Forced Married part 6

  poster

Title : Forced Married

Author : Nisa Amini / @fangirlxsj

Genre : Romance, Comedy (little), family, fluff

Rating : PG-17! (?)

Main Cast : Kim Hyejin (OC), Oh Sehun

Summary :

Menikah karena sebuah hal yang tidak disengaja yang membuat kedua orang tua Sehun salah paham, bukankah lucu? Akankah kedua pasangan ini bisa menjalani kehidupan pernikahan yang dipaksakan?

***

            Sebelumnya…

CHAPTER 5

“KYAAAAA!!!!”

Hyejin berteriak sekeras mungkin ketika ia sudah membuka kotak itu lalu melemparnya dengan keras. Ternyata isi dari kotak itu adalah sebuah tikus mati yang bersimbah darah dengan secarik kertas yang berada diatas tubuh tikus mati itu. Dengan tangan yang mulai gemetar Hyejin pun mengambil kertas itu dan membacanya dengan nada ketakutan.

Apa kau terkejut? Ini bukanlah apa-apa, aku sengaja memberikanmu hadiah berharga ini atas penikahanmu dengan Sehun. Bukankah ini membuatmu semakin terkesan? Jujur saja kau memilih menikah dengan Sehun adalah sebuah petaka besar untukmu, karena dengan menikah dengannya membuat hidupmu akan bernasib sama dengan tikus itu. Karena sangat berbahaya jika kau sudah mengetahui segalanya, aku takut kau akan menyesal nona. Jadi dengan cara inilah aku akan perlahan melenyapkanmu haha

Hyejin hampir mati ditempat ketika ia selesai membaca seluruh isi surat menyeramkan ini. sebenarnya siapa yang mengirinkannya ini? dan apa yang harus ia ketahui tentang segalanya yang dimaksud oleh orang ini? apa selama ini Hyejin sudah melupakan sesuatu yang besar?

Sehun-ah… aku takut… – Hyejin

CHAPTER 6

Hyejin kembali menarik nafasnya perlahan, mencoba menenangkan dirinya yang kini masih terduduk diam di sofa ruang tengah. Padangannya seakan kosong, karena semua pemikirannya kini terpusat pada surat misterius itu.

Oh ayolah siapa yang tidak akan merasa takut jika di teror dengan hal seperti ini? tapi sekarang Hyejin mencoba mengumpulkan keberaniannya, tangan kananannya mulai akan menggapai kotak berisi tikus mati itu untuk ia buang. Baiklah ini saatnya Hyejin bergegas membuang hadiah mengerikkan itu dari dirinya.

Kini Hyejin sudah berada didekat sebuah tong sampah yang berada didapur, bagaimanapun ia harus menyembunyikan bangkai tikus ini dari Sehun. Hyejin lalu memasukkan kotak itu kedalam tong sampah dan langsung menimbunnya dengan sampah lain diatasnya agar tidak ketahuan.

Tapi…

Hyejin tidak akan membuang surat misterius itu kedalam tong sampah, entalah ia merasa surat itu harus ia simpan. Sekarang ia mulai berjalan kearah kamar dan menaruh surat itu didalam laci meja rias yang tak jauh dari ranjang.

“Baiklah aku akan mencari tahu sendiri siapa yang melakukan hal mengerikkan ini kepadaku, aku sama sekali tidak mau melibatkan siapapun termasuk Sehun.” kata Hyejin kepada dirinya sendiri.

Tiba-tiba suara bel kembali berbunyi yang sedikit menganggetkan Hyejin. Dan langsung Hyejin menyalakan intercom nya.

“Hey cepat buka pintunya.”

Oh Syukurlah Hyejin bisa bernafas lega karena yang datang kali ini adalah Luhan. Setidaknya kedatangan Luhan membuatnya tidak merasa sendiri di Apartement ini. Bagaikan mendapatkan durian runtuh, Hyejin langsung cepat-cepat membukakan pintu.

“Yak kenapa kau lama sekali datangnya?” tanya Hyejin kesal.

“Hm? Benarkah? Aku bahkan sudah berlari mengejar bus tercepat untuk sampai disini.” Bela Luhan sambil membawa sekantung makanan yang sedari tadi diinginkan oleh Hyejin. “Wah Appartement suamimu besar sekali, sepertinya aku juga bisa bermain sepak bola disini.”

“Apa kau gila?”

“Wow bahkan disini ada tv yang ukuran 3 kali lipat dengan yang aku punya, bolehkan aku menumpang menonton pertandingan sepak bola disini?” tanya Luhan sambil memperhatikan tv milik Sehun yang memang benar sangatlah berukuran besar. Lalu Luhan langsung duduk di sofa tanpa merasa bersalah. “Hey Kim Hyejin! Bisakah kau meyiapkan makanan yang aku bawa? Didalam kantung itu ada dua buah porsi jjajangmyun yang aku curi di restoran tempat kerja.”

“Ck, kenapa semua orang memberlakukan ku selayaknya pembantu mereka?” desis Hyejin pelan sambil menatap Luhan tanpa pria itu sadari, tapi sebaliknya dari rasa kesal Hyejin pun gadis itu langsung menuruti perkataan Luhan dan Hyejin langsung bergegas pergi ke dapur.

