FF : GROWL Chap. 19

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

“Tahan Kai.” suara Chanyeol menghentikan langkah mengendap-endap Kai. “Seseorang akan lewat. Cepat sembunyi.”

Dengan sigap, Kai melompat ke kiri, menyembunyikan dirinya di balik tembok dan beberapa saat kemudian seorang penjaga berjalan lurus melewatinya. Pria itu semakin merapatkan tubuhnya pada tembok dan menahan napas. Begitu dirasa penjaga itu sudah menjauh, ia menarik punggungnya.

“Pantry terletak 20 meter dari tempatmu berdiri sekarang. Saat ini ruangan itu kosong. Sebaiknya kau segera pergi kesana.” ucap Chanyeol yang bertanggung jawab pada CCTV pantry.

Kai bergerak dengan cepat, berjalan di lorong gelap. Langkahnya terhenti begitu ia menghadapi sebuah simpangan. Kembali ia merapatkan diri pada tembok.

“Tidak ada siapapun. Kau bisa bergerak.” seru Chen.

Pria itu melanjutkan langkahnya. Dengan cepat masuk ke dalam sebuah ruangan yang bertuliskan ‘Pantry’ di pintunya. Ruangan itu memang sepi, mungkin karena saat ini masih pukul 11 jadi belum ada yang membutuhkan kopi. Ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari dalam kantungnya dan menuangkan obat tidur berbentuk bubuk itu ke dalam teko kopi.

“Aku berhasil.”bisik Kai.

“Sekarang sebaiknya kau keluar. Dua orang dari lobby sedang berjalan menuju pantry.”suruh Baekhyun.

Kai meninggalkan pantry secepat mungkin. Melalui jalan yang di laluinya tadi.

“Tunggu Kai!” Tiba-tiba Chanyeol menjerit membuat Kai langsung menghentikan langkahnya. “Dua orang juga sedang berjalan menuju pantry melalui arah belakang! Cari jalan lain!”

“Hanya ada dua jalan!”bisik Kai mulai panik.

Dua orang dari arah lobby dan dua orang dari arah belakang. Semua penjaga sama-sama sedang menuju pantry sedangkan terdapat hanya dua jalan yang mana kedua jalan itu akan di lalui oleh penjaga.

Mata Kai menyebar, mencari jalan lain. Dia tidak mungkin menempel di langit-langit karena dia bukan spiderman. Dia juga tidak menghilang. Jalan satu-satunya hanya menghadapi tapi dia sudah di peringatkan untuk tidak meninggalkan jejak.

“Brengsek”

Tidak ada pilihan lain. Tanpa berpikir terlebih dahulu, Kai berbalik, ia memilih jalan yang lain. Jalan yang semula ia lewati terlalu pendek sehingga dia akan dengan cepat bertemu para penjaga. Sedangkan penjaga yang berasal dari lobby, mungkin akan memakan waktu lebih lama untuk sampai ke pantry hingga dia masih memiliki kesempatan untuk mencari jalan.

“Ada sebuah ruang konferensi setelah belokan. Namun kau harus cepat sebelum penjaga itu lewat.”seru Lay, matanya terus fokus dengan layar monitornya.

“Apa jaraknya jauh?”

“Cukup jauh. Sedikit mustahil jika kau bisa sampai lebih dulu disana.”

Kai semakin mendesah. Namun tanpa keraguan ia berlari secepat mungkin.

“Aku akan mengalihakn perhatian mereka.” suara Tao terdengar. Ia berhasil masuk melalui pintu depan setelah kepergian dua penjaga itu.

Di dalam kegelapan lobby, Tao berjalan mengendap-endap, mencari dua penjaga. Setelah menemukan mereka yang masih berjalan sambil berbincang, Tao menyembunyikan dirinya di balik tembok dan mencari-cari sesuatu dari dalam sakunya. Ia menemukan sebuah uang koin dari sana dan langsung melemparnya ke depan, ke belakang dua penjaga itu.

Sebuah bunyi terdengar membuat dua penjaga itu berbalik.

“Apa itu?”

Tao buru-buru melarikan diri dari balik tembok dan menyembunyikan diri di balik pilar besar ketika dua penjaga itu berbalik. Mereka menyenteri setiap sudut, mencari sumber suara.

