Something Hidden [Their Childhood]

something hidden new

Author: SakuRaa (@_raraa84)
Title: Something Hidden [Their Childhood]
Cast:
-Byun Baekhyun (Baekhyun)
-Oh Sehun (Sehun)
-Kim Jongin (Kai)
-Park Chanyeol (Chanyeol)
-Do Kyungsoo (Kyungsoo)
-Kim Joon Myun (Suho)
Genre: Family, Brothership, Friendship, School, Life.
Rating: General
Length: Oneshoot
Note: Side Story dari fanfiction Something Hidden. Menceritakan tentang masa kecil kehidupan mereka. Tetap tunggu Chapter 8 nya oke?😀

“dari mereka kecil, mereka tidak mengerti bagaimana begini, atau, begitu. Mereka tak paham apa itu dunia orang dewasa, tetapi percayalah, mereka menyadari.”

==========


“Pesta-nya membosankan.” Kyungsoo kecil mendengus sambil menggoyang-goyangkan kakinya.

Mereka mengangguk setuju. “Aku ingin pulang.”Gumam gadis kecil dengan dress bunga-bunga yang duduk diantara mereka ber-2.

Chanyeol menyahut, “Tapi Ibuku bilang ini pesta yang sangat penting.” Oh tentu saja, bagi orang tua mereka ini sangat penting, walau jauh dari bayangan Kyungsoo.

Kyungsoo membayangkan pesta itu penuh kejutan, kue, permen, badut lucu, mainan, dan segala hal yang pernah ia lihat dipesta ulang tahun ke-6 nya tahun lalu.
.
.
.
“Hei, kau menumpahkannya!” Mereka ber-3 serentak menoleh kesumber suara. Tidak jauh ditempat mereka duduk, 2 anak laki-laki sedang bersitegang (rupanya). Yang satu sedang membawa gelas setengah kosong, dan yang satu membawa robot iron-man.

Anak laki-laki yang membawa iron-man itu tidak mau kalah. Ia ikut berteriak kearah anak didepannya. “Aku tidak sengaja!”

“Tapi kau tetap yang menumpahkannya!”

“Ya iya tapi aku tidak sengaja!”

“Sehun..”
Sehun menoleh ragu kearah ayahnya yang sedang berbicara dengan seorang pria, ayahnya memberi isyarat tatapan mata untuk jangan-nakal-Sehun-atau-ayah-akan-menghukummu.
“Ne appa.”Sehun lalu mengulurkan tangannya keanak laki-laki didepannya, “Maaf..”

Anak itu tersenyum lebar, daritadi itu yang dia inginkan, Sehun meminta maaf atas kesalahannya. “namaku Kai!” Soraknya sambil meraih tangan Sehun, Ia seakan lupa total dengan gelas yang setengah kosong karena Sehun menubruknya dengan iron-man itu secara tiba-tiba. (juga mengabaikan noda jus jeruk dikemejanya)

Sehun yang merasa bersalah, sekarang mulai tersenyum, “Aku Sehun.”

Kai memajukan wajahnya ditelinga Sehun, “Hei, mereka daritadi melihati kita.” Kai menunjuk Kyungsoo, Chanyeol, dan Jihyun yang duduk dibangku pinggir kolam renang.

Sehun mengikuti arah telunjuk mungil Kai, “Mana?”

*

Mereka bertemu di pesta. Mereka masuk di sekolah-dasar milik keluarga Sehun (kecuali Chanyeol, ia tetap kembali ke China karena tujuan mereka datang ke Seoul hanya untuk menghadiri pesta itu, dan ia berjanji akan datang untuk pesta-pesta selanjutnya.)

mereka senang karena yang mereka tahu hanya bermain, menggambar, menulis beberapa kalimat, berhitung, berkirim surat (Jihyun mengirim surat ke Kai, tetapi Kai membalas untuk Sehun, dan Sehun mengirim ke Kyungsoo dan dia merobek kertas dibuku tulisnya, menulis surat untuk Jihyun)