Tak lama Hyejin pun sudah kembali lagi dengan membawa dua buah mangkuk berisikan jjajangmyun. Tampak Hyejin sudah tidak sabar ingin segera makan, karena terhitung dari semalam setelah acara pernikahan selesai ia dan Sehun tak sempat makan malam, makanya sekarang ia merasa sangat kelaparan.

“Tadi kau bilang jjajangmyun ini hasil pencurianmu di restoran, apa Kyungsoo tidak marah?” tanya Hyejin sambil memakan jjajangmyun miliknya.

“Tidak, bahkan pria itu sepertinya tidak melihat aku mencuri ini karena ia terlalu sibuk dengan resep barunya. Tapi aku yakin, sekarang ia sedang kebingungan karena jjajangmyun buatannya hilang haha.”

Hyejin tak bisa menahan tawanya ketika mendengar perkataan Luhan. Oh astaga temannya ini jahat sekali haha. “Aku yakin ia akan langsung berfikir bahwa jjajangmyun ini hilang karena dicuri hantu, kau tahu kan cara berfikir dangkal ala Kyungsoo? Haha” lanjut Hyejin.

“Membayangkan wajah kebingungannya membuat perutku sakit.” Luhan pun sampai mengehentikan kegiatan makannya untuk sekedar melepas tawanya yang benar-benar tidak bisa ia tahan.

“Tapi aku jadi merindukan Kyungsoo dan juga restoran.” Kata Hyejin pelan sambil menundukkan wajahnya. Entah bagaimana caranya Luhan pun seketika menghentikan tawanya. Ah benar juga, sudah berapa hari Hyejin tidak pergi bekerja? Sang manager restoran belum memecatnya kan?

“Apa kau tidak akan bekerja lagi? Kau ingat kan sekarang kau sudah menikah dan hidup dengan tenang. Tanpa bekerja pun aku pikir semua kebutuhanmu akan terpenuhi, karena aku yakin Sehun adalah orang yang baik.”

“Aku tidak yakin akan bisa bekerja lagi, tapi jujur saja sebenarnya aku ingin sekali kembai bekerja di restoran bersamamu dan Kyungsoo.”

“Apa Sehun melarangmu kembali bekerja?” tanya Luhan yang sedikit hati-hati, apa ia sudah terlalu ikut campur?

“Oh? Tidak. Ia tidak pernah melarang apapun yang aku mau.”

“Baguslah, aku sudah menduga kalau Sehun adalah pria yang baik.” Hyejin sedikit mendelik kearah Luhan ketika pria didepannya ini menyebut Sehun sebagai pria yang baik, asal Luhan tahu saja Sehun itu adalah pria dengan kadar menyebalkan yang sangat tinggi dimata Hyejin. “Hyejin-ah, apa kau punya minuman dingin di – Hey kenapa wajahmu terlihat pucat?” tanya Luhan ketika ia tak sengaja melihat wajah Hyejin yang memang benar sekarang terlihat sangat pucat, apa gadis ini sedang tidak enak badan atau apa?

Hyejin sedikit kaget dengan perkataan Luhan, lalu kedua tangannya ia tangkupkan di kedua pipinya. Ia merasa tak yakin kalau badannya terasa tidak enak tapi kenapa wajahnya bisa memucat? Ah mungkin saja ia terlalu banyak memikirkan si peneror itu, entalah sedaritadi pikirannya selalu tertuju kepada masalah itu.

“Oh benarkah? Sepertinya ini akibat aku tidak bisa tidur semalam.” Gurau Hyejin yang sedikit menyangkal dengan keadaan yang sebenarnya ia rasakan, ia hanya tidak ingin masalahnya diketahui oleh orang lain termasuk Luhan.

Luhan sedikit menatap curiga Hyejin. “Ohh aku tahu kenapa kau tidak bisa tidur semalam, pasti kau dan Sehun terus ‘berperang’ kan semalaman? Kau pasti sangat menikmatinya sampai-sampai tidak tidur semalam hahaha”

Hyejin langsung menendang kaki Luhan yang tak jauh dari jangkauan kakinya.

“Akh!” pekik Luhan sedikit kencang,

“Sepertinya otak mesummu itu harus cepat dibuang.”

***

Sehun dan Yumi – sang Sekretaris baru saja keluar dari ruang rapat yang sudah hampir 2 jam memakan waktu lamanya. Sesekali Sehun masih memberikan hormat kepada para tamu investor yang ia undang.

Banyak kesepakatan kerja sama yang diajukkan oleh beberapa tamu ini, keluarga Oh memang terkenal dengan jaminan pemasukkan yang memuaskan bagi perusahaan mana saja yang ingin bekerja sama dengannya. Tapi Sehun termasuk orang yang selektif dalam memilih, kadar kepintaraan pria ini sangat luar biasa menakutkan. Ia sudah bisa menebak mana perusahaan yang menguntungankannya dan juga sebaliknya.

“Apa lagi jadawalku setelah ini?” tanya Sehun kepada Yumi yang juga berjalan disebelahnya. Langsung saja Yumi mengecek sebuah buku catatan yang sepertinya berisi semua jadwal pekerjaan Sehun setiap harinya.

“Anda siang ini akan pergi ke Jepang untuk pertemuan dengan perusahaan tuan Furukawa, saya sudah mempersiapkan penerbangan yang paling cepat untuk anda gunakan agar kita cepat sampai tepat waktu.”

“Kalau begitu aku harus menginap di Jepang?”

