Three

Tittle: Three

Author: Ai Park

Cast:

– Cho Kyuhyun

– Park Seul Rin (OC)

– Lee Donghae

– Yoo Yoon Ra (OC)

Genre: School Life, Romance, AU

Length: Ficlet

Rating: PG-13

Author’s note:

Hello guys~ ini ff ficletku pertama kalinya yang aku bikin selama satu jam dan gatau harus ngomong apa karena emang gaje disetiap paragraf. Buat yang pengen kenalan sama aku nih cek aja seasongirls.wordpress.com, oke?

Don’t be silent reader! Happy reading, guys!

***

“Kyuhyun!”

Aku menoleh kala mendengar seseorang memanggil nama yang tak asing untuk ku dengar–atau malah sangat kutunggu keberadaannya. Kulihat orang yang memiliki nama hanya melirik sekilas tanpa mau mengindahkan pria yang memanggilnya. Ia kembali dengan PSP yang ada dalam genggaman kedua tangan besarnya. Acuh. Seperti biasa.

Aku melihat pria bernama Cho Kyuhyun yang masih saja sibuk dengan PSP-nya walaupun di depannya kini sudah ada Lee Donghae–pria yang memanggilnya tadi dari kejauhan. Tentu saja. Apa hakku untuk berada di dekat pria itu. Melihatnya dari kejauhan seperti ini saja sudah merupakan keberuntungan untukku.

“Aku punya kabar bagus untukmu!” samar-samar kudengar suara Donghae karena kantin begitu ramai saat ini.

Kyuhyun menghentikan gerakan jarinya pada tombol PSP, lalu menyesap secangkir kopi esspreso-nya yang sejak tadi eksistensinya diabaikan oleh pria cerdas itu. Aku melihat Kyuhyun yang kini menatap Donghae.

“Apa?”

Itu menjadi kata terakhir yang aku dengar dari pembicaraan mereka karena kantin entah kenapa menjadi sangat ramai setelah itu. Dan hal yang paling kusesali adalah jarak antara mejaku dan meja mereka berdua yang terlalu jauh untuk sekadar mendengar obrolan mereka. Ya Tuhan, Jika saja aku bisa memutar waktu. Kini aku hanya melihat mereka yang mengobrol serius. Tidak. Sebenarnya hanya Kyuhyun yang serius. Aku bisa melihat raut Donghae yang beberapa kali tertawa walau suaranya tak sampai ke pendengaranku. Kyuhyun memang jarang tertawa. Mungkin itu sebabnya kenapa wajahnya terlihat lebih tua daripada Donghae beberapa tahun.

Tiba-tiba kulihat Donghae dan Kyuhyun yang kini telah berdiri pertanda akan meninggalkan kantin. Aku menghela napas lalu kembali pada buku bacaanku atau yang kerap disebut novel. Kembali pada kegiatanku sebelum mendengar suara Donghae tadi. Aku melirik jam tanganku. 15 menit lagi sebelum aku akan kembali mengikuti pelajaran yang membosankan.

“Boleh aku duduk di sini?” tanya seseorang yang berdiri di sebelah kursi depanku yang kosong karena aku memang tak memiliki teman semeja sejak tadi.

Aku mendongak. Menatap seseorang yang berbicara padaku barusan. Dan, sungguh detik itu juga aku merasa bahwa sesuatu yang salah telah terjadi pada organ-organku terutama mata. Ya Tuhan, jika aku bermimpi tolong segera bangunkan aku secepatnya. Aku benar-benar tak ingin semakin jatuh lalu terpuruk pada pesonanya. Ya. Pesona pria di depanku ini.

“Tak boleh?” ia bertanya padaku lagi. Kali ini sambil menautkan alisnya.

“Tentu saja boleh, sunbae,” jawabku berusaha setenang mungkin. Menyembunyikan separuh jiwaku yang menyangkal bahwa ini semua kenyataan.

Aku melihat Kyuhyun yang kini telah duduk berhadapan denganku sambil tersenyum. Jujur. Sebenarnya aku tak berani melihat wajahnya sedekat ini untuk durasi yang lama. Kenapa? Karena aku yakin itu akan memporak-porandakan cara kerja organ tubuhku.

“Kenalkan aku Kyuhyun. Kau Park Seul Rin, kan?” pria yang merupakan kakak kelasku itu terlihat serius.

Aku mengangguk pelan sambil meminum jus alpukatku yang masih setengah gelas,“Kenapa?”

“Aku benar-benar minta maaf. Sungguh aku tak enak mengingat apa yang akan aku bicarakan padamu,” dia sangat serius dan khawatir. Aku dapat melihat semua dari matanya yang seakan memberikan gambaran apa yang sedang dirasakan pria itu sekarang.

“Tidak apa-apa. Katakan saja, sunbae,” aku mencoba menetralisir kekhawatirannya.