Mereka tidak tahu hal menyenangkan selain berkumpul dikantin, bermain petak-umpet, memberi makan ikan dikolam belakang sekolah, atau menghadiri pesta yang sama membosankan dengan orang tua mereka, setidaknya mereka bersama, (sekedar informasi, Kyungsoo pernah tercebur kolam renang karena refleks mengambil robot Transformer milik Sehun)

Dan diakhir carnaval musim panas, yang mereka tahu, Kai adalah murid yang paling berbakat. Memang tidak sepintar Kyungsoo dalam menghitung deret bilangan, atau Jihyun yang bisa menghafal bagian tumbuhan dalam semalam, tetapi tetap saja Kyungsoo, Jihyun, dan Sehun akan terpana melihat Kai dibawah sinar lampu sorot, dengan background ‘Carnaval akhir musim panas sekolah’ dengan musik random, dan tubuh Kai menikmati alunan itu, ia menari. Walaupun seadanya karena tubuh Kai belum mengalami fase ‘pubertas’, tetapi cukup menghibur siswa seantero sekolah.

Setelah turun dari panggung, Kai langsung disambut ke-3 sahabatnya, “Hei ajari aku tarian itu dong!” Sehun hampir merangkul pundak Kai sebelum ia menyadari Kai banjir keringat.

“Tidak, ah. Nanti kau menyaingiku!”

Sehun cemberut, “Huh, dasar pelit.”

“Kai..” Jihyun dengan senyum manis itu menyodorkan botol minuman kearah Kai. Wajahnya tersipu, pipinya merah muda, kontras dengan kulitnya yang putih bersih, Kai ingat, syal rajut warna ungu itu buatan Ibunya. Dan Kai mungkin akan meleleh dengan senyuman itu. “Terimakasih, Hyun.”

*

“Tidak usah melihatinya seperti itu, kau menyukainya ya.” Kyungsoo menyadarkan Jihyun yang masih menatap ke Kai yang melambaikan tangan kearahnya dibalik jendela mobil.

“Apa sih!”

Kyungsoo tertawa karena pipi Jihyun tiba-tiba memerah seperti kepiting rebus.

“Ayo pulang! Sudah sore, nanti Ibuku marah” Kyungsoo mengamit tangan Jihyun dan mulai melangkah meninggalkan sekolah. Rumah mereka tak terlalu jauh dari sekolah, Jihyun dan Kyungsoo akan berpisah dipersimpangan jalan.

*

Mereka tak benar-benar ingat bagaimana mereka tes masuk Sekolah Menengah, atau mungkin orang-tua mereka yang sudah mendaftarkan mereka disekolah terbaik di Seoul – tidak, di Korea Selatan. Mereka mulai mengerti tentang uang yang bisa menopang kehidupan mereka sampai saat ini. Entah apa artinya saham, investasi, deadline, delay, meeting, proyek, atau kata-kata yang tak asing ditelinga mereka itu.

Mereka tetap bersama, bukan bermain petak umpet, bukan dating kerumah Sehun hanya untuk mencomot habis kue bolu buatan ibunya Sehun (mereka sudah tidak kecil lagi, oke) atau membawa robot iron-man kemana-mana, hah itu konyol. Mereka mulai pergi ke Arcade, kelapangan golf dengan orangtua mereka dan beberapa pria asing, bermain bola, berlatih music, ikut ke pesta bersama orang tua mereka, melihat orang tua mereka jarang dirumah pun itu hal biasa.

Bagaimana ayah-ibu Sehun yang bekerja sampai malam hari, atau Ayah Kyungsoo yang jarang dirumah, ayahnya berkata bahwa ia pergi untuk membelikan Kyungsoo mainan, (dan ayahnya sadar bahwa anaknya sudah tak butuh mainan itu seperti anak TK), dan Ayah Kai yang selalu mengajari nya untuk disiplin, memperkenalkannya dengan beberapa orang berdasi-dan jas disebuah pesta, menghadiri pertemuan yang disebut meeting, (walau Kai hanya duduk disebelahnya).