“Tidak sajangnim, anda akan bisa segera pulang setelah pertemuan tersebut sudah selesai. Tapi jika anda ingin menginap pun tidak masalah, saya akan mempersiapkan segala kebutuhan anda.”

“Ah baiklah…”

Tak lama nampak sebuah mobil mewah yang datang menghampiri Yumi dan Sehun yang kini sudah ada didepan gedung Dongkuk Steel yang siap untuk mengantar mereka berdua menuju Incheon hari ini juga.

Ketika Sehun berada didalam mobil ia langsung melepas jas hitamnya, dan tangan kanannya terlihat sedang mencoba mengambil sesuatu yang berada dikantung kemeja putihnya.

Ah ternyata yang Sehun ambil adalah sebuah gelang berukuran kecil dengan bandul berbentuk robot lucu yang mengantung indah di gelang tersebut. Setiap kali Sehun menggenggam gelang itu, rasa lelahnya akan langsung hilang dalam satu kedipan mata, seperti sebuah sihir yang membuatnya merasa tenang. Karena gelang ini adalah pemberian dari …

Kim Jihyun

Ia adalah gadis pertama yang menjadi temannya sewaktu kecil dan juga sebagai cinta pertamanya. Tapi itu semua berubah saat kecelakaan besar menimpanya.

Flashback…

12 April 2000 at Hotel Deals – Daegu

Malam hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Anak tunggal dari keluar Oh yaitu Oh Sehun yang kini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke enam. Banyak teman sebayanya yang datang untuk member ucapan selamat dan juga kado yang berbentuk lucu-lucu. Tapi acara peseta ulang tahun ini sudah selesai diadakan beberapa jam yang lalu.

Sedari tadi Sehun tidak bisa berhenti tersenyum dan juga tertawa karena menurutnya ini adalah hari yang tidak akan pernah ia lupakan. Apalagi ketika ia melihat langkah gadis kecil yang kini terlihat tengah berlari untuk menghampirinya. Sehun akui gadis itu sangat cantik dan lucu ketika mengenakan gaun seperti di film Barbie.

“Hunhun!” panggil gadis kecil itu kepada Sehun. Sejujurnya ia sangat sebal dipanggil dengan sebutan ‘hunhun’ tapi apa daya gadis ini selalu keras kepala. “Sejujurnya pestamu ini sangat tidak menarik sekali, semua dipenuhi oleh robot aneh itu. aku tidak suka…”

“Aish! Kau ini – “

“Sstt,aku tahu pasti kau mau meneriaku kan? keterlaluan sekali.” Cemberut gadis kecil bernama Jihyun itu didepan Sehun. “Tapi sekali lagi aku ucapkan selamat ulang tahun Hunhun. Aku mencintaimu…”

Apa telinga Sehun tidak salah dengan? Jihyun baru saja mengungkapkan perasaannya kan?

“Mworago?!”

“Oh yaampun lagi-lagi seperti ini. sudah lupakan saja.” Kata Jihyun yang terlihat semakin kesal menatap Sehun. “Tapi, aku mempunyai hadiah untukmu! Lihat!”

Tiba-tiba Jihyun memberikan sebuah gelang lucu berbandul robot yang Sehun sukai. Tentu saja Sehun langsung menggapainya.

“Dan lihat aku juga memakai gelang yang sama sepertimu! Tapi aku memakai berbandul Barbie, lucu kan? sekarang kita mempunyai gelang yang sama! Dan kau harus memakainya dimanapun! Arraseo?”

“Ngh, Ne Arra – “

“Jihyun-ah! Ayo saatnya kita pulang, nak!” tiba-tiba sebuah suara memanggil Jihyun, ya itu adalah Ibunya yang sedang mengajaknya untuk segera pulang.

“Baiklah aku pulang dulu. Jangan lupa untuk selalu memakai gelang itu! jika kau menghilangkannya maka aku akan memukulmu hingga seratus kali! Bye Hunhun.” Kata Jihyun sambil tersenyum lalu berbalik dan berlari menuju mobil orang tuanya yang tak jauh dari jarak mereka berdua.

.

.

.

 

.

.

Sehun tidak bisa menyembunyikan kesenangannya, kedua matanya benar-benar tak bisa luput dari gelang pemberian Jihyun yang kini sedang ada digenggamannya. Mengingat betapa manisnya gadis itu memberikan gelang ini kepada dirinya. Dan juga ketika gadis itu yang terus mengancamnya dengan berbagai cara untuk selalu mengenakkan gelang itu.

Ia gadis yang lucu…

Dan Sehun menyukainya…

Oh astaga, bahkan Sehun merasakan kedua pipinya terasa panas.

“Tuan, mobil yang dikendari oleh tuan Kim baru saja mengalami kecelakaan.” Samar-samar Sehun bisa mendengar suara seseorang yang berhasil membuatnya terdiam.

“Mwoya? Apa mereka tidak apa-apa?” Sehun bisa mendengar suara Ayahnya yang terdengar sangat kaget.

“Ngh, dari kabar yang saya terima… bahwa… putri dari keluarga tuan Kim tidak ada ditempat kejadian… putri tuan Kim benar-benar tidak bisa ditemukan… ia menghilang.”

Tak!

Tetes air mata kini sudah membanjiri kedua pipi Sehun. Kecil ini benar-benar seperti tersambar petir, bahkan gelang pemberian gadis itu sudah jatuh dari genggaman tangannya. Seluruh tubuhnya lemas, kenapa dunia sangat kejam padanya.