Kesempatan itu di gunakan Kai untuk menyelinap masuk ke dalam ruang konferensi.

“Kau mendengarnya, kan? Aku yakin aku mendengar sesuatu yang jatuh tadi?”seru salah satu penjaga.

“Aku mendengarnya juga. Tapi tidak ada benda yang jatuh.”sahut penjaga yang lain.

“Itu pasti bukan benda yang besar karena suaranya terdengar kecil.. Ahh, kenapa kita harus mematikan semua lampu ketika malam hari? Tempat ini sangat besar dan sangat gelap.”

“Karena pimpinan belum membayar tagihan listrik selama dua bulan.”

“Dasar, menyebalkan sekali.”

“Sudahlah. Ayo pergi membuat kopi.”

***___***

Kai berhasil keluar dengan selamat dan kembali ke mobil bersama Sehun yang telah menunggu sejak tadi.

“Apa ada CCTV yang merekamku?”tanya Kai.

“Tidak ada. Kau berhasil mengikuti instruksi dengan baik.”jawab Suho.

“Beberapa penjaga sudah mulai tertidur. Kau bisa mulai meng-hacking CCTV lobby.”ujar Baekhyun.

“Juga CCTV di sepanjang lorong.”sahut Chen.

“Lalu bagaimana denganku?” suara Tao terdengar.

“Tao, ikuti instruksiku. Kau bisa pelan-pelan pergi ke ruangan yang menyimpan arsip rahasia.”

“Oke.”

Mendengar itu, Sehun menjadi khawatir, “Tunggu.”serunya menghentikan langkah Tao yang mulai bergerak. “Apa semua penjaga sudah tertidur? Apa kau sudah meng-hacking seluruh CCTV?”

“Aku akan melakukannya sekarang, Sehun.”balas Lay.

“Pastikan semuanya aman.”

“Sehun,”panggil Tao. “Aku bisa melakukannya dengan baik. Jangan khawatir.”

“Juga ada aku yang mengawasinya dari sini.”sahut Chanyeol. “Jangan khawatir.”

Sehun terpaksa tidak mengeluarkan suara lagi. Ia menghela napas panjang dan membuang punggungnya ke sandaran kursi. Saat ini dia benar-benar gugup. Biasanya dialah yang akan melakukan hal-hal berbahaya dan membiarkan para sahabatnya berada di tempat aman. Tapi sekarang dia justru menjadi seseorang yang tidak berguna, yang bahkan tidak bisa melakukan apapun ketika sahabatnya akan melakukan hal yang berbahaya.

Kai melihat kekhawatiran pria yang duduk disampingnya itu dengan jelas. Dimatanya, Sehun adalah lawan yang kuat dan tidak terkalahkan. Dia selalu memiliki keyakinan tinggi atas apa yang akan dia lakukan. Tapi saat ini, dia melihat sosok Sehun yang lain. Sehun yang takut. Sehun yang gugup.

Sementara itu, Tao sudah bergerak menuju ruangan yang di instruksikan oleh Suho. Sebuah ruangan yang terletak tersembunyi di ujung lorong lantai dua.

Di gedung besar dan gelap, Tao berjalan hati-hati dengan senter kecil yang di bawanya melewati lorong panjang. Terus mendengarkan instruksi Suho dan Lay, serta teman-temannya yang lain, ia benar-benar fokus pada misi yang sedang dijalankannya.

“Tao, ruangannya tepat berada di depanmu.”

Tao mengarahkan cahaya senter lurus ke depan dan menemukan sebuah pintu. Ia melangkahkan kakinya dengan langkah-langkah lebar, menjangkau ruangan itu secepat mungkin.

“Aku sudah berada tepat di depan. Mereka memakai sandi pengaman.”

“Itu serahkan padaku.”

Kesepuluh jari Suho mulai sibuk menekan keyboard. Kecepatannya bahkan membuat Chanyeol, Chen dan Baekhyun ternganga. Ia sedang berusaha menembus pertahanan ruang arsip dan dalam sekejap lampu merah yang ada diatas panel berubah menjadi hijau menandakan jika pintu telah terbuka.

“Pintu sudah terbuka, Suho.”

