

Kai terbangun dari tidurnya, ia menguap dan mengangkat tinggi-tinggi tangannya ke atas. Kemudian, ia melihat jam yang bertengger manis di dinding rumahnya. Matanya langsung membulat besar melihat jam berapa ini. Ia langsung bangkit dari kasur matrasnya dan bergegas menuju kamar mandi. Ia mandi dengan terburu buru dan juga memakai banju seragam kerjanya dengan terburu-buru. Kemudian, ia langsung melesat dengan sepedanya dengan kecepatan yang penuh. Orang orang yang melihatnya pun mungkin mengira ia kesetanan.

Kai hampir saja akan tertabrak mobil jika tidak segera mengerem sepedanya. Ia merutuk dalam hati mengapa hari ini ia begitu sial. Pertama ia telat bangun. Kedua, ia harus mengayuh sepeda dengan cepat mebuat kakinya lelah dan juga nafasnya yang terengah-engah. Ketiga, ia hampir saja tertabrak mobil. Dan sekarang, oh…. apalagi ini, seorang namja keluar dari kursi pengemudi dengan muka yang penuh emosi.

“kau tak punya mata?”

“a…ku…a…itu…a..anu”

“apa kau gagap?”

“maafkan aku, tapi aku sedang buru-buru, sehingga tidak melihat mobilmu tadi”

“kau tahu, jika aku kelabasan dan menabrakmu, aku bisa dicap sebagai pembunuh, kau tahu itu?hah!!!!”

“yaaaa… tapi kan aku tidak apa-apa, kau seharusnya tidak bicara kasar padaku, kau juga terlalu kencang membawa mobilnya. Jadi, jangan hanya salahkan aku saja, karena kau juga salah. KAU MENGERTIIII” Kai bicara panjang lebar

“cihhh, mulutmu terdengar seperti seorang yeoja”

“dan kau seperti tak punya sopan santun”

“jaga bicaramu, dan sekarang, menyingkirlah. Atau aku akan benar benar menabrakmu”

Kai mengayuh sepedanya untuk sedikit menepi, memberikan jalan agar mobil sialan itu bisa lewat. Mobil itu pun pergi dengan menggas mobilnya kencang, dan setelah itu berlalu sampai hilang dari pandangannya.

“jika aku bertemu denganmu lagi, aku akan membuat perhitungan denganmu. Lihat saja nanti”

Kai terus saja bergumam sendiri dengan sejumlah ocehannya itu, sebelum akhirnya tersadar bahwa ia harus segera berkerja. Dan kali ini ia akan semakin telat, lantaran beberapa menit berharganya itu terbuang sia-sia untuk berargumentasi dengan orang sinting tadi. Lalu ia langsung mengayuh sepedanya agar segera sampai di tempat tujuan.

—___—

Kai tiba di depan sebuah restaurant. Ia pun memarkirkan sepedanya di tempat khusus kendaraan karyawan dan langsung melesat masuk ke dalam. Ia tahu ia sudah sangat telat, dan ia rasa ia sudah siap menerima omelan bosnya karena ini bukan pertama kalinya ia datang telat.

“kau terlambat lagi Kai?” seru seorang namja pada Kai

“ma…af…kan aaaa….ku Che…n” ucap Kai dengan nafas terengah-engah

“bahkan kali ini kau sangat telat, sangaat-sangat telat Kai”

“maaf…khan…ak….hu”

“kau selalu saja telat, kau tau disini kau berkerja kan?”

“aku tadi ketiduran dan juga ada sedikit masalah di jalan tadi, tapi aku janji lain kali tidak akan telat” kali ini Kai sudah lebih bisa mengatur napasnya

“baikklah,appaku tidak bisa kemari hari ini, jadi aku yang disuruh kesini. Ia menyuruhku mencatat karyawan yang datang telat dan juga karyawan yang kurang ramah melayani pengunjung, tapi karena kita teman sekolah, kurasa aku akan memberi toleransi. Aku tidak akan mencatatmu dan melaporkannya pada appaku, tapi kau harus berjanji kau tidak boleh terlambat lagi” ucap Chen sambil tersenyum.