Kenapa kau meninggalkanku, Hyunie?

 

Flashback end…

 

***

Kini Luhan dan Hyejin sedang terlihat jalan beriringan di sebuah jalan sempit. Luhan bahkan sedang membawa sebuha kardus berukuran sedang di tangannya, kalian pasti bingung kan mereka berada dimana?

Setelah mereka makan di Appartement Sehun, tiba-tiba saja Hyejin mengajak Luhan untuk ikut pergi mengantarnya ke Appartement Hyejin, disana mereka berdua baru saja membersihkan Appartement itu dan juga membawa barang-barang yang sangat di butuhkan Hyejin.

Setidaknya Hyejin tidak perlu merasa lelah karena ada Luhan yang membantunya, ah Luhan teman yang sangat baik. Tapi sudah tak terasa mereka berdua sudah menghambiskan waku hingga kini langit sudah sedikit senja.

“Kau yakin akan mengantarku ke Appartement Sehun lagi?” tanya Hyejin yang terlihat memastikan, karena sejujurnya ia juga merasa tidak enak hati sudah membuat Luhan kelelahan. Ya meskipun pria itu tidak mengeluh sekali pun kepadanya.

“Tenang aja aku akan mengantarmu.”

Tapi tiba-tiba suara dering telepon mengagetkan Luhan. Hyejin yang mengerti pun langsung mengambil alih kardus yang dibawa Luhan kepadanya sementara.

“Yeoboseyo?”

“Ne? ah mianhae mianhae.”

“Mwo? Jigeum? Tapi – “

“Ah arraseo…”

Raut wajah Luhan seketika berubah, Hyejin mengerutkan dahi bingung. Apa ada yang salah?

“Wae?” tanya Hyejin kepada Luhan.

Luhan memijat tengkuknya pelan. “Mianhae, Sepertinya aku tidak bisa mengantarmu sampai pulang, Manager hyung menyuruhku untuk segera pergi ke restoran. Bagaimana ini? apa kau tidak apa-apa?”

“Pergilah, aku tidak mau perkerjaanmu terganggu karena aku. Tenang saja aku bisa pulang menggunakan bus dan juga kardus ini tidak terlalu berat.” Jawab Hyejin sambil mengangkat kardus yang berada dikedua tangannya untuk membuktikan bahwa kardus itu memang tidak terlalu berat untuk Hyejin bawa.

“Jinjjayo? Ah geurae aku pergi dulu.” Setelah Luhan mengatakan hal itu, Luhan segera berlari meninggalkan Hyejin sambil melambaikan tangan.

Tanpa menunggu lama Hyejin segera berjalan kembali menuju halte bus yang sudah tidak terlalu jauh dari jangkauannya. Isi kardus yang ia bawa hanya beberapa pakaiannya dan juga barang-barang kecil kesayangannya, jadi tidak semua barangnya ia bawa ke Appartement Sehun. Dan asal kalian tahu bahwa Hyejin belum sama sekali berniat pindah dari Appartementnya, entalah meskipun sampai beberapa minggu kedepan ia tidak tinggal disitu tapi ia sangat sayang dengan Appartement yang sudah menemaninya hingga bertahun-tahun di Seoul.

Sekarang Hyejin sudah sampai di halte bus tujuannya, ia hanya bisa berdiam menunggu bus datang karena tempat duduk yang disediakkan sama sekali tidak ada yang kosong, semuanya penuh oleh orang-orang yang menunggu bus sepertinya.

Ngomong-ngomong Hyejin belum menyiapkan makanan apa yang harus ia masak untuk Sehun nanti malam. Ah Hyejin mulai ingat bahwa sepertinya ia mempunyai sedikit daging sapi yang ia bisa masak nanti, jadi ia tidak perlu pergi ke super market hari ini. Sangat merepotkan bagianya harus pergi ke super market sambil membawa kardus ini.

Tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat didepan Hyejin, gadis itu sedikit bingung. Apa yang dilakukan mobil ini? kenapa berhenti tepat didekatnya?

Kaca mobil itu otomatis turun, dan memperlihatkan siapa yang mengemudi didalamnya. Seorang pria tersenyum manis menatap Hyejin, tanpa berbicara pria itu mengisyaratkan Hyejin untuk segera masuk kedalam mobil. Refleks jari telunjuk Hyejin ia arahkan kepada dirinya sendiri, apa benar dirinya yang dipanggil?

“Aku?”

Pria itu lagi-lagi hanya mengangguk mengiyakkan. Tidak lagi ada pilihan bagi Hyejin untuk menolak, ia segera berjalan mendekati mobil itu lalu masuk kedalamnya. Eh tapi pria ini bukan seorang penjahat kan?

“Tenang saja aku bukan seorang penjahat yang kau pikirkan.”

“Lalu kau siapa?”

“Aku? Ah ya aku lupa kalau kau belum mengetahui namaku.” Terdengar suara kekehan pelan dari bibir pria asing ini. Sedangkan Hyejin semakin dibuat penasaran olehnya. “Perkenalkan namaku Kim Joonmyun, aku adalah teman dari suamimu.”

Hyejin hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Tapi tunggu… seketika otak Hyejin berfikir, jika yag berada didepannya ini adalah teman Sehun tapi kenapa ia tidak pernah melihat pria ini sebelumnya? Setidaknya ia harus sudah pernah bertemu dengan pria ini di acara pernikahan kemarin.