Tanpa pikir panjang, Tao masuk ke dalam ruangan itu. Terdapat beberapa rak buku yang berjejer rapi disana, di dinding rak, tertempel huruf-huruf abjad.”

“Tao, pergi ke rak dengan abjad C.” Suho memberikan instruksi.

Dengan langkah lebar, Tao berjalan menuju rak buku dengan abjad C. “Siapa namanya?”

“Cheon Guk Woo.”

Jari telunjuk Tao menyusuri nama-nama yang tertempel di tepi jejeran dokumen sementara salah satu tangannya terus memegang senter.

“Cheon Guk Woo!” Tao berseru begitu mendapatkan sebuah dokumen yang bertuliskan nama Cheon Guk Woo di tepinya. Ia membka dokumen dan mengeluarkan ponselnya. Dengan cepat, ia memotret seluruh isi dokumen itu yang mana ponselnya juga terhubung dengan komputer Suho sehingga seluruh gambar yang di dapatnya akan langsung terkirim.

“Bagaimana? Apa terlihat jelas? Apa kalian mau aku memotret ulang?”

“Tidak, ini cukup jelas. Sekarang sebaiknya kau keluar. Kita sudah mendapatkannya.”

“Jalan mana yang harus aku lewati?”

“Kau bisa melewati jalan depan karena seluruh penjaga masih tertidur. Cepat!”

***___***

“Kerja bagus.”

Suho dan yang lain menyambut mereka yang telah menyelesaikan misi pertama. Tubuh tinggi Chanyeol menyeruak, langsung memeluk dua sahabatnya sekaligus.

“Kalian berhasil. Tao, kau berhasil.” Ia menepuk-nepuk punggung Sehun dan Tao.

Tao tersenyum, “Terima kasih, Chanyeol.”

“Yang tadi akan menjadi hal yang paling menegangkan dalam hidupku. Aku bahkan tidak percaya aku bisa melakukannya. Aku pikir, aku akan ditangkap oleh penjaga.”

“Tidak. Kau melakukan hal yang bagus.” Baekhyun menunjukkan ibu jarinya pada sahabatnya. “Kau berhasil.”

Suho tersenyum melihat wajah-wajah bangga dari anggota timnya itu, “Sebaiknya kalian pulang ke rumah karena hari sudah berangsur pagi. Kita harus pergi sekolah.”

Lay melirik arlojinya, “Oh, kau benar. Ini sudah jam 3 pagi.”

“Ah sial, aku rasa aku akan tidur di atap sekolah pagi ini.” rutuk Tao mengacak rambutnya.

Sehun mengangguk, “Aku rasa aku akan menemanimu.”

Suho lagi-lagi terkekeh, “Apa kalian tidak memiliki pekerjaan rumah?”

“Jangan mengkhawatirkan itu. Kami tidak akan melewatkan pekerjaan rumah karena kami memiliki Luhan.” sahut Sehun. “Sudahlah. Kami akan pulang sekarang. Sampai jumpa besok.

”Kami pulang dulu, Suho.” Kai ikut berseru.

“Baiklah. Aku akan memberitahu kalian jika aku sudah selesai menyelidiki dokumen ini.”

Mereka semua keluar dari ruang rahasia yang ada di bawah gudang Suho. Berjalan menuju ruang parkir dan mobil mereka masing-masing.

“Baekhyun.” Baekhyun menoleh ketika dia hendak masuk ke dalam mobil Lay. “Dimana mobilmu?”

“Aku menjualnya.”

Kedua alis Tao terangkat tinggi, “Ha? Kau menjualnya? Kenapa?”

“Itu urusanku.”ucapnya pendek kemudian masuk ke dalam mobil Lay. Mobil itu berlalu, pergi meninggalkan rumah Suho lebih dulu.

“Dia mengalami kesulitan keuangan. Sebaiknya kau tidak bertanya tentang hal-hal seperti itu.” Chen menjelaskan pada Tao.

Chanyeol dan Sehun saling pandang setelah mendengarnya. Mereka pikir Kai dan teman-temannya adalah orang-orang kaya yang suka menghamburkan uang. Ternyata mereka salah, Baekhyun juga memiliki kesulitan keuangan seperti mereka.

Di dalam mobil, Kai hanya membiarkan Chen yang menjelaskan keadaan Baekhyun pada tiga lawannya itu. Dia pikir tidak ada hal yang perlu mereka tutupi lagi untuk menjadi angkuh.