“ah, jinjayoooo???!!!!, ah gomawo Chen, kau memang teman yang baik”

“aresseo, sekarang cepatlah berkerja, kau lihat kan, restaurant sedang ramai-ramainya”

“nde” kai berlalu dan siap untuk melayani para pengunjung

—___—

Saat ini Sehun sedang bimbang, ia ingin pergi ke tempat Kai berkerja atau ia tetap di rumah. Tapi, jika ia terus di rumah ia merasa seperti seekor burung emas dalam sangkar. Oke, ia akan memilih untuk menemui Kai saja.

“ahjumma, aku akan ke tempat Kai”

“tapi, tuan, bukankah tuan Kai sedang berkerja hari ini?”

“ah, ahjumma memang benar. Aku akan main ke tempat kerjanya, bukan ke rumahnya”

“baiklah tuan, kalau begitu hati hati”

“ahjumma tenang saja, aku pasti hati-hati”

—___—

Kai melihat seorang namja membuka pintu masuk lalu segera duduk di meja nomor 8, meja yang berada di pojok ruangan. Kai pun segera mengahampiri namja itu.

“selamat malam, tuan. Selamat datang di restaurant kami. Kami menyediakan berbagai pilihan menu, mulai dari makanan cina, jepang, korea, dan juga italia. Anda ingin pilih yang mana, coba lihat di buku menu ini, tuan” ucap Kai sembari menyodorkan buku menu.

“kau tidak perlu melayaniku dengan memanggilku tuan, aku ini masih muda, apakah wajahku terlihat terlalu tua?”

“ani, biasanya kami akan menghormati semua pengunjung yang datang, dengan memakai sapaan yang terdengar sopan, seperti sapaan ‘tuan’ tadi ”

“aresseo, aku ingin pesan makanan jepang saja. Satu mangkuk ramen dengan segelas teh ocha”

“wah, pilihanmu sangat tepat, aku juga suka makanan tersebut. Kalau begitu tunggu sebentar, kami akan membuatkan makanannya dulu.”

Kai segera berlalu dari hadapan namja tersebut, dan menuju pintu dapur yang selalu terbuka, untuk mengatakan pesanan yang diminta oleh pengunjung. Sedangkan, namja yang memesan tadi menunggu sambil memainkan HP nya.

Beberapa menit kemudian, Kai datang dengan membawakan pesanan untuk meja nomor 8

“ini pesanannya. Selamat menikmati”

“nde”

Kai kembali melayani pengunjung lain yang datang ke restaurant tersebut. Ia begitu gesit dan ramah melayani para pengunjung, karena ia tahu, Chen pasti sedang memerhatikannya.

—___—

Sehun tiba di restaurant tempat dimana Kai berkerja. Ia pun memarkirkan mobilnya di parkiran. Setelah itu, ia bergegas untuk masuk ke dalam restaurant. Ketika tiba di pintu masuk, ia berpapasan dengan seorang namja. Ia memerhatikan namja itu lekat dengan matanya, tapi namja itu sangat cuek dan terus berlalu tanpa menghiraukan Sehun yang melihatnya.

“Aku seperti pernah melihat namja itu, tapi dimana ya?” ia berbicara di dalam hati

“tuan, mohon jangan berdiri di depan pintu, akan menghalangi jalan pengnjung yang lainnya”

Sehun tersadar dari lamunannya, ia sedikit malu dan berjalan kedalam dengan kikuk, ia menemukan Kai yang sedang melayani para pengunjung di dalam sini. Ia pun segera duduk di bangku nomor 20 yang berda tak jauh dari meja kasir.

Kai melihat seseorang yang sangat begitu tak asing baginya. Ia pun segera menghampiri namja yag duduk sendirian sambil memandang sekitar tersebut.

“sehun-ah, untuk apa kau kemari?”

“ah, aku hanya ingin menemuimu, aku sangat bosan di rumah”

“disini pun kurasa kau akan bosan sehun, aku tidak akan bisa menemanimu duduk di sini karena aku harus kembali bekerja”

“tidak masalah, aku akan menunggumu, setidaknya setelah itu aku bisa menyeretmu untuk menginap di rumahku”

“ya…ya….ya…ya, aku tidak menginap dirumahmu”

“jangan bantah ucapanku, sekarang kembalilah bekerja. Aku pesan kimbab segitiga dan ahhhhh….. sayang sekali tidak ada bubble tea disini, kalau begitu aku pesan jus strawberry saja”

“baiklah, tunggu sebentar”

Sehun menunggu pesanan sambil memainkan HP miliknya. Tak lama kemudian Kai datang dengan membawakan pesanannya itu.