“Hey kenapa kau diam saja?”

Hyejin langsung tersadar dari lamunannya. “Tidak, hanya saja aku sedang berfikir kenapa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?”

“Karena saat pernikahanmu bersama Sehun aku sama sekali tidak datang. Jadi mungkin ini pertama kalinya kita bertemu dan sekarang aku akan mengantarmu pulang. Kau pasti ingin pulang kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku ingin pulang?”

Joonmyun hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Hyejin. “Seperinya banyak sekali pertanyaan yang ingin kau tanyakan padaku.”

Ketika Joonmyun mengatakan hal itu Hyejin hanya bisa terdiam sambil menatap jalan dari kaca mobil ini. Memang benar adanya yang dikatakan oleh Joonmyun, sedaritadi ia masih bingung kenapa Joonmyun bisa mengenali wajahnya.

Tiba-tiba terdengar suara tawa dari bibir Joonmyun lagi karena ia tidak tahan dengan keheningan ini. “Oh astaga kenapa kau sangat lucu sekali? Aku benar-benar bukan seorang penjahat yang mencoba menculikmu Hyejin-ssi. Jadi bicaralah apa yang kau mau tanyakkan dan tidak usah takut.”

“Kenapa kau tertawa?”

“Oh jadi ini pertanyaanmu?”

“Ani ani! Bukan itu yang mau aku tanyakkan!” seru Hyejin cepat dan lagi-lagi berhasil membuat Joonmyun tersenyum. “Aku hanya ingin bertannya kenapa kau bisa mengenali wajahku jika kita saja tidak pernah bertemu.”

“Aku melihat wajahmu di artikel internet. Apa kau tidak tahu kalau semua orang mengetahui pernikahanmu dan Sehun?”

Ah benarkah? Itulah pertanyaan Hyejin kepada dirinya sendiri. Jujur saja ia jarang sekali membuka internet akhir-akhir ini. Tapi ternyata karena ‘ulahnya’ berita pernikahan konyol ini berhasil berada di internet. Kau hebat sekali Kim Hyejin.

“Ah ternyata kau mengetahuiku dari artikel itu.”

“Dan sekarang giliranku yang harus bertanya padamu.” Ucap Joonmyun sambil menoleh sebentar kearah Hyejin yang berada disebelahnya. “Kenapa kau mau menikah dengan Sehun?”

Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk Hyejin jawab. Jika ia mengatakan yang sejujurnya itu tidak mungkin sekali, jadi Hyejin harus mencari alasan yang sedikit rasional.

“Apa kau terlalu ikut cam – “

“Karena aku mencintainya.” Sambar Hyejin cepat dan memotong perkataan Joonmyun. Joonmyun hanya terdiam mendengar jawaban Hyejin.

“Kau mencintai orang yang salah.” Sahut Joonmyun.

“Apa yang kau katakan?”

“Tidak, lupakan saja.”

***

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan Sehun baru sampai di Appartementnya. Sebenarnya sang sekretarisnya mengusulkan kalau Sehun tidak perlu pulang hari ini karena sudah sangat malam. Tapi entahlah ada sesuatu yang membuatnya ingin cepat pulang.

Cklek

Tiba saat Sehun membuka pintu ia lihat sekeliling ruangan yang gelap. Kemana Hyejin? Apa ia sudah tidur? Sehun bergegas mencari saklar lampu lalu menyalahkannya. Dalam sekejap mata lampu pun menyala. Lalu pria ini membuka jas kerjanya dan menyampirkannya di atas kepala sofa.

Tiba-tiba mata Sehun terhenti dan menatap seseorang yang sedang terlelap di atas sofa ini. Yap benar Hyejin sedang tertidur diatas sofa ini, lihatlah ia bahkan tidur tanpa menggunakkan bantal dan juga gaya tidur sambil meringkuk kedinginan.

“Aku pikir kadar kebodohanya benar-benar meningkat, bagaimana bisa ia tidak menyalahkan alat pemanas ruangan disaat tubuhnya meringkuk kedinginan seperti itu?” gurau Sehun yang sedikit sebal.

Meskipun Sehun berketa seperti itu tapi semua perlakuannya terhadap Hyejin sebaliknya. Sekarang ia bahkan mencoba menggendong Hyejin dengan kedua tangannya untuk memindahkan gadis ini ke dalam kamar. Dan ini juga pertama kalinya ia menggendong seorang gadis dalam hidupnya.

Dengan gerakan pelan Sehun menurunkan Hyejin dari dekapannya ke atas ranjang, karena ia tidak mau membangunkan gadis itu. Ia tarik sebuah selimut untuk menutupi tubuh Hyejin. Kembali Sehun bergegas mematikan AC kamarnya dan meneggantikannya dengan menyalahkan sebuah pemanas ruangan.

Wajar saja gadis ini kedinginan karena sekarang diluar sana sedang hujan deras jadi hawa dingin yang masuk bisa membuat tubuh membeku.

“Ngh… andw…ae”

Seketika Sehun menoleh kearah sumber suara yang ternyata dari mulut Hyejin.

Apa gadis itu mengigau? – Sehun

Sehun yang mulai dilanda rasa penasaran ia pun segera ikut naik keatas ranjang dan kedua mata elangnya tak lepas menatap Hyejin. Terlihat dahi Hyejin yang tiba-tiba mengerut seperti seseorang yang sedang ketakutan. Refleks Sehun mendekat kearah Hyejin, bahkan pria itu sudah melewati sebuah benda yang memberikan jarak pada mereka, yaitu sebuah guling.