“Chen, kau tidak pulang?” Kai menjulurkan kepalanya di jendela.

Chen berbalik ke belakang, “Baiklah. Ayo kita pulang.” kemudian ia menatap Tao lagi, “Aku pulang dulu. Sampai jumpa.”

“Baiklah. Hati-hati.”

Setelah Chen dan Kai pergi, Tao, Sehun dan Chanyeol juga bergegas. Malam itu, Tao pulang ke rumah Chanyeol.

***___***

“Apa semalam kalian pergi keluar?” Luhan menatap satu-persatu temannya dengan mata menyipit. “Kenapa kalian terlihat seperti kelelahan? Dan tadi… Tao dan Sehun membolos pelajaran pertama bersama. Kalian pasti tidur di atap, kan?”

Wajah-wajah lelah itu tertangkap jelas oleh mata Luhan. Ketiganya hanya diam sementara Kyungsoo berpura-pura sibuk memakan makannya. Jangan sampai Luhan bertanya padanya.

“Kami memperbaiki mobil hingga malam hari.” elak Chanyeol. “Karena itu kami sangat lelah.”

Tao mengangguk, “Kau tau, ada banyak mobil rusak yang datang ke bengkel jadi aku datang membantu. Kami benar-benar begadang semalaman untuk memperbaiki mobil.”

“Jika begitu kenapa kalian tidak memanggilku?”

“Kami bisa melakukannya sendiri.” sahut Sehun. “Lagipula, bagaimana jika kau kelelahan seperti kami? Kau akan menderita sepanjang pelajaran karena kau tidak bisa membolos.”

“Aku rasa menjadi murid pintar yang mendapat beasiswa tidak sepenuhnya baik. Mereka harus terus mempertahankan citra baik di depan semua guru.” Tao mendengus lalu ia memukul pundak Sehun. “Bersyukurlah karena kau memiliki otak yang bodoh karena kau bisa bebas melakukan apapun”

Sehun seketika mendelik, “Apa maksudmu?!”

Luhan terkekeh melihat teman-temannya, “Baiklah. Sepulang sekolah nanti aku akan membantu kalian memperbaiki mobil.”

***___***

“Sepertinya aku pernah ke tempat ini.”gumam Kai memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Pria itu menghentikan mobilnya di tepi jalan dan mengeluarkan ponselnya. Membuka kotak pesan dan membaca sekali lagi pesan yang dikirimkan oleh teman sekelasnya. Kemudian ia memeriksa alamat yang telah ia masukkan ke dalam alat GPS mobil. Dia memasukkan alamat yang benar.

“Aku yakin aku pernah kemari.” gumam pria itu lagi.

Ia terus mengikuti arah GPS dan tak lama tiba di sebuah rumah. Di samping rumah itu, terdapat sebuah bengkel kecil. Kai keluar dari mobilnya dan menatap bengkel itu ragu.

“Apa Taekwon sedang mempermainkanku? Brengsek.”

Dengan cepat dan setengah kesal, Kai mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan mencari nama Taekwon di daftar kontak. Beberapa menit kemudian, Taekwon menjawab panggilan Kai.

“Ya! Kau menipuku?! Kau cari mati?!” Tanpa mengucapkan salam dan basa-basi, Kai langsung berteriak.

“……”

“Aku bertanya tentang bengkel yang bagus! Bengkel ini bahkan terlihat tidak meyakinkan sama sekali!”

“……”

“Kau benar-benar tidak sedang menipuku, kan?!”

“……”

“Huh? Benarkah?” Suara Kai perlahan merendah.

“…….”

“Baiklah. Tapi jika hasilnya jelek, aku pasti akan menghajarmu!”

Kai mematikan panggilannya secara sepihak dan menatap bengkel kecil itu kembali. Setelah beberapa saat mengumpulkan keyakinan, akhirnya ia berjalan mendekat.

“Permisi.”serunya memasuki bengkel. “Aku ingin memperbaiki mobilku.”

Seseorang menarik tubuhnya keluar dari bagian bawah mobil dan berdiri menghadap Kai.

“Apa yang kau lakukan disini?!”seru Kai terkejut setengah mati melihat seseorang itu.