“makan ini”

“kurasa kau hanya tak ramah kepadaku”

Kai tidak menghiraukan ucapan sehun dan langsung kembali bekerja untuk melayani pengunjung lain yang datang. Sehun tampak begitu menikmati makanannya sampai tak menyadari ada orang yang menghampirinya

“sehun-ah, kau datang kemari?”

“oh, chen-ah. Aku sedang menunggu dia” ucap sehun sambil menunjuk Kai

“untuk apa?”

“aku sangat bosan di rumah”

“oh begitu, ya ngomong-ngomong kau makan sangat lahap sekali”

“ya, kurasa makanan di restaurantmu ini sangat lezat chen”

“jinjjayoooo, ah kalau begitu aku akan memberikan makanan itu secara gratis padamu”

“mwo??????????”

“ya, karena kau telah memuji masakan kami. Tapi, untuk kali ini saja”

“gomawo chen, ah kau baik sekali. Aku janji akan sering-sering makan di tempat ini”

“tak masalah, oh ya, sehun aku rasa aku harus kembali ke ruang kerja appaku, appaku tidak datang hari ini jadi aku yang menggantikannya. Kau tidak apa-apa kan ditinggal sendiri?”

“tenang saja, chen. Kembalilah bekerja”

“aresseo”

—___—

Detik berganti menit. Menit berganti jam. Restaurant telah siap untuk tutup, dan Kai melihat sehun yang sedari tadi menunggunya tengah tertidur pulas di meja yang sama sejak ia datang tadi. Kai segera menghampiri sehun dan membangunkannya.

“sehun-ah, ayo kita pulang. Resaturant sudah tutup”

“hmmmm”

“kajja, irona”

Kai dan sehun menuju parkiran dimana mobil sehun terparkir. Kai akan menginap di rumah sehun dan ia sengaja meninggalkan sepedanya, tentunya setelah memasangkan kunci pengaman.

“biar aku yang bawa mobil, aku tidak mau kecelakaan jika kau yang membawanya”

“hmmm”

—___—

Di dalam mobil sehun tidak lagi tidur, tapi melihat pemandangan jalan yang mulai sepi ke arah jendela. Tiba-tiba ia terpikir sesuatu dan segera membuka pembicaraan

“kai, aku tiba-tiba teringat sesuatu”

“apa?”

“apa kau tadi melayani seorang namja yang memakai jaket kulit cokelat dengan celana jins, dia berkulit putih dan rambutnya juga rapi”

Kai tampak berpikir sampai akhirnya ia teringat akan namja itu

“ah, iya. Aku ingat. Namja yang tak mau kupanggil dengan sebutan tuan”

“mwooooo?, jadi kau melayaninya?”

“memangnya kenapa, apa dia artis?”

“ani, aku hanya saja merasa seperti melihatnya, ia seperti tidak asing untukku”

“tidak usah mengada-ada, siapa lagi memangnya orang yang mau mengenalmu selain aku?”

“yaaaaaaaa, aku ini serius”

“tingkat khayalanmu terlalu tinggi Oh Sehun”

Sehun tak menggubris ucapan Kai, ia malah kembali memutar otaknya mengingat-ngingat rupa wajah orang yang berpapasan dengannya di depan pintu restaurant tadi. Ia memang tak mengenal namja itu, tapi ia yakin wajahnya pernah dilihat olehnya, dan bahkan tak asing lagi. Ia terus berpikir, berpikir, dan berpikir untuk yang kesekian kalinnya. Ia terus menganggali pikirannya, berharap menemukan jawaban dari apa yang dipikirkannya dari tadi.

“Kai, kurasa aku ingat siapa orang itu”

“memangnya siapa?”

“sepertinya namja itu adalah murid baru yang akan bersekolah di sekolah kita, iya aku ingat. Aku yakin aku tidak mungkin salah”

“mwooo, namja itu, apa kau tak salah?”

“ani, aku tidak mungkin salah, bukankah sudah kubilang aku pernah melihat fotonya?”