Jarak diantara mereka sudah bisa dibilang ‘tidak ada’, tangan kanan Sehun ia gunakan untuk mengelus setiap inci dahi Hyejin ia mencoba memberikan rasa ketenangan bagi gadis itu. Bahkan saat ini posisi Sehun sudah ikut berbaring miring si sebelah Hyejin.

“Ngh…”

Kembali terdengar suara Hyejin yang sedikit merancau didalam tidurnya. Sedikit rasa khawatir hingap di hati Sehun. Bahkan ia rasakan suhu tubuh gadis ini tidak panas, jadi berarti Hyejin tidak demam.

“Hyejin-ah…” panggil Sehun dengan suara yang sangat pelan bahkan terdengar seperti sebuah bisikkan. Tapi tetap saja Hyejin tidak merespon.

“Apa yang sedang kau mimpikan, hm?” tanya Sehun pelan sambil terus saja memberikan sentuhan hangat kepada dahi Hyeji agar gadis itu berhenti merancau. Tapi memandangi gadis ini yang sedang tertidur membuatnya tak terasa sudah berapa kali tersenyum.

Dan seberapa banyak Sehun bertanya pun tidak akan Hyejin jawab karena gadis itu terlalu asyik tertidur pulas. Tapi kenapa saat Sehun menatap wajah Hyejin yang sedang tertidur ia merasa sebuah ketenangan datang padanya, ia merasa terpikat dan menjadi membeku seakan tidak mau pergi dari Hyejin.

Sudah tidak ada lagi suara merancau yang keluar dari bibir Hyejin, tapi Sehun tetap enggan pergi dari posisinya. Bahkan lama-lama kedua matanya semakin berat karena mengantuk. Dan tak sampai 10 menit kedua mata itu pun benar-benar terlelap dengan tenang.

 

Jika saja aku punya satu hari penuh bersamamu, aku ingin mabuk terlelap bersama aroma manismu, aku juga ingin menempatkan tubuhku ditatapan matamu yang lembut dan tenang. Kau berhasil membuatku terdiam membeku dan kehabisan oksigen untuk bernafas, kau benar-benar keterlaluan…

.

.

.

.

Perlahan kedua mata lentik itu mengerjap kan matanya, pandangannya masih terasa buram. Ia rasakan tubuhnya seperti tertahan oleh sesuatu yang mencegahnya dan langsung saja ia menengok ke sebelah kirinya.

Seakan melihat hantu Hyejin pun hanya bisa membelalakkan kedua matanya, untung saja ia tidak berteriak. Ternyata yang menahan tubuhnya ialah tangan kanan Sehun yang kini sedang melingkar indah di pinggangnya.

Hyejin tidak langsung melepaskan tangan kekar itu dari tubuhnya, tapi gadis ini malah balik memandang Sehun yang berada disebelahnya. Ia perhatikan keadaan Sehun sekarang yang sedikit agak mengenaskan. Kemeja putih dan dasi pun masih terpasang rapi di tubuhnya – ya meskipun sedikit berantakan dan juga rambut pria ini yang sedikit acak-acakkan membuat Hyejin terheran.

“Apa semalam ia mabuk?” tebak Hyejin pelan sambil menatap Sehun yang sedang tertidur pulas tanpa mendengar suara Hyejin.

“Ck, tapi ia bisa sekali mengambil kesempatan saat aku tidur.” Gerutu Hyejin tak terima. Tanpa pikir panjang Hyejin segera beranjak dari tidurnya dan mencoba melepaskan tangan Sehun yang berada dipinggangnya.

“KYAA!”

“Kau mau kabur begitu saja saat semalam kau membuatku khawatir, huh?” suara berat itu berhasil membuat Hyejin berteriak kaget dan juga kembali ke posisi ‘berbaring’ lagi disebelah Sehun – dan ini lebih dekat!

“Yak! aish apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!” seru Hyejin sambil mencoba melepaskan tangan Sehun yang kembali menahan pinggang Hyejin. Tapi apa daya, kekuatan seorang pria lebih kuat kan dari wanita?

“Oh astaga aku tidak bisa bernafas Sehun-ah! Cepat menyingkir dariku!” kini kedua tangan Hyejin ia gunakan untuk menahan dada Sehun agar mereka berdua tidak terlalu dekat. Bahkan hampir lima senti lagi mereka berdua bisa ‘bersentuhan’.

“Aku tidak perduli.” Ucap Sehun santai.

“Kau bahkan sudah melanggar peraturanmu sendiri tuan Oh!”

“Aku tidak perduli. Lagi pula tidak ada yang mengusulkanmu tidur disini dan sekarang kau tau akibatnya.”

“Dasar mesum!” hardik Hyejin cepat.

“Ah jadi begini caramu berterima kasih kepada pria yang sudah menemanimu tidur, huh? Asal kau tahu semalam tidurmu itu sangat gelisah! Bagaimana aku bisa tidur kalau kau terus merancau tidak jelas?”

Seketika tangan yang sedari tadi ia gunakan untuk menahan dada Sehun pun menjadi melemah, apa benar semalam ia sampai merancau tidak jelas? Itulah pertanyaan Hyejin kepada dirinya sendiri.