Seseorang yang ternyata Chanyeol itu tak kalah terkejut, “Harusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang kau lakukan disini?!”

“Siapa Chanyeol?” Sehun dan Tao juga menarik tubuh mereka dari bagian bawah mobil begitu mendengar keributan. Dan ketika mereka melihat Kai, keduanya sama-sama terkejut, “Kau?!”

Kai berkecap. Apa-apaan ini? Apa Taekwon adalah mata-mata yang sengaja mengantarkannya ke kandang musuh? “Tsk, apa kalian bertiga bekerja di bengkel ini?”

“Apa maksudmu dengan bekerja?” ketus Chanyeol. “Ini bengkelku!”

“Apa?! Bengkelmu?!” Mata Kai membulat tak percaya. “Sungguh?!” Astaga, sekarang dia yakin jika Taekwon adalah mata-mata.

Sehun maju beberapa langkah, berdiri di samping Chanyeol, “Kau mau memperbaiki mobilmu disini? Haruskah aku merontokkan bagian depannya dan mengubah mobilmu seperti mobil bekas?”

“Apa maksudmu dengan mobil bekas?” Sebuah jitakan tiba-tiba mendarat di kepala Sehun membuat pria itu langsung meringis kesakitan memegangi kepalanya. “Kau cari mati?!”

Gawat, sang penguasa datang.

Kai ikut terkejut dengan hal itu. Ia mengerjap bingung kemudian menoleh ke kiri, menatap seorang wanita yang begitu berani memukul kepala Sehun dan membentaknya.

“Noona?” Bukankah wanita itu adalah seseorang yang pernah ia temui dulu?

Yoora memandang Kai dengan kening berkerut, “Siapa kau?”

“Noona, apa noona tidak ingat? Aku pernah mengantar noona pulang dari supermarket waktu itu.”

“Supermarket?” Kening Yoora semakin berkerut.

Kai mengangguk-angguk, “Ketika seorang polisi mengganggumu.”

“Ah, kau!” Yoora teringat kejadian beberapa saat lalu. “Kau murid yang membolos waktu itu, kan?”

Kai terkekeh, “Benar. Aku senang karena noona masih mengingatku.” ia tersenyum lebar. “Apa noona juga ingat tentang janji noona dulu? Noona akan–”

“Janji apa?!” Chanyeol langsung menarik lengan Yoora ke belakang tubuhnya, menjauhkannya dari Kai. “Kalian pernah bertemu sebelumnya? Dimana?” ia mulai menginterogasi kakaknya itu. “Dan kenapa noona tidak bilang jika ada seseorang yang mengganggu noona? Siapa? Polisi? Apa aku mengenalnya.”

“Tidak.” Yoora buru-buru mengelak. “Kau tidak mengenalnya, Chanyeol.” Ini gawat jika Chanyeol mengetahui tentang Kris.

“Noona, apa noona mengenal mereka juga?”tanya Kai.

“Aku adalah adiknya!” Chanyeol menekankan ucapannya. “Apa kau sedang mencoba merayu kakakku? Kau cari mati?”ancamya menatap Kai tajam.

“Haruskah kita benar-benar menghancurkan mobilnya, Chanyeol?”sahut Sehun.

“Hey, apa yang sedang kalian lakukan?” Yoora berusaha menengahi. “Dia tidak berniat buruk. Dia justru membantuku waktu itu.” ia menjelaskan.

“Lalu janji apa yang dia maksud? Noona memiliki janji seperti apa dengannya?!” Chanyeol mulai kesal.

“Begini Chanyeol…eum…sebenarnya waktu itu…” Yoora memutar bola matanya, terlihat gugup.

“Dia akan memberikanku nomor ponselnya jika kita bertemu lagi.” Kai yang menyahuti. “Dan sekarang kita bertemu.”ucapnya santai.

Chanyeol sontak mengulurkan tangannya dan mencengkram kerah baju Kai, menarik tubuh pria itu ke hadapannya kasar, “Jangan berharap kau bisa mendapatkan nomor ponselnya!”

“Chanyeol.” Yoora mencoba melepaskan cekalan Chanyeol.

“Hei, kawan. Sudahlah.” Sehun ikut membantu, ia menarik lengan Chanyeol pelan agar sahabatnya itu melepaskan cekalannya.