“dan kau juga bilang pernah melihat berkas-berkasnya, tapi kau lupa namanya, mungkin saja kau salah orang”

“yaaaaaaa, itu kan nama. Kalau wajah aku yakin aku tidak mungkin salah”

“aresseo, kita lihat saja nanti. Pantas saja namja itu tidak mau kupanggil tuan”

“apa kau tidak bertanya siapa namanya?”

“mana mungkin aku bertanya namanya, memangnya siapa yang menyangka ia akan menjadi murid baru di sekolah kita”

“aku jadi ingin cepat-cepat besok. Aku ingin berangkat ke sekolah, semoga nanti dia sekelas denganku. Aku berharap siapa tau namja itu mau menjadi temanku yang baik. Tidak sepertimu” ucap sehun mencibir

“isshhh, kau ini. Kau tahu? Kau sangatlah bodoh. Kau tidak perlu berharap karena namja itu pasti akan sekelas dengan kita, bukankah sekolah kita beda dari sekolah yang lain, setiap tahun hanya akan ada satu kelas untuk setiap angkatan, dan itu juga yang membuatku dari tahun pertama sekolah sampai tahun akhir sekolah aku akan selalu sekelas denganmu. Membosankan, kau tahu itu?”

“terserah kau mau bilang apa”

—___—

Hari ini adalah hari dimana Kai dan Sehun akan memulai aktivitas rutin mereka yaitu sekolah. Pagi- pagi mereka sudah bangun, mandi, memakai seragam, dan bersiap untuk sarapan. Tidak seperti biasanya, mereka akan bangun pada siang hari, dan itupun hanya akan bangun jika dibangunkan.

“wah sarapan hari ini terlihat lezat sekali” ucap sehun dengan mata berbinar-binar

“ini kan hari pertama tuan kembali lagi bersekolah, jadi ahjumma masakkan yang spesial”

“ahjumma seharusnya tak usah repot-repot”

“tidak apa, tuan Kai”

“dimana ahjussi?”

“dia sedang pergi mwncuci mobil, tuan”

“oh ya, ahjumma. Tolong nanti sampaikan rasa terima kasih sekaligus permintaan maafku pada ahjussi. Ia sudah mau repot membawakan perlengkapan sekolahku kesini. Ini semua gara-gara sehun”

Sehun yang dari tadi sudah asyik menyantap makanannya langsung tersedak mendengar perkataan Kai barusan.

“apa maksudmu, itu bukan salahku”

“bukankah kau yang memintaku untuk menginap disini?”

“sudahlah, cepat makan sarapanmu atau aku akan meninggalkanmu dan berangkat sekolah lebih dulu”

“aresseo, kau sudah seperti orang tua yang terus mengoceh”

“kau sepertinya tak sadar diri Kai, kau lebih banyak mengoceh”

—___—

Kai dan sehun sedang berada dalam perjalanan menuju sekola. Kali ini yang menyetir adalah Sehun karena Kai tak akan pernah mau disuruh menyetir jika tujuannya ke sekolah. Sehun fokus menyetir sedangkan Kai memandang keluar jendela, melihat pemandangan kota Seoul pada pagi hari.

Lampu merah menyala, membuat semua pengguna kendaraan di jalan harus berhenti, termasuk mobil merah menyala yang di dalamnya terdapat dua orang namja. Mobil Sehun bersisian dengan sebuah mobil mewah berwarna hitam, membuat salah satu diantara mereka terkejut.

“sehun-ah”

“ada apa?”

“mobil itu, mobil appaku dulu kan?”

Sehun memerhatikan mobil itu lekat dan matanya kian membulat lebar

“iya, itu mobil appa mu. Masih sama persis seperti dulu. Wajar saja, orang itu baru memakainya selama satu bulan lebih sedikit, mungkin”

“orang itu, benar-benar tidak tahu malu”

“kau harus menjaga diri dan emosimu Kai-yah”

“kenapa, disaat seperti ini, aku malah melihat mobil itu. Mobil yang dulu dikendarai oleh appaku, mobil yang akan selalu membawa keluargaku berjalan jalan. Dia tidak pantas membawa mobil itu”

“Kai…”

“apa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai balas dendamku, sehun?”