Efek peneror itu membuatku menjadi lemah seperti ini. – Hyejin

“Sebenarnya apa yang kau mimpikan semalam?” tanya Sehun dengan sorot mata yang sedikit sendu dan suara yang sangat pelan. Hyejin merasa tertusuk sebuah pedang tajam ketika bertatapan sedekat ini didepan Sehun.

“Aku… tidak ingat…”

“Benarkah?”

“Hm.”

“Tapi semalam kau selalu merancau ‘ngh… and…wae’” kata Sehun sambil meniru suara Hyejin semalam yang terus merancau.

“Aish suaramu terdengar menjijikan! cepat lepaskan aku!” kembali Hyejin meronta kembali didalam dekapan Sehun. “Deru nafasmu membuatku geli Oh Sehun!” sambung Hyejin sambil memukul dada Sehun cepat.

“Oh Benarkah?” bukan semakin menjauh Sehun malah terus mendekatkan kepalanya dihadapan Hyejin. Oh tidak jarak diantara mereka berdua sudah terlampau dekat! Sedangkan Hyejin mencoba bertahan dengan menutup kedua matanya.

Sehun yang melihat Hyejin yang menutup mata membuatnya tidak tahan ingin tertawa. Gadis ini sebenarnya terlalu polos, entahlah Sehun sekarang ini sangat senang menggoda gadis dihadapannya ini.

Tapi Sehun segera tersadar bahwa mengerjai gadis ini sudah terlalu kelewatan, ia bahkan sampai tidak fokus ketika kedua matanya menatap bibir tipis berwarna merah muda yang sangat menggiurkan, sedikit saja Sehun memajukkan kepalanya lagi ia sudah bisa merasakan kelembutan bibir yang terlihat manis itu.

Apa yang kau pikirkan Oh Sehun? buang pikiran kotormu itu! – Sehun

Dengan cepat Sehun melepaskan dekapannya pada Hyejin, sedangkan gadis itu segera membuka matanya dan juga sudah bisa bernafas dengan lega karena Sehun tidak melakukan apa-apa padanya. Hyejin tidak bohong bahwa sedari tadi jantungnya terus berdetak dengan cepat dan untung saja Sehun tidak mendengarnya.

“Aku akan menyiapkan sarapan dulu!” seru Hyejin yang sudah beranjak dari ranjang dan berjalan meninggalkan Sehun yang masih terdiam ditempatnya.

Sepertinya aku harus membersihkan tubuhku, agar semua pikiran kotorku hilang! – Sehun

***

“Sehun-ah! Sepertinya persediaan sayuran dan kimchi di lemari es sudah habis. Eottokeh?” teriak Hyejin dari arah dapur, tak lama Sehun pun keluar dari dalam kamar mandi dengan sebuah handuk basah ditangannya.

“Ya kau harus ke super market.” Jawab Sehun santai sambil menggosokkan handuk putih itu pada rambutnya yang basah.

“Aish, tahu begitu kemarin seharusnya aku menyuruh orang itu untuk menurunkanku di super market dulu.”

“Orang itu?? siapa maksudmu?” tanya Sehun yang kini sedang berjalan kearah lemari es juga untuk mengambil sebotol air minum.

“Hm… Joonmyun? Ya namanya Joon – “

“MWO? APA KAU BILANG? KAU BERTEMU DENGANNYA?” tanya Sehun kencang, mendengar nama itu hampir membuat Sehun tersedak.

“Ne, memangnya kenapa? Ia temanmu kan?”

“Teman?! Tapi sejak kapan kau bertemu dengannya?” terlihat raut wajah Sehun yang sangat ingin tahu tentang pertemuan mereka berdua.

“Kemarin ia mengantarkanku kesini dari Appartement lamaku. Tapi… hey kenapa kau terlihat tidak suka ketika aku menyebut namanya?” kini Hyejin yang balik bertanya. Sebelum Sehun menjawab ia terlebih dahulu menengguk air dingin yang berada ditangannya. Entahlah Sehun merasa tubuhnya menjadi sedikit panas ketika gadis didepannya ini menyebut nama Jonnmyun apalagi ketika Sehun mengingat kalau pria itu tertarik kepada Hyejin.

“Pokoknya mulai saat ini menjauh dari pria itu! dan kau tunggu disini aku akan mengantarmu ke super market!”

Hyejin hanya bisa mematung ditempatnya ketika melihat Sehun segera berlari menuju kamarnya untuk bersiap mengantar Hyejin ke super market.

“Bahkan super market tidak terlalu jauh dari sini… kenapa ia jadi seperti itu?”

***

“Dimana aku menaruh jam tangan?” tanya Sehun yang sedang sibuk mencari jam tangannya. Seingatnya ia menaruh jam tangan itu di meja rias, tapi kenapa tidak ada?

Sehun kembali mencari di semua tempat. Bahkan ia mengacak-acak isi lemari tapi tetap saja tidak ada. Sekarang ia beralih tempat mencari jam tangan itu di semua laci yang berada dikamar ini.

Dengan cepat Sehun membuka sebuah laci yang berada dekat di sebelah ranjang.

Dan benar saja jam tangannya berada didalam laci itu, pasti Hyejin yang memindahkan jam tangannya. Tapi matanya kini malah terfokus kepada sebuah surat, Sehun pun mengambilnya dan membukanya pelan.