Kai terkekeh sambil merapikan bajunya yang menjadi kusut, “Jangan terlalu sensitif.”

“Yang ku tau, kau adalah bajingan. Jadi jangan coba-coba merayu kakakku!” Chanyepl menggertakkan giginya kesal.

Mendengar keributan yang terjadi, Kyungsoo berlari keluar menuju bengkel. Ia melihat ketegangan terjadi di sana terutama di wajah Chanyeol. Takut-takut, pria itu mendekati mereka. Dari arah berlawanan, Luhan juga muncul dan keningnya seketika berkerut ketika ia mendapati Kai ada disana.

“Jangan menilai orang dari luarnya, mungkin saja aku juga memiliki hati yang baik.” balas Kai tetap dengan sikpanya yang santai.

“Diamlah…dan cepat bawa mobilmu kemari.” Sehun berdecak malas.

Chanyeol langsung menoleh, menatap Sehun dengan mata terbelalak, “Aku tidak bilang jika aku mau memperbaiki mobilnya!”

“Sudahlah Chanyeol. Jika dipikir-pikir, memperbaiki mobilnya bisa membuat kita mendapatkan uang. Tidak ada ruginya.” Sehun mencoba mencairkan suasana hati Chanyeol.

“Ada apa ini?” Luhan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya lebih lama lagi. Ia maju beberapa langkah, berdiri di samping Kai. “Apa yang kau lakukan disini?”

“Oh, kau?” Kai tersenyum. “Jadi kalian semua bekerja disini?”

“Kami tidak bekerja.” Pria tampan itu menggeleng. “Aku bertanya padamu, apa yang kau lakukan disini?”ulangnya lagi.

“Aku hanya ingin memperbaiki mobilku.” Ia menunjuk mobilnya yang terparkir di depan bengkel. “Teman sekelasku merekomendasikan tempat ini untukku. Aku rasa dia adalah mata-mata kalian.” ia terkekeh geli.

“Kau pikir kami selicik itu?”sahut Tao, ia berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada. “Jika kau kesini untuk memperbaiki mobilmu, sebaiknya kau tidak banyak bicara atau aku akan menghancurkan mobilmu.”desisnya.

“Kai, tolonglah. Sebaiknya kau pergi sekarang.” Yoora ikut bersuara. Ia takut akan terjadi sesuatu karena raut wajah Chanyeol masih terlihat kesal.

“Noona, tapi aku ingin–”

Tiba-tiba ponsel Kai berbunyi, memotong ucapannya. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku, ia langsung mendekatkan benda itu ke telinga begitu membaca nama Lay disana.

“Ya?”

“…”

“HAH?! SUNGGUH?!”

Pekikan Kai barusan membuat yang lain saling pandang bingung.

“Mobilku tidak bisa digunakan untuk saat ini, aku akan naik taksi.”

“…”

“Aku kesana sekarang!”

Wajahnya berubah menjadi panik sesaat setelah ia menerima telepon. Sepertinya percakapan itu sangat mengejutkan karena Kai yang biasanya santai kini berubah pucat pasi.

“Ada apa?”tanya Sehun.

“Ibu Baekhyun mengalami serangan jantung. Sekarang sedang kritis di rumah sakit. Aku pergi sekarang.”

Pria berkulit gelap itu berbalik, bergegas pergi namun suara Tao segera menghentikannya.

“Kai.” Ia berbalik lagi. “Pakai motorku.” Tao melemparkan kunci motornya pada Kai yang langsung ditangkap olehnya. Tanpa pikir panjang, Kai mengangguk dan melanjutkan langkahnya setengah berlari.

Luhan tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Kai tiba-tiba datang dan Tao yang begitu saja memberikan kunci motornya. Luhan bukannya tidak senang dengan hal itu, dia justru bahagia karena akhirnya mereka bisa berdamai. Tapi tetap saja ini terasa aneh. Kenapa semuanya begitu tiba-tiba?