“MWOOOOOO?????? Jangan gila Kai”

“aku sudah berjanji akan membalaskan dendamku dan kedua orang tuaku, cepat atau lambat itu pasti akan terjadi sehun”

“jangan berpikir yang tidak-tidak”

Mobil hitam itu mulai melaju dan perlahan menghilang dari hadapan Kai dan Sehun. Tak lama setelah itu, Sehun tersadar bahwa lampu telah berubah warna menjadi hijau, membuatnya langsung menggas mobilnya kencang.

—___—

Kai dan Sehun sampai di halaman parkir sekolah. Mereka segera turun dari mobil dan bergegas untuk menuju kelas. Selama berjalan di koidor kelas, banyak yeoja yang tidak mengedipkan mata ketika mereka lewat di hadapannya. Sehun dan Kai memang dikenal sebagai murid laki-laki yang paling populer di sekolah. Sangat banyak yeoja yang menyukai mereka, namun tak ada satu pun dari mereka yang dipedulikan oleh keduanya.

Mereka tiba di pintu kelas, dan setelah itu mereka segera masuk. Seluruh kelas langsung berteriak dan seketika heboh. Sehun berjalan ke depan kelas kemudian melambaikan kedua tangannya di udara sebagai bentuk sapaan.

“apa kabarrrrrr semuaaaaaaaa? Ucapnya menggelegar

“kau luar biasa sehun”

“kami semua oke”

“seperti yang kau lihat, sobat”

Seperti itulah tanggapan teman-teman Sehun saat Sehun menyapanya. Sehun memang sangat bersahabat dan terkenal heboh dan berisik di kelas.

Kai yang melihat kelakuan sahabatnya itu hanya bisa geleng kepala. Ia lebih memilih menyapa teman-temannya dengan lebih waras dan hanya menyapa sewajarnya. Tidak seperti Sehun, yang sangat berlebihan.

“kai, kau akan duduk bersamaku”

“tanpa kau bilang, aku sudah tahu itu, sehun”

Mereka berbincang bincang untuk melepas rindu dengan teman sekelas. Salin bercanda dan berbagi cemoohannya yang sewajarnya. Namun, itu tak selang beberapa lama. Guru mereka masuk ke dalam kelas diikuti seorang namja. Tentu, itu adalah murid baru yang dibicarkan sehun.

“kai, ternyata dia memang murid baru itu” ucap sehun sangat pelan

“kau benar sehun-ah” ucap Kai sambil berbisik di telinga Sehun

“anak-anak, selama satu tahun ke depan tentu kalian sudah tahu bahwa saya yang akan menjadi pembimbing untuk kelas kalian”

“ne,sonsengnim”

“dan yang seperti kalian lihat saat ini, akan ada seorang murid baru di kelas kita ini, silakan. Perkenalkan namamu

Namja itu membungkukkan badan pada sonsengnim. Ia pun mulai memperkenalkan diri

“annyeong, Do Kyungsoo imnida. Aku siswa pindahan dari SMU yang ada di Busan. Orang tuaku menyuruhku untuk bersekolah disini. Kuharap, kita bisa berteman baik dan tolong bantu aku” ucapnya sopan kemudian segera membungkukkan sedikit badannya”

“Kyungsoo, kau bisa duduk di bangku kosong yang ada di depan meja Sehun dan Kai”

“ne, sonsengnim”

Kyungsoo berjalan kearah bangku tersebut. Ia segera duduk kemudian meletakkan tasnya di sandaran kursi.

Sonsengnim pun memulai pelajaran dengan pelajaran matematika. Pelajaran yang paling membosankan bagi Kai dan Sehun.

“kerjakan latihan yang kubuat di papan tulis ini, selesasikan segera sebelum pelajaranku habis”

Kai dan Sehun buru buru mencatat soal dan mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Sesekali mereka bertanya dan menyalin hasil pekerjaan teman yang ada di sebelah mereka. Mereka benar benar memiliki solidaritas yang tinggi

—___—

Bel istirahat berbunyi. Pelajaran pun selesai. Kai dan Sehun segera pergi menuju kantin sekolah. Untuk beberapa saat mereka menantikan makanan. Karena hari pertama sekolah, kantin menjadi sedikit ramai dan sesak.