Baru beberapa detik Sehun membaca isi surat itu sudah membuat kedua matanya terbebelalak kaget. Surat ini sangat mengancam Hyejin dan bodohnya Sehun baru mengetahui itu, sekarang Sehun tahu penyebab Hyejin merancau semalam pasti karena kiriman surat ini.

Dan yang membuatnya tidak habis pikir adalah sang pengirim surat ini menyangkut pautkan namanya. Berarti si pengirim surat ini mengenal Sehun, tanpa pikir panjang Sehun langsung berlari menghampiri Hyejin yang masih berada didapur.

“Hyejin-ah…”

“Hm?” respon Hyejin yang sibuk mencuci piring kotor tanpa berpaling menghadap Sehun. Sehun yang merasa tidak sabar langsung menarik tangan Hyejin untuk menghadap dirinya.

“Siapa yang mengirim surat ini padamu?!”

Hyejin sangat terkejut ketika melihat Sehun menunjukkan surat meyeramkan itu, bagaimana bisa Sehun menemukkan surat itu, itulah pertanyaan Hyejin sekarang. Tapi saat ini ia bingung harus menjawab pertanyaan Sehun itu.

“JAWAB AKU KIM HYEJIN!”

Teriakkan Sehun membuat kaget, baru pertama kali ada yang membentaknya sekeras ini. bahkan manager Hyejin dulu meskipun terkenal tegas tapi tidak pernah membentaknya seperti ini. Dan Hyejin tidak dapat menyembunyikkan air matanya ketika Sehun berteriak keras seperti ini.

Air mata ini mengalir begitu saja memabasahi pipiku ketika kau beteriak padaku. meskipun kau sering berteriak padaku tapi kali ini berbeda, kau membuatku takut. Hati ini tidak mengeluarkan setetes darah tapi kenapa rasanya begitu sakit? apa yang salah padaku?

 

 

TBC

Haiii… masih ada yang nungguin ff ini?? hehe maaf ya aku nerusinnya agak ngaret, soalnya aku lagi sibuk urusan keluarga hehe jadi harap maklum yap

Menurut kalian gimana chapter ini?? hahaha Sehun disini agak-agak ehem ya pas diranjang wkwk untuk sang peneror mungkin bakal muncul di next ep kali ya, tapi aku ga bakal kasih tau siapa peneror itu. karena peneror itu akan ketahuan pas chap terakhir:v

Adegan suho sama sehun yang cemburu”an belom kerasa banget ya:( aku usahain next chap bisa bikin adegan cemburu”annya

Disini sikap sehun agak labil” unyu ya, ntar mesum, ntar cuek, dan kadang” suka teriak nyeremin gitu haha hyejin musti ekstra sabar ngadepin suami labil kayak sehun/? :v

Oke segini dulu ah khotbah nya wkwk

Jangan lupa comment dan juga likenya kllo bisa haha ditunggu loh, karena comment kalian sangat membantu aku buat bikin chap selanjutnya hehe

OK BYE SEE NEXT TIME{}

 

 

 

16 thoughts on “Forced Married part 6

  1. Niza berkata:

    ya ampun sehun… Khawatir ama pnasaran sihhh blehhh ajahhh tpi jngan smpai ngebentak jga dong ksian hyejin.y dia kn juga tkut psti.y
    D tnggu klnjutan.y hwaiting !!!!

  2. Shofalina Han berkata:

    kasihan Hyejin punya suami kek Sehun .-.
    udah mah masih suka sama temen masa kecil, tapi cemburu kalau Hyejin deket sama Suho..
    ckckck..
    dasar Sehun..
    dan siapa pula si peneror? pengen di bunuh apa yeh?
    huaaaa ga sabar nunggu lanjutannya🙂

  3. sungjaesup berkata:

    kasian banget dah hyejin, dia kan ga tau juga siapa yg buat tuh surat
    emg ada masalah apa si sehun sama suho?

  4. Anggi berkata:

    kenapa sehun gajadi kisseu hyejin,kan kalau ada kisseunya rame*lah,tapi aku paling nunggu ff ini,lanjutannya jangan lama lama yaa,semangaatt

  5. littlee berkata:

    dari kemarin nungguin ff ini… rasanya ff ini di udate😀
    rasanya nggk bisa dibayangin deh..
    Gomawo thor…
    keep fighting & keep wraiting..
    i always support you

  6. auliamajidah berkata:

    Adu thor… gimana yah bilangnya..
    pokoknya chapter ini bikin aku bacanya serius bgt sampe2 feelnya tuh ada BGT.
    GOOD JOB THOR :*
    Keep wraiting & Fighting..
    jangan lama-lama nge-updatenya thor..
    soalnya readersnya pada nungguin lho “,”

  7. Barbie CantiQ berkata:

    Aww, seneng pas bagian sehun sama hyejin di ranjang wkwkwkw /yadongmodeon/ semoga next chapt ada nc nyaa /plak/
    대박 친구 !!!

  8. Krystalisna28 berkata:

    Mkin pnsrn aja ma klnjt.y? Apa bner klw jihyun itu hyejin? Dan apa alsn yg ngebuat suho oppa blang klw mencintai sehun oppa itu sbuah kslhan? Ayo dong smpetin wktu bwat ngelnjtin ni ff!! Plizz

  9. hun-bim berkata:

    Kyaaaaaa.. Othokeeo😱😱😱
    Akhirx sehun mnemukan surat it😩😩 .
    Tp aku sk saat sehun srg godain hyejin
    😊😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s