Mereka tak benar-benar tahu, atau benar-benar mengerti, tetapi mereka menyadari.

Juga saat Kyungsoo berlari ke kelas Kai dan Sehun, keringat mengucur didahi, nafasnya sudah tak karuan bagaimana, mereka, Kai dan Sehun, menyadari semuanya tidak akan sama lagi.

“Jihyun akan pindah ke Paris! Siang ini!”

*

Setelah kelas 2 SMP, posisi Jihyun berganti dengan Chanyeol. Si jangkung dengan senyum kelewat lebar itu, membawa suasana baru ditengah-tengah mereka yang sedang bersedih dengan kepergian Jihyun ke Paris. Mereka tahu keluarga Jihyun punya alasan. Salah satunya karena bisnis ayahnya gagal.

Lain dengan mereka ber-3, Chanyeol sudah diajarkan pelajaran berharga oleh orang-tuanya sejak kecil. Bahwa suatu saat nanti, ketika ia sudah besar dan cukup umur, ia pasti akan menggantikan posisi orang-tuanya diperusahaan, menjadi seorang pewaris, apalagi ia satu-satunya anak laki-laki dikeluarga mereka.
Walau Chanyeol tak mengerti artinya, ia perlahan menyadari, dengan bertambahnya umur, ilmu, dan kedewasaan.
Bertambah tinggi juga, ngomong-ngomong.
.
.
.
“Aku bingung mengapa kau tumbuh tinggi padahal kau tak suka makan sayur.” Kyungsoo melirik piring Chanyeol disampingnya, Kai dan Sehun ikut melongok kearah piring yang sudah terpisah antara sayur, lauk pauk, dan nasi. Kebiasaan Chanyeol memang, memisah-misahkan semua itu, dan yang tersisa adalah sayur.

Chanyeol ganti melirik piring Kyungsoo dan porsi sayur lebih banyak disana, ia mengucap sinis,
“Oh jadi kau mencoba mengatakan kalau kau setiap hari makan sayur, dan tidak tumbuh tinggi?”

Sehun tersedak ramen panas dimulutnya, dan Kai hampir menyemprotkan minumannya, mereka tertawa dan Kyungsoo hanya memukul pundak Chanyeol. “Hei!”

*

Tahun terakhir disekolah menengah, mereka tidak terlalu fokus untuk menghadapi Ujian, mereka tahu orang tua mereka tidak akan mendaftarkan mereka ke sekolah yang buruk, mereka malah sering melakukan hal-hal random, seperti bermain basket di gedung Olahraga, padahal saat itu pelajaran Sejarah sedang berlangsung, atau, ke tempat karaoke (mereka tidak ke Bar karena belum cukup umur), Arcade, mereka hafal permainan favorit Kai dan Sehun adalah DDR. Mesin dance yang cukup menggerak-gerakkan kaki serta diiringi lagu yang menyenangkan itu cukup menghibur.

Mereka selalu bersama.
Itulah alasan mengapa para siswa sering memandangi mereka, siswa laki-laki iri dengan pesona mereka, si kapten Basket, Chanyeol, dancing machine, Kai dan Sehun, atau Kyungsoo yang selalu masuk rangking 10 besar (hanya dia yang pintar akademis). Tidak sedikit mereka menemukan surat-surat dari para siswa perempuan dilocker mereka, mereka membacanya dan membuangnya,
“mereka hanya iseng.” Itu ucap Kai.
“apa kita perlu membentuk fansclub?” sahut Chanyeol sambil memutar-mutar basket ditangannya. Dan berakhir jitakan dari Sehun. “konyol.”