TBC

Posted in: FF | Tagged:

38 thoughts on “FF : GROWL Chap. 19

  1. osehn96 berkata:

    wuhuuu lagi seru2nya tbc ahahah. Oh iya pas adegan menjalankan misi aku jadi inget drama korean healer, hihi aku suka aku suka🙂 . Please luhan dibuat terus bertanya-tanya yaaah hihi

  2. Niza berkata:

    wah wah wahhhh spertinya kadaan udah mlai mbaik nihhhh
    Tpi ibu baekhyun,… Ya ampun smoga gk apa” dehhhh
    D tnggu klnjutan.y hwaiting !!!!!

  3. mongochi*hae berkata:

    yah….knp tbc dsaat yg tegang ???
    hn..trnyta geng kai gk ssempurna kliatanny..

    hunmppttt kya mekanisme rantai makanan aj ya sistem pertemuan mereka utk sling berhub. contohny aj yoora dg kai

    selamat utk kesuksesan misi perdanany. misi berikutny dtunggu

  4. wikapratiwi8wp berkata:

    Haduuuhhh…gugup sih…berat ya misi nya?? keren…gue suka tuh kalau baca atau nonton yang lagi nyelesain sebuah misi kayak gitu..asyik aja bacanya keren…kece…hehhee dan kali uri exo sedang menghadapinya…
    Waaahhh fighting yaakkkk..hehehe oh iya Lulu jadi bingung tuh…haha🙂

  5. CheesyByun berkata:

    kak mija deg deg an ini….
    kelakuan tetep yaaa uda baek pada akur.. eee balik lgi luxing ama anjing nya ckckckck
    tapi suka ama.persahabatan mereka… saling ngebntu dan nhebutuhin satu sama lain walaupun masih ada.rasa.jengkel kali ya hahahaha
    lucu aja….

    ps: kok pendek ya kak😉

  6. sela ira berkata:

    makin seru aja author ceritanya
    wahh aku suka banget cerita ini dari awal chapter
    keep writing thor🙂
    jangan lama-lama buat chap selanjutnya hehe

  7. Jung Han Ni berkata:

    aaahh!!! akhirnya di update xD seru banget seru banget!😄
    wahh kai sama yoora ketemu lagi, dan chanyeol skarang udah tau >< keep writing and hwaiting! q(^.^)p

  8. XI RA BY berkata:

    Haaah misi pertama selesai. Bersiap siap untuk misi selanjutnya dan berharap semoga lebih menegangkan lagi.
    Seneng dehh sehun cs akhirnya bisa bicara baik sama kai. Dan bangga banget sama friendly mereka.
    Next.
    Oyaaa.. Oh mi ja buat ff fantasy EXO yg bru dong soalnya ff fantasy oh mi ja udh hmpir tamat semua. Rikues ceritanya.

  9. Ren berkata:

    Woaaaaa hoho akhirnya muncuk jugaaaa
    itu ga lama lagi mereka bakalan damai ky nya/? wkek
    pgn luhannya ikutan ke misi itu juga sm d.o wkwk

  10. Annisa Icha berkata:

    Suka sama FF action kaya’ gini, seru seru keren gitu.
    Luhan jadi bingung😀
    Walaupun mereka musuh tapi mereka punya rasa simpati, lama-lama mereka bakal jadi sahabat, berawal dari hal-hal kecil yang nggak mereka sadari membuat mereka saling mengerti & saling membantu

  11. Shofalina Han berkata:

    huaaaaaaa akhirnya di lanjuutttttt…
    kangen sama FF ini😀
    kereeeennn..
    bisa jadi kan mereka saling khawatir satu sama lain..
    tapi gengsi karena mereka adalah musuh, membuat kekhawatiran itu entah kemana .-.
    tapi aku selalu tunggu lanjutannya..
    huaaaaa!!!!!

  12. ranrin berkata:

    Pertama komen untuk ff ini.
    Seneng akhirnya misi pertama mereka berhasil. Jadi tambah akrab aja mereka semua.
    Aku pikir Baekhyun itu juga termasuk dalam orang kaya, ternyata enggak. Mudah-mudahan ibu Baekhyun nggak apa-apa.

  13. Nurnie berkata:

    Kirain mslh bkalan kelar .. Ehh trnyata datang mslh baru lagi .. Hdeuuhh, smoga baek bisa tabahh yaa😦 ..
    Nextt eonni

  14. alzaraapriliani berkata:

    akhirnya update lagiiiii…
    next chapternya di tunggu…BANGET…thour
    yg lain diupdate juga ya..jeballl..jangan lama” ya…
    fighting.