Setelah selesai mengantri makanan, sehun dan kai berkeliing kantin untuk mencari meja yang masih kosong. Mereka melihat satu meja di dekat jendala yang mesih kosong. Mereka pun segera bergegas kesana sebelum tempat itu dudului orang.

“untuk kita tidak kehabisan tempat”

“kau benar Kai”

“selamat makan” ucap mereka berdua kompak

Sehun dan Kai segera menikmati makanan mereka itu dalam diam. Berkutat dalam makanan masing masing membuat mereka tak sadar akan namja yang duduk ditiba-tiba di meja mereka.

“apa aku boleh duduk disini, tidak ada meja kosong selain disini”

Sehun dan kai menoleh mendapati Kyungsoo yang sedang duduk di samping mereka.

“kyungsoo, oh boleh silakan” ujar sehun sedikit tergagap

“gomawo”

“kyungsoo-yah, apa kau tidak ingat aku? Kita berpapasan di pintu restaurant kemarin malam”

“oh ya? Apa kau orang yang dengan intens memperhatikanku itu?”

Sehun tersenyum kikuk dan menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal

“jadi kau tahu aku memperhatikanmu, aku pernah melihat berkasmu sebagai murid pindahan, dan tak sengaja juga melihat fotomu”

“appamu pasti tuan Oh pemilik sekolah ini kan, dan kau anaknya Oh Sehun? tidak masalah. Oh ya, kuharap kita bisa menjadi teman baik”

“wah, ternyata kau suda tau namaku sebelum aku memperkenalkan diri. Aku tersanjung Kyungsoo,dan tentu saja, kita pasti akan menjadi teman baik”

Kai yang sedari tadi melihat keduanya berbincang akhirnya mulai membuka suara

“dan kau tidak ingat aku?”

Kyungsoo pun segera menoleh kearah Kai dan berbicara seolah tanpa dosa “kita pernah bertemu juga sebelumnya?”

“sepertinya kau ini pelupa kyungsoo”

“yaaaaaa, Kai.  Jangan membeikan kesan pertama yang buruk pada teman baru” sehun berbicara dengan kencang

“aku memang sedikit pelupa Sehun, apalagi dengan wajah baru. Aku bisa saja sekejap lupa dengan wajahnya karena aku memang tidak mengenalnya”

“aku kan orang yang melayanimu di restaurant kemarin malam Kyungsoo”

“ah, jinjjaaaaayoooo? Kau orang yang memanggilku tuan itu ya?”

“nah, itu baru kau ingat”

“iya, aku ingat sekarang, dan siapa namamu tadi, Kai, Kai apa?”

“Kim Kai”

“oh ya, kuharap kita juga bisa menjadi teman yang baik juga”

“ten…”

“itu pasti Kyungsoo, semua temanku akan menjadi teman Kai juga”

“Oh Sehun, kau memotong pembicaraanku”

“sudahlah Kai, lupakan. Lebih baik kita kembali makan”

“kau selalu saja begitu”

Mereka pun memulai kembali acara memakan makanan mereka yang sempat terputus dengan obrolan barusan. Ketika sedang asyik makan, lagi lagi seseorang duduk di meja mereka seperti tanpa dosa. Sehun tidak mengenal namja yang ada di hadapannya ini, sedangkan mata Kai dan Kyungsoo sedikit melebar melihat orang yang ada di hadapannya.

“hyung….

TBC

5 thoughts on “RETALIATION Part 2

  1. wikapratiwi8wp berkata:

    Yaahhh…ternyata bukan Luhan? hhmmm…ada Lulu gak disini…adeehhhh saya kecewa wkwkwk tapi keren kokk…tenang aja…gue tetep tungguin next chapternya…nah itu siapa lagi…hyung???

  2. So eun_sehun berkata:

    Ya….kirain namja putih itu suho ternyata d.o ….ga’ pa2lah…
    Itu siapa yg dipanggil hyung…penasaran jadix…
    Ya udah ditunggu lanjutanx chingu…

  3. ellalibra berkata:

    Siapa yg dipanggil hyung ?? Apa luhan oppa??? Kkkkk~ berharap * penasaran sm org yg pake mobil apa jongin ,,dtunggu next part nya eon 🙂 fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s