Girls want them, and boys want to be them. That’s simple. (from fanfiction ‘Don’t stand so close to me’ by Fikeey)
.
.
.
“Hati-hati otakmu bisa pecah dengan buku-buku itu, Kyung.”

“2 bulan lagi Ujian Akhir, kawan.”Kyungsoo melempar pandang ke Chanyeol. Mempertahankan lebih sulit dari mendapatkan, kan? Sebenarnya Kyungsoo lebih mudah mendapatkan nya. ia selalu mencetak namanya diurutan teratas papan pengumuman sekolah, dia saja cukup kesulitan melihat namanya sendiri karena, ehem, tubuh tak begitu tinggi milik Kyungsoo.

Entah sejak kapan Kai mempunyai kebiasaan memutar-mutar jam pasir ditangannya. “Aku ingin sekolah di Amerika. Kehidupan disana menyenangkan.”

“Kau yakin ayahmu mengijinkannya?” sahut Sehun. Oh dia hafal sekali dengan kehidupan Kai dan bagaimana tipikal ayah Kai jika bertindak.

Kai mengedikkan bahunya ragu, “Aku belum bilang sih. Tapi dia tak begitu peduli dengan sekolahku.”

“Ayahku bilang agar aku fokus belajar tentang bisnis, perusahaan, dan ekonomi. Ah membosankan.” Chanyeol lalu membanting stick PS kepangkuannya. “Aishh, kalah lagi.”

“Asisten ayahku telah memasukkan ku disekolah ayahmu Kai, Yongguk high-school.” Suara telpon berdering dan mereka semua tahu itu Handphone milik Sehun.

Ia merogoh saku jeansnya dan melirik nama yang tertera dilayar. “Ya, eomma?”

Jeda. Sehun tak yakin apa yang ia dengar adalah suara isakan, tetapi ia makin melekatkan handphone itu ditelinganya. “A-ada apa.. eomma?” Suara Sehun mulai panik dan perasaannya mera tidak enak. Chanyeol yang menyadari ekspresi serius Sehun langsung memelankan suara di layar TV.
“Ayahmu.. ayahmu, di-dia menghilang, Sehun.”

Sehun mematung, pikirannya entah kemana, jarum jam seolah berhenti bersamaan dengan jantungnya yang merosot kedasar perut. ia hanya mendengar Ibunya berbicara ditelpon tanpa meresponnya, satu pemikiran lewat diotaknya sepersekian detik,
ia mengingat apa yang ia tak sengaja dengar diruangan itu, ia mengingat ancaman ayahnya untuk tidak memberitahu tentang itu pada siapapun, bisnis ayahnya juga tiba-tiba merosot tajam belakangan ini, (walau ia tak memberitahu teman-temannya).

Tentang seorang anak bernama Byun Baekhyun, yang merupakan darah daging dari Tuan Kim juga. Seorang anak haram yang mungkin tak pernah mereka inginkan. Anak yang akan menjadi aib bagi keluarga Kim. Sehun tahu itu. Ia lebih banyak tahu dari Kai karena tak sengaja mendengar semuanya ketika ia berniat meletakkan berkas-berkas ayahnya diruang kerja ayah Kai.

Siapa yang berharap seperti itu? Siapa yang berharap kakinya seakan terpaku didepan pintu dan mendengar lebih banyak lagi, huh? Baekhyun, Byun Baekhyun. Untung saja dia tidak terdidik dari ayahnya yang munafik itu.
“Ada apa, Sehun?” Kai menepuk pundaknya menyadarkan pikiran Sehun yang sudah jauh ke masa lalu.

Ia berbalik, sorot mata Sehun berubah saat ia menatap Kai penuh kebencian, giginya bergemeretuk, ponselnya ia genggam kuat-kuat, tangan kirinya mengepal dan bergetar,

“Aku membencimu..” desisnya, walaupun semua orang disana bisa mendngar jelas ucapan nya yang tiba-tiba.

Dan Sehun, Kai, juga semua mungkin menyadari, bahwa semuanya tidak akan pernah sama lagi.