  15. M berkata:

    Baru ketemu ff ini eh ternyata udh sampe chaper 19.. jd maaf yaa baru kasih komen sekarang hihihi..
    Kapan partnya kris ada lg?? Udh kangen nih :((

  16. HunHo_Suho berkata:

    Ouh tao kau membuat rahasia terbongkar sedikit demi sedikit, lihat si luhan udh penasaran kan, keren ff ini kak mija, aksi menerobos gedung itu menurut ku kurang terbawa suasana dan saya gk deg degan baca nya 😭😭 maaf ya kak itu menurut ku, tpi gk papa deh yg penting ff ini tetap berlanjut ya semoga part selanjut nya kak mija bisa lebih buat kami terbawa suasa nya, okee next di tunggu banget dan ff kakak yg lain d tunggu jga yoo 😁😁 SEMANGAT !!!!!

  17. ellalibra berkata:

    Asyiiiiiiikk udh mulai bersahabat kai sm kelompok sehun ,,semoga persahabatan mrk semakin erat,, semoga misi mrk jg berhasil ,,fighting eon bt next chap nya

  18. rinmitsuki berkata:

    udah ketinggalan banyak,, jand harus ngebut baca ceritanya. sipppp akhirnya kai sama kelompok sehun udah baikan.. tapi penasaran dokumen apa sih yang di cari sama mereka?? aduhh efek ketinggalan banyak nih.;(

  19. Nanako gogatsu berkata:

    Padahal lagi seru-serunnya baca ehhh.. Malah TBC dah nongol.. Hohoho… ^o^ keren banget pokoknya ni ff.. Hehe😀 buat mija eonni semangat… -.-9

  20. OhSaera's berkata:

    Mission success!!
    Aduh, jangan tengkar terus dong. Dan q masih penasaran tentang hubungan Yoora-Kris-Suho yg masih jadi misteri itu
    Lanjut ya, hwaiting 😘😘😘

  21. atik_han berkata:

    yeay akhirnya update jga , slalu ga sabar tiap nungguin Ffnya eonnie ohmija , daebak dah ..
    sehun cs akhirnya sdikit demi sedikit bisa akur jga ..
    eonnie klo bisa updatenya jangan lama2 dong ..

  22. Autumn1208 berkata:

    Lambat laun persahabatan akan terjalin tp justru semakin banyak hal yg hrus mereka selesaikan.

    Semoga Luhan dan Kyungsoo bisa cepet tahu dan bisa bergabung dengan mereka di misi” berikutnya,,

    ibu baekhyunn??? Semoga gak kenapa”,,,

    kai ternyata orang’y peduli pada yg lainya,,,

    nexttt authornimm,,,,

  23. deyaannisa berkata:

    Yehet!!!
    Akhirnya ada juga kelanjutannya/sujudsyukur/
    Misinya sukses!!! Deg-deg-an parah bacanya juga… Keren bangetlah!!!

    Itu luhannya juga bingung gitu,gegara gak dikasih tau masalah mereka. Takutnya,entar luhan tau sendiri terus dia kecewa sama sahabat-sahabatnya. Trus entar persahabatan mereka rusak😥 Gakk mauuuuu…. Semoga aja enggak😀

  24. tartar berkata:

    klo di jadiin drama bsa lbih keren lagi nih.. apa lagi yg berperan bnar” tokoh aslinya exo. wuhuuu.. daebak kerenlah 👍👍👏

  25. magnaemochiwin berkata:

    sumpah baper bgt baca ff ini dari chapter pertama sampai sekarang. pleaseeeeeeeeee need next chapter. author ini udah jadi favorite gue bgt. thanks buat ceritanya yg sangat menyentuh menarik pokonya berasa perfect lah bikin alur ceritanya. sebenernya udah hampir semua ff ciptaan otak oh mi ja udah gue baca. SEMUANYA BAGUS GAK ADA YG JELEK!!!!!😀

  26. diyah pudji rahayu berkata:

    wuiiihh tegang’a…, akhir’a misi pertma sukses, ff oh mija keren” banget, acung 2 jempol…, tp q agak kerepotan nyaci chap’a, hehehe…, tq ohmija, lanjut lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s