“Aku benar-benar minta maaf atas nama Yoon Ra karena kejadian kemarin.”

Ternyata dia membahas gadis itu. Yoo Yoon Ra. Gadis yang merupakan seniorku yang baru saja menamparku karena permasalahan sepele yang terjadi antara Anggota majalah sekolah dan OSIS kemarin. Yang jujur, aku bahkan tak memikirkannya karena aku memang tak mengerti masalah awalnya. Jadi, aku hanya menganggapnya angin lalu.

“Kau mau memaafkannya, kan?” Kyuhyun bertanya lagi karena melihatku yang melamun tadi.

Aku hanya mengangguk,“Aku bahkan tak memikirkannya lagi, sunbae.”

“Terima kasih. Tapi bolehkah aku meminta pertolonganmu lagi?”

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan pria yang kupanggil sunbae itu.

“Kudengar, kau ketua majalah sekolah. Aku harap kau tak memuat berita ini ke majalah itu. Dan kumohon, kau dapat menjelaskan masalah ini ke kepala sekolah.”

“Kenapa?” aku mencincingkan mataku kala mendengar kepala sekolah.

“Hari ini Yoon Ra ditahan di Ruang Kepala Sekolah. Aku dengar beasiswanya akan dicabut,” suara Kyuhyun terdengar frustasi saat mengatakannya.

Aku hanya mengerutkan keningku. Tak tahu bahwa masalah yang bahkan tak kupikirkan bisa melebar seperti ini. Entah kenapa aku merasa tak enak pada Yoon Ra yang mungkin sampai sekarang masih di Ruang Kepala Sekolah. Apalagi sampai membawa Kyuhyun ke hadapanku seperti saat ini.

“Ya. Aku akan mencoba menjelaskan pada Kepala Sekolah nanti,” anggukku mantap.

“Aku sangat berterima kasih padamu, Seul Rin-ssi,” ujarnya yang dengan tersenyum. Ya. Senyum yang sangat manis.

“Senang bisa membantumu, sunbae.”

“Apa kau memiliki syarat agar kau memaafkan Yoo Ra?” Kyuhyun meyakinkanku sekali lagi.

Aku menggeleng pelan, “Jika aku melakukan itu, Bukankah berarti aku tak tulus memaafkannya?”

Dia tersenyum kembali mendengar jawabanku. Kudengar ia berkata pelan, “Kau benar.”

“Kalau begitu aku pergi dulu, senang bisa berkenalan denganmu,” lanjut Kyuhyun.

Aku hanya mengangguk pelan. Namun, baru saja pria itu menggeser kursinya tiba-tiba sesuatu terlintas di kepalaku. Dan memanggilnya adalah sesuatu yang di luar kendaliku.

“Kyuhyun sunbae,” panggilku pelan namun cukup untuk membuatnya menoleh dan duduk kembali di hadapanku.

“Kau dan Yoon Ra sunbae, apa hubungan kalian?” aku memandangnya. Memandang wajahnya yang tersenyum kala mendengar pertanyaanku.

“Apakah ini syaratnya?” ia menatapku. Dan aku yakin itu bukan tatapan kemarahan.

“Anggap saja begitu,” ucapku seadanya.

“Aku mencintainya,” cepat dan tegas. Itu yang kurasakan dari kalimatnya.

“Yoon Ra sunbae?”

Dia kembali mengangguk, “Namun aku lebih.”

“Yoon Ra sunbae pasti beruntung memilikimu,” ucapku getir tanpa memandang wajahnya.

“Tidak. Aku yang beruntung karena memilikinya,” kini dapat kurasakan keyakinan di kalimatnya.

“Kalian berpacaran?” aku menatap wajahnya kali ini. Kulihat ia mengangguk mantap. Semantap hatinya mencintai Yoon Ra mungkin.

“Terima kasih,” aku mengakhirinya sebelum hatiku makin tergores dalam karena semua jawaban jujurnya.

“Tiga pertanyaan untuk tiga permohonan. Kau sangat perhitungan,” Kyuhyun terkekeh.

Aku hanya mengangguk, “Kau benar, sunbae.”

“Seul Rin,” aku menoleh mendengar panggilannya.

“Maaf,” aku melihat tatapannya yang jujur dan tulus sebelum dirinya meninggalkanku di meja kantin sendirian.

Aku telah menyadarinya bahkan jauh sebelum perbincangan ini. Ya. Aku menyadari 3 hal. Menyadari mereka yang begitu dekat. Menyadari mereka yang memiliki hubungan. Dan aku juga menyadari bagaimana aku tak bisa berhenti mencintainya yang sudah memiliki orang lain untuk mengisi hati serta harinya.

“Love is always being there for him while he loves another”

***

That’s all. Hope you like this Ficlet, guys! And don’t forget to visit our wp seasongirls.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s