***

Jauh dari kota besar bernama Seoul, seorang anak bernama Byun Baekhyun tumbuh dilingkungan yang amat sederhana, tingkat 2 dirumahnya dipakai sebagai gudang, sekaligus tempat berjemur pakaian karena sangat berdekatan dengan rumah tetangganya, ia tahu kamarnya mempunyai atap yang sedikit berlumut, jalan raya berjarak beberapa km dari rumahnya, semua tetangga kenal Baekhyun dan sangat ramah dan baik padanya, ia senang membantu ibunya diladang jagung dibelakang rumahnya, ia senang memberi makan ikan-ikan dikolam samping rumahnya, dan menyirami ladang tanaman bunga.

Ia biasa mengantar jagung-jagung itu ke pasar yang tak begitu jauh dari rumahnya, ia mengantar bunga-bunga, seperti, mawar, baby’s breath, anyelir, atau anggrek ke toko bunga pinggir jalan raya dekat sekolah menengahnya, ia tentu senang bertemu dengan florist bernama Taeyeon yang super cantik itu. (Walau perbedaan umur mereka sangat jauh)

“Hei Baekhyun.”

Senyuman florist itu langsung menyambut Baekhyun ketika membuka pintu toko, dengan rona dipipinya, ia berpikir bahwa senyum Taeyeon-noona lebih indah dari bunga-bunga yang ia lihat dipagi hari.

“dandelion hari ini, benar?”

“em ya, noona.”
.
.
.
Baekhyun dengan senang hati menjemput Ibunya pulang kerja sebelum makan malam. Sebelum tahun-tahun terakhir di sekolah menengah, ia mulai sibuk dengan berbagai macam jenis buku dimeja belajarnya, bahkan bermain layang-layang, atau sepak bola dengan teman sekolahnya saja sudah lama ia tinggalkan.

Yang terpenting lulus, ia bisa masuk SMA terbaik di Busan, itu satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk membanggakan ibunya. Juga untuk memudahkannya di Universitas.

Ia tak pernah berpikir, membayangkan saja tidak, bahwa dipagi hari ketika Ibunya telah berangkat kerja, ia libur karena telah menyelesaikan Ujian Akhir itu, dan tukang pos mengantar amplop coklat tua berisi data lengkap sekolah, juga surat pemberitahuan bahwa Baekhyun diterima masuk sekolah itu dengan nilai-nilai Baekhyun yang tak kurang dari 9 waktu itu.

Yongguk-High School.

Dan Baekhyun tahu, semuanya tak akan sama lagi.

*

Percayalah, dari mereka kecil, mereka tak tahu, mereka tak mengerti, tetapi mereka menyadari. Ketika dunia orang dewasa hadir menyapa mereka dari bayi, menjadi anak yang sudah dipersiapkan untuk melanjutkan dunia orang-tua mereka, pewaris. Ketika mereka diperkenalkan ke dunia yang tak seharusnya mereka ada disana, tidak untuk sekarang.

Tetapi mereka harus, karena ketika mereka tumbuh dewasa, orangtua mereka juga semakin bertambah tua.

“ketika mereka seakan berada di taman yang sama, tetapi tumbuh menjadi bunga yang berbeda.”(Quotes from vnyynsc with the best fanfic: A Way to Home)

-Something Hidden- by auhor SakuRaa (@_raraa84)

A/N: huft oke guys. Karena kalian (mungkin) penasaran, gimana sih masa kecil mereka, terutama Kai, Chanyeol, Sehun, dan Kyungsoo, kenapa mereka jadi kayak-sekarang-ini, so…. Aku buat Side Story nya. ini oneshoot, dan Chapter 8 akan tetap dilanjutkan ^^/

Komentar-komentar kalian sangat membantu trimakasih okey;’) (gomawo untuk yang komen di ff ku sebelumnya, Something hidden chp. 7, Pathcode series, Bad feeling, Waiting is, For the first time, dll.)

Aku harap kalian tidak menjadi si-ders karena mengetik dikolom komentar sangat mudah, okey? :v see you in the next chapter!

@_raraa84

21 thoughts on “Something Hidden [Their Childhood]

  1. Desyehet berkata:

    Author peka aja, aku penasaran bgt sama mereka pas kecil.. Dan akhirnya di buatin.. Thanks author 😁😁😁😁😁 next chapternya di tunggu, ok. Semangat thor!!!

  2. aya aya berkata:

    Uuhhhh udahh sedikit paham sihh cuma agak kurang pahan aja ama sehun… emmm ditunggu aja dehh chapter 8 nya yahhhh

  3. Clarissa Kim berkata:

    Knapa sehun gk ngasih tau aja ke kainya 😧 , seru kok kak ,
    Ditunggu kelanjutannya kak , balikin mereka jadi sahabat lagi jngn brantem terus😦
    Fighting!👍💞💞

  4. Nurnie berkata:

    Ngerti skarang ..
    Msa kcil mreka sbnarnya mnyenangkan, tp malahh ad masalah .. Next chap.a ditnggu .

    Oya eonni, ff growl, the lord of legend N the house tree 2 dilanjutin donk . Msih nunggu nich sma klanjutanya .. Ditunggu yaa eonni😀

  5. Yati berkata:

    Dari awal aku nebak klo Baekhyun ada hubungannya sama Kai. Ternyata bener, Baekhyun saudara tiri Kai. Trus aku masih agak binggung sama Sehun, kenapa dia benci sama Kai?

  6. Yati berkata:

    Dari awal aku nebak klo Baekhyun ada hubungannya sama Kai. Ternyata bener, Baekhyun saudara tiri Kai. Trus aku masih agak binggung sama Sehun, kenapa dia benci sama Kai???

  7. yasika berkata:

    udah ada bayangan kalo cerita.a kaya gitu tapi tetep read kok ^^
    sehun aku kasian sama dya :” dy kelihatan penuh beban

    lanjutin chapter 8nya thoooorrrrrrrrrr :*:*

  8. dewikim berkata:

    okee unnn….. ternyata.. itu to ceritanya.. di tunggu chapter 8.nya… makin penasaran unn.. hehhe.. ff.nya bagus… wkwkwk semangat \^_^/

  9. rini berkata:

    ahh gue ngerti sekarng.. alasan sehun benci kai krena ayahnya.. duh sehun aku kaciaan ama kamu.. yy palng buat aku penasarn itu tuh kehidupan kai, bgaimna ibunya, dan bagaimna ia bsa bersaudara ama cabe.. aduhh penasaran banget.. cepettan lanjut ya kak.. n engkyu udah bkn oneshoot ini.. ini ngebantu banget mecahin misteri2.. Fighting kak.. hmm klw saran aku mw ad part kai ama sehun lgi saling membantu.. yng part baik2 deh yayaya kak… ahh pokoknya gue tunggu deh.. ehh kak fanfic kakak yg waiting tuh keren.. bikin gituan lagiya kak castnya itu juga.. hehehe

  10. Dalphoo berkata:

    baek sodara tiri kai. wahh…. mengejutkan.
    brarti ayah sehun disekap ayah kai ya?
    jahat😥
    lanjutt ^^

  11. Park Rami berkata:

    Akhirnya penasarannya aku tentang masa kecil mereka terjawab, good author😉
    dan aku baru tahu kalau Baekhyun itu anak haram kukira bukan anak haram…
    ah sudahlah lanjut ya thor ditunggu chap 8nya^^

  12. qyah berkata:

    Ini ff yg aq tunggu2 banget min…. mian baru komen sekarang… tapi tetep semangat nulis nya ya… dan jebal untuk update nya jangan lama2 kayak yg chapter 7 nya… gumawo.. saranghanja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s